cover
Contact Name
Devi Armita
Contact Email
devi.armita@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285398401602
Journal Mail Official
filogeni@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/filogeni/
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi
ISSN : -     EISSN : 27765784     DOI : https://doi.org/10.24252/filogeni
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi adalah jurnal peer-review dan akses terbuka yang mempublikasikan karya ilmiah orisinil berkaitan dengan kemajuan biologi. Jurnal ini mengundang artikel penelitian, komunikasi singkat, tinjauan ilmiah yang kritis dan komprehensif mengenai Biologi, khususnya dalam bidang-bidang berikut: Biologi yang terintegrasi dengan Islam Keanekaragaman hayati tropis dan konservasi Biosistematika spesies tropis Biokimia dan fisiologi spesies tropis Studi ekologi dan perilaku spesies tropis Genetika tropis, bioteknologi, dan bioinformatika
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus" : 5 Documents clear
Perbanyakan anggrek Dendrobium sp. secara in vitro: Faktor-faktor keberhasilannya Apriliyani, Riski; Wahidah, Baiq Farhatul
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.465 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.21992

Abstract

Kultur jaringan atau bisa disebut juga dengan perbanyakan tanaman secara in vitro, yaitu suatu budidaya tanaman yang dilakukan dalam botol-botol dengan menggunakan media khusus dan alat-alat yang steril. Sistem perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat. Salah satu tanaman yang sering dilakukan teknik kultur jaringan yaitu tanaman anggrek dalam hal ini anggrek Dendrobium. Dendrobium merupakan salah satu genus anggrek terbesar dari famili Orchidaceae yang memiliki kurang lebih 2.000 spesies. Tingkat keberhasilan dalam kultur jaringan ditentukan oleh banyak faktor. Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan yaitu adanya kontaminasi yang menghambat pertumbuhan eksplan anggrek. Dilakukan penelitian merupakan suatu bentuk tugas kerja praktik yang diwajibkan oleh prodi serta untuk mengetahui teknik perbanyakan anggrek secara in vitro dengan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilannya. Jenis penelitian ini yaitu observasi dan eksperimen, yang dilakukan secara langsung di laboratorium UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang. Dilakukan secara urut dari sterilisasi hingga aklimatisasi. Hasilnya terdapat kontaminasi pada eksplan yang ditanam dengan tingkat keberhasilan yang sangat kecil. Tingkat keberhasilan dalam kultur jaringan ditentukan oleh beberapa faktor, seperti halnya pemilihan eksplan, faktor medium, tingkat sterilisasi, dan berbagai penunjang lainnya. Di UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang diasumsikan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam keberhasilan kultur jaringan yaitu sterilisasinya.
Studi etnobotani tumbuhan legendaris Pulau Bawean Jawa Timur Maimunah, Maimunah; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.06 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.22479

Abstract

Pulau Bawean yang terletak di Laut Jawa, 120 kilometer dari Kabupaten Gresik memiliki beberapa spesies tumbuhan buah yang dianggap legendaris. Hal ini dikarenakan sejarah kedekatan buah tersebut dengan masyarakat, karena mudah ditemukan di pulau Bawean. Terdapat lima buah yang dianggap sebagai buah legendaris di pulau bawean di antaranya Juwet, Mentega, Buni, Kepundung dan Rengga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan legendaris pulau Bawean serta mengetahui distribusi tumbuhan legendaris pulau Bawean. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Bawean, Kecamatan Sangkapuara, Kabupaten Gresik pada bulan Juni 2020-Juli 2021. Penetapan lokasi penelitian merupakan objek desa yang dianggap telah mewakili luasan daerah penelitian. responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Pulau Bawean dengan kriteria umur responden dari 17-70 tahun dan diambil dari tiga desa yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang identitas buah legendaris Pulau Bawean sangat tinggi, akan tetapi pengetahuan tentang pemanfaatannya sangat rendah. Dari ketiga generasi tidak ada yang pernah membudidayakan tumbuhan legendaris. Urutan distribusi tumbuhan legendaris mulai dari yang tertinggi adalah buah Mentega, Kepundung, Juwet, Buni dan Rengga. Buah yang paling banyak pemanfaatannya adalah Kepundung, sedangkan desa dengan distribusi terbanyak adalah Desa Daun.
Teknik kultur jaringan untuk perbanyakan dan konservasi tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) secara in vitro Putri, Andi Besse Sri; Hajrah, Hajrah; Armita, Devi; Tambunan, Ika Roostika
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.325 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.23801

Abstract

Kentang merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat dijadikan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Kentang berpotensi untuk menunjang diversifikasi pangan, komoditas ekspor dan bahan baku industri makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung kegiatan budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) secara kultur jaringan, yang meliputi persiapan media, sterilisasi, penanaman eksplan, subkultur dan penyimpanan in vitro. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Laminar Air Flow (LAF), oven, autoclave, hot plate and stirerr, pH meter, freezer, timbangan analitik, tabung ukur, beaker glass, labu takar bervolume, cawan petri, botol media berbagai ukuran, pipet volumetrik, dan tabung erlemeyer. Sedangkan, bahan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pinset, pisau steril, gunting steril, bak media, keranjang dorong, tunas dan eksplan tanaman kentang. Hasil dari pengamatan selama kurun waktu 3 minggu dengan pengamatan seminggu sekali menunjukkan bahwa eksplan dari 10 varietas kentang yang ditanam pada media ½ K0,5 memiliki pertumbuhan yang cepat. Sedangkan, kentang yang ditanam pada media media ½ K0,5 + manitol 2% memiliki pertumbuhan yang lambat. Manitol 2% mampu menghambat pertumbuhan biakan kentang sehingga berpeluang diterapkan untuk konservasi in vitro jangka menengah dengan teknik pertumbuhan minimal. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis eksplan bagian pucuk yang paling baik untuk konservasi planlet kentang sehingga memiliki viabilitas yang baik normal.
DNA barcoding pada Familia Bovidae berdasarkan gen Co1 (Cytochrome C Oxydase Sub Unit 1) Ristiana, Rina; Rustam, Aswar; Zein, Moch. Syamsul Arifin; Zulkarnain, Zulkarnain
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.475 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.23802

Abstract

DNA barcoding merupakan suatu teknik identifikasi spesies berbasis molekuler dengan menggunakan gen Cytochrome C Oxydase Subunit 1 (CO1). DNA barcoding terhadap famili Bovidae berguna dalam rangka identifikasi spesies, monitoring perdagangan daging ternak, penegakkan hukum, serta klarifikasi spesies dalam suatu produk pangan yang berasal dari hewan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gen CO1 sebagai DNA barcode dengan melihat  jarak genetik antar-spesies dan inter-spesies Bovidae dengan spesies outgrup serta kekerabatan spesies dalam konstruksi filogenetik. Analisis sekuen CO1 dilakukan terhadap tujuh spesies Bovidae dan dua spesies out grup. Data sekuen CO1 diperoleh dari NCBI (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/) lalu dilakukan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode neighbor-joining (NJ) pada software Moleculer Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) versi 6. Hasil penelitian menunjukkan jarak genetik intra-spesies Bovidae berkisar antara 0,044-0,69% dengan jarak terendah terlihat pada spesies Bos taurus (0,044%) dan tertinggi pada spesies Bos javanicus (4,69%). Sedangkan jarak genetik inter-spesies berkisar antara 2,2-24,6% dengan jarak tertinggi ditunjukkan oleh Bos javanicus dan spesies outgrup yakni sebesar 24,6% (rata-rata ±2,2-0,05%). Sekuen gen CO1 pada spesies famili Bovidae menunjukkan adanya variasi yang tinggi antar-spesies namun rendah dalam spesies (intra-spesies). Oleh karena itu, gen CO1 efektif digunakan sebagai DNA barcode pada famili Bovidae.
Uji kualitas dan kuantitas tanaman jewawut (setaria italic) di Balai Penelitian Tanaman Serealia Kabupaten Maros Turrahmi, Mawadda; Nurhidayani, Nurhidayani; Hasyimuddin, Hasyimuddin; Pabendon, Marcia Bunga
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.885 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.23803

Abstract

Jewawut adalah tanaman ekonomi minor namun memiliki nilai kandungan gizi yang mirip dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, jagung, dan tanaman biji-bijian yang lain karena tanaman jewawut sendiri tergolong ke dalam jenis tanaman serealia. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Molekular Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros yang dimulai pada bulan Februari sampai Maret 2019. Bahan tanaman yang digunakan adalah daun jewawut usia 15 hari. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dan isolasi DNA, uji kualitas dan kuantitas DNA. Hasil Penelitian menunjukkan Fragmen DNA pada sampel 22a, 24a, 24b, 26a, 26b dan 28a memiliki warna yang paling terang sesuai dengan λ 300. Sedangkan pada sampel 22b, 23a, 25a dan 29b memiliki tingkat keceraha yang sama dengan λ 200. Pada sampel 23b, 25b, 28b dan 29a memiliki tingkat kecerahan sama dengan λ100, selebihnya adalah sempel dengan nomor 21a dan 21 b memiliki tingkat kecerahan yang sama dengan λ 50. Nilai kemurnian yang paling tinggi terdapat pada sampel 25b dengan konsentrasi 214 dan nilai kemurniannya sebesar 1.562. Sedangkan nilai kemurnian yang paling rendah terdapat pada sampel 21a dengan konsentrasi 209 dan titik kemurniannya 1.096.

Page 1 of 1 | Total Record : 5