cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Kulit Pisang Barangan (Musa Paradisiaca L) Terhadap Candida Albicans Ridha Andayani; Afrina .
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans (C. albicans) adalah jamur oportunistik yang pada keadaan tertentu dapat menjadi patogen di rongga mulut dan menyebabkan kandidiasis oral. Penanganan kandidiasis oral umumnya menggunakan obat-obatan antifungal sintetik yang dapat menimbulkan efek samping. Kulit pisang barangan (Musa paradisiaca L.) adalah bagian yang sering dianggap tidak bermanfaat namun mengandung banyak komponen antifungal seperti alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid, kuinon, polifenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifungal ekstrak kulit Musa paradisiaca L. terhadap pertumbuhan C. albicans. Pada penelitian ini, kulit Musa paradisiaca L. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit Musa paradisiaca L. yang telah diuji fitokimia, diuji aktivitas antifungalnya menggunakan metode dilusi dengan Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Musa paradisiaca L. berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 12,5% dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) sebesar 100%.
Ovate Pontic Sebagai Alternatif Perawatan Gigi Tiruan Jembatan Pocut Aya Sofya
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan gigi anterior merupakan hal yang sangat mempengaruhi rasa percaya diri pasien. Oleh karena itu, pasien sangat membutuhkan rehabilitasi kehilangan gigi tersebut dengan estetik yang optimal. Restorasi untuk kehilangan gigi anterior dengan menggunakan gigi tiruan jembatan merupakan alternative perawatan yang dapat digunakan karena memenuhi estetik, kenyamanan dan hasil jangka panjang. Gigi tiruan jembatan yang menggunakan ovate pontic merupakan pilihan yang estetik karena desain ovate pontic berbentuk mahkota klinis anatomis dengan dasar pontik yang lebih luas berkontak dengan jaringan di bawahnya sehingga menghasilkan restorasi akhir dan gingival yang estetik menyerupai gigi asli. Pasien akan merasa puas dan percaya diri ketika berbicara dan tersenyum. Perawatan dengan ovate pontic dapat menjadi pilihan yang paling efektif pada pasien yang membutuhkan nilai estetik tinggi dan tampilan yang alami dari restorasi.
Pola Asupan Nutrisi Pada Pasien yang Kehilangan Gigi Sebagian di Poli Gigi dan Mulut RSUDZA Banda Aceh Liana Rahmayani; Pocut Aya Sofya; Nadia Sartika
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan gigi sebagian maupun seluruhnya memiliki dampak, yaitu dampak emosional, sistemik, dan fungsional. Terganggunya proses pengunyahan akibat kehilangan gigi dapat mempengaruhi pemilihan makanan sehingga terjadi perubahan pada asupan nutrisi. Perubahan pada gambaran asupan nutrisi memiliki dampak bagi tubuh, seperti terjadinya penyakit kronis, penurunan kemampuan fungsional, dan peningkatan kejadian infeksi sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian berdasarkan jumlah gigi yang hilang pada pasien di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang berkunjung pada bulan JuniJuli 2010. Penelitian ini adalah penelitian Non Eksperimental dan bersifat deskriptif analitik melalui wawancarasecara langsung menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik penarikan sampel nonpropabiliti secara purposive, dengan jumlah sampel 120 orang yang terdiri dari 53 orang laki-laki (44,17%) dan 67 orang perempuan (55,83%). Sampel yang digunakan adalah pasien dengan kriteria berusia lebih dari 20 tahun, yang kehilangan gigi sebagian dan belum pernah menggunakan gigi tiruan. Pengolahan data dilakukan secara statistik dengan Program SPSS menggunakan uji Chi-Square dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan pola asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian pada pasien dirasakan berubah lebih dari setengah jumlah pasien dengan persentase tertinggi pada perasaan kesulitan memakan makanan yang mengandung protein dan lemak, sedangkan persentase terendah pada perasaan kesulitan memakan makanan yang mengandung vitamin C. Pola asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian pada pasien berdasarkan jumlah gigi yang hilang secara keseluruhan dirasakan berubah paling tinggi tingkat kesulitannya pada kelompok jumlah gigi yang hilang 2228 gigi (76,2%) dan terendah yang merasa kesulitan pada kelompok jumlah gigi yang hilang 17 gigi (46,8%).
Hubungan Antara Periodontitis Dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Lahir Rendah Ditinjau Dari Aspek Destruksi Periodontal Khairiyah Ulfah; Irma Ervina
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelahiran bayi prematur berberat badan lahir rendah merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kejadian bayi berat badan lahir rendah di Indonesia tahun 2003 sebesar 90 per 1000 kelahiran. Kelahiran prematur ini meningkatkan risiko angka kematian dan kesakitan bayi, yang mencakup ketidakmampuan perkembangan saraf, kelemahan kognitif, masalah pernafasan, anomali kongenital dan gangguan tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara periodontitis dengan kelahiran bayi prematur BBLR khususnya ditinjau dari aspek destruksi periodontal dan perbedaan tingkat destruksi periodontal antara ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR dengan ibu yang melahirkan bayi normal. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dari Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik, Rumah Sakit Umum dr.Pirngadi, Rumah Sakit Umum Haji, Klinik Bersalin Tri Putri, dan Klinik Bersalin Yakin Sehat dengan total sampel 45 orang, terdiri dari ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR sebanyak 17 orang dan ibu yang melahirkan bayi normal sebanyak 28 orang. Pemeriksaan gigi meliputi kedalaman saku dan kehilangan perlekatan klinis dengan menggunakan prob dan kaca mulut dengan pencahayaan senter. Tidak ada hubungan antara periodontitis dengan kelahiran bayi prematur BBLR dan terdapat perbedaan tingkat destruksi periodontal antara ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR dan ibu yang melahirkan bayi normal. Rata-rata kedalaman saku ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan bayi normal, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Sedangkan rata-rata kehilangan perlekatan klinis ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan bayi normal dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik. Periodontitis pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko kelahiran bayi prematur BBLR.
Perbedaan Efektifitas Menyikat Gigi Dengan Metode Roll Dan Horizontal Pada Anak Usia 8 Dan 10 Tahun Di Medan Ayudia Rifki; T. Hermina
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama terjadinya penyakit karies gigi dan periodontal adalah plak. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi. Salah satu yang mempengaruhi keberhasilan penyikatan gigi adalah metode penyikatan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan penurunan indeks plak pada anak umur 8 dan 10 tahun dengan penyikatan gigi metode roll dan horizontal. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental sederhana, yaitu pre and post test design. Sampel penelitian ini adalah anak usia 8 dan 10 tahun dari SDN 060880 Medan, anak usia 8 tahun sebanyak 40 orang dan anak usia 10 tahun sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara menyikat gigi dengan metode roll dan horizontal terhadap penurunan indeks plak pada anak usia 8 tahun begitu juga pada anak usia 10 tahun (p0,05). Penurunan indeks plak pada metode horizontal lebih besar daripada metode roll. Kemampuan menyikat gigi pada anak usia 10 tahun lebih baik daripada anak usia 8 tahun. Anak usia 8 dan 10 tahun lebih efektif menyikat gigi dengan metode horizontal. Pemilihan metode menyikat gigi harus disesuaikan dengan usia dan motorik anak.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Terhadap Pertumbuhan Enterococcus Faecalis Zaki Mubarak; Santi Chismirina; Cut Aisa Qamari
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enterococcus faecalis adalah salah satu flora normal rongga mulut yang sering ditemukan pada kasus kegagalan perawatan endodontik. Kayu manis (Cinnamomum burmannii) merupakan tanaman herbal yang sering digunakan sebagai rempah-rempah, namun juga memiliki sifat antibakteri karena kandungan kimia yang dimilikinya berupa alkaloid, saponin, tanin, polifenol, flavonoid, kuinon dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap pertumbuhan E. faecalis. Enterococcus faecalis yang telah dikultur pada media CHROMagar VRE Base diinkubasi pada suhu 37C dalam suasana anaerob. E. faecalis yang telah dikultur dan diidentifikasi, dipaparkan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) untuk uji aktivitas antibakteri dengan metode Standart Plate Count menggunakan media MHA. Dari hasil analisis data menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis didapatkan nilai p=0,003 (p0,05). Hasil uji menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni pada setiap konsentrasi kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol negatif mengalami penurunan, pertumbuhan koloni E. faecalis pada konsentrasi 1,5% adalah 299,3 x 104 CFU/ml dan pada konsentrasi 7,5% adalah 6 x 104 CFU/ml. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan Kadar Hambat Minimum (KHM) berada pada konsentrasi ekstrak 1,5%.
Kandidiasis Orofaring Pada HIV/AIDS Masra Lena Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah HIV/AIDS adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Kandidiasis orofaring merupakan manifestasi klinis yang pertama kali muncul pada pasien HIV/AIDS dan merupakan infeksi oportunistik yang tersering ditemukan yang disebabkan oleh jamur spesies Candida. Prevalensi kandidiasis orofaring telah dilaporkan terjadi 5095% pada pasien HIV/AIDS. Gejala klinis kandidiasis kadang-kadang asimtomatik, gejala yang paling umum adalah rasa tidak enak dan terbakar pada mulut, munculnya plak berwarna putih, perubahan rasa dan kesukaran menelan makanan baik cair maupun padat. Diagnosis definitif dilakukan dengan cara ditemukannya spesies Candida pada pemeriksaan kerokan dengan larutan KOH. Obat-obatan yang sering digunakan dalam terapi kandidiasis adalah golongan azol, namun banyak yang mengalami kegagalan terapi disebabkan karena pada pasien HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akibat limfosit T CD4+ yang rendah, penggunaan preparat azol jangka lama, dan disebabkan isolat Candida albicans, oleh karena itu terapi terbaik adalah meningkatkan kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS dengan terapi antiretroviral.
Pengaruh Durasi Perendaman Resin Akrilik Heat Cured Dalam Minuman Teh Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Terhadap Perubahan Dimensi Viona Diansari; Sri Fitriyani; Aldita Dwy Gustya
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin akrilik heat cured dapat mengalami perubahan dimensi ketika direndam dalam cairan. Resin akrilik yang bersifat menyerap air dapat dipengaruhi oleh komposisi, durasi perendaman dan jenis larutan yang digunakan. Jenis larutan yang bersifat asam seperti teh rosella diduga dapat menyebabkan erosi dan menurunkan tegangan permukaan material resin akrilik sehingga memudahkan penetrasi molekul cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam minuman teh rosella selama 1, 3, 5 dan 7 hari terhadap perubahan dimensi. Spesimen pada penelitian ini berbentuk silinder dengan diameter 50 1 mm dan ketebalan 0.5 0.1 mm. Dua puluh spesimen awalnya direndam dalam aquades selama 24 jam untuk mengurangi monomer sisa kemudian dikeringkan dengan desikator dan diukur berat awalnya sebelum perlakuan (W1). Seluruh spesimen dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 10 spesimen direndam dalam larutan teh rosella dan 10 spesimen direndam dalam aquades (kontrol) selama 1, 3, 5 dan 7 hari. Kemudian diukur berat akhir pada setiap perendaman (W2) dengan menggunakan neraca analitik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan repeated ANOVA dan diuji lanjut pairwise comparison. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna perubahan dimensi setelah direndam dalam minuman teh rosella selama 1, 3, 5 dan 7 hari (p0.05), namun hasil uji lanjut menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p0.05) antara perubahan dimensi 1 dan 7 hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam minuman teh rosella terhadap perubahan dimensi.
Sitologi Tumor Odontogenik: Ameloblastoma Vera Dewi Mulia
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ameloblastoma adalah tumor odontogenik jinak dan bersifat agresif secara lokal. Angka kejadian tumor ini sekitar 1% dari seluruh tumor pada tulang rahang. Biasanya terjadi pada regio mandibula, dan hanya sedikit kasus di maksila. Ameloblastoma mempunyai kecendrungan untuk rekurensi, karena itu sangat diperlukan diagnosis yang akurat sebelum menentukan teknik pembedahan. Gejala klinis dan radiologis ameloblastoma dapat menunjukkan gambaran yang tidak spesifik, gambarannya bisa menyerupai odontogenic cyst dan tumor lain. Fine Needle Aspiration Cytology (FNAB) merupakan suatu teknik yang mudah dan tidak invasif dalam menegakkan diagnosis sebelum tindakan pembedahan dilakukan pada ameloblastoma. Teknik ini juga merupakan suatu tindakan yang dapat dilakukan dengan cepat dan menghasilkan diagnosis yang akurat, serta dapat membedakan antara tumor jinak dan ganas. Sitologi dari ameloblastoma terdiri atas kelompok-kelompok sel basaloid dengan single spindle and stellate shaped cells. Bahan pemeriksaan bisa tidak memadai bila diperoleh dari tumor dengan area kista yang luas, dan dapat menyebabkan diagnosis menjadi tidak akurat, sehingga bisa keliru dalam menentukan keganasan yang bisa terdiagnosis sebagai suatu ameloblastoma konvensional.
Immuno-biokompatibilitas Pada Material Implan: Review Article Basri A. Gani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imuno-biokompatibilitas merupakan pengetahuan yang secara khusus mempelajari respons imun terhadap biomaterial, prosthesa, alat kedokteran memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan material implan beradaptasi dengan perubahan fisiologi tubuh seperti interaksi komponen darah, akumulasi partikel, dan respons terhadap organ. Tulisan ini menjelaskan beberapa variabel yang berhubungan dengan biokompatibilitas seperti komponen biokompatibilitas, biokompatibilitas pada dental material, imunokompatibilitas, serta pertimbangan uji biokompatibilitas yang direferensikan oleh badan standar internasional seperti FDA, NAMSA dan standar ISO 10993. Aspek yang menjadi penilaian penting dari biokompatibilitas adalah kesesuaian antara perubahan sistem imun dengan adaptasi material implan yang tidak merugikan host seperti kerusakan sel dan jaringan sebagai akibat dari toksisitas, imunogenesitas, genetoksisitas, dan mutagenitas.