cover
Contact Name
Abdullah Syahab
Contact Email
syahab@centrism.or.id
Phone
+6281278995932
Journal Mail Official
centrism@centrism.or.id
Editorial Address
Kertamukti - Cireundeu - Ciputat Timur - Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Journal of Educational Research (JER)
ISSN : 29627664     EISSN : 29621453     DOI : 10.56436/jer
Core Subject : Education, Social,
Fokus kajian Jurnal JER antara lain: Pendidikan dan Pengajaran, Pendidikan dan Pengembangan, Proyek dan Inovasi Pendidikan, Metodologi Pembelajaran, Teknologi Baru dalam Pendidikan dan Pembelajaran, Manajemen Pendidikan. Penelitian tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). The focus of the JER Journal study includes: Education and Teaching, Education and Development, Educational Projects and Innovations, Learning Methodology, New Technologies in Education and Learning, Management of Education. Research on Early Childhood Education.
Articles 47 Documents
Kinerja Pengawas Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Amal Faradis
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.885 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i1.63

Abstract

This article discusses the performance of Islamic Religious Education Supervisors and the professional competence of Islamic Religious Education teachers. Based on the grand tour of researchers at SMA Negeri 6 Muaro Jambi, it can be seen that the planning prepared by the supervisor has not been in accordance with the needs of the principal and the characteristics of the teacher. The main problem is why the performance of the PAI Supervisor has not been able to improve the professional competence of teachers at SMA Negeri 6 Muaro Jambi? The research method used is an evaluative qualitative research method. This study found that the performance of PAI supervisors had not been able to improve the professional competence of teachers at SMA Negeri 6 Muaro Jambi. This is due to a lack of innovation, not using appropriate approaches and methods and steps to supervise PAI, not prioritizing the main tasks of supervising or supervising PAI as part of the competence of school principals, as well as principal policies that are not in favor of teachers and employees. Artikel ini membahas tentang kinerja Pengawas Pendidikan Agama Islam dan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan grand tour peneliti pada SMA Negeri 6 Muaro Jambi terlihat perencanaan yang disusun oleh pengawas belum sesuai dengan kebutuhan Kepala Sekolah dan karakteristik guru. Permasalahan utamanya adalah mengapa kinerja Pengawas PAI belum mampu meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri 6 Muaro Jambi? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif evaluatif. Penelitian ini menemukan bahwa kinerja Pengawas PAI belum mampu meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri 6 Muaro Jambi. Hal itu disebabkan oleh kurangnya inovasi, belum menggunakan pendekatan dan metode dan langkah-langkah pengawasan PAI yang tepat, belum memprioritaskan tupoksi kepengawasan atau pengawasan PAI sebagai bagian dari kompetensi kepala sekolah, serta kebijakan Kepala  Sekolah yang kurang berpihak pada guru dan pegawai.
Profesionalitas Kepala Madrasah dalam Melaksanakan Manajemen Siswa Lukman Hakim
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.718 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i1.64

Abstract

This article examines the professionalism of the Principal in implementing student management at MTs Negeri 2 Muaro Jambi for the 2021/2022 academic year. The main problem is why does the principal in carrying out student management at MTs Negeri 2 Muaro Jambi seem less professional? This research is a qualitative research that will reveal, find and explore information about the professionalism of school principals in implementing student management. This study found that the principal in implementing student management at MTs Negeri 2 Muaro Jambi was less professional because it had not been supported by adequate funds and facilities according to student development needs. However, solid collaboration between the management team, available training to increase the experience of principals and teachers, as well as two-way communication are factors that support the professionalism of the principal in implementing student management. The principal continues to strive to optimize his professionalism in carrying out student management at MTs Negeri 2 Muaro Jambi by means of; (a) increasing leadership commitment, (b) continuous improvement according to the vision, and (c) the availability of an adequate quality budget. Artikel ini mengkaji tentang profesionalitas Kepala Sekolah dalam melaksanakan manajemen siswa di MTs Negeri 2 Muaro Jambi Tahun pelajaran 2021/2022. Permasalahan utamanya adalah mengapa Kepala Sekolah dalam melaksanakan manajemen siswa di MTs Negeri 2 Muaro Jambi terkesan kurang profesional? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan mengungkapkan, menemukan dan menggali informasi tentang profesionalitas kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen siswa. Penelitian ini menemukan bahwa Kepala Sekolah dalam melaksanakan manajemen siswa di MTs Negeri 2 Muaro Jambi kurang profesional karena belum didukung oleh dana dan sarana yang memadai sesuai kebutuhan pengembangan siswa. Akan tetapi adanya kerjasama yang solid antara tim manajemen, pelatihan yang tersedia untuk menambah pengalaman kepala sekolah dan guru, serta komunikasi yang mengalir dua arah merupakan faktor pendukung profesionalitas Kepala Sekolah dalam melaksanakan manajemen siswa. Kepala Sekolah tetap berupaya mengoptimalkan profesionalitasnya dalam melaksanakan manajemen siswa di MTs Negeri 2 Muaro Jambi dengan cara; (a) meningkatkan komitmen pimpinan, (b) perbaikan terus menerus sesuai visi, dan (c) ketersediaan anggaran mutu secara memadai.
Peranan Guru Pendidikan dalam Membina Kebiasaan Shalat Berjamaah bagi Siswa Samsul Arif
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.258 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.73

Abstract

This study aims to determine the role of PAI teachers in fostering the habit of praying together for students at the Darussalam Integrated Islamic Vocational High School, Pameneng, Merangin district. This research is a qualitative research with a descriptive approach. In this study, the subjects were principals, PAI teachers, and students. Data collection techniques used in this study are in the form of interviews, observations and documentation. The data analysis technique used in this research is the reduction stage, the data presentation stage and the conclusion drawing. The results of this study are that teachers in the field of Islamic religious education play a role in fostering the habit of praying in congregation for students of SMK Islam Terpadu Darussalam as an example where one of the main tasks and roles of teachers of Islamic religious education is very significant in the effort to implement congregational prayers in students of SMK Islam Terpadu. Darussalam Pamenang is a PAI teacher who acts as an example. The sampler is required in the event that; provide motivation to students to get used to praying in congregation and help students to be encouraged to pray in congregation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru PAI dalam membina kebiasaan shalat berjamaah bagi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan islam terpadu Darussalam Pameneng kabupaten Merangin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah kepala sekolah, Guru PAI, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tahap reduksi, tahap penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa guru bidang studi pendidikan agama Islam berperan dalam membina kebiasaan shalat berjamaah siswa SMK Islam Terpadu Darussalam berperan sebagai pemberi contoh dimana salah satu tugas utama dan peran guru pendidikan agama Islam yang sangat signifikan dalam upaya penerapan sholat berjamaah pada siswa SMK Islam Terpadu Darussalam Pamenang adalah guru PAI berperan sebagai pemberi contoh. Pemberi contoh tersebut diperlukan dalam hal; memberikan motivasi kepada siswa agar terbiasa melaksanakan sholat berjamaah dan membantu siswa agar terdorong melaksanakan sholat berjamaah
Meningkatkan Pengenalan Huruf Vokal dan Konsonan Melalui Metode Bercerita Menggunakan Media Kartu Kata Bergambar Rita Andriani; Musa Musa; Samsu Samsu
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.515 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.104

Abstract

This research model uses the Kemmis and Taggart design model using three cycles, each cycle consisting of three meetings and using the steps of  Planning, Action, Observation, Reflection. In addition, this study also uses a qualitative and quantitative approach to obtain percentage results using a Likert scale. Before carrying out the action or during the pre-cycle the researcher found various problems in the implementation of learning, especially in terms of increasing letter recognition. After the actions of cycle 1 to cycle 3 were carried out, there was an increase in the mastery of vowels and consonants through the application of the storytelling method using the media of picture word cards. The increase occurred by 53.02% in cycle 1 compared to the pre-cycle which was still 50.00%. in cycle 2 it increased to 63.33% and in cycle 3 it increased to 81.64%. Thus, it can be concluded that by applying the storytelling method using picture word cards media can improve the mastery of vowels and consonants for children aged 5-6 years. Model penelitian ini menggunkan model rancangan Kemmis & Taggart dengan menggunakan tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan menggunakan langkah-langkah Perencanaan, Tindakan, Observasi, Refleksi. Selain itu penelitian ini juga mengunakan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif untuk mendapatkan hasil persentase menggunakan skala likert. Sebelum melaksanakan tindakan atau pada saat prasiklus peneliti menemukan berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran terutama dalam hal meningkatkan pengenalan huruf. Setelah dilaksanakan tindakan siklus 1 hingga siklus 3, maka terjadilah peningkatan penguasaan huruf vokal dan konsonan melalui penerapan metode bercerita menggunakan media kartu kata bergambar. Peningkatan tersebut terjadi sebesar 53,02% pada silus 1 dibandingkan pada prasiklus yang masih 50.00%. pada siklus 2 meningkat menjadi 63,33% dan pada siklus 3 meningkat menjadi 81,64%. Dengan demiian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode bercerita menggunakan media kartu kata bergambar dapat meningkatkan penguasaan huruf vokal dan konsonan anak usia 5 – 6 Tahun.
Strategi Guru Akidah Akhlak Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Siswa Asropi Asropi; Hidayat Hidayat; Risnita Risnita
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.955 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.108

Abstract

This study aims to determine the Teacher Akidah Akhlak Strategy in improving the disciplinary character of students at MTs Al-Hidayatul Islamiyah Tanjung Jabung Barat. This type of research is qualitative research, while all the primary data needed in this study were obtained through research instruments in the form of observation, interviews and documentation, using data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the description of student discipline at Mts Al-Hidaytul Islamiyah Tanjung Jabung Barat, namely the discipline of study time according to the subject roster schedule that applies every semester, and appearance in accordance with school rules, students are emphasized to always obey the rules, and every student is obliged to attend midday prayers in congregation. Factors that hinder teachers in improving student discipline are the first factor namely the factors of the students themselves, the lack of awareness of students towards school rules and there is an element of compulsion in carrying out disciplinary habits and the condition of students who are not sincere and lazy to participate in learning activities. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Guru Akidah Akhlak dalam meningkatkan karakter disiplin siswa di MTs Al-Hidayatul Islamiyah tanjung Jabung Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, adapun seluruh data primer yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui instrument penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gambaran kedisiplinan siswa di Mts Al-Hidaytul Islamiyah Tanjung Jabung Barat yakni disiplin waktu belajar sesuai dengan jadwal roster mata pelajaran yang berlaku pada setiap semester, serta berpenampilan sesuai dengan tata tertib sekolah, siswa ditekankan agar selalu taat terhadap tata tertib, dan setiap siswa wajib mengikuti sholat dzuhur secara berjamaah. Faktor yang menghambat guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu faktor pertama yakni faktor dari siswa itu sendiri, kurangnya kesadaran siswa terhadap tata tertib di sekolah serta ada unsur keterpaksaan dalam menjalankan pembiasaan kedisiplinan dan kondisi siswa yang tidak ikhlas dan malas mengikuti kegiatan belajar.
Penggunaan Metode Melukis Dengan Jari Dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak Usia 5-6 Tahun Epa Pebriani
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.988 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.109

Abstract

This research focuses on the use of finger painting to improve creativity and motor skills of children aged 5-6 years in Pembina Kindergarten, Mersam sub-district, Batanghari district. This study aims to determine how the use of the finger painting method in increasing creativity and motor skills of children aged 5-6 years in Pembina Kindergarten, Mersam District, Batanghari Regency with a sample of 1 child.This research model uses the Kemmis & Taggart design model by using two cycles, each cycle consisting of three meetings and using the steps of Planning, Action, Observation, Reflection. In addition, this study also uses a qualitative and quantitative approach to obtain percentage results using a Likert scale.Before carrying out the action or during the pre-cycle the researcher found various problems in the implementation of learning, especially at the level of creativity and motor skills.Thus, it can be concluded that by applying the finger painting method, it can increase the creativity and motor skills of children aged 5-6 years. This research is also carried out as an effort to provide understanding and knowledge to teachers that can be used for improvement in further learning. Peneltian ini fokus pada Penggunaan Metode Melukis dengan Jari (Finger Painting) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemampuan Motorik Anak Usia 5 – 6 Tahun di Taman Kanak-kanak Pembina Kecamatan Mersam  Kabupaten Batanghari . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode melukis dengan jari (Finger Painting) dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak usia 5 – 6 tahun di Taman kanak-kanak Pembina Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari dengan jumlah sampel sebanyak 1 orang anak. Model penelitian ini menggunkan model rancangan Kemmis dan Taggart dengan menggunakan dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan menggunakan langkah-langkah Perencanaan, Tindakan, Observasi, Refleksi. Selain itu penelitian ini juga mengunakan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif untuk mendapatkan hasil persentase menggunakan skala likert. Sebelum melaksanakan tindakan atau pada saat prasiklus peneliti menemukan berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran terutama pada tingkat kreativitas dan kemampuan motorik. Dengan demiian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode melukis dengan jari (Finger Painting) dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak usia 5 – 6 Tahun. Penelitian ini juga dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada guru yang dapat digunkan untuk perbaikan dalam pembealajaran selanjutnya.
Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bidang Keagamaan Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Said Himyari; M. Syahran Jailani; Abd Malik
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.239 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.128

Abstract

This article intends to reveal the management of extracurricular activities in the religious field in improving the morals of students at Muhammadiyah Tembilahan Middle School. The research used was qualitative field research (field research) in which the principals and teachers were the respondents. The research results show that; First, the objective condition of Islamic religious education in Tembilahan has not been given ample space for extracurricular teaching, so that all schools use their own initiative to carry out spiritual extracurricular activities by taking advantage of free time outside of compulsory teaching hours. It's just that at this time it is very difficult for some schools to find time, because the hours of compulsory study are so full from morning to evening. Second, the role of the school principal in managing extracurricular activities in the religious field in fostering student morals at Muhammadiyah Tembilahan Junior High School (SMP) is very important. The principal of the Muhammadiyah Junior High School (SMP) in extracurricular activities uses management stages. Third, every activity or program that is carried out always has an influence, be it negative or positive. Artikel ini hendak mengungkap ingin mengungkap pengelolaan ekstrakurikuler bidang keagaamaan dalam meningkatkan akhlak siswa di SMP Muhammadiyah Tembilahan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan (field research) di mana yang menjadi responden adalah Kepala Sekolah dan para guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, Kondisi objektif pendidikan agama Islam di Tembilahan belum diberikan ruang yang luas untuk pengajaran ekstrakurikuler, sehingga seluruh sekolah menggunakan inisiatif sendiri melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler keruhanian dengan memanfaatkan waktu-waktu kosong di luar jam mengajar wajib. Hanya saja saat ini beberapa sekolah sangat sulit untuk mencari waktu, karena jam belajar wajib yang begitu padat dari pagi hingga sore. Kedua, Peran kepala sekolah dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler bidang keagamaan dalam pembinaan akhlak siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Tembilahan sangat penting. Kepala sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah dalam kegiatan ekstrakurikuler menggunakan tahapan manajemen. Ketiga, Setiap kegiatan atau program yang dilaksanakan selalu ada yang mempengaruhinya baik itu bersifat negatif atau positif.
Pengaruh Kemampuan Manajerial Kepala Madrasah dan Organizational Citizenship Behavior Terhadap Kinerja Guru Wilda Oktaviani Untung; Zulqarnain Zulqarnain; Sukarno Sukarno
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.3 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.135

Abstract

This study aims to determine the effect of the managerial ability of the madrasah principal and organizational citizenship behavior on teacher performance. This research uses a research design with a quantitative approach. Data analysis using multiple regression test, hypothesis testing with simultaneous and partial methods and correlation test with the coefficient of determination. The results of this research explain that managerial ability and organizational citizenship behavior have a positive and significant effect on teacher performance. The findings of this study confirm managerial ability and organizational citizenship behavior for schools is to improve the quality of teacher performance. Furthermore, the existence of a strong managerial ability at the head of the madrasa, causes teacher performance to run optimally. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial kepala madrasah dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja guru. Riset ini menggunakan rancang penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data menggunakan uji regresi berganda, pengujian hipotesis dengan metode simultan dan parsial serta uji korelasi dengan koefisien determinasi. Hasil dari riset ini menjelaskan kemampuan manajerial dan organizational citizenship behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi kemampuan manajerial dan organizational citizenship behavior bagi sekolah adalah untuk meningkatkan kualitas kinerja guru. Lebih lanjut, adanya kemampuan manajerial yang kuat pada kepala madrasah, menyebabkan kinerja guru dapat berjalan dengan optimal.
Kerjasama Guru Dan Orangtua Dalam Proses Pengembangan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kelompok B Usia 5-6 Tahun Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Taman Kanak-Kanak Lustiawati Lustiawati
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.431 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.140

Abstract

This study aims to analyze the collaboration between teachers and parents during the Covid-19 pandemic in an effort to develop early childhood social emotional intelligence during the Covid-19 pandemic. This study uses a descriptive qualitative approach using observation data collection methods, interviews and documentation. The results showed that the collaboration between teachers and parents during the Covid-19 pandemic at the Al-Kautsar Kindergarten Batam included actions such as: responsibility for supervision, common goals, and procurement of educational equipment. The process of developing early childhood emotional social intelligence during the Covid-19 pandemic at Batam Al-Kautsar Kindergarten includes aspects of self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, and decision-making. This cooperation is well established thanks to the support of a good living environment. The obstacles in the implementation of this collaboration are more related to communication infrastructure such as wifi networks that are not good and there are still parents who do not have internet literacy. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis kerjasama Guru dan Orangtua pada Masa Pandemi Covid-19 (2) Menganalisis Proses pengembangan kecerdasan sosial emosional anak usia dini pada masa pandemi Covid-19. (3) Menganalisis faktor pendukung dan penghambat kerjasama Guru dan Orangtua dalam Proses Pengembangan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data, sedangkan pengecekan keterpercayaan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketelitian pengamatan, triangulasi dan melakukan konsultasi ke pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kerjasama guru dan orangtua pada masa pandemi Covid-19 di Taman Kanak-kanak Al-Kautsar Batam meliputi adanya tindakan meliputi: Tanggung Jawab Pengawasan, Kesamaan Tujuan, Pengadaan peralatan pendidikan. (2) Proses pengembangan kecerdasan sosial emosional anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 di Taman Kanak-kanak Al-Kautsar Batam meliputi: Aspek kesadaran diri, Manajemen diri, Kesadaran Sosial, Keterampilan hubungan, Pengambilan keputusan. (3) Faktor pendukung kerjasama Guru dan orangtua dalam Proses Pengembangan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia Dini berupa lingkungan tempat tinggal sedangkan penghambat dalam pelaksanaan jaringan wifi yang kurang baik dan masih terdapat orangtua belum dapat menggunakan media zoom.
Penerapan Pembelajaran Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Anak Usia Dini Eritha Riawati; Kemas Imron Rosadi; Mahluddin Mahluddin
Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.26 KB) | DOI: 10.56436/jer.v1i2.141

Abstract

This study aims to find out how the STEM learning model is implemented and what are the obstacles to implementing the learning model. This study uses a descriptive qualitative approach by collecting data through observation, interviews, and documentation. The technical stages of data analysis included data reduction, data presentation and data verification, while checking the reliability of the data was carried out by extending participation, accuracy of observations, triangulation and consulting supervisors. The results of the study show that the STEM learning model in the future for Al Aliyya's playgroup education has implemented a STEM learning model where learning is child-centered so that children are more active in thinking and solving the problems they face. The application of STEM learning in Al Aliyya's play group is in the form of physical motor activities, storytelling, sensory, construction play, role play, science play, art, cooking, and literacy. While the STEM learning constraints are in the form of inefficient use of time, there are differences in character or learning attitudes of children who want to win alone with what they want to play, so that it is not uncommon to fight over toys even though before playing the educator has given a foothold and has made an agreement with the child about the rules of the game. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran STEM serta apa saja kendala penerapan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data, sedangkan pengecekan keterpercayaan data dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketelitian pengamatan, triangulasi dan melakukan konsultasi ke pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STEM ke depan terhadap pendidikan kelompok bermain Al Aliyya sudah menerapkan model pembelajaran STEM di mana pembelajaran berpusat pada anak sehingga anak lebih aktif dalam berpikir dan memecahkan permasalahan yang mereka hadapi. Penerepan pembelajaran STEM  di kelompok bermain Al Aliyya berupa adanya kegiatan fisik motorik, bercerita, sensorial, bermain konstruksi, bermain peran, bermain sains, seni, memasak, dan literasi. Sedangkan faktor kendala pembelajaran STEM berupa penggunaan waktu yang kurang efisien, adanya perbedaan karakter berupa atau sikap belajar anak yang mau menang sendiri dengan apa yang ingin dimainkannya, sehingga tidak jarang terjadi berebutan mainan walaupun sebelum main pendidik sudah memberikan pijakan main dan sudah membuat kesepakatan dengan anak tentang aturan main.