cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
Manajemen Partisipatif Warga Sekolah Dalam Pengembangan Budaya Religius Peserta Didik Rubiati Rubiati
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.711 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.598

Abstract

Abstract: The religious culture is a form of religious teaching values that appear in the way a person behaves. In the context of educational institutions, religious culture appear in the organizational culture, followed by all the people in the school. So that the religious culture need to be developed through effective participative (participatory) management. Participative management is intended to empower the school community to the fullest involvement in the management of religious culture development programs. This study aimed to describe, analyze and explain the application of school community participative management in the development of religious culture of students in SMAN I Kwadungan. This study produced three findings: first, the development program of religious culture of learners are formulated based on the vision and mission of the school, which is further manifested in the six activities, namely: Islamic clothing (uniforms), giving smile, a greeting, obligatory prayer in congregation, Friday prayer, reading Al-Qur'an and infaq. Second, the application of participative management school community in the development of religious culture was done by involving people in schools ranging from decision-making, implementation, benefit to the evaluation. Thirdly, By applying participative management, school community gives a good response in the form of positive attitudes and actions, and fully contribute to supporting the development of religious culture.Abstrak: Budaya religius merupakan wujud nilai-nilai ajaran agama yang tampak dalam cara berperilaku seseorang. Dalam konteks kelembagaan pendidikan, budaya religius tampak dalam budaya organisasi yang diikuti oleh seluruh warga di sekolah. Agar budaya religius benar-benar menjadi cara berperilaku baik individu maupun organisasi, perlu dikembangkan melalui manajemen partisipatif yang efektif. Manajemen partisipatif dimaksudkan untuk memberdayakan keterlibatan warga sekolah secara maksimal dalam pengelolaan program-program pengembangan budaya religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menjelaskan tentang penerapan manajemen partisipatif warga sekolah dalam pengembangan budaya religius peserta didik di SMAN I Kwadungan. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan: pertama, program pengembangan budaya religius peserta didik dirumuskan berdasar pada visi dan misi sekolah, yang selanjutnya diwujudkan dalam enam kegiatan, yaitu: busana (seragam) Islami, memberi senyum, menyapa, sholat fardhu berjamaah, sholat jumat, membaca Al-Qur’an dan infaq.  Kedua, penerapan manajemen partisipatif warga sekolah dalam pengembangan budaya religius dilakukan dengan melibatkan warga sekolah mulai dari proses pengambilan keputusan, pelaksanaan, memperoleh manfaat sampai dengan evaluasi. Ketiga, Dengan menerapkan manajemen partisipatif,  warga sekolah memberikan respon yang baik yang berupa sikap dan tindakan positif, serta berkontribusi dalam mendukung pelakasnaan pengembangan budaya religius peserta didik.
KEABSAHAN UANG ELEKTRONIK (E-MONEY) PERSPEKTIF QAWA’ID FIQHIYAH: SEBUAH TINJAUAN EMPIRIS TERHADAP KRITIK UANG ELEKTRONIK Imam Kamaluddin; Setiawan Bin Lahuri; Chindy Chintya Cahya
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.886 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.4282

Abstract

AbstractThe emergence of transaction media such as electronic money provides many benefits for the public in transacting. However, in the law of its use, electronic money reaps a lot of controversy between whether it is legal or not according to Islamic law. This paper aims to review the validity of electronic money based on fiqh principles. The method used is descriptive qualitative through a literature survey. The results of this study indicate that electronic money is generally legal based on fiqh rules. The many benefits provided by electronic money make it easier for people to make transactions so that it provides benefits for its users. Nevertheless, there are several aspects that must be considered so that in the application of electronic money so as not to run away from the principles and rules of fiqh that have been set. Several principles that must be applied in transactions using electronic money are to avoid maysir and in its use it does not encourage isyraf and is not used to make transactions for illegitimate objects. AbstrakKemunculan media transaksi seperti uang elektronik memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dalam bertransaksi.Namun dalam hukum penggunaannya, uang elektronik menuai banyak kontroversi antara sah atau tidaknya menurut hukum Islam.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ulang keabsahan uang elektronik berdasarkan kaidah-kaidah fikih. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif melalui survey literature. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa uang elektronik secara umum hukumnya boleh berdasarkan kaidah-kaidah fikih. Banyaknya manfaat yang diberikan oleh uang elektronik menjadikan masyarakat lebih mudah dalam melakukan transaksi sehingga  memberikan kemashlahatan bagi penggunanya. Meskipun demikian terdapat beberapa aspek yang tetap harus diperhatikan agar dalam  penerapannya uang elektronik agar  tidak lari dari prinsip-prinsip maupun kaidah-kaidah fikih yang telah ditetapkan. Beberapa prinsip yang harus diditerapkan dalam transaksi menggunakan uang elektronik yaitu terhindar dari maysir serta dalam penggunaannya tidak mendorong isyraf dan tidak digunakan untuk melakukan transaksi objek yang haram
Urgensi Manajemen Inovasi Berbasis Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Wahid Hariyanto
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.192 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1112

Abstract

Abstract: Nowadays, education in Indonesia is still left behind from other countries. Based on several surveys conducted by PISA and the Global School by OECD, Indonesia always in the last rank. This study is intended to describe the forms of innovation, the supporting factors, and the practice of innovation management based entrepreneurship in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. The design of this research was qualitative. Data were collected through interview, observation and documentation. This study reveals that SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo to employed innovation management based entrepreneurship system, namely innovation based on entrepreneurial values in improving the quality of education. SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo conducted organizational innovation and product innovation, with the nature of duplication and extension innovation. The supporting factors in the construction of innovation by creating an innovator team and innovative climate system handled  by the headmaster. The innovation management based entrepreneurship in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo has a series of activities, namely Plan: discovering information, Do: deciding innovation, Check: developing product by monitoring, Act: doing production, and entrepreneurial traits characterized by distributing product activity.Abstrak: Dari fakta yang ada pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan Negara-negara lain. Hal ini didasarkan dari beberapa survei yang ada baik PISA ataupun Sekolah Global oleh OECD Indonesia selalu menempati posisi terakhir. Tujuan dari penelitian ini ingin melihat bentuk-bentuk inovasi yang diciptakan, faktor pendukung, serta praktik dari manajemen inovasi yang berbasis kewirausahaan yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan penentuan informan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo untuk meningkatkan mutu pendidikannya menggunakan sistem manajemen inovasi berbasis kewirausahaan, yakni inovasi yang didasarkan pada nilai-nilai kewirausahaan. Inovasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo diantaranya inovasi organisasi dan inovasi produk, dengan sifat inovasi duplikasi dan ekstensi. Faktor pendukung inovasi berupa penciptaan sistem iklim inovatif dan tim inovator oleh kepala sekolah. Manajemen inovasi berbasis kewirausahaan yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo memiliki alur kegiatan Plan: discovering information, Do: deciding innovation, Check: developing product by monitoring, Act: doing production, serta ciri kewirausahaan ditandai dengan aktivitas distributing product.
BANK UMUM SYARIAH : PERSPEKTIF KINERJA DEPOSITO MUDHARABAH ARDIANI IKA SULISTYAWATI
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.42 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari tingkat suku bunga, nisbah bagi hasil, inflasi dan likuiditas terhadap deposito mudharabah pada bank umum syariah (BUS) yang ada di Jawa Tengah. Variabel dependen yang digunakan adalah deposito mudharabah dan variabel independennya antara lain tingkat suku bunga, nisbah bagi hasil, inflasi dan likuiditas. Populasi dalam penelitian ini merupakan bank umum syariah yang terdaftar di Bank Indonesia (BI) pada periode 2010-2015, pengambilan sampel menggunakan metode judgment sampling terhadap bank umum syariah yang konsisten menerbitkan laporan keuangan triwulan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi serta dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel likuiditas yang diproksikan menggunakan finace to deposit ratio (FDR) berpengaruh terhadap deposito mudharabah. Sedangkan variabel tingkat suku bunga, nisbah bagi hasil dan inflasi tidak berpengaruh terhadap deposito mudharabah. Artinya, tingkat keyakinan yang diperoleh sebesar 26,3% dipengaruhi oleh keempat variabel tersebut. sedangkan 73,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
PROBLEM KEHADIRAN DAN UPAYA HUKUM TERGUGAT DALAM PUTUSAN VERSTEK PERKARA PERCERAIAN PADA PENGADILAN AGAMA BANDUNG Bustanul Arifien Rusydi
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.142 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2362

Abstract

AbstractImposing court decisions in verstek are regulated in Article 125 HIR paragraph (1) or Article 149 RBg paragraph (1). The main requirement is that the plaintiff fulfills the summons to the trial, while the defendant has never attended the trial at all until the verdict is passed. The various types of decisions passed on the grounds of the party's presence also have an impact on legal remedies that can be taken by the party objecting to the decision. This study aims to determine the interpretation and implementation of judges on the provisions of the decision making verstek. The type of research used is juridical normative, namely the statutory approach and legal theory on cases that are the object of research. The results found, that in practice at the Bandung Religious Court there are judges who have other interpretations of the terms of the requirements for the imposition of verstek decisions. The defendant who was never present during the examination of the case but was present at the reading of the verdict, the judge can still issue a verdict in verstek. The presence of the defendant at the reading of the decision is equivalent to the notification of the contents of the decision. In addition, on the verstek decision that was appealed, there was a high judge who accepted and granted the legal remedy. Even though the legal action against the Verstek decision was by verzet, not filing an appeal. AbstrakPenjatuhan putusan pengadilan secara verstek diatur dalam Pasal 125 HIR ayat (1) atau Pasal 149 RBg ayat (1). Syarat utamanya yaitu penggugat memenuhi panggilan persidangan, sedangkan tergugat sama sekali tidak pernah menghadiri persidangan sampai dengan putusan dijatuhkan. Beragamnya jenis putusan yang dijatuhkan atas alasan kehadiran pihak maka berdampak pula pada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak yang keberatan atas putusan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran dan implementasi hakim terhadap ketentuan penjatuhan putusan verstek. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu pendekatan perundang-undangan dan teori hukum terhadap kasus yang dijadikan objek penelitian. Hasil yang ditemukan, bahwa pada praktiknya pada Pengadilan Agama Bandung terdapat hakim yang memiliki penafsiran lain terhadap ketentuan syarat penjatuhan putusan verstek. Tergugat yang tidak pernah hadir selama pemeriksaan perkara tetapi hadir pada saat pembacaan putusan, hakim tetap dapat menjatuhkan putusan verstek. Kehadiran tergugat pada saat pembacaan putusan disetarakan dengan pemberitahuan isi putusan. Selain itu, atas putusan verstek yang diajukan banding terdapat hakim tinggi yang menerima dan mengabulkan upaya hukum tersebut. Padahal upaya hukum terhadap putusan verstek adalah dengan verzet, bukan mengajukan banding.
Tradisi Persenan Bagi Pedagang Pracangan di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Dalam Perspektif Filantropi Islam Anang Wahyu Eko Setyanto
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.96 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.381

Abstract

Abstract: According to economic theory, satisfaction in consuming something effects on the utility. The higher the satisfaction, the higher the utility. Conversely, the lower the satisfaction, then the lower the utility. Such opportunity is commonly used by some traders to make profit, as practiced by pracangan traders (staple goods retailers) of the Songgolangit Market, Ponorogo. They promote or advertise goods or services by promising gifts called persenan (tip) to customers. This study examines the tradition of persenan among pracangan traders of Songgolangit Market Ponorogo in the perspective of Islamic philanthropy. The results of this study indicate that; 1) pracangan traders of Songgolangit Market Ponorogo interpret the persenan as religious charities, i.e., as an expression of gratitude to customers and as a means to strengthen the friendship, 2) persenan in the concept of Islamic philanthropy is a grant which has religious significance and as an effort to maintain customer loyalty in order to increase the sales turnover.Abstrak: Di dalam teori ekonomi kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang dinamakan utility atau nilai guna. Kalau kepuasan semakin tinggi, semakin tinggi pula nilai gunanya. Sebaliknya, bila kepuasan semakin rendah, maka semakin rendah pula nilai gunanya. Celah ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha untuk meraup untung. Salah satunya mempromosikan atau mengiklankan barang atau jasa dengan menjajikan berbagai macam hadiah. Salah satunya seperti pedagang pracangan yang berada di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo. Pedagang pracangan melakukan praktek pemberian hadiah kepada pelanggan yang sering disebut dengan pemberian persenan. Penelitian ini menelaah tentang Tradisi Persenan Bagi Pedagang Pracangan Di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Dalam perspektif Filantropi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Praktik pemberian persenan menurut pedagang pracangan di Pasar Songgolangit Kabupaten Ponorogo memaknai sebagai amal ibadah, dan tradisi yang sudah berjalan yang harus di ikuti, sebagai tanda terimakasih, sebagai alat untuk mempererat silaturahmi, 2) Tradisi persenan yang dilakukan oleh para pedagang pracangan dalam konsep filantropi Islam adalah lebih condong kepada pemberian hibah. selain mempunyai nilai ibadah juga menjadi sarana promosi bagi pedagang pracangan yang bisa menambah loyalitas pembeli dan berkembangnya penjualan produk.
Qanun Aceh No 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat Dalam Pandangan Fik{ih dan KUHP Ali Geno Berutu
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.426 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1047

Abstract

Abstract: Interdiction of khalwat (seclusion) is the early prevention of fornication, because it is basically starts from the things that lead to it. The establishment of Qanun No. 14 of 2003 on khalwat (seclusion) as Qanun in jinayat in the early application of Islamic law in Aceh is not without reason, that selection has at least two reasons. The first reason, khalwat (seclusion) is the one form of immoral deed (haram) in Islamic law and very disturbing on society. The second reason, there is euphoria on society in the form of "people's justice" to this Qanun in jinayat. Therefore in order to avoid any vigilante among society in Aceh, Aceh Government established Qanun No. 14 of 2003 to anticipate any chaos among society in Aceh. Abstrak: Larangan khalwat merupakan pencegahan dini terhadap perbuatan zina karena perbuatan zina pada dasarnya dimulai dari hal-hal yang mengarah kepadanya. Pengesahan Qanun No 14 Tahun 2003 tentang Khalwat pada awal penerapan syariat Islam di Aceh sebagai qanun dalam bidang jina>ya>t bukannya tanpa alasan, pemilihan qanun tersebut sekurang-kurangnya memiliki dua alasan. Alasan yang pertama, perbuatan khalwat mmerupakan bentuk maksiat (haram) dalam syariat Islam dan sangat meresahkan masyarakat namun belum tertangani dengan baik. Kedua, adanya euforia di dalam lapisan masyarakat dalam bentuk “peradilan rakyat” terhadap jenis yang diatur dalam qanun jina>ya>t ini, guna untuk menghindari main hakim sendiri ditengah-tengah masyarakat, maka Pemerintah Aceh mengesahkan Qanun No 14 Tahun 2003 sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kekacauan di lapisan masyarakat Aceh.
DESAIN JASA PENDIDIKAN PADA MADRASAH IBTIDAIYAH ALAM ISLAMIC CENTER PONOROGO Nika Rustiani
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.727 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1486

Abstract

Abstract: This article discuss the description of educational services products, the implications of education services products to the excellent image school and  the strategy of product development of education services at Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo. It employed qualitative approach and case study research. The result of analysis showed that First, in creating educational product and program is carried by forming a series of activities including core benefit, basic product, expected product, augmented product, potential product and conducted observation, design product, socialization product, implementation product, evaluation product. Second, the strategy of educational product development services is conducted by changing old products, formulating similar products or programs and rearranging educational products or programs. Thirdly, in realizing its image as a superior school can be seen from three aspects, namely input, process and output. While the implication of education program or product can be carried out through the increasing of customer satisfaction.  Abstrak: Artikel ini akan membahas tentang bagaimana deskripsi produk jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo, bagaimana implikasi produk jasa pendidikan terhadap citra madrasah unggul di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dan bagaimana strategi pengembangan produk jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Berdasarkan kajian dalam artikel ini, maka dapat disimpulkan: Pertama, Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dalam menciptakan produk atau program pendidikannya dilakukan dengan membentuk rangkaian kegiatan yang meliputi core benefit, basic product, expected product, augmented product, potential product dan melakukan alur observation, design product, socialization product, implementation product, evaluation product. Kedua, strategi pengembangan produk jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dilakukan dengan mengubah produk lama, merumuskan produk atau program yang sejenis dan menata ulang produk atau program pendidikan. Ketiga, Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo dalam mewujudkan citranya sebagai madrasah unggul dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu input, proses dan output. Sedangkan implikasi produk atau program pendidikan terhadap citra madrasah unggul di Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo ini adalah dengan meningkatnya kepuasan pelanggan.
Analisis Perbandingan Kinerja Perbankan Syariah dengan Pendekatan Profitabilitas dan Maqasid Shari’ah (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia Periode Tahun 2013-2017) Danang Tri Cahyono
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.554 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1986

Abstract

Operasional bank syariah selain meningkatkan kinerja keuangan dituntut juga dalam pengoptimalan kinerja sosial karena Islam adalah agama yang mengedepankan pentingnya nilai-nilai sosial di masyarakat ketimbang hanya sekedar menghadapkan wajah kita ke barat dan ke timur dalam shalat. Dalam amanat UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, fungsi sosial dari bank syariah ini juga dipertegas. Tetapi persoalannya, selama ini evaluasi terhadap kinerja bank lebih terfokus kepada kinerja bisnis atau finansialnya semata. Cukup banyak penelitian yang menilai kinerja finansial bank syariah yang kemudian lebih dikenal dengan kesehatan bank syariah. Sementara, kinerja sosial bank syariah sering kali terlupakan. Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia merupakan bank yang memiliki jumlah aset dan jumlah kantor cabang yang banyak. Sehingga kedua bank tersebut harus memperhatikan kinerja keuangan dan kinerja sosialnya agar memiliki ciri khusus apabila dibandingkan dengan bank konvensional. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari annual report Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia selama lima tahun dari tahun 2013 sampai 2017 yang diaudit dan dipublikasikan. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk membandingkan kinerja kedua bank tersebut dalam kinerja keuangan dan kinerja sosial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan kinerja dengan pendekatan profitabilitas kinerja Bank Syariah Mandiri lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Bank Muamalat Indonesia. Berdasarkan uji-t yang dilakukan Bank Syariah Mandiri menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari segi ROA maupun ROE apabila dibandingkan dengan Bank Muamalat Indonesia. Perbandingan kinerja sosial dengan pendekatan maqa>s{id shari>’ah  masing-masing bank menunjukkan keunggulannya di beberapa indikator. Bank Syariah Mandiri lebih tinggi pada indikator menjaga jiwa, menjaga akal, dan menjaga keturunan, sedangkan Bank Muamalat Indonesia lebih tinggi pada indikator menjaga agama dan menjaga harta.
GERAKAN IDEOLOGI ISLAM TRANSNASIONAL DI INDONESIA DALAM FILM JKDN KARYA NICKO PANDAWA Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.554 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3546

Abstract

AbstractThe screening of JKDN (Jejak Khilafah di Nusantara) movie directed by Nicko Pandawa left a general problem about the caliphate and its relation to the development of Islam in Indonesia or the archipelago. As mentioned in the movie, the caliphate is an institution that houses Muslims around the world, including the archipelago. It also plays an important role in the rapid growth of Islam. However, many people still doubt the truth of the film. They even accuse the existence of propaganda of a transnational Islamic ideology, which will impact the national Islamic image. This study aimed to dissect the contents of JKDN movie episode I and II, then connected the history of the development of Islam with the transnational Islamic ideological movement in Indonesia contained in the movie's narrative. The method used was history, which included source collection, verification, interpretation, writing process, sociolinguistic approach, document (movie) study, and strengthened by the theory of Islamic fundamentalism movement initiated by Ernest Gellner. This study sought to discuss the process of Islamization in Indonesia as one of the historical events re-expressed through the movie and then the theory of identity construction. The result of Della Porta and Diani’s ideas produced several important findings related to the transnational Islamic ideological movement described in this study. This included the communication between the Islamic Sultanates in the archipelago and the Islamic Caliphate, the spirit of unity that arose between the two and a high dedication to upholding Islamic law. AbstrakPenayangan film JKDN (Jejak Khilafah di Nusantara) yang disutradarai oleh Nicko Pandawa, menyisakan persoalan umum tentang khilafah dan kaitannya dengan perkembangan Islam di Indonesia atau nusantara, dalam film disebutkan bahwa khilafah merupakan sebuah institusi yang menaungi kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk nusantara, dan berperan penting terhadap pesatnya laju pertumbuhan Islam, akan tetapi masih banyak yang meragukan kebenaran dari film tersebut, bahkan sebagian menuding adanya propaganda dari salah satu paham Islam transnasional, yang nantinya berdampak pada citra Islam nasional. Penelitian ini bertujuan membedah ulang isi film JKDN episode I dan II, kemudian menghubungkan antara sejarah perkembangan Islam dengan gerakan ideologi Islam transnasional di Indonesia yang terdapat dalam narasi film tersebut. Metode yang digunakan adalah sejarah, yang meliputi pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, hingga proses penulisan, ditambah pendekatan sosiolinguistik dan studi dokumen (film), serta diperkuat dengan teori gerakan fundamentalisme Islam yang digagas oleh Ernest Gellner, penelitian ini berusaha mendiskusikan tentang proses islamisasi di Indonesia sebagai salah satu peristiwa sejarah yang diungkap kembali melalui film, selanjutnya teori konstruksi identitas, hasil buah pikiran dari Della Porta dan Diani, menghasilkan beberapa temuan penting terkait gerakan ideologi Islam transnasional yang coba diuraikan dalam penelitian ini, di antaranya jalinan komunikasi antara kesultanan-kesultanan Islam di nusantara dengan Khilafah Islamiyah, kemudian semangat persatuan yang timbul antara keduanya, serta dedikasi yang tinggi untuk menegakkan syariat Islam. 

Page 4 of 18 | Total Record : 173