cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Hidroksiapatit dan Aplikasinya di Bidang Kedokteran Gigi Martha Mozartha
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroksiapatit merupakan biokeramik yang digunakan secara luas di bidang biomedis, karena kemiripannya dengan mineral utama penyusun tulang dan gigi. Berbagai penelitian membuktikan biokompatibilitas hidroksiapatit dan memiliki kemampuan osteokonduktif. Peneliti juga telah melakukan eksperimen dengan menambahkan material ini ke berbagai bahan restorasi dan bahan yang digunakan dalam perawatan endodontik. Makalah ini bertujuan untuk membahas literatur yang melakukan penelitian mengenai hidroksiapatit dan aplikasinya secara klinis di bidang kedokteran gigi.
Koreksi Gigi Insisivus Sentral Rahang Atas yang Mengalami Rotasi Berat Menggunakan Alat Whip Komalawati .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini untuk memperkenalkan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior pada anak remaja. Desain alat dan uji coba ini adalah laporan kasus seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan gigi geligi campuran maloklusi kelas I yang mengalami rotasi berat pada gigi insisivus sentral kiri rahang atas dan terdapat mesiodens di antara gigi insisivus sentral. Hal yang pertama kali dilakukan adalah mencabut gigi supernumerary, dan kemudian dilakukan pemasangan alat lepasan yang terdiri dari whip, spring cantilever dan bonded tube pada gigi yang mengalami rotasi. Setelah 8 bulan, insisivus sentral kiri atas berada pada arah yang tepat secara ortodonti. Dilakukan fibrotomi suprakrestal melingkar di samping koreksi berlebihan pada gigi dan satu minggu setelah pembedahan, alat tersebut dilepas dan dimulai untuk penggunaan retensi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah alat whip, merupakan suatu alat lepasan yang sangat efektif untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior.
Multiple Supernumerary Teeth Yang Langka: Sebuah Laporan Kasus Teuku Ahmad Arbi
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supernumerary teeth adalah gigi yang tumbuh lebih dari jumlah normal gigi pada umumnya. Supernumerary teeth bisa berupa gigi tunggal, multiple, tumbuhnya unilateral, bilateral, pada satu atau kedua rahang. Namun kebanyakan tumbuh di regio anterior rahang atas dan regio molar. Amat jarang mengenai kedua rahang. Supernumerary teeth sering dikaitkan dengan Gardner sindrom, fasial cleft ataupun cleidocranial dysplasia. Akibat supernumerary teeth bisa menimbulkan gangguan erupsi gigi, pergeseran gigi, gigi berjejal, resorbsi akar dan pembentukan kista dentigerous. Pada kasus kami, perempuan Indonesia usia 15 tahun dikonsultasikan dari orthodonsia dengan 10 supernumerary teeth, persistensi gigi susu, impaksi kaninus. Lima supernumerary teeth berada di regio premolar kanan rahang atas dan regio molar rahang atas bilateral. Lima gigi lainnya di regio premolar rahang bawah bilateral. Tidak ada riwayat serupa dalam keluarga dan pasien tidak terkait sindroma tertentu. Diputuskan untuk dilakukan ekstraksi supernumerary teeth rahang atas, ekstraksi gigi susu dan odontektomi kaninus impaksi dalam narkose. Sementara lima supernumerary teeth di rahang bawah diobservasi oleh orthodontis mengingat susunan gigi rahang bawah sudah baik. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah supernumerary teeth yang asimptomatik dan tidak mengganggu perawatan orthodonsia tidak harus selalu diekstraksi. Observasi berkala perlu dilakukan untuk memonitor supernumerary teeth yang tidak diekstraksi.
Overdenture Dengan Koping Dome-shaped Untuk Menambah Dukungan Gigi Tiruan dan Mencegah Resorpsi Linggir Alveolar: Laporan Kasus Nidya Prettysia Sembiring; Syafrinani .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip perawatan prostodonsia adalah menggantikan apa yang telah hilang serta melestarikan gigi dan struktur rongga mulut yang masih ada. Mempertahankan gigi yang tersisa akan mencegah resorpsi linggir alveolar. Resorpsi menyebabkan luas jaringan pendukung gigi tiruan berkurang. Overdenture merupakan alternatif perawatan yang dapat menambah dukungan terhadap gigi tiruan. Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk menjelaskan pengelolaan pasien dengan kondisi hanya beberapa gigi tersisa di anterior rahang bawah, menggunakan overdenture dengan koping domeshaped. Pasien laki-laki usia 56 tahun, datang ke RSGMP FKG USU ingin dibuatkan gigi tiruan pada rahang atas dan rahang bawah karena kesulitan saat mengunyah. Pada pemeriksaan intraoral terlihat gigi yang tersisa kaninus kiri dan kanan rahang bawah, dengan kondisi kaninus kiri mobiliti derajat 1 dan kaninus kanan mobiliti derajat 3. Pilihan perawatan terhadap kasus ini adalah overdenture dengan koping dome-shaped pada gigi kaninus kiri rahang bawah serta pembuatan kerangka logam sebagai penguat basis gigi tiruan rahang bawah. Gigi kaninus kanan diekstraksi karena mengalami mobiliti parah dan tidak dapat dipertahankan. Penggunaan overdenture dengan koping dome-shaped pada gigi yang tersisa di rahang bawah dapat menambah dukungan gigi tiruan dan mencegah resorpsi linggir alveolar.
Gigi Tiruan Sebagian Overlay: Laporan Kasus Pocut Aya Sofia
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi tiruan sebagian overlay merupakan protesa lepasan yang menutupi permukaan oklusal dan mendapat dukungan dari gigi penyangga. Gigi tiruan sebagian overlay memiliki keuntungan bersifat reversibel, pembuatannya lebih mudah, lebih murah, dapat meningkatkan estetik sehingga sistem mastikasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat meningkatkan bicara. Gigi tiruan sebagian overlay dapat digunakan sebagai protesa interim dan definitif, biasanya digunakan untuk pasien dengan penurunan dimensi vertikal oklusal dan mengalami keausan gigi yang berat, maloklusi dental dan skeletal yang berat, dan pasien dengan keterbatasan finansial. Gigi tiruan sebagian overlay dapat dibuat dari metal maupun akrilik atau kombinasi keduanya. Pada laporan kasus ini akan membahas mengenai pengembalian dimensi vertikal oklusal secara bertahap dengan pembuatan gigi tiruan sebagian overlay rahang atas dan rahang bawah pada pasien yang mengalami kehilangan banyak gigi.
Hubungan Waktu Kehadiran Fasilitator Dengan Learning Objectives Terhadap Nilai Akhir Mahasiswa Blok 2 FKG Unsyiah Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Mauliza Hanim
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Problem-Based Learning (PBL) merupakan suatu metode baru yang diterapkan dalam pendidikan medis. Penerapan metode tersebut mengandalkan mahasiswa bekerjasama dalam beberapa kelompok kecil, diberi kasus dalam bentuk skenario, mereka berdiskusi secara aktif untuk mencapai sasaran belajar (learning objectives) dan dipandu oleh seorang dosen yang bertugas sebagai fasilitator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu kehadiran fasilitator dengan learning objectives dan terhadap nilai akhir (DPNA) mahasiswa. Tempat penelitian di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2013 bertepatan dengan dilaksanakannya Blok 2 pada Semester 1. Subjek penelitian terdiri dari 6 kelompok tutorial dengan 7 skenario. Alat yang digunakan berupa kuisioner dan Borang B, Panduan BPF, dan hasil DPNA. Data dianalisis dengan analisis Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives menunjukkan hubungan yang lemah dan negatif (R= -0,246), fasilitator dan Nilai DPNA menunjukkan hubungan yang lemah dan positif (R= 0,357) (p0,01). Kesimpulan adalah dari penelitian ini waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives dalam pelaksanaan Blok 2 Tahun Ajaran 2013/2014 belum berperan dengan baik dalam menciptakan kecenderungan berpikir kritis yang dicita-citakan oleh penerapan Metode Problem-Based Learning (PBL).
Perdarahan Gingiva Pada Masa Sebelum Menstruasi Sunnati .; Ridha Andayani
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gingivitis adalah salah satu penyakit yang paling lazim diderita oleh masyarakat. Gingivitis merupakan inflamasi yang hanya mengenai jaringan gingiva tanpa menyerang tulang alveolar dan ligamen periodontal (tanpa mengakibatkan kehilangan perlekatan). Perdarahan gingiva adalah salah satu tanda klinis dari gingivitis. Perdarahan gingiva terjadi satu atau dua hari sebelum terjadinya menstruasi, yang biasanya hilang setelah dimulainya menstruasi. Salah satu indeks untuk mengukur perdarahan gingiva adalah Papillary Bleeding Index (PBI). Penelitian ini bertujuan untuk melihat indeks perdarahan gingiva pada masa sebelum menstruasi, yaitu 12 hari sebelum menstruasi. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian berjumlah 65 orang yang berasal dari angkatan 20092011. Pada subjek diberikan kuesioner dan pemeriksaan klinis, yaitu pemeriksaan Indeks Perdarahan Papila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64 subjek (98,5%) memiliki Indeks Perdarahan Papila 0, sebanyak satu subjek (1,5%) memiliki Indeks Perdarahan Papila 1 dan tidak terdapat subjek yang memiliki Indeks Perdarahan Papila 2 dan 34. Disimpulkan bahwa 98,5% pada penelitian ini
Tingkat Sensitivitas Dentin Sebelum dan Setelah Paparan Minuman Bersoda Pada Usia Remaja Berdasarkan Metode Visual Analog Scale Santi Chismirina; Basri A. Gani; Mizwan Fachry Harahap
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipersensitivitas dentin terjadi karena terpaparnya dentin akibat terkikisnya email yang disebabkan proses demineralisasi email. Minuman bersoda merupakan salah satu minuman yang dapat menyebabkan demineralisasi email. Remaja merupakan salah satu pengkonsumsi minuman bersoda terbanyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas dentin sebelum dan setelah paparan minuman bersoda pada usia remaja berdasarkan metode Visual Analog Scale (VAS). Metode yang digunakan adalah Garis Linier dan Faces Pain Scales. Tahap pertama dari penelitian ini dimulai dengan seleksi subjek yang dilanjutkan pemeriksaan hipersensitivitas dentin sebelum paparan minuman bersoda dan pemeriksaan sensitivitas dentin setelah paparan minuman bersoda. Dari hasil pemeriksaan 39 subjek penelitian, 25 subjek menderita sensitif ringan sebelumdipaparkan minuman bersoda dan 23 subjek penelitian menderita sensitif sedang setelah dipaparkan minuman. Dari hasil uji statistik menunjukan perbedaan tingkat sensitivitas dentin yang signifikan sebelum dan setelah paparan minuman bersoda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paparan minuman bersoda dapat mempengaruhi tingkat sensitivitas dentin.
Pengaruh Minuman Kopi Luwak Terhadap Perubahan Warna Resin Komposit Nanohibrid Viona Diansari; Diana Setya Ningsih; Teuku Alfian Arbie
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit memiliki sifat yang dapat menyerap air sehingga dapat menyebabkan perubahan warna. Pemaparan minuman kopi yang lama dan berlanjut dapat mempengaruhi stabilitas warna pada resin makrofiller, mikrofiller, hibrid, nanofiller, minifiller, dan nanohibrid. Resin komposit jenis terbaru dan sering digunakan saat ini, yaitu resin komposit nanohibrid, resin komposit jenis ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan resin komposit jenis lain; seperti kekuatan dan ketahanan terhadap perubahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan warna pada resin komposit nanohibrid antara sebelum dan setelah perendaman dalam minuman kopi luwak selama 5 hari. Penelitian ini menggunakan 10 spesimen resin komposit nanohibrid yang direndam dalam 5 ml minuman kopi luwak dan setiap harinya diganti. Perubahan warna setelah perendaman diukur menggunakan shade guide. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji nonparametrik Wilcoxon menunjukkan terjadi perubahan warna resin komposit nanohibrid yang signifikan (p0,05) antara sebelum dan sesudah perendaman dalam minuman kopi luwak. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh minuman kopi luwak terhadap perubahan warna resin komposit nanohibrid.
Perawatan Kesehatan Gigi Dengan Pengunyahan Permen Karet yang Mengandung Xilitol Cut Fera Novita
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah penyakit dengan prevalensi terbesar di seluruh dunia dan disebabkan oleh interaksi kompleks dari kerentanan gigi, nutrisi dan bakteri rongga mulut. Dilain sisi, perawatan penyakit gigi dan mulut memerlukan biaya yang tidak sedikit, bahkan ia merupakan jenis perawatan penyakit ke-4 yang termahal di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi masalah ini kita perlu menitikberatkan perhatian kearah pencegahan karies gigi. Beberapa negara dengan status low income telah memperkenalkan program pencegahan dengan program pengunyahan permen karet bebas gula di sekolah-sekolah. Permen karet yang diperkenalkan pada anak-anak termasuk sorbitol dan xilitol. Evaluasi awal dari program kesehatan ini telah memberikan hasil yang memuaskan di Belize, namun kurang baik di Madagaskar. Efektifitas xilitol dalam hal reduksi karies gigi yang berbeda di beberapa negara mungkin saja terjadi karena adanya perbedaan profil epidemiologis dan keadaan sosial budaya yang berbeda pula. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanis ini bersifat nonkariogenik dan bahkan dianggap sebagai bahan antikariogenik. Penggunaan permen karet yang mengandung xilitol telah dievaluasi dalam berbagai penelitian longitudinal, dan hasilnya menunjukkan bahwa pengunyahan permen karet yang mengandung xilitol dapat memberikan efek inhibitor jangka panjang terhadap karies bila digunakan dengan dosis, durasi, frekuensi, dan waktu yang tepat.