cover
Contact Name
Winsyahputra Ritonga
Contact Email
winsyahputra@gmail.com
Phone
+6281376204129
Journal Mail Official
winsyahputra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika)
ISSN : 23374624     EISSN : 25498258     DOI : https://doi.org/10.24114/inpafi
Core Subject : Science,
Jurnal Inpafi dikelola oleh prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Jurnal ini merupakan hasil penelitian bidang Pendidikan fisika dan bidang rekayasa fisika lainnya. Diterbitkan dua kali dalam setahun dalam bentuk elektronik dan cetak oleh prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNIMED. Agenda Jurnal Inpafi menjadi penting perannya bagi Prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNIMED, dalam mendorong terbangunnya inovasi Pendidikan fisika yang dapat memberikan jawaban atas berbagai persoalan daerah, nasional maupun global. Sesuai dengan kapasitasnya dan dilandasi oleh kepentingan nasional, Jurnal Inpafi diterbitkan sebagai wadah mempermudah masyarakat khususnya dosen Prodi Fisika FMIPA UNIMED untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Articles 415 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK FLUIDA DINAMIS KELAS XI DI SMA NEGERI 17 MEDAN T.P 2016/2017 Yaadi Lase; Juniar Hutahaean
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 6, No 2 (2018): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.115 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v6i2.10109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Training terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida dinamis. Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain two group Pre-test dan Pos-test. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMAN 17 Medan T.P. 2016/2017. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik class random sampling yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Inquiry Training, dan kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional, masing-masing kelas sebanyak 35 siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda sebanyak 15 soal serta observasi keterampilan proses sains siswa. Hasil analisa data diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 40,95 dan nilai rata-rata pretes kelas kontrol 40,38. Pada uji normalitas dan homogenitas kedua kelas berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji pretes pada taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama. Setelah diberikan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran Inquiry Training sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional, diperoleh hasil postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 76,76 dan kelas kontrol 67,04. Hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Inquiry Training secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida dinamis kelas XI SMAN 17 Medan.Kata Kunci : Inquiry Training, Hasil Belajar, Keterampilan Proses Sains (KPS)
THE APPLICATION OF INQUIRY TRAINING LEARNING MODEL WITH MULTIREPRESENTATION APPROACH TOWARD LEARNING OUTCOMES AND CRITICAL THINKING SKILL IN SENIOR HIGH SCHOOL Yunita Pakpahan; Nurliana Marpaung; Beatrik Nova
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 4 (2019): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.13 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i4.17082

Abstract

This research have purpose  knowing whether the learning outcomes and critical thinking skills of students using the inquiry training learning model are better than conventional learning in material work and energy in the class X SMAN 1 Perbaungan.This type of research is a quasi-experimental design with two group pre-test-post-test. The population in this research were all students of class X second semester SMAN 1 Perbaungan which consisted of 4 classes totaling 144 people. The research sample was taken two classes, namely class X-A2 (as experimental class) and class X-A3 (as control class) each of the 36 students was determined by simple random sampling technique. The instruments used are objective tests, namely cognitive questions form of multiple choice learning outcomes 15 questions and 5 questions of critical thinking skills in the form of descriptions. Based on the results of the reseach obtained the average value of pretest experimental class learning outcomes is 31,27 and the average value control class is 30,16 while the average value of critical thinking skills pretest experimental class is 17,44 with the average value control class is 16,89. Through testing the hypothesis test results are obtained that the initial ability of the two classes is equivalent. Then given different treatment, the experimental class with inquiry training learning model with multirepresentation approach and control class with conventional learning. Posttest data obtained is average value experimental class learning outcomes 78 and average control class 65 while the average value of critical thinking skills experimental class is 77,33 and control class 67,47. These results illustrate that inquiry learning training with multirepresentation approach is better than conventional learning in work and energy matter in class X SMAN 1 Perbaungan A.Y 2018/2019.Keyword: Inquiry training, multi representation approach, learning outcomes, critical thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER BERBANTUAN KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK CAHAYA DI KELAS VIII SMP NEGERI 29 MEDAN Icha Novika Sari; Ratelit Tarigan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 2 (2014): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.604 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v2i2.1940

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh model pembelajaran advance organizer berbantuan komputer terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Cahaya 2) Mengetahui hubungan berpikir kritis tinggi terhadap hasil belajar kognitif fisika siswa pada materi pokok Cahaya .Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi seluruh siswa kelas kelas VIII SMP Negeri 29 Medan yang terdiri dari 8 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Dari hasil uji t satu pihak diperoleh thitung = 2,165 sedangkan ttabel = 1,99. Karena thitung > ttabel (2,165 >1,99) maka Ha diterima, dengan demikian  diperoleh bahwa ada pengaruh pembelajaran aadvance organizer berbantuan komputer terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok cahaya di kelas VIII semester genap SMP Negeri 29 Medan. Hasil belajar siswa memiliki hubungan dengan berpikir kritis tinggi siswa, dari hasil analisis regresi diperoleh pada kelas eksperimen F(hitung)>F(tabel) (181,87 > 4,10) dan pada kelas kontrol F(hitung)>F(tabel) (300,96> 4,10), maka Ha diterima, dengan demikian diperoleh bahwa terdapat hubungan fungsional yang signifikan antara variabel berpikir kritis tinggi dengan variabel hasil belajar atau adanya hubungan antara kemampuan berpikir kritis tinggi terhadap hasil belajar siswa.   Kata Kunci : model pembelajaran advance komputer berbantuan komputer, hasil belajar, berpikir kritis tinggi.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI GERAK PARABOLA Fira Yulinar Sihite; Togi Tampubolon
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 10, No 3 (2022): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v10i3.38231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan laboratorium virtual terhadap hasil belajar siswa pada materi Gerak Parabola di kelas X SMAN 1 Doloksanggul T.P 2020/2021. Jenis penelitan yang digunakan adalah quasi experiment. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Doloksanggul. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 6 kelas secara acak yaitu X IPA 5 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 36 orang dan X IPA 6 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 36 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar siswa. Pada penguiian normalitas nilai pretest pada kelas eksperimen diperoleh Lhitung < Ltabel , maka data kedua kelas berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung < Ftabel , maka kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen. Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen dengan model discovery learning berbantuan laboratorium virtual dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Setelah pembelajaran selesai diberikan, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang diperoleh lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol. Hasil uji t diperoleh thitung >ttabel maka ha diterima, dengan demikian diperoleh ada pengaruh model discovery learning berbantuan laboratorium virtual terhadap hasil belajar siswa pada materi gerak parabola di kelas X SMAN 1 Doloksanggul T.P 2020/2021.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II DI SMAN 1 PERCUT SEI TUAN T.P 2015/2016 Zulviana Oktari Saragih; Khairul Amdani
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 4, No 3 (2016): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.319 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v4i3.5622

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan T.P 2015/2016. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain two group pretest-postest. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yang terdiri dari 37 siswa kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigationdan 38 siswa kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Pengambilan sampel berdasarkan teknik  cluster random sampling dari populasi seluruh siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X semester II SMA Negeri 1 Percut Sei TuanT.P. 2015/2016 secara signifikan lebih berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation, Hasil  Belajar, Dan Suhu Dan Kalor.
DESAIN MODEL GUIDED INQUIRY UNTUK EKSPLORASI KESULITAN BELAJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SERTA KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Betty Marisi Turnip; Mariati Purnama Simanjuntak
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 3, No 2 (2015): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.008 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v3i2.4212

Abstract

ABSTRAK Desain penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesulitan belajar yang dialami mahasiswa serta pengaruhnya terhadap hasil belajar dan  keterampilan pemecahan masalah pada pokok bahasan Kinematika dan Dinamika Partikel melalui model pembelajaran guided inquiry.  Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan  pretest-posttest control group design. Instrumen untuk mengeksplorasi kesulitan belajar menggunakan angket. Instrumen tes hasil belajar berbentuk pilihan berganda dengan lima option. Instrumen tes keterampilan pemecahan masalah berbentuk uraian yang sudah divalidasi.   Kata kunci : model pembelajaran guided inquiry, eksplorasi kesulitan belajar, hasil belajar dan keterampilan pemecahan masalah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK BUNYI DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SIDIKALANG T.P 2016/2017 Nurcahaya Sitanggang; Ratelit Tarigan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 1 (2019): INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA (INPAFI)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.658 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i1.13509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah ada pengaruh kemampuan pemecahan masalah fisika siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media mind map daripada pembelajaran konvensional pada materi pokok bunyi di kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah  quasi experimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap. Sampel penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas VIII-1 (sebagai kelas eksperimen) dan kelas VIII-2 (sebagai kelas kontrol) ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk tes uraian dengan jumlah 10 item yang telah divalidasi sesuai dengan standar soal yang baik. Perolehan data keterampilan siswa selama pembelajaran digunakan lembar observasi dengan 2 orang pengamat. Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh  hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, berarti ada pengaruh yang signifikan. Kata Kunci: model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional, kemampuan pemecahan masalah fisika siswa
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR PENGETAHUAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DI SMA Febrianto Bayu Anggara Saputra; Wawan Bunawan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 8, No 3 (2020): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.687 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v8i3.19796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal-soal tes essai keterampilan proses sains yang memenuhi kualifikasi baik meliputi tingkat validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan tingkat daya beda. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan analysis, design, developmen, implementation, evaluate (ADDIE). Prosedur pengembangan produk melalui tahap analisis hingga evaluasi. Tahap analisis dilakukan analisis kebutuhan, analisis kurikulum, analisis strudi literatur dan analisis siswa. Prosedur desain yaitu penentuan indicator yang akan digunakan, penyusunan kisi-kisi. Prosedur selanjutnya tahap pengembangan menyusun instrumen, validasi pakar selanjutnya tahap penerapan uji coba produk pada siswa. Tahap terakhir adalah evaluasi instrumen melalui angket respon guru dan peserta didik terhadap instrumen yang diberikan. Instrumen yang dikembangkan sebanyak 8 soal dari 10 soal dan telah divalidkan oleh validator. Validitas yang diperoleh dari 8 soal adalah 7 soal valid dan 1 soal tidak valid. Selanjutnya nilai reliabilitas yang diperoleh cukup tinggi dengan nilai reliabilitas sebesar 0,70.Kata Kunci: Instrumen, Keterampilan Proses Sains, Model ADDIE
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 KUALA T.A. 2012/2013 Siska Watyna Br Sembiring; Eidi Sihombing
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 1 (2014): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.062 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v2i1.1972

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil dan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pemebelajaran Guided Discovery pada materi pokok Suhu dan Kalor di kelas X Semester II SMA Negeri 1 Kuala T.A. 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA Negeri 1 Kuala yang terdiri dari 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 7 kelas secara acak yaitu kelas XB sebagai kelas eksperimen dan kelas X D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahuihasil belajar siswa adalah test hasil belajar dalam bentuk essay tes dengan jumlah 12 soal. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan penerapan model pembelajaran Guided Discovery dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 43,75 dan nilai rata-rata pretes kelas kontrol 43,50. Pada pengujian awal dari dua kelas dinyatakan berdistribusi normal dan homogen. Pada proses pembelajaran, nilai rata-rata aktivitas belajar pada kelas eksperimen 73,74 untuk nilai rata-rata postes pada kelas eksperimen 62,37 dan kelas kontrol 57,25. Dari hasil pengolahan data postes diperoleh bahwa thitung = 2,33 dan ttabel =1,99, sehingga thitung > ttabel 2,33 > 1,99 maka disimpulakan bahwa hasil belajar fisika dengan penerapan model pembelajaran Guided Discovery lebih tinggi dari hasil belajar fisika pada pembelajaran Konvensional. Kata Kunci : Guided Discovery, Hasil Belajar, Aktivitas ABSTRACT The purpose of the study is to know the improvement of student’s learning outcomes and the learning activity by applying the Guided Discovery learning model in the subject matter of the Temperature and the Heat on second semester in tenth grade of SMA Negeri 1 Kuala. The kind of this study was quasi-experimental. The population of this study was entire tenth grade student on second semester of SMA Negeri 1 Kuala which consist of 7 classes. Sample was taking by cluster random sampling method which taking 2 of 7 classes randomly, that were class XB as experimental class and class XD as controller class. The instrument which used to know the student’s learning outcomes was learning outcomes test in essay which consisted of 12 questions. The experimental class was given the Guided Discovery learning model and the controller class was given the conventional learning model. The average value of exsperimental class’ pretest was43,75 with standart deviation was 11,04 and the average value of controller class’ pretest was 43,50 with standart deviation was 11,04. On pretest of the two classes was known normal and homogeneous distributed. On learning process, the average value of experimental class’ postest was 62,37 and the controller class was 57,25. From the result of postest data processing was got that thitung = 2,33 and ttabel = 1,994, so thitung > ttabel 2,33 > 1,994 then was described that the physics learning outcomes by applying the Guided Discovery learning model was higher than the physics learning outcomes by conventional model. Keywords : Guided Discovery, Learning Outcomes, Activities.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KALOR DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PENYABUNGAN SELATAN T. P. 2014 / 2015 Hevvi Adelina Lubis; Abd. Hakim Siregar
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 5, No 1 (2017): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.112 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v5i1.6596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Kalor di Kelas VII SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P. 2014/2015. Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain two group pre-test pos-test. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII semester II SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P. 2014/2015. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran problem based learning dan kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran langsung, masing-masing kelas sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa test pilihan berganda sebanyak 20 soal dengan 5 option (a, b, c, d, dan e). Tes hasil belajar divalidkan oleh validator. Berdasarkan analisis data untuk kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis eksperimen diperoleh rata-rata pretes 25,33 dengan standard deviasi 6,94 dan nilai rata-rata postes 72,5 dengan standard deviasi 12,159. Kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata pretes 24,66 dan standard deviasi 8,65 sedangkan rata-rata postes 63,33 dengan standard deviasi 10,61. Kedua kelas berdistribusi normal dan memiliki variasi yang homogen. Hasil uji thitung adalah 3,11 dan ttabel adalah 2,002 pada taraf nyata 0,05 artinya 95% Ha diterima dan 5% Ho ditolak dimana thitung> ttabel (thitung3,11> ttabel2,002). Berdasarkan hasil uji-t diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh yang berarti dari model pembelajaran problem based learing secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Kalor kelas VII SMP Negeri 1 Penyabungan Selatan T.P 2014/2015. Penilaian aktivitas didapat rata-rata nilai aktivitas selama 2 pertemuan adalah 64,99. Setelah dianalisis persamaan garisnya menggunakan Microsoft Exel 2007 dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa pada model pembelajaran mempengaruhi hasil belajar siswa.Key word : Problem based Learning, pembelajaran konvensional