cover
Contact Name
-
Contact Email
evinurleni@fisip.upr.ac.id
Phone
+6285252726527
Journal Mail Official
evinurleni@fisip.upr.ac.id
Editorial Address
Jalan Yos Sudarso Jurusan Sosiologi FISIP UPR
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Sosiologi
ISSN : 22392274     EISSN : 27760758     DOI : -
Jurnal SOSIOLOGI: dikelola oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Palangka Raya. Jurnal SOSIOLOGI merupakan media bagi publikasi tulisan-tulisan ilmiah dengan fokus dan lingkup antara lain isu-isu aktual yang relevan dalam bidang Sosiologi, Politik dan Ilmu Budaya seperti Kritik sosial dalam hubungan masyarakat dan korporasi, Budaya dan masyarakat adat, Konflik dan integrasi, Masyarakat pluralisme, Politik multikultur, Gender dan feminisme dan Lingkungan Hidup.
Articles 81 Documents
ANALISIS FAKTOR PENENTU DALAM PEMILIHAN STRATEGI PROMOSI UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Ahriyati; Erni Dwi Puji Setyowati; Maya Mustika; Nirena Ade Christy
Jurnal Sosiologi UPR Vol. 6 No. 2 (2023): FENOMENA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v14i2.13194

Abstract

Penelitian mengenai analisis faktor penentu dalam pemilihan strategi promosi Universitas Palangka Raya (UPR) bertujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang, dan acaman melalui analisis SWOT sehingga diketahui strategi dalam meningkatkan promosi UPR. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode analisis SWOT melalui survei terhadap 702 mahasiswa di UPR. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di lingkungan UPR, Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil dari penelitian ini yakni UPR memiliki kekuatan dalam pemanfaatan media sosial, kerjasama dengan sekolah, lokasi strategis, beragamnya jurusan, biaya kuliah terjangkau, dan diversifikasi jalur masuk. Untuk mengatasi kelemahan, UPR perlu mengurangi ketergantungan pada media sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas pertimbangan calon mahasiswa. Peluang UPR dapat dioptimalkan melalui perbaikan website, promosi di sekolah-sekolah, peningkatan jalur beasiswa, dan sosialisasi alumni. Peralihan status ke BLU dapat meningkatkan branding dan kualitas kampus. Ancaman terbesar adalah penurunan minat mahasiswa jika promosi tidak ditingkatkan, sehingga strategi promosi lebih efektif, dengan peningkatan fasilitas, pengajaran, dan jalur beasiswa.
ANTARA LAKI-LAKI DAN TARI SEBATAS PANGGUNG SENI: STEREOTIP TERHADAP LAKI-LAKI SEBAGAI PENARI Ita Lusia; Danil Ikmamul Wafa; Prayuda; Dahniar Th. Musa; Annisa Rizqa Alamri
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.9502

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian ini membahas tentang fenomena laki-laki penari yang mendapat stereotip negatif dari masyarakat, terdapat pandangan bahwa laki-laki penari berarti melambai. Fenomena dalam penelitian ini dibedah menggunakan teori kepribadian status Ralph Linton untuk menganalisis mengenai peran laki-laki dalam panggung seni tari. Pada penelitian ini memperlihatkan sebagian laki-laki kehilangan kepercayaan diri untuk mengasah bakat tari yang dimiliki karena mendapat stigma negatif. Masyarakat berpandangan bahwa tarian merupakan kebudayaan yang melekat pada diri perempuan, ketika laki-laki yang melakukannya maka akan dinilai sebagai seorang yang tidak maskulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif terhadap laki-laki penari, dan dengan adanya tulisan ini diharapkan memberikan peluang bagi laki-laki agar lebih percaya diri mengembangkan bakat tari untuk pelestarian budaya. Hadirnya tulisan ini berupaya menjadi dukungan kepada para penari laki-laki agar tidak luntur kecintaanya terhadap tarian akibat stereotip masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masih merambah luasnya stereotip negatif tentang penari laki-laki.
ECOBRICKS MARIMAS: KOMITMEN PERUSAHAAN PADA DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK PASCA PRODUKSI DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI LINGKUNGAN Irma Anggie Sefiana; Siti Rohana; Syabina Meiva Haryanti; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.13611

Abstract

Sampah plastik menjadi bahan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Plastik juga sering digunakan sebagai salah satu bahan pembungkus belanjaan, selain itu plastik juga banyak ditemui sebagai struktur bangunan, dan sebagai komposisi pembuatan peralatan rumah tangga. Ecobricks yaitu botol plastik yang diisi padat dengan sampah anorganik seperti plastik yang bertujuan untuk mengajarkan masyarakat tentang penggunaan sampah plastik dalam pembuatan EcoBricks. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif, Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara dari salah satu pegawai perusahaan PT Marimas dan beberapa peserta, dan Observasi penelitian dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengamati tahapan proses ecobricks marimas, yang berlokasi di Jalan Candi I, Kawasan Industri Candi, Jalan Gatot Subroto No. D-21, Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hasil penelitian adalah  ecobricks  dapat mengurangi sebagian sampah yang akan dibuang di TPA atau Tempat Pemrosesan Akhir.
KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP KORBAN CATCALLING: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS Ioga Rivaldo Pelawi; Raytuy Gading; Muhammad Zusanri Batubara; Saputra Adiwijaya; Osi Karina Saragih
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.13691

Abstract

Kekerasan wacana, atau kekerasan simbolik, adalah metode mendominasi orang lain melalui komunikasi. Hal ini lebih merupakan latihan intelektual yang bertujuan untuk mempengaruhi sudut pandang orang lain guna melegitimasi dan bahkan membenarkan penggunaan berbagai jenis kekerasan. Bersiul dan tindakan simbolik lainnya yang ditujukan kepada korban merupakan contoh kekerasan simbolik yang dapat digunakan untuk pelecehan seksual verbal. Perilaku ini meresahkan dan menyusahkan para korban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan jenis studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini dengan cara teknik wawancara. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa latar belakangi terjadinya kekerasan simbolik yaitu minimnya pengetahuan tentang kekerasan simbolik, kebiasaan, dan budaya patriarki. Kekerasan simbolik yang dialami korban dibagi dalam dua kategori yaitu verbal dan non-verbal.
KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DAN PEMERINTAH MENGENAI PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN CIKUTRA KOTA BANDUNG Nita Marwiyah; Nisrina Asiyah Utari; Nucifera Salsabila; Nurul Rahma; Pahruroji; Pungki Nurlatifah; Resti Nurul; Rushi Mu’min Aziz
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.13738

Abstract

Pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik antara warga dengan pemerintah, seperti yang terjadi di kelurahan Cikutra, Kota Bandung. Konflik antara masyarakat dan pemerintah terkat pengelolaan sampah dapat menjadi hambatan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sampah yang tidak baik di cikutra dapat menimbulkan konflik antara warga dengan pemerintah, mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan penumpukan sampah di cikutra, dan resolusi apa yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara secara mendalam dengan masyarakat dan aparat pemerintah. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: (1) Kurangnya edukasi dan partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah yang baik, (2) Keterbatasan anggaran pemerintah daerah untuk pengelolaan sampah, termasuk pengadaan infrastruktur pengangkutan sampah, (3). Kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan, dan (4). Kurangnya aturan yang jelas dan tegas seperti larangan membuang sampah secara sembarangan, dan sanksi bagi para pelanggar agar membuat masyarakat jera. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa konflik yang terjadi di kelurahan cikutra merupakan masalah yang komleks dan diperlukan upaya kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini.
SOSIAL TEORI LEARNING: PARENTING ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK PADA ANAK Wisnu Mahendra Ramadhani; Khaerunnisa Tri Darmaningrum
Journal SOSIOLOGI Vol. 7 No. 1 (2024): TANTANGAN PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v7i1.17130

Abstract

Parenting dan pengasuhan orang tua menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua berhubungan positif dengan pembentukan akhlak pada anak. Urgensi pendidikan akhlak, sebagai bagian komponen dari pendidikan Islam, memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan perilaku berdasarkan syariat. Pemahaman akhlak yang diajarkan oleh tokoh-tokoh seperti Ibnu Maskawaih dan Imam al-Ghazali mengedepankan pentingnya penginternalisasian nilai-nilai kebaikan dalam jiwa individu. Faktor parenting dalam pembentukan akhlak, menurut teori pembelajaran sosial Bandura, lebih efektif diajarkan melalui keteladanan dan imitasi. Orang tua berfungsi sebagai model bagi anak, di mana perilaku baik mereka akan ditiru dan diadopsi oleh anak. Perkembangan pengasuhan pada masa usia dini, yang dikenal sebagai masa emas, merupakan periode kritis untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan. Pada periode ini, anak mempunyai daya tangkap yang tinggi untuk mempelajari berbagai hal yang dilihat dan didengar, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan teladan yang baik. Peranan orang tua dan keluarga dalam pembentukan akhlak, dengan kualitas pengasuhan yang mereka berikan, sangat memengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Pengasuhan yang berkualitas dapat mencegah risiko gangguan perilaku serta membentuk individu yang saleh.  
BODY POSITIVITY VS. BODY IDEAL: STUDI KASUS PENGARUH KONTEN TIKTOK PADA CITRA TUBUH GENERASI Z Aliyah Agita Artamevia
Journal SOSIOLOGI Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIA SOSIAL: REPRESENTASI, IDENTITAS, DAN PRAKTIK DIGITAL
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v8i1.18275

Abstract

This study examines the influence of TikTok content on Generation Z's body image, focusing on two main concepts: body positivity and body ideal. The study employs a descriptive-analytic qualitative method with a case study approach, observing TikTok-related content through documentation, observation, and literature review techniques. The findings reveal that while the body positivity movement on TikTok has positive effects, such as encouraging self- acceptance and body diversity, the body ideal narrative promoting unrealistic beauty standards remains dominant. This creates tension for Generation Z in understanding and accepting their body image. The study highlights the importance of digital literacy and more inclusive platform algorithms to create a healthy and diverse social media environment.
INTERAKSI DAN DINAMIKA KOMUNIKASI KELOMPOK VIRTUAL DALAM KOMUNITAS GAME PLAYERUKNOWN’S BATTLEGROUNDS: PERSPEKTIF SOSIOLOGI KOMUNIKASI Muhammad Farhan Alamsyah
Journal SOSIOLOGI Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIA SOSIAL: REPRESENTASI, IDENTITAS, DAN PRAKTIK DIGITAL
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v8i1.18280

Abstract

This study analyzes the interactions and dynamics of virtual group communication within the community of PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) Mobile players from the perspective of communication sociology. The research focuses on how digital communication shapes teamwork patterns, negotiation, and decision-making processes, as well as the role of in-game symbols in forming social identity and group hierarchy. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews and literature review. This study integrates Herbert Blumer's Symbolic Interactionism Theory and Anthony Giddens' Structuration Theory to understand how group norms and symbols, such as nicknames, ranks, and in-game achievements, influence social dynamics in virtual communities. The findings reveal that these symbols not only reflect social status but also establish dynamic group norms. The social structures within the PUBG community are flexible, shaped by player interactions, and contribute to team solidarity. This study provides insights into how virtual spaces, such as PUBG Mobile, serve as platforms for building social identity and fostering complex cooperation, while also revealing the implications of digital communication on group dynamics in real-world contexts.
FRAMING DALAM PEMBENTUKAN KONSTRUKSI SOSIAL KORBAN CYBERBULLYING: KASUS BU PRANI DI FILM BUDI PEKERTI Shalya Cahya Haliza
Journal SOSIOLOGI Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIA SOSIAL: REPRESENTASI, IDENTITAS, DAN PRAKTIK DIGITAL
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v8i1.18297

Abstract

This research aims to analyze the framing employed in the film Budi Pekerti which depicts a case of cyberbullying against Bu Prani, a guidance counselor who becomes a victim of social stigma due to the spread of a viral video. The film vividly demonstrates how society often forms hasty conclusions without understanding the actual context, resulting in various harmful negative reactions towards the victim. This qualitative study utilizes a data collection technique involving direct observation of scenes in the film, documentation, and a literature review focusing on framing theory and social construction. The findings indicate that biased framing can create public perceptions that are inconsistent with reality, damage an individual's reputation, and reinforce social stigma against victims. In Bu Prani's case, the narrative presented through social media in the film demonstrates how public opinion is shaped by disseminated information, even if it is not always accurate or complete. This research concludes that by enhancing media literacy, the public can become more critical in responding to the information they receive. This not only helps reduce the negative impacts of unfair framing but also promotes the emergence of more positive and empathetic narratives towards victims of cyberbullying.
PERAN INFLUENCER DALAM MEMBENTUK PEMAKNAAN GEN-Z TENTANG KONSUMERISME Putu Ayu Maharani; Olivia Nadya Lestari; Savina Hayuningtyas
Journal SOSIOLOGI Vol. 8 No. 1 (2025): MEDIA SOSIAL: REPRESENTASI, IDENTITAS, DAN PRAKTIK DIGITAL
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59700/js.v8i1.18324

Abstract

This research explores the role of social media influencers in shaping the meaning of Generation Z's perception of consumerism in the digital era. With a qualitative approach and phenomenological methods used, this research utilizes in-depth interviews with Generation Z respondents who have active involvement with influencer content on social media. Research findings show that the role of influencers, by applying strong representations and symbols, is able to build an image of prestige and social identity that influences Generation Z's consumption patterns. By referring to the Simulacra theory put forward by Jean Baudrillard, this research highlights that social media is not only a space mere promotion, but also a tool for creating a new reality that encourages an excessively consumerist lifestyle. Thus, the main conclusion states that the meaning of perceptions regarding consumerist attitudes among Generation Z is influenced by the hyperreality created by influencers on social media, where the symbolic value of a product is more important than its functional value.