cover
Contact Name
Angga Putra Prasongko
Contact Email
prasongkoangga86@gmail.com
Phone
+62341-406150
Journal Mail Official
lppmkwidyagamahusada@gmail.com
Editorial Address
JL. Taman Borobudur Indah 3A Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Husada Journal of Community Service
ISSN : ""     EISSN : 2961998X     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Husada Journal of Community Service (MHJCS) merupakan media komunikasi ilmiah, di terbitkan dua kali dalam setahun oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Widyagama Husada, berisikan karya ilmiah berupa artikel hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa dan masyarakat umum dalam bidang kesehatan.
Articles 41 Documents
PEMBERDAYAAN KADER CILIK KESEHATAN (KLIK) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENGHADAPI MENSTRUASI Kusumaningrum, Tiyas; Retnayu Pradanie; Aria Aulia Nastiti
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 3 No. 1 (2024): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v3i1.50

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak siswi sekolah dasar (SD) yang tidak siap dalam menghadapi menstruasi. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan akan hal terkait menstruasi. Siswi SD cenderung merasa malu untuk membicarakan tentang menstruasi dengan orang dewasa dan sering bertanya pada sebayanya. Sebaya atau peer group sangat berpotensi menjadi kader perubahan perilaku positif akan menstruasi, namun jika tidak ditunjang dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai, maka dapat berpotensi menyebabkan siswi tidak mendapatkan informasi yang benar akan menstruasi. Diperlukan suatu kegiatan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswi sebagai kader. Pemberdayaan Kader Cilik Kesehatan (Klik) untuk meningkatkan kesiapan menghadapi menstruasi dipilih untuk mengatasi hal tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemilihan lokasi kegiatan, koordinasi dengan mitra, penyusunan modul, pelaksanaan pre-test, pemberian materi pengetahuan dan keterampilan, serta pengukuran post-test. Kader yang terlibat sejumlah 20 siswi. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh Kader Cilik Kesehatan (Klik) (100%) mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi menstruasi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengbdian masyarakat yang dilaksanakan meningkatkan kesiapan menghadapi menstruasi pada siswi SD.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERAN BYSTANDER CPR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera melalui tindakan bantuan hidup dasar (BHD). Namun, pengetahuan dan keterampilan terkait BHD masih terbatas di kalangan siswa sekolah menengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Islam Al Maarif Singosari dalam mengenali tanda-tanda henti jantung serta melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Sasaran kegiatan adalah 115 siswa kelas 12, dengan metode pelaksanaan meliputi survei awal, perencanaan dan implementasi pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada 16 Oktober 2024 dan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung dengan media presentasi, LCD proyektor, dan manekin panthum RJP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa, dari 56% kategori baik sebelum pelatihan menjadi 92% setelah pelatihan. Observasi keterampilan menunjukkan siswa mampu melakukan BHD sesuai prosedur. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kondisi henti jantung dan mendukung peran sekolah dalam mendiseminasikan edukasi kegawatdaruratan.
PENDIDIKAN KESEHATAN REMAJA DI PONDOK TAHFIZH PUTRI 'IZZATUL QUR'AN Aan Andanawaty
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea primer akan dialami oleh 60 – 75% perempuan muda. Sedangkan dysmenorrhea sekunder terjadi karena adanya kelainan ginekologis (Salfingitis kronika, Endometriosis, Adenomiosis uteri, Stenosis servisis uteri, dan lain-lain). Terutama terjadi pada wanita usia 30 - 45 tahun (Widjanarko, 2006). Sifat rasa sakit sering berlangsung lebih lama dari kram normal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada remaja putri yaitu dengan melakukan senam abdominal stretching. Abdominal stretching exercise merupakan salah satu cara yang paling efisien untuk menurunkan nyeri dysmenorrhea primer. Dilakukan setiap pagi atau sore hari. Baik dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 15 - 30 menit. Untuk remaja yang memiliki siklus menstruasi normal (28 – 30 hari) dapat melakukan abdominal stretching exercise 3 hari sebelum menstruasi dan untuk remaja yang memiliki siklus menstruasi yang tidak normal maka dapat dilakukan minggu ke-3 setelah menstruasi sebelumnya selama 4 – 5 kali seminggu. Dysmenorrhea primer merupakan sensasi nyeri seperti kram pada abdomen bawah sering bersamaan dengan gejala lain (Thermacare, 2010).
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA UNTUK PENCEGAHAN TEKANAN DARAH TINGGI DAN KOMPLIKASINYA Mazidah, Elok
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit degeneratif tertinggi di Kota Surabaya adalah hipertensi. Pencegahan hipertensi pada lansia dapat dilakukan melalui Posyandu Lansia. Namun, masih banyak permasalahan yang terjadi di Posyandu Lansia Puskesmas Jemursari dalam mencegah hipertensi dan komplikasinya, seperti keterbatasan alat ukur tekanan darah, kurangnya pengetahuan tentang penanganan hipertensi, kurangnya pengetahuan tentang pengobatan sendiri untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan dari program ini adalah memberikan alat ukur hipertensi kepada Posyandu Lansia, melakukan pelatihan pencegahan hipertensi, pelatihan tentang pengaturan pola makan, pelatihan tentang senam lansia, pelatihan tentang pengobatan sendiri untuk menurunkan tekanan darah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendidikan kesehatan, pelatihan, dan simulasi. Pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan kader dan lansia dalam mengelola hipertensi, meningkatkan pengetahuan dalam melakukan senam untuk menurunkan hipertensi, meningkatkan pengetahuan tentang pengaturan pola makan, dan meningkatkan pengetahuan tentang pengobatan sendiri untuk menurunkan hipertensi. Diharapkan prevalensi hipertensi dan komplikasinya dapat dikurangi dan kualitas hidup lansia dapat ditingkatkan.
PENATALAKSANAAN PENINGKATAN ASAM URAT Khasanah, Nur
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi Peningkatan asam urat (hiperurisemia) didefinisikan sebagai peninggian kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl. Hiperurisemia perlu dilakukan penatalaksanaan untuk membatasi serangan akut, mencegah kekambuhan, dan mencegah komplikasi yang terkait dengan pengendapan kristal urat di jaringan, serta mencegah kecacatan fisik. Penatalaksaan hiperurisemia selain dapat diselesaikan secara farmakologis menggunakan obat-obatan, namun dapat juga dilakukan secara non farmakologis dengan melakukan senam ergonomis, serta manajemen nutrisi. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan peningkatan asam urat (hiperurisemia). Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan asam urat dengan obat-obatan, senam ergonomis, dan manajemen nutrisi signifikan berpengaruh terhadap penurunan asam urat dalam darah. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang yang hadir pada tanggal 10 Februari 2024 sebanyak 56 orang; Screening asam urat 16 orang (28,6 %) mengalami peningkatan asam urat, 33 orang (58,9 %) asam urat normal, dan 7 orang (12,5 %) asam urat low; terdapat peningkatan pengetahuan lansia setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan peningkatan asam urat; terdapat peningkatan ketrampilan lansia dalam melakukan senam ergonomic sebagai penatalaksanaan peningkatan asam urat; Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan peningkatan asam urat dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN MAHASISWA KESEHATAN BAGI LINGKUNGAN SEKITAR Kamil, Ibrahim
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa harus menyadari pentingnya hubungan antara individu dan masyarakat. Manusia adalah milik masyarakat, dan siswa adalah bagian penting darinya. Siswa tidak dapat hidup terisolasi sepenuhnya dari kehidupan bermasyarakat. Bahkan seorang siswa yang sedang sekolah pasti memiliki hubungan dengan orang lain yang bersama-sama membentuk masyarakat. Mereka dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan dan memperkuat masyarakat. Fakta sederhananya adalah bahwa kita berdiri, dan terpecah belah kita jatuh. Masyarakat adalah manifestasi dari keberadaan yang bersatu, dan para siswa adalah bagian dari masyarakat. Karena itu, pria dan wanita dari segala usia dan profesi harus melakukan yang terbaik untuk melayani masyarakat. Belajar adalah pekerjaan utama siswa. Tetapi, karena awet muda dan energetik, mereka dapat melibatkan diri dalam berbagai bentuk pekerjaan sosial di waktu luang mereka, dan di saat-saat krisis.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SATGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL (PPKS) Yuniar Angelia Puspadewi; Jiarti Kusbandiyah; Dinda Oktia Maghfiroh
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.56

Abstract

Any form of action that causes someone to feel insulted, harassed, humiliated and experience violence related to reproductive function, causing physical or psychological suffering and disrupting reproductive health is a resolution of sexual violence, the incidence of which is increasing from year to year. During the period of 2023, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection recorded 19,593 cases of violence in Indonesia. Women are more at risk of experiencing sexual violence than men with a percentage of 88.5%. Adolescents in the 13-17 age range are also a larger group experiencing violence by 38% compared to the 6-12 age group, 18-24 years and under 5 years of age. Physical violence is more common when compared to psychological violence, which is 43.8%.. This indicates that junior and senior high school age teenagers are the most victims of sexual violence. The number of cases of sexual violence in Malang Regency ranks first in East Java. In 2021 there were 125 cases reported and in 2022 up to July there will have been 135 cases, so it is estimated that this will increase by 50-100%. The number of sexual violence recorded is a reported incident, however, there are many cases that are not officially reported, which are called dark numbers, which have the potential to be higher than what is reported. This is due to the reluctance of victims to report due to the following factors: 1). Feelings of shame over the incident experienced because they are often blamed for the incident; 2). Unclear mechanisms regarding reporting cases of sexual violence; 3). Victims' distrust of the existing treatment system; 4). Not realizing that the incident was an act of sexual violence and 5). Fear of the risks that will be faced if the case is reported.
PENYULUHAN KADER POSYANDU TENTANG PREEKLAMSIA DAN UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN Dwi Norma Retnaningrum; Wenny Rahmawati
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.57

Abstract

Abstrak Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam deteksi dini dan pencegahan preeklamsia. Namun, pengetahuan kader tentang preeklamsia masih terbatas. Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mengenali tanda-tanda preeklamsia serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan dan pelatihan kepada 10 kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Desa Sukomulyo. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pengukuran tekanan darah, dan simulasi kasus. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan posttest. Hasilnya terjadi peningkatan signifikan pengetahuan kader tentang preeklamsia dari rata-rata 45,2% menjadi 82,7%. Keterampilan kader dalam mengukur tekanan darah dan mengenali tanda bahaya kehamilan juga meningkat secara bermakna. Penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang preeklamsia. Diperlukan program berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi kader.
DETEKSI DINI STATUS GIZI REMAJA PUTRI MELALUI PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI Indah Mayasari, Senditya; Waifti Amalia
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.58

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendeteksi dini status gizi remaja putri dan meningkatkan pengetahuan gizi melalui pemeriksaan antropometri serta edukasi interaktif di SMP “X” Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 50 siswi kelas VII–IX. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, dan perhitungan IMT), edukasi gizi seimbang dan pencegahan anemia, konseling gizi individual bagi siswi dengan status gizi tidak normal. Hasil pemeriksaan menunjukkan 20% siswi mengalami gizi kurang, 12% gizi lebih, dan 8% obesitas ringan. Edukasi interaktif menggunakan media audiovisual dan leaflet meningkatkan pengetahuan gizi peserta sebesar 35% antara pre-test dan post-test. Sebanyak 15 siswi dengan status gizi tidak normal mendapatkan konseling gizi, yang membantu mereka memahami kondisi dan membuat rencana perbaikan pola makan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan kesadaran kesehatan remaja. Dukungan pihak sekolah dan guru UKS menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program pemantauan gizi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam upaya pencegahan anemia dan masalah gizi ganda pada remaja putri, serta dapat dijadikan model pengembangan pembinaan gizi di sekolah-sekolah lainnya.
PENDIDIKAN KESEHATAN GAYA HIDUP SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS Trias Wulandari, Angernani; Dwi Soelistyningsih; Abdul Qodir
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.62

Abstract

Saat ini penyakit kronis yang memiliki angka kesakitan paling tinggi adalah DM masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang DM berkontribusi terhadap kurangnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Peningkatan pengetahuan terkait definisi, tanda gejala dan pencegahan DM serta memberdayakan kader posyandu dalam pemeriksaan gula darah mandiri merupakan tujuan dari kegiatan pengabdian. Metode pelaksanaan dilakukan melalui studi pendahuluan, Pendidikan Kesehatan kesehatan menggunakan media ceramah dan diskusi, serta simulasi pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer. Pengetahuan peserta diukur dengan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan. Kegaiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta dari 11,5 pada pretest menjadi 18,8 pada posttest. Selain itu, kader posyandu mampu melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri dan menginterpretasikan hasilnya dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kesehatan kesehatan dan pemberdayaan kader efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendukung deteksi dini Diabetes Mellitus di tingkat posyandu.