cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
Legal Standing Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Dalam Perkara Ekonomi Syari’ah di Pengadilan Agama Siti Azizah
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.819 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1299

Abstract

Abstract: This study aims to analyze legal standing restraints of LPK authorized by law to litigate in the Religious Courts in sharia economic cases and to explain the reasons and legal considerations of the judges of Religious Courts of Madiun in the decision of case number: 403 / Pdt. G / 2014 / PA.Mn. This research employed a qualitative approach by systematically describing the right of Consumer Protection Institution of Sharia Institution and legal consideration of judges of Religious Court of Madiun  in case verdict number: 403 / Pdt.G / 2014 / PA.Mn then it analyzed thoroughly to find the legal standing of the Consumer Protection Institution in the case of sharia economy in the Religious Courts.The findings showed that Article 46 verse (1) letter c of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection is associated with the main principle in Law No. 7 of 1989 related to the subject of law is the applicability of the Islamic personality has authorized LPKSM to propose a sharia economic case in the Religious Courts in the framework of protecting consumers in certain terms and conditions. The next findingis that the judges of the Religious Court of Madiun deemed the legal standing that has been guaranteed by the law, in consideration of the non-acceptance of cases  by LPKSM merely because of defects in the power of attorney made by consumers to LPKSM.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan batasan legal standing LPK yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk berperkara di Pengadilan Agama dalam perkara ekonomi syariah dan mengetahui serta menjelaskan alasan dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dalam putusan perkara nomor:403/Pdt.G/2014/PA.Mn. Peneletian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menguraikan secara sistematik tentang hak gugat Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Lembaga  syariah  dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dalam putusan perkara nomor:403/Pdt.G/2014/PA.Mn kemudian menganalisanya dengan seksama sehingga menghasilkan temuan mengenai legal standing Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat dalam perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama. Berdasarkan proses pengumpulan data dan analisis data, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan bahwa Pasal 46 ayat (1) huruf c UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dikaitkan dengan prinsip utama dalam UU No 7 Tahun 1989 terkait dengan subyek hukum adalah berlakunya  asas personalitas keislaman telah memberikan kewenangan kepada LPKSM untuk mengajukan perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama dalam rangka perlindungan terhadap konsumen dengan beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Temuan berikutnya, majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun  tidak mempertimbangkan negative terhadap legal standing yang telah mendapat jaminan undang-undang, dalam pertimbangan tidak diterimanya perkara yang diajukan oleh LPKSM semata-mata karena ada cacat dalam surat kuasa yang dibuat konsumen kepada LPKSM.
Desain Pengembangan Inovasi Pendidikan dalam Peningkatan Daya Saing Sekolah: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo Septy Prasetyaning Tyas; Wahid Hariyanto
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.364 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1829

Abstract

Berdasarkan pada laporan World Economic Forum tahun 2015, inovasi pendidikan Indonesia menempati peringkat 30 dunia, sedangkan inovasi pendidikan tinggi berada pada peringkat 60 dunia. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi daya saing sebuah Negara. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan proses inisiasi, implementasi dan kontinuasi inovasi pendidikan dalam peningkatan daya saing sekolah di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses inisiasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo melalui tahap berpikir, tahap menawarkan rancangan inovasi kepada kepala sekolah, tahap pengambilan keputusan inovasi. Proses implementasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo melalui 2 tahapan yaitu langkah awal implementasi inovasi pendidikan dan tahap lanjutan implementasi inovasi pendidikan. Proses kontinuasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo adalah selalu berobsesi dan mengevaluasi inovasi yang telah dilakukan untuk mencapai perbaikan dan kesempurnaan.
Perubahan Kurikulum di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lembaga Pendidikan Islam Ahmadi Ahmadi; Yayah Chairiyah; Safiruddin Al Baqi
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.147 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3373

Abstract

AbstractQuality education today is an essential necessity in human life. The purposes of this research are to describe how the dynamics of curriculum goes on. It used a qualitative descriptive approach. The instruments of collecting data are observation, interview, and  document. The data must be analyzed by the following cycles: reduction, display and verification. It showed that; curriculum religious teacher training is different with the curriculum of Islamic High School. The implementation of the curriculum has to improve some knowledge and policy continuously, especially, to master the curriculum component system supported to the vision. Those are; setting up teachers and education staffs with the standards of educational, structuring teachers to teach according to their field of study, and involving them in any kinds of training and curriculum development policy. It faces several obstacles lacking of curriculum development experiences and theories, educational personnel should contribute more than before in curriculum development.Key words; Curriculum, education system, Islamic education, madrasah. AbstrakPendidikan yang berkualitas merupakan keperluan esensi yang amat penting dalam kehidupan manusia masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruk bagaimana dinamika kurikulum berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Gambaran fakta data diperoleh melalui teknik pengamatan, wawancara, dan dokumen. Data dianalisa dengan siklus; reduksi, pemaparan dan simpulan. Hasil riset menunjukan; kurikulum Pendidikan Guru Agama  berbeda dengan Madrasah Aliyah, implementasi kurikulum madrasah meningkatkan pengetahuan dan komponen kurikulum yang mendukung terhadap visi. Proses tahapan tersebut; menyiapkan guru dan staff perkantoran yang  sesuai dengan kualifikasi pendidikan, guru mengajar sesuai dengan bidangnya, mengikutsertakan mereka dalam kebijakan program pelatihan dan pengembangan kurikulum. Implementasi menghadapi beberapa kendala; kurang pengalaman dalam pengembangan dan pengasaan teori, pelaksana kurikulum seharusnya dapat berkonstribusi lebih dalam pengembangannya.
ALTRUISME GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Farhad Muhammad; Abdul Muhid
Muslim Heritage Vol 7, No 2 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.14 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i2.4798

Abstract

AbstractTeacher Altruism in an Islamic Perspective. Altruism as an active attitude of a person to help others has a significant social impact, in Islam altruism is better known in its terms which is one of the basic attitudes of a Muslim, especially for teachers who are central figures in the education of future generations to become the better person should be one with altruism. This study aims to reveal the similarities and differences between altruism and itsar, and altruistic attitudes of teachers. The method in this study is a literature review, the source of the data is taken from literature and journals related to the research topic. The results of this study are altruism and itsar have similarities in the meaning of both which refer to individual actions that want good for others without getting reciprocity, along with indicators in the form of; attitude of giving, cooperation, donation, helping, honest, and generous, while the difference lies in the spiritual aspect in Itsar’s indicators, so that makes itsar more perfect than altruism. Mu'tsir teachers in Islam are teachers who prioritize the interests of students compared to the teacher himself, making indicators of altruism as the basis of their competence, by adding spiritual competence contained in itsar as a manifestation of faith and charity as a Muslim, and as an accountability answer before Allah SWT. AbstrakAltruisme Guru Dalam Perspektif Islam.Altruisme sebagai sikap aktif seseorang untuk membantu orang lain memiliki dampak sosial yang signifikan, dalam islam altruismelebih dikenal dalam term itsar yang merupakan salah satu sikap dasar seorang muslim, terlebih bagi Guru yang merupakan tokoh sentral dalam pendidikan generasi mendatang untuk menjadi pribadi yang lebih baik haruslah merupakan seorang dengan sikap altruisme. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan persamaan dan perbedaan antara altruisme dan itsar, dan sikap-sikap altruisme guru. Metode dalam penelitian ini merupakan kajian pustaka, sumber datanya diambil dari literatur dan jurnal yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini adalah altruisme dan itsar memiliki persamaan dalam pengertian keduanya yang merujuk pada tindakan individu yang menghendaki kebaikan bagi orang lain tanpa mendapatkan timbal balik, berikut indikatornya yang berupa; sikap memberi, kerjasama, donasi, menolong, jujur, dan dermawan, sedangkan perbedaannya terletak pada keberadaan aspek spiritual dalam indikator yang dimiliki term Itsar, sehingga cakupan itsar bisa menjadi lebih sempurna dari altruisme. Guru yang mu’tsir dalam Islam merupakan guru yang lebih mengutamakan kepentingan peserta didik dibandingkan dengan diri guru itu sendiri, menjadikan indikator altruisme sebagai dasar kompetensi yang dimilikinya, dengan menambahkan kompetensi spiritual yang terdapat pada itsar sebagai perwujudan iman dan amalnya sebagai muslim, dan sebagai pertanggung jawabannya dihadapan Allah SWT.
Pengaruh Guru Profesional dan Iklim Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo Philip Fatma Dewi
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.193 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1116

Abstract

Abstract: This research aims to determine (1) the effect of professional teacher on the quality of learning, (2) the effect of school climate on the quality of learning, (3) the effect of teacher professional and school climate on the quality of learning. This research employed quantitative approach and the research design was Expost_Facto. The results of this study indicate: (1) There is a positive and significant effect of professional teachers on the quality of learning as it is proved by ttest 15.368> ttable 1.98 with the coefficient of determination 0.7. (2) There is a positive and significant effect of school climate on the quality of learning which is shown by ttest 22,745> ttable 1,98 with coefficient of determination 0,837. (3) There is a positive and significant effect of  teacher professional and school climate on the quality of learning shown by Ftest 257,963> Ftable 3,09 with contribution effectiveness equal to 83,8%. It can concluded that professional teachers and school climate significantly influence the quality of learning. Therefore, it is suggested that teachers should keep on improving their professionalism through sustainable professional development activities. Then, schools and stakeholders should establish a good school climate through the establishing and good school culture. Furthermore, the government should improve the continuous professional development activities for teachers. As for other researchers should conduct further research to reveal other factors that affect the less maximum quality of learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru profesional terhadap mutu pembelajaran, pengaruh iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran, dan pengaruh secara bersama-sama antara guru profesional dan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan penelitian Expost_Facto. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan guru profesional terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan thitung 15,368 > ttabel 1,98 dengan koefisien determinasi 0,7, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan thitung 22,745 > ttabel 1,98 dengan koefisien determinasi 0,837, dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara guru professional dan iklim sekolah terhadap mutu pembelajaran yang ditunjukkan dengan Fhitung 257,963 > Ftabel 3,09 dengan sumbangan efektifitas sebesar 83,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru profesional dan iklim sekolah mempunyai pengaruh terhadap mutu pembelajaran. Oleh karena itu disarankan kepada para guru hendaknya terus berusaha meningkatkan keprofesionalannya melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Bagi sekolah hendaknya membangun iklim sekolah yang baik melalui penanaman dan pembiasaan budaya sekolah yang baik oleh seluruh stakeholder sekolah. Bagi pemerintah hendaknya meningkatkan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Sedangkan bagi peneliti lain hendaknya melakukan penelitian lebih lanjut guna mengungkap faktor-faktor lain yang mempengaruhi dan menyebabkan kurang maksimalnya mutu pembelajaran.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN PADA LAZNAS YATIM MANDIRI CABANG PONOROGO DITINJAU DARI MARKETING SYARIAH Eka Wahyu Wibowo
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.612 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1608

Abstract

LAZNAS Yatim Mandiri Cabang Ponorogo is a non-profit or non-profit institution that is dedicated to empower all potential orphans through the management of ziswaf funds, whether individual, institutional, institutional or coorporate and domiciled in Ponorogo. This study purpose is analyzing the concept and application of marketing mix at the institution in terms of sharia marketing. This research mehod uses a qualitative approach and research type is descriptive qualitative with observation method and interview to capture data, then conducted analysis and position of researcher as key instrument. The results of this study are: First, the marketing mix at the agency focuses on the diversification of products coupled with the launch of innovative products of good quality, halal and tayyib with low price and supported by good service and very strategic office location for promotion and uphold honesty in marketing process as syiar Islam the aim is the penetration of market segments. Second, the institute performs strategy segmentation, targeting, positioning, diferentiation to meet the target selling that pay attention to customer satisfaction by building brand, service and process good. AbstrakLAZNAS Yatim Mandiri Cabang Ponorogo merupakan lembaga nirlaba atau non profit yang berkhidmat memberdayakan segala potensi anak yatim melalui pengelolaan dana ziswaf baik perorangan, lembaga, institusi maupun coorporate dan berkedudukan di Ponorogo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep dan penerapan bauran pemasaran pada lembaga tersebut ditinjau dari marketing syariah. Metode peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian diskriptif kualitatif dengan metode pengamatan dan wawancara untuk menjaring data, kemudian dilakukan analisis dan posisi peneliti sebagai intrumen kunci. Hasil dari penelitian adalah: Pertama, bauran pemasaran pada lembaga tersebut menitik beratkan pada diversifikasi produk yang dibarengi dengan peluncuran produk inovatif yang berkualitas baik, halal dan tayyib dengan harga rendah dan serta ditunjang dengan layanan bagus dan lokasi kantor yang sangat strategis untuk promosi serta menjunjung tinggi kejujuran dalam proses pemasarannya sebagai syiar Islam tujuannya adalah penetrasi segmen pasar. Kedua, lembaga tersebut melakukan strategi segmentation, targeting, positioning, diferentiation untuk memenuhi target selling yang memperhatikan kepuasan konsumen dengan membangun brand, service dan process yang bagus
Ajaran Kepemimpinan Jawa dalam Serat Nitisruti dan Relevansinya dengan Pendidikan Izzuddin Rijal Fahmi
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.191 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2810

Abstract

AbstractOne result of culture is literature. As a cultural heritage, old literature can also reveal information about past cultural outcomes through classical texts that can be read in relics in the form of writing or texts. In Java, manuscripts that are still in the form of handscript text or that have been in the form of copies are referred to as serat. The contents of the Javanese script (serat) mostly contain teachings (piwulang), so it is called a didactic literature. The teachings contained in the Javanese text range from Islamic mysticism esoterism (Sufism) to leadership ethics. One of the Javanese texts containing the teachings of leadership is Serat Nitisruti. This research’s goals are: (1) to identify the Serat Nitisruti, and (2) to analyze the Javanese leadership didactic in Serat Nitisruti and its relevance to Islamic education. Using the philological method consisting of: (1) manuscript inventory, (2) manuscript description, (3) text edits, (4) text translation, and (5) content analysis. AbstrakSalah satu hasil dari budaya adalah karya sastra. Sebagai warisan kebudayaan, sastra lama juga dapat mengungkapkan informasi tentang hasil budaya pada masa lampau melalui teks klasik yang dapat dibaca dalam peninggalan-peninggalan yang berupa tulisan atau naskah. Di Jawa, naskah yang masih berupa teks tulisan tangan atau yang sudah dalam bentuk salinan disebut sebagai serat. Isi dari naskah Jawa (serat) itu sebagian besar memuat ajaran (piwulang), sehingga disebut naskah didaktik (didactic literature). Ajaran-ajaran yang dimuat dalam naskah Jawa terentang mulai dari esoterisme mistik Islam (tasawuf) hingga etika-moralitas kepemimpinan. Salah satu naskah Jawa yang memuat ajaran kepemimpinan adalah Serat Nitisruti. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi naskah Serat Nitisruti, dan (2) menganalisis ajaran kepemimpinan Jawa dalam Serat Nitisruti dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Menggunakan metode filologi yang terdiri dari: (1) inventarisasi naskah, (2) deskripsi naskah, (3) suntingan teks, (4) terjemahan teks, dan (5) analisis isi.
Perlindungan Nasabah BMT Beringharjo Cabang Ponorogo Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Muhammad Isnan
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.444 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.385

Abstract

Abstract: The financial institution of Syari’ah is growing and developing rapidly in Indonesia. One of it is BMT (Baītul Māl wa Tamwīl). In the legal protection for clients, BMT has not yet had a legal protection particularly, but it still refers to another legal protections like koperasi and Financial Fervices Authority. The legal protection that is given for BMT Beringharjo branch Ponorogo is embodied through the ragulation of Koperasi . It is not appropriate according to the regulation No. 21. Year 2010 about Financial Fervices Authority and No. 1 Year 2013 about Micro Financial Fervices. According to that case, this article will study about the client protection given by BMT Beringharjo Branch Ponorogo in the perspective of positive and Islamic laws. According to study, so it can be deduced: first, the implementation of protection that is given by BMT Beringharjo is still less appropriate based on regulation No. 21 Year 2011 about OJK and No. 1 Year 2013 about LKM, but BMT Beringharjo has applied a legal protection of Koperasi and legal protection implicitly. Whereas the implementation of protection of Islamic law is the protection given by ilahi precepts which conveyed from Wahyu in Al-Qur’an and Sunnah. It is realized by BMT, because the clients of BMT Beringharjo less know the impact when the financial institution like BMT experinces a bankrupt.Abstrak:Lembaga Keuangan Syari’ah tumbuh dan berkembang pesat di Indonesia, salah satunya adalah BMT (Baītul Māl wa Tamwīl). Dalam perlindungan hukum kepada nasabahnya, BMT belum memiliki payung hukum secara khusus, namun masih mengacu pada beberapa payung hukum lain seperti koperasi dan Otoritas Jasa Keuangan. Perlindungan hukum yang diberikan BMT Beringharjo Cabang Ponorogo diwujudkan melalui Undang-undang perkoperasian. Hal ini ternyata tidak sesuai menurut Undang-undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dan Undang-undang No. 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Berdasarkan persoalan tersebut, artikel ini akan mengkaji  tentang perlindungan nasabah di BMT Beringharjo Cabang Ponorogo dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam. Berdasarkan kajian, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, bahwa: Pertama, Implementasi perlindungan yang diberikan oleh BMT Beringharjo masih kurang sesuai menurut UU No. 21 Tahun 2011 tentang OJK dan UU No. 1 Tahun 2013 tentang LKM, akan tetapi BMT Beringharjo sudah menerapkan perlindungan hukum perkoperasian dan perlindungan hukum secara implisit. Sedangkan implementasi perlindungan prespektif hukum Islam merupakan perlindungan yang diberikan oleh ajaran-ajaran Ila>hi> yang disampaikan lewat Wahyu yang dapat ditelusuri dalam ayat al-Qur’an maupun sunah, hal ini direalisasikan oleh BMT Beringharjo dengan sistem audit. Kedua, Implikasi pada BMT Berngharjo dalam menerapkan perlindungan hukum tidak berdampak bagi para nasabah yang mengamanahkan dananya di BMT tersebut, karena nasabah BMT Beringharjo kurang mengetahui dampak yang akan diterima ketika sebuah lembaga keuangan seperti BMT mengalami pailit.
Rekontruksi Hukum Waris Islam: Makna Kala>lah David S. Power Niswatul Hidayati
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.997 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1051

Abstract

Abstract: As a scholar who concerns in Islamic Law especially in Islamic inheritance law, David S. Power believes that Islamic inheritance was formed in the midle age era. According to him, Islamic inheritance law recently is very different from what Moslem has at the time of Prophet Muhammad, which is called by him as the beginning-Islamic inheritance law. This article tries to discuss the idea of David S Power about Islamic inheritance law. The first, form of the beginning-Islamic inheritance law consist of testamentair inheritance and ab intestato inheritance as the original form of command of al-Qur'an before these changes into ‘ilm al-fara’id according to David. The second, after he reconstructs by tracing the history from riwayat and by using linguistic to investigate, he finds that the meaning of kalalah that develops recently is diferent from the real meaning especially in reading and understanding the word yuritsu, imra’atan, and yus’i that mentioned in al-Qur'an in Surah an-Nisa, verse 12. This basically changed the meaning of kalalah.    Abstrak: David S.Power sebagai sarjana Barat pengkaji hukum Islam, salah satunya hukum waris Islam, percaya bahwa hukum waris Islam yang dianggap mapan oleh masyarakat Muslim hingga saat ini adalah sesuatu yang baru terbentuk pada abad pertengahan. Hukum waris Islam saat ini jauh berbeda dengan hukum waris yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW, yang ia sebut dengan hukum waris purwa-Islam. Artikel ini mencoba membahas kontruksi gagasan David S.Power mengenai hukum waris Islam, yaitu: pertama, bentuk hukum waris purwa-Islam yang terdiri dari kewarisan testamentair (penunjukan ahli waris/berwasiat) dan kewarisan ab intestato (meninggal dalam keadaan tidak membuat surat wasiat) yang menurut David adalah bentuk asli dari perintah al-Qur’an, sebelum berubah menjadi ‘ilm al- fara>’id  yang mapan. Kedua, rekontruksinya melalui penelusuran riwayat dan dengan alat bantu linguistik, ia menemukan bahwa arti kala>lah yang berkembang hingga detik ini jauh berbeda dari makna aslinya, terutama terhadap pembacaan kata yu>ritsu, imra’atan dan yu>s}i> dalam Q.S an-Nisa ayat 12, yang berakibat pada perubahan secara mendasar makna kala>lah.
WAQF AL-IRSÂD: Menyoal Pelaksanaan dan Kedudukan Wakaf Tanah “Béngkok” sebagai Suatu Fenomena Wakaf Negara dalam Kajian Fiqh iza hanifuddin
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.29 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1606

Abstract

AbstractThe village land / béngkok serves as compensation for the salary of the government board through the use of rice field processing. However, not all objects are in the form of rice fields, it can be manifested as a mosque, cemetery, field, and even village punden. In the case of rise fields, they can be distributed in turn among the village apparatus from time to time, while the other objects not distributed in turn, since they have been functioning for a long time based on the customary. Such condition is required to be concern to various groups due to the ambiguous status of bengkok whether they are belong to village or public property. Meanwhile, the utilization of that function has also been valid for quite a long time without any conversion. This paper tries to offer the concept of State Waqf as an alternative solution to solve the ambiguity of this position. The writer utilize the Waqf al-Irsad theory as the State Endowments Fiqh considering the functions and benefits of bengkokas religious matters, namely mosques and village graves in which the state has role as policy maker and technical controllerof land law. Tanah béngkok desa berfungsi sebagai kompensasi gaji aparatur desa melalui jalan pemanfaatan pengolahan sawah. Namun, tidak semua objek béngkok berwujud sawah. Béngkok ada yang diwujudkan sebagai masjid, kuburan, lapangan, bahkan punden desa. Pada sawah, status pemanfaatannya bisa dipergilirkan di antara aparatur desa dari masa ke masa, sedangkan pada objek selain sawah keberlakuannya tidak dipergilirkan, tetapi sudah berfungsi untuk itu sejak lama, sejak desa adat itu sendiri ada dari zaman nenek moyang. Kedudukan seperti itu perlu menjadi perhatian berbagai pihak karena statusnya yang “ngambang” antara milik desa karena statusnya atau milik masyarakat karena adatnya. Kedua-duanya pasti saling memiliki dan memerlukan. Sementara, pemanfaatan untuk fungsi itu pun sudah berlaku dalam kurun yang cukup lama tanpa ada alih fungsi. Tulisan ini mencoba menawarkan konsep Wakaf Negara sebagai solusi alternatif mengurai “kengambangan” kedudukan béngkok ini.  Penulis menggunakan teori Waqf al-Irsâd sebagai Fiqh Wakaf Negara mengingat fungsi dan manfaat béngkok selama ini lebih banyak untuk urusan keagamaan, yaitu masjid dan kuburan desa di mana negara selama ini sebagai pembuat kebijakan dan pengendali teknis keagrariannya.

Page 2 of 18 | Total Record : 173