PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA"
:
12 Documents
clear
HANDS ON DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Ima Rismayanti;
Reni Bakhraeni;
Desiani Natalina
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.285 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5792
Hands on dapat diartikan sebagai suatu rancangan pembelajaran yang bertujuan untuk melibatkan anak dimulai dari menggali informasi, bertanya, beraktivitas, menemukan sampai menyimpulkan. Hands on lebih dikenal sebagai authentic learning atau experiental education. Hands on digunakan dalam proses pembelajaran karena ditujukan dapat membentuk suasana belajar yang membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemunculan hands on dan manfaat kemunculannya dalam proses pembelajaran kelas I di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan karena ingin menemukan suatu rancangan yang dapat menciptakan situasi belajar yang menfasilitasi anak untuk mendapat pengetahuan dari hasil pengalaman belajarnya secara langsung serta mengetahui manfaat kegiatan hands on dengan jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Payungagung, kecamatan Panumbangan, Kota Ciamis. Partisipan penelitian ini adalah siswa-siswi kelas I SDN I Payungagung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Temuan penelitian menunjukan bahwa dari satu pertemuan yang diamati peneliti, Hands On muncul dalam proses pembelajaran melalui aktivitas siswa diantaranya menggali informasi dengan aktif bertanya, melakukan aktivitas langsung terhadap benda saat proses belajar dan manfaatnya membuat siswa dapat berpikir kritis, mandiri dan aktif dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA HYPERTEXT PADA MATERI SIFAT – SIFAT BANGUN DATAR KELAS V SEKOLAH DASAR
Dede Supriyadi;
Epon Nur’aeni;
Desiani Natalina
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.071 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5244
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan media pada saat pembelajaran, khususnya pada pembelajaran matematika dengan matei geometri bangun datar. Seringkali dikarenakan matematika yang notabene termasuk ilmu yang abstrak, maka proses penyampaian pesan atau materi pembelajaran mengalami gangguan atau gagal sama sekali. Penggunaan media pada pembelajaran matematika penting dilakukan karena selain dapat menjadi perantara antara guru dengan murid sehingga komunikasi penyampaian pesan atau materi terjalin dengan lancar, juga media tersebut setidaknya dapat lebih mengkonkritkan materi yang akan disampaikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan pengembangan sebuah produk berbasis TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah media yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Produk yang dikembangkan adalah hypertext dan menjadi pengalaman pertama bagi siswa mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan hypertext. Penelitian ini melibatkan 49 orang peserta didik, observer dan tiga orang guru yang berasal dari sekolah yang berbeda. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Uji coba dilakukan dua kali. Pada temuan penelitian, media hypertext yang dikembangkan valid, menarik, dan dapat digunakan. Kevalidan media ditunjukkan dengan hasil validasi para ahli. Temuan lain juga menunjukkan bahwa penelitian ini menjalani sepuluh tahapan dan dari hasil dari dua kali uji coba, terdapat peningkatan persentase dari aspek pemahaman siswa, perhatian siswa terhadap media, materi menjadi lebih mudah untuk dipahami dan performa media dalam pembelajaran.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA ALAY DALAM KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR
Sinta Agustina;
Dian Indihadi;
Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.899 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5238
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekreativitasan berbahasa yang selalu melahirkan fenomena kebahasaan baru. Salah satunya ada bahasa Alay. Bahasa Alay adalah bahasa atau alat komunikasi yang menggunakan simbol-simbol Alay. Saat ini bahasa Alay menjadi salah satu fenomena yang berdampak terhadap pendidikan di sekolah dasar. Tidak sedikit siswa menggunakan bahasa Alay dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah termasuk dalam kehidupan sehari hari. Fakta di lapangan belum ada yang meneliti penggunaan kosakata bahasa Alay siswa sekolah dasar, sehingga dipandang perlu ada sebuah kajian tentang analisis penggunaan kosakata bahasa Alay siswa sekolah dasar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa Alay yang terdiri dari kuantitas bahasa Alay, kualitas bahasa Alay, perbedaan penggunaan antara gender perempuan dan gender laki-laki, keaktifan penggunaan bahasa Alay oleh gender perempuan atau gender laki-laki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode analisis deskriptif. Hasil penelitian, yakni terdapat kuantitas dan kualitas penggunaan kosakata bahasa Alay, jumlah keseluruhan kosakata bahasa Alay yang digunakan adalah 154 kosakata. Terdapat persamaan penggunaan kosakata bahasa Alay antara gender perempuan dan gender laki-laki, yakni ada 102 kosakata. Kosakata bahasa Alay yang digunakan oleh gender perempuan adalah 142 kosakata, kosakata bahasa Alay yang digunakan oleh gender laki-laki adalah 114 kosakata. Terdapat persamaan penggunaan kualitas bahasa Alay antara gender perempuan dan gender laki-laki, yakni 18 kata kerja, 69 kata sifat, 13 kata benda. Kualitas bahasa Alay yang digunakan oleh gender perempuan adalah 25 kata kerja, 100 kata sifat, 17 kata benda dan kualitas bahasa Alay yang digunakan oleh gender laki-laki adalah 21 kata kerja, 78 kata sifat, dan 15 kata benda. Terdapat 12 kosakata bahasa Alay yang tidak digunakan oleh gender perempuan tetapi digunakan oleh gender laki-laki dan terdapat 40 kosakata bahasa Alay yang tidak digunakan oleh gender perempuan tetapi digunakan oleh gender laki-laki. Data menunjukkan bahwa gender perempuan lebih aktif menggunakan kosakata bahasa Alay. Penelitian bermanfaat untuk menunjukan perkembangan kemampuan berbahasa siswa sekolah dasar sesuai dengan tahap perkembangan bahasanya yang berada di tahap Linguistik V, kompetensi penuh.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PETA
Ayi Badruzaman;
Sadjaruddin Nurdin;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (788.15 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5794
Permasalahan yang peneliti temukan adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi peta. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan penggunaan media visual pada pembelajaran IPS pada materi peta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS materi peta. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Karangsambung Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pretes-posttes design. Subyek penelitian ini adalah 32 siswa kelas IV, yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Pengumpulan data melalui nilai pretes dan postes peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota dana provinsi) dengan menggunakan skala sederhana. Tes yang diberikan terdiri dari 15 soal bentuk pilihan ganda. Untuk pengujian sampel digunakan uji normalitas dan uji hipotesis dengan uji-t. Setelah dilakukan penelitian maka didapatlah temuan dari analisis dan pengolahan data. Temuan tersebut menyatakan bahwa postes medapatkan kenaikan rata-rata yang tinggi daripada nilai pretes. Kenaikan rata-rata nilai pretes dan postes cukup signifikan dari 1373.33 menjadi 2746.67. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan rata-rata data hasil belajar siswa dari yang menggunakan media visual dengan yang tidak menggunakan media visual.
PENGARUH MEDIA PETA KONSEPTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TENTANG STRUKTUR BUNGA
Ihsan Nugraha;
Dian Indihadi;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.413 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5246
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembelajaran IPA di kelas IVB SDN 5 Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang belum optimal sehingga media peta konsep berpeluang diimplementasikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media peta konsep terhadap hasil belajar siswa tentang stuktur bunga pada pembelajaran IPA di kelas IVB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode pre-eksperimen, sedangkan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah menggunakan teknik tes. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB sebanyak 20 orang siswa. Untuk menjelaskan varibel penelitian ini, maka peneliti menggunakan teori yang dijadikan dasar penelitian, diantaranya: hakikat belajar dan pembelajaran ilmu pengetahuan alam di SD, materi tentang struktur bunga, media pembelajaran, peta konsep, hasil belajar dan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. Hasil pengolahan dan analisis data, antara lain: 1) terdapat perbedaan kemampuan siswa pada saat sebelum dilakukan perlakuan (tretment) ditunjukkan dengan skor Pre-Test, 2) terdapat pengaruh media peta konsep dalam pembelajaran IPA mengenai struktur bunga beserta fungsinya yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil Post-Test berada pada kategori sangat tinggi (16,85), sedangkan rata-rata hasil Pre-Test berada pada kategori sedang (8,55), hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata normal gain 0,75 (cukup efektif), 3) pengaruh penggunaan media peta konsep terhadap hasil belajar siswa tentang stuktur bunga pada pembelajaran IPA di kelas IVB SDN 5 Imbanagara Raya adalah sebesar 45,4%.
ANALISIS PENGGUNAAN MAJAS DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS V SD NEGERI WANOJA 1 KABUPATEN BREBES
Teguh Iman Santoso;
Aan Kusdiana;
Rustono WS
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.368 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5239
Menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa. Sehingga pada pelaksananaannya, keterampilan menulis mendapatkan porsi khusus dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Salah satu keterampilan menulis tersebut adalah menulis karangan narasi. Karangan narasi merupakan bentuk wacana yang berusaha memaparkan suatu peristiwa berdasarkan waktu sehingga ketika membaca karangan narasi, pembaca diajak merasakan peristiwa yang ada pada karangan narasi. Oleh sebab itu, tidak dipungkiri bahwa dalam karangan narasi ditemukannya majas. Majas dalam karangan narasi sendiri merupakan bahasa kias yang mewakili perasaan penulisnya. Guna mengetahui perbendaharaan majas penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model analisis konten. Berdasarkan hasil analisis terhadap 24 karangan narasi siswa kelas V SD Negeri Wanoja 1, ditemukan majas yang sering digunakan adalah hiperbola sebanyak 12 buah, ekslamasio sebanyak 5 buah, koreksio sebanyak 4 buah, polsidenton sebanyak 3 buah, antithesis sebanyak 2 buah, dan sisanya berupa majas sinekdoke (totum pro parte dan pars pro toto), klimaks, depersonifikasi, pleonasme serta asidenton sebanyak 1 buah.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MATERI KERAGAMAN KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN INDONESIA
Tenia Mudhia Khalistiana;
Momoh Halimah;
Dindin Abdul Muiz Lidnillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.351 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5796
Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu antara guru dan peserta didik. Dimana dalam pembelajaran peserta didik diarahkan ke perubahan prilaku yang lebih baik. Salah satu pembelajaran yang menanamkan sikap positif adalah pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Berawal dari kenyataan di lapangan bahwa masih rendahnya rata-rata nilai KKM hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Hal tersebut dikarenakan masih rendahnya penggunaan media dalam pembelajaran IPS sehingga membuat pembelajaran tampak kurang menarik bagi siswa.. Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan penelitian untuk melihat pengaruh penggunaan media audio-visual terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yaitu quasi experimental design. Dimana pada jenis penelitian ini terdapat dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk membandingkan hasil belajar dengan penggunaan media yang berbeda. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, didapatkan bahwa pembelajaran IPS materi keragaman kenampakan alam dan buatan dengan menggunakan media audio-visual dapat berpengaruh dan lebih baik daripada pembelajaran yang tidak menggunakan media audio-visual.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS CERITA ANAK DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SUBTEMA KEBERAGAMAN MAKHLUK HIDUP DI LINGKUNGANKU
Anggri Laisaroh;
Edi Hendri Mulyana;
Reni Bakhraeni
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.907 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5247
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang difokuskan pada pengembangan bahan ajar berbasis cerita anak dengan pendekatan saintifik pada subtema Keberagaman Makhluk hidup di Lingkunganku. Penelitian ini dilaksanakan karena masih terbatasnya bahan ajar yang dikembangkan oleh guru sekolah dasar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain bahan ajar, memperoleh informasi tentang efektivitas penggunaan bahan ajar dan menghasilkan desain akhir bahan ajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian educational design research dengan menggunakan desain penelitian model reefs. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahan ajar yang dikembangkan cukup efektif. Hal tersebut dilihat hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan sebesar 63,3% pada uji coba II. Respon positif juga diketahui dari hasil angket respon siswa, wawancara dengan guru kelas IV dan hasil observasi terhadap aktivitas saintifik siswa selama kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil angket dapat diketahui lebih dari 50% siswa memberikan respon positif terhadap setiap pernyataan yang terdapat pada angket. Dari hasil wawancara, diketahui guru memberikan apresiasi dengan dipilihanya cerita anak sebagai penghantar untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain. Secara keseluruhan guru memberikan respon positif dan menilai bahan ajar tersebut cukup baik. Sementara dari hasil observasi dapat diketahui keterampilan mengamati, menanya mengumpulkan data/ informasi, dan mengomunikasikan sudah cukup baik. Sedangkan keterampilan saintifik yang harus dikembangkan adalah keterampilan menalar khususnya dalam menyimpulkan. Hal tersebut dikarenakan belum mampunya siswa menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya berdasarkan hasil pengamatan dan kegiatan mengumpulkan data.
ANALISIS PENGEMBANGAN KOSAKATA SISWA KELAS V SDN 02 GUNUNGREJA MELALUI MEMBACA CERITA ANAK
Rizky Pramudyas Ratri K;
Epon Nur’aeni;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.853 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5240
Membaca selain untuk mendapatkan informasi, juga dapat menambah kosakata baru. Sebagian siswa Sekolah Dasar sangat menyukai cerita anak. Karena cerita anak berisi tentang kehidupan anak-anak dengan tokoh utama anak-anak. Membaca cerita anak tercantum dalam KTSP untuk kelas V semester II. Tujuan membaca adalah memahami isi pesan yang ada pada cerita. Diperlukan membaca pemahaman agar siswa memahami pesan tersebut. Membaca pemahaman memerlukan kosakata yang luas agar dapat menikmati dan memahami isi cerita anak. Untuk itu, penelitian ini akan menganalisis pengembangan kosakata siswa kelas V SDN 02 Gunungreja subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 02 Gunungreja dan objek penelitian adalah pengembangan kosakata siswa SDN 02 Gunungreja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ialah pengembangan kosakata dan obyek penelitian adalah siswa yang akan di analisis dan dideskripsikan secara terperinci. Instrument yang digunakan adalah pedoman wawancara dan format dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua siswa kelas V SDN 02 Gunungreja mampu mengembangkan kosakata mealui membaca cerita anak. Jumlah kosakata terbanyak yang berhasil dikembangkan siswa adalah 24 kosakata, paling sedikit 5 kosakata, dan rata-rata mendapat tujuh kosakata. Jumalah seluruh kosakata yang berbeda dari 18 siswa adalah 62 kosakata dari cerita anak yang berjudul Gelang Macrame Veve. Pemahaman kosakata yang dimiliki siswa rata-rata mendekati pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengambangan kosakata siswa kelas V SDN 02 Gunungreja melalui membaca cerita anak berhasil, dan pemahaman kosakata siswa rata-rata mendekati pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
PENGGUNAAN METODE K’JART UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM OPERASI HITUNG PERKALIAN BILANGAN CACAH
Ida Widaningsih;
Epon Nur’aeni;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.524 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5798
Tindakan penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalah pada pembelajaran matematika di kelas III SDN 1 Sukarindik. Berdasarkan hasil pretes pada materi perkalian bilangan cacah hampir semua siswa mendapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep perkalian, dimungkinkan terjadi karena kurangnya guru dalam mengemas metode pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan tepat, salah satunya yakni dengan penggunaan Metode K’Jart. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh data akurat tentang perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan Metode K’Jart pada materi perkalian bilangan cacah. Karena itu peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pengamatan, observasi, dan refleksi. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang guru dan siswa sebanyak 37 orang. Penelitian ini berhasil dilaksanakan dalam dua siklus, pada siklus ke II data dinyatakan jenuh artinya data sudah sesuai dengan kriteria yang direncanakan dan data tidak perlu ada yang diperbaiki lagi. Berdasarkan temuan penelitian bahwa: perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan hasil belajar siswa dengan penggunaan Metode K’Jart dalam meningkatkan kemampuan siswa pada operasi hitung perkalian bilangan cacah mengalami peningkatan yang semakin baik. Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode K’Jart mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam operasi hitung perkalian bilangan cacah.