cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 81 Documents
Peran Momentous Publisher dalam Produksi dan Distribusi Karya Sastra Berupa Novel (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra) Yuliarti, Indah Wahyu; Noor, Redyanto
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.16912

Abstract

Penelitian ini mengggunakan teori sosiologi sastra Roberst Escarpit. Tujuannya untuk mengetahui proses produksi dan distribusi di Momentous Publisher. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra, karena penelitian ini berada dalam ranah produksi dan distribusi karya sastra. Data yang diperoleh akan diolah dan disajikan data secara ilmiah dari apa yang diperoleh pada saat wawancara ke dalam pembahasan.Hasil analisis dalam penelitian ini adalah, Momentous Publisher merupakan penerbit independent yang juga memberikan layanan Vanity Publisher. Momentous Publisher beroperasi secara virtual atau biasa dikenal dengan Virtual Office, para karyawannya dapat bekerja dari jauh tanpa perlu datang ke kantor. Kantor utamanya hanya digunakan sebagai gudang atau tempat pengemasan saja. Momentous Publisher membuka peluang untuk menerbitkan karya para penulis pemula dengan menyediakan berbagai jalur pemerolehan naskah melalui jalur seleksi, jalur berbayar, dan jalur pinangan. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu para penulis pemula menguji karyanya di mata publik. Setelah kontrak terbit disetujui oleh kedua belah pihak, tahap produksi selanjutnya berupa penyuntingan, covering, layouting, dan pencetakan buku.Masing-masing memerlukan waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Distribusi yang meliputi tahap promosi dilakukan bahkan satu bulan sebelum rilis, kegiatan publikasi dilakukan secara terus menerus sebelum penjualan dibuka. Momentous Publisher yang usianya belum genap 3 tahun tetapi jumlah karya sastra yang dilahirkan kurang lebih sudah mencapai 60 judul. Didistribusikan dengan dua metode penjualan online dan offline berkerja-sama dengan delapan toko buku online dan sebuah toko offline ternama yaitu Gramedia. Kata kunci: Momentous Publisher, sosiologi sastra, produksi, distribusi.
Fungsi Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Belum Mapan dan Pejuang Mapan Karya Abay Adhitya (Kajian Pragmatik) Makrif, Vikram; Hermintoyo, Muhamad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17102

Abstract

Penelitian ini mengambil data tindak tutur dari film berjudul Belum Mapan dan Pejuang Mapan sebagai objek dalam penelitian. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi. Penelitian ini bersifat kualitatif sehingga pemaparannya secara deskriptif menggunakan bahasa pada umumnya. Metode perolehan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan yang alat penentunya berada di luar bahasa dan tidak menjadi bagian dari bahasa itu sendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori pragmatik yang difokuskan pada jenis tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan empat bentuk tindak tutur ilokusi yaitu representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. 
Leksikon dalam Upacara Inti Fangowai Fame’e Afo di Kota Medan: Sebuah Kajian Antropolinguistik Gulo, Restu Niati; Suyanto, Suyanto
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.16790

Abstract

In the current era of the millennial generation, many cultures have entered which makes local culture have to adapt and acculturate in order to maintain its existence. Therefore, in order to study and overcome local culture, the authors conducted research related to culture, especially culture at the wedding ceremony of the Nias Fangowai and Fame'e Afo people in Medan City. The purpose of this study is to find and describe the shape of the lexicon, cultural meaning and local wisdom in the fangowai and fame'e afo ceremonies. The method used in this study is a qualitative descriptive method with anthropolinguistic theory. Provision of data using interview methods and literature study. The presentation of the results of data analysis is carried out informally. The results of this study found 54 lexicons which were classified into two groups of word class categories, namely the category of nouns or nouns and the category of verbs or verbs. The noun category obtained 31 lexicons accompanied by cultural meanings and local wisdom values and the verb category obtained 23 lexicons accompanied by cultural meanings and local wisdom values.
Aspek Budaya Jawa dalam Novel Pudarnya Pesona Cleopatra Karya Habiburrahman El Shirazy: Kajian Antropologi Sastra Khumaira, Balqis; Ahmad, Nur Fauzan; Falah, Fajrul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.16007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan aspek budaya Jawa dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra. Penulis menggunakan kajian antropologi sastra untuk mengkaji aspek budaya Jawa (penggolongan orang Jawa, prinsip rukun dan hormat, dan sikap hidup orang Jawa). Hasil analisis aspek budaya Jawa dengan kajian antropologi sastra pada novel Pudarnya Pesona Cleopatra ialah tokoh Aku dan Raihana merupakan golongan priyayi yang berorientasi santri. Prinsip rukun terlihat dari sikap tokoh Aku yang rela menomorduakan dirinya dan Raihana yang bersikap etok-etok. Prinsip hormat terlihat dalam komunikasi antar tokoh yang menggunakan kata sapaan dengan memperhatikan kedudukan lawan bicara. Sikap hidup orang Jawa terbagi menjadi tiga yaitu, sikap hidup orang Jawa dalam keagamaan (kepada Tuhan Yang Maha Esa), sikap hidup orang Jawa dengan dirinya sendiri (rela, nrima, sabar), dan sikap hidup orang Jawa dengan masyarakat (kedudukan pria Jawa dan wanita 
Sifat “Kausalitas” `Isi Pesan` Kalimat Setyadi, Ary
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.18843

Abstract

Keberadaan bahasa, termasuk bahasa Indonesia, merupakan alat komunikasi, sehingga demi penyampaian `isi pesan`, misalnya jalinan komunikasi antara pihak pembicara (O1) dengan pihak lawan bicara (O2), dapat dikemas dengan bahasa Indonesia sebagai alat. Penelitian yang berobjekkan (upaya pembuktian) adanya sifat “kausalitas” `isi pesan` kalimat dengan bahan data tipe kalimat: berita, tanya, suruh/perintah bertolak pada penerapan teori linguistik bidang sintaksis (dan semantik). Sebab apa yang disebut tipe: berita, tanya, suruh/perintah adalah kalimat. Data bersumber, baik dari sumber tulis maupun lisan, sehingga sifat data adalah primer dan sekunder. Hasil kajian membuktikan bahwa ketiga tipe kalimat: berita, tanya, suruh/perintah, persoalan `isi pesan` kalimat, dari pihak pembicara (O1) kepada pihak lawan bicara (O2), selalu dijumpai adanya sifat “kausalitas”; sehingga `isi pesan` kalimat dari pihak pembicara (O1) kepada pihak lawan bicara (O2) berkorelasi dengan persoalan “Sebab-Akibat”.
Istilah-Istilah dalam Sesaji Upacara Apitan Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan: Kajjian Antropolinguistik Faradilla, Hanif Rahma; Suryadi, M
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.16507

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah istilah-istilah yang digunakan untuk menyebutkan benda-benda yang terdapat di dalam sesaji Upacara Apitan. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis yaitu, sumber data primer berupa hasil wawancara dengan informan penelitian, dan data sekunder berupa catatan, dan berkas-berkas penting yang berkaitan dan bersifat mendukung  data penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara infroman menggunakan teknik cakap, dan observasi lapangan menggunakan teknik simak, teknik cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Aanalisis data dilakukan dengan menggunakan metode Miles dan Huberman, kemudian hasil analisis diasajikan secara formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 21istilah dalam sesaji Upacara Apitan antara lain yaitu cok bakal meliputi, miri, lawe, kelapa, kembang gantal, gula jawa, bolah, taki,  seperangkat sesaji upluk isi beras, dhuwik ting, lan kendhi isi banyu, gedhang,  godhong gedhang, godhong jati, suruh, kembang setaman, jajan pasar, uplik, kupat lepet, ingkung pitik, tuwak, merang, dan beras kuning. 
Indikator Bullying atas Tokoh Angel dalam Film Ayah, Mengapa Aku Berbeda? Karya Findo Purwono Hw (Kajian Struktural) Aini, Azizah Nur; Thohir, Mudjahirin
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17843

Abstract

Bullying adalah sebuah realitas sosial yang sering terjadi di masyarakat Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji unsur naratif film dan indikator bullying pada tokoh Angel dalam film Ayah, Mengapa Aku Berbeda?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural yaitu teori unsur naratif film Himawan Pratista. Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan simak catat dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Ayah, Mengapa Aku Berbeda? menggunakan plot lurus dengan peristiwa yang kronologis dan berurutan. Kedua tokoh utama dalam film ini memiliki perbedaan dalam hal fisik dan juga sifat atau karakternya. Urutan waktu dalam film menggunakan pola linier di mana setiap loncatan waktu yang ada dalam film berurutan dan tidak memiliki interupsi waktu yang signifikan di antara loncatan waktu yang ada. Elemen ruang yang sering muncul dalam film ini yaitu pada latar sekolah SMP dan SMA. Konflik yang ada dalam film ini adalah konflik internal atau konflik batin tokoh Angel. Bullying yang dialami Angel yaitu dalam bentuk verbal, fisik, dan relasional. Bullying verbal ditunjukkan dengan merendahkan, mengejek, menghina, mengancam, dan menyumpahi. Bullying fisik ditunjukkan dengan memuntahkan makanan di badan, mendorong, menjambak rambut, meremas wajah, menjepitkan tangan, membenturkan kepala, dan mencoret-coret wajah. Bullying relasional ditunjukkan dengan memelototi.
Variasi Bahasa dalam Instagram pada Akun Arief Muhammad (@armuh) Kajian Sosiolinguistik Ningtyas, Ajeng Setia; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17817

Abstract

Language variations have many types and variations, one of which is the Martin Joos model of formality. The formal variety of the Martin Joos model discusses the five formal levels of a language, namely frozen variety, formal variety, consultative variety, casual variety, and intimate variety. The purpose of this study is to describe Arief Muhammad's use of various languages with his followers which are reviewed through sociolinguistic studies using Martin Joos' theory. This study used a purposive sampling technique to collect data and used non-participant observation and documentation (screenshots). Then the data were analyzed using a qualitative descriptive method with the Martin Joos model of formality theory. From the research data obtained from Arief Muhammad's caption, there are three kinds of languages, namely consultative languages, casual languages and intimate languages. The same thing can be seen from the research data obtained from the comments column, there are three kinds of language, namely the variety of consultative language, the variety of casual language and the variety of intimate languages.
Penggunaan Konjungsi Sebagai Penghubung Antarklausa dalam Kalimat Majemuk pada Teks Editorial Mediaindonesia.com Rahmadi, Arya; Amin, Mujid Farihul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.20170

Abstract

Hubungan antarklausa dengan konjungsi sebagai penandanya adalah unsur kebahasaan yang perlu diperhatikan dalam konstruksi kalimat majemuk karena menentukan kesesuaian makna klausa-klausa yang menyusun kalimat majemuk. Penelitian ini bertujuan mendeskripskan makna gramatikal konjungsi dalam kalimat majemuk pada teks editorial Mediaindonesia.com. Jenis penelitian yang diambil adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks editorial yang terbit pada laman Mediaindonesia.com. Pengumpulan data menggunakan metode simak, dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih atau distribusi, serta teknik yang digunakan ialah teknik baca markah, teknik perluas, dan teknik ganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konjungsi yang ditemukan menandai beberapa makna, yaitu makna penggabungan, penanda keterangan, perluasan, dan penggantian.
Lorong Keagamaan: Kritik Sosial atas Praktik Beragama dalam Kumpulan Cerpen Bukan Perawan Maria Karya Feby Indirani Putri, Farijihan Ardiyanti; Thohir, Mudjahirin
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.19180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial atas praktik beragama yang dinarasikan dalam kumpulan cerpen Bukan Perawan Maria karya Feby Indirani. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang melalui kumpulan cerpen Bukan Perawan Maria menghadirkan kritik sosial terhadap berbagai praktik beragama. Kritik tersebut meliputi perilaku kekerasan yang dilakukan dengan legitimasi agama, pandangan yang menganggap Islam identik dengan budaya Arab, intoleransi agama, dan tindakan terorisme. Pengarang menggunakan teknik satir untuk menyampaikan kritik, dengan tujuan menggambarkan ironi praktik beragama dalam kehidupan sosial masyarakat.Kata kunci: kritik sosial, praktik beragama, sosiologi sastra