Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) adalah prosiding ilmiah di Bidang Kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa surakarta. Prosiding ini digunakan sebagai media bagi para akademisi dan peneliti untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya serta menjadi sumber referensi bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan bidang kesehatan. Prosiding ini terbit satu kali dalam setahun, memuat artikel hasil penelitian, review article/ literature review, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles
81 Documents
Search results for
, issue
"2022 : SIKesNas 2022"
:
81 Documents
clear
TINJAUAN LAMA WAKTU PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAN (SPM) DI RS.BUKIT ASAM MEDIKA TANJUNG ENIM TAHUN 2022
Septian Prawira;
Rizky Tarigan
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.84 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.1767
Penyediaaan dokumen rekam medis adalah merupakan salah satu bagian pelayanan rekam medis. Menurut hasil penelitian awal di RS. Bukit Asam Medika Tanjung Enim ,diketahui lama waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat inap melebihi SPM < 15 menit, yang berdampak pada lamanya waktu tunggu pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor dan rata-rata lama waktu penyediaan dokumen rekam medis pasien rawat inap .Jenis penelitian ini observasional dengan pendekatan deskriptif yaitu mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap sampel penelitian, penyajian data secara narasi. Populasi penelitian ini adalah pasien yang akan di rawat inap, sampel 14 pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah non probality sampling dengan jenis consecutive sampling. Data diolah secara univariat. Hasil analisa univariat diketahui faktor-faktor mempengaruhi waktu penyediaan dokumen rekam medis yaitu processing time rata-rata 2.37 menit karna tidak adanya nomor antrian pendaftaran, waiting time rata-rata 4.47 menit karna tidak adanya SOP pengisian dokumen rekam medis, storge time rata-rata 4.29 menit karna tidak adanya buku ekspedisi, inspection time rata-rata 1.57 menit karna tidak berjalanya assembling dan moving time rata-rata 4.33 menit karna tidak adanya sarana dalam distribusi dokumen rekam medis dan total waktu penyediaan dokumen rekam medis rata-rata yaitu 17.01 menit. Diharapkan pembuatan nomor antrian pendaftaran, pembuatan SOP pengisian dokumen rekam medis, Pembuatan buku ekspedisi, melakukan assembling dan menyediakan saran untuk distribusi dokumen rekam medis.
TINJAUAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Yunus Haryadi;
Ongen Frian Lopulalan
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (98.085 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.1768
Pelayanan pendaftaran pasien rawat inap di RSUD Dr.Moewardi Surakarta telah diatur dalam prosedur yang telah ditetapkan. Unit yang melayani pendaftaran pasien rawat inap adalah TPPRI (Tempat Pendaftaran Pasien rawat Inap. TPPRI melayani pasien yang berasal dari layanan rawat jalan dan layanan gawat darurat. Jenis penelitian ini adalah secara deskriptif dengan mengggunakan pendekatan cross sectional. Obyek dalam penelitian ini adalah alur prosedur pendaftaran pasien rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta .Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode wawancara dan observasi, langkah berikutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pendaftaran pasien rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta telah berpedoman pada prosedur yang telah ditetapkan. Salah satu kendala yang terjadi adalah terjadinya penumpukan dan antrian pasien di TPPRI sehingga pelayanan sedikit terhambat. Hal ini disebabkan berkas pengantar rawat inap dari pasien yang berasal dari layanan rawat jalan diterima TPPRI secara bersamaan.
EFEKTIFITAS TERAPI MINDFULNESS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI
Agung Widiastuti;
Muzaroah Ermawati Ulkhasanah;
Devina Ayuningtyas;
Jasita Salma Dellila
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.905 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2060
Latar Belakang: Hipertensi setiap tahunnya mengalami peningkatan, penangananhipertensi selain dengan farmakologi bisa dilakukan dengan non farmakologi salah satunyaadalah dengan terapi mindfulness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapimindfulness terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode:Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design.Pengumpulan data dilakukan di Kelurahan Begajah Sukoharjo. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh lansia dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengantotal sampling. Analisis data menggunakan uji T sampel berpasangan. Nilai P dua sisi <0,05dianggap signifikan secara statistik. Semua data dianalisis menggunakan program SPSS 20.0.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar lansia mengalamihipertensi sedang (54,0%), hasil setelah intervensi kurang dari separuh lansia mengalamihipertensi ringan (47,0%). Ada pengaruh meditasi mindfulness terhadap penurunan tekanandarah pada lansia penderita hipertensi (p<0,05). Kesimpulan: Analisis ini mengkonfirmasi efekmindfulness untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Berdasarkanhasil penelitian ini disarankan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia tentangterapi nonfarmakologis yang mudah dilakukan oleh lansia agar dapat mengetahui pencegahandan mengurangi penyakit yang diderita serta memeriksakan penyakit dari pelayanan kesehatanterdekat.
EFEKTIVITAS TERAPI KOMPRES HANGAT JAHE PADA PASIEN GOUT ARTHRITIS : LITERATURE REVIEW
Rani Risma Krisnandari;
Fakhrudin Nasrul Sani;
Yunia Renny Andhikatias;
Anggie Pradana Putri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.421 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2061
Latar belakang: Akhir-akhir ini penyakit gout arthritis menunjukkan peningkatan yangcukup signifikan diseluruh dunia, hal tersebut diduga karena adanya peningkatan prevalensi danpenggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang lama. Nyeri yang dirasakan penderita goutdiakibatkan adanya penumpukkan kristal asam urat yang menyebabkan nyeri sendi. Untukmenurunkan intensitas nyeri pada penderita gout dapat diberikan terapi kompres hangat jahe,karena kandungan didalam jahe mengandung enzim gingerol mampu meredakan rasa nyeri.Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk membahas tentang pengaruh kompres hangat jaheterhadap penurunana nyeri pada penderita gout artritis. Metode: Metode penelitian ini adalahstudi literatur. Studi ini diperoleh dari Google Scholar, PubMed dan ScienceDirect sesuai kriteriainklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil: Berdasarkan 8 penelitian yang telah dilakukanmenggambarkan bahwa kompres hangat jahe terbukti mampu menurunkan nyeri pada pasiengout artritis. Kesimpulan: 8 penelitian yang dilakukan dengan kompres hangat jahe padapenderita gout arthritis dapat menurunkan nyeri.
PENINGKATAN EDUKASI MELALUI KIE TENTANG PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA DI WILAYAH KALURAHAN SERENGAN SURAKARTA
Dwi Lestari Mukti Palupi;
Widya Fransisca
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.35 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2062
Pola hidup masyarakat saat ini sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.Menurut WHO, hingga akhir tahun 2005 saja penyakit degeneratif telah menyebabkan kematian hampir17 juta orang di seluruh dunia. Masyarakat yang tidak menjalankan pola hidup sehat akan sangatberesiko mengidap penyakit tidak menular yang sekarang menduduki peringkat pertama penyebabkematian. Penyakit degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang munculakibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Permasalahanyang muncul ditengah masyarakat adalah kurangnya informasi tentang dampak dan pencegahanpenyakit degeneratif serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk mencari tahu tentang bahayapenyakit degenerative. Dari data yang diperoleh berdasarkan distribusi frekwensi jumlah populasi lansiayang memiliki kasus penyakit degeneratif lebih besar (64%) dibandingkan yang tidak (36%). Tujuanprogram pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ini adalah untuk mengedukasimasyarakat mengenai penyakit degeneratif dan memberikan konseling sehingga lansia memilikikesadaran untuk melakukan deteksi dini sebagai salah satu upaya menurunkan angka morbiditas danmortalitas penyakit degeneratif. Upaya KIE ini dilaksanakan secara luring kepada para lansia diWilayah kalurahan Serengan Surakarta. Dari hasil interview kepada 20 orang lansia 50% telahmengetahui tentang beberapa penyakit degenarif dan mereka mengatakan mengetahui informasitersebut dari tenaga Kesehatan dan selebihnya mencari tahu dari masyarakat sekitar. Pemberian KIEini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para lansia tentang penyakit degenaratif sehinggameningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan peningkatanmorbiditas dan mortalitas akibat penyakit degeneratif.
STRETCHING EXERCISE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA LANSIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS DI TAWANGSARI SUKOHARJO
Muzaroah Ermawati Ulkhasanah;
Agung Widiastuti;
Fakhrudin Nasrul Sani;
Mustain
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.099 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2063
Latar belakang: Masalah Kesehatan pada lansia yang dialami sangat bervariasi.Keterbatasan lansia hingga tidak mampunya melakukan aktivitas fisik membuat lansia merasasakit. Masalah fisik yang sering dialami oleh lansia seperti gout arthritis yang ditandai dengangejala nyeri pada sendi disertai bengkak, peradangan pada area tersebut. Penyebab utama adalahtingginya kadar asam urat dalam darah, jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan komplikasiseperti kelainan bentuk tulang sampai komplikasi pada ginjal dan osteoporosis. Penatalaksanaanyang dapat diberikan untuk penderita Gout arthritis untuk mengurangi nyeri salah satunyaStretching exercise. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekomendasikanpraktik bagi perawat mengenai intervensi yang dapat diterapkan untuk mengontrol danmenurunkan nyeri pada penderita Gout arthritis. Metode: Desain penelitian menggunakan preeksperimental dengan 31 responden lansia dengan Teknik purposive sampling dan dianalisisdengan menggunakan Wilcoxon Matched Test. Hasil: implementasi stretching exercise yangdiberikan kepada responden mengalami penurunan, yang ditunjukkan melalui uji Analisa statisticdengan menggunakan Wilcoxon, dengan tingkat signifikan dengan nilai p value=0,000.Kesimpulan: stretching exercise efektif dalam menurunkan nyeri pada lansia penderita goutarthritis
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI : LITERATUR REVIEW
Oktavia Nurcahyani;
Muzaroah Ermawati Ulkhasanah;
Dwi Lestari Mukti Palupi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.569 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2064
Latar belakang: Kejadian hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dideritadan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya.Komplikasi morbiditas dan mortalitas memiliki dampak yang besar pada kualitas dankelangsungan hidup pasien. Peningkatan tekanan darah tidak menunjukkan gejala atau dikenaldengan istilah silent killer. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan secara farmakologi dannonfarmakologi. Ada alternatif nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderitahipertensi. Brisk walking exercise merupakan salah satu bentuk latihan aerobik, latihan inimerupakan bentuk latihan aktivitas sedang pada pasien hipertensi dengan menggunakan teknikjalan cepat. Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk membahas tentang pengaruh briskwalking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode:Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan 8 artikel yang diperoleh dari tiga database,yaitu Google Scholar, PubMed dan Scient Direct untuk studi eksperimental yang diterbitkan dari2017 hingga 2022. Hasil: Dari 8 penelitian yang telah dilakukan review menemukan bahwa briskwalking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Briskwalking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi jika dilakukan denganrutin tiga kali seminggu pada pagi hari, dengan durasi 30-45 menit, setidaknya selama tiga bulan(secara teratur).
EFEKTIVITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS
Agung Widiastuti;
Marni;
Noor Sari Aditiya;
Ady Irawan AM
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.056 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2075
Latar Belakang: Peningkatan masalah kesehatan pada lansia dikarenakan adanya prosespenuaan yang dapat menyebabkan munculnya penyakit degeneratif pada sistem metabolik. Kasustersebut salah satunya adalah diabetes mellitus, penanganan diabetes mellitus selain denganfarmakologi bisa dilakukan dengan non farmakologi salah satunya adalah dengan terapi ototprogresif. Tujuan : Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi otot progresif.Metode : Mencari data base sumber pustaka yang relevan dengan menggunakan mesin pencariEbsco, Pubmed, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan menggunakan Kata Kunci: Diabetesmellitus, Gula Darah, Relaksasi Otot progresif, dari hasil pencarian yang sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak tujuh artikel dimana artikel diambil dengan menggunakananalisis PICO. Hasil: Dari studi literatur didapatkan hasil teknik relaksasi otot progresif dapatmenurunkan gula darah pada penderita Diabetes Mellitus. Kesimpulan : Relaksasi otot progresifdapat mengaktifkan sistem parasimpatis sehingga bermanfaat dapat mempengaruhi hormonkortisol sehingga bermanfaat menurunkan kadar insulin didalam darah
Efektivitas Terapi Bekam Terhadap Control Gula Darah Pada Pasien DM Tipe II: A Literature Review
Ady Irawan AM;
Anggie Pradana Putri;
Fakhrudin Nasrul Sani;
Maria Julieta Esperanca Naibili;
Annisa Yuli Kartikasari
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.834 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2076
Latar Belakang: Diabetes militus merupakan suatu penyakit kronis berupa gangguanmetabolik dimana tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin yang ditandai dengan kadargula melebihi batas normal. Diabetes Tipe II menyebakan disfungsi endokrin sertaketidakmampuan untuk menggunakan insulin secara efektif sehingga mengakibatkan glukosadarah menjadi meningkat. Terapi bekam merupakan salah satu terapi kuno yang bergantung padapembuatan local suction yang berfungsi sebagai tempat mobilisasi aliran darah kotor yangberada dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil, kemudiandilakukan pegekopan untuk mengeluarkan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan efektivitas terapi bekam terhadap kontrol gula darah pada pasien DM Tipe II.Metode: Penelitian ini merupakan litetature review. Sumber penelitian diambil dari beberapaonline database (Garuda, PubMed, Science Direct, google scholar); dengan kata kunci “bekamâ€OR “bekam basah OR “cupping therapy†OR “wet cuping therapy†AND “glucose level†OR“level kadar gula darah†AND “diabetes mellitus type II†OR “diabetes mellitus tipe 2â€. PRISMAguideline digunakan sebagai panduan pencarian literatur. Literatur yang ditemukan kemudiandinilai kualitasnya menggunakan panduan dari Joanna Briggs Institute critical appraisal. Hasil:Terapi bekam basah efektif untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
Pengaruh Musik Terhadap Nyeri dan Status Hemodinamik Pasien Setelah Operasi Jantung
Endrat Kartiko Utomo;
Sitti Rahma Soleman;
Totok Wahyudi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.834 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.2077
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek mendengarkan pilihan musik terhadapstatus hemodinamik pada pasien yang telah menjalani operasi jantung. Desain studi ini quasieksperimen. Pasien dipilih melalui pengambilan sampel kenyamanan di Unit Perawatan IntensiveBedah Kardiovaskular di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian dilakukan dengan total30 pasien yang menjalani operasi jantung: 15 grup musik, 15 di kelompok kontrol, usia antara 18dan 78 tahun. Melalui desain pretest-posttest, data hari pertama pasca operasi dikumpulkan.Pertama, parameter fisiologis (tekanan darah, detak jantung, saturasi oksigen, dan lajupernapasan) dicatat dan skala intensitas nyeri verbal unidi- mensional diterapkan pada semuapeserta. Kemudian, kelompok kontrol beristirahat di tempat tidur mereka sementara grup musikitu bertahan dengan pilihan musik selama 30 menit. Data fisiologis kemudian dikumpulkan danskala intensitas diterapkan nyeri sekali lagi. Dalam kelompok musik, ada peningkatan yangsignifikan secara statistik dalam saturasi oksigen (p=0.001) dan skor nyeri yang lebih rendah(p=0.001) daripada kelompok pada kontrol. Tidak ada perbedaan antara kelompok-kelompokdalam parameter fisiologis lainnya. Hasil penelitian ini memberikan evidence dalam pemberianterapi musik. Musik mungkin merupakan metode yang sederhana, aman, dan efektif untukmenurunkan respon fisiologis yang berpotensi berbahaya yang timbul dari rasa sakit pada pasiensetelah operasi jantung.