cover
Contact Name
Yuniardi Fadilah
Contact Email
fajrulfalah.fib@live.undip.ac.id
Phone
+6285259699793
Journal Mail Official
jurnalwicara@gmail.com
Editorial Address
Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wicara
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28300904     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan menerbitkan artikel orisinil yang berisi pemikiran kritis dalam ruang lingkup sastra, bahasa, dan budaya kontemporer. Adapun cakupan Jurnal Wicara meliputi: studi sastra interdisipliner; sastra kontemporer; studi sastra teoretik; sastra anak; linguistik; linguistik terapan; studi linguistik interdisipliner; filologi; sastra dan tradisi lisan; dan kebudayaan
Articles 81 Documents
Unsur “Penasaran: Menarik dan Menggelitik” dalam “Permainan Bahasa” pada Teks Promosi Pariwisata Ary Setyadi
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.074 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.14497

Abstract

AbstractThe main and especially function of language, including Indonesian, is a communication tool, both in the form of spoken and written variety. The content of the message can be packaged in a straightforward manner/denotation or figure of speech/connotation. The existence of Indonesian as a tourism promotion tool, because tourism objects are not always packaged in a straightforward manner, but can be packaged in a figurative way (so that the form of "language games" is used). Because the existence of promotional texts that contain elements of the form of "language games" has strategic value, which is able to arouse a sense of "curious: interesting and tickling" (for potential tourists). Based on the results of data analysis, it was found that there are three kinds of promotional text forms that contain elements of the form of "language games", namely: 1. form of deviation (sentence structure pattern), 2. form of: a. ambiguous type, and b. game sounds of words (word elements), and 3. accuracy of diction. Research implementations departs from three strategic stages, as applicable in linguistic research, namely: 1. stage of providing/collecting data, 2. stage of data classification and analysis, and 3. stage of writing/compiling reports. The application of the theory departs from linguistic theory: phonology, morphology, syntax, and semantics. Application of these four fields implies the existence of: language, users, uses, and usage. Provision of data departs from the findings of the listener, and author's creation efforts. The existence of data and data analysis serves as an effort to prove, namely that the existence of promotional texts that contain elements of the form of "language games" has strategic value. Keywords: Strategic, language game, text, tourism promotion AbstrakFungsi utama dan terutama bahasa, termasuk bahasa Indonesia, adalah alat komunikasi, baik ragam lisan maupun tulis. Isi pesan dapat dikemas secara lugas atau majas. Keberadaan bahasa Indonesia sebagai alat promosi pariwisata, sebab objek pariwisata tidak selamanya dikemas lugas, tetapi dapat dikemas secara majas (sehingga memanfaatkan bentuk “permainan bahasa”). Teks promosi yang berunsur bentuk “permainan bahasa” bernilai strategis mampu membangkitkan rasa “penasaran: menarik dan menggelitik” (bagi calon wisatawan). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan tiga macam bentuk teks promosi yang berunsur bentuk “permainan bahasa”, yaitu: 1. adanya bentuk deviasi (pola struktur kalimat), 2. adanya bentuk: a. tipe ambigu, dan b. permainan bunyi kata (unsur kata), dan 3. adanya ketepatan diksi. Pelaksanaan penelitian bertolak pada tiga tahapan strategis, yaitu: 1. penyediaan data, 2. klasifikasi dan analisis data, dan 3. penyusunan laporan. Adapun penerapan teori bertolak pada teori linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penerapan keempat bidang tersebut mengisyaratkan keberadaan: bahasa, pengguna, penggunaan, dan kegunaan. Adapun penyediaan data bertolak dari temuan penyimakan, dan upaya penciptaan penulis. Analisis data berfungsi sebagai upaya pembuktian, yaitu bahwa keberadaan teks promosi yang berunsur bentuk “permainan bahasa” bernilai strategis.Kata kunci: Strategis, permainan bahasa, teks, promosi pariwisata
Interpretasi Lirik Lagu “Pilu Membiru”, “Rehat”, “Sulung”, dan “Saudade” Karya Kunto Aji dalam Album Mantra-Mantra Sebuah Kajian Semiotika Riffaterre Intan Tri Retnowati; Moh. Muzakka; Laura Andri Retno Martini
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.558 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.14348

Abstract

AbstractThe purposes of this study are to describe heuristic and hermeneutic reading, matrices and model, hypogram, and indirect expression of the lyrics of the songs “Pilu Membiru”, “Rehat”, “Sulung”, dan “Saudade” by Kunto Aji in the Mantra-Mantra albums. This study uses descriptive method. The data was collected using listening and note-taking technique. The result of this study show that (1) the heuristic and hermeneutic reading, (2) matrices and model, (3) hypogram actual and potential, and (4) indirect expression of the lyrics of the songs “Pilu Membiru”, “Rehat”, “Sulung”, dan “Saudade” by Kunto Aji in the Mantra-Mantra albums using Riffaterre’s semiotic theory.Keywords: song lyrics, Riffaterre semiotic, Mantra-Mantra, Kunto Aji, hypogram AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembacaan heuristik dan hermeneutik, matriks dan model, hipogram, dan ketidaklangsungan ekspresi dari lirik lagu “Pilu Membiru”, “Rehat”, “Sulung”, dan “Saudade” karya Kunto Aji dalam album Mantra-Mantra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik menyimak dan mencatat. Hasil penelitian menunjukkan (1) pembacaan heuristik dan hermeneutik, (2) matriks dan model, (3) hipogram aktual dan potensial, dan (4) ketidaklangsungan ekspresi dari lirik lagu “Pilu Membiru”, “Rehat”, “Sulung”, dan “Saudade” karya Kunto Aji dalam album Mantra-Mantra yang menggunakan teori semiotika Riffaterre.Kata kunci: lirik lagu, semiotika Riffaterre, Mantra-Mantra, Kunto Aji, hipogram
Struktur Kalimat Dasar Bahasa Indonesia dalam Materi Aplikasi Duolingo (Kajian Sintaksis) Nuradita, Rizki Dwi; Setyadi, Ary
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.945 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.16201

Abstract

Aplikasi Duolingo merupakan salah satu aplikasi pembelajaran bahasa, salah satunya bahasa Indonesia. Unit dan level terendah pada aplikasi ini banyak menampilkan materi soal terkait kalimat dasar bahasa Indonesia dan ini menarik untuk dikaji sebab bersentral pada fungsi predikat dan dapat diisi oleh lima kategori kata seperti verba, adjektiva, numeralia, nomina, (frasa) preposisi. Berkait dengan itu, maka kelima kategori kata yang mengisi fungsi predikat dalam struktur kalimat dasar perlu disajikan di aplikasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan macam struktur kalimat dasar bahasa Indonesia dalam materi aplikasi Duolingo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kajian yang digunakan adalah kajian sintaksis yang berfokus pada struktur kalimat dasar bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik simak libat cakap. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik lanjutan yang meliputi pembalikan, pelesapan, dan perluasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kalimat dasar bahasa Indonesia dalam aplikasi Duolingo meliputi: 1. kalimat dasar berpredikat verba, 2. kalimat dasar berpredikat adjektiva, 3. kalimat dasar berpredikat numeralia, 4. kalimat dasar berpredikat nomina, 5. kalimat dasar berpredikat (frasa) preposisi.Kata kunci: struktur kalimat dasar, bahasa indonesia, sintaksis, aplikasi duolingo
Nilai Moral dalam Novel Savanna dan Samudra Karya Ken Terate (Kajian Sosiologi Sastra) Kinanti, Dzulhi Rossa; Widyatwati, Ken
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.966 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15755

Abstract

Novel Savanna dan Samudra mengisahkan tentang seorang mahasiswi bernama Savanna yang hidupnya serba mudah. Namun, setelah papanya meninggal ia mendapat berbagai masalah mulai dari kehilangan pacar, putus kuliah, hingga berurusan dengan penagih hutang. Novel ini memperlihatkan sikap pantang menyerah ketika mendapat masalah bertubi-tubi yang dialami tokoh utama hingga mampu bangkit kembali untuk meraih impiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur novel dan terungkapnya nilai moral dalam novel Savanna dan Samudra. Metode yang digunakan adalah metode sosiologi sastra untuk mengungkap nilai moral yang terkandung dalam novel. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, teori struktural fiksi, teori sosiologi sastra, dan teori moral. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa berdasarkan analisis struktural terdapat tiga tokoh utama, yakni Savanna, Alun, dan Tika. Alur yang digunakan dalam novel adalah alur campuran dengan lima tahapan alur, yaitu tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian. Nilai moral yang dianalisis berdasarkan sosiologi sastra menunjukkan nilai moral berupa pantang menyerah, bertanggung jawab, kerja keras, sikap peduli terhadap sesama, kasih sayang, tolong-menolong, kesopanan, kekerasan dalam rumah tangga, merendahkan orang lain, memaksakan kehendak orang lain, dan bersyukur. Kata kunci: Savanna dan Samudra, struktural, fiksi, sosiologi sastra, nilai moral.
Proyeksi Nasionalisme Tribal Hannah Arendt: Xenofobia dan Diskriminasi Rasial dalam Cerpen “Eksodus” Karya Seno Gumira Ajidarma Yuniardi Fadilah; Fajrul Falah
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 1: April 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.138 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.14331

Abstract

Persoalan minoritas dan mayoritas dalam cerpen “Eksodus”, sedari awal, menonjolkan dominasi salah satu pihak terhadap pihak lain. Dominasi ini diceritakan pada hampir seluruh penceritaan hingga menampilkan bentuk ketidakadilan. Di sisi lain, penggunaan sudut pandang orang pertama dalam cerpen berusaha mencitrakan posisi orang-orang yang terdominasi, bahkan cenderung mengalami proses eksklusi, dengan segala macam pengalaman buruk sepanjang cerita. Proses dominasi serta eksklusi, yang hadir dalam cerpen antara minoritas dan mayoritas, ini mengarah pada isu xenofobia dan diskriminasi rasial. Kedua isu tersebut, dengan melihat peristiwa yang ditulis dalam cerpen, merupakan hasil dari menguatnya keberadaan nasionalisme tribal. Mendasarkan analisis dengan konsep nasionalisme tribal yang dijabarkan oleh Hannah Arendt, penelitian ini menemukan bahwa cerpen, sebagai kritik, memproyeksikan bentuk nasionalisme tribal yang mewujud pada xenofobia dan diskriminasi rasial. Kedua hal itu tercipta karena pelabelan yang menggeneralisasi tokoh para pendatang atas stigma, suku, asal, dan historisitasnya semata. Selain itu, dominasi tokoh penduduk setempat—mayoritas—atas minoritas juga mewujud dalam bentuk-bentuk kekerasan, sebagai manifestasi xenofobia dan rasialisme, yang terjadi: pengusiran, penolakan, pembunuhan, bahkan pemusnahan.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk dalam “#DebatKeren Papua – Budiman Sudjatmiko VS Dandhy Laksono” Prihartono, Rachmat; Suharyo, Suharyo
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.611 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.16367

Abstract

AbsractThis research is a qualitative research using the critical discourse analysis approach of the Teun A. van Dijk model. The purpose of this study is to explain the critical discourse analysis of Teun A. van Dijk's model in #DebatKeren Papua - Budiman Sudjatmiko vs. Dandhy Laksono covering the structure of the discourse that is built and the ideological discourse that is conveyed. The theory of critical discourse analysis is carried out using text analysis, social cognition, and context. The results showed that there was a macro structure (thematic) on the topic of the event, entitled Nationalism and Sepatism: Questions on Papua. The superstructure (schematic) contains an opening, a battle of ideas between Budiman Sudjatmiko and Dandhy Laksono as well as statements and questions from the audience. The micro structure of the #DebatKeren Papua involves elements of semantic, syntactic, stylistic and rhetorical discourse. In general, Budiman Sudjatmiko responded to the Papua issue with an attitude as an Indonesian nation. Meanwhile, Dandhy has a tendency to support the fate of Papua.Keywords: Critical Discourse Analysis, Teun A. van Dijk, Papua, Budiman Sudjatmiko, Dandhy Laksono AbstrakPenelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk dalam #DebatKeren Papua - Budiman Sudjatmiko vs Dandhy Laksono meliputi struktur wacana yang dibangun dan wacana ideologi yang disampaikan. Teori analisis wacana kritis ini dilakukan dengan menggunakan analisis teks, kognisi sosial, dan konteks. Hasil penelitian menunjukkan adanya struktur makro (tematik) topik acara yang bertajuk Nasionalism and Sepatism: Questions on Papua. Superstruktur (skematik) terdapat pembuka, pertarungan gagasan antara Budiman Sudjatmiko dan Dandhy Laksono serta pernyataan dan pertanyaan dari audiens. Struktur mikro pada #DebatKeren Papua ini melibatkan elemen wacana semantik, sintaksis, stilistika dan retoris. Secara umum, Budiman Sudjatmiko menanggapi masalah Papua dengan sikap sebagai bangsa Indonesia. Sedangkan Dandhy memiliki kecenderungan mendukung nasib Papua. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Teun A. van Dijk, Papua, Budiman Sudjatmiko, Dandhy Laksono
Istilah-Istilah dalam Ritual Kadeso di Dusun Jimbaran, Kabupaten Semarang (Kajian Antropolinguistik) Rismawati, Rismawati; Suyanto, Suyanto; Tiani, Riris
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.16537

Abstract

The Kadeso Ritual is a traditional ceremony performed by the people of Jimbaran Hamlet, Bandungan District, Semarang Regency every two years, Jumat Pon, Bakda Mulud. Kadeso rituals contain specific terms, including activities/processions, offerings, and equipment that are interesting to study. This study aims to describe the cultural meaning and cultural values contained in the terms of the Kadeso ritual. The theory used is anthropolinguistics and cultural values. Methods of data collection by observation and interviews. Observations were made by going directly to the Kadeso ritual. Meanwhile, the interviews were conducted using basic fishing techniques, followed by all-talking techniques, as well as recording techniques and note-taking techniques. The method of data analysis was carried out in an ethnographic descriptive. Presenting the results of data analysis formally and informally. The results of the study revealed that the Kadeso ritual consisted of three stages, namely pre-procession, implementation of the procession, and post-procession. Overall, there are 43 terms in the ritual. The cultural meaning describes the terms of the Kadeso ritual in three anthropolinguistic concepts, namely: performance, indexicality, and participation. Cultural values produce five components, namely the value of human relations with God, humans and nature, human relations with society, human relations with other human beings, and human relations with themselves. Dusun Jimbaran expresses their mindset and hopes through every term used in the Kadeso ritual.
Temuan Variasi Bahasa Ragam Formal dan Informal dalam Serial Nurbaya dan Novel Sitti Nurbaya (Kajian Sosiolinguistik) Nurkhairunisa, Sindi; Amin, Mujid Farihul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17042

Abstract

The difference in the ages of the two objects in this study shows that there are differences in terms of the use of formal and informal language variations. This research uses descriptive qualitative method and the data of the research are obtained from the utterances in the dialogue of series Nurbaya and the novel Sitti Nurbaya. While the method of collecting data is documentary method with listening technique. The data are analyzed by Sociolinguistics theory and SPEAKING component technique. In the Nurbaya series, there are stories that show variations in formal and informal language. The variety of formal language in the Nurbaya series is marked by the background of the events that occurred; in the courtroom and workplace. The formal variety in the Nurbaya series can also be seen from the choice of the formal words such as Your Honor (Yang Mulia), brother (saudara), I (saya), you (anda), how (bagaimana), and Sir (tuan). The variety of formal languages in the Nurbaya series language variations are found in the form of Minang and Javanese dialects, idiolects from code mixing between Indonesian and Minang languages; Indonesian with Sundanese; and Indonesian with Betawi, sociolect in the form of slang and colloquial, and chronolect in the form of slang. The variety of formal language in Sitti Nurbaya's novel is characterized by the use of the greeting words engku and hamba. The data on the variety of informal languages in Sitti Nurbaya's novel is in the form of colloquial sociolect or language that use in a daily conversation and 1920s chronolect.Keywords: language variation, formal and informal language, sociolinguis 
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Video Podcast Cerita Bibu pada Kanal Youtube Obrolan Babibu Kristianingsih, Arum Eka; Astuti, Sri Puji; Tiani, Riris
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam podcast Cerita Bibu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori tindak tutur ilokusi Leech. Sumber data yang digunakan dalam penelitian yaitu dua video podcast Cerita Bibu berjudul Kepala 3 Belum Nikah? Ngga Masalah dan Single Mom Double Strong. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil analisis tindak tutur ilokusi dalam video podcast Cerita Bibu yaitu (1) ditemukan empat jenis tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur komisif; (2) tindak tutur asertif yang ditemukan yaitu tindak tutur “menyatakan”, “mengemukakan pendapat”, dan “menyarankan”; (3) tindak tutur direktif yang ditemukan yaitu tindak tutur direktif “memerintah” dan “memberi nasihat”; (4) tindak tutur ekspresif yang ditemukan yaitu tindak tutur “memuji”, “berterima kasih”, dan “meminta maaf”; (5) tindak tutur komisif yang ditemukan yaitu tindak tutur komisif “menawarkan”.
Nilai Perjuangan Tokoh Utama dalam Cerpen Kabut di Teras Senja Karya Sutini Izzuddin, Zufar Wahyu; Martini, Laura Andri Retno; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 2, No 1: April 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2023.17217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perjuangan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kabut di Teras Senja karya Sutini. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa kajian pustaka, teknikanalisis data yang terdiri tiga tahap yaitu reduksi data,sajian data, kesimpulan dan sumber data penelitian yang menggunakan kumpulan cerpen Kabut di Teras Senja karya Sutini. Hasil penelitian ini mengungkapkan unsur struktur fiksi selalu berkaitan dengan tokoh, penokohan, latar, alur, sudut pandang dan amanat. Latar cerpen Kabut di Teras Senja terbagi menjadi dua bagian yaitu latar netral dan latar tipikal. Kedua latar ini terdapat pada cerpen ‘’ Kabut di Teras senja’’, ‘’Bukan sepatu cindrella’’, ‘’Korban Bucin’’, ‘’Arisan Jodoh’’, dan ‘’Bersahabat Ombak’’. Hubungan antar unsur struktur fiksi ttersebut menghasilkan pesan moral tertenu. Pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca yaitu pesan moral berupa nilai perjuangan. Nilai perjuangan tersebut adalah pantang menyerah, sabar, bekerja sama, dan rela berkorban.