cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
PERBANDINGAN EFEK POVIDONE IODINE DENGAN SARI KURMA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS): A LITERATURE REVIEW Hanafi Saputra; Haryanto Haryanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.278 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.202

Abstract

Latar belakang: Luka dapat didefinisikan dengan rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu.Luka adalah terputusnya kontinuitas suatu jaringan karena adanya cedera atau pembedahan. Metode: Pencarian jurmal dilakukan secara elektronik dengan beberapa database, seperti Google Scholar, Pubmed. Keyword yang digunakan adalah date/madu, wound/luka, dan date, serta efektifitas. Hasil penelusuran diseleksi dengan kriteria inklusi PICO frame work (P /Patient: Luka pada mencit, I/Intervention: Terapi madu, O/Outcome: Penyembuhan luka pada mencit menjadi lebih cepat). Setelah diseleksi PICO didapat 4 jurnal untuk review dari tahun 2018-2022, terdiri jurnal nasional dan jurnal international. Tujuan: Tujuan dari review ini untuk melihat efektifitas kurma dalam pennyembuhan luka sayat pada mencit Hasil: Dari hasil review 4 jurnal bahwa kurma efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit Pembahasan: Penggunaan kurma efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih. Kesimpulan: Terapi Kurma efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada mencit.
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS PENYULUHAN KEBERSIHAN GIGI MULUT MELALUI SIMULASI AUDIOVISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI ANAK AUTIS Rahmah Widyaningrum; Ignasia Nila Siwi; Reika Aisya Fajrin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.054 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.204

Abstract

Abstract Background: Autism Spectrum Disorder (ASD) or more familiar with autism is a disorder in the areas of cognitive, emotional, social behavior and social interaction. This disorder makes it difficult for children to carry out daily activities independently, especially personal hygiene. The impact is the occurrence of cavities, bad breath and dental caries. As an effort to reduce this impact is to improve the skills of brushing teeth. One of them is through a dental and oral hygiene counseling program with various simulation methods using audiovisual media. The methods include: Applied Behavior Analysis (ABA), TEACCH, and Lovass' techniques. Objective: To determine the effect of counseling on dental and oral hygiene through the audiovisual media simulation method on the level of tooth brushing skills in autistic children. Method: The research design uses a literature review from various data sources: Sinta, Google Scholar, Pubmed, DOAJ, and Research Gate. The strategy used in the article search was using PICOS, with the keywords: autism OR autism AND brushing skills OR brushing skills AND oral hygiene counseling OR oral hygiene's counseling, with free full text screening. Results: Based on the search results obtained 670 journals, with 5 articles according to the inclusion criteria. The results of a review of 5 research articles showed a significant increase in tooth brushing skills in autistic children from intervention with simulation methods and audiovisual media. Conclusion: Counseling on oral and dental hygiene through audiovisual media simulation methods with several technique approaches (Applied Behavior Analysis (ABA), TEACCH, and Lovass') can improve tooth brushing skills in autistic children. Keywords: Oral Hygiene, Tooth Brushing Skills, Autism. Abstrak Latar Belakang: Autism Spectrum Disorder (ASD) atau yang lebih familiar dengan sebutan autis adalah suatu gangguan pada area kognitif, emosi, perilaku sosial dan interaksi sosial. Gangguan ini membuat anak kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari secara mandiri terutama personal hygiene. Dampaknya adalah terjadinya gigi berlubang, bau mulut dan karies gigi. Sebagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut ialah dengan meningkatkan keterampilan menggosok gigi. Salah satunya melalui program penyuluhan kebersihan gigi dan mulut dengan berbagai metode simulasi menggunakan media audiovisual. Adapun metode tersebut antara lain: teknik Applied Behavior Analysis (ABA), TEACCH, serta Lovass’. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang kebersihan gigi dan mulut melalui metode simulasi media audiovisual terhadap tingkat keterampilan menyikat gigi pada anak autis. Metode: Desain penelitian menggunakan Literature review dari berbagai sumber data: Sinta, Google Scholar, Pubmed, DOAJ, dan Research Gate. Strategi yang digunakan dalam pencarian artikel menggunakan PICOS, dengan keyword: autis OR autism AND keterampilan menyikat gigi OR brushing skills AND penyuluhan kebersihan gigi mulut OR oral hygiene’s counselling, dengan penyaringan free full text. Hasil: Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 670 jurnal, dengan 5 artikel sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil telaah dari 5 artikel penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan keterampilan menyikat gigi pada anak autis dari intervensi dengan metode simulasi dan media audiovisual. Simpulan: Penyuluhan kebersihan gigi dan mulut melalui metode simulasi media audiovisual dengan pendekatan beberapa teknik (Applied Behavior Analysis (ABA), TEACCH, serta Lovass’) dapat meningkatkan keterampilan menyikat gigi pada anak autis. Kata kunci: Kebersihan Gigi Mulut, Keterampilan Menggosok Gigi, Autis.
EFEKTIFITAS PENGKAJIAN NYERI CRITICAL PAIN OBSERVATIONAL TOOL (CPOT) PADA PASIEN KRITIS DENGAN VENTILASI MEKANIK: LITERATUR REVIEW Vivit Wiyandani; Haryanto Haryanto; Mubin Barid; Uswatul Hasanah; Meta Trissya
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.348 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.207

Abstract

Latar belakang: Prevalensi nyeri di ruangan ICU dari hasil penelitian Wahyuningsih (2017) pada 66 pasien kritis dewasa yang terpasang ventilator mekanik menunjukkan sebagian besar mengalami nyeri berusia 18-40 tahun sebanyak 23,3%, usia 41-60 tahun sebanyak 38,3%, lebih dari 60 tahun sebanyak 38,8%, dengan didominasi pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 66,7% sedangkan pada perempuan 33,3%. Metode: Pencarian jurmal dilakukan secara elektronik dengan beberapa database, seperti Google Scholar, Pubmed. Keyword yang digunakan adalah pain/ nyeri, Assesment/penilaian, dan CPOT, serta efektifitas. Tujuan: Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui Efektifitas pekajian nyeri CPOT pada Pasien Kritis dengen Ventilasi Mekanik. Hasil: Terdapat efektifitas pengkajian dengan menggunakan instrument CPOT terhadap pengkajian nyeri pada pasien yang menggunakan ventilator mekkanik di ruangan ICU. Kesimpulan: Pengkajian nyeri dengan menggunakan instrument CPOT efektif dalam menilai nyeri pada pasien di ruangan ICU. Kata Kunci: Penilaian nyeri, Critical Pain Observasional Tool, Pasien Kritis, Ventilasi Mekanik
EFEKTIVITAS MADU DALAM PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: A LITERATURE REVIEW Enggelina Anjani Kaeng; Haryanto Haryanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.102 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.208

Abstract

Abstract Background: The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia continues to increase and according to The International Diabetes Federation (IDF) in 2017 Indonesia was ranked 6th in the world with a total of 10.3 million diabetes cases, which is estimated to increase to 16.7 million in 2045. Purpose: to see the effectiveness of honey in healing foot wounds Diabetes Mellitus. Method: Journal search was conducted electronically using several databases, such as Google Scholar, Pubmed, with keywords used were honey, wounds, and Diabetes and obtained a total of 6 journals. Results: From the results of a review of 4 journals that honey is effective in inhibiting bacterial colonization and accelerating wound healing in people with diabetes mellitus. Conclusion: Honey therapy is effective in healing diabetes mellitus wounds.
PENTINGNYA PELAKASANAAN TIMBANG TERIMA DI RUANGAN PELAYANAN KEPERAWATAN Ardi Wahyudi; Peri Linayani; Rini Apriani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.083 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.216

Abstract

Abstract Background: Nursing services can run well if nursing managers can play a good role with the aim of providing services oriented to patient safety through effective communication. It is done through good handover communication as well. Objective: This study aimed to describe the importance of the implementation of handover the nursing service room. Methodology: This journal review method consists of various steps which include selecting topics to be studied, searching for literature sources, analyzing the literatures and the last stage is the process of writing into a scientific writing. Results: based on a review of the journal, it was found that there was a relationship between the leadership of the head of the room, the function of direction and supervision activities with weigh-in in the nursing service room. Policies related to monitoring and evaluation, as a good communication medium in consideration so that the implementation of SBAR communication can be carried out effectively. Peer support and knowledge support the success of the weigh-in. Weighing can improve patient safety. Conclusion: Weighing in is important in improving patient safety in nursing services. Suggestion: support, monitoring and evaluation on a regular basis so that communication between nurses at the time of weighing can be done through policies and SOPs available in the room as well as information dissemination programs related to weighing and receiving. Abstrak Latar belakang: Pelayanan keperawatan dapat berjalan dengan baik apabila manajer keperawatan dapat berperan dengan baik dengan tujuan pelayanan memberikan pelayanan berorientasi pada keselamatan pasien melalui komunikasi yang efektif. Hal ini dilakukan melalui komunikasi Timbang terima yang baik pula. Tujuan: mengetahui gambaran tentang petingnya pelakasanaan timbang terima di ruangan pelayanan keperawatan. Metodologi: Metode telaah jurnal ini terdiri dari berbagai langkah yang meliputi pemilihan topik untuk ditelaah, pencarian sumber literature, menganalisa sumber literature yang ditemukan dan tahap terakhir adalah proses menulis ke dalam sebuah penulisan ilmiah. Hasil: berdasarkan telaah jurnal didapatkan hasil adanya hubungan kepemimpinan kepala ruangan, fungsi pengarahan dan kegiatan supervisi dengan timbang terima di ruangan pelayanan keperawatan. Kebijakan terkait monitoring dan evaluasi, sebagai media komunikasi yang baik dalam timbang terima agar pelaksanaan komunikasi SBAR dapat dilakukan secara efektif. Dukungan teman sejawat dan pengetahuan mendukung keberhasilan timbang terima. Timbang terima dapat meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulan: Timbang terima penting dalam meningkatkan keselamatan pasien di pelayanan keperawatan. Saran: dukungan, monitoring serta evaluasi secara berkala agar komunikasi antar perawat pada saat timbang terima dapat dilakukan melalui kebijakan dan SPO yang tersedia di ruangan serta program diseminasi informasi terkait timbang terima.
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA PASIEN DIABETES FOOT ULCER Hartono tono; Indri Erwhani; Sri Arianti; Cau Kim Jiu; Wuriani Wuriani; Kharisma Pratama
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.033 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.217

Abstract

Abstract Background: Diabetes mellitus patients with foot ulcers experience stress due to worsening conditions and physical changes, besides that they also feel dissatisfied with the condition of their feet that cannot be normal as previous. In addition, diabetic ulcer sufferers tend to improve their spirituality and be more obedient to the creator by always trying to get closer to God. Objective: This study was to determine the effect of spiritual well-being on life satisfaction of DFU patients at PKU Kitamura Clinic, Pontianak. Methods: This research was a quantitative study with a cross sectional approach, using the Chi Square test with a sample of 100 people. Results: The results of the Chi squared test obtained a p value of 0.599 (> 0.05), there is no relationship between spiritual well-being and life satisfaction in DFU patients at the Kitamura Clinic, Pontianak City. However, the respondents used a spiritual approach to build coping in dealing with the illness they were suffering from. Conclusion: The characteristics of the respondents are mostly in the late elderly group of 37 people. As well as female as many as 58 respondents. The level of spiritual well-being of the majority of respondents in the moderate category is 87 respondents, and 52 respondents have life satisfaction in the satisfied category. Statistically there is no relationship between spiritual well-being and life satisfaction in DFU patients at the PKU Kitamura clinic. However, the spiritual element is able to increase gratitude and satisfaction with the destiny that has been determined by God Almighty. Abstrak Latar belakang: Penderita diabetes mellitus dengan ulkus kaki diabetikum mengalami stress akibat kondisi yang semakin memburuk dan terjadinya perubahan fisik, selain itu mereka juga merasa tidak puas dengan keadaan kaki yang tidak dapat normal seperti dulu. Pada kondisi tertentu, penderita ulkus diabetikum cenderung untuk lebih meningkatkan spiritualnya serta lebih taat kepada sang pencipta dengan cara selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kesejahteraan spiritual terhadap kepuasan hidup pada pasien DFU di Klinik PKU Kitamura Pontianak. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitafif dengan pendekatan cross sectional. menggunakan uji Chi Square. Dengan sample sebanyak, 100 orang. Hasil : Hasil uji Chi squared didapat nilai p value 0,599 (> 0,05), tidak ada hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan kepuasaan hidup pada pasien DFU di Klinik Kitamura Kota Pontianak. Namun demikian pendekatan spiritual digunakan oleh responden untuk membangun koping dalam menghadapi penyakit yang mereka derita. Kesimpulan : Karakteristik responden sebagian besar berada pada kelompok lansia akhir sebanyak 37 orang. Serta berjenis kelamin perempuan sebanyak 58 responden. Tingkat kesejahteraan spiritual responden mayoritas pada kategori sedang sebanyak 87 responden, dan memiliki kepuasan hidup dengan kategori puas sebanyak 52 responden .Secara statistik tidak terdapat hubungan antar kesejahteraan spiritual dengan kepuasan hidup pada penderti DFU di klinik PKU Kitamura. Walau demikian unsur spiritual mampu meningkatkan rasa syukur dan puas akan takdir yang telah di tetapkan oleh tuhan yang maha Esa.
PENGARUH PEER EDUCATOR DENGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMAN 2 KECAMATAN TBT Rini Budiarti; Christin Angelina Febiani; Wayan Aryawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.047 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.218

Abstract

ABSTRACT One of the deadliest pandemics is HIV/AIDS. In 2020, as many as 680,000 people died of AIDS-related diseases and 1.5 million people were newly infected with HIV.(UNAIDS, 2021). The percentage of HIV/AIDS cases according to the productive age group (15-49 years) was 2.9%, dominating the distribution of both HIV and AIDS cases.(MOH RI, 2021). Cases of HIV/AIDS continue to increase in adolescents so that the importance of adolescent knowledge in preventing HIV/AIDS. One of the methods used is the role of peer educator, health workers have the main task of providing education to schools. Starting from this, the counseling approach can change the process of thinking, feeling and healthy behavior. The purpose of the study was to determine the differences in the level of knowledge and attitudes of adolescents about HIV/AIDS before and after peer educator, health worker and control education were conducted at SMAN2 TBT District. This type of quantitative research with a “quasi-experimental” approach takes measurements before and after the education of peer educators, health workers, controls. The population is 314 students. The sampling technique used was simple random sampling. 90 students were divided into 3 groups, namely peer educator, health worker, and control groups. The research instrument was a questionnaire from the 2017 IDHS. The analysis was carried out using univariate, bivariate and multivariate methods. The results showed that there was an effect of increasing adolescent knowledge and attitudes about HIV/AIDS with p-value = 0.001 (<0.05). There are differences in the level of knowledge and attitudes of adolescents with p-value = 0.001 (<0.05). The group that has the most influence on adolescent knowledge is the control group, p-value 0.014 (<0.05). Meanwhile, the attitude of adolescents does not exist because the p-value is 0.502 (> 0.05). Suggestion: regular training, monitoring and evaluation of peer educators is carried out by Puskesmas staff. 001 (<0.05). There are differences in the level of knowledge and attitudes of adolescents with p-value = 0.001 (<0.05). The group that has the most influence on adolescent knowledge is the control group, p-value 0.014 (<0.05). Meanwhile, the attitude of adolescents does not exist because the p-value is 0.502 (> 0.05). Suggestion: regular training, monitoring and evaluation of peer educators is carried out by Puskesmas staff. 001 (<0.05). There are differences in the level of knowledge and attitudes of adolescents with p-value = 0.001 (<0.05). The group that has the most influence on adolescent knowledge is the control group, p-value 0.014 (<0.05). Meanwhile, the attitude of adolescents does not exist because the p-value is 0.502 (> 0.05). Suggestion: regular training, monitoring and evaluation of peer educators is carried out by Puskesmas staff. ABSTRAK Satu dari pandemi paling mematikan adalah HIV/AIDS. Pada tahun 2020, sebanyak 680.000 orang meninggal karena terkait penyakit AIDS dan 1,5 juta orang baru terinfeksi HIV. (UNAIDS, 2021). Presentase kasus HIV/AIDS menurut kelompok umur kelompok umur produktif (15-49 tahun) sebesar 2,9 % mendominasi sebaran kasus baik HIV maupun AIDS.(KEMENKES RI, 2021). Kasus HIV/AIDS terus meningkat pada remaja sehingga pentingnya pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Salah satu metode yang digunakan yaitu peran peer educator, nakes memiliki tupoksi memberikan edukasi ke sekolah. Bertitik tolak hal tersebut pendekatan penyuluhan sehingga dapat merubah proses pikir, perasaan dan perilaku sehat. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah dilakukan edukasi peer educator, nakes dan kontrol di SMAN2 Kecamatan TBT. .Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan “Quasi eksperiment” melakukan pengukuran sebelum dan sesudah dilakukan edukasi peer educator, nakes, kontrol. Populasi sejumlah 314 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling 90 siswa dibagi 3 kelompok yaitu kelompok peer educator, nakes, kontrol. Instrument penelitian kuesioner dari SDKI tahun 2017. Analisis dilakukan dengan univariat, bivariat dan multivariat, Hasil penelitian ada pengaruh peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05). Ada perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05). Kelompok yang paling berpengaruh terhadap pengetahuan remaja adalah kelompok kontrol p-value 0,014(<0,05). Sedangkan terhadap sikap remaja tidak ada karena p-value 0,502(>0,05). Saran: dilakukan pelatihan secara berkala, monitoring dan evaluasi kepada peer educator oleh petugas Puskesmas.
EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM SUNNAH TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELITUS RUMAH PERAWATAN LUKA STOMA INKONTINENSIA Rizal Mustakim; Suriadi Suriadi; Lestari Makmuriana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.957 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.226

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF SUNNAH CUPPING THERAPY ON BLOOD SUGAR LEVELS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS IN CLINNIC OF WOUNDS, STOMA, & INCONTINENCE SAHABAT CARE PONTIANAK WEST KALIMANTAN Abstract Background: Diabetes mellitus is characterized by hyperglycemia, which is a condition that shows an increase in glucose levels in the blood. Sunnah cupping is a method of treatment by removing blood contaminated with toxins or oxidants from the body through the skin surface with cupping points prescribed by the Prophet Muhammad at a time determined by the Prophet SAW as well. However, in Indonesia there has never been a study that looked at the effectiveness between cupping during the Sunnah and cupping outside the Sunnah. Objective: To observe and analyze the effectiveness of Sunnah cupping on blood sugar levels in patients with diabetes mellitus at the “Sahabat Care” Clinic of Wounds, Stoma & Incontinence, Pontianak. Methods: This research is a quasi-experimental design research with the type of "pre-post test nonequivalent control design". The sample of this study was diabetes mellitus patients who used wet cupping which was selected by consecutive sampling method. Blood sugar levels were measured using the Safe Aq Tool. Measurements were made before and after treatment. The hypothesis was tested using the t-Test. Results: It showed that cupping performed at the time of Sunnah was more effective in reducing blood sugar levels at any time with a significant difference (p=0.001). Conclusion: There is a significant difference in the effectiveness of Sunnah cupping therapy on blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. Keywords : Sunnah Cupping, Diabetes Mellitus, Sunnah Time, Blood Sugar Levels EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM SUNNAH TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELITUS RUMAH PERAWATAN LUKA STOMA INKONTINENSIA SAHABAT CARE PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Abstrak Latar Belakang: Diabetes melitus ditandai dengan adanya hiperglikemia, yaitu merupakan keadaan yang menunjukan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Bekam Sunnah merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan titik-titik bekam yang disyariatkan oleh Rasulullah SAW dengan waktu yang ditentukan oleh Nabi SAW pula. Namun, di Indonesia belum pernah ada penelitian yang melihat keefektifan antara bekam di waktu Sunnah dan bekam di luar waktu sunnah. Tujuan: Mengamati dan menganalisis efektivitas bekam Sunnah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Rumah Perawatan Luka, Stoma & Inkontonensia “ Sahabat Care” Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design dengan jenis “pre-post test nonequivalent control design”. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes melitus yang menggunakan bekam basah yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Kadar gula darah diukur menggunakan Alat Safe Aq. Pengukuran dilakukan saat sebelum dan sesudah perlakuan. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji t-Test. Hasil: Menunjukkan bekam yang dilakukan pada waktu Sunnah lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu dengan perbedaan yang bermakna (p=0,001). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan efektivitas terapi bekam Sunnah terhadap kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus. Kata Kunci: Bekam Sunnah, Diabetes Melitus, Waktu Sunnah, Kadar Gula Darah
THE RELATIONSHIP BETWEEN NURSE CARING BEHAVIOR AND SELF-CONCEPT OF DIABETES MELLITUS PATIENTS IN INPATIENT ROOM OF SANTA ELISABETH HOSPITAL MEDAN 2022 agnesia mindo sinaga; Mestiana Br. Karo; Rotua Elvina Pakpahan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.04 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.230

Abstract

ABSTRAK Agnesia Mindo Sinaga, 032018070 Hubungan Caring Behavior Perawat Dengan Konsep Diri Pasien Diabetes Melitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022 Program Studi Ners 2022 Kata Kunci : Caring Behavior, Konsep Diri, Diabetes Melitus (xviii + 62 + Lampiran) Konsep diri adalah bagaimana seseorang menilai diri sendiri, yang berpengaruh terhadap perilaku mereka. DM sebagai penyakit kronis menyebabkan perubahan fungsi tubuh dan perubahan fisik, yang menganggu aktivitas sehari-hari dan konsep diri mereka. Pasien DM membutuhkan peran perawat lebih banyak untuk mendengarkan mereka sehingga dapat memberikan perawatan yang efektif dengan menunjukkan sikap empati dan menunjukkan perhatian atau caring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring behavior perawat dengan konsep diri pasien DM di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 31 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner caring behavior perawat dan kuesioner konsep diri pasien DM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 responden sebanyak 19 orang perawat (61,3%) memiliki caring behavior yang baik, dan 12 orang perawat (38,7%) memiliki caring behavior yang sangat baik. Sedangkan dari 31 responden seluruhnya memiliki konsep diri yang positif (100%). Uji statistik menunjukkan nilai p=0,005. Hal ini berarti ada hubungan antara caring behavior dengan konsep diri pasien DM yang dirawat di ruang rawat inap. Oleh karena itu, caring behavior perlu diperhatikan dan diterapkan untuk meningkatkan konsep diri pasien DM. Daftar Pustaka : (2008 – 2021)
HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN GENDER DAN PRILAKU KEKERASAN PADA ANAK USIA PRESCHOOL Erwin Yektiningsih; Erni Rahmawati; Pratiwi Yuliansari; Nugrahaeni Firdausi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.296 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i2.234

Abstract

Latar belakang: Anak prasekolah cenderung mengalami sibling rivalry terhadap kehadiran saudara kandung yang dijadikan pesaing kasih sayang orang tuanya. Dampak sibling rivalry menimbulkan ketidakharmonisan dalam hubungan antar saudara kandung yang cenderung saling menyerang secara agresif, yang menyebabkan gangguan perkembangan sosial pada tahap selanjutnya. Tujuan: mengetahui hubungan antara sibling rivalry dengan gender dan prilaku kekerasan pada anak usia preschool Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode non-probability sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua murid di TK Darmawanita II Kabupaten Kediri yang berjumlah 57 orang tua dan diperoleh sampel sebanyak 30 orang tua. Dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Sibling rivalry adalah variabel independen. Jenis kelamin dan perilaku agresif merupakan variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner persaingan saudara kandung dan kuesioner perilaku agresif telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan koefisien Kontingensi dan Spearman-rho.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan anak sibling rivalry sebesar 76% dan normal sebesar 24%. Tingkat sibling rivalry memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku agresif (r=0,613, ρ value = 0,000). Hasil tingkat sibling rivalry tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin (ρ value = 0,818). Kesimpulan: Hasil penelitian menyarankan perencanaan asuhan keperawatan kesehatan jiwa psikososial anak prasekolah untuk meningkatkan perkembangan sosial yang optimal, yang akan menyelaraskan antara program di sekolah TK dan Puskesmas untuk deteksi dini masalah kesehatan jiwa pada anak sehingga dapat segera ditangani.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue