cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 950 Documents
Penyair Abu Nuwas, Selayang Pandang Humam Abubakar
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.306 KB) | DOI: 10.22146/jh.1985

Abstract

Syauqi Dlaif, seorang ahli kesusasteraan Arab telah memperiodesasikan kesusasteraan Arab ke dalam empat periode. Pertama, kesusasteraan Arab masa Jahiliyah, kedua, kesusasteraan Arab masa Islam, ketiga, kesusasteraan Arab masa Abbasiyah I, dan ke empat, kesusasteraan Arab masa Abbasiyah II. Masing-masing periode diwarnai dengan lahirnya penyair-penyair terkenal yang mampu membawa kesusasteraan Arab ke jenjang yang cukup terhormat di tengah-tengah kesusasteraan dunia pada waktu itu. Berkenaan dengan hal ini, Toha Husain dalam bukunya yang berjudul Min Haditsis Syi'rl wan Netsri halaman 17 mengatakan bahwa sastra Arab, baik prosa maupun puisi, tidak dapat dikatakan ketinggalan apabila dibandingkan dengan sastra-sastra dunia padawaktu itu, yakni sastra Yunani, sastra Romawi, sastra Latin, dan sastra Persia. Nama Abu Nuwas telah dikenal secara luas oleh bangsa Indonesia, paling tidak sejak Nur Sutan Iskandar menerjemahkan buku berbahasa Arab milik Koninklijk Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wettenschappen atau vayasan Lembaga Kebudayaan Indonesia pada tahun 1922.
Pengelompokan Mikro dan Makro dalam Kajian Linguistik Austronesia secara Diakronis Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.038 KB) | DOI: 10.22146/jh.1986

Abstract

Pengelompokan bahasa dalam rangka kajian linguistik diakronis, biasa dikenal juga dengan istilah klasifikasi genealogis (genetis) atau subgruping bahasa. Dalam arti itu, pengelompokan bahasa seringkali dikaitkan dengan pembagian rumpun bahasa atau keluarga bahasa, seperti rumpun bahasa IndoEropa,  Afro-Asia, Austronesia atau Malayo-Polinesia, dan sebagainya.Istilah  pengelompokan mikro dimaksudkan untuk menjelaskan pengelompokan bahasa-bahasa sekerabat pada tingkat lebih rendah. Pengelompokan makro dapat diartikan pengelompokan bahasa kerabat yang cakupan penjelasan mengenai hubungan antarbahasa serumpun, diamati secara khusus pada tingkat yang lebih tinggi atau pada tingkat atas.
Naskah-Naskah Merapi-Merbabu Koleksi Perpustakaan Nasional Indonesia: Tinjauan Awal Kartika Setyawati
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1459.916 KB) | DOI: 10.22146/jh.1987

Abstract

Dalam khasanah kesastraan Jawa klasik yang tertuang dalam naskah (manuskrip) ada beberapa jenis/macam aksara yang dipakai untuk menyampatkannya. Secara umum aksara yang digunakan adalah aksara Jawa, Arab (Pagan), Bali (Jawa-Bali). Ada sebuah lagi aksara yang dipakai orang untuk menuliskan naskah (manuskrip) dan belum terlalu dikenal, yaitu yang disebut aksara buda. Pigeaud dalam bukunya Literatur of Jawa, Vol. I (1967) menamakan aksara buda dengan tulisan gunung.....buda, gunung script. Naskah-naskah Merapi- Merbabu memang ditemukan di daerah pegunungan. Pada naskah yang bekolofon menunjukkan tempat penulisannya yaitu di sekitar lereng gunung Merapi dan Merbabu. Dari tempat penulisannya itu, dua sarjana yang telah meneliti naskah beraksara buda menamakan naskah beraksara buda dengan sebutan naskah koleksi Merapi-Merbabu (Witlem van der Molen 1983 dan Kuntara 1990).
Antropologi dan Psikologi Kodiran Kodiran
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.664 KB) | DOI: 10.22146/jh.1988

Abstract

Sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan kemasyarakatan dan kemanusiaan, sesungguhnya antropologi itu merupakan suatu intregasi dari ilmu-ilmu pengetahuan yang masing-masing mempelajari makhluk manusia. Proses pengintegrasian ini terjadi malalui suatu proses perkembangan yang amat panjang dan sudah dimulai sejak kira-kira pada awal abad ke 19 yang lalu. Sedangkan di masa-masa menjelang perang dunia kedua, dan terutama saat-saat sesudahnya, terjadilah suatu intregasi secara resmi dan kerjasama yang lebih luas antara ilmu-ilmu antropologi, psikologi, dan sosiologi.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pemakai Helm: Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Naniek Kasniyah
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.051 KB) | DOI: 10.22146/jh.1989

Abstract

Salah satu faktor pendorong untuk melaksanakan penelitian tentang Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemakai Helm: Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor adalah Undang-Undang No. 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Bernas, 1993:1 ) diberlakukan olen Pemerintah. Data statistik Propinsi DIY menunjukkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas didominasi oleh kelompok umur muda antara 16-21 tahun dan umur 22-30 tahun, di samping berdasarkan jenis kendaraan yang terlibat, korban paling besar adalah kecelakaan sepeda motor (1988: 140-141). Selain dua alasan tersebut di atas, predikat kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kendaraan yang digunakan mereka adalah sepeda dan sepeda motor; namun sepeda jumlahnya semakin menyusut. Selanjutnya, data dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa sepeda motor semakin umum digunakan pelajar, terutama mahasiswa yang secara terus-menerus meningkat jumlahnya (1988:430).
Fragmentasi Tenaga Kerja dan Upah Buruh Industri Pedesaan (Studi Kasus Industri Cor Logam di Klaten, Jawa Tengah) Pande Made Kutanegara
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.941 KB) | DOI: 10.22146/jh.1990

Abstract

Hingga pertengahan tahun 1994, dunia industri pada umumnya dan ketenagakerjaan diwarnai dengan pemogokan buruh, demontrasi dan unjuk rasa yang berkepanjangan. Bagi sebagian besar buruh, aksi-aksi yang berkepan}angan tersebut merupakan alternatif terakhir yang dapat dilakukan setelah beberapa upaya yang lain gagal untuk mengurangi dominasi pengusaha dalam segala hal terhadap buruh. Pokok permasalahannnya tidak lain adalah ketimpangan pendapatan yang sangattinggi antara pengusaha di satu sisi dengan pekerja di sisi yang lain. Sebagian besar kaum buruh memperoleh upah jauh di bawah garis kebutuhan fisik minimum mereka. Kondisi ini menjadi lebih parah lagi dengan sering munculnya perlakuan yang tidak manusiawi dari pengusaha terhadap buruh.
Evolusi Teknologi Subsistensi Pujo Semedi H. Yuwono
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2230.584 KB) | DOI: 10.22146/jh.1991

Abstract

Pada tulisan ini akan disajikan bahasan tentang teknologi subsistensidalam perspektif evolusi. Dalam tulisan ini tidak hanya diuraikan perubahan teknologi subsistensi, tetapi juga efek keberadaan suatu bentuk teknologi subsistensi terhadap kondisi unsur-unsur kebudayaan yang lain. Tiga tipe teknologi subsistensi akan akan dipaparkan pada tutisan ini, yakni berburu meramu di kalangan masyarakat primitif; perladangan pada masyarakat tribal, dan; pertanian intensif di kalangan peasant.
Demokrasi dalam Perspektif Kebudayaan Minangkabau Sjafri Sairin
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.158 KB) | DOI: 10.22146/jh.1993

Abstract

Membicarakan demokrasi dan perspektif kebudayaan daerah, seperti kebudayaan Minangkabau yang menjadi topik pembicaraan kita kali ini, sebenarnya tidak lebih dari memperbincangkan sebuah benda pusaka yang telah kita bungkus rapat-rapat dan disimpan di tempat yang terhormat. Paling tidak dengan adanya kesempatan untuk membicarakannya akan menambah pemahaman kita terhadap kearifan nenek moyang kita dalammengharungi kehidupan mereka di masa lalu. Dengan pemahaman itu mungkin akan terbuka sedikit kesempatan untuk dijadikan tolok ukur dalam pengembangan kehidupan demokrasi yang sekarang ini sedang kita jalani. Tulisan singkat berikut ini mencoba mengulas kehidupan demokrasi dan perspektif kebudayaan Minangkabau, sebuah suku bangsa yang berasal dari daerah bagian barat tengah pulau Sumatra.
Tirai Menurun Karya Nh. Dini: Dua Tokoh Wanita dalam Kehidupan para Anak Wayang Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2311.443 KB) | DOI: 10.22146/jh.2002

Abstract

Nh. Dini (Nurhayati Srihardini) adalah salah seorang pengarang wanita Indonesia yang populer hingga saat ini. Lebih dan 40 tahun beliau bergelut dalam dunia sastra dan menghasilkan banyak karya. Kuantitas dan kualitas karya-karya Nh. Dini sudah tidak diragukan oleh para peneliti sastra Indonesia. Kali ini dipilih Tirai Menurun untuk dibicarakan karena beberapa alasan. Pertama, Tirai Menurun adalah novel terbaru karya Nh. Dini. Kedua, novel ini menceritakan tentang kehidupan para anak wayang (orang). Ketiga, kehidupan dua tokoh wanita dalam novel ini, Kedasih dan Sumirat menarik perhatian untuk dibicarakan karena kisah hidupnya sebagai anak wayang. Keempat, novel ini dibahas dalam rangka kegiatan ilmiah Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Sastra UGM.
Semantik Metabahasa Versi Wierzbicka Suhandono Suhandono
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.632 KB) | DOI: 10.22146/jh.2003

Abstract

Ada beberapa cara untuk menjelaskan arti atau konsep yang terkandungdalam suatu kata atau satuan kebahasaan. Salah satu cara untuk menjelaskan arti tersebut ialah dengan menterjemahkannya ke dalam bahasa lain. Untuk menjelaskan konsep-konsep yang terkandung dalam suatu kata secara lintas bahasa diperlukan alat analisis yang disebut semantik metabahasa. Alat analisis ini dinamakan metabahasa karena alat tersebut dapat digunakan untuk menganalisis konsep yang terkandung dalam suatu kata atau satuan kebahasaan yang lain dalam bahasa manapun, dan dapat menetralkan atau meminimumkan sejauh mungkin bias budaya atau bahasa tertentu. Dalam tulisan ini dikemukakan semantik metabahasa yang dikembangkan oleh Wierzbicka dan kolega-koleganya. Wierzbicka  mengembangkan semantik metabahasa ini berdasarkan pada apa yang ia yakini sebagai primitif semantik yang universal (universal semantic  primitives).

Filter by Year

1989 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue