cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE II PADA REMAJA DI PUSKESMAS LAYANG DAN PUSKESMAS ANTARA Yahya, Annisa Amaliah; A. Arsunan Arsin; Ayu, Rosa Devitha
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.496

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang berkembang paling pesat di abad ke-21. Kasus ini bahkan telah menyebar pada usia remaja. Secara global, sekitar 22% (setara dengan 538.830 individu) remaja mengalami diabetes melitus, yang berpotensi dengan cepat mengakibatkan komplikasi penyakit seperti gangguan pada ginjal dan jantung. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe II pada remaja di wilayah kerja puskesmas Layang dan puskesmas Antara Tahun 2024. Metode: Penelitian Case Control. Populasi dari penelitian ini adalah remaja yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Layang dan Antara, dengan sampel mengambil perbandingan 1:1. Jumlah kelompok kasus sebanyak 66 orang yang merupakan sampel jenuh. Uji statistik yang digunakan adalah perhitungan nilai OR. Hasil: Faktor risiko diabetes melitus ialah IMT (OR 2,38 95% CI 1,11-5,08), pola makan (OR 4,96 95% CI 1,98-13,2), aktivitas fisik (OR 5,14 95% CI 1,90-15,2), dan riwayat keluarga (OR 5,89 95% CI 2,54-13,9) sementara jenis kelamin tidak termasuk faktor risiko (OR 1,06 95% CI 0,51-2,23). Kesimpulan: Faktor risiko dari kejadian diabetes mellitus tipe II pada remaja diantaranya IMT ≥ 25 kg/m2, pola makan kurang baik, aktivitas fisik kurang baik, dan riwayat keluarga.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Andi Wahyuni; Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Muh. Dzul Ikram
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.499

Abstract

Latar belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Dari 34 provinsi di Indonesia, beberapa provinsi memiliki kasus hipertensi di atas rata-rata nasional. Sulawesi Selatan (27%), Sumatera Barat (27%), Jawa Barat (26%), Jawa Timur (25%). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kassi-kassi kota makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi adalah masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel sebanyak 82 orang ditentukan dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner DASS, Aktivitas fisik, dan PSQI sebagai intrumen pengumpulan data. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang stres sebanyak 55 orang (83.3%), yang aktivitas fisik kategori sedang sebanyak 36 orang (69.2%), hipertensi yang kualitas tidur kategori buruk sebanyak 39 orang (86.7%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi suquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,019(p<0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara stres, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Saran dalam penelitian ini bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk terjadinya hipertensi yaitu memperbaiki pola hidup.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Muhammad Sahlan Zamaa; Esse Puji Pawenrusi; Renaldi M; Gunawan
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.501

Abstract

Latar belakang: Gangguan pada saluran pencernaan merupakan salah satu gangguan yang sering dikeluhkan dan telah menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Satu dari sekian banyak gangguan pada saluran pencernaan yang sering terjadi yaitu dispepsia. Buruknya pola makan seperti tidak sarapan pagi menyebabkan asam lambung yang diproduksi mengikis lapisan lambung sehingga menimbulkan berbagai gejala dispepsia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 900 dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dengan besar sampel 90 responden. Hasil: analisis statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai p 0,000 (p < 0,05), yang berarti ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Disarankan kepada penderita dispepsia agar lebih memperhatikan pola makannya, terutama merutinkan sarapan pagi setiap hari untuk menurunkan gejala dispepsia yang diderita.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PROSES TRIAGE DI RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO Defyanti Dwi Wahyuni Ambali; Tandilimbong, Herman; Pappa, Musa Rapang
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.502

Abstract

Latar Belakang: Triage adalah sistem yang digunakan untuk memilah pasien berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan medis mereka. Tujuannya adalah untuk memberikan hasil yang optimal bagi pasien dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Perawat sebagai garda terdepan di Unit Gawat Darurat (UGD) harus memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pengambilan keputusan klinis agar dapat melakukan triage dengan tepat dan menghindari kesalahan dalam pemilahan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dengan proses triage di Rumah Sakit Elim Rantepao. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi terdiri dari 42 perawat yang bertugas di UGD. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 dengan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (71,4%), sementara 12% memiliki pengetahuan kurang. Sebanyak 83,3% memiliki sikap baik, sedangkan 16,7% memiliki sikap kurang. Proses triage dilakukan oleh 85,7% perawat, sementara 14,7% tidak melakukannya. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan perawat dengan proses triage (p = 0,257; p > 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan pelatihan triage bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mereka. Seminar dan pelatihan diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengambilan keputusan klinis guna memastikan proses triage yang optimal.
UJI STABILITAS, AKTIVITAS DAN KEAMANAN SEDIAAN SERUM SKIN CARE MENGANDUNG SARANG BURUNG WALET (COLLOCALIA FUCIPHAGA) Suhartini; Muhammad Tahir
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.504

Abstract

Latar belakang: Bahan aktif yang terkandung dalam sarang walet, termasuk leucine dan Epidermal Growth Factor (EGF), diketahui mampu merangsang regenerasi kulit, sehingga meningkatkan efek pencerahan. Formula serum dibuat dalam beberapa konsentrasi (10%, 20% dan 30%), telah memenuhi persyaratan evaluasi mutu fisik (organoleptik, pH, viskositas dan homogenitas) serta stabilitas. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas serum sebagai pencerah kulit, menguji kestabilan fisik produk serta melihat efek iritasinya. Metode: Penelitian yang merupakan beberapa studi eksperimental laboratorium yakni stabilitas dan farmakologi (aktivitas dan keamanan) sediaan serum skin care pencerah kulit yang mengandung sarang burung walet dengan kosentrasi 10, 20 & 30%. Hasil: Telah memenuhi persyaratan evaluasi mutu fisik (organoleptik, pH, viskositas dan homogenitas) serta stabilitas. Uji aktivitas pencerah dilakukan pada tikus putih (Rattus Norvegicus) yang dipaparkan sinar UV untuk menginduksi hiperpigmentasi dan hasilnya menunjukkan bahwa serum dengan konsentrasi sarang burung walet 30% memberikan efek pencerahan yang paling baik. Uji iritasi/keamanan dilakukan pada kelinci dan menunjukkan sediaan serum tidak menimbulkan iritasi karena tidak menimbulkan edema dan eritema. Kesimpulan: Sediaan serum skin care pencerah kulit yang mengandung sarang burung walet dari Sulawesi Selatan memenuhi berbagai kriteria kualitas sediaan serum dengan tidak menyebabkan iritasi serta memberikan aktivitas mencerahkan kulit yang paling baik pada konsentrasi 30%.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN PADA SISWA DI SMA 1 TOLANGOHULA Abdul, Alien Angraini; Ilham Syam; Andi Arnoli; Kamariana; Marisna Eka Yulianita
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.506

Abstract

Latar Belakang: Bencana kebakaran merupakan kejadian yang diakibatkan adanya bahan bakar, oksigen dan panas. BNPBD Provinsi Gorontalo Tahun 2023 terdapat 82 kasus kebakaran dan 2 diantaranya kejadian kebakaran di wilayah sekolah di Provinsi Gorontalo, dalam hal ini bulan september merupakan bulan yang banyak menyumbang angka kejadian kebakaran yaitu sebanyak 32 kasus kebakaran. Tujuan: Untuk mengetahui hubunngan penngetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan bencana kebakaran di SMAN 1 Tolangohula. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak sekolah di SMAN 1 Tolangohula sebanyak 506 anak sekolah dengan jumlah kelas 10 sebanyak 185 siswa, kelas 11 sebanyak 197 siswa dan kelas 12 sebanyak 124 siswa dengan menggunakan stratified random sampling. Hasil: Hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan mendapatkan nilai p = 0,000 (p<α = 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula. Sedangkan hasil hubungan antara sikap dan kesiapsiagaan mendapatkan hasil yaitu nilai p = 0,000 (p<α = 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap dan kesiapsiagaan pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan bencana kebakaran pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula Kabupaten Gorontalo.
PENGARUH OVERTIME TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PT. ALE LUWU RAYA KABUPATEN LUWU TIMUR Arni Juliani; Nurul Aulia Maharani Ishak; Muliono Caco; Muhammad Akbar Salcha
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.507

Abstract

Latar belakang: Produktivitas kerja merupakan kemampuan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan dalam cakupan atau rentang waktu tertentu. Dalam waktu tertentu, pekerja melakukan pekerjaan diluar jam kerja dan terhitung overtime. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja pada PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 34 responden menggunakan total sampling terhadap seluruh pekerja. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada para responden. Data ini dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan uji statistik terkait pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja didapatkan p-value 0,031 < 0,05. Oleh sebab itu, hal inipun membuktikan bahwasanya ada pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja di PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Kesimpulan: Terdapat pengaruh overtime terhadap produktivitas kerja di PT. Ale Luwu Raya Kabupaten Luwu Timur. Saran yang dapat diberikan bagi tenaga kerja yaitu sebaiknya tenaga kerja melakukan aktivitas fisik seperti rutin berolahraga dan melakukan peregangan setelah melakukan pekerjaan.
GAMBARAN PERKEMBANGAN MOTORIK, PSIKOSOSIAL, DAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK IMAM SYAFI’I Andi Ayumar; Halmina Ilyas; Wina Eka Cahyani
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.508

Abstract

Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah sangat penting, terutama di usia 5-6 tahun, yang dikenal sebagai masa keemasan. Pada tahun 2018 WHO melaporkan bahwa prevalensi balita yang mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan di dunia adalah 28,7%. Terdapat 525 anak prasekolah mengalami keterlambatan perkembangan di bidang keterampilan motorik kasar, motorik halus, bahasa, perkembangan sosial individu, dan jumlah ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan: untuk menggambarkan perkembangan anak prasekolah di TK Imam Syafi’i dalam aspek motorik, psikososial, dan bahasa. Metode: penelitian ini adalah penelitiam observasional menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian ini seluruh anak di TK Imam Syafi’i berjumlah 57 anak. Hasil: Hasil penelitian di TK Imam Syafi'i menunjukkan dari 57 anak sebanyak 52 (91,2%) anak menunjukkan perkembangan motorik kasar sesuai dan yang tidak sesuai sebanyak 5 (8,8%) anak. Perkembangan motorik halus sesuai sebanyak 51 (89,5%), dan yang tidak sesuai sebanyak 6 (10,5%) anak. Perkembangan psikososial sesuai sebanyak 48 (84,2%), dan yang tidak sesuai sebanyak 9 (15,8%) anak. Perkembangan bahasa sesuai sebanyak 52 (91,2%) anak, dan yang tidak sesuai sebanyak 5 (8,8%) anak. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini untuk menggambarkan perkembangan anak prasekolah di TK Imam Syafi’i dalam aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan psikososial.
ANALISIS PERAWATAN DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Nurlina; Fitria Hasanuddin; Rahmawati; Harmawati; Mita Aryuninda
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.509

Abstract

Latar belakang: Prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global, terutama di negara berkembang. Hiperglikemia kronik pada pasien DMT2 dapat merusak pembuluh darah, saraf dan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko ulkus diabetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teknik perawatan luka, menganalisis pengaruh kontrol gula darah dan edukasi terhadap tahap pemulihan luka, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan luka. Metode: Studi ini menerapkan desain deskriptif analitik pada dua pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Perawatan luka meliputi pencucian luka NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing, menunjukkan perubahan positif pada eksudat, bau luka, dan tingkat infeksi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor mobilisasi, pengaturan diet, usia dan Pendidikan. Pasien yang mendapatkan edukasi menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam merawat luka secara mandiri di rumah. Edukasi dan pengetahuan keluarga berkontribusi pada dukungan sosial yang memperkuat kepatuhan pasien terhadap perawatan. Kesimpulan: Teknik perawatan luka sesuai standar meliputi pencucian luka dengan NaCl 0,9%, debridement manual, dan penggunaan dressing efektif dalam mempercepat penyembuhan luka. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga meningkatkan pemahaman tentang perawatan luka dan pentingnya kontrol gula darah dalam proses penyembuhan luka pasien DMT2. Faktor yang memengaruhi penyembuhan luka adalah umur, seks, jenjang pendidikan, status nutrisi, dan tingkat mobilits fisik.
HUBUNGAN STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA AKHIR SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAKASSAR M, Renaldi; Basri; Ina Resratu Fordatkosu
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.510

Abstract

Latar belakang: Stres adalah suatu kondisi yang menyebabkan gangguan mental dan fisik pada seseorang, akibat interaksi antara orang tersebut dengan lingkungan, dan dianggap sebagai ancaman kesejahteraan seseorang. Kualitas tidur yaitu mengacu pada kebutuhan tidur yang cukup dan ditentukan tidak hanya oleh waktu tidur (jumlah tidur) tetapi juga oleh kedalaman tidur (kualitas tidur). Tuntutan tersebut menimbulkan permasalahan psikologis seperti stres, bahkan permasalahan fisik seperti perubahan pola tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres dan kualitas tidur pada mahasiswa akhir. Metode: Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik yang dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sempel yang digunakan adalah total sampling. Hasil: Dari hasil analisis hubungan kedua variabel menunjukan hasil yang diperoleh dengan uji chi square didapatkan nilai X2 hitung = 50,00 dengan nilai X2 tabel 3,841 (50,00>3,841), maka hal ini di interpretasikan bahwa terdapat hubungan stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar. Kesimpulan: Dari hasil penelitian berikut maka dapat disimpulkan terdapat hubungan kedua variabel yang signifikan. Disarankan pada mahasiswa yang mengalami kualitas tidur yang buruk agar bisa mengtasi stressnya agar kualitas tidur mahasiswa menjadi semakin membaik.