cover
Contact Name
Abdullah Syahab
Contact Email
syahab@centrism.or.id
Phone
+6281278995932
Journal Mail Official
centrism@centrism.or.id
Editorial Address
Kertamukti - Cireundeu - Ciputat Timur - Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Journal of Educational Research (JER)
ISSN : 29627664     EISSN : 29621453     DOI : 10.56436/jer
Core Subject : Education, Social,
Fokus kajian Jurnal JER antara lain: Pendidikan dan Pengajaran, Pendidikan dan Pengembangan, Proyek dan Inovasi Pendidikan, Metodologi Pembelajaran, Teknologi Baru dalam Pendidikan dan Pembelajaran, Manajemen Pendidikan. Penelitian tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). The focus of the JER Journal study includes: Education and Teaching, Education and Development, Educational Projects and Innovations, Learning Methodology, New Technologies in Education and Learning, Management of Education. Research on Early Childhood Education.
Articles 47 Documents
Kepemimpinan Kepala Sekolah Serta Motivasi Penggunaan Hijab Siswi di Sekolah Al Husna Yusuf; Samsu Samsu; Hidayat Hidayat
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.39

Abstract

This study aims to provide an analysis of the principal's leadership and the motivation for the use of the hijab as well as the implementation of student behavior at the School. This study is important to explore the leadership of the principal and the motivation for the use of the female student hijab in depth in order to find the right solution in terms of the implementation of education, especially in terms of the leadership of the principal and the motivation for the use of the female hijab in several public schools, especially at the high school level. The method used is a qualitative approach. The determination of the subjects was carried out by snowball sampling techniques, namely the principal, Islamic religious education teachers, and class X students. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation. After the data is collected, it is then analyzed using domain analysis techniques, components and taxonomy. In order to obtain valid and valid information, in this study, several techniques were used to test the validity of data, namely discussions with peers, extension of research time and data triagulation techniques. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Serta Motivasi Penggunaan Hijab Siswi Dalam Implementasi Terhadap Perilaku di Sekolah. Kajian ini penting dilakukan guna mengeksplor kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi penggunaan hijab siswi secara mendalam guna menemukan solusi yang tepat dalam hal pelaksanaan pendidikan terkhusus dalam hal kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi penggunaan hijab siswi di beberapa sekolah umum terutama pada tingkat sekolah menengah atas . Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penentuan subjek dilakukan dengan teknik snowball sampling, yaitu kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam, serta siswa kelas. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Setelah data di kumpulkan kemudian di analisis menggunakan teknik analisis domain , komponensial dan taksonomi. Agar memperoleh informasi yang valid dan sah, dalam Penelitian ini di gunakan beberapa teknik pengujian keabsahan data, yaitu diskusi dengan teman sejawat, perpanjangan waktu penelitian dan teknik triagulasi data.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Akhlak Siswa pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Agus Hariyadi; Syahran Jailani; Minnah el-Widdah
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.76

Abstract

This study aims to describe the strategy of Islamic religious education teachers in fostering student morals during limited face-to-face learning. supporting and inhibiting factors in fostering student morals during limited face-to-face learning. The research method used is a qualitative approach. The results of the study show that the teacher's strategy in fostering student morals is very important to provide an overview, direction, goals, in controlling effective learning objectives. Teacher strategies that are often used include; blended learning, expository strategies, and teacher affective strategies that focus on fostering student attitudes such as habituation, exemplary, motivation, advice and gifts. The factors that support the teacher's strategy include; online activities such as webinars, online workshops and online training, blended learning strategies that make it easier for teachers to provide video material, pictures, quizzes and teaching materials, expository strategies that help teachers convey material in a limited time, and affective strategies can shape student morals by mature through understanding knowledge and habituation. While the inhibiting factors for the teacher's strategy include; decreased levels of teacher and student interaction, decreased student enthusiasm, and limited teacher ability in implementing the chosen strategy. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlak siswa pada masa pembelajaran tatap muka terbatas. faktor pendukung dan penghambat dalam membina akhlak siswa pada masa pembelajaran tatap muka terbatas. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualilatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam  membina akhlak siswa sangat penting untuk memberikan gambaran, arahan, tujuan, dalam mengontrol tujuan pembelajaran yang efektif. Strategi guru yang kerap digunakan antara lain; blended learning, strategi ekspositeri, dan strategi afektif guru yang berfokus pada membina sikap siswa seperti pembiasaan, keteladanan, motivasi, nasihat dan hadiah. Faktor-faktor yang mendukung strategi guru tersebut antara lain; kegiatan online seperti webinar, workshop online dan pelatihan online, strategi blended learning yang memudahkan guru dalam memberi materi vidio, gambar, quiz dan bahan ajar, strategi ekspositori yang membantu guru dalam menyampaikan materi dalam waktu yang terbatas, dan strategi afektif dapat membentuk akhlak siswa dengan matang melalui pemahaman ilmu dan pembiasaan. Sedangkan faktor penghambat strategi guru tersebut antara lain; menurunnya kadar interaksi guru dan siswa, semangat siswa yang menurun, dan keterbatasan kemampuan guru dalam melaksanakan strategi yang dipilih
Kegiatan Bermain Plastisin dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Nabila Mustiani; Mahmud MY.; Najmul Hayat
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.200

Abstract

Fine motor is the development of movement that includes small muscles with eye and hand coordination. Plasticine is a kind of toy that can be shaped into various shapes. Plasticine can be used by pressing and forming into other forms. This study aims to analyze plasticine playing activities in improving fine motor skills in early childhood in The focus of this research is plasticine playing activities in improving fine motor skills in group B1 children. The approach in this study is a descriptive qualitative approach using observation data collection methods, interviews and documentation. The data analysis technique stage includes data reduction, data presentation and data verification. The subjects in this study were school principals, class teachers and group B1 students in The results of this study can be described that children's fine motor skills have developed very well, this is indicated by children being able to skillfully use their right and left hands, children being able to make shapes from plasticine, children being able to show their work, children being able to coordinate their eyes and hands, children being able to imitate shapes ordered. Inhibiting factors are parents, time constraints, illness and supporting factors namely maturity, learning environment, motivation, and practice. So it can be concluded that plasticine playing activities can improve the fine motor skills of group B1 children. Motorik halus adalah perkembangan gerak yang meliputi otot-otot kecil dengan koordinasi mata dan tangan. Plastisin merupakan mainan sejenis lilin yang dapat dibentuk macam-macam. Plastisin dapat digunakan dengan cara ditekan-tekan dan dibentuk menjadi bentuk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan Kegiatan Bermain Plastisin Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini. Fokus penelitian ini adalah kegiatan bermain plastisin dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B1. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriktif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan peserta didik kelompok B1 Hasil penelitian ini dapat diuraikan bahwa motorik halus anak sudah berkembang sangat baik, hal ini ditandai dengan anak mampu terampil menggunakan tangan kanan dan kirinya, anak mampu membuat bentuk dari plastisin, anak mampu menunjukkan karyanya, anak mampu mengkoordinasikan mata dan tangannya, anak mampu meniru bentuk yang diperintahkan. Faktor penghambat adalah orangtua, keterbatasan waktu, penyakit dan faktor pendukung yakni kematangan, lingkungan belajar, motivasi, dan praktik. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain plastisin dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B1.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menyempurnakan Akhlakul Karimah Siswa Muhammad Arsyad; Marwazi Marwazi; Musli Musli
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.193

Abstract

This article reveals the strategy of Islamic Religious Education teachers in perfecting the morals of students at Junior High School 7, Muaro Jambi Regency, as well as the factors that support and inhibit this strategy. The issues raised in this article are how the morals of the students in the school are and what the Islamic Religious Education teacher's strategy is in perfecting the morals of the students. This article originates from a qualitative research that is descriptive-analytical using data derived from interviews, observation and documentation. The research findings show that the Islamic Religious Education teacher's strategy to perfect student morals is not optimal even though they have carried out habituation activities, set an example, educate students to be disciplined, reward and punishment. Even so, teachers still try to be able to overcome these things with ongoing planning and monitoring so that they can perfect the morals of the students. Artikel ini mengungkap strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menyempurnakan akhlak karimah siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Kabupaten Muaro Jambi serta faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat strategi tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah bagaimana akhlak siswa di sekolah tersebut dan bagaimana strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menyempurnakan akhlak karimah siswa. Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan data-data yang berasal dari wawancara, observasi maupun dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam untuk menyempurnakan akhlak siswa belum optimal walaupun sudah melakukan kegiatan pembiasaan, memberikan teladan, mendidik siswa untuk disiplin, reward dan punishment. Meskipun demikian, guru tetap berupaya untuk dapat mengatasi hal-hal tersebut dengan perencanaan dan pemantauan berkelanjutan agar dapat menyempurnakan akhlak karimah siswa.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Sikap Ilmiah dan Literasi Sains Siswa Sumirah Sumirah; Moh. Arsyad; Sukarno Sukarno
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.215

Abstract

This study reveals the teacher's role in cultivating scientific attitudes and student literacy in schools. The main problem discussed in this article is what is the role of Islamic religious education teachers in developing scientific attitudes and scientific literacy abilities of students at SMP Negeri 16 Jambi City. This article departs from descriptive qualitative research by collecting observations, interviews and documentation, with analytical techniques using the Miles and Huberman models. The results of the study show that the role of Islamic religious education teachers in developing students' scientific attitudes and scientific literacy abilities has been carried out well. Indicators of this include; students' ability to respond and solve problems, be more critical and curious, able to control themselves, build tolerance, and cooperate with each other when participating in learning activities. Students also have a better understanding of science concepts and are able to relate them to religious principles. Penelitian ini mengungkap peran guru dalam penanaman sikap ilmiah dan literasi siswa di sekolah. Permasalahan utama yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan sikap ilmiah dan kemampuan literasi sains siswa di Sekoleh Menengah Pertama Negeri 16 Kota Jambi. Artikel ini berangkat dari penelitian kualitatif deskriptip dengan pengumpulan secara observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan teknik analisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan sikap ilmiah dan kemampuan literasi sains siswa sudah dijalankan dengan baik. Indikator hal tersebut antara lain; kemampuan siswa dalam merespon dan memecahkan permasalahan, lebih kritis dan keingintahuan yang mendalam, mampu mengontrol diri, membangun sikap toleransi, dan saling kerjasama di saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep sains serta mampu menghubungkannya dengan prinsip-prinsip agama.
Strategi Guru dalam Pengembangan Literasi Awal Anak Usia Dini Siti Aisyah; Musa Musa
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.218

Abstract

This article reveals teacher strategies in developing early childhood literacy. This article originates from descriptive qualitative research. The results of the research show that the strategy used by teachers is learning strategies through singing and learning strategies through telling stories. The obstacles faced by teachers in developing early literacy are limited learning tools and media and lack of participation from parents. The teacher's effort to overcome the lack of parental participation is that every time the teacher reports are distributed, the teacher invites parents to come to school to discuss children's growth and development and provide an explanation of the importance of early literacy. The lack of literacy learning media and tools means that teachers have to be creative in creating literacy learning strategies, such as carrying out song activities, imitating the shapes of the letters of the alphabet, and creating literacy lessons using fun educational games. Artikel ini mengungkap strategi guru dalam pengembangan literasi awal anak usia dini. Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru adalah dengan melakukan strategi belajar melalui bernyanyi dan strategi belajar melalui bercerita. Kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan literasi awal adalah keterbatasan alat dan media pembelajaran dan kurangnya partisipasi dari orang tua. Upaya guru dalam mengatasi kurangnya partisipasti orang tua yaitu setiap pembagian rapor guru mengundang orangtua murid untuk hadir ke sekolah dalam rangka membahas tumbuh kembang anak serta memberikan penjelasan mengenai pentingnya literasi awal. Kurangnya media dan alat pembelajaran literasi membuat guru harus kreatif menciptakan sebuah strategi pembelajaran literasi, seperti melakukan kegiatan gerak lagu, menirukan bentuk huruf abjad, dan membuat pembelajaran literasi dengan menggunakan alat permainan edukatif yang menyenangkan.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal Anak Usia Dini 5-6 Tahun Fenny Wulan Sari; Jamrizal Jamrizal
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.219

Abstract

This article analyzes the pattern of parents in developing intrapersonal intelligence in early childhood 5 to 6 years. This article departs from research conducted in Nyogan Village, Muaro Jambi Regency. The research method uses a descriptive qualitative approach. With the sampling technique using purposive sampling technique. Data collection is done by observation, interviews, documentation. The results of this study indicate that each parent uses different parenting styles in educating their children. The parenting styles used are authoritarian, democratic, permissive, and neglect parenting styles. Two factors influence intrapersonal intelligence in early childhood, namely internal factors and external factors, namely from the condition of the child itself as well as from the family and the surrounding community. Parents have an important role in fostering and developing intrapersonal intelligence in early childhood, including; provide support, provide guidance to children, monitor children's activities, provide understanding to children, teach children to suppress emotions, and habituate. Artikel ini menganalisis pola orang tua dalam mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak usia dini 5 sampai 6 tahun. artikel ini berangkat dari penelitian dilakukan di Desa Nyogan Kabupaten Muaro Jambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap orang tua menggunakan pola asuh yang berbeda-beda dalam mendidik anaknya. Adapun pola asuh yang digunakan yaitu pola asuh otoriter, demokratis, permisif, dan pola asuh penelantaran. Dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan intrapersonal anak usia dini yaitu faktor internal dan faktor eksternal, yakni dari kondisi anak itu sendiri maupun dari keluarga maupun masyarakat sekitar. Orang tua memiliki peran penting dalam pembinaan dan pengembangan kecerdasan intrapersonal anak usia dini antara lain; memberikan dukungan, memberikan bimbingan kepada anak, memantau kegiatan anak, memberikan pemahaman kepada anak, mengajarkan anak untuk meredam emosi, dan pembiasaan.
Pola Asuh Orangtua Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Ade Bastia Eka Putri; Badarussyamsi Badarussyamsi; Yusria Yusria
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.220

Abstract

This article discusses parenting patterns in the social emotional development of early childhood in Mendalo Darat Village, Jambi Luar Kota District, Muaro Jambi Regency. The issues raised are what parents' parenting patterns are, what factors influence the typology of parental parenting patterns, and what solutions can be made to the problems of parents' parenting styles towards children. This research is descriptive qualitative research with data collection through observation and interviews. The results of this study show that typical parenting patterns in the social emotional development of children aged 4-5 years include; restricting children from playing, parents who are busy working, parents demanding that children follow their parents' orders, and parents who obey or pamper their children. The factors that influence the typical parenting style include; parental education factors, parental personality factors, quality of time factors, and number of children factors. Solutions to overcome this problem include; the need for parenting insight for parents, parents need to spend time with their children, and parents must try to be role models for their children. Artikel ini membahas tentang pola asuh orangtua dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini di Desa Mendalo Darat Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pola asuh orang tua, faktor apa saja yang mempengaruhi tipologi pola asuh orang tua tersebut, dan bagaimana solusi yang bisa dilakukan untuk permasalahan pola asuh orang tua terhadap anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data secara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipikal pola asuh orangtua dalam perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun antara lain; membatasi anak bermain, orangtua yang sibuk bekerja, orang tua menuntut anak mengikuti perintah orang tua, dan orangtua yang menuruti atau memanjakan anak. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tipikal pola asuh orangtua tersebut antara lain; faktor pendidikan orangtua, faktor kepribadian orangtua, faktor kualitas waktu, dan faktor jumlah anak. Solusi untuk mengatasi persoalan tersebut antara lain; perlunya wawasan parenting bagi orangtua, orang tua perlu meluangkan waktu bersama anak, dan orangtua harus berusaha menjadi role model bagi anak-anak mereka.
Pembinaan Akhlak Peserta Didik Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam Muh Ali Masykuri
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.229

Abstract

This article discusses the moral development of students through extracurricular activities in Islamic religious education at State Junior High School 23 Merangin. The focus of the study in this article is how to implement extracurricular activities for Islamic religious education at State Junior High School 23 Merangin in developing student behavior? This article comes from qualitative research with a phenomenological approach. The research findings show that the process carried out by the school in developing the morals of students at the Merangin 23 State Junior High School has been carried out in various forms of activities including; weekly worship/Friday tazkir, Quran reading program, and others. Things that have been done by extracurricular coaches; instilling and awakening religious and other beliefs. Artikel ini membahas tentang pembinaan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Merangin. Fokus kajian dalam artikel ini adalah bagaimana upaya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam di Sekolah menengah pertama negeri 23 Merangin dalam melakukan pembinaan perilaku peserta didik? Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses yang dilakukan pihak sekolah dalam pembinaan akhlak peserta didik  di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Merangin telah dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan diantaranya; ibadah mingguan/tazkir jum’at, program membaca al-Qur’an, dan yang lainnya. Hal yang telah dilakukan oleh pembina ekstrakurikuler; menanamkan dan membangkitkan keyakinan beragama dan yang lainnya.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Sekolah Menengah Atas Anita Sari
Journal of Educational Research Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Educational Research
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jer.v2i1.212

Abstract

This article reveals the work of PAI teachers in efforts to shape the disciplined character of students at SMA 11 Negeri Jambi City. This article comes from qualitative descriptive research with data collection carried out by interviews, observation and documentation. The results of the research show that Islamic Religious Education Learning in Forming the Disciplined Character of Students at SMA 11 Negeri Jambi City is carried out by implementing a learning system of introduction, core and conclusion. The methods used vary greatly, but many still use the lecture method in teaching. Supporting factors in forming character include; First, the teacher factor. Second, holding extracurricular activities at school. Third, commemorate Islamic holidays. The inhibiting factors in the formation of disciplined character include; First, the students' attitude and discipline are not yet good. Second, low support or work from parents, Third, poor student interactions outside of school, fourth, weak student punishment. Teachers' efforts to shape students' disciplined character include; First, the teacher sets an exemplary example for students by arriving on time. Second, habituation, and third, punishment. Artikel ini mengungkap kiprah guru PAI dalam upaya membentuk karakter disiplin siswa di SMA 11 Negeri Kota Jambi. Artikel ini berasal dari penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter disiplin siswa di SMA 11 Negeri Kota Jambi dilakukan dengan menerapkan sistem pembelajaran dari pendahuluan, inti dan penutup. Metode yang di gunakan sangat bervariasi, tetapi masih banyak menggunakan metode ceramah dalam mengajar. Faktor pendukung dalam membentuk karakter antara lain; pertama, faktor guru. Kedua, mengadakan ekstrakulikukler di sekolah. Ketiga, mempringati hari besar Islam. Adapun faktor penghambat dalam pembentukan karakter disiplin antara lain; pertama, attitude dan kedisiplinan siswa yang belum baik. Kedua, rendahnya dukungan atau kerja orang tua, Ketiga, buruknya pergaulan siswa di luar sekolah, keempat lemahnya hukuman siswa. Upaya guru dalam membentuk karakter disiplin siswa antara lain; pertama, guru memberikan contoh keteladanan kepada peserta didik dengan datang tepat waktu. Kedua, pembiasaan, dan ketiga hukuman.