cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 1,192 Documents
Analisis Platform-Train Gap dan Tingkat Pelayanan Peron sebagai Dasar Peningkatan Keselamatan Penumpang di Stasiun Tebet Asya Yori Pavanda; Muhammad Aswandi; Siti Marlina Kumalasari; R. Caesario Boing Rachmat Raharjo
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13412

Abstract

Stasiun Tebet merupakan salah satu stasiun dengan aktivitas pergerakan penumpang yang cukup tinggi, khususnya pada periode jam sibuk. Tingginya aktivitas penumpang pada peron dapat memengaruhi tingkat kepadatan, kenyamanan, dan keselamatan dalam proses naik dan turun kereta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) peron serta mengidentifikasi potensi risiko keselamatan akibat kondisi celah antara peron dan kereta di Stasiun Tebet. Metode penelitian dilakukan melalui observasi kondisi eksisting, pengumpulan data jumlah penumpang pada periode jam sibuk, pengukuran dimensi peron, serta analisis tingkat pelayanan berdasarkan kepadatan dan ruang efektif peron. Hasil analisis menunjukkan bahwa peron Stasiun Tebet memiliki tingkat pelayanan LOS D, yang menggambarkan kondisi kepadatan dengan ruang gerak penumpang yang mulai terbatas. Selain itu, hasil pengamatan menunjukkan adanya celah antara tepi peron dan pintu kereta sebesar 26 cm, yang berpotensi meningkatkan risiko kesalahan langkah dan kehilangan keseimbangan, terutama ketika terjadi kepadatan penumpang. Sebagai upaya mitigasi, dapat dilakukan optimalisasi plat bancik yang telah tersedia atau penambahan material karet pada tepi peron untuk membantu mengurangi jarak dan perbedaan elevasi pada area perpindahan penumpang. Penanganan kondisi peron perlu dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan kepadatan penumpang, kondisi geometrik peron, serta aspek keselamatan agar proses naik dan turun kereta dapat berlangsung secara lebih aman, nyaman, dan lancar.
Tata Kelola Pemerintahan dalam Mendorong Diversifikasi Ekonomi Bangka Belitung Ferdha Ferdha; Sri Suhelsi; Erwin Erwin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13413

Abstract

Diversifikasi ekonomi merupakan salah satu kebutuhan strategis bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam membangun struktur ekonomi daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya diversifikasi tidak hanya bergantung pada potensi ekonomi yang dimiliki daerah, tetapi juga dipengaruhi oleh kapasitas pemerintah, kualitas kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta dukungan kebijakan yang diberikan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapasitas pemerintah, collaborative governance, dan dukungan kebijakan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada aparatur pemerintah daerah yang memiliki keterkaitan dengan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan ekonomi daerah. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji kualitas model pengukuran dan hubungan struktural antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi. Collaborative governance juga berpengaruh positif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa keterlibatan berbagai aktor dalam proses pemerintahan dan pembangunan memiliki peran penting dalam mendukung diversifikasi ekonomi. Selain itu, dukungan kebijakan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas diversifikasi ekonomi. Secara simultan, kapasitas pemerintah, collaborative governance, dan dukungan kebijakan mampu menjelaskan sebesar 64,7% variasi efektivitas diversifikasi ekonomi, dengan kapasitas pemerintah menunjukkan pengaruh relatif paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas diversifikasi ekonomi di Bangka Belitung membutuhkan penguatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan kolaborasi multipihak, dan penyediaan kebijakan yang konsisten serta implementatif.
Pengaruh Keterikatan dan Ketahanan Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Sarimelati Kencana (Pizza Hut Delivery) Area Sigit Pria Utama Wilayah Jabodetabek Safitri Nur Aidah; Gatot Kusjono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterikatan karyawan dan ketahanan karyawan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan pada enam gerai Pizza Hut Delivery PT Sarimelati Kencana Tbk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 73 karyawan pada enam gerai PHD, yaitu Pondok Indah, Fatmawati, Ciputat, Gandul, Seskoal Ciledug Raya, dan Pondok Labu. Kuesioner disebarkan kepada seluruh populasi melalui teknik sampel jenuh, dengan 63 respons lengkap yang dapat digunakan sebagai sampel analisis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26 melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,386, nilai t hitung sebesar 5,435, dan signifikansi kurang dari 0,001. Ketahanan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,637, nilai t hitung sebesar 9,658, dan signifikansi kurang dari 0,001. Secara simultan, keterikatan karyawan dan ketahanan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan karyawan dengan nilai F hitung sebesar 717,351 dan signifikansi kurang dari 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,960 menunjukkan bahwa keterikatan karyawan dan ketahanan karyawan secara bersama-sama mampu menjelaskan 96,0% variasi kinerja berkelanjutan karyawan. Ketahanan karyawan memiliki pengaruh relatif lebih dominan dibandingkan keterikatan karyawan.
Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Intensitas Persediaan, dan Intensitas Modal terhadap Manajemen Pajak Liana Dwi Cahyani; Siti Hanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13421

Abstract

Perusahaan sebagai wajib pajak mempunyai kewajiban untuk membayar pajak yang besarnya terhitung dari laba yang diperoleh, namun pajak bagi perusahaan seringkali dianggap sebagai beban yang akan mengurangi laba sehingga dalam rangka meningkatkan efisiensi daya saing, maka manajer wajib menekan beban pajak soptimal mungkin. Perusahaan dalam usahanya untuk meminimalkan pembayaran pajak harus sesuai peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas persediaan, dan intensitas modal terhadap manajemen pajak. Penelitian ini menggunakan variabel dependen manajemen pajak, dan variabel independen pertumbuhan penjualan, intensitas persediaan, dan intensitas modal. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor cosumer non cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Jumlah populasi sebanyak 129 perusahaan, dari jumlah populasi tersebut digunakan untuk menentukan sampel sehingga diperoleh sampel sebanyak 16 perusahaan dengan data observasi sebanyak 80 data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan E-Views 12 metode penelitian yang digunakan adalah uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiple untuk pemilihan model. Serta uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian diatas membuktikan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap manajemen pajak, sedangkan intensitas persediaan dan intensitas modal tidak berpengaruh terhadap manajemen pajak. Hasil ini juga menunjukkan pengaruh pertumbuhan penjualan, intensitas persediaan, dan intensitas modal berpengaruh simultan terhadap manajemen pajak.
Klasifikasi Kualitas Apel Berdasarkan Ciri Menggunakan Metode PCA dan SVM Gregorius Nathanyel Benedict; Irene Carl Lewis; Panicia Panicia; Ryan Hermanto; Paquita Melawi; Samuel Gregorio Criswell Kastono; Melfanny Leono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13422

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan kualitas buah apel ke dalam kelas apel bagus dan apel jelek menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Support Vector Machine (SVM) berbasis citra digital. Otomasi penilaian kualitas diperlukan agar proses pemeriksaan buah dalam jumlah besar dapat dilakukan secara lebih cepat dan konsisten. Tahapan penelitian dimulai dari pre-processing citra dengan konversi gambar berwarna menjadi grayscale, kemudian dilakukan ekstraksi fitur warna, bentuk, dan tekstur. Dataset hasil ekstraksi diperiksa terhadap missing value dan outlier; outlier dideteksi menggunakan Mahalanobis Distance sebelum data dibagi menjadi data training dan testing dengan rasio 80:20. Reduksi dimensi selanjutnya dilakukan menggunakan PCA. Dua komponen utama, yaitu PC1 dan PC2, dipertahankan karena secara kumulatif mampu merepresentasikan 98,09% variansi data. Data hasil transformasi PCA digunakan sebagai masukan untuk membangun model klasifikasi SVM. Evaluasi dilakukan menggunakan confusion matrix serta metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score, disertai cross-validation untuk menilai konsistensi model. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sebesar 87,85% pada data training dan 88,40% pada data testing, sedangkan akurasi cross-validation mencapai 86,80%. Pada data testing, precision mencapai 93%, recall 85%, dan F1-score 89%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi PCA dan SVM efektif untuk klasifikasi kualitas apel berbasis ciri visual dengan dimensi fitur yang lebih ringkas. Pendekatan ini berpotensi mendukung proses quality control buah secara otomatis dan efisien.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk Alat Jahit di Mahardhika Tailor Parung Panjang Bogor Hanifah Hanifah; Novia Susanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan harga, baik secara parsial maupun simultan, terhadap minat beli konsumen pada produk alat jahit di Mahardhika Tailor, Parung Panjang, Bogor. Persaingan UMKM yang semakin ketat menjadikan pemahaman terhadap faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen sebagai hal penting bagi keberlangsungan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Mahardhika Tailor yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti, sehingga penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Rao Purba dan diperoleh sebanyak 100 responden melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, serta uji hipotesis melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat beli konsumen, dengan persamaan Y = 34,163 + 0,164X1, di mana nilai t hitung sebesar 2,856 lebih besar dari t tabel 1,984. Harga juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial, ditunjukkan oleh persamaan Y = 27,650 + 0,333X2, dengan t hitung 6,803 lebih besar dari t tabel 1,984. Secara simultan, kualitas pelayanan dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, sebagaimana ditunjukkan oleh persamaan Y = 25,844 + 0,070X1 + 0,313X2, dengan nilai F hitung sebesar 24,259 lebih besar dari F tabel 3,090 serta koefisien determinasi sebesar 33,3 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan penetapan harga yang lebih kompetitif dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk alat jahit di Mahardhika Tailor.
Pemodelan Prediksi Banjir di Kota Denpasar Menggunakan Random Forest Theresia Ananda Eleonora; Adie Wahyudi Oktavia Gama; Gede Humaswara Prathama; Md. Wira Putra Dananjaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13424

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, dan Kota Denpasar, Bali, menghadapi kejadian banjir berulang akibat pesatnya urbanisasi, berkurangnya daerah resapan air, serta kondisi topografi yang rendah. Penelitian ini mengembangkan model prediksi potensi banjir untuk Kota Denpasar menggunakan algoritma Random Forest, yang dilatih menggunakan lima variabel lingkungan berbasis penginderaan jauh yang diekstraksi melalui Google Earth Engine, yaitu curah hujan (CHIRPS), elevasi (SRTM), tutupan lahan (ESA WorldCover), indeks vegetasi (NDVI dari Landsat 8), dan kelembapan tanah (ERA5-Land). Data historis lokasi kejadian banjir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar periode 2020-2025 digabungkan dengan variabel-variabel lingkungan tersebut untuk membentuk dataset berlabel. Teknik Random Undersampling diterapkan untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas, menghasilkan dataset seimbang sebanyak 416 data, yang kemudian dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Tiga konfigurasi model dibangun dan dibandingkan, yaitu Random Forest baseline, model hasil optimasi Grid Search, dan model hasil optimasi Particle Swarm Optimization (PSO), yang masing-masing dievaluasi menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Di antara ketiga konfigurasi model, model Random Forest baseline menghasilkan performa terbaik secara keseluruhan, dengan accuracy tertinggi (88,10%), precision tertinggi (83,33%), recall tertinggi (95,24%), dan F1-score tertinggi (88,89%), serta waktu komputasi tersingkat (0,23 detik). Sebaliknya, optimasi menggunakan Grid Search dan PSO justru menurunkan performa di seluruh metrik evaluasi dibandingkan baseline, dengan accuracy masing-masing sebesar 84,52% dan 85,71%. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi data penginderaan jauh dengan algoritma Random Forest mampu menghasilkan model prediksi potensi banjir yang andal untuk mendukung perencanaan mitigasi bencana di Kota Denpasar.
Komparasi Biaya Pembuatan Lubang Tanam Menggunakan Hole Digger dan Manual di Kebun Bakrie Sumatera Plantation Nur Dwi Handoyo; Nurkhotimah Sinaga
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13425

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang membutuhkan efisiensi pengelolaan, termasuk pada tahap persiapan penanaman. Pembuatan lubang tanam merupakan salah satu kegiatan penting yang membutuhkan penggunaan tenaga kerja, waktu, dan biaya, sehingga pemilihan metode kerja yang tepat menjadi penting bagi efisiensi operasional perkebunan. Di Kebun Bakrie Sumatera Plantation, pembuatan lubang tanam dilakukan menggunakan metode manual dan hole digger yang memiliki perbedaan dalam kebutuhan tenaga kerja, biaya, produktivitas, dan waktu pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya pembuatan lubang tanam menggunakan hole digger dan metode manual per hektar dan per pokok, membandingkan produktivitas pembuatan lubang tanam per hari, dan membandingkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu lubang tanam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif dengan data yang diperoleh melalui observasi dan pencatatan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan dengan membandingkan biaya, produktivitas, dan waktu kerja kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pembuatan lubang tanam menggunakan hole digger lebih rendah berdasarkan biaya per hektar, yaitu Rp777.672/ha dibandingkan metode manual sebesar Rp810.410/ha. Produktivitas hole digger mencapai 1.200 lubang/hari, sedangkan metode manual 134 lubang/hari. Waktu pembuatan satu lubang menggunakan hole digger sekitar 21 detik, sedangkan metode manual 25 menit. Dengan demikian, hole digger lebih efisien dari aspek biaya per hektar, produktivitas, dan waktu pengerjaan.
Pengaruh Corporate Social Responsibility, Dewan Komisaris Independen dan Kepemilikan Institusi terhadap Agresivitas Pajak Affan Rianda; Agus Afandi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), dewan komisaris independen, dan kepemilikan institusi terhadap agresivitas pajak pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh 15 perusahaan dengan total 75 observasi selama lima tahun. Agresivitas pajak diukur menggunakan Effective Tax Rate (ETR), sedangkan CSR diukur berdasarkan indeks pengungkapan CSR, dewan komisaris independen berdasarkan proporsi komisaris independen, dan kepemilikan institusi berdasarkan proporsi saham yang dimiliki institusi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Hasil pemilihan model melalui uji Chow dan uji Hausman menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak. Dewan komisaris independen juga tidak berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak. Sebaliknya, kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak. Secara simultan, CSR, dewan komisaris independen, dan kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak. Nilai adjusted R-squared sebesar 0,720617 menunjukkan bahwa 72,06% variasi ETR dapat dijelaskan oleh variabel dalam model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur kepemilikan institusional menjadi salah satu faktor yang lebih berperan dalam menjelaskan variasi agresivitas pajak pada perusahaan sektor energi dalam periode pengamatan.
Pengaruh Intensitas Aset Tetap, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen Pajak Annisa Annisa; Siti Hanah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Intensitas Aset Tetap, Struktur modal, dan Ukuran perusahaan terhadap manajemen pajak. Penelitian ini menggunakan variabel dependen manajemen pajak serta variabel independen Intensitas Aset Tetap, Struktur modal dan Ukuran perusahaan. populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan property dan real estate  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).  periode  2021-2024 yaitu sebanyak 92 perusahaan. Dari jumlah populasi tersebut digunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria untuk menentukan sampel, sehingga diperolehlah sampel sebanyak 19 perusahaan. Dengan 76 data observasi selama periode pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  perangkat lunak E-views 12 yang didalamnya meliputi uji statistik deskriptif, analisis model data panel, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. . Berdasarkan hasil pengujian diatas membuktikan bahwa secara simultan Intensitas Aset Tetap, Struktur modal dan Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen pajak. Dan secara parsial struktur modal berpengaruh terhadap manajemen pajak. Sedangkan intensitas aset tetap dan Ukuran Perusahan tidak berpengaruh terhadap manajemen pajak. Hasil ini mengindikasikan bahwa tingkat penggunaan utang perusahaan menjadi pertimbangan utama dalam strategi perpajakan, sementara proporsi aset tetap fisik, dan skala ukuran perusahaan belum menjadi determinan langsung dalam praktik manajemen pajak. Oleh karena itu, kebijakan pendanaan berorientasi utang lebih dominan dimanfaatkan manajemen guna mengoptimalkan beban efisiensi pajak perusahaan secara menyeluruh.