cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: April 2025" : 13 Documents clear
Analisis Lima Dimensi Religius dalam Film Qodrat Karya Charles Gozali: Kajian Sosiologi Sastra Tambunan, Rieke Dinda Laila; Umam, Khothibul; Khurosan, Herpin Nopiandi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.26918

Abstract

AbstractThis study uses a material object in the form of Charles Gozali's Qodrat film. Charles Gozali's Qodrat film has a unique aspect in its religiosity. This study uses narrative film theory, literary sociology theory and religiosity which are explained using descriptive methods. The purpose of this study is to explain the narrative structure of the film contained in Charles Gozali's Qodrat film. The theory of narrative structure is used to describe the story and plot, the relationship between narrative and space, the relationship between narrative and time, and the main elements of the narrative (characters, problems and conflicts, and goals), and themes in the Qodrat film. Meanwhile, to eliminate the value of religiosity in the film Qodrat by Charles Gozali, the author uses the theory of the dimensions of religiosity of Glock and Stack. The results of the analysis of the narrative structure of the film Qodrat by Charles Gozali. The results of the analysis of the narrative structure of the film Qodrat by Charles Gozali are the discovery of several developments in the character's faith through analysis of the story and plot, the relationship between narrative and space, the relationship between narrative and time, the main elements of the narrative and theme. The results of the analysis obtained are that the film Qodrat meets the five aspects of the theory of religiosity of Glock and Stack. The five dimensions consist of five dimensions of religiosity, namely the dimensions of belief (belief/belief), practice (ritual/religious practice), knowledge (knowledge), experience (experience), and consequences (consequences), Belief in the existence of God, understanding of the help and protection given by God, religious rituals performed to God such as prayer, ruqyah and fasting, knowledge of religion, ability to read the holy verses of the Qur'an, understand the science of rukiah, and be able to fight against jinn disturbances, spiritual experiences, mystical disturbances, and receive help from God, the dimension of consequences includes the end that will be obtained from the actions taken, in the form of good and bad.Keywords: Qodrat film, sociology of literature, dimensions of religiosity, Glock and Stark IntisariPenelitian ini menggunakan objek material berupa film Qodrat karya Charles Gozali. Film Qodrat karya Charles Gozali memiliki keunikan pada aspek religiusitasnya. Penelitian ini menggunakan teori naratif film, teori sosiologi sastra dan religiusitas yang dijelaskan dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur naratif film yang terdapat dalam film Qodrat karya Charles Gozali. Teori struktur naratif digunakan untuk mendeskripsikan cerita dan plot, hubungan naratif dengan ruang, hubungan naratif dengan waktu, serta elemen pokok naratif (pelaku cerita/tokoh, permasalahan dan konflik, dan tujuan), serta tema dalam film Qodrat. Sedangkan untuk menganalisis nilai religiusitas dalam film Qodrat karya Charles Gozali, pengarang menggunakan teori dimensi religiusitas Glock dan Stack. Hasil analisis struktur naratif film Qodrat karya Charles Gozali. Hasil analisis struktur naratif film Qodrat karya Charles Gozali ini adalah ditemukannya beberapa perkembangan keimanan tokoh melalui analisis cerita dan plot, hubungan naratif dengan ruang, hubungan naratif dengan waktu, elemen pokok naratif dan tema. Adapun hasil analisis yang didapatkan bahwa film Qodrat memenuhi lima aspek teori religiusitas Glock dan Stack. Lima dimensi tersebut, terdiri dari lima dimensi religiusitas yaitu dimensi belief (kepercayaan/keyakinan), practice (ritual/praktik keagamaan), knowledge (pengetahuan), experience (pengalaman), dan consequences (konsekuensi), Keyakinan terhadap adanya Tuhan, keyakinan terhadap pertolongan dan perlindungan yang diberikan Tuhan, ritual keagamaan yang dilakukan kepada Tuhan seperti sholat, ruqyah serta berpuasa , pengetahuan tentang agama, kemampuan dalam membaca ayat suci al-Qur’an, memahami ilmu rukiah, serta mampu melawan gangguan jin, pengalaman-pengalaman spiritual, gangguan-gangguan mistis, serta mendapat pertolongan dari Tuhan, dimensi akibat meliputi akhir yang akan diperoleh atas tindakan yang dilakukan, berupa baik dan buruk.Kata kunci: film Qodrat, sosiologi sastra, dimensi religiusitas, Glock dan Stark 
Leksikon Motif Batik Tulis Brebes (Kajian Antropolinguistik) Kamelia, Nok; Suyanto, Suyanto
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.23103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk satuan lingual, makna leksikal, dan makna kutural yang terkandung dalam leksikon motif batik tulis Brebes. Teori yang dipakai adalah antropolinguistik, leksikon, dan satuan lingual. Metode penyediaan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar motif batik tulis Brebesan merepresentasikan mata pencaharian, kondisi lingkungan, dan kreativitas pembatiknya dalam membuat motif yang beraneka ragam. Leksikon motif batik Brebesan Kabupaten Brebes menggambarkan mata pencaharian dan kondisi lingkungan didaerah tersebut. Beberapa motif menggambarkan nasihat dan pandangan mengenai kehidupan masyarakat Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Makna kultural paling banyak dalam leksikon motif batik tulis Brebesan berupa kreativitas masyarakat terutama pembatik dalam melestarikan kebudayaan yaitu batik dengan menciptakan motif-motif batik tulis Brebesan. Beberapa motif batik tulis Brebesan menggambarkan prinsip kesederhanaan dalam hidupnya. Kearifan lokal masyarakat di Kecamatan Salem direpresentasikan dalam leksikon motif batik tulis Brebesan. Kearifan lokal tersebut berupa nilai religius, nilai biologis, nilai ekologis, nilai ekonomis, dan nilai sosial.
Konsep Tasawuf Dalam Naskah Tepa Salira: Analisis Tematik Faalih, Muhammad; Ahmad, Nur Fauzan
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.25123

Abstract

AbstrakObjek penelitian ini yaitu teks Mura>qabah Muh}a>sabah dalam naskah Tepa Salira . Naskah Tepa Salira merupakan naskah koleksi Perpusnas RI dengan kode panggilan NB 1565. Terdapat tiga teks piwulang yaitu Mura>qabah Muh{a>sabah , Tepa Salira , dan Gesanging Tiyang Upaminipun Kados Dene Urubing Dilah . Namun, dalam penelitian ini fokus terhadap teks Mura>qabah Muh{a>sabah . Teks tersebut jelas merupakan teks keagamaan namun ditulis dengan bahasa dan aksara Jawa. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi pesantren yang menggunakan aksara Arab dan Pegon. Adanya jarak aksara dan bahasa perlu dijembatani agar teks tersebut dapat dipahami oleh pembaca masa kini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis tematik dengan perspektif tasawuf akhlaqi. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis tema-tema dengan perspektif tasawuf akhlaqi pada teks Mura>qabah Muh{a>sabah . Berdasarkan penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam teks Mura>qabah Muh{a>sabah mengandung lima subtema, yaitu pengertian mura>qabah dan muh{a>sabah ; penaklukan hawa nafsu; makna kalimat h{auqalah ; hubungan Tuhan dengan alam semesta; serta urgensi mura>qabah dan muh{a>sabah . Teks MM sangat relevan dengan kehidupan spiritual manusia di masa kini. Mura>qabah dan muh{a>sabah dapat menjadi perilaku yang membantu manusia untuk tetap berada di jalan yang benar dan mencapai ketenangan jiwa. Kata kunci : Mura>qabah Muh{a>sabah , analisis tematik, tasawuf akhlaqi. 
Campur Kode pada Iklan di Media Sosial Instagram @mariseruput Sapna, Hassya Ancelia; Astuti, Sri Puji
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.25101

Abstract

AbstractLanguage is one of arbitrary vowel symbol used in communication. In the use of language, there is often mixing between mother tongue and other languages or insertion of languages or code mixing. Code mixing can be found in various speech events, even in advertisements. Language can affect human behavior, advertisements use language to influence potential customers. As technology develops, now advertisements can also be found on social media Instagram. The purpose of this study is to explain the code mixing that exists on the social media Instagram @mariseruput. This type of research is qualitative research. The theory used is sociolinguistic theory. The method used is the documentation method with note-taking technique. The results of the research show that the form of code mixing is the insertion of words, baster, and phrases. Factors that cause code mixing to occur are the result of informal situations between speakers and speech partners, the speaker's inability to find equivalent words in the language being used, and there being no exact equivalent words in the language being used.Keywords: language, advertisement, code mixAbstrakBahasa adalah satu simbol vokal arbitrer yang digunakan dalam komunikasi. Dalam penggunaan bahasa, sering terjadi percampuran antara bahasa ibu dengan bahasa lain atau penyisipan bahasa atau campur kode. Campur kode dapat ditemui di berbagai peristiwa tutur bahkan pada iklan. Iklan menggunakan bahasa untuk mempengaruhi calon konsumennya. Seiring berkembangnya teknologi, kini iklan dapat ditemui juga pada media sosial Instagram. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan campur kode yang ada pada iklan di media sosial Instagram @mariseruput. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukan bentuk campur kode berupa penyisipan kata, baster, dan frasa. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode tersebut adalah akibat situasi informal antara penutur dan mitra tutur, ketidakmampuan penutur mencari padanan kata dalam bahasa yang sedang digunakan, tidak ada padanan kata yang tepat dalam bahasa yang sedang digunakan.Kata kunci: bahasa, iklan, campur kode 
Analisis Semiotika Makna Motivasi pada Lirik Lagu "Mimpi" Oleh Putri Ariani Janah, Miftahul; Dewi, Dwi Wahyu Candra
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.26621

Abstract

Musik memiliki potensi sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan emosional dan spiritual, salah satunya melalui lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna motivasi dalam lirik lagu Mimpi karya Putri Ariani dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, yang memandang tanda sebagai hubungan antara penanda (signifier ) dan petanda (signified). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif, dengan analisis umpan sebagai teknik utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Mimpi mengandung simbol-simbol yang merepresentasikan harapan, perjuangan, keberanian, dan keyakinan terhadap impian. Lirik tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai sarana komunikasi yang menyampaikan pesan motivasional secara mendalam kepada pendengar.
Makna Kultural dan Nilai Filosofis Motif Batik Tegalan: Kajian Antropolinguistik Ranarsih, Okti; Tiani, Riris
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.25878

Abstract

Batik pesisir utara Jawa sering kali lebih identik dengan batik daerah Pekalongan dan Rembang yang telah banyak dikaji dan dikenal luas. Batik Tegalan memiliki karakteristik unik seperti motif yang mencerminkan kehidupan masyarakat agraris serta perpaduan warnanya yang mencerminkan dinamika budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna kultural dan nilai filosofis yang terdapat dalam ragam motif batik Tegalan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kontekstual yang didukung oleh teori antropolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kultural yang terkandung dalam motif batik Tegalan secara keseluruhan berisi pesan agar dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar atau orang lain dan selalu bersikap baik dalam menjalani kehidupan, selalu percaya kepada kekuatan Tuhan, menjaga atau melestarikan budaya lokal, serta menghormati sejarah. Selain itu, nilai filosofis yang terkandung dalam ragam motif batik Tegalan dominan merefleksikan nilai moral, nilai religius, nilai budaya, dan nilai sejarah.
Eksistensi Tokoh Maya dalam Film Cross The Line Karya Razka Robby Ertanto (Feminis Eksistensialisme Simone De Beauvoir) Rondiati, Choerud Salsabila; Martini, Laura Andri Retno; Komariya, Siti
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.26189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya bentuk ketertindasan perempuan dan perlawanan yang dilakukan dalam film Cross The Line Razka Robby Ertanto. Teori yang dipakai adalah struktur naratif film oleh Himawan Pratista, serta feminis eksistensialisme oleh Simone de Beauvoir. Teori struktur naratif film digunakan untuk membantu proses pemahaman akan keseluruhan cerita sedangkan teori feminisme eksistensialis fokus mengupas bagaimana perempuan mampu menunjukkan eksistensinya dalam film Cross The Line. Pendekataan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek film Cross The Line. Teknik pengumpulan data dengan cara simak-catat bagian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan penyajian hasil analisis data menggunakan deskriptif naratif disertai dengan gambar adegan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada representasi ketertindasan perempuan dan perjuangan untuk menunjukkan eksistensi diri yang digambarkan melalui tokoh Maya. Ketertindasan yang ditunjukkan berupa stereotip tentang perempuan lemah, perempuan emosional, objek pemuas, peliyanan, dan diliyankan. Kekerasan berupa fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Adapun perlawanan yang dilakukan tokoh Maya untuk menunjukkan eksistensinya yaitu melawan dengan bekerja, menjadi mandiri, mampu berperan dalam ranah publik, menolak internalisasi liyan, menjadi diri, menjadi subjek aktif, dan transedensi.
Strategi Kesantunan Berbahasa dalam Percakapan Video Youtube Najwa Shihab: Kajian Pragmatik Thahirah, Keisya; Amin, Mujid Farihul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.27544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi kesantunan berbahasa dan menjelaskan bentuk pilihan yaitu kesantunan positif yang paling banyak ditemukan pada video Najwa Shihab dengan Ahok, soal Jokowi, Prabowo, dan Jakarta Hari ini dalam kanal youtube  Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan teori Brown dan Levinson (1987) yang memiliki empat bentuk strategi, yaitu; 1) Strategi tanpa basa-basi (Bald on record), 2) Strategi Kesantunan Positif (Positive Politeness), 3) Strategi Kesantunan Negatif (Negative Politeness), 4) Strategi samar-samar (Off record). Jenis penelitian deskriptif kualitatif dalam pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan catat. Lalu, saat menganalisis data menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penyajian data digunakan metode informal. Hasil penelitian ini ditemukan; 1) bentuk strategi kesantunan berbahasa dalam percakapan video youtube  Najwa Shihab bersama Ahok, ditemukan tuturan sesuai substrategi yang ada pada bentuk-bentuk strategi kesantunan teori Brown Levinson yaitu Strategi tanpa basa-basi, Strategi Kesantunan Positif, Strategi Kesantunan Negatif, dan Strategi samar-samar. Serta (2) kesantunan positif menjadi bentuk pilihan yang paling banyak ditemukan sehingga dapat menjaga wajah positif dari mitra tutur dan membangun kedekatan, kerja sama, dan mengurangi ancaman muka positif mitra tuturnya ataupun pihak-pihak yang menjadi pihak ketiga dalam pembicaraan di video youtube ini.
Analisis Politik Seksualitas Novel Re: dan Perempuan Karya Maman Suherman (Kajian Sosiologi Sastra) Dewangga, Radiatri Mahardika; Waluyo, Sukarjo; Widyawati, Marta
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.24464

Abstract

AbstrakPenelitian politik seksualitas novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman bertujuan untuk mengungkap hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki sebagai implikasi dari perbedaan seksual yang dipengaruhi oleh budaya patriarki dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori sexual politics dari Kate Millett sebagai upaya untuk mengungkap bagaimana bentuk-bentuk politik seksualitas yang didasarkan pada tiga dimensi, yakni temperament, role, dan status. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi terhadap perempuan melalui kepemilikan modal menjadikan perempuan sebagai korban atas perbedaan yang tercipta antara perempuan dengan laki-laki. Berdasarkan dimensi temperament, role, dan status, mengungkapkan implikasi sikap pasif yang ditunjukkan oleh perempuan sebagai hasil dari konstruksi sosial yang mengatur dikotomi antara feminitas dengan maskulinitas. Konstruksi sosial ini menyebabkan laki-laki terus berupaya mempertahankan kekuasaannya atas perempuan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga dominasi mereka dalam struktur sosial. Selain itu, kelas sosial turut berpengaruh pada relasi antara perempuan dan laki-laki. Sehingga pengaruh tersebut berdampak secara meluas ke berbagai sektor masyarakat, termasuk bagaimana kepemilikan modal dapat mengeksploitasi tubuh perempuan serta mempengaruhi pelaksanaan peran gender, yang pada gilirannya berdampak pada politik seksualitas dalam novel Re: dan Perempuan. AbstractThe research on the politics of sexuality in the novel Re: and Perempuan by Maman Suherman aims to reveal the power relations between women and men as an implication of sexual differences influenced by patriarchal culture in society. This study uses a sociological literary approach and Kate Millett's sexual politics theory as an effort to reveal how forms of sexual politics are based on three dimensions, namely temperament, role, and status. The method used is descriptive qualitative. The results of the study show that exploitation of women through capital ownership makes women victims of the differences created between women and men. Based on the dimensions of temperament, role, and status, it reveals the implications of the passive attitude shown by women as a result of social construction that regulates the dichotomy between femininity and masculinity. This social construction causes men to continue to try to maintain their power over women as part of an effort to maintain their dominance in the social structure. In addition, social class also influences the relationship between women and men. So that this influence has a widespread impact on various sectors of society, including how capital ownership can exploit women's bodies and influence the implementation of gender roles, which in turn has an impact on the politics of sexuality in the novel Re: and Perempuan.
Adab Foreplay Pada Naskah Serat Primbon Saresmi Disertai Suntingan Teks Dan Kajian Pragmatik Alvinatuzzahro, Alvinatuzzahro; Rukiyah, Rukiyah
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2025.27228

Abstract

AbstrakNaskah Serat Primbon Saresmi merupakan naskah yang menggunakan bahasa Jawa. Naskah ini berisi tentang adab atau etika seseorang ketika melakukan senggama. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil suntingan dan terjemahan teks, serta menjelaskan analisis terkait adab atau etika serta esensi bersenggama dalam kehidupan yang terkandung di dalam nasakah SPS. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori filologi, teori pragmatik dan teori etika. Metode yang digunakan dalam terbagi menjadi tiga tahap, yaitu metode pengumpulan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil analisis data. Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan studi pustaka untuk menjelajah naskah. Pada tahap analisis data, peneliti menggunakan teori filologi untuk menyajikan hasil suntingan dan terjemah teks, serta teori pragmatik dan teori etika untuk menganalisis isi kandungan naskah berupa adab atau etika sebelum bersenggama dan manfaatnya dalam kehidupan manusia. Pada proses suntingan ditemukan gejala-gejala filologi yang dituangkan dalam aparat kritik, yaitu subtitusi, hiperkorek, haplografi, lakuna, adisi, parakusti dan ditografi. Hasil penelitian ini menyajikan suntingan teks dengan meminimalisasi terjadinya kesalahan penulisan atau penyalinan dan terjemah teks dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Adab atau etika foreplay yang diperoleh dalam naskah ini yaitu; (1) titik rangsangan pada laki-laki dan perempuan; (2) adab berhubungan suami-istri; (3) anjuran atau aturan bersenggama dalam naskah SPS; (4) manfaat berhubungan suami-istri bagi kehidupan.Kata kunci: adab atau etika, naskah SPS, filologi, pragmatikAbstractThe manuscript of Serat Primbon Saresmi is a manuscript that uses the Javanes language. This manuscript contains the manners or ethical teachings of a person when having coitus. This research aims to present the results of editing and translation of the text, as well as explaining the analysis related to manners or ethics and the essence of intercourse in the life contained in the SPS text. The theories used in this research are philological theory, pragmatict theory dan ethics theory. The method used in this research is divided into three stages, namely data collaction method, data analysis method, and data analysis result presentation method. In the data collaction stage, researchers conducted a literature study to explore the manuscript. In the data analysis stage, the researcher used philological theory to present the results of text editing and translation, as well as pragmatics theory and ethics theory to analysis the content of the text in the form of ethical teachings on coitus and its essense in the human life. In the editing process, philological symptoms were found as outlined in the criticism apparatus, subtitutions, hypercorrection, haplography, lacuna, addition, and paracusti. The results of this study present text edits by minimizing the occurrence of writing or copying errors and translating the text from Javanese to Indonesia. The foreplay etiquette or manners obtained in this manuscript are; (1) simulation points for men and women; (2) etiquette for husband-wife relation; (3) recommendations or rules for intercourse in the SPS manuscript; (4) benefits of husband-wife relations for life. Keywords: manners or ethics, SPS manuscript, philology, pragmatict

Page 1 of 2 | Total Record : 13