cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 824 Documents
Praktik Biosekuriti pada Pedagang Unggas Hidup di Pasar Tradisional di Bogor Terhadap Pencegahan Avian Influenza Saukhan, Falih Prenata; Sudarnika, Etih Etih Sudarnika; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.104820

Abstract

Penyakit avian influenza (AI) merupakan penyakit zoonotik yang mengancam kesehatan manusia. Unggas hidup yang dijual di di pasar tradisional merupakan berpotensi menjadi sumber penularan virus AI, sehingga dibutuhkan langkah pencegahan dan pengendalian penyakit di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik biosekuriti pada pedagang unggas hidup di wilayah Bogor sebagai langkah pencegahan penularan penyakit AI. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang disusun sebagai alat untu mengidentifikasi karakteristik pedagang unggas dan penerapan praktik biosekuriti. Sebanyak 30 pedagang diwawancarai sebagai responden di 3 pasar tradisional di Kota Bogor dan 7 pasar tradisional di Kabupaten Bogor. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui gambaran terkait karakteristik pedagang unggas serta praktik biosekuriti yang dilakukan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan praktik biosekuriti terhadap penyakit AI belum sepenuhnya diterapkan oleh pedagang unggas di wilayah Bogor, terutama pada aspek isolasi hewan sakit dan sanitasi. Selain itu kesadaran pedagang unggas untuk melaporkan kejadian penyakit masih sangat rendah (20%). Penerapan praktik biosekuriti pada pedagang perlu ditingkatkan melalui penyuluhan terkait penyakit AI serta perbaikan sarana dan prasarana kios unggas. Kata kunci : Avian Influenza, Biosekuriti,  Pedagang unggas hidup, Kios unggas
Penerapan Sanitasi dan Higiene dalam Produksi Ikan Asap: Implikasi terhadap Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat Tina, Lymbran; Sudarnika, Etih; Ridwan, Yusuf; Sudarwanto, Mirnawati B.; Pisestyani, Herwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105214

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam kesehatan masyarakat, terutama pada produk pangan yang diproses secara tradisional seperti ikan asap. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sanitasi dan higiene dalam produksi ikan asap di Kota Kendari serta mengkaji dampaknya terhadap keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive pada 13 unit produksi ikan asap selama Juli sampai Oktober 2024. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan checklist kepatuhan terhadap standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil penelitian menunjukkan kurang dari sebagian produsen (48,4%) yang memastikan peralatan produksi tetap bersih dan terawat secara menyeluruh. Seluruh produsen (100%) menggunakan air bersih selama produksi, namun tanpa fasilitas pembersihan bahan baku yang memadai. Toilet yang memenuhi standar kebersihan hanya ditemukan pada 69,2% lokasi produksi, sementara tidak ada satu pun tempat sampah tertutup (0%). Evaluasi praktik higiene pekerja, didaptkan sebanyak 76,9% pekerja mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja, namun tidak ada pekerja yang mamakai alat pelindung diri (0%). Selain itu, seluruh lokasi produksi tidak memiliki program pembersihan dan sanitasi berkala (0%), dan terdapat hewan peliharaan di sekitar area produksi, yang dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme patogen. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri ikan asap tradisional di Kendari belum memenuhi stadar sanitasi dan higiene yang baik sehingga memerlukan intervensi berbasis kesehatan masyarakat. Diperlukan edukasi kepada produsen mengenai pentingnya sanitasi dan higiene, peningkatan infrastruktur sanitasi, serta pengawasan lebih ketat dari pihak berwenang guna memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Kata kunci: keamanan pangan, higiene, kesehatan masyarakat, sanitasi, ikan asap
TINGKAT EFEKTIVITAS GLOVES STERIL INTRAOPERASI DAN PASCAOPERASI LAPAROTOMI Prastiwi, Artina; Adji, Dhirgo; Anggraeni, Devita; Purnomo, Agus; Ramadhani, Mungky Ema
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105484

Abstract

Penggunaan glove bedah steril untuk tindakan laparotomi dilakukan untuk membatasi kontaminasi lokasi pembedahan oleh bakteri di tangan operator bedah dan dengan demikian mengurangi kemungkinan infeksi pascaoperasi. Pada prakteknya pergantian gloves steril selama proses operasi di kalangan praktisi dokter hewan jarang bahkan tidak pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat efektifitas penggunaan gloves steril selama proses operasi (intraoperasi) dan post operasi ovariohisterektomi dengan melihat total kuantitas bakteri yang didapatkan pada sampel gloves steril. Dua belas sampel dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 sampel. Kelompok 1 adalah kontrol, swab pada gloves steril dilakukan sebelum operasi dimulai. Kelompok 2 adalah swab pada gloves steril yang dilakukan pada menit ke 30 setelah operasi dimulai. Variabel 3 adalah swab pada gloves steril yang diambil pada menit ke 60 (post operasi). Durasi operasi ovariohisterektomi yang dilakukan berlangsung selama 48 menit. Swab dilakukan dengan menggunakan sterile swabs yang sudah dibasahi menggunakan NaCl steril, kemudian permukaan gloves dengan luas sekitar 5 cm x 5 cm diusab dan sampel direndam dalam konikel berisi NaCl steril. Sampel kemudian dikirim ke Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM untuk pengujian Total Plate Count (TPC). Data yang diperoleh selanjutnya diuji statistik menggunakan one way ANOVA. Hasil pemeriksaan TPC menggunkan analisis statistik one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CFU/ml glove control (4550±5193,9), glove pada menit ke-30 operasi (10075±14747,5) dan glove setelah 60 menit operasi (27000±48764,7). Kesimpulan, tingkat efektifitas glove steril pada menit ke-0, ke-30 dan ke-60 operasi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (P>0.05) terhadap jumlah bakteri. Dengan demikian, tidak adanya perubahan signifikan jumlah koloni bakteri selama 48 menit selama operasi berlangsung dan post operasi (menit ke-60), maka penggunaan glove steril tidak perlu diganti dengan syarat tidak terdapat robekan, perforasi mikros atau tusukan pada glove steril.
Kontaminasi Salmonella sp. pada Telur Ayam: Studi Komparatif Antara Peternakan dan Pasar Tradisional Anggraini, Nanda Dewi; Suswati, Enny; Sudarmanto, Yohanes
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105836

Abstract

Eggs are a food ingredient consumed daily by the community; eggs infected with Salmonella sp. can cause various health problems. The global prevalence rate of salmonellosis disease based on data from the Institute for Health Metrics and Evaluation in 2019 stated that it was 4.22 per 100,000 population with a mortality rate due to salmonellosis of 1.72%. The end of this study was to see the comparison of Salmonella sp. contamination in chicken eggs in terms of differences in location on farms and in the Sukowono market. This study included 70 randomly selected chicken eggs from two different locations, namely chicken farms and traditional markets in Sukowono sub-district, using the egg shell swab method, and then bacterial culture was carried out using SSA (Salmonella Shigella Agar). The prevalence of Salmonella sp. contamination in the chicken eggs examined was 25.7%. There was a significant difference in the comparison of Salmonella sp. contamination in chicken eggs in terms of differences in location on farms and market traders. Eggs from farms have lower Salmonella sp. contamination compared to eggs from traditional markets.  
Koleksi Semen pada Burung Parkit: Teknik Non-Invasif Pemijatan Kloaka Nareswari, Anggitya; Permana, Rief Ghulam Satriya; Puspitadesy, Shafa Adea; Mualimin, Mualimin; Khoirunnisa, Nilahazra
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.107326

Abstract

Koleksi semen merupakan ejakulasi yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan, perlakuan, dan alat koleksi (Madeddu et al., 2022; Vitorino Carvalho, 2024). Koleksi semen pada burung parkit dapat dilakukan dengan pemijatan kloaka maupun elektroejakulator (Lierz et al., 2013; Kucera & Heidinger, 2018; Frediani et al., 2019). Koleksi semen dengan elektroejakulator direkomendasikan untuk burung berukuran besar seperti burung bangau dan kalkun dengan tingkat keberhasilan sebesar 67%, sementara pemijatan kloaka direkomendasikan untuk burung kecil seperti parkit dengan tingkat keberhasilan 74%
DESAIN PRIMER BERDASARKAN GEN MT-12S rRNA UNTUK MENDETEKSI CEMARAN DAGING BABI PADA PRODUK OLAHAN ASAL DAGING SAPI DENGAN METODE MULTIPLEKS-PCR Sitompul, Yeremia Yobelanno; Artanto, Sidna
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.53197

Abstract

The case of adulteration of pork in beef products, which causes fretfulness especially for muslims, is still found in Indonesia. Multiplex Polymerase Chain Reaction (Multiplex PCR) can help detecting the adulteration of pork in beef products. This method needs multiple specific primers to amplify several targeted DNA mixture in single step reaction. This study aimed to design specific primers that can be utilized to detect the adulteration of pork in beef products using Multiplex PCR method.Firstly, primers were designed in silico using bioinformatic tools which were MegAlign, Seqbuilder, and AmplifX. This design was based on mt-12s rRNA gene. The length of amplified fragment using the designed primers for cow was 91 bp, while the pig was 230 bp. Secondly, the designed primers were tested to amplify DNA of cow and pig from raw beef, pork, mixture of beef and pork, and twelve samples of their products (meatballs) to assess their ability to amplify targeted DNA spesifically.The result showed that the designed primers could amplify the targeted DNA specifically from raw beef, pork, mixture of both meat, and their products. Therefore, the designed primers evidently can be used to detect adulteration of pork in beef by Multiplex PCR method.
Profil Darah dan Gambaran Makroskopis Kesembuhan Luka Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Infeksi Staphylococcus aureus yang Diberi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) Rosyadi, Imron; Alhidayany, Desriza; S, Christin Marganingsih
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.44891

Abstract

Wound is one of the most common cases happened frequently. Infected wound by pathogenic microorganism could inhibit wound healing process. The microorganism that often infect the wound is Staphylococcus aureus. Shallot had believed as one of traditional medicine that believes as an alternative therapy for wound healing. This study aimed to determine the blood profile and macroscopic images of wound healing in Wistar rats (Rattus norvegicus) infected by Staphylococcus aureus and given shallot extract (Allium cepa L.). This study used 12 rats, aged about 2 months and weighed 180-250 gram is divided into 4 groups, each group consist of 3 rats. Rats were injured by incision wound at 1 cm length and ± 2 mm depth, then infected by Staphylococcus aureus bacteria. Group I and II were droped of shallot extract 40% and 80%, while Group III was droped by povidon iodine 10%, and Group IV was given nothing (control group) until the wound healed. Research observation was did at day-0, 7, 14, and 21. The length of wound was measured in centimeter evere week and blood sampling were done at day-0 and day-21. The observational data of wound length were analysis using Friedman, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. The result of research showed the wound length average on day-7 in Group I: 0,733 cm; Group II: 0,433 cm; Group III: 0,567 cm; and Group IV: 0,767 cm (p<0,05). The wound length average on day-14 in Group I: 0,433 cm and Group IV: 0,333 cm (p>0,05), Group II and III were healed (p>0,05). In day-21 all wound were completely healed. The rats blood profile on day-0 and day-21 showed that erythrocytes total count, hemoglobin (Hb), and packed cell volume (PCV) were in normal range. Rats were in health condition. Thus it could be concluded that the time need for the wounds to heal in rats that were treated with shallot extract 80%  is equal to rats were treated with povidon iodine 10% on the 14th day of the study while rats that were treated with shallot extract 40%  is equal to rats was given nothing on the 21st day of the study. Shallot extract 80% can treat wound that infected by Staphylococcus aureus is equal to povidon iodine 10% treatment.
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Gambaran Leukosit Tikus Wistar yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Munawaroh, Muhammad; Angkasa, Winoto; Santosa, Christin Marganingsih; Kholik, Kholik; Rosyadi, Imron
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.44892

Abstract

Shallot (Allium cepa L) has been used emperically to treat wounds, bloat, common cold and is known to boost immunity. Shallots have a variety of useful compounds such as flavonoids, antioxidants, quercetin, saponins and many other compounds. These compounds have been known to have antibacterials, antihistamines, and immunomodulators activities. This study aimed to examine the  potential of shallot extract in wounded rats that are infected with Staphylococcus aureus.Fifteen female Wistar rat were divided into 5 treatment groups: 40% shallot extract, 80% shallot extract, 10% povidone iodine, positive control and negative control. The rats were wounded by making an incision on the back then the shallot extract was administered topically once a day for 21 days. Blood samples were taken on days 0 and 21 then the total number of leukocytes and its differentials     (neutrophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils and basophils) were calculated. The data were then processed using one-way ANOVA test with 95% significance value.The result showed a significant increase (p<0,05) on the total number of leukocyte (10,37 ± 1,09 103/µl), neutrophils (4,98 ± 0,30 103/µl), lymphocytes  (8,76 ± 0,04 103/µl) and monocytes (0,74 ± 0,02 103/µl) on the group treated with 40% shallot extract. While on the group treated with 80% shallot extract there was a significant increase (p<0,005) on the total number of leukocytes (10,40 ± 0,43 103/µl), lymphocytes (7,67 ± 0,19 103/µl), and monocytes (0,64 ± 0,01 103/µl). This study concluded that shallot extract is able to improve the immune system.
Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L. sebagai Sumber Pengobatan Skabies pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Surya, Nur Jannah Permata; Nugroho, Muhammad Arif; Andita, Aretta Safa; Kurniyawan, Farid Firnanda; Safitri, Nuril Qolbi; Lestari, Fajar Budi; Sukoco, Hendro; Basy, Lukman La; Haryadi, Fathur Rohman
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.69252

Abstract

Skabies pada kelinci yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei berdampak terhadap kesejahteraan hewan dan produktifitas. Pengobatan berbahan kimia berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dalam pengobatan skabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 35 sampel luka skabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit pada kelinci yang menunjukkan gejala klinis skabies untuk memastikan infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Skabies kelinci dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kemudian kelompok yang mendapat ekstrak daun sirsak konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, perlakuan diberikan setiap hari selama tujuh hari. Pengamatan dan parameter keberhasilan pengobatan skabies berdasarkan derajat scoring dari 3 parameter perubahan klinis kulit yang terdiri dari pertumbuhan rambut, keropeng, penebalan dan lipatan kulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sirsak memiliki efek penyembuhan pada skabies kelinci (Oryctolagus cuniculus).
Gambaran Indeks Ovitrap dan Survei Iklim Mikro pada Tiga Kelurahan di Samarinda, Kalimantan Timur AZ, Syadza Zahratun Nufus; Hadi, Upik Kesumawati; Arif, Ridi
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.75032

Abstract

Degradasi ekosistem akan menimbulkan permasalahan serius terutama bagi kesehatan masyarakat. Salah satu masalah kesehatan masyarakat adalah penyakit tular vektor (vector borne disease). Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit tular vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan telur nyamuk Aedes spp. di Samarinda, Kalimantan Timur, berdasarkan indeks ovitrap dan hubungannya dengan iklim mikro (suhu dan kelembapan). Survei ini mengamati 150 rumah pada tiga kelurahan di Samarinda. Setiap rumah diberikan dua ovitrap, outdoor dan indoor. Jumlah ovitrap yang diberikan sebanyak 300/minggu. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali dengan interval waktu survei dua minggu. Indeks ovitrap pada tiap kelurahan yaitu  31.62% di Pelita, 28.25% di Sidodadi, dan 27.8% di Sempaja Utara. Hasil indeks ovitrap termasuk tingkat 3 di tiap kelurahan. Hubungan antara iklim mikro (suhu dan kelembapan) dengan ovitrap positif berkorelasi positif di kelurahan Pelita dan Sempaja Utara (p-value < 0.05), tetapi tidak berkorelasi di kelurahan Sidodadi (p-value > 0.05).

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue