cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TNGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS 5 (Lima) SD NEGERI 21 SUNGAI RAYA TENTANG JAJANAN SEHAT Pratama, Kharisma; Usmayanti, Hadian Pat; Haryanto, Haryanto; Mardiyani, Ridha
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v11i1.113

Abstract

Background : The snacking food is one kind of the food that is very famous among the children in the school age. It’s still really lack of attention in selection the snacking food especially for the children in school age, both in terms of safety and hygiene of that snacking food. The dangerous of snacking food has a very bad risk for the healthiness. It can be happen because of the lack of education for the children in choosing which one is the good snacking food that is safe to consume and which one has the bad risk for the healthiness. In other way, it’s required the education of healthiness to build the tradition of healthy life style toward the students. One of them is by counseling. Purpose : To identify the effect of health education towards the levels of student knowledge about the healthy snacking food in grade 5 at 21 Sungai Raya elementary school. Research Method : This research is a research using the quasi experiment by the design of pre and post without control. In this research, the sample is taken by using the purposive sampling. In this research, there are 60 (sixty) respondents and the analysis that is used by the researcher is Wilcoxon. Result : Based on the statistic test, there are the differences of knowledge before and after given the health education. Conclusion : based on the result of the study, it can be taken the conclusion that there is the influence of health education towards the levels of student knowledge about the healthy snacking food in grades 5 at 21 Sungai Raya, elementary school. ABSTRAK Latar belakang: Makanan jajanan merupakan salah satu jenis makanan yang sangat dikenal oleh anak usia sekolah. Dalam hal pemilihan makanan jajanan untuk anak usia sekolah masih kurang memperhatikan segi keamanan dan kebersihan makanan jajanan tersebut. Makanan jajanan yang berbahaya mempunyai resiko terhadap kesehatan. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan anak mengenai makanan jajanan yang aman untuk dikonsumsi. Diperlukan pendidikan kesehatan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat pada siswa yaitu salah satunya dengan penyuluhan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 (lima) SD Negeri 21 sungai raya tentang jajanan sehat. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode quasi eksperiment dengan rancangan pre and post test without ocntrol. Dalam penelitian ini, sampel yang diambil dengan metode purposive sampling, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah nonprobability sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dan analisis yang digunakan uji adalah wilcoxon. Hasil: Berdasarkan dari uji statistik terdapat perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan ( P<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 5 (lima) SD Negeri 21 tentang jajanan sehat.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Heltty, Heltty; Nazaruddin, Nazaruddin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.245

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by the body's inability to use glucose, fat and protein due to insulin deficiency or insulin resistance which results in an increase in blood glucose levels. Type II DM is estimated to rank seventh in the cause of death in the world in 2030. Indonesia is the only country in Southeast Asia that contributes the most to the prevalence of diabetes cases in Southeast Asia. Control of high blood sugar levels needs to be done. DM sufferers need to grow confidence in themselves that they are able to control their blood sugar levels independently. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and blood glucose levels in Type II diabetes mellitus patients. This type of research was a quantitative study using a cross sectional study design, with a sample of 75 respondents. Based on the statistical test results, the results obtained were X2 count > X2 table and the Fisher's Exact Test value was 0.000 < ɑ 0.05. There was a relationship between self-efficacy and blood glucose levels in type II DM patients and based on test results the phi coefficient (φ) is obtained (φ) = 1,000 which means that it indicates a strong relationship between self-efficacy and blood glucose levels in type II diabetes mellitus patients. Growing confidence in individuals needed to carry out independent care at home
PENGGUNAAN ROBOTIC SURGERY PADA OPERASI PROSTATEKTOMI : LITERATURE REVIEW Nurinto, Heru; Masfuri, Masfuri; Herawati, Tuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.247

Abstract

Robotic surgery atau robotic-assisted surgery memiliki peran penting dalam tindakan pembedahan. Salah satu teknologi informasi di bidang kesehatan ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam tindakan operasi yang memiliki kelebihan dibanding teknik operasi lainnya. Tindakan prostatektomi dengan bantuan robot lebih banyak memberikan manfaat daripada operasi terbuka. Tujuan dari telaah literatur ini untuk mengetahui berbagai kelebihan robotic surgery pada operasi prostatektomi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review yang berfokus pada pemanfaatan robotic surgery pada prostatektomi. Penggunaan robotic surgery pada operasi prostatektomi memiliki banyak kelebihan dibanding dengan metode operasi terbuka. Kelebihan tersebut diantaranya dapat menurunkan length of stay (LOS), menurunkan readmisi atau penerimaan kembali pasien rawat inap dengan keluhan yang sama, risiko venous thromboembolism (VTE) tinggi tidak terjadi, menghemat biaya, dan dapat menghasilkan peningkatan fungsi berkemih.
DIGGING THE ROOTS OF LOCAL HERBALIST IN BUKIDNON Domagsang, Pilar Villahermosa; N. Painagan, Theresa Linda
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.249

Abstract

In the Philippines, common stories of the curative effects of the herbs were tested by traditional healers on their patients on a trial and error basis. In the province of Bukidnon, few studies relate to the unevaluated practice of herbal medicine. Nonetheless, stories of “Binisaya” or “Mananambal” – the local term for herbalists are most dwellers seek and depend on their health and relief from illnesses. This study embarked on qualitative inquiry to understand the lived experiences and uncover stories that trace the tradition and practices of the key players and partners in our communities in promoting health. The research employed a qualitative phenomenological design. Data management utilized NVivo 7 and the analysis of findings was drawn following Colaizzi’s descriptive-interpretive principles. Purposive sampling led to the conduct of key informant interviews to nine (9) respondents within Bukidnon. There are seven major themes that surfaced in the stories of local herbalists: (1) Existence is driven by Extraordinary mission; (2) Essential roles and regard in the community; (3) Extreme experiences of healing; (4) Extensive use of herbal resources with explicit measures and timing; (5) Exclusivity of prayer, ritual and sacrifices; (6) Evidence of living in simplicity; and (7) Service that is worth Emulating. The findings help us better understand the cultural, personal, and traditional considerations in the usage of herbal medicines giving emphasis on how these practices on healing methods brought wellness to the people. Keywords: Herbalist, Mananambal, Traditional Medicine, Phenomenology
KESEHATAN MENTAL DAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA PELAKU DOTI DI HALMAHERA UTARA Dihongo, Lidia M; Desi, Desi; Lahade, John R
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.250

Abstract

Abstrak Keberadaan doti/santet menggunakan ilmu magis di sebuah daerah tidak terlepas dari latar belakang masalah sosial, psikis dan ekonomi dan budaya serta kepercayaan yang saling berkaitan. Kepercayaan terhadap doti merupakan warisan turun-temurun dari leluhur untuk melanjutkan doti tersebut dengan dalih sebagai jimat/pelindung diri. Pada beberapa kesempatan, doti dapat digunakan untuk menyerang ataupun mengobati individu dari serangan doti. Penelitian ini memberikan jawaban bagaimana kesehatan mental dan gambaran subjective well being pelaku ilmu magis “tukang obat doti” di Halmahera Utara. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini guna menggali data di enam partisipan yang berasal dari dua Desa yang ada di Halmahera Utara dimana partisipan tersebut merupakan para “tukang obat doti”. Hasil dari penelitian ini didapatkan tiga tema besar yaitu motif dan praktik doti pada lintas generasi, serta doti sebagai media peningkatan kesehatan mental, pemaknaan diri dan kebahagiaan : hidup di lingkungan praktik doti. Pelaku ilmu magis “tukang obat doti” mempunyai kesehatan mental yang bisa dikatakan baik walaupun ada beberapa tekanan pada kehidupan pelaku doti. Mereka mempunyai cara untuk bisa mengatasi perasaan negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental, cara pelaku doti dalam menjaga kestabilan mental yaitu dengan menggunakan ilmu magisnya untuk membantu orang lain yang terkena doti.
Pengaruh Kombinasi Terapi Murotal Al-Qur’an Dengan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Saat Pemasangan Kateter Urin Agustiani, Sirli; Devika, Devika; Meilando, Rizky
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.267

Abstract

Latar belakang: IGD merupakan unit pelayanan kegawat daruratan yang berperan dalam penyelamatan pasien gawat darurat, hampir semua pasien di IGD akan dilakukan pemasangan kateter yang bertujuan untuk mengatasi kegawat daruratan urogenital bahkan hanya sekedar evaluasi monitoring balance cairan. Tindakan pemasangan kateter urin, berpotensi menyebabkan pengalaman ketidaknyamanan berupa nyeri. Pemberian terapi kombinasi Murrotal Al-Qur’an dan relaksasi nafas dalam dipercaya dapat mengatasi masalah nyeri saat pemasangan kateter. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi terapi murotal Al- Qur’an dengan relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri pasien saatpemasangan kateter urin di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2022. Metode penelitian: Desain menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre test dan post test with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah 2365 pasien IGD. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden pada masing masing kelompokyang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian: Terjadi penurunan tingkat nyeri pada 12 responden setelah diberikan kombinasi terapi Murrotal Al-Qur’an denganrelaksasi napas dalam, dengan nilai z-score -3,266 dan p-value 0,001 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh kombinasi terapi Murrotal Al-Qur’an dengan relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri pasien saatpemasangan kateter urin di IGD RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2022.
SISTEM KERJA SHIFT PERAWAT DENGAN STRES KERJA DI RUANG RAWAT INAP 6B RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Setiyadi, Agung; Jamaludin, La Ode; Parulian, Intan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.268

Abstract

Stres kerja adalah rasa tekanan yang dialami pekerja dalam mengatasi pekerjaan mereka. Stres di tempat kerja adalah masalah yang berkembang dalam perekonomian saat ini di mana pekerja menghadapi pekerjaan yang berlebihan, ketidaknyamanan pekerjaan, kepuasan kerja yang rendah, dan kurangnya otonomi. Salah satu penyebab stres kerja adalah lingkungan kerja dan peraturan jam kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara pengaturan kerja shift perawat dan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 39 responden, partisipan pada penelitian ini ditentukan menggunakan total sampling. hasil penelitian ini diperoleh bahwa perawat merasa nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 51,3% orang dan yang merasa tidak nyaman dengan sistem kerja shift sebanyak 48,7% orang. kemudian sebanyak 6 perawat memiliki stres kerja ringan 15,4%, dan sebanyak 64,1% perawat memiliki stres kerja sedang, dan 20,5% perawat memiliki stres kerja berat. Hasil uji statistik yang diperoleh nilai p value = 0,023 lebih kecil dari 0,05, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja di ruangan rawat inap 6B Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sehingga sangat penting bagi pihak terkait untuk memberikan keleluasaan kepada perawat untuk memilih jadwal sesuai dengan kebutuhannya dengan tetap memenuhi kewajibannya sebagai perawat dan karyawan rumah sakit. Kata kunci: Sistem Kerja Shift; Stres Kerja; Perawat
ANALISIS FAKTOR RESIKO STUNTING DI KECAMATAN MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG Budjana, Diajeng Wulandari; Isnaini, Nurul; Hatta, Muhammad
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.269

Abstract

ABSTRACT The prevalence of stunting in Southeast Asia 2020 reached 30.1% or 51.1 million children under five in 2020 (UNICEF/WHO/World Bank Group, 2021). Stunting is a developmental disorder experienced by children due to poor nutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. Children are defined as stunted if their height for age is more than two standard deviations below the median WHO child growth standard (WHO, 2015). Indonesia occupies the 2nd highest stunting position for toddlers at 31.8%. Lampung is included in five provinces that have nutritional problems with an acute category of 18.5% (SSGI, 2021). From this figure, Tulang Bawang Regency contributed to the stunting incidence of 32.24% (Health Profile of Lampung Province, 2019). This type of research is quantitative with a descriptive research design. By using the Total Sampling technique, the sample in this study was 88 stunted toddlers aged 0-59 months in Menggala District, Tulang Bawang Regency in 2022. The results showed that a history of abnormal birth weight (59.1%), history of abnormal birth length (76.1%), history of not exclusive breastfeeding (87.5%), infectious diseases (54.5%), lack of health services and immunization (64.8%), female gender (55.7%), age at risk (34.1%), lack of mother's knowledge (64.8%), negative parenting pattern (63.6%), high the father's body is in a low category (31.8%), the mother's height is in the less category (13.6%), the mother's education is in a low category (76.1%), the working mother category is (53.4 %), low family income category (94.3%), number of family members >4 (46.6%), unavailability of food (56.8%), unhealthy environmental sanitation category (52.3%). Suggestion: this research is expected to be knowledge or can improve understanding of the problem of stunting in children, Abstrak Prevalensi stunting di Asia Tenggara pada tahun 2020 mencapai angka 30,1% atau 51,1 juta balita di tahun 2020 (UNICEF/WHO/World Bank Group, 2021). Stunting ialah gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan menurut usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak WHO (WHO, 2015). Indoneisa menempati posisi stunting balita tertinggi ke-2 sebesar 31,8%. Dari hasil SSGI, Lampung termasuk dalam lima provinsi yang mempunyai masalah gizi dengan kategori akut yaitu sebesar 18,5% (SSGI, 2021). Dari angka tersebut, Kabupaten Tulang Bawang menyumbang angka kejadian stunting sebesar 32,24% (Profil Kesehatan Provinsi Lampung, 2019). Tujuan penelitian mengetahui distribusi frekuensi faktor resiko stunting di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Dengan menggunakan teknik Total Sampling, sample dalam penelitian ini adalah 88 balita stunting usia 0-59 bulan di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat berat badan lahir tidak normal (59,1%), riwayat panjang badan lahir tidak normal (76,1%), riwayat tidak ASI Eksklusif (87,5%), penyakit infeksi (54,5%), kurang nya pelayanan kesehatan dan imunisasi (64,8%), jenis kelamin perempuan (55,7%), usia berisiko (34,1%), kurang nya pengetahuan ibu (64,8%), pola asuh negative (63,6%), tinggi badan ayah kategori kurang (31,8%), tinggi badan ibu kategori kurang (13,6%), pendidikan ibu kategori rendah (76,1%), kategori ibu bekerja (53,4%), kategori pendapatan keluarga rendah (94,3%), jumlah anggota keluarga >4 (46,6%), ketersediaan pangan yang tidak tersedia (56,8%), kategori sanitasi lingkungan tidak sehat (52,3%). Saran: penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan atau dapat meningkatkan pemahaman menganai masalah stunting pada anak, diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian yang berhubungan faktor pada stunting yang terjadi pada anak dan di tambahkan dengan faktor yang mempengaruhi.
TERAPI PSIKORELIGIOSPIRITUALITAS (SPIRITUAL CARE) SEBAGAI INTERVENSI KEPERAWATAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS. Melastuti, Erna; Wahyuningsih, Indah Sri
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.270

Abstract

Latar belakang: Penyakit kronis merupakan suatu keadaan kesehatan yang terdapat beberapa gejala tertentu yang terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan dengan waktu yang panjang dengan proses pemulihan atau pengendalian kondisi klinisnya yang pada umumnya lambat. Terapi psikoreligiospiritualias(spiritual care) merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang mengkombinasikan pendekatan kesehatan jiwa modern (psikologis) dan pendekatan aspek religius atau keagamaan dan spiritualitas yang bertujuan meningkatkan mekanisme koping atau mengatasi masalah (Yosep, 2010 dalam Subandi, dkk, 2012). Kualitas hidup merupakan suatu indikator dimana seseorang merasakan keunggulan dalam kehidupannya. Untuk memperoleh kualitas hidup maka individu harus mampu menjaga kesehatan tubuh, jiwa, serta pikirannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan terapi psikoreligiospiritualitas(spiritual care) dengan kualitas hidup pada pasien penyakit kronis. Metode: Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien dengan penyait kronis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang yaitu di bagian rawat jalan serta rawat inap dengan jumlah 117 penderita penya kit kronis. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 90 Responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 64,4 %, dengan rentan usia sebanyak 40,0 %, dan memiliki tingkat Pendidikan yaitu SD sebanyak 42,2%. Mayoritas pekerjaan responden adalah Ibu rumah tangga sebanyak 42,3%, dan lama menderita penyakit sebanyak 31,1%. Mayoritas responden memiliki spiritual care yang tinggi dengan presentase 91,1% serta memiliki kualitas hidup yang baik dengan jumlah 96,7%. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini didapatkan yaitu p-value 0,410 (> 0,05) yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara terapi psikoreigiospiritualitas (spiritual care) dengan kualitas hidup pada pasien penyakit kronis di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
THE LITERATUR REVIEW: EMOTIONAL INTELLIGENCE AND BLOOD SUGAR IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Susanti, Eva; Jawiyah, Jawiyah; Lestari, Evi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.271

Abstract

Kecerdasan emosional yang buruk dapat menyebabkan masalah pada penderita Diabetes Melitus meliputi kurang mampu mengelola kebutuhannya serta kurang mampu mengambil keputusan yang tepat dalam terapi yang dijalani sehingga kurang baik dalam memenejemen pengendalian glukosa dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merangkum ulasan tentang kecerdasan emosional terhadap gula darah pasien diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah melakukan pencarian melalui database Google Scholar dari tahun 2016-2019 menggunakan kombinasi kata kunci kecerdasan emosional, gula darah (HbA1c), dan diabetes melitus tipe???? Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dapat menurunkan gula darah (HbA1c) secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan gula darah (HbA1c) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kata kunci: Kecerdasan emosional, gula darah, HbA1c, diabetes melitus tipe 2.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue