cover
Contact Name
Respati Retno Utami
Contact Email
respatiutami@unesa.ac.id
Phone
+6285736709270
Journal Mail Official
jurnalbaradha@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Lidah wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Baradha
ISSN : -     EISSN : 22525777     DOI : https://doi.org/10.26740/job.v17n1
JOB (Jurnal Online Baradha) is an open access journal published by the Javanese language and Literature Education Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. First published issue of Volume 1 No 1 in 2009 with 1 article in it. JOB: Jurnal Online Baradha is published twice a year, namely in June and November. JOB (Jurnal Online Baradha) has an International Standard Serial Number (ISSN) in both print and electronic versions, e-ISSN 2252-5777 (electronic version). Focus and Scope JOB (Jurnal Online Baradha) is a scholarly journal that presents literature, culture and local wisdom, linguistics, and Javanese philology or manuscripts and javanese language teaching, including: Javanese language education Javanese tradition Javanese folklore Javanese art Javanese literary criticism Javanese morphology Javanese semantics Javanese philology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 383 Documents
Ambisi Tokoh Dalam Novel Randha Sulasih Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Kepribadian Ludwig Klages) Damayanti, Tenisa Elifia; Darni, Darni
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p306-325

Abstract

Tekat serta keinginan kuat yang ada dalam diri setiap manusia disebut ambisi,adanya ambisi dalam diri manusia mendorong mereka untuk lebih gigih dan bersemangatdalam mewujudkan keinginannya. Ambisi merupakan tema yang dominan dalam novelRandha Sulasih karya Tulus Setiyadi, ambisi tersebut dimunculkan oleh tokoh utama pria.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur kepribadian dan wujud ambisitokoh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pikologi kepribadian LudwigKlages. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Data primer penelitian inidiambil dari kata – kata maupun perbuatan dan tindakan yang menunjukkan adanya ambisidari tokoh utama pria dalam novel Randha Sulasih, sedangkan data sekunder diperolehdari karya ilmiah lain yang selaras dengan penelitian ini. Instrumen penelitian ini ada dua,yaitu : peneliti dan alat tulis. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitureduksi data, pemaparan data, serta kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah untukmengetahui struktur kepribadian dan wujud ambisi tokoh dalam novel Randha Sulasih.Rasa cinta yang besar pada diri Saikun mendasari timbulnya tempramen sanguinis danambisinya untuk mewujudkan cintanya pada Sulasih.Kata Kunci: Tempramen, Ambisi, Psikologi Sastra
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Wang Sinawang Karya Thomas Chris Ananto, Johan Rinus; Surana, Surana
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p252-269

Abstract

"Wang Sinawang" film by Thomas Chris is a film about literacy. This research direction to explain the variation also forms of illocutionary speech acts, context and purpose of illocutionary speech acts in "Wang Sinawang" film by Thomas Chris. This research uses descriptive qualitative research. Data sources are taken from speech or communication in "Wang Sinawang" film. This film explain through the importance of literacy so that you are not easily deceived. The procedure of gathering data in this research is using documentation, listening, and note-taking techniques. In this study the researcher as a research instrument. The method used in this research is descriptive qualitative method with pragmatic theory. The data is taken from conversations or film dialogues, which contain 9 utterances of illocutionary speech acts. Of the 9 utterances, there are 5 utterances which are included as assertive illocutionary acts. 2 utterances including directive illocutionary speech acts. 2 speech includes expressive illocutionary speech acts. The context of utterances found there were 2 utterances included in the context section. There is 1 utterance that includes contextual context. 1 utterances include actional contexts. The purpose of illocutionary speech acts was found to be 2 utterances included in the type of purpose. There are 1 utterances that include competitive objectives. 1 utterances that include convivial purposes. Keywords: Illocutionary Speech Acts, Types of Illocutionary Speech Acts, Context of Speech, and Purpose of Illocutionary Speech Acts. Film "Wang Sinawang" karya Thomas Chris yaitu film yang berisi tentang literasi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan jenis dan wujud tindak tutur ilokusi, konteks serta tujuwan tindak tutur ilokusi yang ada pada film "wang sinawang" karya Thomas Chris. Kajian ini memakai kajian kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari tuturan maupun intraksi di film "Wang Sinawang". Film ini mengisahkan mengenai pentingnya literasi supaya tidak gampang ditipu. Teknik mengumpulkan data pada kajian ini yaitu memakai metode dokumentasi, menyimak, serta mencatat. Pada kajian ini penulis sebagai instrumen kajian. Teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu teknik deskriptif kualitatif melalui teori pragmatik. Data tersebut diambil dari percakapan atau dialog film, yang mengandung tindak tutur ilokusi yang jumlahnya ada 9 tuturan. Dari 9 tuturan itu ada 5 dialog yang termasuk tindak tutur ilokusi asertif. 2 dialog tergolong tindak tutur ilokusi direktif. 2 dialog tergolong tindak tutur ilokusi ekspresif. Konteks tuturan ditemukan ada 2 tuturan yang termasuk dalam bagian konteks. Ada 1 tuturan yang termasuk konteks kontekstual. 1 tuturan termasuk konteks aksional. Tujuan tindak tutur ilokusi diperoleh ada 2 tuturan yang tergolong pada jenis tujuan. Ada 1 tuturan yang termasuk tujuan kompetitif. 1 tuturan yang termasuk tujuan konvivial. Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Jenis Tindak Tutur Ilokusi, Konteks Tutur, lan Tujuan Tindak Tutur Ilokusi.
Kesenian Sandur Manduro sebagai Warisan Budaya di Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Ningtias, Yulita Eka; Andriyanto, Octo Dendy
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p270-288

Abstract

Tradisi Galungan Di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo (Kajian Folklor Setengah Lisan) Wafi, Rifqi Hibatul; Susilo, Yohan
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p174-192

Abstract

ABSTRACT The Galungan tradition in Nglewan Village is a semi-oral folklore that is still believed by the residents. The Galungan tradition has been carried out as a form of custom that has been carried out since ancient times until now. This tradition is carried out as a form of kenduri aimed at Gamelan. Galungan tradition is held twice a year by Nglewan Village community members, precisely on Wednesday Kliwon night Thursday Legi in Wuku Galungan. The purpose of this research is to find out (1) the origin of the Galungan Tradition, (2) the Galungan Tradition procession, and (3) efforts to preserve the Galungan Tradition. This research uses the theory of semi-oral folklor according to Danandjaja. The research design uses descriptive qualitative research methods. Techniques for collecting data are observation, interviews and documentation. Data validity in this research uses data source triangulation techniques and method triangulation. Data analysis techniques using data transcripts, data verification, data identification and codification, and data interpretation. The results of the research on the Galungan Tradition procession are deliberations, cleaning the place and Gamelan, preparing ubarampe, notifying invitations, wilujengan, prayers, Gamelan jamasan, and uyon-uyon adiluhung. While in the effort to preserve this Galungan Tradition there are various kinds of efforts, namely, efforts from the Government, efforts from the Community, and efforts from the School. Keywords: Half Oral Folklor, Tradition, Wuku Galungan, Gamelan ABSTRAK Tradisi Galungan di Desa Nglewan termasuk folklor setengah lisan yang masih dipercayai oleh para warga. Tradisi Galungan telah berjalan sebagai wujud kebiasaan yang sudah dilaksanakan sejak zaman dahulu hingga zaman sekarang. Tradisi ini dijalankan sebagai wujud kenduri yang ditujukan untuk Gamelan. Tradisi Galungan dilaksanakan warga masyarakat Desa Nglewan satu tahun dua kali, tepatnya dihari Rabu Kliwon malam Kamis Legi didalam Wuku Galungan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui (1) awal mula Tradisi Galungan, (2) prosesi Tradisi Galungan, dan (3) upaya pelestarian Tradisi Galungan. Penelitian ini menggunakan teori folklor setengah lisan menurut Danandjaja. Rancangan penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data dengan menggunakan cara transkrip data, verifikasi data, identifikasi dan kodifikasi data, serta penafsiran data. Hasil penelitian pada prosesi Tradisi Galungan yaitu musyawarah, membersihkan tempat dan Gamelan, menyiapkan ubarampe, memberitahu undangan, wilujengan, doa, jamasan Gamelan, dan uyon-uyon adiluhung. Sedangkan dalam upaya pelestarian Tradisi Galungan ini ada berbagai macam upaya yaitu, upaya dari Pemerintah, upaya dari Masyarakat, dan upaya dari Sekolah. Kata Kunci: Folklor Setengah Lisan, Tradisi, Wuku Galungan, Gamelan
Aktualisasi Tokoh Utama Dalam Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. H. Soekirman (Tinjauan Psikologi Humanistik Abraham Maslow) Efendi, Mohammad Faudzan; Surana, Surana
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p326-339

Abstract

Abstract Novel Prau Getek Nyabrang Jaladri by Ir. H. Soekirman is a modern Javanese literary work which tells about the character Soekirman who can actualize himself in doing various things in his life. This research has the aim of research which is to explain the picture of self-actualization when doing work to achieve success in Prau Getek Nyabrang jaladri's novel. The theory used in this study is Abraham Maslow's humanistic psychological theory of self-actualization wherein the theory is that a person can maximize all the potential he has so that he can achieve desires and satisfaction. The method used in this study uses a qualitative descriptive method. That way, the data is in the form of words, sentences or phrases or paragraphs contained in the novel. The source of the data obtained in this study was the novel Prau Getek Nyabrang Jaladri by Ir. H. Soekirman himself. The picture of actualization can be answered through the formulation of the problem contained in this study, namely the description of self-actualization in Prau Getek Nyabrang Jaladri's novel. The findings from this study are divided into three in carrying out self-actualization, namely independence, a more efficient perception of reality, social care. Keywords : Self-actualization, Humanistic Psychology, Independent Abstrak Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman termasuk karya sastra jawa modern yang menceritakan tokoh Soekirman yang dapat mengaktualisasi diri dalam melakukan berbagai hal dalam kehidupanya. Penelitian ini memiliki tujuan dari penelitian yakni menjelaskan gambaran aktualisasi diri dalam ketika melakukan pekerjaan untuk mencapai kesuksesan dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri. Teori yang digunakan damlam penelitian ini yaitu teori psikologi humanistik Abraham maslow tentang aktualisasi diri dimana teori tersebut seseorang dapat memaksimalkan segala potensi yang dimiliki sehingga dapat meraih keinginan dan kepuasan. Metode yang digunakan didalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan begitu, data berupa kata, kalimat ataupun frasa maupun paragrag yang terdapat dalam novel. Sumer data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman ini sendiri. Gabran aktualisasi dapat dijawa melalui rumusan masalah yang terkandung dalam penelitian ini, yatu gambaran aktualisasi diri dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri. Temuan dari penelitian ini diantaranya dibagi menjadi tiga dalam melakukan aktualisasi diri yaitu mandiri, persepsi yang lebih efisien terhadap realitas, peduli sosial. Kata Kunci : Aktualisasi diri, Psikologi Humanistik, Mandiri.
Mekanisme Pertahanan Ego Tokoh Utama Pria dalam Novel Randha Sulasih Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud) Mega Yuli, Agnes Meilani; Darni, Darni
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p289-305

Abstract

Abstract The misalignment of id, ego, and superego as the structure of human personality can cause personality dynamics in the form of anxiety. Like the main male character in the novel Randha Sulasih by Tulus Setiyadi, this anxiety will be overcome by ego defense mechanisms. To find out the ego defense mechanism used by the character, it will be analyzed with Sigmund Freud's Psychoanalysis study. This research uses qualitative descriptive method. The data source is Randha Sulasih novel by Tulus Setiyadi. The data in this study are in the form of words, sentences and paragraphs about the atmosphere and events in the story of this novel. The techniques used in this research are reading and recording techniques. The data is then grouped based on the data table that has been provided, then analyzed systematically using qualitative descriptive methods concisely and clearly. The result of this research is the personality structure owned by Saikun's character which is most prominent is the ego defense mechanism used by the male main character in this novel, which is five, namely repression, diversion, rationalization, denial, and sublimation. The most common defense mechanism is diversion. The causes of ego defense mechanisms carried out by Saikun are divided into three, namely anxiety from outside, anxiety from within, and anxiety due to superego violence. Keywords: repression, distraction, rationalization, denial Abstrak Adanya ketidak selarasan id, ego, dan superego sebagai struktur kepribadian manusia dapat menimbulkan dinamika kepribadian berupa kecemasan. Seperti tokoh utama pria dalam novel Randha Sulasih karya Tulus Setiyadi yang kecemasan ini akan diatasi dengan mekanisme pertahanan ego. Untuk mengetahui mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh tokoh maka akan dianalisis dengan kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data novel Randha Sulasih karya Tulus Setiyadi. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat maupun paragraf mengenai suasana dan kejadian dalam cerita novel ini. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan tabel data yang sudah disediakan, kemudian dianalisis dengan sistematis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan ringkas dan jelas. Hasil penelitian ini adalah struktur kepribadian yang dimiliki tokoh Saikun yang paling menonjol adalah mekanisme pertahanan ego yang digunakan tokoh utama pria dalam novel ini berjumlah lima yaitu represi, pengalihan, rasionalisasi, denial, dan sublimasi. Mekanisme pertahanan yang paling sering dilakukan adalah pengalihan. Penyebab mekanisme pertahanan ego dilakukan oleh tokoh Saikun dibagi menjadi tiga yaitu Kecemasan dari luar, kecemasan dari dalam, dan kecemasan karena kekerasan superego. Kata kunci : represi, pengalihan, rasionalisasi, denial
Tradisi Puter Kayun Di Desa Boyolangu Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi (Kajian Folklor) Liana, Mega; Susilo, Yohan
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p233-251

Abstract

ABSTRACT The puter kayun tradition in Boyolangu Village is a regional cultural form of Banyuwangi Regency which is a half-oral folklore. The purpose of this research is to explain its history, sequence of events, understanding and meaning, functions, changes, and how to preserve it. The method used in this research is descriptive qualitative, using observation, interview, documentation, recording, and data validation techniques. The tools used are a list of questions, mobile phones, and notebooks. The results of this study are that the puter kayun tradition has a relationship between Buyut Jakso and watudodol, Puter Kayun is a legacy of Boyolangu residents to remember the services of Buyut Jakso who had opened the road in Watudodol. The implementation of the puter kayun tradition is divided into four days from the seventh day to the tenth day of Eid. The ubarampe used are setaman flower, kupat, buffalo mask, singkal and garu, janur, gig, and tumpeng. Its meaning is to be an example for the community, especially Boyolangu village where this tradition developed, when they do work in society to create a sense of peace in their lives. The function of the puter kayun tradition for the people of Boyolangu is as village salvation and social culture. There are always changes in the puter kayun tradition every year, especially in the number of dokars used. The way to preserve the puter kayun tradition is by passing it on to the descendants of the Boyolangu people, improving the ubarampe tradition of puter kayun, and being supported by the Culture and Tourism Office of Banyuwangi Regency. Keywords: Folklore, Puter Kayun Tradition, Great-grandfather Jakso. ABSTRAK Tradisi puter kayun di Desa Boyolangu merupakan bentuk budaya daerah Kabupaten Banyuwangi yang merupakan cerita rakyat setengah lisan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejarahnya, urutan acara, pengertian dan makna, fungsi, perubahan, dan cara melestarikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik observasi, wawacara, dokumentasi, pencatatan, dan validasi data. Alat yang digunakan adalah daftar pertanyaan, handphone, dan buku catatan. Hasil dari penelitian ini adalah tradisi puter kayun mempunyai hubungan antara Buyut Jakso dengan watudodol, Puter Kayun merupakan napak tilas warga Boyolangu untuk mengingat jasa Buyut Jakso yang telah membuka jalan di Watudodol. Pelaksanaan acara tradisi puter kayun dibagi menjadi empat hari dari hari ketujuh sampai hari kesepuluh lebaran. ubarampe yang digunakan adalah kembang setaman, kupat, topeng kerbau, singkal dan garu, janur, dokar, dan tumpeng. Maknanya yaitu menjadi contoh bagi masyarakat khususnya desa Boyolangu yang merupakan tempat berkembangnya tradisi ini, ketika mereka melakukan pekerjaan dalam masyarakat untuk mewujudkan rasa damai dalam hidup mereka. Fungsi tradisi puter kayun bagi masyarakat Boyolangu adalah sebagai selametan desa dan sosial budaya. Perubahan tradisi puter kayun setiap tahunnya selalu ada terutama pada jumlah dokar yang digunakan. Cara melestarikan tradisi puter kayun adalah dengan mewariskannya kepada keturunan masyarakat Boyolangu, memperbaiki ubarampe tradisi puter kayun, dan didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Kata Kunci : Folklor, Tradisi Puter Kayun, Buyut Jakso.
Perselingkuhan dalam Novel Kidung Sukma Larasing Jiwa Karya Ardini Pangastuti Bn. (Kajian Sosiologi Sastra Alan Swingewood) Syarifah, Mar'atus; Surana, Surana
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p212-232

Abstract

The novel Kidung Sukma Larasing Jiwa is a literary work in the form of a Javanese novel which tells about social problems in society, namely infidelity. This research has the objective of explaining the forms of infidelity, its causes, impacts, and efforts to prevent infidelity in the household. The theory used by the sociology of literature by Alan Swingewood is related to the phenomenon of society. The method used in this study is descriptive qualitative because the data described is in the form of words, sentences, or phrases or paragraphs contained in the novel. The source of the data obtained in this study is from the novel Kidung Sukma Larasing Jiwa. The results of this study are that the forms of infidelity are divided into 3, namely emotional, sexual, and emotional sexual (mixed) infidelity. The causes of the existence of infidelity in the novel are seduced by other women, economic factors, playboy nature, and revenge. The impact of the existence of the affair is household quarrels, suspicion of partner, jealousy, frequent lying to partner, restlessness, guilt, separation of beds, pregnancy out of wedlock, and divorce. The efforts that can be made to prevent infidelity in the household are by being prepared to build a household, the commitment that each partner has, and marriage guidance which is carried out to provide insight to prospective husband and wife before entering into marriage. Keywords: Affair, Household, Sociology of Literature. Novel Kidung Sukma Larasing Jiwa adalah karya sastra yang berwujud novel Bahasa Jawa yang menceritakan tentang masalah sosial dalam masyarakat yaitu perselingkuhan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menjelaskan tentang wujud perselingkuhan, penyebab, dampak, dan upaya untuk mencegah perselingkuhan dalam rumah tangga. Teori yang digunakan sosiologi sastra Alan Swingewood dimana teori tersebut berhubungan dengan fenomena masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena data yang dijabarkan berupa kata, kalimat, maupun frasa atau paragraf yang terdapat dalam novel. Sumber data yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu dari novel Kidung Sukma Larasing Jiwa. Hasil dari penelitian ini yaitu diantaranya wujud perselingkuhan dibagi menjadi 3, yaitu perselingkuhan emosional, seksual, dan emosional seksual (campuran). Penyebab dari adanya perselingkuhan dalam novel yaitu tergoda wanita lain, faktor ekonomi, sifat playboy, dan balas dendam. Dampak dari adanya perselingkuhan tersebut adalah adanya pertengkaran rumah tangga, curiga pada pasangan, cemburu, sering berbohong pada pasangan, tidak tenang hati, rasa bersalah, pisah ranjang, hamil di luar nikah, dan perceraian. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah perselingkuhan dalam rumah tangga yaitu dengan adanya kesiapan dalam membangun rumah tangga, komitmen yang dimiliki masing-masing pasangan, dan bimbingan pernikahan yang dilakukan untuk memberikan wawasan kepada calon suami istri sebelum melakukan pernikahan. Kata Kunci: Perselingkuhan, Rumah Tangga, Sosiologi Sastra.
Jenis Cinta dalam Antologi Cerkak Tabeting Lakon Kepungkur Karya Suryadi Ws (Teori Psikologi Cinta Robert J. Sternberg) Puspa Ningrum, Amelia Pramesti; Hasan, Latif Nur
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p32-49

Abstract

Abstract This research began because of a love affair that occurred in the anthology of short story Tabeting Lakon Kepungkur. Starting from the closeness between the characters, then a problem arises to find answers to these questions regarding (1) the components of love, and (2) the types of love contained in the relationship. From the interpretation of the components of love, it produces a concept called the types of love. The purpose of this study is to explain (1) the components of love, (2) the types of love. The method used in this research is qualitative method. The theory used in this research is Literary Psychology which refers to Robert J. Sternberg's Psychology of Love. To collect the data using reading-note-taking technique. When analyzing the data using descriptive analysis method. The results of the study show that the characters in the anthology of short story Tabeting Lakon Kepungkur by Suryadi Ws have components of intimacy, desire, decision/ commitment. From the combination of these three components, four types of love can be produced which are found in the nine short story that have been studied. Types of love include pleasure, romantic love, brotherly love, and perfect love in Robert J. Sternberg's book. Keywords: intimacy, desire, decision/commitment, type of love. Abstrak Penelitian ini bermula karena adanya hubungan cinta yang terjadi di antologi cerkak Tabeting Lakon Kepungkur. Berawal dari adanya kedekatan antar tokoh, lalu muncul sebuah permasalahan untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut mengenai (1) komponen cinta, dan (2) jenis-jenis cinta yang terdapat dalam hubungan tersebut. Dari interpretasi komponen cinta, menghasilkan sebuah konsep yang disebut dengan jenis-jenis cinta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai (1) komponen cinta, (2) jenis-jenis cinta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Psikologi Sastra yang merujuk pada Psikologi Cinta Robert J. Sternberg. Untuk mengumpulkan datanya menggunakan teknik membaca-mencatat. Bila analisis datanya menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh dalam antologi cerkak Tabeting Lakon Kepungkur karya Suryadi Ws memiliki komponen keintiman, hasrat, keputusan/komitmen. Dari kombinasi ketiga komponen tersebut dapat menghasilkan empat jenis cinta yang terdapat pada sembilan cerkak yang telah diteliti. Jenis cintanya meliputi rasa senang, cinta romantis, cinta persaudaraan, dan cinta sempurna, yang ada pada buku Robert J. Sternberg. Kata kunci: keintiman, hasrat, keputusan/komitmen, jenis cinta.
Masalah Keluarga dalam Novel Puspita Rinengga Karya Tulus Setiyadi (Kajian Sosiologi Sastra) Rahmawati, Illa; Darni, Darni
Jurnal Online Baradha Vol. 19 No. 3 (2023): Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v19n3.p131-147

Abstract

Abstract Family problems are common problems in household life, but not all family problems can be solved. The existence of family problems can lead to acts of violence as a result of these problems. Puspita Rinnengga is one of Tulus Setiyadi's literary novels, which describes the family problems that occur among the characters. The aims of this study are (1) to explain deviant acts and (2) to explain the acts of violence experienced by the characters in Puspita Rinengga's novel. This research will be studied using Wellek and Warren's study of the sociology of literature, which focuses on the sociology of the content of literary works and examines the social elements and problems in literary works. This study uses qualitative research. The data source in this study is the novel Puspita Rinengga. This research data uses words, sentences, and conversations related to deviant acts and acts of violence. The techniques used to collect data in this study included library techniques, reading techniques, note-taking techniques, and data grouping techniques. Data analysis techniques in this study were divided into four categories: data preparation and organization, data reduction, data presentation, and conclusions. The results and discussion of this study are: (1) deviant acts whose forms are bisexual, becoming effeminate, and prostituting (2) acts of violence whose forms are neglected and prohibited from being independent and which cause misery and economic dependence Keywords: Deviant action, Abandoned, prohibited, Independent Abstrak Masalah keluarga merupakan masalah yang lumrah terjadi dalam kehidupan rumah tangga, akan tetapi tidak semua permasalahan keluarga dapat diselesaikan. Adanya permasalahan keluarga dapat menyebabkan tindak kekerasan sebagai akibat dari permasalahan tersebut. Novel Puspita Rinengga merupakan salah satu novel karya sastra Tulus Setiyadi yang menggambarkan masalah keluarga yang terjadi diantara para tokoh. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menjelaskan tindakan menyimpang (2) Menjelaskan tindak kekerasan yang dialami oleh tokoh dalam novel Puspita Rinengga. Penelitian ini aka dikaji menggunakan kajian sosiologi sastra Wellek dan Warren yang berfokus pada sosiologi isi karya sastra yang mengkaji unsur dan masalah yang berkaitan dengan sosial pada karya sastra. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan novel Puspita Rinengga. Data penelitian ini menggunakan kata, kalimat, percakapan yang berkaitan dengan tindakan menyimpang dan tindakan kekerasan. Teknik mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik membaca, teknik mencatat, dan teknik mengelompokkan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi 4 yaitu persiapan dan pengorganisasian data, reduksi data, menyajikan data dan kesimpulan. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah (1) tindakan menyimpang wujudnya adalah biseksual, menjadi banci dan PSK (2) tindakan kekerasan yang wujudnya adalah ditelantarkan dan dilarang mandiri yang menyebabkan kesengsaraan dan ketergantungan ekonomi Kata Kunci: Tindakan menyimpang, Ditelantarkan, Dilarang Mandiri