cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Register dalam Video Laman Youtube Bayu Skak Riyos Aldi Juniawan; Surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.771 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1031-1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) register atau ragam bahasa berdasarkan penggunaannya pada video laman youtube Bayu Skak, (2) gaya bahasa berdasarkan jenis maksud yang ada pada register tersebut, (3) tema yang menjadi konten dalam register tersebut. Penelitian yang dilakukan ini berupa penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa kutipan percakapan dan kata-kata atau kalimat yang diucapkan oleh objek data yaitu Bayu Skak sebagai ragam bahasa berdasarkan penggunaannya. Sumber data yang digunakakn dari laman youtube Bayu Skak dengan mengambil video yang diunggah pada tahun 2018 khususnya pada video yang berjudul ““Lidah Orang Jawa” dan “Aku Wong Jawa.” Data-data tersebut dikumpulkan lalu dipilah, diklasifikasikan berdasarkan konten dan konteks pembahasan yang menjadi batasan penelitian, diidentifikasi apa saja yang penting, lalu disampaikan pada umum. Analisis yang dilakukan dibagi menjadi dua bagian yaitu mengani ragam bahasa atau register dan gaya bahasa dalam register tersebut. Register dalam video laman youtube Bayu Skak bisa digolongkan menjadi dua berdaasarkan ragam bahasa alih kode yaitu yaiku (1) Jawa-Indonesia, (2) Jawa-Inggris, lan (3) Indonesia-Inggris, serta ragam bahasa campur kode. Sedangkan register berdasarkan satuan lingualnya berupa kata-kata dan kalimat. Kosa kata yang menjadi ciri dalam register tersebut bisa dibagi menjadi (1) sapaan atau panggilan, (2) tanggapan/ responsiif, (3) penjelasan/ konfirmatif. Gaya bahasa berdasarkan jenis maksud dalam register tersebut berupa denotatif dan konotatif. Kata Kunci: Ragam Bahasa, Register, Maksud, Konotatif, Denotatif
Pedoman Hidup dalam Serat Weddhasatmaka Larasati Maudina Fitriani; Bambang Purnomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.058 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1240-1264

Abstract

Abstrak Serat Weddhasatmaka (SWS) merupakan salah satu hasil karya sastra Jawa klasik berbentuk prosa yang membahas mengenai pedoman hidup demi mencapai kesempurnaan hidup yang mulia. Berdasarkan penjelasan diatas, masalah yang ada dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana deskripsi naskah Serat Weddhasatmaka, (2) Bagaimana suntingan naskah dari Serat Weddhasatmaka, (3) Bagaimana wujud pedoman hidup yang ada dalam Serat Weddhasatmaka, serta (4) Bagaimana hubungan intertekstual antara Serat Weddhasatmaka dan Serat Wirid Hidayat Jati (SWHJ). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah intertekstual menurut Endraswara. Metode yang digunakan deskriptif analitik yang bertujuan untuk menggambarkan kenyataan yang ada dalam data. Data tersebut diperoleh melalui studi pustaka dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini berupa (1)Deskripsi naskah SWS, (2) Suntingan teks SWS, (3) wujud pedoman hidup dalam SWS (4) Hubungan intertekstual antara SWS dan SWHJ. Melalui hasil penelitian ini diharapkan para pembaca bisa memanfaatkan pedoman hidup yang ada dalam SWS sebagai tuntunan dalam menggapai kesempurnaan hidup. Kata kunci: Pedoman hidup, Serat Weddhasatmaka, naskah Wirid Hidayat Jati
Bahasa Rinengga Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Lakon Temuruning Wahyu Toh Jali Oleh Dhalang Ki Ali Mudho Siswoko surya ferdy widjaya; Udjang pairin basir
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.559 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1265-1282

Abstract

Bahasa jadi alat komunikasi yang sangat penting utamanya dalam kehidupan bermasyarakat, basa sendiri memilika banyak jenis seperti Bahasa jawa, dalam Bahasa jawa juga ada beberapa Bahasa seperti Bahasa rinengga, penelitian ini memiliki tujuan menjabarkan kajian tentang pragmastilistika dalam pertunjukan wayang kulit lakon temuruning wahyu toh jali oleh dhalang ki ali mudho siswoko. Studi kasus dalam penelitian ialah (1) tujuan tindak tutur ilokusi dalam Bahasa sulukan dan janturan, (2) makna implikatur dalam komunikasi dhalang, (3) wujud gaya Bahasa dalam janturan dan sulukan. Penelitian ini memakai metode penelitian deksriptif kualitatif, yang menjelaskan mengenai analisis informasi dengan metode mendeskripsikan. Sumber infomasi penelitian dari dhata sulukan dan janturan dalam pertunjukan wayang kulit lakon temuruning wahyu toh jali oleh dalang ki ali mudho siswoko. Hasil dari analisis yang ditemukan oleh peneliti ialah yang pertama tentang tujuan tinak tutur ilokusi, kedua tentang makna imlikatur dalan janturan dan sulukan, dan yang ketiga ialah tentang wujud gaya Bahasa dalam janturan dan sulukan yang digunakan oleh dhalang. Kata kunci : Bahasa , wayang, pragmastilistika
Owah Gingsir Upacara Panggih Manten Adat Surakarta Ing Kutha Surabaya Muhammad Arif Rahmawanto; Octo Dendy Andriyanto
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 18 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.176 KB) | DOI: 10.26740/job.v18n1.p288-303

Abstract

Abstrak Pernikahan adalah salah satu hal yang sangat sakral dalam kehidupan manusia. Di jaman sekarang kemajuan teknologi dan kemajuan jaman bisa membuat hidup manusia menjadi mudah. Dari kemajuan jaman bisa membuat penyebab peregeseran budaya terutama yang berada di kota besar seperti kota Surabaya. Dalam penelitian ini akan menjelaskan tentang peregesrn budaya panggih manten adat surakata yang berada di Surabaya. Adat panggih manten Surakarta dipilih karena salah satu budaya pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat jawa yang lebih sering dan lebih banyak digunakan adalah adat panggih manten Surakarta. Budaya panggih manten ini juga mengalami pergeseran budaya yaitu dari segi gendhing dan juga perlengkapan yang akan disajikan dalam acara panggih manten tersebut. Peregesran ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bisa dari masyarakat itu sendiri sedangkan faktor eksternal bisa disebabkan dari akulturasi budaya, kemajuan jaman dan kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran budaya Dalam hal ini akan dijelaskan mengenai tata upacara pernikahan adat Surakarta yang mengalami sebuah pergeseran pakem. Pergeseran pakem ini didasari oleh banyak hal,salah satunya di kota Surabaya. Surabaya merupakan salah satu kota industri terbesar di Indonesia banyak sekali akulturasi budaya yang terjadi dikota ini. Dalam hal ini kota Surabaya menjadi obyek penelitian tentang pergesran budaya yaitu upacara pernikahan adat Surakarta. Banyak ditemukan pergeseran pakem yang terjadi di kota Surabaya yang dikarenakan percampuran budaya yang sudah ada sebelumnya dengan adat Surakarta dalam hal ini tentang pernikahan. Dan juga dikarenakan dengan adanya kemajuan teknologi membuat pergeseran kebudayaan itu bisa terjadi. Kata Kunci : Tradisi, Pergeseran, Pernikahan Abstrak
Kapitayan Masyarakat Gunung Kidul sajrone Novel Panjang Ilang Anggitane Naratala (Tintingan Antropologi Sastra) Muhammad Abdul Ghofur; Bambang Purnomo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.084 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1655-1679

Abstract

Kepercayaan Masyarakat Gunung Kidul dalam Novel Panjang Ilang Karya Naratala (Tintingan Antropologi Sastra) Muhammad Abdul Ghofur S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, FBS, UNESA muhammadghofur16020114053@mhs.unesa.ac.id Abstrak Novel Panjang Ilang karya Naratala, termasuk salah satu novel yang berlandaskan sosial budaya di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Kehidupan para tokoh dalam novel Panjang Ilang tersebut berasal dari kehidupan sosial Naratala sebagi penulis novel. Berdasarkan landasan penelitian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana bentuk struktur novel Panjang Ilang karya Naratala, (2) Bagaimana keadaan sosial budaya masyarakat Gunung Kidul yang terkandung dalam novel Panjang Ilang karya Naratala, dan (3) Bagaimana wujud kepercayaan yang berkembang pada masyarakat Gunung Kidul dalam novel Panjang Ilang karya Naratala. Berdasarkan rumusan masalah yang sudah disebutkan, penelitian ini memiliki tujuan penelitian yaitu: (1) Menjelaskan bentuk struktur novel Panjang Ilang karya Naratala, (2) menjelaskan keadaan sosial budaya masyarakat Gunung Kidul yang terkandung dalam novel Panjang Ilang karya Naratala (3) Menjelaskan wujud kepercayaan yang berkembang pada masyarakat Gunung Kidul dalam novel Panjang Ilang karya Naratala. Antropologi sastra digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Antropologi mempelajari kehidupan manusia sebagai hasil budaya, sedangkan sastra mempelajari kehidupan manusia sehari-hari. Jadi, antara antropologi dengan sastra keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu novel Panjang Ilang karya Naratala. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode hermeneutika. Hasil penelitian antropologi sastra ini menunjukkan struktur karya sastra yang digunakan terbagi menjadi tiga yaitu tema, tokoh/penokohan, dan alur. Tema yang terkandung dalam novel ini yaitu kepercayaan jawa di Gunung Kidul. Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu alur campuran. Tokoh yang masih percaya pada kepercayaan jawa yaitu tokoh utama (Arka), Taruni, Mbok Clumpring, Mbok Ngatma, Lik Sarmina, sedangkan yang tidak percaya yaitu Si Bloweh. Wujud kepercayaan yag masih dilakukan sampai sekarang oleh masyarakat dalam novel Panjang Ilang ini yaitu (1) Kepercayaan kepada adanya panca guna panjang ilang, (2) Kercayaan tentang pulung gantung, (3) Kepercayaan adanya kesenian reyog dhodhog yang termasuk dalam pagelaran suci (4) Percaya pada dukun (5) Kepercayaan adanya japa mantra. Dari kelima bentuk atropologis tersebut diharapkan kepercayaan jawa juga bisa diteliti dengan menggunakan teori antropologi sastra. Kata kunci : Panjang ilang, antropologi sastra, panca guna panjang ilang
Tata Ritual pada Jaranan Paguyuban Suko Budoyo di Dusun Wakung, Desa Sukorejo, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. (Tintingan Folklor) Waryan Atmadja Sejati; Sukarman Sukarman
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.537 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n3.p1308-1330

Abstract

Tata ritual dalam paguyuban Suko Budoyo (TRJ) merupakan salah satu ritual dalam pementasan jaranan yang dilakukan oleh kelompok jaranan Suko Budoyo yang berada di Dhusun Wakung, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. TRJ merupakan upaya untuk melestarikan dan menjaga tradisi yang ada dalam tata laku kesenian jaranan tersebut, dan mampu mengimbangi perubahan jaman. Tata laku yang dilakukan pada sebuah ritual perlu diperjelas, karena tidak banyak orang Jawa yang mengetahui arti ritual tersebut. Selain itu bukan hanya fakta dari luar, tetapi juga makna yang terkandung dalam setiap tata ritual dan ubarampe yang digunakan.Untuk memperjelas temuan penelitian ini digunakan konsep folklor dari Danandjaja, untuk makna dan simbol menggunakan teori Teeuw, dan untuk fungsinya menggunakan teori Bascom. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. instrument dalam penelitian ini adalah peneliti, daftar pertanyaan, dan alat bantu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Tata Ritual jaranan Suko Budoyo memiliki serangkain ritual. Pada ritual sebelum pementasan terdapat ritual mandi kramas, puasa mutih, puasa ngrowot, malem jumat legian, dan slametan satu sura. Pada pementasannya sendiri terdapat ritual suguh, prapatan, dan ndadi. Dan ritual terakhir yaitu slametan pada akhir pementasanAdapun fungsi tata ritual dalam jaranan Suko Budoyo di Kabupaten Nganjuk adalah sebagai fungsi pendidikan, fungsi hiburan, fungsi sindiran bagi masyarakat, fungsi kritik sosial dan fungsi lain seperti agama, pelestari budaya, dan ekonomi. Kata Kunci: Ritual, Jaranan, Suko Budoyo, Folklor
Perilaku Gosip Sebagai Respon Interaksi Sosial Dalam Film Pendek “Tilik” Suci Diah Ningrum; Darni Darni
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.167 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1331-1350

Abstract

Abstrak Perilaku gosip merupakan salah satu bentuk interaksi sosial di masyarakat terutama perempuan di daerah pedesaan. Hal ini membuktikan bahwa pola interaksi masyarakat di pedesaan lebih erat dibandingkan dengan perkotaan. Perilaku gosip yang dilakukan oleh beberapa kelompok menunjukkan beberapa proses. Proses yang dialami oleh penggosip dapat dikaji menggungakan Teori Belajar Sosial Albert Bandura atau yang lebih dikenal dengan Social Learning Theory . Dengan menggunakan teori ini, semua perilaku menggosip yang dilakukan oleh tokoh ibu-ibu dalam film pendek Tilikditinjau berdasarkan bagaimana tokoh-tokoh, mengingat perilaku, mengulang informasi serta mendapat motivasi atas gosip yang dilakukan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam menggosip, seseorang atau kelompok yang menggosip melampaui serangkain proses yang sama dengan seorang pengamat pada proses pembelajaran. Orang yang menggosip perlu memperhatikan objek gosipnya, mengingat informasi objek gosipnya, mengulang informasi yang didapatnya, serta mendapat motivasi atas perilaku gosip yang mencari. Kata kunci: Gosip, Interaksi Sosial, Film Pendek “Tilik”, Teori Belajar Albert Bandura
Variasi Bahasa dalam Konten YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog "Tuku Wedang Kentir Malah Dijak Padu" (Kajian Sosioliguistik) Vivi Nur Aida; Surana Surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.085 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1351-1372

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan bagain dari kemampuan paling dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Dimana bahasa merupakan alat komunikasi paling efektif yang digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, maksud, dan tujuan. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti terkait penggunaan bahasa yang terdapat dalam video YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog. Dari beberapa video yang ada, peneliti tertarik pada salah satu video yang berjudul “Tuku Wedang Kenthir Malah Dijak Padu”. Dalam video tersebut penggunaan bahasanya sangat bervariasi, ada bahasa.indonesia, bahasa inggris, bahasa arab, dan yang paling dominan yaitu penggunaan bahasa jawa. Selain variasi bahasa, peneliti juga akan membahas secara mnyeluruh terkait peristiwa kebahasaan seperti alih kode, campur kode, dan dialek. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari video YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog dengan judul “Tuku Wedang Kenthir Malah Dijak Padu”. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, yang kemudian dilanjutkan pada tahap pengolahan data. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 4 jenis variasi bahasa, 3 jenis alih kode intern, 4 jenis alih kode ekstern, 6 jenis campur kode, dan 2 jenis dialek yang biasa digunakan dalam keseharian para penutur yang trdapat dalam video tersebut. Kata kunci: Bahasa, Variasi Bahasa, Alih Kode, Campur Kode, Dialek
Tradisi Ngalap Berkah di Makam Mbah Prawiro Kusumo Dusun Pundensari Kabupaten Trenggalek Adella Adriana Dewi; Yohan Susilo
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.525 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1435-1456

Abstract

Masyarakat di jaman modern condong mengutamamkan nalar pikir, logika dan rasionalitas. Namun di sisi lain sistem religi kepercayaan rakyat masih tetap berlangsung berdampingan dengan kemajuan jaman. Akibat dari adanya aktivitas religi tersebut, teridentifikasilah sebuah bentuk tradisi yang masih aktif dilaksanakan di Dusun Pundensari Trenggalek. Tradisi tersebut tidak lain adalah ngalap berkah yang berlangsung di makam sesepuh dusun yang juga diyakini sebagai tentara Pangeran Diponegoro yaitu Mbah Prawiro Kusumo. Tradisi ini menarik untuk dijadikan objek penelitian karena mengandung nilai historis mengenai cikal bakal daerah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian budaya yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian folklor sebagian lisan. Sumber data penelitian ini adalah kata-kata, tindakan, dan dokumen hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian ditranskrip. Data diolah dengan cara reduksi data, data display, lalu memberikan simpulan serta interpretasi dan diverifikasi kebenarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) asal mula TNBMPK, (2) prosesi TNBMPK, (3) peranti TNBMPK beserta simbol dan maknanya, dan (4) fungsi TNBMPK. Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai sarana dokumentasi tradisi lokal supaya nantinya tidak hilang ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Kata Kunci: Tradisi, Ngalap Berkah, Foklor
Sosiolek, Alih Kode, dan Campur Kode dalam Percakapan Kuli Bangunan di Kabupaten Ponorogo Anang Prakosa; Anang Prakosa; surana surana
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 17 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.294 KB) | DOI: 10.26740/job.v17n4.p1373-1395

Abstract

Kuli bangunan sebagai salah satu pekerjaan dengan jumlah pekerja yang cukup banyak dengan latar sosial yang beragam pada kebudayaan Jawa, menjadikan kelompok sosial tersebut mempunyai ragam bahasa yang unik dan khas dibanding dengan kelompok sosial lainnya. Hal tersebut yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian dengan topik sosiolek, alih kode, dan campur kode yang terkandung dalam percakapan kuli bangunan di kabupaten Ponorogo ini. Penelitian menggunakan pisau bedah sosiolinguistik atau ilmu yang meneliti ragam bahasa yang ada pada masyarakat yang dipengaruhi latar budaya dan sosial penggunanya. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif yaitu penelitian dengan menggambarkan data yang selaras dengan keadaan asli ketika data ditemukan, untuk selanjutnya dianalisis dan dijelaskan maknanya berdasar teori sosiolinguistik. Tujuan penelitian yaitu mencari dan menggolongkan jenis ragam atau variasi bahasa pada percakapan kuli bangunan di Ponorogo dan aspek yang mendasari terciptanya ragam bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan percakapan kuli bangunan di kabupaten Ponorogo mengandung ragam bahasa yang khas dan unik yang tidak ditemukan pada kelompok sosial lainnya. Temuan tersebut disebabkan oleh beberapa aspek, di antaranya: tingginya sense of humour, tingginya tingkat keakraban, dan panasnya tempat kerja dari para kuli bangunan tersebut. Kata Kunci: Sosiolek, Alih Kode, Campur Kode, Percakapan Kuli Bangunan