cover
Contact Name
Makhrus
Contact Email
almanar.jurnal@gmail.com
Phone
+6285648630339
Journal Mail Official
almanar.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis
ISSN : 24776017     EISSN : 25802577     DOI : https://doi.org/10.35719/amn.v8i2.23
The Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis aims to encourage and promote the study of the Qur’an and Hadith from a wide range of scholarly perspectives. The topic covers all related issues in the study of the Quran and Hadith, including: Linguistic, Literary, and Thematic Perspective of the Qur’an and Hadith Qur’an and Hadith Commentaries The Qur’an, Hadith, and Other Traditions Methods and Approaches to the Qur’an and Hadith The Societal Qur’an and Hadith Translation of the Qur’an
Articles 51 Documents
Metode Terjemah al-Qur'an Lafziyah di Pondok Pesantren al-Anwar Sleman Yogyakarata Hidayatullah Hidayatullah; Khanafi Khanafi
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.805 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i1.13

Abstract

In this study, we will discuss the method of training the translation of the Qur'an with the lafẓiyah system in PP. Al Anwar. This method is one of the quick methods to master the content of the Koran completely and thoroughly, not just a sentence by sentence study, but at the same time studying its content which includes the study of the Arabic language. In this study, what the author wants to explore are: 1. How is the methodology of translating the Al Quran with the lafẓiyah system applied in PP. Al Anwar Sleman Yogyakarta?2. What are the supporting factors and obstacles in implementing the translation training of the Qur'an with the lafẓiyah system in PP. Al Anwar Sleman Yogyakarta? The method used in this research is descriptive qualitative, namely trying to obtain information and descriptions of how the translation training of the Al-Qur'an with the lafẓiyah system applied in PP. Al Anwar Sleman Yogyakarta. The data sources of this research are all those who are involved with the object of this research. The author uses the sample purposive so that it can take from rich sources of information used in this study. From this study, it was concluded that the training in translating the Qur'an with the lafẓiyah well , and made many positive contributions to PP students. Al Anwar Sleman Yogyakarta. One of them helps to understand the meaning of the verses of the Quran quickly.
Tibbun Nabawi (Bekam) dan Kontra Indikasi dalam Perspektif Hadis Muhamad Ali Muhtar
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.439 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i2.14

Abstract

Bekam merupakan pengobatan yang saat ini banyak digemari oleh semua kelas ekonomi masyarakat. Metode pengobatan bekam ini tidak hanya dianggap efektif dalam menyembuhkan penyakit, tetapi juga mempunyai esensi sunnah karena pengobatan bekam sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Banyak hadis yang menjelaskan tentang keutamaan bekam. Artikel ini membahas tentang Hadis yang mengandung kontra indikasi pada tema Hadis tentang ongkos bekam dan Hadis berbekam saat puasa, pada kedua Hadis yang kontra indikasi yang pertama Hadis tetang ongkos bekam, ketika dilaksanakan penelitian menggunakan ilmu mukhtalif hadis, ongkos bekam diperbolehkan dan berbekam saat puasa juga sangat dianjurkan.
Konsep Iman dalam Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwīr dan Tafsir Al-Mizan : Studi Komparatif Muhammad Uzaer Damiri
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.238 KB) | DOI: 10.35719/amn.v7i2.17

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyingkap konsep Iman dalam perspektif tafsir Al-Tahrīr Wa al-Tanwīr dan tafsir Al-Mīzān dan membandingkannya dengan mengungkap sisi persamaan dan perbedaan. Terdapat tiga sub bahasan yang dieksplorasi dalam artikel ini, yaitu: 1) Konsep Iman dalam dalam perspektif tafsir Al-Tahrir Wa al-Tanwīr dan Al-Mīzān, 2) Bertambah dan berkurangnya Iman dalam perspektif dua tafsir tersebut, 3. Relasi Iman dan Islam menurut dua tafsir tersebut. Untuk merealisasikan tersebut, peneliti menggunakan metode alisis teks dengan pendekatan tafsir metode tafsir Muqāran.
Tradisi Pembacaan al-Qur’an di Kuburan bagi Orang yang Baru Meninggal Dunia di Desa Lerpak Dusun Ngarasa, Geger, Bangkalan Samaun Samaun; Abd Muin
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.517 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i1.18

Abstract

Desa Lerpak Ngarasa merupakan Desa yang masih melestarikan tradisi pembacaan al-Qur'an di atas kuburan bagi orang yang baru meninggal dunia. Mereka percaya bahwa pahala pembacaan al-Qur'an tersebut mengalir kepada ahli kubur. Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa fitnah terbesar pada ahli kubur terjadi dari hari pertama hingga ke tujuh ia meninggal. Karena itu, masyarakat Lerpak melakukan tradisi pembacaan al-Qur'an selama tujuh hari tujuh malam di kuburan orang yang baru meninggal dunia. Penelitin ini bersifat field research dan library research dengan metode interview (wawancara) dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data digunakan dengan cara memilih dan merangkum data yang telah diperoleh dari berbagai sumber mengenai hal-hal yang pokok terkait penelitian. Terakhir yang dilakukan adalah menyimpulkan dari berbagai data yang diperoleh. Tradisi tersebut di Desa Lerpak Dusun Ngarasa masih terdapat tahapan-tahapan ritual yang dilakukan terlebih dahulu yaitu dimulai dengan pembacaan al-Fatihah secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tawassul pembacaan khususan kepada ahli kubur serta nenek moyang yang ada dalam kubur lainnya, lalu dilanjutkan dengan pembacaan shalawat terhadap Nabi Muhammad SAW. barulah setelah semua itu terlaksana proses pembacaan al-Qur'an di kuburan pun di mulai. tidak hanya itu, tradisi pembacaan al-Qur'an di kuburan orang yang baru meninggal dunia itu tidaklah hanya sebatas membacakannya saja, melainkan memiliki tujuan yang sangat mendalam untuk ahli kubur tersebut, yakni ingin mengirimkan pahala pembacaannya kepada sang ahli kubur dengan begitu adanya kiriman pahala yang dikhususkan kepada orang meninggal tersebut dapat menjadi contoh kebaikan baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. 
al-Ulama al-Indonesiun fi Dirasah al-Hadits al-Mu'ashirah Ade Pahrudin
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.517 KB) | DOI: 10.35719/amn.v7i2.19

Abstract

Ramadan is the ninth month of the Hijri month. A month in which the Qur’an was revealed, forgiveness and mercy, so there are many scholars throughout the Islamic world recently and in the past who are interested in this month. One of them is Indonesian Islamic scholar, Syaikh Taufiq Hakim. He wrote a book called "The Virtues of Ramadan". The author quoted in his book fifty hadiths on the merit of Ramadan. However, the author transmitted these hadiths without mentioning their source, chain of transmission, and authenticity of hadith. Therefore, this research was carried out to find out the truth about the sources of these hadiths and the degree of their validity. This research is focused on the first twenty-five hadiths from his book. This research aims to know the authenticity of the hadith mentioned in the book with two points: First, to verify the authenticity of the hadiths identified by numbers - that is, the first hadith to the twenty-fifth -which the author narrated. Second, track the location of the hadith and select proof of the hadith ruling. After the research, the researcher found twenty-five hadiths: five of them are authentic, nine of them are weak, four of them are fabricated, and seven of them have no basis.
Kajian Tafsir Lisan tentang Kata Shift Pemuda "Hijrah" Menurut Ustadz Teuku Hanan Attaki di Instagram Bunga Surawijaya Ningsih; Iezzatul Hasanah; M. Devan Ainun Na'im
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.314 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i1.20

Abstract

The occurrence of hijrah at the time of Prophet Muhammad is an event that cannot be forgotten in the hearts and hearts of all Muslims. Because this incident has a very high value in the history of the Islamic world. There are also many things that can be used as lessons. This study examines oral interpretation in the media on Instagram with a study on Ustadz Teuku Hanan Attaki (UHA). The main research question is how is UHA's verbal explanation of the word youth hijrah in the Qur'an and also what is the significance of UHA's oral interpretation of the word shift of youth hijrah in the Qur'an on Instagram. This approach uses a descriptive qualitative approach. The results of this study show that UHA in the interpretation of hijrah is to interpret QS. al-Muzzammil (74):10. In some commentaries, in general hijrah means an order to leave something because of displeasure, the command in this verse is accompanied by the sentence hijran jamilan, which means "in a good way" forbidden to work that is lawful, such as avoiding usury. In addition, UHA's oral interpretation of hijrah has a significance that is not in the written interpretation. It means that the oral interpretation of UHA' Hijrah is more acceptable to the audience because the interpretation is clearer at the moment.
Resepsi Hadis di Media Sosial: Studi Kasus Film Animasi Nussa Episode Adab Menguap Risya Fadilha
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.177 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i1.21

Abstract

Era Globalisasi identik dengan kemajuan sumber informasi dan kemudahan dalam memperoleh informasi. Hal ini dijadikan sebagai media pendukung dalam kajian hadis. Hadis tidak hanya muncul di dalam kehidupan nyata, tetapi dimunculkan juga pada media sosial dengan beragam cara penyajian, seperti film, ceramah agama, teks Hadis berbentuk narasi diiringi musik, komik hadis dan meme. Relasi antara Hadis dan media sosial yang relevan, menggerakkan manusia untuk mengimplementasikan hadis. Oleh karena itu, terjadilah proses penerimaan atau resepsi Hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif jenis studi kasus karena bertujuan mendeskripsikan penyajian Hadis dan bentuk resepsi Hadis dalam animasi Nussa epsiode adab menguap. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara terstruktur, dan dokumenter. Untuk analisis data, menggunakan teknik analisis isi (content analysis) Teori yang digunakan adalah teori resepsi dari Ahmad Rafiq. Hasil  temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Hadis disajikan dalam bentuk dialog tokoh. Terdapat tiga bentuk resepsi yaitu resepsi eksegesis, resepsi estetis dan resepsi fungsional. Bentuk resepsi yang terdapat pada animasi Nussa episode adab menguap adalah resepsi estetis dan resepsi fungsional. Resepsi eksegesis tidak terjadi karena tidak ada usaha pemahaman terhadap hadis. Dari kedua bentuk resepsi yang terjadi, resepsi estetis yang nampak lebih dominan, karena hadis ditampilkan dalam film animasi yang di mana film merupakan gabungan dari beberapa seni dan memiliki nilai estetis. 
Kontekstualisasi Makna Surat Ali Imran Ayat 103 dalam Mars PKPNU Sebagai Upaya Semangat Kebangsaan Menurut Kader MBCNU Tanggul Faisol Nasar bin Madi; Mohammad Barmawi
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.427 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i1.22

Abstract

Kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi cita-cita bersama. Di antara upaya untuk mewujudkan kehidupan dalambingkai perdamaian ialah mengadakan pemantapan terhadap para kader tentang pentingnya berorganisasi, dan mengetahui tujuan dari organisasi tersebut. PKPNU adalah adalah sebuah program untuk kembali membangkitkan kembali kesadaran berdakwah ala Nahdlatul Ulama’. Dalam membangkitkan kembali gairah warga NU, dibuat mars PKPNU yang di dalamnya terdapat petikan kata yang disesuaikan dengan al-Qur’an, yaikni hablillah dan bihablihi al-matin. Muatan kata tersebut menjadi perihal penting dalam karya ini. Dalam hal ini, terfokuskan pada paham kader NU tentang kontekstualisasi surat al-Imran dalam mars PKPNU dan implikasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan metode kualitatif, living al-Qur'an disertai pendekatan fenomenologi. Penulis berhasil menemukan sebuah kesimpulan, 1) Pembuka mars PKPNU dengan petikan hablillah bi hablihi al-matin adalah petikan yang semakna dengan surat al-Imron : 103, dengan makna keharusan bagi masing-masing individu berusaha berpegang teguh pada agama Allah Swt. dan sebagai implikasinya ialah mewujudkan kehidupan yang ideal, yakni dengan menampilkan kedaimaian dalam bingkai perbedaan. 2) Kontekstualisasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah mampu mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara secara damai dengan berprinsip pada falsafah Indonesia.
Tafsir dan New Media: Studi Penafsiran Ustadz Zulkifli Muhammad Ali di Youtube Yassinta Ananda; Novizal Wendry; Lukmanul Hakim
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.296 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i2.23

Abstract

At the time of the Prophet Muhammad, the Companions, and the Tabi'in, the interpretation of the Qur'an was carried out directly orally and listened to by Muslims. Along with the times, there have been commentators who are active in interpreting the Qur'an as evidenced by the emergence of popular classical commentary books such as the interpretation of Ibn Kathir and others. In today's era where the development of science and technology is increasingly advanced, various forms of interpretation appear on various social media such as Youtube and Facebook. One of them is Ustadz Zulkifli Muhammad Ali through a Youtube account called UZMA Media TV Channel. This study aims to determine the method of Ustadz Zulkifli in interpreting the verses of the Qur'an as a proposition in lecturing starting from January 2, 2020-January 3, 2021. This study uses a qualitative method with a literature study approach where the data is obtained from the results of a collection of UZMA video lectures and books, journals, articles, and theses. The results of this study are in the form of a classification of the themes of UZMA lectures in the past year, including around the end of time, life guidelines (practice and worship), ethics, and muamalah, the Covid-19 outbreak. The maudhu'i method of interpretation has not met several criteria and has a systematic interpretation. There are two lecture responses, namely rejectionist and receptionist.
Perempuan dan Neraka: Analisis Mubadalah Hadis Perempuan Terbanyak Penghuni Neraka Karena Lemah Akal dan Agamanya Mahfidzatun Nabilah; Siti Qurrotul Aini
Al-Manar: Jurnal Kajian Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.388 KB) | DOI: 10.35719/amn.v8i2.24

Abstract

Fokus kajian Hadits terbagi menjadi dua bagian yakni sanad dan matan. Pada kajian matan pemahamannya terus berlanjut dengan berbagai perbedaan makna mengikuti perkembangan zaman. Pembahasan mengenai Hadits yang bertema perempuan menjadi salah satu kontroversi baik di kalangan cendekia, ulama, maupun masyarakat awam. Beberapa Hadits yang keshahihan sanadnya sudah dipastikan, mengandung kesan diskriminasi pada kaum perempuan secara tekstual. Hal tersebut kemudian melahirkan banyak respons negatif terhadap Hadits itu sendiri. Salah satu Hadits yang dinilai misoginis adalah Hadits tentang paling banyak penghuni neraka adalah perempuan karena lemah akal dan agamanya. Adanya pengamalan Hadits yang tidak sesuai nilai agama Islam dan penyalahgunaan Hadits sebagai dalil untuk merendahkan perempuan, membuat banyak aktivis gender menganggap Hadits-hadits tersebut harus dihilangkan dalam artian dilupakan dan tidak diamalkan karena kemudian Islam dianggap memposisikan perempuan di bawah laki-laki. Di samping itu, hadir metode mubadalah dengan konsep pemahaman kesetaraan atau kesalingan yang memaknai Hadits sesuai dengan nilai rahmatan lil ‘alamin. Dalam tulisan ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan jenis penelitian library research. Hasil penelitian ini adalah nilai-nilai mubadalah yang terkandung dalam Hadits tentang paling banyak penghuni neraka adalah perempuan karena lemah akal dan agamanya. Yakni, perbuatan mengingkari nikmat dan melaknat dapat terjadi secara universal baik laki-laki maupun perempuan. Lemahnya akal dan agama pada perempuan tidak menunjukkan ketidakmampuan seluruh perempuan dalam menyaingi kualitas intelektual dan ketaatan beragama seorang laki-laki.