cover
Contact Name
Muslim
Contact Email
paradoks.jie@umi.ac.id
Phone
+6282196242883
Journal Mail Official
paradoks.jie@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo No.km.5, Panaikang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, South Sulawesi 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 26226383     DOI : https://doi.org/10.57178/paradoks
Core Subject : Social,
Jurnal ini memuat tulisan ilmiah dalam bentuk hasil penelitian, kajian teori dan aplikasi teori, gagasan konseptual, resensi buku baru dan bibliografi. Tulisan-tulisan yang dimuat telah melalui proses penyuntingan seperlunya oleh penerbit dengan tanpa mengubah substansi sesuai naskah aslinya. Tulisan dalam setiap penerbitan merupakan tanggungjawab pribadi penulisnya, dan bukan mencerminkan pendapat penerbit. Naskah yang dikirim pada redaksi harus merupakan naskah asli dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh penerbit yang lain.
Articles 760 Documents
Pengaruh Kesadaran Merek, Citra Merek terhadap Loyalitas Merek melalui Kepercayaan Merek sebagai Variabel Mediasi pada Konsumen Eiger Indriyani Eka Listyawati; Arini Hidayah; Rifka Utami Arofah; Herni Justiana Astuti; Erna Handayani
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kesadaran merek, citra merek, dan kepercayaan merek mempengaruhi loyalitas merek pada konsumen produk Eiger di Purwokerto. Meningkatnya minat terhadap aktivitas wisata alam dan gaya hidup petualangan khususnya di kalangan generasi muda, dapat mendorong persaingan antar merek perlengkapan outdoor  semakain ketat, sehingga perusahaan perlu membangun loyalitas merek pada konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 200 responden yang merupakan konsumen Eiger di Purwokerto. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang berbasis skala Likert, dan analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas merek. Kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek. Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek dan kepercayaan merek. Kepercayaan merek juga terbukti berpengaruh terhadap loyalitas merek. Selain itu, kepercayaan merek mampu memediasi pengaruh kesadaran merek terhadap loyalitas merek, serta kepercayaan merek mampu memediasi citra merek terhadap loyalitas merek. Hasil ini menunjukkan bahwa loyalitas merek Eiger lebih banyak dibentuk melalui citra merek yang positif dan tingkat kepercayaan merek yang kuat dari konsumen untuk tetap menggunakan produk Eiger secara berkelanjutan.
Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pada Green Investment Arlin Mettamevia Nurwidya; Bara Zaretta; Amalia Nur Chasanah; Yenny Ernitawati
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2495

Abstract

Meningkatnya isu keberlanjutan lingkungan mendorong berkembangnya investasi hijau sebagai alternatif investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh attitude, subjective norms, perceived behavioral control, dan green knowledge terhadap intention green investment, serta menguji peran social media platforms usage sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner daring dengan 211 responden yang memenuhi kriteria penelitian di Kota Semarang. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitude, perceived behavioral control, dan green knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention green investment. Sementara itu, subjective norms berpengaruh negatif dan signifikan terhadap intention green investment. Selain itu, SMPU terbukti mampu memperkuat hubungan antara attitude dan intention green investment. Namun, SMPU tidak mampu memperkuat hubungan green knowledge terhadap intention green investment serta tidak mampu memoderasi hubungan subjective norms dan perceived behavioral control terhadap intention green investment. Temuan ini menunjukkan bahwa minat green investment lebih dipengaruhi oleh faktor internal individu dibandingkan faktor sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur investasi berkelanjutan dan menjadi masukan bagi berbagai pihak dalam meningkatkan minat investor terhadap green investment.
Pengaruh Work-Life Balance terhadap Kinerja Pegawai melalui Employee Engagement pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Polewali Wahidah Wahidah; Imaduddin Murdifin; Aditya Halim Perdana Kusuma Putra
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance terhadap kinerja pegawai melalui Employee Engagement pada BPJS Kesehatan Kantor Cabang Polewali. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan organisasi pelayanan publik untuk menjaga kinerja pegawai secara berkelanjutan di tengah tekanan layanan, tuntutan ketepatan administrasi, dan kebutuhan pegawai untuk mempertahankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 43 pegawai dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sensus. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement, serta Employee Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Employee Engagement juga terbukti memediasi secara signifikan pengaruh Work-Life Balance terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien indirect effect sebesar 0,326, t-statistic 2,590, dan p-value 0,010. Temuan ini menegaskan bahwa keseimbangan kehidupan kerja tidak hanya berkontribusi langsung terhadap kinerja, tetapi juga membangun keterikatan pegawai yang menjadi mekanisme psikologis penting dalam meningkatkan kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, dan tanggung jawab kerja.
Efek Moderasi Keterampilan Literasi Digital pada Hubungan Antara Sentimen Pasar Berbasis AI dan Perilaku Herding Investor Perorangan di Pasar Modal Indah Pratiwi; Halim Usman; Sukri
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sentimen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap perilaku herding investor perorangan serta menguji peran keterampilan literasi digital sebagai variabel pemoderasi dalam konteks pasar modal Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei terhadap 300 investor perorangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berdomisili di wilayah Sulawesi Selatan, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia, pengalaman investasi, dan keaktifan bertransaksi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin yang mengukur tiga konstruk utama (sentimen pasar berbasis AI, perilaku herding, dan keterampilan literasi digital) serta beberapa variabel kontrol demografis dan perilaku investasi; analisis dilakukan dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS‑SEM) melalui pengujian model pengukuran (validitas dan reliabilitas) dan model struktural (uji pengaruh langsung serta moderasi dua tahap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen pasar berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku herding investor perorangan, sementara keterampilan literasi digital berpengaruh negatif terhadap herding dan secara signifikan memperlemah pengaruh sentimen AI terhadap herding, setelah mengendalikan faktor usia, pengalaman investasi, frekuensi transaksi, dan karakteristik platform. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan literasi digital investor merupakan komponen kunci dalam perancangan kebijakan edukasi keuangan dan desain fitur AI di platform investasi untuk memitigasi risiko perilaku herding yang dipicu algoritma, serta menegaskan perlunya regulasi yang lebih AI‑aware di pasar modal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan desain longitudinal atau eksperimental, memanfaatkan data transaksi aktual, serta menguji model serupa pada instrumen dan konteks pasar yang berbeda (misalnya kripto, sukuk, atau pasar lintas negara) guna memperkaya pemahaman mengenai dinamika herding di era kecerdasan buatan.
Penguatan Kompetensi, Budaya, dan Komitmen Organisasi sebagai Strategi Pengembangan SDM di Industri Konstruksi: Tinjauan Literatur Sistematis Achmad Farhan Andana Yunus; Edi Jusriadi; Nurianti HS
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2500

Abstract

Industri konstruksi menghadapi tantangan besar dalam manajemen sumber daya manusia, termasuk kebutuhan akan tenaga kerja kompeten dan berkomitmen tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur tentang peran penguatan kompetensi, budaya organisasi, dan komitmen organisasi sebagai strategi pengembangan SDM sebagai konteks implikasi praktis di PT. H. La Tunrung L&K Makassar. Penelitian ini berhasil menganalisis 13 artikel yang berusmber dari basis data seperti Google Scholar, Garuda, dan Scopus/SINTA dengan kriteria inklusi berupa artikel terbitan 2018-2026 yang membahas komeptensi SDM, budaya organisasi, atau komitmen organisasi dalam konteks industri konstruksi maupun sekotr relevan lainnya.  Hasil tinjauan menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi karyawan (melalui pelatihan dan pengembangan keahlian), penanaman budaya organisasi positif, serta penguatan komitmen organisasi secara konsisten berdampak positif pada kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Ketiga faktor tersebut berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepuasan kerja yang bermuara pada kinerja yang lebih baik. Lebih lanjut, program pelatihan berkelanjutan, penguatan budaya keselamatan dan kualitas menjadi solusi untuk peningkatan kompetensi SDM di sektor konstruksi. Secara kesimpulan, penguatan kompetensi, budaya, dan komitmen organisasi merupakan strategi kunci pengembangan SDM yang berkelanjutan yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan konstruksi.
Kinerja Karyawan pada Industri Wisata Air: Perspektif Job Demands-Resources Theory Lovina Dea Amalia; Hengky Widhiandono; Akhmad Darmawan; Erna Handayani
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, kepuasan kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada industri wisata air dalam perspektif Job Demands-Resources Theory (JD-R). Penelitian dilakukan pada karyawan Owabong  Waterpark Purbalingga menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh karyawan sebanyak 126 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling (sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan disiplin kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor motivasi kerja dan lingkungan kerja menjadi pengaruh penting bagi karyawan dalam peningkatan kinerja. Studi mendatang disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang relevan untuk memperluas pengembangan model JD-R Theory pada sektor pariwisata.
Pengaruh Person-Job Fit Terhadap Organizational Commitment yang Dimediasi oleh Job Satisfaction Pada Pegawai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Amalina Azizah Munandar; Rini Sarianti
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2505

Abstract

Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh person-job fit terhadap organizational commitment yang dimediasi oleh job satisfaction pada Pegawai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, yaitu metode yang bersifat objektif dan ilmiah dengan menyajikan data berupa angka-angka atau pernyataan yang dapat dinilai secara statistik. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai PNS dan PPPK pada Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang berjumlah 84 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner atau angket, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Model Partial Least (SEM-PLS) dengan bantuan software SMART PLS 4. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa person-job fit berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational commitment dengan nilai koefisien sebesar 0,313 dan p-value sebesar 0,006. Selanjutnya, person-job fit berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction dengan nilai koefisien sebesar 0,534 dan p-value sebesar 0,001. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa job satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap organizational commitment dengan nilai koefisien sebesar 0,396 dan p-value sebesar 0,001. Selain itu, job satisfaction terbukti memediasi pengaruh person-job fit terhadap organizational commitment dengan nilai koefisien pengaruh tidak langsung sebesar 0,212 dan p-value sebesar 0,046. Dengan demikian, person-job fit dapat meningkatkan organizational commitment baik secara langsung maupun melalui peningkatan job satisfaction sebagai variabel mediasi parsial.
Pengaruh Motivasi, Budaya Kerja, dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa Rahmiati Rahmiati; Masdar Mas'ud; Fitriani Mandung
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, budaya kerja, dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa sebanyak 948 orang, sedangkan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 90 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS 26. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan menjadi variabel dengan kontribusi beta standar paling dominan. Secara simultan, motivasi kerja, budaya kerja, dan kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai R-square sebesar 0,572. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik perlu diarahkan melalui penguatan motivasi, internalisasi budaya kerja, serta praktik kepemimpinan yang efektif dan komunikatif.
Konstelasi Faktor Penyebab Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Dheavani Dhysta Layungsari; Reikha Habibah Yusfi
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2508

Abstract

Kemiskinan menjadi salah satu permasalahan pembangunan di negara berkembang yang berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) terhadap kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen menggunakan aplikasi olah data Stata 17. Hasil penelitian menunjukan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif terhadap kemiskinan. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa jumlah pengangguran yang meningkat akan meningkatkan jumlah penduduk miskin karena berkurangnya kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendapatan, walaupun hasil yang didapatkan menunjukan pengaruh yang tidak signifikan. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, yang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Selain itu, Angka Partisipasi Sekolah (APS) juga berpengaruh negatif terhadap kemiskinan, yang berarti peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dapat mendukung penurunan tingkat kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor ketenagakerjaan dan pembangunan manusia berdampak dalam memengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meskipun, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Secara keseluruhan pada penelitian ini, melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kemiskinan di Nusa Tenggara Timur dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pembangunan manusia yang termasuk ke dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tingkat pengangguran yang rendah, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, serta akses terhadap pendidikan yang ditingkatkan menjadi faktor yang saling berkorelasi dalam upaya pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang terintegrasi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan pembangunan manusia untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Work Environment, Work Motivation, and Employee Performance: Evidence from PT BSB (Bangun Semangat Bersama) Farhan Thaha Giffari; Cecep Haryoto
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2512

Abstract

This study aims to analyze the influence of work environment and work motivation on employee performance at PT Bangun Semangat Bersama. Employee performance was positioned as the dependent variable, while work environment and work motivation served as the independent variables. The research employed a quantitative associative design. Primary data were collected through questionnaires distributed to 100 employees and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results indicate that work environment has a positive and statistically significant effect on employee performance (t = 13.518; p < 0.001). Work motivation also demonstrates a positive and significant impact (t = 15.158; p < 0.001). Simultaneously, both work environment and work motivation significantly affect employee performance (F = 283.584; p < 0.001). The coefficient of determination (R² = 0.854) shows that work environment and work motivation collectively explain 85.4% of the variance in employee performance, while the remaining 14.6% is influenced by other variables not examined in this study. These findings suggest that PT BSB should maintain a safe, comfortable, and supportive work environment while continuously enhancing employee motivation through appropriate incentives and engagement strategies to achieve higher performance levels.