cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
KORELASI PENGGUNAAN PESTISIDA TERHADAP GEJALA KERACUNAN PADA PETANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN ENREKANG Andi Tenriola Fitri Kessi; Habibi; Rindu Syamsuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.511

Abstract

Latar belakang: Pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan, mencegah, atau menangkal gangguan serangga, binatang pengerat, nematode, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteri atau jasad renik lainnya yang terdapat pada manusia dan binatang atau semua zat atau campuran zat yang digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi penggunaan pestisida terhadap gejala keracunan. Metode: menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 30 dari 60 populasi dengan perhitungan rumus sampel size. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi penggunaan pestisida terhadap gejala keracunan berdasarkan prinsip yaitu: teknik pencampuran, ditemukan P= 0.243 < dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan. Teknik penyemprotan, ditemukan P= 0.626 < dari 0.05. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan terhadap gejala keracunan higiene perorangan, ditemukan P= 0.463 < dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan. Penggunaan APD ditemukan P= 0.537 < dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan. pemberian edukasi, ditemukan P= 0.015 > dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan ada Hubungan signifikan terhadap gejala keracunan.
IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI Abdul Herman Syah Thalib; Iin Salsabila
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.512

Abstract

Latar belakang: Hipertensi yang biasa disebut dengan istila The Silent Kiler karena banyak menyerang masyarakat tanpa disadari dan menjadi penyebab terjadinya kematian dengan angka kejadian tertinggi. Tingginya angka kesakitan pada penderita hipertensi itu diakibatkan dengan adanya komplikasi yang mengarah ke penyakit ginjal, jantung dan stroke sehingga dibutuhkan sebuah terapi non farmakologi untuk mengontrol dampak dari penyakit hipertensi. Tujuan: untuk memperoleh hasil terapi relaksasi Benson terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Studi kasus ini dilakukan dengan kriteria pasien dengan tekanan darahnya 140/90 mmHg atau lebih tinggi, pasien yang beragama islam, pasien berusia 30 tahun keatas, bersedia menjadi responden, pasien yang tidak mempunyai gangguan pendengaran. Subyek kasus tersebut menggunakan tensi meter dan stetoskop. Hasil: Observasi selama 3 (tiga) hari pada kedua responden, menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua responden, hal ini di sebabkan karena kedua klien telah diberikan terapi Relaksasi Benson. Kesimpulan: Teknik relaksasi Benson dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. diharapkan supaya pihak Puskesmas bekerja sama dengan instansi lain dalam menjalankan program penurunan angka kejadian hipertensi, seperti sosialisasi, senam hipertensi setiap 1 minggu sekali serta rutin melakukan pencatatan tekanan darah setiap minimal seminggu sekali.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA MATTUNRENG TELLUE KABUPATEN SINJAI Dewi, Chitra; Muhammad Sahlan Zamaa; Wulan Sari; Muhammad Syahrir; Hardianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.514

Abstract

Latar belakang: Stres diketahui sebagai faktor penyebab gangguan siklus menstruasi pada wanita, dengan prevalensi menstruasi tidak teratur 13,1% secara global. Remaja putri yang berada dalam fase perubahan fisik dan psikologis sangat rentan mengalami stres, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Desa Mattunreng Tellue, Kabupaten Sinjai Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi 235 remaja putri berusia 15-19 tahun. Sampel sebanyak 115 responden dipilih secara systematic random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 115 responden, mayoritas 73,9% mengalami tingkat stres sedang, sementara 69,6% mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres dan siklus menstruasi (p-value=0,003), dimana remaja dengan tingkat stress lebih tinggi cenderung mengalami gangguan siklus menstruasi. Simpulan: Penelitian ini menegaskan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjaga kesehatan mental melalui pengolahan stres yang efektif dan dukungan sosial. Penelitian lanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh variabel lain seperti status gizi dan aktivitas fisik terhadap siklus menstruasi.
FAKTOR PENYEBAB INSIDEN CHEMOTHERAPY INDUCED NAUSEA AND VOMITING (CINV) Lisa Rizky Amalia; Haryani; Wiwin Lismidiati
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.515

Abstract

Latar belakang: Kemoterapi sering kali disertai efek samping yang signifikan, salah satunya adalah chemotherapy-induced nausea and vomiting (CINV). CINV tidak hanya memengaruhi kenyamanan pasien, tetapi juga dapat menurunkan asupan nutrisi, memicu dehidrasi, memperburuk kualitas hidup, bahkan mengurangi kepatuhan pasien terhadap terapi. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk mengidentifikasi kejadian CINV berdasarkan faktor risiko. Tujuan: Untuk menganalisis insiden CINV berdasarkan faktor risiko penyebab mual dan muntah pada pasien kemoterapi. Metode: Penelitian ini berupa deskriptif kuantitatif dengan populasi pasien kemoterapi rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sampel terdiri dari 60 pasien berusia 26-65 tahun yang mendapatkan kemoterapi emetogenik sedang atau tinggi, tanpa keluhan pusing dan/atau vertigo. Sampel dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Rhodes-Index Nausea Vomiting and Retching (R-INVR). Hasil: Rata-rata usia pasien yang mengalami mual dan muntah adalah 46-55 tahun (45,0%), berjenis kelamin perempuan (71,7%), berpendidikan SD (38,3%), dan menjalani kemoterapi siklus 2 dan 3 (63,3%). Kesimpulan: Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan siklus kemoterapi tidak mempengaruhi insiden CINV secara langsung. Tapi faktor ini berkontribusi pada tingkat mual dan muntah pasien kemoterapi.
EFEKTIVITAS EDUKASI TETANUS NEONATORUM MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL Sudin; Hasiba; Satiani Dalle; Matilda Martha Paseno
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.516

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan masa yang krusial bagi seorang wanita, di mana ia mengandung dan melahirkan generasi penerus. Memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi ibu hamil sangatlah penting untuk memastikan kesehatan dan kelancaran kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi tetanus neonatorum menggunakan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil di tempat praktik mandiri bidan Jumaegah. Metode: Desain penelitian quasi-eksperimental satu kelompok pretest-posttest dengan jumlah 30 sampel, data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil: Setelah melakukan analisis data dengan memakai uji t berpasangan maka didapatkan nilai p<0,05 (p=0,000). Kesimpulan: Ada pengaruh antara pemberian edukasi leaflet pada peningkatan pengetahuan ibu hamil.
PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA KARYAWAN BERDASARKAN SHIFT KERJA PADA MINIMARKET MODERN DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Sri Syatriani; Nurleli; Andi Arianggi; Titin Hardiyanti Sahril
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.520

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja merupakan faktor pekerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di kalangan pekerja. Kelelahan kerja dapat diakibatkan oleh shift kerja. Data Badan Jaminan Sosial Tenaga Kerja tercatat kecelakaan kerja tahun 2019 berjumlah 77.295 kasus se- Indonesia dan 36% dari kasus kecelakaan kerja terjadi karena kelelahan kerja. Tujuan: untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja karyawan shift pagi dan shift siang serta perbedaan tingkat kelelahan kerja antara karyawan shift pagi dengan karyawan shift siang di minimarket modern. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel yaitu semua karyawan pada sembilan minimarket modern di Kabupaten Kepulauan Selayar berjumlah 73 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Kuesioner merupakan instrumen penelitian. Data dianalisis dengan uji t independen. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa rata-rata score kelelahan kerja shift siang lebih tinggi yaitu 17,80 daripada shift pagi yaitu 15,76. Meskipun begitu hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0.315 > (0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan tingkat kelelahan kerja karyawan berdasarkan shift kerja. Kesimpulan: Tingkat kelelahan kerja lebih tinggi pada karyawan yang bekerja pada shift siang dibanding shift pagi. Diharapkan perusahaan mempertahankan pola kerja dan shift kerja untuk menjaga tingkat kelelahan karyawan guna menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja.
EFEKTIVITAS FREKUENSI PSIKOEDUKASI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIK Wattimena, Christy
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.521

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus mempengaruhi kesejahteraan psikologis pasien karena pengobatan yang lama. Oleh karena itu diperlukan metode psikoedukasi untuk meningkatkan PWB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama psikoedukasi dapat meningkatkan PWB pada penderita Ulkus Diabetik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasy-Experiment pre-posttest no control group design dan sampel penelitian ini adalah pasien yang memiliki PWB rendah sebanyak 60 orang yang dibagi dalam kelompok psikoedukasi dengan tiga kali pertemuan dan satu kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 12 Agustus-4 September di Wound Care Center dan RSUD Jogjakarta. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan analisis Bivariat menggunakan Paired t-test dan Un-Paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi dengan tiga kali pertemuan mengalami peningkatan skor PWB yaitu 296-397 (PWB tinggi) sedangkan kelompok dengan satu kali pertemuan yaitu 260-331. Hasil uji statistik pada nilai selisih skor didapatkan nilai signifikansi (p=0,000). Psikoedukasi dengan tiga kali pertemuan efektif untuk meningkatkan PWB pada pasien Ulkus Diabetikum. Kesimpulan: Hasil ini diharapkan dapat membantu perawat memahami kebutuhan psikologis pasien Ulkus Diabetik.
IMPLEMENTASI SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH Dimas Riyadil Amin. P; Magdalena Limbong; Nurhayati; La Ode Nuh Salam
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.528

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di pelayanan kesehatan primer dan berhubungan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yang merupakan penyebab utama terjadinya gagal jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Tujuan: Untuk mengetahui cara menurunkan tekanan darah anggota keluarga penderita hipertensi. Metode: Studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif dan nonklinis untuk menginterpretasikan hasil penelitian secara sistematis melalui review. Hasil: menunjukkan bahwa Perawatan pernapasan lambat mengubah tekanan darah dan menunjukkan bahwa pernapasan dalam memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekanan darah. Kesimpulan: Studi kasus ini dilakukan selama tiga hari di Puskesmas Macini sawah Makassar pada responden I dan II. Hasilnya menunjukkan bahwa menggunakan pernapasan dalam dapat menurunkan tekanan darah pada penderita darah tinggi. Pasien kanker sebaiknya mengurangi rangsangan dan menghindari tekanan darah tinggi.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP IMUNISASI CAMPAK PADA ANAK DI BAWAH UMUR 2 TAHUN DI TPMB MARLIANA KABUPATEN GOWA Saide, Rusnaeni; Amriyati Nur; Haryati Syahrir; Prariwi Bayuningrum; Ayu
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.537

Abstract

Latar belakang: Imunisasi campak merupakan program kesehatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit campak, terutama pada anak usia dini. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap imunisasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian imunisasi campak pada anak usia 2 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei cross-sectional dengan instrumen kuesioner yang diberikan kepada ibu dari anak usia 2 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dan pemberian imunisasi campak. Hasil: analisis menunjukkan bahwa nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap pemberian imunisasi campak. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah bahwa sikap ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keputusan pemberian imunisasi campak pada anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan lain, seperti edukasi yang lebih intensif dan sosialisasi program imunisasi, untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak pada anak usia dini.
PROSEDUR PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) LUMBAL DENGAN KASUS HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) Hulmansyah, Danil; Marido Bisra
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.500

Abstract

Background: The lumbar vertebrae are the largest and strongest part of the vertebrae because the body weight increases towards the inner end column. Therefore, the lumbar vertebrae are a common site of injury and pathology. Aim: One of the lumbar disorders is Herniated Nucleus Pulposus (HNP). A lumbar nucleus pulposus hernia is a local displacement of the disc beyond the anatomical boundaries of the intervertebral space causing pain, weakness or numbness, and/or tingling in a myotomal or dermatomal distribution (Rusmayanti & Kurniawan, 2023). Methods: The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Results: Detection of HNP according to can be done using conventional radiology, myelography/using contrast media, CT scan, and MRI. Conclusion: Magnetic Resonance Imaging (MRI) is the gold standard for diagnosing HNP because magnetic waves can identify the location of HNP, as well as determine the nerve that is experiencing clamping. Keywords: MRI Lumbal, Hernia Nukleus Pulposus, Radiologi, Prosedur