cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
HUBUNGAN SELF EFFICANCY TERHADAP KECEMASAN PADA CANDIDAT PERAWAT VOKASI PEMULA DALAM KOMPETENSI KEGAWATDARURATAN ERA POST PANDEMI Yektiningsih, Erwin; Rahmawati, Erni; Kosasih, Muhammad Ikhwan; Suryaningsih, Yeni; Muchin, Enur Nurhayati; Risnasari, Norma 0
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.284

Abstract

Latar belakang: Masa post pandemic, Mahasiswa keperawatan vokasi diharuskan untuk menguasai kompetensi keperawatan kegawatdarutan secara maksimal secara pengetahuan, psikomotor, dan afektif, padahal ketika pandemic proses pembelajarn dilakukan secara terbatas melalui daring, sehingga dapat mempengaruhi self efficancy yang mempengaruhi keyakinan diri dalam penguasaan kompetensi keperawatan kegawatdarutan dapat terganggu. Sehingga mahasiswa dapat mempengaruhi gangguan dalam proses pembelajaran kecenderungan mengalami gangguan psikologis kecemasan yang berdampak mempengaruhi kualitas lulusan perawat profesional. Tujuan: mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kecemasan pada mahasiswa keperawatan vokasi Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah mahasiswa keperawataan di jenjang D-III di Jawa Timur berjumlah 517 orang dan diperoleh sampel sebanyak 114 orang. Dipilih menggunakan teknik puposive sampling. Variabel independen adalah self efficancy dan variabel dependent kecemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan modefikasi kuesioner baku yang telah valid dan reliabel. Kuesioner general self-efficacy scale (GSES) dari Schwarzer dan Jerusalem dan kecemasan dari skala Zung. Analisis data menggunakan Spearman-rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat self efficacy baik sebesar 44,7%, cukup 39,5% dan kurang 15,8%. Sedangkan tingkat kecemasan katagori normal 78,9%, ringan 7,9%, sedang 10,6%, dan berat 2,6%. Analisa data memiliki hubungan signifikan self efficacy terhadap kecemasan (r=0,308, ρ value = 0,001). Kesimpulan: Hasil penelitian menyarankan perencanaan bagi institusi pendidikan keperawatan untuk membentuk karakter self efficacy melalui pembekalan praktek kegawatdarutan secara spesifik oleh ahlinya serta pembentukan karakter sofskill dengan penguatan mental dengan pendekataan psikologis melalui konseling kesehatan jiwa dan ahli motivator.
EFEKTIVITAS POSISI TIDUR SEMIFOWLER 45° TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE Afriani, Ria; C, M. Robby Fajar; Wardani, Nuniek Setyo; Manurung, Sondang
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.291

Abstract

Latar Belakang: Congestive heart failure mengalami paroxysmal nocturnal dyspnea yang mengakibatkan terganggunya kualitas tidur. Penatalaksaan keperawatan untuk mengatasi gangguan kualitas tidur yaitu efektivitas posisi tidur semifowler 45°. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas posisi tidur semifowler 45° terhadap kualitas tidur pada pasien CHF di ruang ICCU. Metode: Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain “pre-post test without control group”. Besarnya sampel menggunakan teknik total sampling shingga didapatkan sampel 33 responden yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner The Pittsburgh Sleep Quality Index. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai p: 0,001 (<0,05). Hasil Penelitian:Berdasarkan hasil pengolahan data pada 33 responden didapatkan penurunan skor kualitas tidur rata-rata responden sebelum dan sesudah pemberian posisi semi fowler sebesar 4,24%. Skor rata-rata kualitas tidur sebelum pemberian posisi semi fowler sebesar 12,15 menjadi 7,91 sesudah pemberian posisi semi fowler. Hasil uji alternatif menggunakan uji Wilcoxon, didapatkan hasil nilai p<0,001 (<0,05), yang berarti terdapat efektivitas posisi semi fowler 45o terhadap kualitasjtidur pada pasien Congestive HeartjFailure.Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji beda rerata, terdapat berbedaan bermakna pre dan post intervensi, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh dari intervensi Posisi Semi Fowler 45° terhadap kualitas tidur pada pasien Congestive Heart Failure di RSUD Koja.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TEKANAN DARAH PADALANSIA HIPERTENSI Neviami, Jeni; Wirakhmi, Ikit Netra; Hanum, Fauziah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.292

Abstract

Tekanan darah seseorang secara konsisten melampaui 140/90 mm Hg, komunitas medis menjulukinya sebagai penderita hipertensi. Degenerasi terjadi dengan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih memahami peran usia, genetika, makanan, olahraga, dan merokok dalam perkembangan hipertensi pada lansia. Dalam studi kuantitatif seperti ini, metode studi cross-sectional biasanya digunakan. Survei terhadap 100 orang digunakan untuk memperoleh data untuk penelitian ini, dan metode pengambilan sampel adalah pengambilan sampel probabilitas dengan simple random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa penyebab hipertensi terbanyak pada lansia adalah faktor usia, yaitu sebanyak 78 orang (78.00%). riwayat penyakit dalam keluarga sebanyak 74 orang (75.51%) mempunyai faktor status gizi dalam rentang obesitas derajat 1 24 orang (24.00%) mempunyai faktor aktivitas fisik dalam rentang buruk dan aktivitas merokok adalah yang terbesar. Terdapat korelasi yang signifikan secara statistik antara variabel genetik dan tekanan darah (p0,000), antara aktivitas fisik dan tekanan darah (p0,000), dan antara merokok dan tekanan darah (p0,000). Korelasi antara usia dan tekanan darah ditemukan menggunakan uji Spearman Rank, dengan tingkat signifikansi 0,000. Usia, keturunan, nutrisi, olahraga, dan merokok semuanya berperan dalam menentukan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Pekuncen, menurut penelitian.
GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA Kamsari, Kamsari; Musthofa, Ali; Firdaus, Ilham
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.298

Abstract

Latar belakang: Hipertensi pada lansia banyak terjadi di Kabupaten Indramayu data hipertensi di Indramayu menunjukkan angka 49.458 jiwa, dan di Wilayah Kerja Puskesmas Lelea menunjukan angka kejadian hipertensi pada lansia sebanyak 2.507 jiwa. Pencegahan hipertensi pada lansia dapat di dukung oleh pengetahuan keluarga yang baik karena lansia perlu mendapatkan bimbingan, dan arahan untuk melakukan pencegahan hipertensi. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lelea. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, populasi pada penelitian ini yaitu keluarga yang mempunyai lansia hipertensi yang berjumlah 2.507 responden, adapun teknik pengambilan sample menggunakan random sampling sebanyak 96 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil: pengetahuan keluarga tentang pencegahan hipertensi pada lansia , sebanyak 52,6% responden dengan pengetahuan cukup, sebanyak 28,9% responden pengetahuan baik, dan sebanyak 17,5% responden pengetahuan kurang. Kesimpulan : pengetahuan keluarga di katagorikan cukup. Saran dari penelitian ini institusi kesehatan untuk lebih memberikan penyuluhan tentang pencegahan hipertensi agar keluarga mengatahui cara pencegahan hipertensi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PHBS DAN PROTOKOL KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN ANAK DI USIA SEKOLAH SELAMA PASCA PANDEMI COVID 19 Dewi, Apri Rahma
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.300

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit dari virus dan telah menginfeksi jutaan orang sehingga menyebabkan kematian yang tinggi diseluruh dunia. Banyak kelompok rentan terserang Covid-19, anak usia sekolah menjadi salah satu kelompok rentan terjangkit dan menularkan Covid-19 diakrenakan banyak yang terinfeksi namun tidak menimbulkan gejala. Anak usia sekolah juga memiliki kemampuan yang terbatas dalam mengelola perilaku hidup bersih serta pengetahuan yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah mengenai PHBS dan protocol kesehatan selama dan pasca pandemic Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode quasy experiment without control group. Subjek penelitian ini sebanyak 50 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner kurang pengetahuan untuk mengukur tingkat pengetahuan. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 50 responden diperoleh nilai p value 0,000 yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan mengenai PHBS dan protokol kesehatan terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah. Kesimpulan dari penelitian edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dan protocol Kesehatan sangat diperlukan termasuk anak – anak supaya mampu menerapkan pola hidup sehat sejak dini serta dapat mencegah terjadinya dan penularan Covid-19.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERAWAT DALAM ORIENTASI PASIEN BARU DENGAN KEPUASAN PASIEN Ayomi, Restu Dwi; Suroso, Jebul
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.304

Abstract

Latar Belakang: Kualitas pelayanan perawat merupakan rasa kepedulian, respon dan keramahanperawat melayani pasien yang sedang dalam proses pemulihan dari penyakit untuk mencapaikepuasan pelayanan. Orientasi pasien baru adalah kesepakatan perawat memberikan asuhankeperawatan antara perawat dengan pasien ataupun keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kualitas pelayanan perawat dalam orientasi pasien baru terhadap kepuasan pasien diRumah Sakit Islam Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif denganpendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap berjumlah 95 responden.Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitianmenggunakan lembar kuisioner dengan uji chi square. Hasil: Penelitian ini menunjukan p value sebesar0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan kualitas pelayanan perawat dalam orientasi pasien barudengan kepuasan pasien. Kualitas pelayanan perawat dalam orientasi pasien baru menunjukan bahwa52 responden (54,7%) menyatakan berkualitas. Kepuasan pasien rawat inap menyatakan puasberjumlah 66 responden (69,5%). Kesimpulan: Ada pengaruh hubungan antara kualitas pelayananperawat dalam orientasi pasien baru dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Islam Purwokerto.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Natikoh, Natikoh; Wirakhmi, Ikit Netra; Haniyah, Siti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.305

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menyebabkan semakin banyaknya permasalahan kesehatan yang dialami lansia akibat kurangnya aktivitas fisik, seperti gangguan kualitas tidur.. Seiring bertambahnya usia lansia akan menyebabkan berbagai perubahan pada penurunan fungsi fisik, fisiologis, dan psikologis tubuh, perubahan tersebut dapat memengaruhi aktivitas fisik sehingga dapat menurunkan kualitas tidur pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Pekuncen. Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 100 orang lansia. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Physical Activities Scale for Erderly (PASE) dan Kuesioner Kualitas Tidur (KKT). Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur sebagian besar dalam kategori buruk sebanyak 85 lansia (85,0%), aktivitas fisik dalam kategori buruk sebanyak 77 lansia (77,0%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur dengan p value 0,000 dengan nilai coefficient correlation sebesar 0,571. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Pekuncen.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DIET MIND PADA LANSIA DENGAN SPMSQ Riyaningrum, Wahyu; R, Reflan Fadillah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.309

Abstract

Abstrak Dimensia adalah penyakit dimana fungsi kognitif seseorang memburuk dibandingkan beberapa bulan atau tahun sebelumnya. Orang dengan demensia mengalami kesulitan dengan jenis kemampuan kognitif tertentu paling umum memori atau ingatan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik respon usia, jenis kelamin, pendidikan, hasil SPMSQ dan mengetahui tingkat pengetahuan diet dan hubungan pengetahuan diet pada lansia terutama tentang diet MIND dengan hasil SPMSQ di Posyandu lansia RW.06 Desa Talok timur Kecamatan Bumiayu. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah Lansia di posyandu lansia RW.06 Desa Talok Timur Kecamatan Bumiayu yang berjumlah 20 orang responden dengan Teknik menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner. Analisis yang digunakan yaitu korelasi. Berdasarkan pada hasil penelitian yaitu karakteristik responden usia rata-rata lansia berada pada kategori lansia muda (66-74 tahun) dengan jumlah 11 orang responden (55%). Sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 16 orang (80%), dan tingkat pendidikan terakhir responden menunjukan bahwa rata-rata responden hanya berpendidikan sampai tingkat sekolah dasar atau SD yaitu dengan jumlah 13 orang (65%). Tingkat pengetahuan mengenai diet MIND pada lansia berada pada kategori cukup dengan jumlah responden yaitu 9 orang (45%). Hasil correlations menunjukkan skor sig.(2-tailed) sebesar 0.001 < 0.005, yang berarti ada hubungan antara pengetahuan diet mind dan SPMSQ. Kata kunci : Dimensia, Diet MIND, Lansia, SPMSQ
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA Lestari, Meli Mugi; Wirakhmi, Ikit Netra; Triana, Noor Yunida
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.310

Abstract

Ketika seseorang memasuki usia lanjut, ia mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikis. Pada dasarnya masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia adalah kecemasan. Kecemasan adalah perasaan subjektif dari ketegangan mental, reaksi umum karena tidak mampu menyelesaikan masalah atau kurang rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia antara lain: usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan dan pekerjaan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah populasi sampling dengan jumlah responden sebanyak 217 orang dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita kecemasan terbanyak berusia antara 50 dan 74 tahun yaitu sebanyak 158 responden (72,8%), mayoritas responden adalah perempuan atau sebanyak 158 responden (72,8%). Diantaranya memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sebanyak 183 responden (84,3%), sebagian besar responden sudah menikah, sebanyak 194 responden (89,4%), sebagian diantaranya sudah bekerja. sebanyak 120 responden (55,3%) dan sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasan ringan sebanyak 139 orang (64,1%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lansia rentan mengalami kecemasan karena sebagian besar lansia tidak banyak beraktivitas, kehilangan peran sosial dan tinggal jauh dari keluarga. Para lansia mengatakan mereka sering terbangun di malam hari, kurang tidur, merasakan otot kaku, sering buang air kecil, naik turun tempat tidur, duduk bersebelahan namun diam, dan tenggelam dalam emosi satu sama lain saat berbicara dengan teman. mudah iritasi, mudah berkeringat. Dan memiikirkan tentang menyembuhkan penyakit yang diderita para lansia.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT Agusthia, Mira; M. Noer, Rachmawaty; Susyiantri, Tetty
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i2.314

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis resisten obat merupakan penyakit yang mengharuskan pasien untuk menjalani pengobatan yang lama sehingga dapat mengakibatkan stres. Stres yang dialami oleh pasien tuberkulosis resisten obat dapat mengurangi kepercayaan diri dan bentuk penerimaan pasien TB terhadap penyakitnya sangatlah beragam. Akan tetapi, pasien TB cenderung memiliki respon negatif terhadap penyakitnya misalnya kecemasan, depresi, menarik diri, isolasi sosial dan sampai pada krisis efikasi diri. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan efikasi diri pada pasien tuberkulosis resisten obat di wilayah Kabupaten Karimun. Metode : kuantitatif dengan pendekatan crosssectional pada 30 pasien yang terdiagnosa tuberkulosis resisten obat dengan menggunakan teknik total sampling dan analisa menggunakan Chi- Square. Hasil : diketahui responden yang memiliki tingkat stres pasien pada kategori sedang dan berat sebanyak 11 responden atau 36,67 % sedangkan ringan sebanyak 8 responden atau 26,67 %. Pada efikasi diri pasien dengan kategori baik yaitu 18 responden (60%) lebih banyak dibandingkan dengan responden dengan efikasi diri yang kurang sebanyak 12 responden (40%). Hasil analisis menggunakan Chi Square menunjukkan terdapat hubungan tingkat stres dengan efikasi diri pada pasien tuberkulosis resisten obat di wilayah Kabupaten Karimun (p value = 0,001). Kesimpulan : terdapat hubungan tingkat stress dengan efikasi diri pada pasien tuberkulosis resisten obat di wilayah Kabupaten Karimun. Saran : Dalam hal ini sebagai perawat perlu adanya pengkajian pada masalah psikososisal seperti stress dan efikasi diri pada pasien TB RO untuk menentukan intervensi manajeman stress yang tepat dan untuk meningkatkan efikasi diri. Kata Kunci : Stres, Efikasi Diri, Tuberkulosis Resisten Obat

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue