Journal of Nursing Innovation
Journal of Nursing Innovation published by Infermia Publishing as an information and communication media for practitioners, researchers, and academics who are interested in the innovation and development of nursing, such as pediatric nursing, management of nursing, medical surgical nursing, maternity nursing, psychiatric nursing, community nursing, emergency nursing, gerontological nursing, and family nursing. JNI welcomes and invites original research articles, reviews (systematic and meta-analysis), Theory and concept development, study protocol, and case studies, particularly in health research. The journal is published annually 3 times every March, July, and November. First published in November 2022. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. Original research: The original research is commonly published full reports of data from research findings. It may be called an Original Article, or Research Article depending on the journal. The Original Research format is suitable for many different fields including Introduction, Methods, Results, and Discussion sections. Review articles: Review Articles is a comprehensive summary of previous research on a certain topic, and a perspective on the state of the field. It should provide an overview of current thinking on the theme. Review Articles also should describe a critical evaluation of the data available from existing studies, and identify potential research areas to explore next. Therefore, the new conclusions from the existing data could be concluded. Theory and concept development: The theory and Concepts development article should provide a way in which to clarify and provide a foundation for practice and research in order to make the investigation meaningful and worthwhile Study Protocol The study protocol should describe how a clinical trial will be conducted (the objective(s), design, methodology, statistical consideration, and organization of a clinical trial,) and ensures the safety of the trial subjects and integrity of the data collected Case studies: The case study should report the specific instances of interesting phenomena. The case study also needs to describe the case presentation to report the occurrence of previously unknown or emerging pathologies, the process of intervention, and what has occurred after the intervention. Therefore, other researchers could aware of the possibility of specific phenomena that might occur
Articles
15 Documents
Kengerian Eksperimen Medis Nazi Bernama Eugenetika
Anung Ahadi Pradana;
Casman Casman;
Muhammad Chandra
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Infermia Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Eksperimen medis yang dilakukan oleh Nazi sejak 1933 hingga 1945 merenggut banyak nyawa dengan prosedur yang sangat tidak manusiawi. Sejarah kelam penelitian kesehatan ini penting untuk perkembangan penelitian kesehatan modern. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksperimen medis yang dilakukan Nazi dan pembelajaran yang dapat diambil sebagai pertimbangan etik penelitian kesehatan. Metode: Studi ini merupakan narative literature review sederhana. Pencarian artikel menggunakan kombinasi beberapa kata kunci, yaitu “Nazi”, “Medical”, “Experiment”, “Nuremberg trial”, “World War II”, dan “Camp concentration”. Artikel dibatasi pada terbitan 2016-2022 dari beberapa database seperti Google Scholar, PubMed, dan CINAHL. Artikel yang dipilih disesuaikan dengan kriteria inklusi penelitian, meliputi: 1) artikel yang menjelaskan tentang eksperimen medis oleh Nazi, 2) tidak ada batasan bahasa pada artikel yang dipilih, dan 3) Artikel yang menjelaskan tentang uji coba yang dilakukan oleh tim medis Nazi. Hasil: Nazi mempromosikan “Egenetika” sebagai propaganda untuk mendukung eksperimen medis secara paksa, mengkampanyekan perundangan tentang pencegahan keturunan yang sakit secara genetik, sterilisasi paksa, membunuh anak-anak dan orang dewasa yang cacat fisik dan mental, pembunuhan massal secara medis terhadap kelompok yang dianggap sebagai ancaman genetik (homoseksual, Yahudi, Roma). Tim peneliti melibatkan lebih dari 38.000 dokter. Kesimpulan: Eksperimen medis Nazi menunjukkan sisi gelap penelitian kesehatan. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi generasi penerus akan pentingnya berpegang teguh pada etika penelitian yang ada.
Stimulasi Bermain Mewarnai Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah
Ruminem;
Nurliana Sari;
Ida Widiastuti;
Rita Sari;
Dwi Nopriyanto
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Infermia Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang : Diperkirakan kurang lebih 5 % hingga 10 % anak mengalami keterlambatan atau delay pada perkembangannya baik motorik kasar maupun motorik halus. Perlu adanya stimulasi untuk meningkatkan kemampuan perkembangan anak usia pra sekolah. Melalui stimulasi bermain mewarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi kemampuan motorik halus sebelum dan setelah dilakukan stimulasi bermain mewarnai pada anak usia prasekolah. Metode Penelitian : Penelitian deskriftif pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah Anak usia pra sekolah di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda yang berjumlah 4 partisipan. Instrumen penelitain berupa lembar observasi, dan Analisa data dengan pembuatan eksplanasi. Hasil penelitian : Setelah dilakukan stimulasi bermain mewarnai didapatkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak pada aspek cara memegang alat mewarnai, menggerakkan pergelangan tangan, dan mewarnai dengan rapi dari kategori belum berkembang dan mulai berkembang menjadi kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik . Kesimpulan; stimulasi bermain mewarnai terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia pra sekolah. Disarankan agar orang tua lebih meningkatkan stimulasi motorik halus anak dengan kegiatan bermain mewarnai.
Gambaran Tingkat Depresi dan Dukungan Teman Sebaya pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda Kalimantan Timur
Bahtiar Bahtiar;
Aisyah Rahma;
Dwi Nopriyanto;
Syukma Ramadhani Faisal Nur
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Infermia Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang sangat mengalami berbagai perubahan. Salah satu aspek perubahan yang rentan terjadi yakni perubahan psikologis khususnya masalah depresi pada lansia. Selain itu, lansia juga rentan mengalami masalah sosial seperti dukungan sosial sesama lansia terutama lansia yang berada di panti lansia. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran tingkat depresi dan dukungan teman sebaya pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda. Metode: Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan yaitu, kuisioner Geriatric Depression Scale dan Kuisioner Dukungan Sosial Teman Sebaya. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah lansia tingkat depresi status normal sebanyak 28 orang (43%), depresi ringan sebanyak 23 orang (35%), dan depresi berat 14 orang (22%). Untuk dukungan teman sebaya didapatkan bahwa jumlah lansia dengan dukungan sebaya rendah sebanyak 49 orang (75%), dukungan sebaya sedang sebanyak 11 orang (17%), dan dukungan sebaya tinggi sebanyak 5 orang (8%). Kesimpulan: Sebagian besar lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Kota Samarinda mengalami depresi ringan dan berat dengan dukungan teman sebaya yang rendah.
Penerapan Terapi Murottal Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Akhir Saat Penyusunan KTI Di Prodi D III Keperawatan Universitas Mulawarman Samarinda
Syukma Rhamadani Faizal Nur;
Iwan Samsugito;
Ediyar Miharja;
Ahidna Nur Abdul Azis
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Infermia Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Stres merupakan reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (Mental/Psikis) yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Sebagian besar mahasiswa mengalami masalah dalam pembuatan tugas akhir yang dapat menyebabkan stress. Tujuan: mengetahui gambaran penerapan terapi murottal terhadap penurunan tingkat stres mahasiswa akhir dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Metode: menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus kepada 13 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebelum terapi murottal terdapat 4 responden dengan tingkat stress ringan sebelum terapi murottal dan menjadi normal (nilai DASS-42 ≤ 14) setelah diterapi. 5 responden dengan tingkat stress sedang menjadi normal. 2 responden dengan tingkat stress sedang menjadi ringan, dan 2 responden dengan tingkat stress berat menjadi tingkat stress ringan. Kesimpulan: penurunan skor DASS 42 setelah diberikan intervensi terapi murottal pada mahasiswa akhir yang sedang menyusun KTI di Prodi DIII Keperawatan Universitas Mulawarman Samarinda. Terapi murottal dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prosedur terhadap stress mahasiswa sehingga dapat menurunkan tingkat stress yang dirasakan.
The relationship between BMI and Screen Time behavior in School-Age Children
Fransiska Novita Sari;
Maria Floriana Ping
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Infermia Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Perilaku screen time yang berlebihan dapat menyebabkan kurangnya aktivitas fisik pada anak usia sekolah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan status gizi pada anak. Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan IMT dan perilaku screen time pada anak usia sekolah. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross sectional design. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SD dan SMP di Kota Samarinda yang berjumlah 70 responden. Penelitian menggunakan google form. Hasil: Responden dengan nilai IMT status gizi obesitas sebanyak 3 siswa (4,3%), status gizi berlebih sebanyak 24 siswa (34,3%) dan 43 siswa (61,4%) status gizi normal. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan perilaku screen time pada anak usia sekolah (p value= 0,809). Kesimpulan: Perubahan IMT pada anak usia sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perilaku screen time berlebihan dapat menyebabkan pola makan anak berubah sehingga dapat berisiko mengalami penurunan atau pun peningkatan berat badan. Pembatasan dalam penggunaan gadget perlu diperhatikan oleh orang tua dan bekerja sama dengan pihak sekolah.