cover
Contact Name
Ferry Doringin
Contact Email
fdoringin@yahoo.com
Phone
+6281313073730
Journal Mail Official
ikdki2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Karya Pastoral (GKP) Jl.Katedral No. 7, Jakarta 10710
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Humanipreneur
ISSN : 27971643     EISSN : 27971643     DOI : https://doi.org/10.53091/jhup.v1i1.7
Jurnal Penelitian Humanipreneur aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific writing in the form of research, reviews, studies, and conceptual or theoretical thinking in the fields of Indonesian refractionist and optician. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Humanipreneur is managed to be issued thirdin every volume. The Scope of Jurnal Humanipreneur is: Social sciences Humaniora Management Entrepreneur
Articles 49 Documents
KORELASI ANTARA FEAR OF FAILURE DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA RANTAU Grace Wijaya; Monika
Jurnal Humanipreneur Vol 4 No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v4i1.52

Abstract

Prokrastinasi akademik dapat terjadi di seluruh kalangan pelajar termasuk mahasiswa, sebanyak 95% mahasiswa melakukan prokrastinasi. Selain itu, sebanyak 70% mahasiswa undergraduate mengalami prokrastinasi akademik. Alasan mahasiswa melakukan prokrastinasi adalah karena adanya perasaan bebas berkehendak dan tidak diperhatikan oleh siapapun. Salah satu faktor penyebab prokrastinasi adalah perasaan takut akan kegagalan yang berkembang. Penelitian ini menggunakan alat ukur The Performance Failure Appraisal Inventory untuk mengukur tingkat fear of failure, dan alat ukur McCloskey’s Academic Procrastination Scale untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara fear of failure dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang merantau di JABODETABEK dengan jumlah responden penelitian adalah 209 orang responden mahasiswa rantau yang berasal dari luar JABODETABEK namun berkuliah di universitas di JABODETABEK. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner google form dan masuk ke kelas-kelas. Teknik sampling menggunakan teknik snowball sampling method. Data diolah menggunakan program IBM SPSS 24. Hasil penelitian korelasi menunjukkan nilai r sebesar 0.228 dan P sebesar 0.001 < 0.01, artinya ada hubungan positif yang signifikan antara variabel fear of failure dan prokrastinasi akademik, artinya apabila fear of failure pada mahasiswa rantau naik, maka probabilitas untuk melakukan prokrastinasi akademik akan meningkat juga, dan sebaliknya secara beriringan.
Evaluasi Sistem Pengendalian dan Prosedur Pengeluaran Kas pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi Hafiza; Riny Jefri
Jurnal Humanipreneur Vol 4 No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v4i1.53

Abstract

Abstrak. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan merupakan sektor publik pemerintah yang dananya berasal dari rakyat berupa pajak retribusi yang diatur oleh pemerintah daerah, oleh sebab itu pengalokasian atau penggunaan dana terutama pengeluaran kas harus diperuntukkan bagi kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. Untuk mencapai tujuan dan target diperlukan pengawasan dan pengendalian terhadap pengeluaran kas. Tujuan penulisan karya ilmiah ini guna menilai sistem pengendalian serta prosedur pengeluaran kas Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi apakah sudah sesuai penerapannya dengan Peraturan Mendagri No. 59 Tahun 2007. Penelitian ini menggunakan data primer, yang didapatkan langsung dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bukittinggi. Metode kualitatif deskriptif merupakan metode penelitian yang digunakan oleh penulis.. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem pengendalian dan prosedur pengeluaran kas telah diterapkan dengan baik sesuai dengan Peraturan Mendagri No. 59 Tahun 2007.
Dampak Revolusi Teknologi Terhadap Peran Akuntan Pada Organisasi di Era Digital: Sebuah Kajian Literatur Sri Mulyani; Riny Jefri
Jurnal Humanipreneur Vol 4 No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v4i1.54

Abstract

Abstrak Revolusi teknologi membawa dampak besar terhadap profesi akuntan. Salah satu teknologi yang paling berpengaruh adalah Kecerdasan Buatan (AI). Makalah ini mengkaji dampak AI terhadap profesi akuntan berdasarkan tinjauan literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan akuntan. AI dapat mengotomatisasi tugas-tugas berulang, seperti pemrosesan data dan pembuatan laporan, sehingga akuntan dapat fokus pada pekerjaan yang lebih strategis, seperti analisis data dan konsultasi bisnis.Meskipun AI dapat menggantikan beberapa pekerjaan akuntan, namun AI juga membuka peluang baru bagi profesi ini. Akuntan yang memiliki keterampilan yang tepat, seperti kemampuan analitis, komunikasi, dan pemahaman teknologi, akan semakin diminati di masa depan.Penelitian ini juga menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi akuntan dalam beradaptasi dengan era digital, seperti kebutuhan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan literasi digital.Kesimpulannya, AI memiliki dampak yang signifikan terhadap profesi akuntan. Akuntan perlu beradaptasi dengan perubahan ini dengan mengembangkan keterampilan yang tepat dan mengikuti perkembangan teknologi. Pemerintah dan institusi pendidikan juga perlu berperan dalam mempersiapkan akuntan untuk era digital.
ANALYSIS OF THE IMPACT OF FAMILY OFFICE POLICY ON THE INCREASE OR DECREASE OF SOCIAL INEQUALITY IN INDONESIA: LITERATURE STUDY VIRGILIA GLORIA VICA; VISHNU GAMA PUTRA JARANGGA; BERNADETH TONGLY
Jurnal Humanipreneur Vol 4 No 2 (2025): (Juli 2025)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v4i2.69

Abstract

Family offices have been implemented in various countries as a means to manage family wealth more effectively, providing specific benefits such as tax incentives, investment policies licensing facilitation, and government support. This article evaluates the impact of family office policies on social inequality through a comprehensive literature review by analyzing academic sources, policy reports, and government documents from various jurisdictions including the United States, Singapore, and Switzerland. Although family office policies have shown effectiveness in developing countries, there are concerns regarding their relevance in developing countries such as Indonesia. The main question is whether the urgency of implementing family office policies truly exists in developing countries, or whether these policies merely benefit the super-rich, ultimately exacerbating social inequality. The literature review indicates that family office policies have a dual impact on social inequality. On one hand, family offices can exacerbate inequality by concentrating wealth in the hands of wealthy families, minimizing wealth redistribution and economic access for middle and lower economic groups. On the other hand, there is evidence that family offices also create new economic opportunities through direct investments that can reduce income disparities in certain areas. This study concludes that the impact of family office policies on social inequality depends heavily on the design and implementation of these policies. Therefore, a more holistic approach is needed in formulating family office policies to ensure that economic benefits are more widely distributed and social inequality is minimized.
STRATIFIKASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS MULTILEVEL DAN LONGITUDINAL TENTANG KETIMPANGAN INSTITUSIONAL, REFORMASI KURIKULUM, DAN AGENSI SISWA 2021–2025 Stepanus Silaban
Jurnal Humanipreneur Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v5i1.110

Abstract

Ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan penting karena capaian belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik individu, tetapi juga oleh kondisi sosial, sumber daya, dan lingkungan pembelajaran sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana ketimpangan capaian akademik berkaitan dengan karakteristik institusional sekolah, lingkungan pembelajaran, pengembangan karakter, kondisi kesetaraan kesempatan, dan implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian menggunakan data Asesmen Nasional periode 2021–2025 yang mencakup 196.976 siswa yang berada dalam panel longitudinal 1.098 sekolah menengah. Analisis dilakukan secara bertahap menggunakan hierarchical linear modeling (HLM), two-way fixed effects (TWFE), analisis mediasi longitudinal, serta extreme gradient boosting (XGBoost) dengan interpretasi TreeSHAP. Hasil analisis multilevel menunjukkan bahwa 32,94% variasi capaian akademik berada pada tingkat sekolah, yang menunjukkan adanya stratifikasi institusional yang cukup kuat. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa peningkatan sumber daya fisik dan lingkungan pembelajaran tidak secara langsung menghasilkan peningkatan capaian akademik dalam jangka pendek. Lingkungan pembelajaran yang sangat terstruktur dan berorientasi pada pengarahan guru juga menunjukkan hubungan negatif dengan perkembangan character capital pada periode berikutnya. Sebaliknya, implementasi Kurikulum Merdeka berhubungan positif dengan character capital dan capaian akademik. Model XGBoost yang divalidasi secara temporal menghasilkan kemampuan prediksi out-of-sample sebesar 42,18% dan menunjukkan character capital sebagai prediktor paling penting terhadap risiko learning poverty, sementara kontribusi infrastruktur fisik menunjukkan kecenderungan diminishing marginal returns. Temuan ini menunjukkan bahwa pengurangan ketimpangan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perluasan sumber daya, tetapi perlu disertai transformasi lingkungan institusional yang mendorong otonomi, agensi, dan perkembangan sosial-emosional siswa.
Etika Bisnis dalam Era Digital: Perspektif Paus Fransiskus Royani Lim
Jurnal Humanipreneur Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v5i1.111

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan mendasar dalam dunia bisnis, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etis, antara lain ketimpangan, eksploitasi tenaga kerja, penyalahgunaan data, dehumanisasi, konsumerisme, dan dampak ekologis. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip etika bisnis dalam perspektif Paus Fransiskus serta relevansinya bagi dunia bisnis di era digital. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis enam dokumen magisterial Paus Fransiskus, yaitu Lumen Fidei (2013), Laudato Si’ (2015), Fratelli Tutti (2020), Laudate Deum (2023), Dilexit Nos (2024), dan Antiqua et Nova (2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa etika bisnis dalam perspektif Paus Fransiskus bertumpu pada penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, solidaritas, kebaikan bersama, tanggung jawab sosial dan ekologis, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Kritik terhadap paradigma teknokratis menjadi benang merah dalam menghadapi perkembangan teknologi dan AI, terutama ketika efisiensi dan keuntungan ekonomi berpotensi mengesampingkan dimensi kemanusiaan. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi digital perlu diarahkan bukan semata-mata pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas, melainkan pada pembangunan ekonomi yang manusiawi, inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebaikan bersama. Perspektif ini juga menempatkan pendidikan, khususnya universitas Katolik, sebagai ruang penting untuk membangun refleksi etis atas perkembangan teknologi.
Evolusi Pengetahuan dan Adaptasi Profesional dalam Inovasi di Bidang Kesehatan: Analisis Sosio-Teknologis Trajektori Bedah Mata (2016–2025) Stepanus Silaban
Jurnal Humanipreneur Vol 4 No 3 (2025): (November 2025)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v4i3.114

Abstract

Inovasi teknologi dalam pelayanan kesehatan merupakan sebuah proses sosio-teknologis kompleks yang melampaui sekadar pengenalan prosedur klinis baru; ia melibatkan transformasi mendalam dalam praktik profesional, kapasitas organisasi, produksi pengetahuan, serta pola adaptasi manusia terhadap teknologi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trajektori longitudinal inovasi bedah mata sebagai refleksi dari kematangan teknologi dan dinamika manajemen inovasi dalam sistem sosial kesehatan. Dengan menggunakan desain analisis trajektori bibliometrik retrospektif, penelitian ini mengkaji 97.458 publikasi ophthalmology yang terindeks PubMed selama periode 2016–2025. Tiga domain bedah utama—phacoemulsification, vitrectomy, dan trabeculoplasty—dianalisis menggunakan sistem Medical Subject Headings (MeSH) untuk mengidentifikasi pola kematangan dan transisi prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phacoemulsification (5.654 publikasi) telah mencapai fase stabilisasi pasca-adopsi (post-adoption stabilization), di mana penurunan pertumbuhan publikasi mencerminkan konsolidasi pengetahuan dan standarisasi praktik profesional yang matang. Vitrectomy (2.373 publikasi) menunjukkan pola inovasi inkremental yang berkelanjutan melalui penyempurnaan teknik yang konstan. Sementara itu, trabeculoplasty menunjukkan terjadinya transisi semantik dan prosedural, yang mengindikasikan adanya pergeseran paradigma dalam masyarakat kedokteran menuju teknologi intervensi baru seperti MIGS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika literatur ilmiah merupakan indikator penting bagi adaptasi sistem sosial terhadap perubahan teknologi. Penurunan pertumbuhan publikasi pada teknologi matang tidak selayaknya dimaknai sebagai kegagalan teknis, melainkan sebagai fase kemandirian teknologi dalam praktik keseharian. Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi manajemen inovasi humanis, khususnya dalam perencanaan pendidikan profesional yang berkelanjutan, adaptasi struktur organisasi, serta pengembangan kebijakan kesehatan yang responsif terhadap evolusi pengetahuan manusia.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP SIKAP TOLERANSI REMAJA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL Levina Kumalasari Darsana; Benedicta Cindy Nathania; Kayla Khalim; Michelle Agatha Tan Putra; Natalia Sujadi
Jurnal Humanipreneur Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v5i1.117

Abstract

Abstrak. Perubahan zaman ke era modern membuat keseharian masyarakat tidak dapat lepas dari teknologi digital. Sensus pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pengguna aktif sosial media mencapai angka 139 juta pengguna, yaitu setengah dari total populasi Indonesia. Maraknya penggunaan sosial media melahirkan kekhawatiran mengenai sikap toleransi remaja. Penelitian ini melihat bagaimana tingkat penggunaan media sosial mempengaruhi sikap toleransi berdasarkan konten yang dikonsumsi oleh remaja di desa Curug Sangereng, dengan tujuan mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap sikap toleransi remaja dan kesadaran remaja di Curug Sangereng. Analisis dalam penelitian ini dilihat melalui Social Learning Theory oleh Albert Bandura mengenai imitasi perilaku berdasarkan observasi individu atas sekitarnya, dengan teori dukungan Psychoanalysis oleh Sigmund Freud mengenai perkembangan psikologi pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif guna mengukur tingkat toleransi remaja Curug Sangereng, dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner. Data kemudian dianalisis melalui teknik kuantitatif deskriptif yang didasarkan oleh tujuan menemukan relasi sederhana dari frekuensi jawaban tertinggi dan pengaruh yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunaan sosial media yang tinggi, dengan perubahan sikap toleransi yang menunjukkan relasi positif dengan tingkat penggunaan sosial media berdasarkan konten berbasis hiburan pada remaja Curug Sangereng.
LITERASI DIGITAL BERBASIS PANCASILA SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PERUNDUNGAN SIBER Jovanka Wijaya; Nataniel Jevon; Jocelyn Felita Lim; Kevin Nicholas; Panna Viriya
Jurnal Humanipreneur Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v5i1.118

Abstract

Perkembangan dunia digital semakin pesat, dengan hadirnya berbagai dampak positif dan negatif. Salah satu diantaranya adalah meningkatnya kasus perundungan siber di kalangan masyarakat. Hal ini merujuk dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu Quality Education, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk dalam aspek literasi digital dan pembentukan karakter. Rendahnya tingkat literasi digital di Indonesia menjadi faktor utama yang memicu terjadinya perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor utama terjadinya fenomena perilaku perundungan siber di Desa Curug Sangereng, dengan mengkaji peran dari nilai Pancasila dalam literasi digital, serta merumuskan upaya pencegahan perundungan siber dengan nilai kebangsaan sebagai pedoman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi keterkaitan antara literasi digital, nilai pancasila, dan fenomena perundungan siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab perundungan siber meliputi rendahnya literasi digital, kurangnya kontrol emosi, serta pengaruh lingkungan sosial. Selain hal ini, nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, dan keadilan belum sepenuhnya diterapkan dalam aktivitas digital masyarakat. Penerapan literasi digital dengan Pancasila sebagai pedoman terbukti dapat meningkatkan kesadaran etika digital dan mengurangi perilaku negatif di ruang maya. Dalam kesimpulan, literasi digital dengan integrasi nilai Pancasila menjadi strategi efektif dalam mencegah perundungan siber serta menciptakan ruang digital yang aman, beretika, serta bertanggung jawab dalam masyarakat.
DINAMIKA MORAL REMAJA DESA CURUG SANGERENG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL DI ERA DIGITAL Beverly Liauw; Shakira Ariesta Candido; Marcellino Kurniawan; Jessica Natasha; Sherwin Wijaya
Jurnal Humanipreneur Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v5i1.120

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi moral remaja Desa Curug Sangereng RW 02 dalam menjaga etika bermedia sosial di era digital. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang memberikan pengaruh besar terhadap pola komunikasi, perilaku, serta pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman remaja mengenai etika bermedia sosial, mengidentifikasi bentuk penyalahgunaan media sosial, menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter remaja, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman moral digital yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 20 responden remaja berusia 12-21 tahun di Desa Curug Sangereng RW 02. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis skor untuk menginterpretasikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari remaja, dengan platform yang paling banyak digunakan yaitu WhatsApp, TikTok, dan Instagram. Aktivitas yang paling sering dilakukan meliputi scrolling konten, menonton video hiburan, dan berkomunikasi. Sebagian besar responden memahami pentingnya etika bermedia sosial, seperti menghargai orang lain, menggunakan bahasa yang sopan, dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Namun, masih ditemukan perilaku negatif seperti komentar kasar, penyebaran informasi tanpa verifikasi, serta potensi cyberbullying. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif dalam memperluas wawasan dan komunikasi, tetapi dapat menimbulkan dampak negatif apabila digunakan tanpa kontrol dan etika yang baik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa etika bermedia sosial sangat penting dalam membentuk karakter remaja yang bijak, bertanggung jawab, dan saling menghargai. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai etika digital agar tercipta lingkungan media sosial yang aman, positif, dan harmonis bagi remaja.