cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Validasi Data Curah Hujan Satelit dengan Data Stasiun Hujan di DAS Ngasinan Hulu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Marta, Silvia Dwi; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.04

Abstract

: Rainfall data is one of the most important data in hydrological analysis, both water resource planning, and water building planning. But in reality, there is often incomplete data availability in the field. This is caused by several factors, both from the environment and data recording. With the development of technology, one of which is a rain satellite that can be used as an alternative to recording rainfall with wide coverage. Satellites that can be used as alternatives in this research are TRMM 3B42RT and GPM V6, where the two satellites collaborate between JAXA and NASA, both of which have different specifications of coverage area. The 3B42RT's TRMM is 0.250 x 0.250 while the V6's GPM is 0.100 X 0.100. This study estimates the accuracy of rainfall forecasts for TRMM 4B42 and GPM V6 at 4 Rain Stations in the Upper Ngasinan Watershed. However, satellite data cannot be used directly, but measurement data must be validated to minimize errors in satellite data, and satellite data can replace the required observation data. A calibration and data validation process is carried out first to determine the performance of each satellite. The calibration in this study uses multiple linear regression with the selection of a combination of variables, which can be used for correction at the validation stage. Statistical parameters used to determine the accuracy of the satellite in the validation process are using the RMSE, NSE, and R (Correlation Coefficient) values. In this study, TRMM 3B42 and GPM V6 satellites can be used at these location points. This is done using a monthly period that produces different validation values on the GPM V6 satellite at the RSR, NSE, and R values of 0.359; 0,917; 0,964. The best validation results on the 3B42 TRMM satellite with RSR, NSE, and R values of 0,245, respectively; 0,946 ; 0,987. Both satellites can be used at the research location because they produce good parameter values. In this study, the rainfall data for TRMM 3B42 has a higher level of accuracy based on the validation results, which is 61,1%, according to field data Data curah hujan merupakan salah satu data yang sangat penting dalam analisis hidrologi, baik perencanaan sumberdaya air atupun perencanaan bangunan air. Namun dalam kenyataan di lapangan sering terjadi ketersediaan data yang kurang lengkap, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor baik dari lingkungan ataupun dari pencatatan data. Dengan berkembangnya teknologi, salah satunya adalah satelit hujan yang mana dapat dijadikan alternatif untuk mencatat curah hujan dengan cakupan yang luas. Adapun satelit yang dapat dijadikan alternatif pada studi ini adalah TRMM 3B42RT dan GPM V6 dimana kedua satelit ini merupakan Kerjasama JAXA dan NASA, keduanya mempunyai spesifikasi yang berbeda dari cakupan wilayahnya saja TRMM 3B42RT sebesar 0,250 x 0,250  sedangkan GPM V6 0,100 X 0,100. Dalam studi ini guna untuk akurasi estimasi curah hujan TRMM 4B42 dan GPM V6 pada 4 Stasiun Hujan di DAS Ngasinan Hulu. Namun data satelit tidak dapat langsung digunakan melainkan harus dilakukan validasi terhadap data pengukuran untuk meminimalisir error pada data satelit dan data satelit dapat menggantikan data obeservasi yang dibutuhkan. Untuk mengatahui seberapa performa dari masing-masing satelit dilakukan terlebih dahulu proses kalibrasi dan validasi data. Kalibrasi pada studi ini menggunakan regresi linier berganda dengan pemilihan kombinasi variabel, yang mana persamaan yang di dapat digunakan untuk mengoreksi pada tahapan validasi. Adapun parameter statistik yang digunakan untuk menentukan tingkat akurasi dari satelit pada proses validasi yaitu menggunakan nilai RMSE, NSE, dan R (Koefisien Korelasi). Dalam penelitian kedua satelit TRMM 3B42 dan GPM V6 dapat digunakan pada titik lokasi tersebut dilakukan dengan menggunakan periode bulanan yang menghasilkan nilai validasi yang berbeda-beda pada satelit GPM V6 pada nilai RSR, NSE ,dan R berturut-turut sebesar 0,359 ; 0,917 ; 0,964. Untuk hasi validasi terbaik pada satelit TRMM 3B42 dengan nilai RSR, NSE, dan R berturut-turut sebesar 0,245 ; 0,946 ; 0,987. Kedua satelit dapat digunakan pada lokasi studi diakarenakan mengahsilkan nilai parameter yang baik. Pada penelitian ini data curah hujan TRMM 3B42 memiliki tingkat keakurasian yang lebih tinggi berdasarkan hasil validasi, yaitu menghasilkan sebesar 61,1% sesuai dengan data lapangan.
Analisis Hidrolika Aliran Final Design Bangunan Pelimpah Samping (Studi Kasus: Bendungan Beringin Sila, Sumbawa) Ashari, Syaiyidati Fitri Nur Khoiriah; Wahyuni, Sri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.31

Abstract

Dam of Beringin Sila is a dam with embankment construction built for irrigation facilities and to overcome the water quantity problem in meeting the needs of the surrounding community. With the large storage capacity of the dam, it is hoped that an area of 2400 hectares of rice fields can be irrigated, and the community's raw water needs can be met. Physical model testing is critical to know the actual flow conditions in a dam. In this study, the physical model of the Beringin Sila Dam was tested, including spillway, the side and transition channels, chute way channel, and stilling basin. This study aims to determine the flow condition of the Sila Dam in the final design condition. This research test focuses on the Q100th, Q1000th, QPMF. Making a model of Sila Dam with a scale of 1:60, which is in the Hydraulics Laboratory of FT UB. The analysis results in this study indicate that spillway, the side channel, transition channel, and chute way channel can flow with return discharges Q100th, Q1000th, QPMF, and in testing the final design model, it is safe against cavitation.Bendungan Beringin Sila merupakan bendungan dengan konstruksi urugan yang dibangun untuk sarana irigasi dan menanggulangi permasalahan kuantitas air dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar. Dengan besarnya kapasitas tampungan pada bendungan, diharapkan seluas 2400 hektar area sawah dapat terairi dan kebutuhan air baku masyarakat dapat terpenuhi. Pengujian model fisik penting untuk dilakukan guna mengetahui kondisi yang sebenarnya untuk aliran pada suatu bendungan. Pada penelitian ini, pengujian model fisik Bendungan Beringin Sila meliputi saluran pelimpah, saluran samping dan transisi, saluran peluncur, dan peredam energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aliran pelimpah Bendungan Sila pada kondisi final design. Pengujian pada penelitian ini difokuskan pada kala ulang Q100th, Q1000th, QPMF. pembuatan model Bendungan Sila dengan skala 1:60 yang berada pada Laboratorium Hidrolika FT UB. Hasil analisis pada pengujian ini menunjukkan bahwa pada bagian pelimpah, saluran samping, saluran transisi dan saluran peluncur mampu mengalirkan aliran dengan debit kala ulang Q100th, Q1000th, QPMF serta pada pengujian model final design aman terhadap kavitasi.
Analisa Indeks Kinerja Sistem Irigasi DI Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Menggunakan Epaksi Kresnanto, Ilham Adi; Wahyuni, Sri; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.05

Abstract

Amandit Irrigation Area is one of the irrigation areas with an area of 5472 Ha located in the Hulu Sungai Selatan Regency. Although it is in the central authority, this irrigation area has several problems, especially the lack of personnel in the implementation of O&M. Therefore, it is necessary to calculate the needs of optimal personnel and also assess the irrigation performance index to maintain the condition and function of assets. The value of Irrigation System Performance Index (IKSI) for the Amandit Irrigation Area is 64.39% (Less Condition) with values in the physical infrastructure aspect are 29.05%, the planting productivity aspect are 10.96%, the O&M supporting facilities aspect are 7.58%, the personnel organization aspect are 8.54%, the documentation aspect are 2.70% and the P3A aspect are 5.56%. However, overall the condition of the assets in this Irrigation Area has a condition with a moderate value based on the results of average physical condition value of the assets, which is 76.72% and the average channel physical condition value is 74.48%. For the calculation of the Real Needs of Operation and Maintenance for the Amandit Irrigation Area including 5 recommended buildings that have a bad condition is Rp. 2,104,942,125.Daerah Irigasi Amandit adalah satu daerah irigasi dalam kewenangan pusat dengan luasan 5472 Ha yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Meskipun berada dalam kewenangan pusat, daerah irigasi ini memiliki beberapa permasalahan terutama kurangnya personil dalam pelaksanaan O&P. Oleh karena itu diperlukan perhitungan kebutuhan personil optimal dan juga penilaian indeks untuk kinerja irigasi untuk mempertahankan kondisi dan fungsi aset. Nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) untuk Daerah Irigasi Amandit adalah sebesar 64,39% (Kondisi Kurang) dengan nilai pada aspek prasarana fisik 29,05%, aspek produktivitas tanam 10,96%, aspek sarana penunjang O&P 7,58%, aspek organisasi personalia 8,54%, aspek dokumentasi 2,70% dan aspek P3A sebesar 5,56%. Tetapi secara keseluruhan kondisi aset yang ada pada Daerah Irigasi ini memiliki kondisi dengan nilai sedang berdasarkan hasil nilai kondisi fisik bangunan rata-rata yakni sebesar 76,72% dan nilai kondisi fisik saluran rata-rata yakni sebesar 74,48%. Untuk perhitungan AKNOP atau Angka Kebutuhan Nyata untuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Daerah Irigasi Amandit termasuk dengan 5 bangunan rekomendasi yang memiliki nilai jelek ialah sebesar Rp. 2.104.942.125.
Analisis Angkutan Sedimen Sungai Welang Pasuruan Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal; Sisinggih, Dian; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.06

Abstract

Welang River is one of the rivers that cross Pasuruan Regency with the upper reaches of the river being on Mount Welirang. The capacity of the Welang River is no longer able to accommodate and flow the magnitude of flood discharge, one of the causes is erosion and sedimentation. Therefore, it is necessary to carry out sediment transport analysis using the HEC-RAS application. To be able to model, several data are needed, including topographic data, dominant discharge data (14,91 m3/second), plan flood data (435,04 m3/second), and gradation data of Welang River sediment grains. Before modeling, it is necessary to calibrate and validate to determine the transport method that is closest to the existing field conditions. Calibration is carried out by conducting sedimentation modeling in 2019 – 2021, the result is the method that is closest to Meyer Peter Muller with an NSE value of 0,69. Sediment transportation modeling carried out for 5 years (2022-2027) found that the magnitude of Welang River sediment transportation was 1,86 x 10 tons per year with changes in aggradation and degradation of an average of 0,4 m. Normalization planning is carried out by improving the slope due to sedimentation with a volume of excavations 110.669 m3, as well as adding an embankment with an average height of 1,4 m so that runoff does not occur.Sungai Welang merupakan salah satu sungai yang melintasi Kabupaten Pasuruan dengan hulu sungai berada di Gunung Welirang. Daya tampung Sungai Welang sudah tidak mampu menampung dan mengalirkan besarnya debit banjir, salah satu penyebabnya adalah karena terjadi erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis angkutan sedimen menggunakan aplikasi HEC-RAS. Untuk dapat melakukan pemodelan dibutuhkan beberapa data antara lain data topografi, data debit dominan (14,91 m3/detik), data banjir rencana (435,04 m3/detik), dan data gradasi butiran sedimen Sungai Welang. Sebelum dilakukan pemodelan, perlu dilakukan kalibrasi dan validasi untuk menentukan metode pengangkutan yang paling mendekati dengan kondisi lapangan yang ada. Kalibrasi dilakukan dengan melakukan pemodelan sedimentasi pada tahun 2019 – 2021, hasilnya adalah metode yang paling mendekati Meyer Peter Muller dengan nilai NSE 0,69. Pemodelan angkutan sedimen yang dilakukan selama 5 tahun (2022-2027) didapatkan bahwa besar angkutan sedimen Sungai Welang adalah sebesar 1,86 x 10 ton per tahunnya dengan perubahan agradasi dan degradasi rata-rata sebesar 0,4 m. Perencanaan normalisasi dilakukan dengan perbaikan slope akibat sedimentasi dengan volume galian sebesar 110.669 , serta penambahkan tanggul dengan tinggi rata-rata 1,4 m agar tidak terjadi limpasan.
Analisis Neraca Air (Water Balance) Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso Kabupaten Pasuruan Wintyaswan, Gevan Rangga; Sumiadi, Sumiadi; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.28

Abstract

One of the watershed areas in Indonesia has been identified as experiencing water balance problems in the Rejoso watershed, Pasuruan Regency, East Java, by looking at the condition of the water balance before and after the Umbulan Regional SPAM raw water was taken. Therefore, it is necessary to take measures for water management and conservation in a measurable, systematic way so that the potential negative impacts can be reduced and controlled. In this study, 2 water balance scenario simulations were also carried out to see whether the availability of water experienced a surplus or deficit using the method FJ Mock uses the Basic Month and Basic Year statistical tests. The discharge reliability level is calculated based on the Distribution Conformity Test examination of 80% with a 20% chance of failure. Calculation of the total Availability of Discharge for Domestic Water Needs, Irrigation, Fisheries, Industry and River Maintenance is 108,562 million m3/year. The Projection of Total Water Demand for Scenario 1 by taking the Umbulan Spring Debit of 4000 lt/sec for Regional SPAM is 116.757 million/m3. Projected Total Water Demand for Scenario 2 (without Industrial Groundwater) by taking Umbulan Spring Debit 5000 lt/sec for Regional SPAM is 67.780 million/m3.Dengan membandingkan keseimbangan air sebelum dan sesudah asupan air baku SPAM Regional Umbulan, ditentukan bahwa salah satu daerah aliran sungai Indonesia, DAS Rejoso di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami masalah dengan keseimbangan air. Oleh karenanya perlu dilakukan langkah-langkah pengelolaan serta konservasi air secara terukur, sistematis agar potensi dampak negatif dapat dikurangi dan dikendalikan. Pada penelitian ini juga dilakukan simulasi skenario neraca air sebanyak 2 kalipercobaan untuk melihat ketersediaan air apakah mengalami Surplus atau Defisit dengan Metode FJ. Mock menggunakan uji statistika Basic Month dan Basic Year. Tingkat keandalan debit dihitung berdasarkan pemeriksaan Uji KesesuaianDistribusi sebesar 80% dengan peluang kegagalan 20%. Perhitungan total Ketersediaan Debit untuk Kebutuhan Air Domestik, Irigasi, Perikanan, Industri dan Pemeliharaan Sungai sebesar 108,562 Juta m3/Tahun. Proyeksi Kebutuhan Air Total untuk Skenario 1 dengan pengambilan Debit Mata Air Umbulan 4000 lt/dt untuk SPAM Regional adalah 116,757 Juta/m3. Proyeksi Kebutuhan Air Total untuk Skenario 2 (tanpa Air Tanah Industri) dengan pengambilan DebitMata Air Umbulan 5000 lt/dt untuk SPAM Regional adalah 67,780 Juta/m3.
Evaluasi Kerentanan Air Tanah Dangkal dengan Menggunakan Metode GOD dan Metode Galdit (Studi Kasus di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan) Putri, Anthea Alviona; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.17

Abstract

Bangil District is one of the sub-districts in Pasuruan Regency which is experiencing a fairly dense population and industrial growth. This had an impact on the more intensive use of groundwater and the increased production of wastewater, so feared that it will cause contamination of groundwater quality. This study aims to determine the value of the parameters that will give the index value of the GOD and GALDIT methods in shallow groundwater, then the results of the index values of the GOD and GALDIT methods are compared with the AVI method, and map the distribution pattern of groundwater vulnerability based on the index values of the three methods. Data was measured using a rollmeter, GPS Garmin 60, pH meter, and a digital thermometer. The results of measuring the index value of the GOD method at 7 water well points has a value of 0.3, while the other at 21 water well points has a value of 0.4 and 0.5, and the index value of the GALDIT method at 23 water well points is 3.0-4.8, while the other at 5 water well points has a value of 5-5.7. The measurement results of the GOD and GALDIT methods has a low and moderate level of vulnerability, while the AVI method has a very high level at all points.  Based on the measurement results, the three methods can be used to identify vulnerabilities at each water well location.Kecamatan Bangil merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pasuruan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan industri yang cukup padat. Hal tersebut berdampak pada penggunaan air tanah yang semakin intensif dan meningkatnya produksi air limbah, sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan pencemaran kualitas air tanah. Studi ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter-parameter yang akan memberikan besar nilai indeks metode GOD dan GALDIT pada air tanah dangkal, lalu hasil nilai indeks metode GOD dan GALDIT dibandingkan dengan metode AVI, serta memetakan pola sebaran kerentanan air tanah berdasarkan nilai indeks ketiga metode. Data diukur menggunakan rollmeter, GPS Garmin 60, pH meter, dan thermometer digital. Hasil pengukuran nilai indeks metode GOD pada 7 titik sumur bernilai 0,3, sedangkan 21 titik sumur lainnya bernilai 0,4 dan 0,5 dan nilai indeks metode GALDIT pada 23 titik sumur bernilai 3,0-4,8, sedangkan 5 titik sumur lainnya bernilai 5-5,7. Hasil pengukuran metode GOD dan GALDIT memiliki tingkat kerentanan rendah dan sedang, sedangkan metode VIF memiliki tingkat sangat tinggi pada seluruh titik. Berdasarkan hasil pengukuran, ketiga metode dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan pada tiap lokasi sumur. 
Analisa Erosi Dan Sedimentasi Waduk Parangjoho Kabupaten Wonogiri Menggunakan Metode MUSLE Dan Peningkatan Kapasitas Tampungan Waduk Palupi, Gema Anggun; Sholichin, Mohammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.11

Abstract

The watershed is a water catchment area so it is vulnerable to erosion and sedimentation problems. Sediment will continue to increase along with the increase in the amount of erosion. This study chose a location in the Parangjoho Reservoir located in Wonogiri Regency, Central Java. The purpose of this study was to estimate the estimated value of erosion and sedimentation. using the Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) method in the Parangjoho watershed, the data needed is the maximum daily rainfall data for 2001-2020 which is used to calculate the design flood discharge value which can be used to calculate the erosion index value of surface runoff, then a soil type map for getting the factor (K), the slope map for the LS factor, the land use map for the CP factor, from the data obtained the erosion and sedimentation rate of 54,898.14 tons/year, the sedimentation rate value of the MUSLE method does not require SDR so that the sedimentation rate value equal to the total erosion value at Parangjoho watershed. After obtaining the sedimentation rate and based on bathymetric data that the useful life of the Parangjoho reservoir has been exceeded, it is necessary to treat it with vegetative and mechanical methods. After that, recalculated after handling the Parangjoho Reservoir, and obtained sediment after the handling scenario of 13,015.33 tons/year and there was an additional volume of 27,417 m3 so that the age for use increased to 11 years.Daerah aliran sungai sebagai daerah tangkapan air sehingga rentan terhadap masalah erosi dan sedimentasi.Sedimen akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah erosi Penelitian ini memilih lokasi di Waduk Parangjoho yang terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.Tujuan penilitian ini adalah memperkirakan nilai pendugaan erosi dan sedimentasi menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation ( MUSLE ) di DAS Parangjoho, data yang diperlukan yaitu, data hujan harian maksimum tahun 2001-2020 yang digunakan untuk menghitung nilai debit banjir rancangan yang dapat digunakan perhitungan nilai indeks erosivitas limpasan permukaan, kemudian peta jenis tanah untuk mendapatkan faktor ( K), peta kemiringan lereng untuk faktor LS, peta tata guna lahan untuk faktor CP, dari data tersebut didapatkan besar laju erosi dan sedimentasi sebesar 54.898,14 ton/tahun, nilai laju sedimentasi metode MUSLE tidak memerlukan SDR sehingga nilai laju sedimentasi sama dengan nilai total erosi pada DAS Parangjoho. Setelah didapatkan besar laju sedimentasi dan berdasarkan data bathimetri bahwa usia guna waduk Parangjoho telah terlampaui maka perlunya melakukan penanganan dengan metode vegetatif dan mekanis. Setelah itu melakukan perhitungan kembali setelah adanya penanganan di Waduk Parangjoho, dan didapatkan sedimen setelah adanya skenario penanganan sebesar 13.015,33 ton/tahun dan terdapat volume tambahan sebesar 27.417 m3 sehingga usia guna bertambah menjadi 11 tahun. 
Studi Pendugaan Erosi dan Sedimentasi Menggunakan Metode USLE dan MUSLE di Waduk Krisak Kabupaten Wonogiri Putri, Dea Anggara; Sholichin, Mohammad; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.12

Abstract

Krisak Reservoir is an outlet of the Krisak watershed located in Singodutan Village, Selogiri District, Wonogiri Regency. The Krisak Reservoir was built in 1943 with a planned reservoir effective life of ± 50 years. The Krisak Reservoir has been operating for 79 years, but changes in land use and high sedimentation rates have resulted in reduced water capacity and useful life of the reservoir. One of the causes of sedimentation in the Krisak Reservoir is erosion. Erosion is caused by changes in land use that tend to pay less attention to soil and water conservation, causing shorter infiltration time and larger surface runoff volume. This study aims to determine the rate of erosion, sedimentation rate, the level of erosion hazard and the criticality of land in the Krisak watershed. In this study, erosion calculations were carried out using the USLE (Universal Soil Loss Equation) and MUSLE (Modified Soil Loss Equation) methods so that the rate of sedimentation entering the Krisak Reservoir could be determined. From the calculation results, it was found that in the USLE method the erosion rate was 57,544.21 m3/year with a sedimentation rate of 16,794.76 m3/year and the MUSLE method obtained the erosion rate equal to the sedimentation rate of 33,473.21 m3/year. So based on the results of the analysis, the level of erosion hazard in the Krisak watershed is Very Light with land conditions that lead to Critical Potential.Waduk Krisak merupakan outlet dari sungai DAS Krisak yang terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Waduk Krisak dibangun pada tahun 1943 dengan rencana usia efektif waduk  50 tahun. Waduk Krisak telah beroperasi selama 79 tahun, namun perubahan tata guna lahan serta tingginya laju sedimentasi mengakibatkan berkurangnya daya tampung air dan usia guna waduk. Salah satu penyebab sedimentasi di Waduk Krisak adalah adanya erosi. Erosi disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang cenderung kurang memperhatikan konservasi tanah dan air sehingga menyebabkan semakin singkatnya waktu infiltrasi dan volume limpasan permukaan yang semakin besar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi, laju sedimentasi, tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan pada DAS Krisak. Dalam studi ini dilakukan perhitungan erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dan MUSLE (Modified Soil Loss Equation) sehingga dapat diketahui besar laju sedimentasi yang masuk ke Waduk Krisak. Dari hasil perhitungan, didapatkan pada metode USLE besar laju erosi sebesar 57.544,21 m3/tahun dengan laju sedimentasi sebesar 16.794,76 m3/tahun dan metode MUSLE didapatkan besar laju erosi sama dengan laju sedimentasi sebesar 33.473,21 m3/tahun. Sehingga berdasarkan hasil analisa, tingkat bahaya erosi pada DAS Krisak adalah Sangat Ringan dengan kondisi lahan yang mengarah ke Potensial Kritis.
Studi Penanggulangan Banjir Dengan Upaya Normalisasi Pada SUngai Sragi Baru Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Roosydi, Yayan Ishad; Priyantoro, Dwi; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.21

Abstract

Sragi Baru River is located in Pekalongan Regency, Central Java Province with a main river length of 60 km. This river is located in Sragi Baru watershed with an area of 254 km2. The cross-sectional capacity of Sragi Baru River is inadequate due to the influence of sedimentation. In this study, the first thing to do was to analyze the design flood discharge, and to model using HEC-RAS 5.0.7 with the analyzed design flood discharge of 644,465 m3 / s. Cross-sectional capacity planning considers the concentration of debris charge in the flow discharge, so that the plan discharge QP = 1.1 × Q25th = 708.912 m3/s. Repairs to the cross-section of the river were carried out with a trapezoidal double cross section with a talud slope of 1:1.5, and eliminated the sediment that occurred so that the Manning roughness coefficient changed to 0.018, and the elongated slope of the river was planned to be 0.00027. Then for the embankment, the ground is planned with a freeboard 1 m, a lighthouse width of 4 m, and a slope of 1: 1.5. Furthermore, The influence of sedimentation on Sragi Baru River results in flood-prone conditions that will occur in the 20 years. In this case, the volume of the resulting deposit amounted to 299,667,311 m3, and the slope became 0.000304. Therefore, it is necessary to carry out river normalization activities in the form of dredging the riverbed to restore cross-sectional capacity to be able to drain the planned flood discharge (QP = 708.912 m3 /s).Sungai Sragi Baru berlokasi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah dengan Panjang sungai utama 60 km. Sungai ini berada pada DAS Sragi Baru dengan luas 254 km2. Kapasitas penampang Sungai Sragi Baru kurang memadai karena akibat dari pengaruh sedimentasi. Pada studi ini, hal yang pertama dilakukan adalah menganalisis debit banjir rancangan, dan melakukan pemodelan menggunakan HEC-RAS 5.0.7 dengan debit banjir rancangan yang telah dianalisis sebesar 644.465 m3/dt. Perencanaan kapasitas penampang mempertimbangkan konsentrasi muatan debris dalam debit aliran, sehingga debit rencana QP = 1,1 × Q25th = 708,912 m3/dt. Perbaikan penampang sungai dilakukan dengan penampang ganda berbentuk trapesium dengan kemiringan talud 1:1,5, dan menghilangkan endapan yang terjadi sehingga koefisien kekasaran Manning berubah menjadi 0,018, dan kemiringan memanjang sungai direncanakan 0,00027. Lalu untuk tanggul urugan tanah direncanakan dengan tinggi jagaan 1 m, lebar mercu 4 m, dan kemiringan 1:1,5. Selanjutnya dilakukan analisis sedimentasi. Pengaruh sedimentasi pada Sungai Sragi Baru mengakibatkan kondisi rawan banjir yang akan terjadi setelah 20 tahun. Dalam hal ini, volume endapan yang dihasilkan sebesar 299.667,311 m3, dan slope menjadi 0.000304. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan normalisasi sungai berupa pengerukan dasar sungai untuk mengembalikan kapasitas penampang agar mampu mengalirkan debit banjir rencana (Qp = 708,912 m3/dt). 
Perencanaan Pengendalian Erosi dan Sedimentasi di DAS Waduk Nawangan Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah Felani, Gita Fitri; Sholichin, Moh.; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.14

Abstract

Nawangan Reservoir accommodates flow of water that is useful for irrigation, resulting in sediment carried by the water flow causing dead storage to be filled with sediment, indicating the reservoir's useful life has been exceeded. This studyoaims to calculate the rate ofoerosion and sedimentation, level ofoerosionohazard and land criticality in an effort to increase the usefulilifeiofithe reservoir that has been exceeded. Also propose handling in the Nawangan watershed that is predicted as a way to manage the troubles. The erosion rate became calculatedousingotheoUSLE. The data needed are rainfall for erosivity (R), soil type for erodibility value (K), slope for LS value, and land use for CP coefficient. The result erosion rate before handling is 70.445.74 tons/ha/year, the SDR calculation it is estimated the sediment is 6.298.19 tons/year. Knowing of the erosion rate, the proposed conservation management uses 2 methods, namely the vegetation and mechanical strategy. The calculation after handling obtained erosion rate is 7.547.03 tons/ha/year with a sediment of 674.74 tons/year. TBE analysis results obtained very light 59,20%, mild 15,77%, moderate 5,72%, subtantial 13,41%, very subtantial 5,91%. The estimation results obtained the useful life of the reservoir by 5 years.