cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
GAMBARAN PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN RISIKO STUNTING PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Lidia Hastuti; Rona Eka Kusuma; Sri Ariyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.948 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.237

Abstract

Background: More than half of stunted children under five in the world come from Asia, which is 55%. Stunting is one of the nutritional problems in toddlers that has become a global concern in recent years, especially in low and middle-income countries including Indonesia. One of the factors that influence the incidence of stunting is the role of the family. Families play a role in dealing with children with stunting from pregnancy to fulfillment of nutrition after the baby is born. Objective: to identify the description of the role of the family in preventing the risk of stunting in the working area of the Sungai Kakap Public Health Center, Kubu Raya Regency. Methods: This type of research is descriptive quantitative, with a total sample of 153 respondents selected by purposive sampling. The instrument of data collection was using a questionnaire developed by the researcher. Univariate data analysis using frequency distribution. Results: There are four aspects that are measured in the role of the family, namely the provision of nutrition since pregnancy with a good category of 71.9%, nutritional intake in the good category of 68.6%, exclusive breastfeeding with a good category of 83.0%, and parenting in the family with a good category of 70.6%. Conclusion: the role of families in dealing with children with stunting in the working area of ​​the Sungai Kakap Public Health Center is in the good category.
HUBUNGAN ANTARA FUNGSI KOGNITIF DENGAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA Kamsari Kamsari; Riyanto Riyanto; Dedeh Husnaniyah; Dewi Fadhilah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.285 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.238

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan seseorang yang memasuki usia 60 tahun keatas serta usia yang telah memasuki tahap akhir dari fase kehidupannya, lansia juga dikategorikan sebagai suatu kelompok yang disebut Aging Process atau proses menua. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Patrol Kabupaten Indramayu Tahun 2022. Metode: penelitian ini merupakan penelitaian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dengan desain cross sectiona, menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 98 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar MMSE. Hasil penelitian: fungsi kognitif pada lansia dari 98 responden di dapatkan hasil yang memiliki gangguan fungsi kognitif berat sebanyak 5 responden (5,1%), yang memiliki gangguan fugsi kognitif sedang sebanyak 33 responden (33,7%), dan yang normal sebanyak 60 responden (61,2%). Interaksi sosial baik sebanyak 54 responden (56,1%), dan interaksi sosial yang kurang baik sebanyak 44 responden (44,9%). Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa fungsi kognitif dengan kemampuan interaksi sosial pada lansia mempunya hubungan dengan hasil (p-value 0,010). Kata kunci : Fungsi kognitif Lansia, Interaksi sosial lansia
DETERMINAN KEPATUHAN MAHASISWA TINGKAT III DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Rossiani Rossani Rossiani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.241 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.239

Abstract

Abstract Covid-19 is a disease that affects the respiratory tract. Health education is carried out to prevent transmission. Covid-19 can affect all ages, especially the elderly and children. The government and the cross-sectoral community cooperate in tackling the spread so that it does not spread. This study aims to determine whether there is a relationship between compliance with knowledge, behavior, attitudes and policies in preventing the transmission of Covid-19 for third grade students of Bethesda Serukam Akper in 2022. The research method used is descriptive quantitative research with a Cross Sectional approach or cross-sectional study. total sampling technique 31 respondents. The analysis used univariate bivariate, using Chi Square statistical test. If the p value (0.05), it means that there is a significant relationship. There are two variables that have a significant relationship, namely between knowledge and compliance, p value = 0.008, meaning p> 0.05 and policy with compliance, p value = 0.000, meaning p> 0.05. There is a relationship between compliance with knowledge and policies with compliance in preventing the transmission of Covid-19 in third-level students at the Bethesda Serukam Akper in 2022. Covid-19 penyakit yang mengenai saluran pernapasan. Pendidikan kesehatan dilakukan untuk mencegah penularan. Covid-19 dapat mengenai semua usia, terutama lansia dan anak-anak. Pemerintah bersama masyarakat lintas sektoral bekerjasama dalam menanggulangi penyebaran supaya tidak meluas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepatuhan dengan pengetahuan, perilaku, sikap dan kebijakan dalam pencegahan penularan Covid-19 mahasiswa tingkat III Akper Bethesda Serukam Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional atau studi potong lintang, teknik total Sampling 31 orang responden. Analisis yang digunakan univariat bivariat, menggunakan uji statistic Chi Square. Apabila p value ≤ α (0,05), artinya ada hubungan yang bermakna. Terdapat dua variabel yang mempunyai hubungan bermakna yakni antara pengetahuan dengan kepatuhan nilai p value =0,008 artinya p > 0.05 dan kebijakan dengan kepatuhan nilai p value =0,000 artinya p > 0.05. Ada hubungan antara kepatuhan dengan pengetahuan dan kebijakan dengan kepatuhan dalam pencegahan penularan Covid-19 pada mahasiswa tingkat III di Akper Bethesda Serukam tahun 2022. Kata Kunci: Determinan Kepatuhan, Mahasiswa Pencegahan Covid-19 Abstrak
PENGARUH KONSUMSI PROTEIN TINGGI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA Mubin Barid
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.038 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.240

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan dengan sectio caesarea membawa dampak tersendiri pada diri ibu, terutama pada fisik ibu terdapat luka pada area perineum. Komplikasi umum yang terjadi dalam proses penyembuhan luka ialah infeksi.. Untuk itu ibu perlu memiliki tingkat konsumsi gizi yang baik terutama protein. Asupan protein yang cukup dapat mengoptimalkan laju penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsumsi protein tinggi terhadap proses penyembuhan luka pada pasien pasca operasi sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Proses untuk dilakukan tinjauan sistematis dijelaskan secara rinci didalam pedoman.Hasil: Dari 10 jurnal yang direview menyebutkan pemberian konsumsi protein tinggi mendapatkan hasil yang signifikan dan berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka pada pasien pasca sectio caesarea. Sebagian besar responden yang diberikan intervensi konsumsi protein tinggi mengalami proses penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan responden yang tidak di berikan intervensi. Kesimpulan: Pemberian konsumsi tinggi protein berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Heltty Heltty; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.245

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by the body's inability to use glucose, fat and protein due to insulin deficiency or insulin resistance which results in an increase in blood glucose levels. Type II DM is estimated to rank seventh in the cause of death in the world in 2030. Indonesia is the only country in Southeast Asia that contributes the most to the prevalence of diabetes cases in Southeast Asia. Control of high blood sugar levels needs to be done. DM sufferers need to grow confidence in themselves that they are able to control their blood sugar levels independently. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and blood glucose levels in Type II diabetes mellitus patients. This type of research was a quantitative study using a cross sectional study design, with a sample of 75 respondents. Based on the statistical test results, the results obtained were X2 count > X2 table and the Fisher's Exact Test value was 0.000 < ɑ 0.05. There was a relationship between self-efficacy and blood glucose levels in type II DM patients and based on test results the phi coefficient (φ) is obtained (φ) = 1,000 which means that it indicates a strong relationship between self-efficacy and blood glucose levels in type II diabetes mellitus patients. Growing confidence in individuals needed to carry out independent care at home
PENGGUNAAN ROBOTIC SURGERY PADA OPERASI PROSTATEKTOMI : LITERATURE REVIEW Heru Nurinto; Masfuri Masfuri; Tuti Herawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.247

Abstract

Robotic surgery atau robotic-assisted surgery memiliki peran penting dalam tindakan pembedahan. Salah satu teknologi informasi di bidang kesehatan ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam tindakan operasi yang memiliki kelebihan dibanding teknik operasi lainnya. Tindakan prostatektomi dengan bantuan robot lebih banyak memberikan manfaat daripada operasi terbuka. Tujuan dari telaah literatur ini untuk mengetahui berbagai kelebihan robotic surgery pada operasi prostatektomi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review yang berfokus pada pemanfaatan robotic surgery pada prostatektomi. Penggunaan robotic surgery pada operasi prostatektomi memiliki banyak kelebihan dibanding dengan metode operasi terbuka. Kelebihan tersebut diantaranya dapat menurunkan length of stay (LOS), menurunkan readmisi atau penerimaan kembali pasien rawat inap dengan keluhan yang sama, risiko venous thromboembolism (VTE) tinggi tidak terjadi, menghemat biaya, dan dapat menghasilkan peningkatan fungsi berkemih.
DIGGING THE ROOTS OF LOCAL HERBALIST IN BUKIDNON Pilar Villahermosa Domagsang; Theresa Linda N. Painagan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.249

Abstract

In the Philippines, common stories of the curative effects of the herbs were tested by traditional healers on their patients on a trial and error basis. In the province of Bukidnon, few studies relate to the unevaluated practice of herbal medicine. Nonetheless, stories of “Binisaya” or “Mananambal” – the local term for herbalists are most dwellers seek and depend on their health and relief from illnesses. This study embarked on qualitative inquiry to understand the lived experiences and uncover stories that trace the tradition and practices of the key players and partners in our communities in promoting health. The research employed a qualitative phenomenological design. Data management utilized NVivo 7 and the analysis of findings was drawn following Colaizzi’s descriptive-interpretive principles. Purposive sampling led to the conduct of key informant interviews to nine (9) respondents within Bukidnon. There are seven major themes that surfaced in the stories of local herbalists: (1) Existence is driven by Extraordinary mission; (2) Essential roles and regard in the community; (3) Extreme experiences of healing; (4) Extensive use of herbal resources with explicit measures and timing; (5) Exclusivity of prayer, ritual and sacrifices; (6) Evidence of living in simplicity; and (7) Service that is worth Emulating. The findings help us better understand the cultural, personal, and traditional considerations in the usage of herbal medicines giving emphasis on how these practices on healing methods brought wellness to the people. Keywords: Herbalist, Mananambal, Traditional Medicine, Phenomenology
KESEHATAN MENTAL DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA PELAKU DOTI DI HALMAHERA UTARA Lidia M Dihongo; Desi Desi; John R Lahade
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.250

Abstract

Abstrak Keberadaan doti/santet menggunakan ilmu magis di sebuah daerah tidak terlepas dari latar belakang masalah sosial, psikis dan ekonomi dan budaya serta kepercayaan yang saling berkaitan. Kepercayaan terhadap doti merupakan warisan turun-temurun dari leluhur untuk melanjutkan doti tersebut dengan dalih sebagai jimat/pelindung diri. Pada beberapa kesempatan, doti dapat digunakan untuk menyerang ataupun mengobati individu dari serangan doti. Penelitian ini memberikan jawaban bagaimana kesehatan mental dan gambaran subjective well being pelaku ilmu magis “tukang obat doti” di Halmahera Utara. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini guna menggali data di enam partisipan yang berasal dari dua Desa yang ada di Halmahera Utara dimana partisipan tersebut merupakan para “tukang obat doti”. Hasil dari penelitian ini didapatkan tiga tema besar yaitu motif dan praktik doti pada lintas generasi, serta doti sebagai media peningkatan kesehatan mental, pemaknaan diri dan kebahagiaan : hidup di lingkungan praktik doti. Pelaku ilmu magis “tukang obat doti” mempunyai kesehatan mental yang bisa dikatakan baik walaupun ada beberapa tekanan pada kehidupan pelaku doti. Mereka mempunyai cara untuk bisa mengatasi perasaan negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental, cara pelaku doti dalam menjaga kestabilan mental yaitu dengan menggunakan ilmu magisnya untuk membantu orang lain yang terkena doti.
SISTEM KERJA SHIFT PERAWAT DENGAN STRES KERJA DI RUANG RAWAT INAP 6B RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Agung Setiyadi; La Ode Jamaludin; Intan Parulian
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.268

Abstract

Stres kerja adalah rasa tekanan yang dialami pekerja dalam mengatasi pekerjaan mereka. Stres di tempat kerja adalah masalah yang berkembang dalam perekonomian saat ini di mana pekerja menghadapi pekerjaan yang berlebihan, ketidaknyamanan pekerjaan, kepuasan kerja yang rendah, dan kurangnya otonomi. Salah satu penyebab stres kerja adalah lingkungan kerja dan peraturan jam kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara pengaturan kerja shift perawat dan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 39 responden, partisipan pada penelitian ini ditentukan menggunakan total sampling. hasil penelitian ini diperoleh bahwa perawat merasa nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 51,3% orang dan yang merasa tidak nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 48,7% orang. kemudian sebanyak 6 perawat memiliki stres kerja ringan 15,4%, dan sebanyak 64,1% perawat memiliki stres kerja sedang, dan 20,5% perawat memiliki stres kerja berat. Hasil uji statistik yang diperoleh nilai p value = 0,023 lebih kecil dari 0,05, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja di ruangan rawat inap 6B Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sehingga sangat penting bagi pihak terkait untuk memberikan keleluasaan kepada perawat untuk memilih jadwal sesuai dengan kebutuhannya dengan tetap memenuhi kewajibannya sebagai perawat dan karyawan rumah sakit. Kata kunci: Sistem Kerja Shift; Stres Kerja; Perawat
ANALISIS FAKTOR RESIKO STUNTING DI KECAMATAN MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG Diajeng Wulandari Budjana; Nurul Isnaini; Muhammad Hatta
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.269

Abstract

ABSTRACT The prevalence of stunting in Southeast Asia 2020 reached 30.1% or 51.1 million children under five in 2020 (UNICEF/WHO/World Bank Group, 2021). Stunting is a developmental disorder experienced by children due to poor nutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. Children are defined as stunted if their height for age is more than two standard deviations below the median WHO child growth standard (WHO, 2015). Indonesia occupies the 2nd highest stunting position for toddlers at 31.8%. Lampung is included in five provinces that have nutritional problems with an acute category of 18.5% (SSGI, 2021). From this figure, Tulang Bawang Regency contributed to the stunting incidence of 32.24% (Health Profile of Lampung Province, 2019). This type of research is quantitative with a descriptive research design. By using the Total Sampling technique, the sample in this study was 88 stunted toddlers aged 0-59 months in Menggala District, Tulang Bawang Regency in 2022. The results showed that a history of abnormal birth weight (59.1%), history of abnormal birth length (76.1%), history of not exclusive breastfeeding (87.5%), infectious diseases (54.5%), lack of health services and immunization (64.8%), female gender (55.7%), age at risk (34.1%), lack of mother's knowledge (64.8%), negative parenting pattern (63.6%), high the father's body is in a low category (31.8%), the mother's height is in the less category (13.6%), the mother's education is in a low category (76.1%), the working mother category is (53.4 %), low family income category (94.3%), number of family members >4 (46.6%), unavailability of food (56.8%), unhealthy environmental sanitation category (52.3%). Suggestion: this research is expected to be knowledge or can improve understanding of the problem of stunting in children, Abstrak Prevalensi stunting di Asia Tenggara pada tahun 2020 mencapai angka 30,1% atau 51,1 juta balita di tahun 2020 (UNICEF/WHO/World Bank Group, 2021). Stunting ialah gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan menurut usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak WHO (WHO, 2015). Indoneisa menempati posisi stunting balita tertinggi ke-2 sebesar 31,8%. Dari hasil SSGI, Lampung termasuk dalam lima provinsi yang mempunyai masalah gizi dengan kategori akut yaitu sebesar 18,5% (SSGI, 2021). Dari angka tersebut, Kabupaten Tulang Bawang menyumbang angka kejadian stunting sebesar 32,24% (Profil Kesehatan Provinsi Lampung, 2019). Tujuan penelitian mengetahui distribusi frekuensi faktor resiko stunting di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Dengan menggunakan teknik Total Sampling, sample dalam penelitian ini adalah 88 balita stunting usia 0-59 bulan di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat berat badan lahir tidak normal (59,1%), riwayat panjang badan lahir tidak normal (76,1%), riwayat tidak ASI Eksklusif (87,5%), penyakit infeksi (54,5%), kurang nya pelayanan kesehatan dan imunisasi (64,8%), jenis kelamin perempuan (55,7%), usia berisiko (34,1%), kurang nya pengetahuan ibu (64,8%), pola asuh negative (63,6%), tinggi badan ayah kategori kurang (31,8%), tinggi badan ibu kategori kurang (13,6%), pendidikan ibu kategori rendah (76,1%), kategori ibu bekerja (53,4%), kategori pendapatan keluarga rendah (94,3%), jumlah anggota keluarga >4 (46,6%), ketersediaan pangan yang tidak tersedia (56,8%), kategori sanitasi lingkungan tidak sehat (52,3%). Saran: penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan atau dapat meningkatkan pemahaman menganai masalah stunting pada anak, diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian yang berhubungan faktor pada stunting yang terjadi pada anak dan di tambahkan dengan faktor yang mempengaruhi.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue