cover
Contact Name
Ainil Fithri Pulungan
Contact Email
ainilfithri240@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
umnaw.farmasainkes@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Jl. Garu II A No. 93, Harjosari I, Kec. Medan Amplas, Kota Medan Sumatera Utara 20147
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
FARMASAINKES
ISSN : -     EISSN : 2807114X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan dengan Nomor E-ISSN: 2807-114X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan sejak Agustus 2021, dengan Edisi Pertama Volume 1 Nomor 1, Agustus 2021. Jurnal FARMASAINKES terbit 2 kali setahun, setiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal FARMASAINKES menerima artikel berupa hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan. Jurnal FARMASAINKES adalah Jurnal Penelitian Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan yang merupakan Jurnal Akses Terbuka Nasional dan Internasional, menyediakan Platform untuk melaporkan inovasi, teknologi, inisiatif, dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk semua aspek penelitian farmasi, sains, kedokteran, klinis dan ilmu kesehatan terkait. Ruang Lingkup Jurnal FARMASAINKES meliputi aspek ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan: Ilmu Farmasi, Farmasi-Biologi, Farmasi-Kimia, Farmasi-Fisika, Farmakognosi, Mikrobiologi Farmasi, Penelitian Produk Alami, Pengiriman Obat Baru, Biofarmaseutika, Farmakokinetik Hewan dan Manusia, Kimia Biofisik, Kimia Farmasi Obat, Komputasi dan Desain Obat Molekuler, Pemodelan Molekuler, termasuk Desain Obat dan Strategi Prodrug, Analisis Farmasi, Biokimia, Praktek Farmasi, Teknologi Farmasi, Biologi Sel dan Molekuler, Farmasi Klinis dan Rumah Sakit, Farmakodinamik, Farmakogenomik, Imunologi, Farmakovigilans, Farmakologi Hewan Percobaan, Toksikologi, Molekuler (Genetik), Biokimia dan Seluler Farmakologi, dan Bioteknologi minat Farmasi. Juga aspek Medis, Klinis dan Ilmu Kesehatan, Anatomi & Fisiologi, Kedokteran Forensik, Genetika, Biologi Molekuler, Mikrobiologi dan Patologi, Praktik Klinis, Kedokteran Translasional, Kemajuan Medis dan Kesehatan, Kesehatan Global, Kebijakan, Kesehatan Perilaku, Ginekologi, THT, Kebidanan, Ortopedi, Oftalmologi, Pediatri, Bedah, Pengobatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 99 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH PLUM (Prunus domestica L.) DENGAN METODE DPPH Riska Amelia; M. Pandapotan Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.743 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1104

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu atom, molekul atau senyawa yang memiliki elektron tidak berpasangan di orbit luarnya. Radikal bebas akan bereaksi dengan molekul sel disekitarnya untuk memperoleh pasangan elektron sehingga menjadi lebih stabil. Tetapi molekul sel tubuh yang diambil elektronnya akan berubah menjadi radikal bebas. Reaksi ini akan berlangsung terus menerus dalam tubuh dan bila tidak dihentikan akan menimbulkan stress oksidatif yang menyebabkan berbagai penyakit. Senyawa antioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal. Buah plum diketahui memiliki metabolit sekunder seperti flavonoida, steroida, dan terpenoida yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Antioksidan ialah salah satu senyawa yang dapat melawan radikal bebas di dalam tubuh. Tujuannya ialah untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan pada buah plum. Ekstrak etanol buah plum dibuat melalui cara maserasi menggunakan etanol 96%. Kemudian ekstrak tersebut diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Nilai IC50 ekstrak etanol buah plum yang didapat yaitu 39,97 ppm. Jadi bisa disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah plum mengandung aktivitas antioksidan
PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa ) TERHADAP FORMULASI DAN EVALUASI JELLY DRINK DENGAN KOMBINASI MADU DAN GULA Latifah Sahara Pulungan; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.693 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1105

Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari family Rosaceae, yang memiliki kandungan fitokimia yang tinggi. Jelly drink merupakan minuman yang memiliki tekstur kenyal yang terbuat dari bahan dasar buah-buahan dan dikonsumsi dengan cara dihisap dengan sedotan. Kriteria jelly drink yang baik adalah tekstur gel yang lunak sehingga saat dihisap menggunakan bantuan sedotan gel mudah hancur, namun bentuk gelnya masih terasa di mulut. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan minuman sehat dan bergizi dari buah stroberi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan sampel buah stroberi dengan pengambilan sampel secara Purposif. Jelly Drink dari buah stroberi dibuat dengan 4 (empat) formula, f1 (50), f2 (100), f3 (150), f4 (0) blanko. Pengujian mutu jelly drink stroberi dilakukan uji viskositas, uji homogenitas, uji pH, uji organoleptik dan uji hedonik (kesukaan). Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil jelly drink terbaik pada Formula 1 (satu) dengan viskositas 480.8 Cp, homogenitas dikatakan homogen, pH 3,66. Secara organoleptik jelly drink buah stroberi memberikan warna merah, rasa manis sedikit asam, tekstur lunak, dan bau khas stroberi dan madu. Hasil uji hedonik (kesukaan) menunjukkan jelly drink paling disukai panelis. Stroberi sangat berpengaruh pada jelly drink pada uji viskositas karna bersifat hidrokoloid yang dapat mengikat air dan dapat meningkatkan pH, konsentrasi stroberi terbaik terdapat pada formula 1 yang dilihat dari uji organoleptik dan uji hedonik
FORMULASI FOOT SPRAY EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENGHILANG BAU KAKI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Risnayanti; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.346 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1106

Abstract

Bau kaki adalah masalah yang sangat mengganggu penampilan. Hal ini menyebabkan banyak orang menjadi kurang percaya diri saat menggunakan sepatu, terutama sepatu tertutup. Bau kaki disebabkan oleh adanya bakteri pada permukaan kulit dan sepatu. Kemangi mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki potensi sebagai antibakteri, hal ini ditunjukkan dengan adanya kandungan flavonoid, fenolik, saponin, tannin dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan foot spray dari ekstrak daun kemangi serta mengetahui aktivitas antibakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun kemangi dibuat dengan metode maserasi, kemudian ekstrak tersebut di formulasikan menjadi foot spray dengan beberapa variasi konsentrasi, yaitu 15%, 20%, 25%. Sediaan foot spray kemudian di uji evaluasi sediaan dan di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan sebagai zat aktif dalam sediaan foot spray tanpa merubah standar dari sediaan foot spray baik pH maupun organoleptis dan tidak menimbulkan efek iritasi serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan diameter daya hambat berturut-turut sebesar 12,6 mm (F1=15%), 13,6 mm (F2=20%) dan 14 mm (F3=25%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat diformulasikan sebagai sediaan foot spray dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Cindy Priscilia; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.108 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1107

Abstract

Penderita diabetes melitus dewasa ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kemakmuran dan berubah nya gaya hidup.Pengobatan diabetes melitus menggunakan obat konvensional, harganya relatif mahal dan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.Oleh karena itu, perlu dicari obat yang efektif, efek samping yang relatif kecil dengan harga yang murah. Salah satu obat sebagai alternatif yang berefek sebagai antidiabetes melitus adalah daun bakung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik simplisia daun bakung, skrining fitokimia dan uji efek ekstrak etanol daun bakung pada mencit putih yang diinduksi dengan glukosa.Penelitian ini meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas antidiabetes. Aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun bakung (Crinum asiaticum L.)pada mencit putih jantan dilakukan dengan menggunakan metode uji induksi glukosa secara oral.Kelompok CMC 0,5%, kelompok glibenklamid 0,01%. Ekstrak etanol daun bakung yang diberikan secara oral dengan dosis 100 mg/kg, 200 mg/kg, dan 400 mg/kg. Data hasil penelitian di analisis secara ANAVA (Analysis of Variance) menggunakan uji Duncan.Hasil skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol daun bakung menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid.Uji efek antidiabetes menggunakan mencit putih yang dibagi dalam 5 kelompok. Dari uji yang telah dilakukan kelompok ekstrak daun bakung dengan dosis 400 mg/kg BB yang memberikan efek yang relatif sama dengan kontrol positif (Glibenklamid) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR Nuraisyah; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.147 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1108

Abstract

Jagung mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, pada umumnya memiliki aroma dan rasa manis, yang dapat membuat tablet hancur perlahan dalam mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi tablet hisap jagung (Zea mays L.) dengan varian gom arab dan putih telur dengan konsentrasi yang berbeda sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan uji evaluasi granul dan tablet hisap. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia sari jagung yang menggunakan metode granulasi basah. Hasil dari skrining fitokimia sari jagung diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin dan triterpenoid. Hasil pemeriksaan evaluasi granul pada uji waktu alir keempat formulasi memenuhi syarat yaitu <10 detik. Uji sudut diam keempat formulasi memenuhi syarat yang baik 25°- 45°. Uji kompresibilitas keempat formulasi memenuhi syarat <20 %. Uji kadar air keempat formulasi memenuhi syarat <5 %. Hasil pemeriksaan evaluasi sediaan tablet hisap pada uji penampilan keempat formulasi ini yaitu berbentuk bulat, rasa agak manis, tidak berbau, dan warna putih. Uji keseragaman bobot F2 dan F4 memenuhi syarat yaitu tidak lebih dari dua tablet yang menyimpang lebih besar 5% dan tidak ada satupun tablet yang menyimpang lebih besar dari 10% sedangkan F1 dan F3 tidak memenuhi syarat. Uji keseragaman ukuran keempat formulasi masih memenuhi syarat diameter 13 mm dan ketebalan 3 mm. Uji kekerasan F1, F2 memenuhi syarat, sedangkan F3, F4 tidak memenuhi syarat yaitu 4-8 kg. Uji kerapuhan F1, F2 memenuhi syarat dan F3, F4 tidak memenuhi syarat yaitu <1%. Uji waktu hancur keempat formulasi memenuhi syarat < 30 menit.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL BATANG AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) TERHADAP TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus novergicus) Lisa Amalia; Gabena Indrayani Dalimunthe
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.656 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1109

Abstract

Akar bajakah (Spathollobus Littotalis Hassk) merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili fabaceae yang berdasarkan penelitian ekstraknya dapat menurunkan reaksi peradangan. Ekstrak akar bajakah mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, steroid/triterpenoid, dan alkaloid. Flavonoid yang terkandung dalam akar bajakah dapat menangkap radikal bebas yang berfungsi untuk menghambat kerusakan sel dan sebagai antiinflamasi. Ekstrak etanol akar bajakah (EEKB) dibuat dengan metode perkolasi dengan pelarut etanol 96% yang kemudian dilakukan skrining fitokimia simplisia, uji kontrol positif (Natrium Diklofenak 25 mg), dan suspensi EEKB dosis 100, 200, dan 300 mg/KgBB. Tikus diinduksi dengan karagenan kemudian diukur volume radang setiap 1 jam dan dihitung persentase radang dan persentase inhibisi radang. Dosis EEKB 300 mg/KgBB memiliki efek antiinflamasi dengan nilai persentase radang 13,66%, persentase inhibisi radang 82,05%, dan nilai natrium diklofenak 25 mg/KgBB dengan nilai persentase radang 11,6% dengan nilai persentase inhibisi radang 96,90%. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa EEKB dapat mengurangi peradangan pada kaki tikus setelah dilakukan penginduksian karagenan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH KURMA SAFAWI (Phoenix dactylifera L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH Nurdian Islami; M. Pandapotan Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.084 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1110

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas dengan cara memberikan satu elektronya kepada senyawa radikal bebas, sehinga aktivitas radikal bebas dapat dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan berdasarkan IC50. Ekstrak etanol buah kurma safawi dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96%. Kemudian ekstrak tersebut diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Penentuan aktivitas antioksidan buah kurma safawi diperoleh hasil nilai IC50 adalah 40,90 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah kurma safawi mengandung aktivitas antioksidan.
FORMULASI DAN EVALUASI PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) UNTUK PERAWATAN MULUT Khairina; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.539 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1111

Abstract

Karies gigi merupakan suatu penyakit mengenai jaringan keras gigi. Karies disebabkan karena penumpukan plak. Plak tersusun atas bakteri Streptococcus mutans. Daun rambutan merupakan salah satu bagian dari tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena memiliki senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak etanol daun rambutan ke dalam bentuk sediaan pasta gigi dan untuk mengetahui konsentrasi Na CMC dan sorbitol yang baik pada sediaan pasta gigi ekstrak daun rambutan. Pada penelitian ini sediaan pasta gigi menggunakan ekstrak etanol dengan konsentrasi 5%. Konsentrasi Na CMC yaitu 3%, 4%, 5%, 6%, 7% dan sorbitol 50%, 40%, 20%, 10%, 5%. Dilakukan uji homogenitas, organoleptis, pH, daya sebar dan uji stabilitas freezer-thaw cycling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji homogenitas tergolong homogen, uji organoleptis berwana coklat, bau khas dan mint, dan rasa pedas. Uji pH berkisar 6,0-6,5, uji daya sebar berkisar 4,8-5,8 cm dan hasil uji stabilitas freeze-thaw cycling tidak menunjukkan perubahan apapun dari organoleptis dan pH pasta gigi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambutan dapat di formulasikan sebagai sediaan pasta gigi ekstrak etanol daun rambutan. Sediaan yang paling bagus yaitu formula 1 dengan konsentrasi Na CMC 3% dan sorbitol 50%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) Riza Hasyati; Debi Meilani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.3 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1112

Abstract

Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun pegagan dan daun bandotan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun pegagan dan daun bandotan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak etanol daun pegagan dan daun bandotan mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin, steroid dan saponin. Kombinasi ekstrak etanol daun pegagan dan daun bandotan dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan pebandingan konsentrasi 10%:90%, 20%:80%, 40%:60% dan 50%:50% dikategorikan sedang dan konsentrasi 30%:70%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20% dan 90%:10% dikategorikan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kombinasi daun pegagan dan daun bandotan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI AIR REBUSAN SEGAR, SARI SEGAR, DAN EKSTRAK SEGAR BUAH PEPINO (Solanum muricatum Ait.) DENGAN METODE DPPH Putri Theresia Harianja; Anny Sartika Daulay; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.138 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i2.1147

Abstract

Radikal bebas adalah suatu molekul atau senyawa yang mampu berdiri sendiri yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit paling luar. Antioksidan adalah zat yang berfungsi menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah tanaman pepino (Solanum muricatum Ait.) Pada buah pepino terdapat senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan aktivitas antioksidan dari air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Sampel yang digunakan adalah buah pepino. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan, pengolahan bahan, identifikasi tumbuhan, pembuatan air rebusan segar, sari segar, dan ekstrak segar buah pepino, skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyi). Hasil dari skrining fitokimia air rebusan segar, sari segar, ekstrak segar buah pepino menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan glikosida dan hasil pemeriksaan uji aktivitas antioksidan air rebusan segar yaitu sebesar 3739,34 µg/mL, sari segar yaitu sebesar 2915,25 μg/mL, dan ekstrak segar buah pepino yaitu sebesar 867,20 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan sampel lebih lemah dari Vitamin C yaitu sebesar 33,67 μg/mL.

Page 2 of 10 | Total Record : 99