cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 81 Documents
Perubahan Makna dalam Lirik Lagu Album Tutur Batin Karya Yura Yunita sebagai Bentuk Katarsis dan Kontemplasi Diri: Kajian Semantik Putra, Awang Arsy Syah; Hermintoyo, Muhamad
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v%vi%i.20368

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perubahan makna dalam lirik lagu album Tutur Batin karya Yura Yunita sebagai bentuk katarsis dan kontemplasi diri, (2) faktor penyebab terjadinya perubahan makna dalam lirik lagu album Tutur Batin karya Yura Yunita sebagai bentuk katarsis dan kontemplasi diri (3) nilai estetika yang terkandung dalam lirik lagu pada Album Tutur Batin Karya Yura Yunita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan data pada perubahan makna dalam lirik lagu album Tutur Batin sebagai bentuk katarsis dan kontemplasi diri. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa perubahan makna kata dalam lirik lagu album Tutur Batin karya Yura Yunita yang merujuk kepada katarsis dan kontemplasi diri. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu dalam album Tutur Batin karya Yura Yunita. Metode analisis data yakni dengan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan, dari data lagu dalam album Tutur Batin, terdapat kata yang mengalami fenomena perubahan makna. Dari kata yang mengalami perubahan makna ditemukan perubahan makna meluas, perubahan makna menyempit, perubahan makna penurunan, perubahan makna peninggian, perubahan makna persamaan, dan perubahan makna pertukaran. Penyebab perubahan makna yang ditemukan, yakni adanya asosiasi, pengembangan istilah, perbedaan bidang pemakaian, perbedaan tanggapan, perkembangan ilmu dan teknologi, perkembangan sosial dan budaya, serta pertukaran tanggapan indera. Lirik lagu tersebut juga menunjukan nilai estetika yang ada di dalamnya yakni seperti penggunaan kata metaforis, personifikasi, ketegasan, pengontrasan dan nilai estetika lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan perubahan makna yang sering terjadi dalam lirik lagu pada album Tutur Batin adalah perubahan makna menyempit dan faktor penyebab terjadinya perubahan banyak dipengaruhi oleh pengembangan istilah yakni kata yang sudah ada dalam bahasa Indonesia mendapat penambahan makna baru.
Nilai Pendidikan Dalam Novel Tarian Dua Wajah Karya S. Prasetyo Utomo Sebuah Kajian Sosiologi Sastra Setyawati, Jeni; Waluyo, Sukarjo; Ahmad, Nur Fauzan
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.15966

Abstract

Novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo merupakan novel yang memiliki nilai-nilai positif dan mendapatkan penghargaan Acarya Sastra 2015. Tujuan penelitian ini adalah (1) memaparkan unsur struktural novel Tarian Dua Wajah karya S. Praseto Utomo khususnya tema, tokoh, alur, latar, dan amanat. (2) memaparkan nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam Novel Tarian Dua Wajah karya Praseto Utomo. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat dalam novel Tarian Dua Wajah karya Prasetyo Utomo. Hasil analisis novel adalah pemaparan struktur intrinsik novel dan pemaparan nilai pendidikan yang ada di dalam novel. Nilai pendidkan yang terdapat di dalam novel yakni nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan budaya, dan nilai pendidikan politik.Kata Kunci: nilai pendidikan, sosiologi sastra, tarian dua wajah
Lodong Me Sebagai Ucapan Syukur Kelahiran Anak dan Restu Para Leluhur Perspektif Adat Maumere, Sikka, Flores Ton, Sekundus Septo Pigang
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.20075

Abstract

AbstrakLodong me atau l’lohor me merupakan suatu upacara adat syukuran kelahiran seorang anak dalam keadaan sehat walafiat, yang telah dilakukan oleh masyarakat Sikka, Maumere, Flores. Upacara ini mengandung tahap-tahap pertama, Menceritakan Mitos Kepercayaan Yang Ada. Kedua, Saat Bayi Dilahirkan. Dilanjutkan dengan Lodong Me atau L’lohor Me Sebagai Ucapan Syukur Kelahiran Anak dan Restu Para Leluhur. Melihat perkembangan zaman yang semakin maju budaya yang baik menjadi pudar. Tradisi dan adat istiadat sudah dilupakan dan dianggap tidak bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memaknai lodong me atau l’lohor me sebagai ucapan syukur kelahiran anak dan restu dari para leluhur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistik. Penyediaan data menggunakan wawancara dan studi pustaka. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara informal. Temuan dari hasil penelitian ini adalah tahap-tahap upacara lodong me atau l’lohor me yang memiliki nilai dan makna seperti pertama, Nilai Dalam Aspek Kehidupan Sosial. Kedua, Nilai Dalam Kehidupan Religius yang mengandung makna alam sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan yang ketiga, Nilai Dalam Kehidupan Bermasyarakat.
Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Album "Rapsodi" JKT48 : Kajian Stilistika Lastomo, Bagas Timur; Muzakka, Moh
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gaya bahasa sesuai yang digagas oleh Pradopo melalui unsur pembentuk gaya bahasa yang terbagi menjadi gaya bunyi, gaya kata, gaya kalimat, serta wacana pada masing-masing lirik lagu dalam album Rapsodi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka dengan teknik simak, baca, dan catat. Data yang dikumpulkan berupa lima lirik lagu dalam album Rapsodi yang dianalisis berdasarkan unsur bunyi, unsur kata, unsur kalimat dan wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memahami secara menyeluruh lirik lagu dalam album Rapsodi dapat dilakukan dengan menganalisis gaya bahasa menggunakan kajian stilistika berdasarkan unsur bunyi, unsur kata, unsur kalimat dan wacana. unsur bunyi pada keseluruhan lirik lagu didominasi oleh asonansi a, i, u dan terdapat aliterasi bunyi berupa k, t, s, r, n, dan l sehingga menimbulkan bunyi kakofoni sedangkan rima atau bunyi akhir didominasi oleh sajak yang tidak teratur. Unsur kata pada tiap lagu menggunakan kata sehari-hari yang bermakna lugas dan mudah dipahami namun memiliki arti mendalam. Pada gaya kalimat dan wacana terdapat penggunaan majas personifikasi, majas retorika, majas hiperbola, majas aliterasi, majas simile, majas ironi dan majas asosiasi. Adapun gaya wacana menunjukkan bahwa masing-masing lirik lagu mengungkapkan pesan tentang rentetan peristiwa kisah cinta.
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Perkembangan Psikologi Remaja dalam Novel Anak Rantau Karya A. Fuadi Tsaaniatun, Ciptanty; Waluyo, Sukarjo; Martini, Laura Andri Retno
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.19012

Abstract

Penelitian ini menganalisis unsur lingkungan sosial yang mempengaruhi keberhasilan proses perkembangan psikologi remaja tokoh Hepi dalam novel Anak Rantau karya A. Fuadi. Metode psikologi dan metode struktural digunakan dengan memanfaatkan kajian teori struktural fiksi, perkembangan psikologi remaja Elizabeth B. Hurlock, dan Teori Ekologi Urie Bronfenbrenner, serta menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dalam novel dan menyajikannya dalam bentuk penjelasan. Hasil penelitian struktural fiksi menunjukkan bahwa penggambaran tokoh penokohan dalam novel Anak Rantau ini sangat diperkuat dengan unsur latar dan alur. Analisis perkembangan psikologi remaja dari tokoh Hepi menunjukkan bahwa lingkungan sosial sekitarnya, yaitu mikrosistem (keluarga, teman sebaya, sekolah, lingkungan sekitar), mesosistem (keluarga dengan sekolah, keluarga dengan teman sebaya, teman sebaya dengan sekolah, keluarga dengan lingkungan sekitar, serta kelompok besar), eksosistem (keluarga dengan pekerjaan, keluarga besar, dan tetangga), makrosistem (adat istiadat dan agama), dan kronosistem (keluarga tanpa peran ibu), mempengaruhi keberhasilan dalam menemukan jati diri dan kebahagiaan masa remaja.Kata kunci: Anak Rantau, struktural, perkembangan psikologi, lingkungan sosial,  remaja
Bentuk Istilah, Makna, dan Nilai Budaya dalam Tradisi Kething-Kething di Desa Gendayakan Kabupaten Wonogiri Hasanah, Herlinda Choryatul; Suyanto, Suyanto
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.18443

Abstract

Tradisi merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang yang wajib dilestarikan dan dijaga agar tidak mengalami kepunahan dan hilang. Kurangnya sumber data tertulis dari tradisi kething-kething menjadi salah satu alasan mengapa peneliti melaksanakan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kajian Antropolinguistik, makna leksikal dan kultural, serta nilai budaya. Tujuannya antara lain untuk mengetahui bentuk istilah-istilah pada tradisi kething-kething, mengetahui makna leksikal dan kultural, dan nilai budaya yang terkandung dalam istilah-istilah pada tradisi kething-kething. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah antropolinguistik, karena penelitian ini berada dalam ranah budaya dan bahasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal berupa teks naratif yang dilengkapi dengan gambar. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah istilah-istilah yang terdapat dalam tradisi kething-kething  berbentuk kata dasar, kata berafiks, kata hasil reduplikasi, dan frasa. Makna kultural yang terdapat dalam istilah-istilah tersebut adalah harapan dari orang tua terhadap masa depan sang anak. Nilai budaya yang terkandung dalam istilah-istilah tersebut meliputi nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan masyarakat, dan hubungan manusia dengan manusia lain
Tindak Tutur Ilokusi pada Video Review Produk Kosmetik di Akun Youtube Female Daily Network (Kajian Pragmatik) Nisa, Luthfia Rizqia; Astuti, Sri Puji; Tiani, Riris
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 2: Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17053

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seorang penutur. Sebuah komunikasi berarti menyampaikan tuturan yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari penutur kepada mitra tutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi pada tuturan yang terdapat dalam video review produk kosmetik di akun Youtube Female Daily Network.            Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Objek kajian penelitian ini, yaitu tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi dalam video ulasan produk kosmetik di akun Youtube Female Daily Network. Penyediaan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode padan. Teori penelitian ini menggunakan teori tindak tutur Searle. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal.Hasil penelitian ini ditemukan bentuk tindak tutur ilokusi yang digunakan pada video review produk kosmetik di akun Youtube Female Daily Network berupa (1) tindak tutur ilokusi asertif dengan fungsi memberitahukan, menyatakan, dan berspekulasi, (2) tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi menyarankan dan menyuruh, (3) tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi memuji, mengkritik, dan mengeluh, (4) tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi menawarkan, (5) tindak tutur ilokusi deklaratif dengan fungsi mengesahkan.Kata kunci: pragmatik, tindak tutur ilokusi, produk kosmetik.
Subjektivitas sebagai Pemberdayaan Diri Perempuan dalam Passport to Happiness Karya Ollie: Sebuah Pendekatan Gender Sastra Perjalanan Fadilah, Yuniardi; Khurosan, Herpin Nopiandi; Purnomo, Mulyo Hadi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.23113

Abstract

Penelitian ini mengkaji karya sastra perjalanan populer berjudul Passport to Happiness yang berisikan perjalanan perempuan pada 11 negara. Penelitian berusaha mengkaji subjektivitas pengarang dalam persepsinya terhadap objek dalam perjalananannya. Peneltian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Pendekatan yang menjadi dasar adalah pandangan Carl Thompson. Penelitian menemukan bahwa tindakan menilai objek yang dilakukan perempuan adalah bentuk pemberdayaan diri melawan kuasa patriarki. Subjektivitas dalam penilaian adalah bentuk suara penegasan diri perempuan
Tindak Tutur Ilokusi dalam Novel Halaman Terakhir Karya Yudhi Herwibowo Adiba, Akmalia; Tiani, Riris
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.22112

Abstract

Salah satu upaya untuk membentuk budi pekerti adalah pendidikan karakter melalui karya sastra. Novel Halaman Terakhir Karya Yudhi Herwibowo diharapkan mampu mempengaruhi pembaca agar menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam novel Halaman Terakhir Karya Yudhi Herwibowo. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori tindak tutur ilokusi Searle. Sumber data berasal dari tuturan yang terdapat dalam novel Halaman Terakhir. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur tertentu dan teknik lanjutan hubung banding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif (2) terdapat fungsi tindak tutur asertif yaitu “menyatakan”, “memberitahukan”, dan “menduga” (3) terdapat fungsi tindak tutur direktif yaitu “memerintah”, “menasehati”, “meminta”, dan “mengajak” (4) terdapat fungsi tindak tutur komisif yaitu “menawarkan” dan “menjanjikan” (5) terdapat fungsi tindak tutur ekspresif yaitu “mengucapkan selamat” dan “mengungkapkan rasa kecewa” (6) terdapat fungsi tindak tutur deklaratif yaitu “memutuskan”.
Connotation and Myth: Language Expression of Gen Z through WhatsApp Emoticon Wulandari, Sri; Rahma, Aisya Fauzia; Bakthawar, Puri
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 1: April 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.23294

Abstract

Compared to previous generations, Generation Z (Gen Z) lives in a different lifestyle and culture. Since their youth, Gen Z cannot be separated from digital and technological aspects in their daily life. In communication, it can be assumed that Gen Z is familiar with the use of WhatsApp as their primary communication medium. It is proven that in the period of the Covid-19 pandemic, WhatsApp was crucial as a communication medium by Gen Z. On the other hand, communication patterns in digital space are quite different from traditional verbal communication. There are many features in WhatsApp, one of them is emoticon features, that make the process of language interpretation become ambiguous and multi-interpretative. This study aims to uncover that language phenomenon, especially by analysing connotations and myths represented in WhatsApp emoticons used by Gen Z, using the perspective of Roland Barthes’ semiotic theory. The results of this research show that through the WhatsApp emoticons used by Gen Z, it can be concluded that WhatsApp emoticons are often used arbitrarily by Gen Z, which then implies certain connotative meanings, which are also related to the context of the conversation being built. The myth that underlies this phenomenon is the cultural background of Gen Z as a generation that cannot be separated from technological aspects, thus allowing for their authentic uniqueness in language styles, caused by the mediated language through digital platforms such as WhatsApp.