FARMASAINKES
Jurnal FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan dengan Nomor E-ISSN: 2807-114X (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan sejak Agustus 2021, dengan Edisi Pertama Volume 1 Nomor 1, Agustus 2021. Jurnal FARMASAINKES terbit 2 kali setahun, setiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal FARMASAINKES menerima artikel berupa hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan. Jurnal FARMASAINKES adalah Jurnal Penelitian Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan yang merupakan Jurnal Akses Terbuka Nasional dan Internasional, menyediakan Platform untuk melaporkan inovasi, teknologi, inisiatif, dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk semua aspek penelitian farmasi, sains, kedokteran, klinis dan ilmu kesehatan terkait. Ruang Lingkup Jurnal FARMASAINKES meliputi aspek ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan: Ilmu Farmasi, Farmasi-Biologi, Farmasi-Kimia, Farmasi-Fisika, Farmakognosi, Mikrobiologi Farmasi, Penelitian Produk Alami, Pengiriman Obat Baru, Biofarmaseutika, Farmakokinetik Hewan dan Manusia, Kimia Biofisik, Kimia Farmasi Obat, Komputasi dan Desain Obat Molekuler, Pemodelan Molekuler, termasuk Desain Obat dan Strategi Prodrug, Analisis Farmasi, Biokimia, Praktek Farmasi, Teknologi Farmasi, Biologi Sel dan Molekuler, Farmasi Klinis dan Rumah Sakit, Farmakodinamik, Farmakogenomik, Imunologi, Farmakovigilans, Farmakologi Hewan Percobaan, Toksikologi, Molekuler (Genetik), Biokimia dan Seluler Farmakologi, dan Bioteknologi minat Farmasi. Juga aspek Medis, Klinis dan Ilmu Kesehatan, Anatomi & Fisiologi, Kedokteran Forensik, Genetika, Biologi Molekuler, Mikrobiologi dan Patologi, Praktik Klinis, Kedokteran Translasional, Kemajuan Medis dan Kesehatan, Kesehatan Global, Kebijakan, Kesehatan Perilaku, Ginekologi, THT, Kebidanan, Ortopedi, Oftalmologi, Pediatri, Bedah, Pengobatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat.
Articles
99 Documents
PROFIL DISOLUSI TERBANDING TEOFILIN TABLET GENERIK, NAMA DAGANG, DAN SEDIAAN LEPAS LAMBAT
Muhammad Tegar Tri Rizky;
Gabena Indrayani Dalimunthe;
Minda Sari Lubis;
Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.996 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1367
Saat ini industri farmasi memproduksi berbagai bentuk sediaan obat. Hal ini membuat kebanyakan masyarakat bingung dalam memilih obat untuk dikonsumsi sesuai kebutuhannya. Padahal berbagai bentuk sediaan obat mempunyai tujuannya masing-masing dalam penggunaannya, diantaranya dengan laju pelepasan berbeda. Dalam hal ini profil laju pelepasan obat sangat penting diperhatikan, mulai dari konsentrasi waktu awal mula obat masuk ke dalam darah sampai habisnya terabsopsi oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat profil disolusi dari teofilin tablet generik, nama dagang, dan sustained release. Uji disolusi untuk melihat laju pelepasan teofilin dari tablet generik, nama dagang, dan lepas lambat dilakukan berbagai waktu dalam medium lambung buatan pH 1,2, dan untuk tablet sustained release juga dilakukan dalam medium berganti, lambung buatan pH 1,2 sampai menit ke 180, dilanjutkan dalam medium usus buatan pH 7,4 sampai menit ke 450. Laju pelepasan teofilin hasil disolusi pada menit ke 240 dalam medium lambung buatan pH 1,2 menunjukkan pada tablet generik (98,29 ± 0,60)%, nama dagang (99,85 ± 0,80)%, dan sustaind release (50,10 ± 0,69)%. Laju pelepasan teofilin tablet sustained release dalam medium berganti, medium lambung buatan pH 1,2 pada 180 menit (46,09 ± 0,69)%, dilanjutkan dalam medium usus buatan pH 7,4 sampai 450 menit (99,71 ± 0,79)%. Kesimpulannya tablet teofilin nama dagang lebih cepat terlepas sempurna waktunya dibanding dengan tablet teofilin generik pada rentan waktu 75 menit sedangkan untuk teofilin sediaan lepas lambat membutuhkan waktu 4 jam untuk sediaan tersebut lepas sempurna.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTI BAKTERI PRODUK PASARAN SEDIAAN TOILETRIES YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.)
Indah Nasution;
Minda Sari Lubis;
Rafita Yuniarti;
Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.204 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1368
Toiletries adalah kebutuhan pembersih badan sehari-hari, yang menjadi bagian dari kebutuhan antara lain sabun dan pembersih pada gigi yang saat ini sudah menjadi kebutuhan yang wajar. Daun sirih (Piper betle L.) banyak digunakan sebagai bahan obat alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Bakteri dominan menyebabkan berbagai penyakit mulut, salah satunya Staphylococcus auerus. Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada kulit serta rongga mulut yang dapat memproduksi toksin, bersifat gram positif, dan termasuk bakteri aerob. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas anti bakteri terhadap produk toiletries yang diuji dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian yang dilakukan antara lain yaitu identifikasi bakteri dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas produk pasaran sediaan toiletries yang mengandung ekstrak daun sirih terhadap Staphylococcus aureus dengan menggunakan kosentrasi 25% yang tertinggi setelah dilakukan orientasi tiga penggulangan pada penelitian sampel perbandingan pertama pasta gigi sampel A1 rata-rata zona hambat 24,0 mm dibandingkan pasta gigi sampel A2 rata-rata zona hambat 9,0 mm, pada perbandingan dua menggunakan produk pasaran obat kumur sampel B1 rata-rata zona hambat 9,4 mm dibandingkan dengan sampel B2 rata-rata zona hambat 19,9 mm dan perbandingan tiga sabun padat sampel C1 rata-rata zona hambat 17,7 mm dibandingkan dengan sabun sampel C2 rata-rata zona hambat 23,8 mm. Aktivitas antibakteri tidak terlalu kuat zona hambat terhadap produk toiletries berupa pasta gigi ekstrak daun sirih pada sampel A2 terbilang zona hambat yang didapat tergolong lemah, dan pada produk pasaran sediaan toiletries obat kumur ekstrak daun sirih pada sampel B1 juga dinyatakan tergolong zona hambat lemah dibandingkan.
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Heru Adha Prayogo;
Rafita Yuniarti;
Gabena Indrayani Dalimunthe;
Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.631 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1369
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan kulit karena terpapar sinar matahari. Untuk menjaga kulit dari efek buruk sinar UV diperlukan perlindungan menggunakan tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serbuk simplisia kulit buah asam jawa, senyawa kimia metabolit sekunder ekstrak etanol kulit buah asam jawa, dan melihat aktivitas tabir surya ekstrak etanol kulit buah asam jawa melalui nilai SPF (Sun Protection Factor). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada serbuk kulit buah asam jawa di uji karakteristik simplisia, ekstrak etanol kulit buah asam jawa di uji skrining fitokimia, dan penentuan nilai SPF dengan spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik simplisia kulit buah asam jawa memiliki kadar air 5, kadar sari larut dalam air 17,07, kadar sari larut dalam etanol 10,11, kadar abu total 2,63, kadar abu tidak larut asam 0,28 secara keseluruhan memenuhi standar MMI, skrining fitokimia ekstrak etanol kulit buah asam jawa mengandung flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Uji SPF ekstrak etanol kulit buah asam jawa dengan konsentrasi 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, 700 ppm, 1000 ppm diperoleh hasil berturut-turut 2,22; 9,81; 15,86; 22,42; 36,22. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa serbuk kulit buah asam jawa memiliki bentuk buah polong menggelembung, bengkok atau lurus, aroma khas asam jawa, khas asam jawa kecoklatan. Nilai SPF ekstrak etanol kulit buah asam jawa yang memiliki kategori ultra pada konsentrasi 500 ppm, 700 ppm dan 1000 ppm secara berturut-turut adalah 15,86; 22,42 dan 36,22.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R Forst & G. Forst) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN
Ummi Khairani Rambe;
Haris Munandar Nasution;
D. Elysa Putri Mambang;
Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.885 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1371
Daun Matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Flavonoid merupakan zat yang dapat menghambat proses inflamasi, senyawa flavonoid disebutkan mempunyai efek antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun matoa terhadap tikus putih jantan. Metode yang digunakan untuk pembuatan Ekstrak Etanol Daun Matoa (EEDM) adalah maserasi. Uji antiinflamasi EEDM dilakukan selama 5 jam menggunakan metode edema kaki menggunakan pletismometer digital. Penelitian ini dilakukan pada 25 ekor hewan uji yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus jantan. Sebagai kontrol negatif adalah suspensi CMC 0,5%, sebagai kontrol positif atau pembanding adalah Natrium diklofenak dengan dosis 4,5 mg/kgBB, kemudian sebagai uji efektivitas antiinflamasi adalah suspensi EEDM dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Tingkat peradangan dan tingkat inhibisi radang dihitung dari data penelitian yang dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil efek antiinflamasi EEDM pada dosis 200 mg/kgBB menunjukkan persentase aktivitas inflamasi tertinggi. Hasil uji analisis data Tukey terhadap laju inflamasi menunjukkan bahwa EEDM 200 mg/kg BB tidak berbeda nyata dengan Natrium diklofenak dari 1 jam sampai 5 jam dengan p=0,412 (p>0,05), tetapi berbeda nyata dengan kontrol negatif p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tikus putih jantan yang telah diinduksi karagenan 1% memberikan efek antiinflamasi pada EEDM dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Efek yang sama dengan Natrium diklofenak sebagai antiinflamasi terdapat pada EEDM dosis 200 mg/kgBB.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN METODE BSLT
Dina Agustia Parlin;
M. Pandapotan Nasution;
Haris Munandar Nasution;
Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.463 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1372
Matoa (Pometia pinnata J.R. Forst & G. Forst) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman ini mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan yang tinggi dikenal sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun matoa sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun matoa. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi simplisia daun matoa. Pengujian sitotoksisitas ekstrak etanol daun matoa menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 µg/ml, 200 µg/ml, 300 µg/ml, 400 µg/ml, 500 µg/ml, 600 µg/ml, 700 µg/ml, 800 µg/ml, 900 µg/ml, dan 1000 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun matoa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil karakterisasi daun matoa memberikan kadar air 7,33%, kadar sari larut air 14,03%, kadar sari larut etanol 6,54%, kadar abu total 6,54% dan kadar abu tidak larut asam 0,741%. Hasil karakterisasi ini sesuai dengan ketentuan Materia Medika Indonesia. Pada pengujian sitotoksisitas dengan metode BSLT memberikan nilai LC50 356,7795 µg/ml, sehingga ekstrak etanol daun matoa dapat disimpulkan bersifat sitotoksik dan berpotensi sebagai obat antikanker. Senyawa uji dikatakan toksik apabila nilai LC50 lebih kecil dari 1000 µg/ml.
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Fitri Febriani;
Rafita Yuniarti;
Gabena Indrayani Dalimunthe;
Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.254 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1373
Ultraviolet merupakan radikal bebas yang jika berlebihan masuk kedalam kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit. Senyawa kimia yang mengandung antioksidan tabir surya dapat melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas. Salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah daun asam jawa (Tamarindus indica L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serbuk simplisia daun asam jawa, mengetahui senyawa kimia metabolit sekunder ekstrak etanol daun jawa dan melihat aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun asam jawa melalui nilai SPF. Tahapan penelitian ini meliputi karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pengujian SPF (Sun Protection Factor) ekstrak etanol daun asam jawa pada konsentrasi 100, 300, 500, 700 dan 1000 ppm. Hasil karakteristik serbuk daun asam jawa dengan bentuk daun bertangkai pendek, panjang daun 1-2 cm, lebar daun 4-8 mm, tepi daun rata, ujung daun membundar, aroma khas, warna hijau. Kadar air 4,6 %, Kadar sari larut air 37,84 %, Kadar sari larut etanol 25,33 %, Kadar abu 4,51 %, Kadar abu tidak larut asam 1,765 %. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun asam jawa mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Uji SPF memberikan hasil secara berturut 3,470; 8,7; 14,74; 20,89; dan 29,995.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK HARD CANDY SARI HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
Misna Rosalinda Hutabarat;
Rafita Yuniarti;
Gabena Indrayani Dalimunthe;
Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.238 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1374
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) memiliki kandungan glikosida, saponin, asiatikosida, madekasosida, saponin, asam asiatat, dan asam madeksatat. Pegagan memiliki banyak manfaat diantaranya memiliki aktivitas antioksidan, memperbaiki daya ingat, meningkatkan sistem imun, serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah merancang formulasi dasar Hard Candy terbaik dari sari herba pegagan yang diuji mutu fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan formula dasar Hard Candy dengan variasi konsentrasi F1 (40:60), F2 (50:50), F3 (60:40), F4 (70:30), dan F5 (80:20) antara sukrosa dan sirup fruktosa. Dilakukan pembuatan Hard Candy Sari Herba Pegagan dengan kombinasi sari pegagan sebanyak 1% (F6) dan 3% (F7) yang ditambahkan pada formulasi dasar Hard Candy yang terpilih baik. Pemeriksaan mutu fisik Hard Candy Sari Herba Pegagan meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji stabilitas, dan uji keseragaman bobot. Hasil uji organoleptis Hard Candy Sari Herba Pegagan memberikan rasa, aroma, warna dan bentuk yang normal. Hasil uji kadar air F2 (0,7934%), F6 (0,874%) dan F7 (0,6824%) (≤3,5%) sesuai dengan persyaratan SNI. Hasil uji stabilitas F2,F6, dan F7 stabil pada suhu 8-15°C dengan kemasan tertutup. Hasil uji keseragaman bobot F2 (1740±51,63mg), F6 (1760±51,63mg) dan F7 (1780±42,16mg) sesuai dengan persyaratan Farmakope Indonesia edisi III (penyimpangan bobot ≤5%). Hasil penelitian formulasi dasar Hard Candy yang terbaik terdapat pada F2 (50:50) yaitu permen dapat dicetak dengan gula terlarut secara sempurna dan tidak berair serta tidak lengket.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PRODUK TOPIKAL ANTI JERAWAT TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) SECARA IN VIVO
Ika Fitriani;
Minda Sari Lubis;
Rafita Yuniarti;
Yayuk Putri Rahayu
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.094 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1375
Jerawat merupakan penyakit kulit yang dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis. Bakteri ini secara alami terdapat di dalam folikel dan berkontribusi terhadap perkembangan jerawat. Jerawat memiliki berbagai jenis seperti komedo, papula, pustula, nodul dan kista disertai dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Adapun cara penangan jerawat yang efektif yaitu dengan produk topikal. Produk topikal merupakan sediaan yang penerapannya pada kulit dengan tujuan menghasilkan efek lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas produk topikal anti jerawat dengan merek Vitacid® dalam bentuk sediaan gel dan krim terhadap tikus putih jantan (Rattus novergicus). Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan variabel bebas menggunakan produk topikal antijerawat dalam bentuk sediaan gel dan krim yang mengandung bahan aktif tretinoin 0,05% dan variabel terikat yaitu perbedaan skor tingkat derajat keparahan jerawat yang diterapi produk topikal anti jerawat. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0,7,14 dan 21. Pengolahan data menggunakan penilaian skor tingkat keparahan jerawat secara visual dan pengolahan data statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan produk topikal anti jerawat Vitacid® dalam bentuk sediaan gel memiliki penurunan nilai derajat keparahan jerawat lebih baik dari sediaan krim secara visual. Hasil pengujian analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok produk topikal anti jerawat Vitacid® menggunakan uji One-Way ANOVA dengan nilai p=0,005 (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Bonferroni dengan nilai p=0,015 (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini dapat dibuat kesimpulan bahwa produk topikal anti jerawat Vitacid® dengan bahan aktif tretinoin 0,05% dalam bentuk sediaan gel dan sediaan krim memiliki perbedaan efektivitas, dimana sediaan gel memiliki efektivitas lebih baik dibandingkan sediaan krim dalam pengobatan jerawat.
FORMULASI, UJI MUTU FISIK DAN PENENTUAN KADAR VITAMIN C PADA PERMEN BUAH PEPAYA (Carica papaya L.)
Sagita Marina Simatupang;
Rafita Yuniarti;
Minda Sari Lubis;
Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.109 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1376
Buah pepaya memiliki kandungan vitamin A, C, Kalsium dan Serat, selain itu pepaya memiliki sifat yang mudah rusak (perisable) karena tergolong buah klimatrik (buah yang setelah masa panen masih melakukan proses metabolisme). Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan sari Buah Pepaya kedalam permen keras dan mengetahui karakteristik mutu fisik permen keras sari Buah Pepaya, dan untuk mengetahui kandungan vitamin C yang terdapat didalam permen keras sari Buah Pepaya. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat permen keras menggunakan sari Buah Pepaya dengan konsentrasi 0%, 20%, 30%, kemudian diuji mutu fisiknya berdasarkan Standar Nasional Indonesia tahun 2008 dan di tentukan kadar vitamin Cnya menggunakan metode Spektrofotometri Ultraviolet. Hasil pembuatan sari Buah Pepaya persyaratan Standar Nasional Indonesia tahun 2008 dengan hasil uji organoleptis setiap sediaan permen sari buah pepaya didapat hasil yang normal untuk bau, rasa, dan warna serta memiliki tekstur yang keras. Untuk kadar air F0, F1, F2 secara berturut diperoleh sebesar 0, 43%; 1, 37%; 1,21%; dan untuk kadar abu F0, F1, F2 secara berturut diperoleh sebesar 1,2%; 1,3%; 1,6%; Hasil kadar Vitamin C pada formula F0, F1, F2 sebesar 82,3046 ± 9,3451mcg/g; (20%) 105,0739 ± 8,8395 mcg/g; dan (30%) 148,1975 ± 6,3466 mcg/g.
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT
Tasya Ardana;
D. Elysa Putri Mambang;
Gabena Indrayani Dalimunthe;
Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (406.23 KB)
|
DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1377
Ekstrak etanol daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) memiliki kandungan kimia flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Flavonoid berkhasiat sebagai analgetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak etanol daun eceng gondok dengan perbandingan dosis tertentu dan perbandingan metampiron. Metode yang digunakan adalah metode kimia dengan menggunakan induksi asam asetat 1% secara intraperitoneal yang menyebabkan iritasi berat pada mukosa membran rongga perut sehingga kaki tertarik kebelakang, badan memanjang dan bagian abdomen menyentuh dasar, gejala ini dinamakan geliat. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit putih jantan yang dikelompokan menjadi 5 kelompok, kelompok 1 diberikan CMC 0,5% (kontrol negatif), kelompok II diberi Metampiron 1% (kontrol positif), kelompok III, IV, dan Vdiberi ekstrak etanol daun eceng gondok (EEDEG) dengan dosis 300 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, 500 mg/kg BB. Dihitung jumlah geliat selang waktu 5 menit selama 1 jam. Data persentase geliat di analisis dengan metode ANOVA (Analisis Variansi) dan Uji Turkey menggunakan program SPSS 20 (Statistical Program for the Social Sciences).. Hasil penelitian menunjukan EEDEG 300 mg/kg BB mempunyai persentaseefektivitas analgetik sebesar 22,30%, EEDEG dengan dosis 400 mg/kgBB sebesar 44,29%, sedangkan EEDEG dengan dosis 500 mg/kg BB sebesar 93,31%. Dari data tersebut dapat disismpulkan bahwa suspensi EEDEG dengan dosis 500 mg/kg BB mempunyai efektivitas analgetik yang paling baik.