cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 796 Documents
LEVEL HORMON TRIIODOTITYRONINE DAN THYROKSIN SAAT ESTRUS DAN OVULASI PADA SAPI BALI Claude Mona Airin; Prabowo Purwono Putro; Pudji Astuti; Endang Baliarti; . Sunaryanto; Didik Yulianto
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3410.827 KB) | DOI: 10.22146/jsv.289

Abstract

Hormon tiroid mengontrol pertumbuhan, diferensiasi dan metabolisme semua sel somatik jaringan. Level abnormal hormon tiroid akan menyebabkan infertilitas atau berkurangnya fungsi reproduksi. Hormon tiroid ini kemungkinanm empunyai peranan penting dalam pengaturan steroidogenesis dalam folikel ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi level T3 dan T4 sapi bali pada saat estrus dan ovulasi. Sapi bali yang digunakan tiga atau empat ekor dengan umur yang seragam (dua tahun) dan dalam keadaan sehat. Pengamatan estrusdilakukan setiap hari sedangkan penentuan waktu ovulasi menggunakan USG. Sampel darah diambil dari vena jugularis pada saat estrus dan ovulasi. Hasil penelitian menunjuk level T3 1,46ng/dl±0,173 saat estrus dan 1,98ng/ml±0,41 saat ovulasi, level T4 10,43 ±0,442 saat estus dan 10,48±0,896 saat ovulasi sedangkan ratio T3/T4. Level T3, T4 dan ratioT3/T4 tidak berbeda signifikan antara waktu estrus dan ovulasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa hormon T3 dan T4 kemungkinan berpengaruh terhadap fungsi ovarium.Kata kunci: triiodothyrosin, estrus, sapi Bali, waktu ovulasi
PROFIL PLASMID Escherichia coli RESISTEN TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIKA YANG DIISOLASI DARI PETERNAKAN AYAM KOMERSIAL Michael Haryadi Wibowo; Widagdo Sri Nugroho; Widya Asmara
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5451.848 KB) | DOI: 10.22146/jsv.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil plasmid E.coli yang resisten terhadap ampisilin, streptomisin dan enrofloksasin. Delapan isolat E.coli yang telah diidentifikasi dan diuji sensitivitasnya terhadapketiga antibiotik tersebut, selanjutnya diisolasi plasmidnyas. Isolat E. coli dipupuk pada kaldu laktosa diinkubasi dalam shaker incubator pada suhu 370 C semalam. Sel dipanen dengan sentrifugasi 12.000 rpm, selama 5 menit sebanyak dua kali. Isolasi plasmid dilakukan dengan metode lisis alkali menggunakan larutan lisis I, II, dan III. Presipitasi plasmid dilakukan dengan 3 M Na asetat dan ethanol absolut. Profil plasmid dibaca pada agarosa 1%, setelah dilakukan elektroforesis menggunakan marker plasmid. Hasil penelitian menunjukkan profil plasmidDNA E. coli tersebut teramati sebagai pita-pita DNA yang berpendar oleh pendedahan sinar ultraviolet. Plasmid yang terisolasi mempunyai ukuran yang sangat besar atau mega plasmid yaitu terletak pada 4268 bp, 4873 bp, 5148 bp dan terletak diantara 5148 bp dan 21.226 bp. Masing-masing isolat E. coli memiliki jumlah plasmid yang bervariasi antar 1 sampai 3 plasmid DNA.Kata kunci: Escherichia coli, resistensi, profil plasmid
LETHAL CONCENTRATION 50% (LC-50) EMPAT ISOLAT Edwardsiella tarda PADA IKAN AIR TAWAR DI INDONESIA Siti Narwiyani
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2220.039 KB) | DOI: 10.22146/jsv.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenesitas isolat Edwadsiella tarda dari berbagai daerah berdasarkan uji lethal concentration 50%(LC-50). Uji LC-50 dilakukan untuk mengetahui level konsentrasi infeksi E. tarda terhadap ikan uji. Isolat E. tarda diperoleh dari ikan nila (Yogyakarta), lele (Semarang dan Jambi), kura-kura impor (Brazilia), ikan mas (Pontianak). Uji lethal concentration 50% (LC-50) dilakukan pada ikan nila, patin, koki, Celebes rainbow, dan ikan mas. Berdasarkan hasil uji LC50 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatani solat atipikal E. tarda menyebabkan jumlah kematian ikan uji semakin tinggi sertamenyebabkan waktu kematian semakin singkat. Data kelangsungan hidup ikan dihitung dengan metode Dragsted-Behrens guna menentukan LC-50. Nilai LC-50 dari 5 isolat E. tarda bervariasi dari 105 hingga l08sel/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa isolat atipikal E. tarda merupakan bakteri patogen yang sangat berbahaya bagi hewan akuatik. Uji LC-50 menunjukkan bahwa isolat dari Pontianak merupakan yang paling patogen terhadap ikan mas (Cyprinus carpio) yaitu 1,8 x 105 sel/mL selama pengamatan 6-7 hari.Kata kunci: patogenesitas, LC-50, Edwarsiella tarda
Penggunaan Protein Reporter GFP (Green Fluorecent Protein) untuk Pemantauan Fungsi Annexin I pada Phagositosis Brucellasuis Asmarani Kusumawati
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 2 (2002): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1554.26 KB) | DOI: 10.22146/jsv.292

Abstract

...
Comparizon Between HI Titer of ND Immune Serum Eye-Drop and Intra-Nasal Routers in SPF Chicken Soedijar .; Ida Lestari; Caravonika Salam
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 2 (2002): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.559 KB) | DOI: 10.22146/jsv.293

Abstract

comparizon
STUDI ANATOMI GINJAL BURUNG WALET SARANG PUTIH (Collocalia fuciphaga) DAN SRITI (Collocalia linchi) Citra Nutriana; Soehartini Jatman
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4569.636 KB) | DOI: 10.22146/jsv.294

Abstract

Burung walet (Collocalia fuciphaga) dan sriti (Collocalia linchi) merupakan satwa yang terdistribusi di Indonesia dan memperkaya keanekaragaman hayati negara. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaranstruktur histologi ginjal walet dan sriti. Tiga ekor burung walet dewasa dan tiga ekor burung sriti, diambil organ ginjalya, kemudian dibuat preparat histologi dengan ketebalan pemotongan 5 um. Sampel diwamai denganmetoda Hematoksilin-Eosin (HE) dan mounting. Preparat sampel ginjal kemudian diamati secara mikroskopis dan dianalisis secara deskriptif. HasHpenelitian menunjukkan organ ginjal sriti dan walet terletak retroperitonial pada rongga synsacrum, di kaudal paru-paru. Secara makroskopis organ ginjal walet dan sriti berbentuk irregular,berwama merah keunguan. Ginjal walet membulat, memiliki ukuran panjang ginjaI6,9% dari panjang tubuhnya. Ginjal sriti pipih, memiliki ukuran panjang ginjal 7,4% dibanding panjang tubuhnya. Secara mikroskopis ginjal walet dan sriti memiliki glomerulus medula yang lebih besar dibanding glomerulus korteks. Strukturhistologi antara walet dan sriti tidak ada perbedaan.Kata kunci: walet sarang putih (Collocalia fuciphaga), sriti (Colocalia linchi), histologi, ginjal, Hematoksilin-Eosin
DETEKSI Escherichia coli 0157:H7 DARI SUSU DAN DAGING MENGGUNAKAN SERUM KEBAL MONOSPESIFIK Widodo Suwito
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2951.202 KB) | DOI: 10.22146/jsv.295

Abstract

Escherichia coli 0157:H7 merupakan salah satu bakteri patogen penyebab food borne disease pada manusia. Deteksi E.coli 0157:H7 pada serum keba] monospesifik berdasarkan somatik antigen (0) dan flagella(H). Tujuan dari penelitian ini untuk mendeteksi E.coli 0157:H7 menggunakan serum kebal monospesifik dengan cara absorbsi dan uji koaglutinasi. Serum kebal monospesifik diperoleh dengan cara menyuntikkan antigen E.coli 0] 57:H7 pada kelinci jenis New Zealand White. Serum dikoleksi dan diabsorbsi menggunakan antigen somatik E.coli heterolog sampai tidak terjadi reaksi agglutinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan serum kebal monospesifik dapat digunakan untuk menedeteksi E.coli 0 157:H7 dalam susu dan daging.Kata kunci: serum keba1, monospesifik, E.coli 0157:H7
IDENTIFIKASI VIRUS RABIES PADA ANJING LIAR DI KOTA MAKASSAR Sri Utami; Bambang Sumiarto
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2680.755 KB) | DOI: 10.22146/jsv.296

Abstract

Telah dilakukan identifikasi virus rabies pada anjing liar di kota Makassar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentitikasi virus rabies pada anjing liar di kota Makassar. Sebanyak 32 sampel otak anjing liar diuji untuk identifikasi virus rabies dengan metode Fluorescent antibody technique (FAT). Data identifikasi virus rabies dari sampel otak dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian sampel otak anjing liar menunjukkan sebanyak 32 sampel negatifrabies. Sampel otak dari anjing liar yang ditangkap tanpa gejala klinis rabies dan sampel otak daritempat pemotongan anjing bukan merupakan sampel yang baik untuk identifikasi rabies pada suatu wilayah.Kata kunci: anjing liar, FAT, virus rabies
EVALUASI VAKSIN INFECTIOUS BURSAL DISEASE (IBD) BERDASARKAN PADA NILAI INDEKS BURSAL Ida Lestari Soedijar
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1952.82 KB) | DOI: 10.22146/jsv.297

Abstract

Sesuai dengan persyaratan minimal Farmakope Obat. Hewan Indonesia (FOHI), vaksin Gumboro yang dikenal dengan nama Infectious Bursal Disease (IBD) dinyatai(anmemuaskan apabila telah lulus uji umum (ujifisik, uji kevakuman, uji kemurnian dan uji steril) selainjuga memenuhi persyaratan uji khusus (uji keamanan, uji potensi dan uji kandungan virus). Sejak tahun 1998,dalam uji keamanan (safety test), Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH) lebih menitik beratkan pada nilai Rasio Indeks Bursa yaitu nilai ratarataberat bursa/bobot ayam hasil vaksinasi diperbandingkan dengan ayam kontrol tanpa perlakuan, dimana nilai tersebut harus sedikitnya mencapai nilai 0.7. Dari hasil tulisan disini, terdapat kegagalan dari beberapa vaksinIBD yang tidak memenuhi syarat untuk nilai Rasio Indeks Bursa setelah 5 (lima) minggu paska vaksinasi dengan menggunakan ayam Specific Pathogen Free (SPF) umur 2 (dua) minggu. Direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan kembali Rasio Indeks Bursapada Persyaratan Minimum Indonesia.Kata kunci: Rasio Indeks Bursa, ayam SPF
Aplikasi Teknologi Laserpunktur untuk Gertak Birahi pad Kerbau Suprio Guntoro; I Made Rai Yasa
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 2 (2002): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.515 KB) | DOI: 10.22146/jsv.299

Abstract

..

Page 3 of 80 | Total Record : 796


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue