cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Perencanaan Sistem Distribusi Air Bersih di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi Cahyani, Sylvia Regita; Haribowo, Riyanto; Sholichin, Mohammad
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.10

Abstract

Watukebo Village is one of the villages located in Wongsorejo District, Banyuwangi Regency with the problem of water crisis. The Bajulmati Reservoir as a reserve water storage container is planned to be a solution to the problem of the water crisis that occurred in Watukebo Village. It is necessary to have facilities and infrastructure to realize this solution by planning a clean water distribution system in Watukebo Village based on hydraulic, water quality, and economic aspects by using WateraCAD V8i Software. The pipeline network is planned to use GI pipes on transmission lines and HDPE and PVC pipes on distribution lines. Referring to the Law of Ministry of Public Work No. 18/PRT/M/2007 analysis results based on hydraulic aspects and water quality are in accordance with existing standard criteria. The results of this planning study are velocity values ranging from 0.1 to 1.56 m/s, headloss gradient values ranging from 0.16 to 14.96 m/km, pressure values ranging from 0.84 to 5.32 atm, and residual chlorine values ranged from 0.3 to 0.4 mg/l. The calculation of the budget plan is done manually by referring to the Law of Ministry of Public Work No. 28/PRT/M/2016. Total Budget Plan (RAB) obtained is Rp 2.965.300.000.Desa Watukebo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi dengan permasalahan krisis air. Waduk Bajulmati sebagai wadah penyimpanan air cadangan direncanakan menjadi solusi dalam menjawab permasalahan krisis air yang terjadi pada Desa Watukebo. Diperlukan adanya sarana dan prasarana untuk merealisasikan solusi tersebut dengan merencanakan sistem distribusi air bersih di Desa Watukebo berdasarkan aspek hidraulik, kualitas air, dan ekonomi dengan menggunakan bantuan Software WateraCAD V8i. Jaringan perpipaan direncanakan menggunakan Pipa GI pada jalur transmisi  dan  pipa HDPE serta PVC pada jalur distribusi. Mengacu pada Permen PUPR No. 18/PRT/M/2007 hasil analisa berdasarkan aspek hidraulik dan kualitas air sudah sesuai dengan standart kriteria yang ada. Hasil studi perencanaan ini yaitu nilai kecepatan berkisar antara 0,1 – 1,56 m/s, nilai headloss gradient berkisar antara 0,16 – 14,96 m/km, nilai tekanan berkisar antara 0,84 – 5,32 atm, dan nilai sisa klorin berkisar antara 0,3 – 0,4 mg/l. Perhitungan rencana biaya anggaran dilakukan secara manual dengan mengacu pada Permen PUPR No 28/PRT/M/2016. Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperoleh adalah sebesar Rp 2.965.300.000. 
Analisis Kerentanan Intrinsik dan Spesifik Airtanah Terhadap Pencemaran di Sub DAS Amprong, Malang, Jawa Timur Analysis of Intrinsic and Specific Groundwater Vulnerability to Pollution in Amprong Sub-watershed, Malang, East Java Hezron, Yoel Dongan; Asmaranto, Runi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.19

Abstract

Airtanah menjadi sumber air yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perkembangan aktivitas masyarakat di daerah Sub DAS Amprong mengakibatkan potensi airtanah untuk tercemar semakin tinggi. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kerentanan intrinsik dan spesifik airtanah di wilayah Sub DAS Amprong dan mengetahui zonasi kerentanan airtanah berdasarkan klasifikasi kerentanan di wilayah Sub DAS Amprong. Metode analisis pada penelitian kali ini yaitu kerentanan airtanah dengan metode Susceptibility Index (SI) oleh Ribeiro. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah kedalaman muka airtanah, media akuifer, imbuhan airtanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Klasifikasi kerentanan airtanah dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian ini adalah (1) kerentanan intrinsik terdiri atas tingkat kerentanan rendah seluas 149.702 km² kerentanan sedang seluas 173.698 km² dan kerentanan tinggi seluas 9.203 km². (2) Kerentanan spesifik terdiri atas tingkat kerentanan rendah seluas 113.34 km², kerentanan sedang seluas 119.471 km² dan kerentanan tinggi seluas 99.792 km². (3) Kerentanan rendah terdapat di bagian hulu, kerentanan sedang terdapat di bagian tengah dan hilir, dan kerentanan tinggi terdapat pada bagian hilir Sub DAS Amprong.Groundwater is a source of water needed by humans for a living. Population growth in the Amprong sub-watershed causes the potential for groundwater to be polluted to be higher. The purpose of this study was to determine the intrinsic and specific groundwater vulnerability in the Amprong sub-watershed and to determine the zoning of groundwater vulnerability in the Amprong sub-watershed. The method used in this study is groundwater vulnerability using the Susceptibility Index (SI) method by Ribeiro. The parameters used in this study are the depth of the groundwater table, recharge, aquifer media, slope, and land use. The classification of groundwater vulnerability consists of three classes based on the level of groundwater vulnerability, low, medium, and high. The results of this study are (1) Intrinsic vulnerability consists of a low vulnerability of 149,702 km², a medium vulnerability of 173,698 km², and a high vulnerability of 9,203 km². (2) Specific vulnerability consists of a low vulnerability of 113.34 km², a medium vulnerability of 119,471 km², and a high vulnerability of 99,792 km². (3) Low vulnerability is upstream, medium vulnerability is in the middle and downstream, and high vulnerability is downstream of the Amprong sub-watershed.
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Brangkal Bawah Kabupaten Madiun Menggunakan Program Dinamik Shafiya, Adristi; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.22

Abstract

The use of irrigation water is still not optimum because there is a lack of water especially in a dry season. This problem happens because of an unequal distribution, therefore the optimization techniques are needed to optimize the allocation of irrigation water and generate the maximum profit. The optimization techniques that applied in this research is Deterministic Dynamic Program. By using this dynamic program, the problems can be divided into several stages, so that it can get the profits based on the allocation of water for each stage. The constraint function of optimization are the form of land area and the availability of discharge with the objective function is maximum profits. The step of optimization in this research is forward recursive that start from B. Bk 1, B. Bk 2, B. Bk 3, B. Bk 4, B. Bku 1, and B. Bks 1. Then, back tracking method can be used to get the optimum of water allocation path. Based on the optimization results, the increase in the form of land area is 51,25 Ha and the profit is 8,38%. After optimization using a dynamic program, it can be found that the profit in the second planting season is Rp. 5.241.706.263,02, and in the third planting season is Rp. 3.041.485.345,94, with the total profit is Rp. 8.283.191.608,95. Penggunaan air irigasi di Daerah Irigasi Brangkal Bawah masih dirasa belum optimal karena masih sering terjadi kekurangan air terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini terjadi karena pembagian air yang belum merata, oleh karena itu optimasi perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pemberian air irigasi dan didapatkan keuntungan yang maksimal pula. Teknik optimasi yang digunakan dalam studi ini adalah Program Dinamik Deterministik. Dengan menggunakan program dinamik deterministik, problem dipecah menjadi beberapa tahap (stage) sehingga didapatkan keuntungan berdasarkan pemberian air pada tiap tahapnya. Fungsi kendala dari optimasi ini adalah luas lahan dan debit tersedia dengan fungsi tujuan yaitu keuntungan maksimum. Tahapan optimasi pada studi ini adalah Forward Recusrive yang dimulai dari Bk 1, B. Bk 2, B. Bk 3, B. Bk 4, B. Bku 1, dan B. Bks 1. Kemudian dilakukan pelacakan balik (back tracking) untuk mendapatkan jalur yang optimal. Berdasarkan hasil optimasi, peningkatan yang terjadi pada luas tanam sebesar 51,25 Ha dan pada keuntungan sebesar 8,38%. Setelah dilakukan optimasi program dinamik, keuntungan yang didapatkan pada musim tanam II sebesar Rp. 5.241.706.263,02, dan pada musim tanam III sebesar Rp. 3.041.485.345,94 dengan total keuntungan adalah sebesar Rp. 8.283.191.608,95.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Konstruksi Main Dam Pada Bendungan Cijurey Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Arissaputra, Andry Sofyan; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.25

Abstract

Good project management is essential for resource planning and procurement and scheduling of the project itself. The purpose of writing this study is to optimize time, resources, and tools with the most optimal project costs for the construction of the Cijurey Dam Main Dam using the program. The alternative is to increase the duration of working hours and the number of heavy equipment. The problem is analyzed by evaluating the work schedule, with alternatives to solving the acceleration of the project by optimizing the work on the addition of heavy equipment and working hours which will ultimately have an impact on the required cost budget. From the analysis results obtained, the project's normal duration is 687 days. The optimal result of the scheduling alternative was the addition of the duration of working hours with a decrease in the cost budget plan by 0.69% and an acceleration in duration by 22.27%.Manajemen proyek yang baik sangat penting untuk perencanaan dan pengadaan sumber daya dan penjadwalan proyek itu sendiri. Tujuan penulisan studi ini adalah untuk melakukan optimasi waktu, sumber daya dan alat dengan biaya proyek yang paling optimal pada pembangunan Main Dam Bendungan Cijurey dengan menggunakan program. Alternatif yang digunakan adalah dengan menambah durasi jam kerja dan menambah jumlah alat berat.Permasalahan dianalisa dengan mengevaluasi jadwal pekerjaan, dengan alternatif pemecahan percepatan proyek dengan optimalisasi pekerjaan pada penambahan alat berat dan jam kerja yang pada akhirnya akan berdampak pada anggaran biaya yang diperlukan. Dari hasil Analisa didapatkan, durasi normal proyek selama 687 hari. Hasil optimal dari alternatif penjadwalan adalah penambahan durasi jam kerja dengan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 0,69% dan mengalami percepatan durasi sebesar 22,27%.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Konstruksi Conduit Pengelak dan Cofferdam pada Bendungan Cijurey Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Pratama, Ivan Kurnia; Marsudi, Suwanto; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.29

Abstract

The construction of diversion conduit and cofferdam is an engineering work with a fairly large size and involves a lot of resources with various activities. Therefore, efficient and flexible management methods and systems are needed to ensure work can be completed on time and at cost. The purpose of this research is to schedule the construction of a diversion conduit and cofferdam which is part of the Cijurey Dam. Problem analysis is carried out by evaluating the work schedule and providing alternative problem-solving to accelerate the project by optimizing work with the addition of heavy equipment and working hours. With the initial duration of construction being 95 working days, the execution time can be shortened by efficiency of 20% by increasing the number of heavy equipment and by 22.1% by adding additional working hours. This also had an impact on the cost of implementing the project which was efficient by 2.21% and 2.89% due to the addition of heavy equipment and the addition of additional working hours in the implementation of this construction. It can be concluded that the additional duration of working hours requires a smaller budget compared to the option of adding heavy equipment, and was chosen as the best alternative for the efficiency of the work of the diversion conduit and cofferdam of the Cijurey Dam. Pelaksanaan konstruksi conduit pengelak dan cofferdam merupakan pekerjaan rekayasa dengan ukuran yang cukup besar dan melibatkan banyak sumber daya dengan berbagai aktivitas kegiatan. Oleh karena itu, metode dan sistem manajemen yang efisien dan fleksibel diperlukan untuk menjamin pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat biaya. Tujuan pada penelitian ini adalah melakukan penjadwalan pelaksanaan konstruksi conduit pengelak dan cofferdam yang merupakan bagian dari Bendungan Cijurey. Analisis permasalahan dilakukan dengan mengevaluasi jadwal pekerjaan, memberikan alternatif pemecahan masalah guna percepatan proyek dengan optimalisasi pekerjaan pada penambahan alat berat dan jam kerja. Dengan durasi awal pelaksanaan konstruksi selama 95 hari kerja, waktu pelaksanaan dapat dipersingkat dengan efisiensi sebesar 20% dengan penambahan jumlah alat berat dan sebesar 22.1% dengan penambahan jam kerja tambahan. Hal ini juga berdampak pada biaya pelaksanaan proyek yang terjadi efisien sebesar 2.21% dan 2.89% akibat penambahan jumlah alat berat dan penambahan jam kerja tambahan pada pelaksanaan konstruksi ini. Dapat disimpulkan bahwa penambahan durasi jam kerja membutuhkan anggaran yang lebih kecil dibandingkan dengan opsi penambahan alat berat, dan dipilih sebagai alternatif pilihan terbaik dalam efisiensi pekerjaan conduit pengelak dan cofferdam Bendungan Cijurey.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Menggunakan Aplikasi ArcMap Pada DAS Pekalen Hulu Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Rastanto, Ridho Nur Aziz; Sisinggih, Dian; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.32

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Pekalen yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur bermuara di Selat Madura dan bersumber dari Gunung Argopuro dan Gunung Lemongan yang mempunyai luas wilayah sekitar 1.696,17 km2 . Penyebab terjadinya banjir di Probolinggo pada tahun 2018 dan 2019 kemungkinan dikarenakan banyak terjadi penebangan pohon di hulu DAS Kali pekalen yang didominasi pohon sengon pada hutan masyarakat, selain juga diduga akibat perubahan tata guna lahan. Dengan adanya kejadian tersebut, maka diperlukan kajian erosi DAS Pekalen Hulu dengan outlet Bendung Pekalen serta meninjau tingkat bahaya erosi dan arahan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah (ARKLT). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode USLE dan MUSLE, kemudian dibandingkan untuk mengetahui besarnya debit limpasan permukaan dan erosivitas di DAS Pekalen hulu, laju erosi, tingkat bahaya erosi, dan arahan rehabilitasi lahan dan konservasi tanah yang sesuai dengan kondisi DAS. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa curah hujan rancangan periode ulang 1.01 dan 2 tahun masing-masing 82,27 mm 122,74 mm, dan total debit limpasan sebesar 48,35 m3/dt dan 72,13 m3/dt. Erosivitas hujan rata-rata tahunan Stasiun Hujan Condong sebesar 511,09 kJ/ha/tahun, Kertosuko 951,46 kJ/ha/tahun, Segaran 953,02 kJ/ha/tahun, dan Tiris sebesar 1069,86 kJ/ha/tahun. Erosi lahan metode USLE diperoleh sebesar 89,79 ton/ha/tahun, dengan SDR (Sedimen Delivery Ratio) menurut rumus Boyce, 1975 sebesar 11,72 % sehingga didapatkan SY (Sedimen Yield) sebesar 10,52 ton/ha/tahun. Erosi MUSLE dengan periode ulang 1.01 tahun rata-rata sebesar 5,75 ton/ha/tahun,untuk periode ulang 2 tahun rata-rata sebesar 9,03 ton/ha/tahun. Tingkat bahaya erosi didominasi oleh harkat erosi sangat tinggi dengan luas wilayah 6.693,08 ha (39,74 %), harkat erosi sedang dengan luas wilayah 5.051,82 ha (30 %), harkat erosi tinggi dengan luas wilayah 2.653,15 ha (15,75 %), dan harkat erosi rendah dengan luas wilayah 2.443,46 ha (14,51 %). Jadi dapat disimpulkan bahwa DAS Pekalen Hulu didominasi erosi sangat tinggi sebesar 39,74 %. Pola ARLKT yang dilakukan adalah memberikan kebijakan arahan penggunaan lahan yaitu, Kawasan Lindung dengan luas 5.094,76 ha (30,25 %), Kawasan Penyangga dengan luas 10.092,43 ha (59,93 %), dan Kawasan Budidaya dengan luas 1.654,31 ha (9,83 %). The Pekalen Watershed is located in the administrative area of Probolinggo Regency, East Java Province, which empties into the Madura Strait, originates from the springs of Mount Argopuro and Lemongan with an area of about 1.696,17 km2. The cause of the flooding in Probolinggo in 2018 and 2019 was probably due to the large amount of deforestation upstream of the Pekalen watershed, which is dominated by sengon trees in community forests, as well as suspected changes in land use. With this incident, it is necessary to study the erosion of the Upper Pekalen watershed at the outlet of the Pekalen Weir and review the erosion hazard level and recommendation for land rehabilitation and soil conservation (ARLKT). This research was conducted using the USLE and MUSLE methods, then compared to determine the amount of runoff and erosivity in the upstream Pekalen watershed, erosion rate, erosion hazard level, and the recommendation for land rehabilitation and soil conservation in accordance with watershed conditions. Based on the results of the analysis, it is known that the amount of surface runoff using the rational method, where with a design rainfall of 1,01 and 2 return periods respectively, 82,27 mm, 122,74 mm, obtained a total runoff discharge of 48,35 m3/s and 72,13 m3/s. The annual mean rainfall erosivity for each rain station is as follows: Condong Rain Station is 511,09 kJ/ha/year, Kertosuko is 951,46 kJ/ha/year, Segaran is 953,02 kJ/ha/year, and Tiris is 1.069,86 kJ/ha/year. Soil erosion using the USLE method was obtained at 89,79 tons/ha/year, with the SDR (Sediment Delivery Ratio) according to Boyce's formula (1975) of 11,72%, so that the SY (Sediment Yield) was 10,52 tons/ha/year. While MUSLE erosion with a return period of 1,01 years averaged 5,75 tons/ha/year, for 2-years return period is an average of 9,03 tons/ha/year. The erosion hazard level is dominated by very high erosion values with an area of 6.693,08 ha (39,74%), moderate erosion values with an area of 5.051,82 ha (30.00%), high erosion values with an area of 2.653,15 ha (15,75 %), and the erosion value is low with an area of 2.443,46 ha (14,51 %). So, it can be concluded that the Upper Pekalen watershed is dominated by very high erosion of 39,74%. The ARLKT pattern (Recommendation for Land Rehabilitation and Soil Conservation) carried out in the Upper Pekalen watershed is to provide a policy of directing land use, as follows. Protected Areas with an area of 5.094,76 ha (30.25 %), Buffer Areas with an area of 10.092,43 ha (59,93 %), Cultivation Areas with an area of 1.654,31 ha (9,83 %).
Penilaian Indeks Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi Grogol Kabupaten Kediri Dengan Menggunakan Aplikasi Epaksi Khabib, Muhammad Lukman; Siswoyo, Hari; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.34

Abstract

Daerah Irigasi Grogol memiliki luas fungsional sebesar 365 Ha, sebagian daerah tersebut terkena dampak pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang menyebabkan sebagian aset tidak berfungsi. Oleh karena itu penelusuran lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi aset dan menilai kinerja jaringan irigasi pada daerah irigasi Grogol. Setelah dilakukan penelusuran didapat 10 bangunan irigasi dan 3 saluran irigasi hilang dari keseluran bangunan yang berjumlah 45 bangunan dan 23 saluran. Indeks Kinerja Jaringan Irigasi (IKSI) yang didapat dengan aplikasi Epaksi sebesar 69,25% dan metode manual PU sebesar 67,24%. Biaya yang diperlukan untuk perbaikan aset yang rusak sebesar Rp. 46.856.762 yang mencakup 2 saluran rusak dan 2 bangunan pengukur debit yang mengalami kerusakan. Untuk Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan yang dibutuhkan sebesar Rp. 607.954.573.Grogol Irrigation Area has a functional area of 365 Ha, part of the area was affected by the construction of Dhoho Kediri Airport which caused some assets to malfunction. Therefore, field tracing is necessary to find out the condition of assets and assess the performance of irrigation networks in the Grogol irrigation area. After a search, 10 irrigation buildings and 3 irrigation canals were found missing from the buildings, totaling 45 buildings and 23 channels. The Irrigation Network Performance Index (IKSI) obtained by the application of Epaksi was 69.25% and the manual PU method was 67.24%. The cost required for repairing damaged assets amounted to Rp. 46,856,762 which included 2 damaged channels and 2 damaged discharge measuring buildings. For the Real Needs of Operation and Maintenance required is Rp. 607,954,573.
Analisis Hidrokimia dan Kualitas Mata Air di Sub DAS Amprong Malang, Jawa Timur Hydrochemical Analysis and Spring Water Quality in Amprong Sub Watershed Malang, East Java Faqih, Abdurrachman; Bisri, Mohammad; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.30

Abstract

Mata air menjadi salah satu sumber air baku yang digunakan oleh masyarakat di daerah Sub DAS Amprong. Namun tidak adanya data kualitas mata air menjadikan penggunaan mata air kurang effisien dan berbahaya bagi penggunanya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian karakteristik hidrokimia dan kualitas mata air dengan tujuan untuk mengkarakterisasi secara hidrokimia air dari mata air dan untuk mengetahui kualitas mata air dan kesesuaian penggunaanya. metode yang digunakan adalah metode Diagram Trilinear Piper dan Water Quality Index (WQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata air di lokasi penelitian memiliki fasies hidrokimia dengan kekerasan karbonat lebih dari 50% sehingga air didominasi oleh alkali tanah dan asam lemahnya. Untuk kualitas mata air di 5 titik mata air berstatus sangat buruk dengan nilai WQI berkisar antara 75,129 – 79,992 dan hanya sesuai untuk penggunaan sebagai air irigasi, sedangkan untuk mata air MA-3 berstatus buruk dengan nilai WQI 68,729 dan sesuai untuk penggunaan sebagai air irigasi dan industriSprings is one the sources of raw water used by the community in The Amprong Sub-Watershed area. However, the absence spring water quality data makes the use of spring water less efficient and dengerous for its users. Therefore, it is necessary to conduct research on the hydrochemical characteristics and water quality of spring with the aim of knowing the water quality of spring and the suitability of their use. The method used is a the Trilinear Piper Diagram and Water Quality Index (WQI) method. The results showed that the springs at the study site had hydrochemical facies with a carbonate hardness of more than 50% so that the water was dominated by alkaline soil and weak acids. For the water quality of springs at 5 spring sites (MA-1, MA-2, MA-4, MA-5, and MA-6), it has a very poor status with WQI values ranging from 75,129 – 79,992 and is only suitable for use a irrigation water, while for spring at MA-3 it has a poor status and is suitable for use as irrigation and industrial water.
STUDI MANAJEMEN KONSTRUKSI REHABILITASI SALURAN IRIGASI MRICAN KABUPATEN JOMBANG DENGAN METODE FASTTRACK DAN CRASHING Firdaus, Adam Wahyu; Juwono, Pitojo Tri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.23

Abstract

Rehabilitation activities aim to support the productivity of agriculture which functions as a guard for national food security. Rehabilitation activities cannot be separated from time and cost targets, so a good construction management analysis is needed to avoid delays. The purpose of this study is to overcome delays in rehabilitation activities by optimizing project scheduling using the acceleration method. In this study, two optimization methods can be carried out on the Mrican Irrigation Canal rehabilitation project. Two optimization methods that can be used are fasttrack and crashing methods. Fasttrack method is a method of doing two jobs simultaneously or in parallel which causes the productivity of workers per day to increase with a fixed number of workers and heavy equipment, to speed up the duration of the two jobs being carried out. The second way is to use the crashing method by increasing the number of resources where the addition of the number of resources is carried out only on activities that are on the critical path of the project so that it can accelerate the completion of the entire project. From the optimization results using the two methods, the results obtained in terms of time effectiveness of 8.63% and cost efficiency of 3.33% for the fasttrack method, while the effectiveness in terms of time is 10.66% and cost efficiency is 2.92% for crashing method.Kegiatan rehabilitasi bertujuan untuk menunjang suatu produktivitas bagi pertanian yang berfungsi sebagai penjaga ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan rehabilitasi tidak terlepas dari target waktu dan biaya, sehingga diperlukan analisa manajemen konstruksi yang baik agar tidak terjadi keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatasi keterlambatan pada kegiatan rehabilitasi dengan mengoptimasi penjadwalan pada proyek menggunakan metode percepatan. Pada penelitian ini ada dua metode optimalisasi yang dapat dilakukan pada proyek rehabilitasi Saluran Irigasi Mrican. Dua metode optimalisasi yang dapat digunakan yaitu metode fasttrack dan crashing. Metode fasttrack yaitu metode dengan melakukan dua pekerjaan secara bersamaan atau paralel yang menyebabkan produktivitas pekerja per hari menjadi meningkat dengan jumlah tenaga kerja dan alat berat yang tetap, sehingga dapat mempercepat durasi dari dua pekerjaan yang dilakukan. Cara yang kedua adalah menggunakan metode crashing dengan melakukan penambahan jumlah sumberdaya dimana penambahan jumlah sumberdaya yang dilakukan hanya pada kegiatan-kegiatan yang ada pada lintasan kritis proyek sehingga dapat mempercepat penyelesaian dari keseluruhan proyek. Dari hasil optimasi dengan menggunakan dua metode tersebut didapatkan hasil efektivitas dari segi waktu sebesar 8,63% dan efisiensi biaya sebesar 3,33% untuk metode fasttrack, sedangkan efektivitas dari segi waktu sebesar 10,66% dan efisiensi biaya sebesar 2,92% untuk metode crashing.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Menggunakan Program Linier pada Daerah Irigasi Pirang Kabupaten Bojonegoro Triwidianto, Heru; Limantara, Lily Montarcih; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.26

Abstract

The Pirang Irrigation Area has a total area of 1,314 hectares of raw rice fields located in Bojonegoro Regency. The problems that occur in this irrigation area are irregularities in the implementation of cropping pattern that are not according to the plan and the availability of water that cannot meet irrigation needs. Therefore, it is necessary to optimize the available land area and discharge to maximize agricultural profits. Optimization is carried out using a linear programming method with a solver facility in Microsoft Excel. In this study, 1 existing cropping pattern and 4 alternative are planned with 80% and 50% mainstay discharge conditions. The results of the water balance at each cropping pattern before being optimized experienced a water balance deficit with a percentage of 22-25%. However, after optimizing all cropping patterns, none of them experienced a water balance deficit. The optimization results also showed that each alternative cropping pattern experienced an increase in planting intensity and also the benefits of agricultural products compared to the existing cropping pattern at 80% and 50% mainstay discharge conditions. For the best cropping pattern at 80% mainstay discharge conditions, namely alternative 3 (rice ­- peanut - rice) with a planting intensity of 228.33% and a profit of Rp. 54,664,759,359, and in the 50% mainstay discharge condition, alternative 1 was chosen (rice, corn - rice, corn - rice, corn) with a planting intensity of 253.37% and a profit of Rp. 54,099,646,076. Daerah Irigasi Pirang memiliki luas baku sawah 1.314 Ha yang berlokasi di Kabupatern Bojonegoro. Permasalahan yang terjadi pada daerah irigasi ini yaitu penyimpangan pelaksanaan PTT yang tidak sesuai rencana serta ketersediaan air yang tidak dapat mencukupi kebutuhan irigasi. Maka dari itu diperlukanlah pengoptimalan luas lahan dan debit yang tersedia sehingga dapat memaksimalkan keuntungan pertanian. Optimasi dilakukan menggunakan metode program linier dengan alat bantu fasilitas solver pada Microsoft Excel. Pada studi ini direncanakan 1 PTT eksisting dan 4 PTT alternatif dengan kondisi debit andalan 80% dan 50%. Hasil neraca air pada setiap PTT sebelum dioptimasi mengalami defisit neraca air dengan persentase 22-25%. Namun, setelah dioptimasi seluruh PTT tidak ada yang mengalami defisit neraca air. Dari hasil optimasi juga menunjukkan pada setiap PTT alternatif mengalami peningkatan intensitas tanam dan juga keuntungan hasil pertanian daripada PTT eksisting di kondisi debit andalan 80% maupun 50%. Untuk PTT terbaik pada kondisi debit andalan 80% yaitu alternatif 3 (padi - palawija (kacang tanah) - padi) dengan intensitas tanam 228,33% dan keuntungan Rp. 54.664.759.359, serta pada kondisi debit andalan 50% terpilih alternatif 1 (padi, palawija (jagung) - padi, palawija (jagung) - padi, palawija (jagung)) dengan intensitas tanam 253,37% dan keuntungan Rp. 54.099.646.076.