cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 950 Documents
Patung Tau-Tau: Bentuk Manifestasi Kebudayaan Megalitik di Tana Toraja Niken Wirasanti
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.548 KB) | DOI: 10.22146/jh.1975

Abstract

Berbicara mengenai peninggalan tradisi kebudayaan megalitik, pikiran kita akan tertuju pada suatu monumen batu hasil kebudayaan megalitik yang menggambarkan konsepsi religius masyarakat pendUkungnya, misalnya peninggalan menhir, dolmen, sarkofegus. Berdasarkan data yang ada tampak bahwa tradiasi megalitik yang muncul setelah tradisi bercocok tanam ini menunJukkan daerah persebaran yang meluas dan pada beberapa tempat tradisi megalitik ini masih berlangsung sampai sekarang, misalnya di Sulawesi Selatan (Tana Toraja). Obyek pengamatan ini terpusat pada Tana Toraja (Sulawesi Selatan) yang pada beberapa tahun terakhir ini masih menunjukkan adat-istiadat serta kepercayaan yang mengandungaspek-aspek megalitik. Dalam tulisan ini diambil contoh bentuk patung Tau-Tau yang dapat mewakili tokoh leluhurnya.
Ekonomi Perkebunan dan Keresahan di Pedesaan: Sebuah Survai Awal Soegijanto Padmo
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.315 KB) | DOI: 10.22146/jh.1976

Abstract

Gambaran klasik tentang pengaruh ekonomi perkebunan terhadap ekonomi dan masyarakat petani di sekitarnya di negara berkembang yang eksploitatif dan opressif sejak lama telah mewarnai pemikiran para peneliti yang tertarik dalam bidang tersebut Andre Gunder Frank (1967) adalah penganjur dan tokoh dari pemikiran itu, kemudian muncul pemikir-pemikir lain, meskipun dengan berbagai variasi dalam memberikan penekanan, misalnya Laclau (1971) yang menekankan hubungan perburuhan di perusahaan perkebunan sebagai issu sentral dalam perekonomian kapitalis. Karya tentang ekonomi perkebunan yang menggunakan pendekatan serupa di Indonesia antara lain dilakukan olen Ann Stoler (1985) yang melakukan penelitian di Sumatra Timur.
Tata Bahasa Teks Lisan Bahasa Ngadha Stephanus Djawanai
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1517.545 KB) | DOI: 10.22146/jh.1977

Abstract

Di dalam tulisan ini akan dibahas secara ringkas tata bahasa teks lisan bahasa Ngadha (Flores, Nusa Tenggara Tlmur). Teks lisan direkam pada tanggal 6 Januari 1994 di kampung Watujaji atau Ngadha-Mana yang saat itu merayakan pesta adat Reba, yakni "pemujaan" kepada UBI (Uvi, sejerus ubi besar, dikenal dengan nama asing Dioscorea atau yam root) untuk memperingati "Tahun Baru" adat. Pusat perhatian adalah pada tata bahasa teks yang merupakan abstraksi dari sistem aturan kebahasaan dalam penggunaan --dalam studi ini penggunaan secara terbatas. Sebagai hasil proses abstraksi diharapkan bahwa suatu sistem tata bahasa itu abstrak dan tidak terikat pada konteks situasi. Berturut-turut akan dipaparkan: tata bunyi, tata satuan kata, frasa, klausa dan strategi pembentukan teks dan maknanya.
Rumah Besar Karya Lilimunir C: Bedah Karya Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2155.861 KB) | DOI: 10.22146/jh.1978

Abstract

Karya Lilimunir C yang kedua, Rumah Besar, disambut oleh pembaca dengan antara lain munculnya analisis H.B. Jassin (1994). Daya tarik Rumah Besar sehingga  perlu ditulis analisis ini antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, Rumah Besar merupakan trilogi karya pengarang wanita Indonesia yang langka didapatkan. Kedua, Rumah Besar belum banyak dibicarakan oleh para pengamat sastra. Pembicaraan, seperti dilakukan oleh H.B. Jassin, masih terbatas berupa esai pendek di harian. Makalah ini berusaha menganalisisnya lebih merenik lagi. Ketiga, struktur karya, antara lain masalah dan tema. Rumah Besar perlu diketahui dalam kaitannya dengan protagonisnya, Noni. Dengan demikian, daya tarik ketiga ini melahirkan daya tarik keempat sebagai berikut. Keempat, protagonis Noni dalam Rumah Besar tidak dapat semata-mata disamakan dengan Lilimunir, pengarangnya.
Bahasa Arab dan Khazanah Sastra Keagamaan di Indonesia Syamsul Hadi
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.431 KB) | DOI: 10.22146/jh.1979

Abstract

Makalah ini membahas kaitan antara bahasa Arab dan khasanah SastraKeagamaan di Indonesia. Adapun yang dimaksud sastra keagamaan di sini adalah sastra Islam (Yock Fang, 1981: 187). Untuk itu maka pembahasan ini mencakup pula kaitan antara Islam dan bahasa Arab. Masuknya agama Islam ke Indonesia juga akan dibahas karena pembahasan tersebut sangat relevan untuk mengungkap mengapa sejak kurun waktu yang sangat lama telah lahir sastra Islam, serta bagaimana corak keagamaan masyarakat Muslim Indonesia. Naskah keagamaan yang akan dipaparkan meliputi khasanah keagamaan dari khasanah naskah Melayu lama, khasanah naskah berbahasa Arab yang ditulis oleh orang-oang Indonesia yangpemah tinggal di Mekah, dan khasanah naskah keagamaan berbahasa Jawa.
Interlanguage And Interlanguage Continuum Tofan Dwi Hardjanto
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.452 KB) | DOI: 10.22146/jh.1980

Abstract

The aim of this article is to examine the basic concepts underlying the notion of interlanguage and its related aspects, that is interlanguage continuum and tossilisation. It will be obvious in the course of the discussion that attention will be focused on the interlanguage continuum, the ways in which second language learners progress along it, and why at any one stage in this continuuma learner may fossi lise.
Ilmu Bahasa Arab Menuju IImu Sastra Arab Sangidu Sangidu
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.991 KB) | DOI: 10.22146/jh.1981

Abstract

Penulis ingin mengemukakan secara garis besar 6 (enam) mata kuliah linguistik Arab yang dipandang merupakan pijakan untuk mempelajari i1mu sastra Arab lebih lanjut. Karena itu, ilrnu sastra Arab pun juga akan dikemukakan secara garis besar di dalam tulisan ini.
Pungutan Pajak dan Pembatasan Usaha di Jawa pada Abad IX - XV Masehi Djoko Dwiyanto
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.584 KB) | DOI: 10.22146/jh.1982

Abstract

Di dalam artikel ini akan dicoba diungkapkan salah satu aspek sosial-ekonomi di Jawa pada abad IX-XV Masehi, khususnya mengenai pungutan pajak dan pembatasan usaha. Pokok bahasan ini dipilih karena masalah perpajakan belum pernah dikaji secara mendalam dan sebagai sumber pendapatan negara ternyata sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat hingga dewasa ini. Dimensi temporal antara abad IX-XV Masehi ditentukan berdasarkan atas pertimbangan, antara lain bahwa informasi mengenai pungutan pajak dan pembatasan usaha pertama kali dijumpai dalam prasasti-prasasti dari abad IX Masehi, sedangkan abad XV Masehi merupakan akhir dari masa tinggalan budaya yang bercorak kehindupan. Pada masa ini kehidupan ketatanegaraan telah teratur dan segala jenis data mengenai aktivitas sosial-ekonomi cukup memadai dan terkomendasikan dengan balk.
Tradisi Penciptaan dan Penafsiran Kitab Islam Klasik di Pesantren: Tinjauan Sekilas atas Salah Satu Karya Kiai Haji Ahmad Sanusi Fadlil Munawwar Manshur
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.799 KB) | DOI: 10.22146/jh.1983

Abstract

Di Indonesia terdapat banyak karya keagamaan yang berupa kitab-kitabyang berisi ajaran aqama Islam. Kitab-kitab itu sebagian besar dikaji, diajarkan, dan dijadikan acuan hidup sehari-hari oleh para santri di pesantren. Dalam tradisi pesantren kitab-kitab keagamaan itu disebut kitab Islam k1asik (Dhofier, 1962:50). Tujuan utama pengajaran kitab Islam klasik (selanjutnya disebut KIK) adalah untuk mendidik para santri menjadi calon-calon ulama yang setia pada paham Islam di pesantren. Di antara kitab-kitab yang dicipta di lingkungan pesantren dan diajarkan langsung oleh kiai adalah kitab Raudatul-'Irlani fi Ma'rifatil-Qur'an yang artinya Taman Ilmu untuk Memahami Al Quran. Kitab ini (selanjutnya disebut RI) disusun oleh Kiai Haji Ahmad Sanusi, seorang ulama Sunda yang berprofesi sebaqai pengarang produktif kitab-kitab keagamaan, juga berkedudukan sebagai pengasuh Pesantren Gunung Puyuh Sukabumi.
Upacara Sunat atau Gedho Logo pada Masyarakat Nage Hans Daeng
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.936 KB) | DOI: 10.22146/jh.1984

Abstract

Tidak dihisapkannya seseorang sebagai anggota suatu kelompok etnik merupakan sesuatu yang fatal, karena orang yang bersangkutan tidak diberi peranan apa pun dalam masyarakat etnik itu. Untuk menjadi anggota kelompok etnik itu seseorang diharuskan mengikuti sejumlah upacara tertentu yang disebut upacara peralihan. Dalam upacara peralihan tersebut, pengikut upacara atau initiandus/initianda berkenalan dan belajar sejumlah penqetahuan dasar milik kelompok etniknya.Untuk menjadi anggota kelompok etnik tertentu seseorang diharuskan mengikuti sejumlah upacara tertentu yang disebut upacara peralihan. Dalam upacara peralihan tersebut, pengikut upacara atau initiandus/initianda berkenalan dan belajar sejumlah pengetahuan dasar milik kelompok etniknya. Seorang remaja lelaki yang menjelang menjadi pemuda (adolescens) akan diterima resmi sebagai anggota resmi masyarakat desanya bila sudah mengikuti dan mengalami upacara penyunatan yang diistilahkan tui, gedho logo atau gedho weka. Pada sub kelompok etnik Rendu dan Jawatiwa disebut tau nuwa.

Filter by Year

1989 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue