Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Differences in The Effectiveness of Oxytocin Massage and Major Pectoralist Massage Towards Acceleration of Breast Milk Expenditure in Postpartum Mothers in PMB Ngadila Sobirin Malang District Yuniar Angelia Puspadewi; Jiarti Kusbandiyah
EMBRIO Vol 13 No 1 (2021): EMBRIO (MEI 2021)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v13i1.3323

Abstract

Breastmilk (ASI) is a staple food that can be given to a newborn for growth and development of the baby for his survival. Therefore, almost 80% of mothers who give birth are able to produce enough milk for the needs of their babies. Psychological factors because there is a belief from the mother that she cannot provide breast milk which will cause a decrease in the hormone oxytocin so that breast milk cannot come out immediately after birth, so the mother takes the decision to give formula milk. The research objective in this study was to analyze the difference in the effectiveness of oxytocin massage and pectoralis major muscle massage on the acceleration of breastfeeding in postpartum mothers. The number of respondents in each group was 20 people with criteria such as postpartum mothers before 2 hours, breastfeeding did not come out at all, mothers gave normal birth. Both groups were checked for the smooth release of breast milk on which day by observation. This study used a true experiment design with a postest-only control design approach. The independent variables in this study were oxytocin massage and pectoralis major muscle massage which was carried out 2 times a day massage with a massage duration of 2-3 minutes for 5 days, while the dependent variable was the speed of expressing breastmilk which occurred on what number of days postpartum. The results showed that the U value was 122 and the W value was 375. When converted to Z value, the value was -2.593. Sig value or P value 0.010 <0.05 means that there is a significant difference between the 2 groups, namely oxytocin massage is more effective in accelerating breastfeeding.
PENGARUH KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA DALAM MEMBERIKAN LAYANAN HOMECARE DENGAN KEPUASAN IBU Jiarti Kusbandiyah; Yuniar i Angelia Puspadewi
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan ibu dalam pelayanan kebidanan menjadi kunci penting dalam membantu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pelayanan homecare merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan akses kesehatan terhadap ibu guna meningkatkan kepuasan. Pelayanan homecare yang tepat membutuhkan kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang kompeten sehingga mendapatkan kepercayaan terhadap ibu dan keluarga. Mahasiswa dengan IPK di bawah standar mungkin mempunyai kemampuan kurang mumpuni terkait hal tersebut. Hal ini akan berdampak terhadap keberhasilan observasi, asuhan, ketepatan pengkajian, perumusan diagnosa dan penatalaksanaan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kepuasan tersebut dimulai dari proses pendidikan yang berkualitas tercermin pada nilai IPK. Tujuan penelitian adalah  menganalisis pengaruh IPK terhadap kualitas layanan homecare dan kepuasan ibu. Design penelitian adalah crossectional dengan analisis bivariate mengunakan uji pearson product moment. Alat ukur yang digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa adalah IPK, kualitas layanan diukur dengan menggunakan lembar observasi dan untuk mengukur kepuasan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa ibu yang merasa puas dengan layanan homecare mahasiswa hanya 10%, terdapat hubungan signifikan antara IPK dan kualitas layanan (p-value 0,014), hubungan signifikan antara IPK dan kepuasan (p-value : 0,021) dan hubungan signifikan antara kualitas layanan dan kepuasan (p-value:0,000). Sehingga kualitas pendidikan mutlak diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan ibu. 
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM KELAS IBU HAMIL OLEH BIDAN PUSKESMAS DI KOTA MALANG Jiarti Kusbandiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 2 No 1: September
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.968 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v2i1.94

Abstract

Maternal Mortality Rate ( MMR ) in Malang, East Java, is higher than that in 2010. (90.43). K4 Coverage in Malang decreased from 98.7 % in 2009 to 87.1 % in 2011 and is still below the target ( 95 % ) . Efforts to improve the coverage of K4 has been implemented since 2009 through the class of pregnant women but has yet to show optimal results. The results of preliminary studies indicate that the implementation class of pregnant women has not been going well. The purpose of this study was to analyze the factors that affect the implementation class of pregnant women by midwives clinic in the city of Malang . This research is an observational cross-sectional approach. Subjects were 25 midwives who organizes classes for pregnant women. Data were collected by interviews using a structured questionnaire and observation sheet. Bivariate analysis performed with the Fisher Exact test correlation, and multivariate logistic regression. The results showed the class of pregnant women has not been executed well by 40 % of respondents. Standards and unclear policy goals for 32 % of the respondents, the resources have not been adequate for 36 % of respondents, communication between organizations is not going well for the 60 % of respondents, characteristics of the implementing agencies have not been well for 72 % of the respondents and the disposition has not been good by 32 % of respondents. There is a relationship together between standard and policy objectives as well as the disposition of the class implementation to the implementation of programs of pregnant women. To correct class implementation pregnant women need to be disseminated more intensive classroom guidance of pregnant women , include independent midwife to hold classes for pregnant women as well as motivational enhancement midwife attitude towards the class to be more positive pregnant women
PERAN HYPNOBIRTH DAN GENTLEBIRTH SAAT PRENATAL CLASS UNTUK KENYAMANAN DAN KELANCARAN PROSES PERSALINAN Jiarti Kusbandiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 3 No 1: Oktober
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.638 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v3i1.132

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses alamiah yang dialami perempuan sebagai salah satu siklus kehidupan. Hypnobirthing dan gentlebirthing adalah salah satu pilihan teknik dalam melahirkan karena teknik ini memandang klien secara holistik dengan prinsip meminimaslisir tindakan medis dengan persalinan yang lembut dan alamiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa seberapa besar peran hypnobirthing dan gentlebirth untuk kelancaran dalam proses persalinan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif dengan menggambarkan proses hypnobirthing dan gentlebirthing selama kehamilan dan persalinan dan dampaknya pada proses persalinan kala I, II dan III. Penelitian dilaksanakan di Poskeskel Dadaprejo Junrejo Kota Batu pada 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengusai dalam teknik olah nafas (85%), relaksasi (80%), dan pelvic rocking (90%), tetapi banyak yang mengalami kesulitan dalam melakukan perineum massage (50%), endorfin massage (40%) dan belum banyak yang bisa menguasai birthplan yaitu sebanyak 45%. Upaya paling banyak dilakukan pada saat persalinan pembukaan tujuh cm sebesar 35%, respon nyeri sebagian besar dihadapi dengan tenang dan sangat tenang sebanyak 70%, lama kala I seluruhnya kurang dari 1 cm/jam, kontraksi, denyut jantng janin (DJJ) dan penurunan seluruhnya normal. Kala II pada seluruh responden berjalan normal yaitu kurang dari 60 menit. Posisi yang paling banyak digunakan adalah setengah duduk (80%), dan keadaan bayi seluruhnya normal atau tidak mengalami asfiksia.Kala III pada seluruh responden berjalan normal kurang dari 15 menit, sebagian besar tidak ada laserasi (65%) dan seluruh responden tidak ada yang mengeluarkan perdarahan lebih dari 500 cc. Saran yang disampaikan adalah seluruh komponen baik ibu hamil, petugas kesehatan, dinas kesehatan maupun institusi pendidikan dapat menerapkan asuhan dengan teknik hypnobirthing dan gentlebirthing pada ibu dalam kelas prenatal.
ANALISIS KINERJA BIDAN PUSKESMAS DALAM PELAYANAN MTBS DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA MALANG Yuniar Angelia P; Jiarti Kusbandiyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 2 No 2: Maret
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.297 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v2i2.146

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir dan bayi dan anak balita kegiatan yang dilakukan adalah melalui penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Hasil pelaksanaan kegiatan MTBS di Kota Malang yang berupa cakupan hasil kegiatan pelayanan MTBS balita pada tahun 2010 yaitu 58,07 % dan pada tahun 2011 mengalami penurunan yaitu 49, 38%. Hal ini memperlihatkan bahwa cakupan pelayanan MTBS di Kota Malang masih dibawah target yaitu 80 %. Berdasarkan survei pendahuluan didapatkan kinerja bidan puskesmas dalam pelayanan MTBS masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja bidan puskesmas dalam pelayanan MTBS di wilayah puskesmas Kota Malang. Jenis penelitian adalah observasional kualitatif. Informan utama adalah bidan puskesmas dari 4 Puskesmas yang cakupan pelayanan MTBS tertinggi dan terendah, masing-masing 2 orang. Informan triangulasi adalah 4 Kepala Puskesmasdan 8 ibu balita. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap pelayanan MTBS. Pengolahan data menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum semua bidan dilatih MTBS, kinerja Bidan Puskesmas dalam pelayanan MTBS belum dilaksanakan sesuai standar pelayanan MTBS baik dari persiapan alat, pemberian pelayanan dan penerapan jadual pelayanan MTBS, ketersediaan tenaga dan fasilitas belum memenuhi, serta pemanfaatan alat belum semuanya dimanfaatkan. Kebutuhan supervisi belum sesuai dengan kebutuhan Bidan Puskesmas yaitu terjadual dan rutin berkaitan dengan kegiatan pelayanan MTBS. Disarankan kepada Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelatihan MTBS bukan hanya kepada bidan dan dokter melainkan perawat yang juga sebagai petugas, melakukan supervisi secara berkala untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu dalam pelayanan MTBS. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seperti seminar, diklat, pelatihan teknis dan sosialisasi standar secara berkala.
PERAN TERAPI MUSIK TERHADAP KESEJAHTERAAN JANIN DI PUSKESMAS KENDAL KEREP MALANG Jiarti Kusbandiyah; Shinta Astriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 4 No 1: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.383 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v4i1.165

Abstract

Angka kejadian keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak diperkirakan antara 4% - 8% pada negara maju dan 6% - 30% pada negara berkembang.Pemberian stimulasi dini pada anak bisa dimulai saat anak masih dalam kandungan agar tidak terjadi keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan janin yaitu dengan pemberian terapi musik pada janin. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret 2014 pada Puskesmas Kendal Kerep kota Malang terdapat 60 – 70 ibu hamil dalam 1 bulan yang memeriksakan kandungannya. Diketahui juga bahwa Puskesmas Kendal Kerep pernah menerapkan program terapi musik pada ibu hamil dan pada ibu saat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap kesejahteraan janin.Metode penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kendal Kerep kota Malang ini menggunakan Pra Experiment dengan desain penelitian one group pre-test-post-test. Sampel yang digunakan adalah ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 16 minggu di Puskesmas Kendal Kerep kota Malang yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 15 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling.Analisa data dari penelitian ini yaitu menggunakan uji statistik Paired Sample T-test.Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 9 responden atau sebesar 60% responden dengan hasil penilaian gerakan janin kategori cukup, sedangkan hasil pengukuran DJJ dari 15 responden ( 100% ) adalah normal. Berdasarkan hasil uji statistik Paired Sample T test menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan sebelum dan setelah pemberian terapi musik terhadap kesejahteraan janin.Disarankan bagi tenaga kesehatan terutama bidan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pengetahuan tentang terapi musik terhadap kesejahteraan janin.
Implementasi Soft Prenatal Yoga pada Ibu Hamil di PMB Caecilia Yunita, Amd.Keb Buring, Kota Malang Yuliyanik Yuliyanik; Jiarti Kusbandiyah; Erika Agung Mulyaningsih
Open Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.056 KB) | DOI: 10.33292/ocsj.v2i1.26

Abstract

Permasalahan pada persalinan adalah tingginya. Angka Kematian Ibu (AKI) akibat dari proses kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan yang tidak normal. Upaya menurunkan AKI dapat dilakukan dengan pendampingan promotif dan preventif sejak hamil sampai masa nifas melalui konseling, informasi dan edukasi (KIE), deteksi dini dan rujukan. Proses kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi baik secara fisik maupun psikologi yang disebabkan perubahan hormon. Perubahan fisiologis pada masa hamil yang tidak dipahami dengan baik  dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Perubahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan Soft Prenatal Yoga (SPY) secara rutin 3 kali seminggu. Tujuan dari SPY  adalah agar ibu hamil memiliki kesiapan selama kehamilan,  persalinan berjalan  normal dan menghindari persalinan patologis. Kegiatan implementasi SPY ini berupa pelatihan dengan metode praktek/demonstrasi langsung bersama dengan sasaran yaitu 41 ibu hamil trimester III yang periksa di PMB Cecilia Yunita, Amd. Keb. Evaluasi dilaksanakan dengan  metode observasi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 34 orang melahirkan secara normal dan 7 orang melahirkan Sectio Caesarea indikasi CPD, polihydramnion dan post SC.  SPY  yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi keluhan yang sering dialami saat hamil dan dapat membantu  melahirkan secara normal.
Penyuluhan Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Susu Etawa di Kelompok Peternak Kambing Etawa Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Lilla Puji Lestari; Endang Endang; Jiarti Kusbandiyah; Solikah Ana Estikomah; Marniati Marniati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7668

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha peternakan di kelompok peternak kambing Etawa Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam. Kegiatan ini didasarkan pada banyaknya UMKM usaha peternakan kambing Etawa di Desa tersebut dengan produknya berupa susu kambing segar.  Produk tersebut cukup terkenal sehingga memiliki banyak konsumen yang berasal dari luar kecamatan, akan tetapi konsep usaha peternakannya masih sangat tradisional dan belum terlalu berorientasi pada bisnis modern, oleh karenanya perlu adanya modernisasi melalui penyuluhan dan pendampingan tentang peningkatan kelembagaan, peningkatan budidaya kambing Etawa, dan peningkatan pengetahuan akan potensi susu kambing Etawa bagi kesehatan masyarakat. PkM dilaksanakan pada tanggal 7-10 Desember 2022, di balai desa Panglungan-Wonosalam-Jombang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan observasi lapang dilanjutkan dengan analisis deskriptif dengan membandingkan pre-test dan post test. Kegiatan dilakukan secara luring diikuti oleh 25 orang peternak yang berasal dari 3 kelompok ternak kambing Etawa. Hasil yang diperoleh dari PkM adalah 1) peningkatan pengetahuan peternak akan pentingnya kelembagaan peternak guna menuju organisasi bisnis (dari 5% menjadi 89%), 2). Terbentuknya kelembagaan peternak secara utuh dan terspesialisasi, 3). Meningkatnya pengetahuan peternak terkait dengan budidaya ternak kambing Etawa (dari 40% menjadi 95%), dan 4). Meningkatnya pengetahuan peternak terhadap potensi susu kambing Etawa bagi kesehatan masyarakat (dari 10% menjadi 87%). Kesimpulan dari PKM adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang kelembagaan, daya saing dan pengetahuan pentingnya susu kambing etawa untuk kesehatan dengan rencana tindak lanjut pendampingan dalam perbaikan kemasan, logo dan teknik penjualan.This Community Service (PkM) aims to increase the competitiveness of the livestock business in the Etawa goat breeder group, Panglungan Village, Wonosalam District. This activity is based on many Etawa goat farming businesses in the village whose product is fresh goat milk. This product is quite well-known, so it has many consumers from outside the sub-district; however, the concept of the livestock business is still very traditional and not very modern business oriented. Knowledge of the potential of Etawa goat milk for public health. PkM will be held on 7-10 December 2022 at the Panglungan-Wonosalam-Jombang village hall. The method used is counselling and field observation followed by descriptive analysis comparing the pre-test and post-test. The activity was conducted offline and attended by 25 breeders from 3 groups of Etawa goats. The results obtained from the PkM are: 1) increasing the farmer's knowledge of the importance of breeder institutions to lead to business organization (from 5% to 89%), 2). The establishment of a whole and specialized breeder institution, 3). Increased farmer knowledge related to Etawa goat farming (from 40% to 95%), 4). Increased farmer knowledge of the potential of Etawa goat milk for public health (from 10% to 87%). The conclusion from the PkM is: there is an increase in institutional knowledge, competitiveness and knowledge of the importance of Etawa goat milk for health with follow-up plans for assistance in improving packaging, logos and sales techniques. 
Analysis of Total Flavonoid and Phenol Content from the Combination of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Ethanolic Extract and Chrysanthemum Flower (Chrysanthemum morifolium) Ethanolic Extract as a Potential Anti-anemic Jiarti Kusbandiyah; Yuniar Angelia Puspadewi; Dinda Oktia Maghfiroh
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 9, No 1 (2023): Volume 9, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v9i1.58209

Abstract

Red spinach and chrysanthemum are two plants that contain various active compounds, including flavonoids and phenols which have good antioxidant activity. One of the benefits of antioxidants is as an anti-anemia. The combination of red spinach and chrysanthemum extracts is expected to be a potential alternative treatment for anemia by combining high Fe and antioxidants found in both herbal ingredients. Research related to test the levels of flavonoids and phenols in red spinach and chrysanthemum extracts (in combination) has not been carried out. This study aimed to measure the total flavonoid and phenol levels of the combination of red spinach ethanol extract (EEBM) and chrysanthemum flower ethanol extract (EEBK). The design of this research is descriptif quantitative. The method used for the extraction is maceration. The solvent used is 70% ethanol. Then the two extracts were combined by mixing the two extracts with a ratio of 5.6 ml EEBM and 1.4 ml EEBK. The process of mixing the extracts was carried out by the centrifugation method. The suspension of the combination of EEBM and EEBK was then measured for the total flavonoid and phenol content. Determination of total flavonoid content (TFC) was carried out using UV-Vis spectrophotometry method with AlCl3 reagent at 425 nm. TFC results are expressed in quercetin equivalent (QE). The TFC result from the combination of EEBM and EEBK was 85.33 mg QE/g. Determination of total phenol content (TPC) was carried out using UV-Vis spectrophotometry method with Folin-Ciocalteu LP reagent at 735 nm. TPC results are expressed in gallic acid equivalent (GAE). The TPC result from the combination of EEBM and EEBK is 25.22 GAE/g. Flavonoids and phenols contained in the combination of EEBM + EEBK extracts can be an alternative anti-anemia because they have the effect of helping the absorption of iron in the intestine
Production Of Liquid Composter Using A Household Scale Biogas Reactor In The Perspective Of Toxicological Studies On Public Health Setya Darmayanti; Tuty Yuniarty; Nuris Kushayati; Mulia Safrida Sari; Jiarti Kusbandiyah
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i3.976

Abstract

Organic waste in the Health Polytechnic Of Kendari has been transported by garbage transport trucks to the Puuwatu TPAS or destroyed by burning. Burning garbage will hurt air quality. This study aims to determine the adequate time needed to produce quality liquid compost from organic waste at the Health Polytechnic Of Kendari and examine the toxicological effects of waste on human health. The results showed that the effective time for producing liquid compost was 36 days with a volume of 2500 mL, and the fastest liquid compost production was 7 days with a volume of 1200 mL. The ideal ratio of C/N composting is 30 : 1. There was a temperature fluctuation within 109 days. The mesophilic phase at the beginning of this study lasted 22 days with a temperature range of 34.5 – 34.9 oC. The second phase is the thermophilic phase, characterized by an increase in temperature, namely up to 40-54.9 oC, which lasts for 36 days. And the maturation stage in this study lasted for 51 days with a temperature range of 44.4 – 32.2 oC. The pH of liquid compost from organic waste has increased, ranging from 2.3 – 4.2. on day 7, the compost turned light brown; from day 44 to day 109, it turned dark brown. Liquid compost production from day 7 to day 85 has a distinctive odour, while liquid compost from day 95 to day 109 has a slight odour. The toxicological effects of organic waste include polluting the environment and disrupting human health, namely respiratory problems, heart problems, cancer, risk of death or premature death.