cover
Contact Name
Muannif Ridwan
Contact Email
jec.jurnalindrainstitute@gmail.com
Phone
+6285376111708
Journal Mail Official
instituteindra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Trimas No. 88, Tembilahan, Inhil-Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Journal of Education and Culture
ISSN : -     EISSN : 27978052     DOI : https://doi.org/10.58707/jec.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The focus and scopes are education, teaching and learning, culture, religion, philosophy, ‎theology, social, humanities, and language fields.‎ The frequency of publication is three times a year on June, October, and February.‎
Articles 82 Documents
Penerapan Model Rasional dalam Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah pada Era Kurikulum Merdeka Agung Setiabudi; Nurmalisa; M. Rizki Danuarta; Yeni Lestari
Journal of Education and Culture Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of the rational model in principal decision-making in the Merdeka Curriculum era, which demands that educational units be more adaptive, contextual, and data-driven. The need to improve the quality of school management through a systematic and objective decision-making process underlies this study. The study aims to explain the concept of the rational model, analyze its relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum, and identify its implications for management and educational quality in schools. The method used is a literature review by systematically reviewing scientific sources according to the study's focus. The analysis results indicate that the rational model provides a structured decision-making framework through the stages of problem identification, alternative analysis, priority setting, and selecting the best data-based decision. This model aligns with the principles of the Merdeka Curriculum, which prioritizes the autonomy of educational units and student-centered learning. Furthermore, the literature review illustrates that principals have a strategic role as policy directors to ensure every decision supports the effectiveness of learning and school management. The conclusion indicates that the application of the rational model strengthens accountability, transparency, and the quality of educational management. With a measured and evidence-based approach, schools can establish policies that are consistent, relevant, and aligned with learning needs in the context of the Merdeka Curriculum.
Profil Kebugaran Jasmani Peserta Didik Sekolah Menegah Atas Negeri 2 Bengkalis Nurhidayah; Andreas Lubis; Muhammad Fadli; Roziah; Muhamad Aris.M; Syafrizal; Dedi Ahmadi
Journal of Education and Culture Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran jasmani adalah kondisi fisik yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari secara efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti, serta masih memiliki energi cadangan untuk kegiatan berikutnya. Kebugaran jasmani mencakup berbagai komponen diantaranya daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, fleksibilitas, kecepatan, kelincahan, dan keseimbangan. Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam perkembangan fisik, mental, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kebugaran jasmani siswa dan siswi SMAN 2 Bengkalis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yang melibatkan 35 siswa dan 34 siswi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan pendekatan tes dan pengukuran melalui Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), observasi, dan dokumentasi. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan mayoriritas siswa dan siswi memiliki kebugaran jasmani pada kategori sedang, sebanyak 28 peserta didik (40,58%), kategori baik berjumlah 15 peserta didik (21,74%), dan kategori kurang sebanyak 26 peserta didik (37,68%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebugaran jasmani yang sedang atau cukup, sehingga masih sangat diperlukan upaya peningkatan kebugaran jasmani peserta didik yang belum mencapai kategori optimal. Peningkatan kebugaran jasmani peserta didik dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas jasmani pada tiga waktu utama, yaitu sebelum berangkat sekolah, selama berada di sekolah, dan setelah pulang sekolah.