cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 624 Documents
Identifikasi Karakteristik Fisik Dan Mineralogi Tanah Dan Batuan Material Longsoran Di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Prasetyo, Erinna Melina; Hendrawan, Andre Primantyo; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.35

Abstract

Trenggalek Regency, East Java Province is located at coordinates 111º 24' - 112º 11' East Longitude and 7º 63' - 8º 34' South Latitude. The initial investigation of this material research was to test the physical properties of the soil at the locations on Trenggalek – Ponorogo road Km 15 and Km 17. The results of the sieve analysis test showed that Km 15 had a good gradation and Km 17 had a poor grain gradation. The specific gravity test of the two samples showed that the GS value = 2.6 – 2.7, which determines the material is silty sand with low plasticity. According to the AASHTO Classification Method, Km 15 and Km 17 samples are classified as soils with a code A-2-4, and from the USCS soil classification method the sample is classified as SW and SP. The samples were tested for slake durability and resulted Km 15 having high durability with Id2 = 83.7% and Km 17 low durability with Id2 = 33.2%. From the X-RD test Km 15 dominated by the mineral Laumontites by 32% and the X-RF results the sample dominated by Silica Oxide (SiO2) at 42.2%. The X-RD test of Km 17 showed the highest content, namely Albite at 46% and the X-RF test showed Silica Oxide (SiO2) compounds dominated with a value of 41.2%. from the SEM-EDX test results found that Km 15 and Km 17 materials contain elements of O, C, Si as the highest elements as the main constituent of soil samples. Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur terletak pada koordinat 111º 24’ - 112º 11’ BT dan 7º 63’ - 8º 34’ LS. Investigasi awal penelitian material longsoran ini yaitu uji sifat fisik tanah pada lokasi kelongsoran tebing jalan raya nasional Trenggalek-Ponorogo Km 15 dan Km 17. Hasil analisis saringan menunjukan Km 15 memiliki gradasi baik dan Km 17 memiliki gradasi butiran buruk. Uji specific gravity kedua sampel menunjukan bahwa nilai GS = 2,6 – 2,7 yaitu material berupa pasir berlanau dengan plastisitas rendah. Klasifikasi metode AASHTO diketahui sampel Km 15 dan Km 17 merupakan tanah dengan kode A-2-4, dan dari klasifikasi metode USCS sampel tanah memiliki kode SW dan SP. Pengujian slake durability dilakukan pada material batuan km 15 dan km 17 yang menghasilkan Km 15 memiliki durabilitas tinggi dengan Id2 = 83,7% dan Km 17 durabilitas rendah dengan Id2 = 33,2%. Uji X-RD dilakukan pada Km 15 dengan didominasi mineral Laumontite sebesar 32% dan hasil X-RF memiliki kandungan tertinggi Silika Oksida (SiO2) sebesar 42,2%. Uji X-RD pada Km 17 menampilkan hasil kandungan tertinggi yaitu Albite sebesar 46% dan uji X-RF menunjukan senyawa Silika Oksida (SiO2) mendominasi dengan nilai 41,2%. SEM-EDX didapati material Km 15 dan Km 17 mengandung unsur O, C, Si sebagai unsur tertinggi sebagai pembentuk utama sampel tanah.
Analisis Banjir Sungai Sesayap Malinau Kota Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Fayiz, Naufal Muhammad; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.27

Abstract

Rain with high intensity, which causes an overflow in the Sesayap river is one of causes of flooding. Overflow in Sesayap River also can be happened by many factors, which one is failed existing cross-section which cannot accommodate the existing water because the cross-sectional reservoir decreases and causes flooding, and also based on the Spatial Plan of Malinau Town, the area will be developed into a central office area and development integrated residential area in Malinau Town. Then, its importamt to analyze the flooding of the Sesayap River in Malinau Town using the Zhong Xing HY21. This analysis requires a hydrological analysis to earn design flood discharge. The method being use is the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with a Q50 year return period. After getting the design flood discharge, a flood propagation analysis was carried out using Zhong Xing HY21. The Results found that all villages were flooded with  flood area is 51.93 km2. Therefore, an Emergency Action Plan was made with a priority to evaluate the villages of Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Town, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, and Malinau Hilir.Hujan dengan intensitas yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya luapan di sungai Sesayap merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Terjadinya luapan di Sungai Sesayap disebabkan banyak faktor juga, salah satunya kegagalan penampang yang ada yang tidak bisa menampung air yang ada dikarenakan tampungan penampang terkurangi lalu banjir, dan juga berdasarkan rencana RTRW Malinau Kota, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi daerah pusat perkantoran dan pengembangan daerah pemukiman terpadu di Malinau Kota. Maka dari itu diperlukan analisis banjir Sungai Sesayap di Malinau Kota menggunakan Zhong Xing HY21. Analisis tersebut membutuhkan hidrologi pengalisisan untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q50 th. Setelah mendapatakan debit banjir rancangan, maka dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan Zzhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 51,93 km2. Maka dibuat Rencana Tindak Darurat dengan prioritas evkausai desa Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Kota, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, dan Malinau Hilir.
Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih di Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Harso, Reni Meidha; Haribowo, Riyanto; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.36

Abstract

Desa Kemiri merupakan desa yang terletak di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Penduduk desa mayoritas adalah peternak sapi perah dan penduduk desa masih mengandalkan pengambilan air secara manual untuk pemenuhan kebutuhan air sehari hari karena memang belum ada jaringan perpipaan yang memfasilitasi pendistribusian air bersih di desa tersebut, yang mana di desa tersebut pada saat musim kemarau sering mengalami krisis air bersih. Menyikapi hal tersebut dalam studi ini membahas tentang perencanaan sistem distribusi air bersih yang dapat membantu dari pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Kemiri. Perencanaan jaringan air bersih dalam studi ini menggunakan aplikasi WaterCAD V8.i. Selain itu, dilakukan perhitungan rencana anggaran biaya dan analisa ekonomi. Hasil simulasi jaringan air bersih menggunakan aplikasi software WaterCAD V8.i menunjukan kondisi hidraulik sebagai berikut, kecepatan aliran dalam pipa berkisar 0,10 – 1,26 m/dt, kehilangan tinggi tekan dalam pipa berkisar 0,41 – 11,65 m/km, tekanan pada junction berkisar 4,29 - 8,705 atm, dan klorin yang tersisa 0,35 – 0,40 mg/l. Perhitungan analisa ekonomi didapatkan harga jual air sebesar Rp 1.421.97, dan analisa payback period adalah 13,7 tahun dengan harga proyek sebesar Rp 2,061,150,000.00
Evaluasi dan Pengembangan Jaringan Distibusi Air Bersih di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan Samsuri, Rifka Melania Kusumaningtyas; Haribowo, Riyanto; Siswoyo, Hari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.41

Abstract

A drinking water supply system (SPAM) Sekaran was located in Sekaran District, Lamongan Regency, had served 12 villages for their clean water needs by Perum Jasa Tirta I. In the development plan until 2040 there was an additional 1 service area, namely Taji Village. In this study, an evaluation of the existing conditions was carried out by carrying out simulations to see the hydraulic conditions in the existing network. This evaluation was used to a reference for carried out development planning in 2040 in the future. In planning the development will be simulated using the help of the WaterCAD V8i program. Based on the final results of the simulation with the help of the WaterCAD V8i program, development planning was carried out by adding components such as a booster pump, so that the hydraulic conditions of the clean water distribution network could meet the predetermined SNI criteria. The calculation of the Budget Plan (RAB) needed in the planning work of developing a clean water distribution network was Rp. 3,151,621,990.00. The calculation of the economic analysis with an interest rate of 3,50% and a development age of 20 years states that the Benefit Cost Ratio (BCR) is 1.48727, Net Present Value (NPV) is Rp. 130.382.543.01/year, Internal Rate Return (IRR) of 7,96%, and the selling price of water is Rp. 4,551.29/m3. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sekaran yang terletak di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan ini telah melayani 12 desa untuk kebutuhan air bersihnya oleh Perum Jasa Tirta I. Pada perencanaan pengembangan hingga tahun 2040 terdapat penambahan 1 daerah layanan yaitu Desa Taji. Dalam studi ini dilakukan suatu evaluasi kondisi eksisting dengan melaksanakan simulasi untuk melihat kondisi hidrolis yang ada pada jaringan eksisting. Evaluasi ini dijadikan sebagai acuan untuk melaksanakan perencanaan pengembangan tahun 2040 kedepan. Dalam perencanaan pengembangan akan disimulasikan menggunakan bantuan program WaterCAD V8i. Berdasarkan hasil akhir simulasi dengan bantuan program WaterCAD V8i perencanaan pengembangan dilakukan dengan penambahan komponen seperti pompa booster, sehingga pada kondisi hidrolis jaringan distribusi air bersih dapat memenuhi kriteria SNI yang telah ditentukan. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan dalam pekerjaan perencanaan pengembangan jaringan distribusi air bersih ini sebesar Rp 3.151.621.990,00. Perhitungan analisa ekonomi dengan tingkat suku bunga 3,50% dan usia guna pembangunan 20 tahun menyatakan bahwa nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,48727, Net Present Value (NPV) sebesar Rp 130.382.543,01/tahun, Internal Rate Return (IRR) sebesar 7,96%, dan harga jual airnya sebesar Rp 4.551,29/m3.
Studi Penilaian Kinerja dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Sungai Bajak di Kota Semarang Nugroho, Faishal Dary; Sholichin, Moh.; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.37

Abstract

Menurunnya fungsi sungai dan prasarana sungai berdampak pada berkurangnya fungsi pemenuhan air dan pengendalian daya rusak air. Kegiatan pemeliharaan diperlukan dalam mempertahankan sungai dan prasarana sungai. Studi ini bertujuan untuk memperoleh hasil nilai kinerja dan AKNOP sungai dan prasarana sungai di lokasi penelitian dengan identifikasi dan analisis tingkat kerusakan serta perhitungan biaya AKNOP sesuai dengan yang tertuang dalam Pedoman SE Dirjen SDA No. 5/2016. Hasil studi menunjukkan bahwa penilaian kinerja Sungai Bajak di Kota Semarang rata-ratanya adalah 55,02% dengan rekomendasi pemeliharaan korektif. Satu ruas sungai bagian kanan dan kiri yang mendapatkan rekomendasi pemeliharaan rehabilitatif yaitu pada ruas km1+800 - km1+900, serta 4 ruas sungai bagian kiri dengan pemeliharaan preventif pada ruas km0+000 - km0+400, dan sisanya dengan rekomendasi pemeliharaan korektif. Penanganan dipriotitaskan terhadap ruas yang mendapatkan rekomendasi pemeliharaan rehabilitatif, lalu preventif, serta korektif.  Total Nilai AKNOP (Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan) untuk Sungai Bajak di Kota Semarang adalah sebesar Rp. 2.716.600.000,00. The decrease in the function of river and river infrastructure has an impact on reducing the function of fulfilling water and controlling the destructive power of water. Maintenance project is needed in maintaining the river and river infrastructure. The purpose of this study is to obtain the value of performance assessment and AKNOP of river and river infrastructure at the research site by identifying and analyzing the level of damage and calculating the costs of AKNOP in accordance with the SE Guidelines of Dirjen SDA No. 5/2016. The results of this study showed that the average performance of the Bajak River in Semarang City is 55.02% with corrective maintenance recommendations. There is a section on the right and the left side of the Bajak river that receive recommendations for rehabilitative maintenance, namely the km1+800 - km1+900 section, and there are 4 left river sections that receive preventive maintenance recommendations, namely the km0+000 - km0+400 section, while the rests of the river section are recommended with corrective maintenance. Maintenance is prioritized for sections that receive recommendations for rehabilitative, then preventive, and corrective maintenance. The total value of AKNOP for the Bajak River in Semarang City is Rp. 2,716,600,000.00.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Menggunakan Program Linier Pada Daerah Irigasi Manikin Kabupaten Kupang Kharistanto, Robertus Tegar Kurnia; Limantara, Lily Montarcih; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.42

Abstract

Manikin Area of Irrigation irrigates 201.87 hectares of rice fields, located in NTT which is known for its long dry season, this directly affects the availability ofwater for irrigation. So that the availability of water during the dry season is sufficient and can irrigate the fields, optimization is carried out on the area of plants to be irrigated using the available water availability with the linear programming method in order to get the optimal planting area and the benefits obtained are also more optimal. This study was conducted by optimizing the existing cropping pattern and adding three alternative cropping patterns as an option at 80% (dry), 50% (normal), and 30% (wet) discharge. After optimizing all mainstay discharges, the average water balance which can only be met by 80% of the fulfilled period can be maximized to 100% of the fulfilled period, with details for the existing planting intensity of 200%, and a profit of Rp. 4,643,010,000, alternative 1 has a planting intensity 269.78%, anda profit of Rp. 6,234,664,440, alternative 2 has a planting intensity of 300%, and a profit of Rp. 6,915,540,000, alternative 3 has a planting intensity of 269.78%, and a profit of Rp. 5,854,139,490. Alternative 2 cropping pattern with rice-paddy/peanutrice was chosen as the best one to implement because it has an optimal planting intensity of 300% and a profit of Rp.6,915,540,000 per year, which is greater than Rp. 2,272,530,000 from the profit of the existing cropping pattern which is only Rp. 4,643,010,000 per year. Daerah Irigasi Manikin mengairi sawah seluas 201,87 hektar, terletak di NTT yang dikenal dengan musim kemarau panjang, hal tersebut secara langsung berpengaruh pada ketersediaan air untuk irigasinya. Agar ketersediaan air saat musim kemarau tercukupi dan dapat mengairi sawah, dilakukan optimasi pada luas areal tanaman yang akan diairi menggunakan ketersediaan air yang ada dengan metode program linier supaya mendapatkan luasan tanam yang optimal dan keuntungan yang didapat juga lebih optimal. Studi ini dilakukan dengan pengoptimalan pola tanaman di lapangan dan penambahan tiga pola tanam alternatif sebagai pilihan pada debit andalan 80% (kering), 50% (normal), dan 30% (basah). Setelah dioptimasi pada semua debit andalan, rerata neraca air yang hanya dapat tepenuhi 80% periode tercukupi dapat di maksimalkan ke 100% periode tercukupi, dengan rincian untuk eksisting memiliki intensitas tanam 200%, dan keuntungan Rp.4.643.010.000, alternatif 1 memiliki intensitas tanam 269,78%, dan keuntungan Rp.6.234.664.440, alternatif 2 memiliki intensitas tanam 300%, dan keuntungan Rp.6.915.540.000, alternatif 3 memiliki intensitas tanam 269,78%, dan keuntungan Rp.5.854.139.490. Pola tanam alternatif 2 dengan tanaman padi- padi/kacang tanah-padi dipilih sebagai yang terbaik untuk dilaksanakan karena memiliki intensitas tanam yang optimal 300% dan keuntungan sebesar Rp.6.915.540.000 per tahun lebih besar Rp. 2.272.530.000 dari keuntungan pola tanam eksisting yang hanya Rp.4.643.010.000 per tahun.
Rasionalisasi Kerapatan Pos Stasiun Hujan dan Pos Duga Air Sub DAS Pacal dengan Metode Stepwise Yanuar Wicaksono, R. Fajar; Limantara, Lily Montarcih; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.33

Abstract

Dalam kegiatan perencanaan serta pengembangan sumber daya air, dibutuhkan data hidrologi dengan kuantitas dan kualitas data yang akurat. Kualitas data yang dimaksud adalah bahwa data dapat menggambarkan kondisi hidrologi sesuai dengan yang terjadi di lapangan, seperti apakah data hujan berkaitan dengan data debit yang ada. Penyebaran pos stasiun hujan di suatu wilayah serta nilai kerapatannya dapat mempengaruhi tingkat kesalahan rerata suatu data hidrologi. Rasionalisasi kerapatan pos stasiun hujan dan pos duga air dilakukan dengan metode Stepwise dan standar WMO pada Sub DAS Pacal. Data yang digunakan adalah data hujanusebagai variabelibebas dan dataodebit sebagai variabeloterikat dengan panjang data selama 10 tahun. Metode Stepwise ini merupakan metode stastistika yang dapat mengetahui pos hujan mana yang berkorelasi secara signifikan terhadap data debit. Standar WMO dapat mengetahui kebutuhan minimal jumlah pos hujan berdasarkan karateristik geografi suatu daerah. Hasil analisis pada studi ini didapatkan rekomendasi dengan kombinasi 2 dan 3 pos stasiun hujan. Kombinasi antara pos stasiun hujan Gondang dan pos stasiun hujan Tretes/Pacal merupakan kombinasi yang paling rasional apabila menggunakan 2 pos stasiun hujan dengan koefisien determinasi sebesar 50,41% dan dengan koefisisen thiessen masing-masing sebesar 31,46% dan 68,54%. Kombinasi antara pos stasiun hujan Gondang, Klepek, dan Pajeng merupakan kombinasi yang paling rasional apabila menggunakan 3 pos stasiun hujan dengan koefisien determinasi sebesar 47,70% dan dengan koefisisen thiessen masing-masing sebesar 37,60%, 28,39 % ,dan 34,00 %. Kedua kombinasi ini telah memenuhi standar minimum WMO dan masing-masing pos hujan juga memiliki peran yang sama-sama efektif dan efisien.In planning and developing water resources, hydrological data with accurate quantity and quality is required. The quality of the data in question is that the data can describe the hydrological conditions following what is happening in the field, such as whether the rain data is related to the existing discharge data. The distribution of rainfall station in an area and their density values can affect the average error rate of hydrological data. The rationalization of the density of the rain station post and water level station was carried out using the Stepwise method and the WMO standard in the Pacal sub-watershed. The data used is rain data as the independent variable and debit data as the dependent variable with a data length of 10 years. This Stepwise method is a statistical method that can find out which rainfall station are significantly correlated with discharge data. The WMO standard can determine the minimum requirement for the number of rainfall station based on the geographical characteristics of an area. The results of the analysis in this study obtained recommendations with a combination of 2 and 3 rainfall station. The combination of Gondang rainfall station and Tretes/Pacal rainfall station is the most rational combination when using 2 rain stations with a coefficient of determination of 50.41% and a Thiessen coefficient of 31.46% and 68.54%, respectively. The combination of Gondang, Klepek, and Pajeng rainfall stations is the most rational combination when using 3 rain stations with a coefficient of determination of 47.70% and a Thiessen coefficient of 37.60%, 28.39%, and 34,00%. Both of these combinations have met the minimum WMO standards and each rain post also has an equally effective and efficient role.
Analisis Banjir Sungai Remu Kota Sorong Papua Barat Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Analysis of the Remu River Flood Sorong City West Papua Using the Zhong Xing HY21 Application Siregar, Muhammad Rafi; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.40

Abstract

Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya luapan di Sungai Remu merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Sorong. Terjadinya banjir di sekitar Sungai Remu disebabkan banyak faktor juga, salah satunya perubahan tata guna lahan di bagian hulu yang mengalami perubahan menjadi lahan pertanian, dan juga kegagalan penampang yang ada tidak bisa menampung air yang menyebabkan banjir. Maka dengan adanya hal tersebut perlu dilakukan analisis rambatan banjir Sungai Remu menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Analisis ini membutuhkan perhitungan hidrologi dan statistika untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q25 th. Setelah mendapatkan debit banjir rancangan, kemudian dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 2.183 km2. Sehingga dibuatnya Rencana Tindak Darurat sangat penting dengan membuat kelas prioritas dengan urutan evakuasi yaitu, Remu Selatan, Remu Utara, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, dan Malaingkedi.High rainfall causes overflow in the Remu River which is one of the causes of flooding in Sorong City. The occurrence of flooding around the Remu River is also caused by many factors, one of which is the change in land use in the upstream area which has changed to agricultural land, and also the failure of the existing cross section to not be able to accommodate water which causes flooding. So with this, it is necessary to analyze the flood propagation of the Remu River using the Zhong Xing HY21 application. This analysis requires hydrological and statistical calculations to obtain the design flood discharge. The use of the method with the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with Q25 th. After getting the design flood discharge, then a flood propagation analysis was carried out using the Zhong Xing HY21 application. Based on the results of the analysis, it was found that all villages were flooded with a total flood area of 2,183 km2. So it is very important to make an Emergency Action Plan by making priority classes in the order of evacuation, namely, South Remu, North Remu, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, and Malaingkedi.
Analisis Keruntuhan Bendungan Telaga Pasir Kabupaten Magetan Melalui Simulasi HEC-RAS dan Berbasis InaSAFE Siregar, Jeremi Ishak; Dermawan, Very; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.04

Abstract

Bendungan Telaga Pasir yang berada pada Kabupaten Magetan adalah salah satu bendungan alam (telaga alami) yang terdapat di Indonesia. Bendungan Telaga Pasir berfungsi untuk penyediaan air irigasi dan sebagai tempat wisata. Selain fungsi tersebut, Bendungan Telaga Pasir juga tidak lepas dari resiko dari terjadinya sebuah keruntuhan bendungan seiring dengan usia bendungan yang semakin menua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengerti besarnya debit banjir rancangan maksimum pada wilayah daerah tangkapan air Bendungan Telaga Pasir, mengetahui sebaran banjir akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir berdasarkan simulasi HEC-RAS 5.0.7, mengetahui klasifikasi tingkat bahaya, dan estimasi kerugian ekonomi yang disebabkan keruntuhan Bendungan Telaga Pasir berbasis InaSAFE. Hasil analisis menunjukkan debit banjir maksimum PMF dari metode HSS Nakayasu didapatkan sebesar 56,285 m3/dt, maka dilakukan simulasi keruntuhan bendungan menggunakan HEC-RAS 5.0.7 dari beberapa skenario. Luas sebaran genangan banjir terluas akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir yaitu seluas 14,496 km2 dengan ketinggian banjir maksimum 34,61 m. Berdasarkan hasil sebaran banjir yang dimasukan pada aplikasi InaSAFE maka keruntuhan Bendungan Telaga Pasir dikategorikan bahaya banjir tingkat tinggi. Estimasi kerugian ekonomi yang ditanggung oleh pemerintah dan warga Kabupaten Magetan yang terdampak akibat keruntuhan Bendungan Telaga Pasir penduduk sebesar Rp. 154.225.241.802. Telaga Pasir Dam is one of Indonesia's natural lakes which provides irrigation water and tourist spot. Despite that, Telaga Pasir Dam is not free from the risk of a dam break along with the age of the dam. The purpose of this study is to determine the maximum flood discharge in the Telaga Pasir Dam catchment area, the flood inundation due to the collapse of Telaga Pasir Dam based on the HEC-RAS 5.0.7 simulation, to classify the hazard level of the collapse, and to estimate the economic losses caused by the collapse of the dam using InaSAFE. The analysis results show that the PMF discharge from Nakayasu method is 56,285 m3/sec. Which then, is used in HEC-RAS for several scenarios. The maximum area affected by the collapse of Telaga Pasir Dam is 14,496 km2 with a maximum flood height of 34.61 m. Based on the results of the flood distribution entered into the InaSAFE program, the collapse of Telaga Pasir Dam is categorized as a high-level flood hazard. The estimated economic loss caused by the collapse of the Telaga Pasir Dam is Rp. 154.225.241.802.
Analisis Erosi dan Arahan Konservasi Lahan pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Berbasis Sistem Informasi Geografis Imani, Reyhan Satya; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.05

Abstract

Daerah Aliran Sungai Gembong sering terjadi bencana banjir terutama bagian hilir serta perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penanganan untuk mereduksi permasalahan di DAS Gembong dengan melakukan usaha konservasi berupa perencanaan Checkdam. Dalam menentukan nilai erosi dan sedimentasi menggunakan model ArcSWAT. Model ini memerlukan 4 tahap yaitu delineasi DAS, pengelolaan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan data kedalam database, kemudian melakukan simulasi. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rerata erosi  14,19 ton/ha/tahun, rerata sedimentasi 5,97 ton/ha/tahun, dan rerata volume sedimen sebesar 771,5 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi (IBE) kondisi eksisting didapat 2 kriteria yaitu rendah seluas 1166,62 ha dan sedang seluas 2019,78 ha. Hasil dari perencanaan Checkdam yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan lahan DAS Gembong menunjukkan penurunan volume sedimen sebesar 65,72 %. Setelah dilakukan perencanaan Checkdam untuk hasil Indeks Bahaya Erosi kondisi skenario didapat 2 kriteria dengan perbedaan luas yaitu rendah bertambah luasan menjadi 3128,09 ha dan penurunan luas pada kondisi sedang menjadi 58,31 ha. Gembong watershed is often flooded especially downstream and changes land use that cause erosion and sedimentation. From those problems to reduce problem in Gembong watershed, need conservation especially Checkdam construction. In determining the value of erosion and sedimentation using ArcSWAT model. This model need 4 process, the first is watershed delineation, management of the Hydology Response Unit (HRU), input data to database, then running simulations.The result from simulation, average erosion value is 14,19 tons/ha/year, average sedimentation is 5,97 tons/a/year, and average sediment volume is 771,5 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Index (EHI) have 2 criteria, low level of 116,62 ha area and medium level of 2019,78 ha area. The result of Checkdam design that was adjusted to the land capacity Gembong watershed showed a reduce in sediment volume of 65,72 %. For the crireria of the Erosion Hazard Index in low level conditions increased to 3128,09 ha area and the medium level condition decreased to 58,31 ha area.