cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
IMPLEMENTASI HUKUMAN QISAS SEBAGAI TUJUAN HUKUM DALAM AL-QUR’AN Devi Nilam Sari
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.819 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2342

Abstract

AbstractIn Islam the punishment for the perpetrators of murder and persecution is called qisas, namely giving the same treatment to the perpetrators. The existence of qisas is not a cruel act but it is an alternative for the creation of life and life according to Divine provisions. Unfair legal practices are reconstructed by the Qur'an, so that the objectives of a just law and the peace of life of the people can be realized. This research will be discussed regarding the law of qisas the word of Allah SWT in al-Qur’an letter al-Baqarah: 178-179 as forms and purpose of law in acts of murder. This research is a literature study, with the nature of descriptive implementation of the qisas punishment as a legal objective in the al-Qur’an specifically in surah al-Baqarah: 178-179 research analysis to describe and explain systematically about the research findings. o find out the 9 which deals with the punishment for the violation of murder. The results show that Qisas is the law of origin, which is enforced from the beginning, while diyat is the second law, and forgiveness is the most commendable thing from the sentence in QS al-baqarah: 179 confirms the basic purpose of the implementation of qisas law to maintain human survival. The fuqaha 'formulate the level of murder as well as the sentence as the implementation of the qisas penalty which contains the value of restorative justice with a civil settlement, but in positive law emphasizes more on pure criminal law because of the principle of legal certainty.  AbstrakDalam Islam hukuman terhadap pelaku pembunuhan dan penganiayaan disebut qisas, yaitu memberikan perlakuan yang sama kepada pelaku. Adanya qisas bukan sebagai tindakan yang sadis namun ini sebuah alternatif demi terciptanya hidup dan kehidupan sesuai ketentuan Ilahi. Praktik hukum yang tidak adil direkontruksi oleh al-Qur’an, agar tujuan hukum yang adil dan kedamaian hidup masyarakat dapat terwujud. Penelitian ini akan dibahas mengenai hukum qisas sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Baqarah: 178-179 sebagai bentuk-bentuk dan tujuan hukum pada tindakan pembunuhan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dengan sifat penelitian deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menjelaskan secara sistematis mengenai hasil temuan penelitian. Untuk mengetahui implementasi hukuman qisas sebagai tujuan hukum dalam al-Qur’an terkhusus dalam surat al-Baqarah: 178-179 yang membahas mengenai hukuman bagi pelanggaran pembunuhan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qisas merupakan hukum asal, yaitu diberlakukan sejak semula, sedangkan diyat adalah hukum kedua, dan memaafkan adalah hal paling terpuji dari hukuman tersebut. dalam QS al-baqarah: 179 menegaskan tujuan dasar diberlakukannya hukum qisas untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Para fuqaha’ merumuskan tingkatan pembunuhan sekalligus hukumannya sebagai implementasi hukuman qisas yang mengandung nilai keadilan restoratif dengan penyelesaian secara perdata, namun dalam hukum positif lebih menekankan pada hukum pidana murni karena adanya asas kepastian hukum.
PERAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH:KAJIAN, PELUANG DAN TANTANGAN FINTECH SYARIAH Atik Abidah; Kasuwi Saiban; Misbahul Munir
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.582 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3628

Abstract

AbstractAl-Qur'an and Sunnah are one of the sources of law that exist in Islam and regulate all human actions. The role of the Qur'an and Sunnah extends to regulating the field of Islamic economics in great detail. This study aims to understand the role of the Qur'an and Sunnah in the development of sharia economics, especially in the study of sharia fintech related to the opportunities and challenges. The method used is library research. The data in this study were obtained using the documentary method sourced from the latest journal articles. The result of this research is that sharia fintech has been officially developed in Indonesia and has received special regulations from the National Sharia Council. The number of Muslim population and increasing technology users are special opportunities for the development of sharia fintech. The lack of understanding of the differences between sharia and conventional fintech is a challenge for financial technology players. Fintech has benefits that are in line with Islamic principles as stated in the Qur'an and Sunnah. This is what strengthens the existence of Islamic fintech, which will be able to continue to grow rapidly from time to time.AbstrakAl-qur’an dan Sunnah merupakan salah satu sumber hukum yang ada dalam Islam dan mengatur seluruh perbuatan manusia. Peran al-Qur’an dan Sunnah meluas hingga mengatur bidang ekonomi Islam dengan sangat rinci. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran al-Qur’an dan Sunnah dalam perkembangan ekonomi syariah terutama dalam kajian fintech syariah terkait dengan peluang dan tantangannya. Metode yang digunakan adalah dengan penelitianPustaka(library research).Data dalampenelitianinididapatdenganmenggunakanmetodedocumenteryang bersumber dari artikel-artikel jurnal terbaru. Hasil dari penelitian ini adalah fintech syariah telah resmi dikembangkan di Indonesia dan telah mendapat regulasi khusus dari Dewan Syariah Nasional. Jumlah penduduk muslim dan meningkatnya pengguna teknologi menjadi peluang khusus perkembangan fintech syariah. Minimnya pemahaman tentang perbedaan fintech syariah dengan konvensional menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku financial technology. Fintech memiliki manfaat yang sejalan dengan prinsip Islam sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Hal itu yang menjadi penguat keberadaan fintech syariah akan mampu terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.
Manajemen Pendidikan Keterampilan (Vocational Skill) Di MAN Kembangsawit Zumrotul Masruroh
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.813 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.607

Abstract

Abstract: One part of Life Skill concept is strengthening Vocational skills. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun since 2007 has developed a curriculum with vocational skills as added value. The aims of adding vocational skills is to facilitate learners in order to channel the interests and talents. This article discusses the implementation of vocational skills management in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun. From the study and the data analysis is concluded that: 1) Execution vocational skiil a response to the expectations of people who want learners are not only capable in science but also have the skills for the provision of life skills in the community. 2) Management skills education program in MAN Kembangsawit, consists of three phases: planning, implementation, and evaluation.Abstrak: Salah satu bagian dari konsep Life Skill adalah penguatan ketrampilan kerja (Vocational skill). Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun sejak 2007 telah mengembangkan kurikulumnya dengan menyelenggarakan program pendidikan keterampilan (vocational skill). Program Keterampilan ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta didik agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Artikel ini membahas implementasi manajemen pendidikan kecakapan keterampilan (vocational skill) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun.  Dari kajian dan analisis data disimpulkan bahawa: 1) Pelaksanan vocational skiil merupakan jawaban dari harapan masyarakat yang menginginkan peserta didik tidak hanya mampu dalam  ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kecakapan ketrampilan untuk bekal kehidupan di masyarakat. 2) Pengelolaan Program pendidikan ketrampilan di MAN Kembangsawit, terdiri dari tiga tahap: Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
KECERDASAN INTERPERSONAL, INTRAPERSONAL DAN KECERDASAN EMOSI SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH PONOROGO Pryla Rochmahwati; Mufidatul Afifah
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.626 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1285

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation between three variables, namely, interpersonal, intrapersonal and emotional intelligence at the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo at the 2016/2017 Academic Year.  It employed correlational research design. The population of this present research was 125 students of the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo and it assigned 94 students as sample by using proportinate random sampling technique. The data was collected through questionnaire. It utilized multiple correlations formula by using SPSS 16 for Windows as data analysis. The findings showed that there is significant correlation of interpersonal and intrapersonal intelligence on emotional intelligence at the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo at the 2016/2017 Academic Year and its value was 0.75.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat korelasi kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dengan kecerdasan emosi siswa kelas V SD Muhammadiyah Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 siswa. Dengan menggunakan teknik proportinate random sampling diperoleh 94 siswa sebagai sampel.  Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik korelasi berganda dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan interpersonal  dan intrapersonal dengan kecerdasan emosi siswa kelas V SD Muhammadiyah Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017 dengan nilai korelasi sebesar 0,75.
Riba dalam Al-Qur’an (Studi Pemikiran Fazlurrahman dan Abdullah Saeed) Riza Taufiqi Majid
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.424 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1989

Abstract

Krisis moneter yang terjadi saat ini membuat perdebatan penafsiran beberapa pemikir Islam tentang keharaman dan kehalalan bunga bank. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa bunga bank yang umumnya berlaku dalam sistem dunia perbankan dewasa ini adalah termasuk riba. Setidaknya terdapat dua pendapat mendasar yang membahas tentang riba yaitu penafsiran secara tekstualis dan penafsiran secara kontekstualis. Paham tekstualis dipelopori oleh gerakan neo-revivalisme Islam, sedangkan paham kontekstualis dipelopori oleh kaum neo-modernisme Islam. Dalam tulisan ini, akan membahas bagaimana hermeneutika double movement Fazlurrahman dan hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed digunakan sebagai model interpretasi ayat riba dalam Al-Qur’an pada masa pewahyuan dan konteks ketika ayat riba akan ditafsirkan. Berdasarkan analisis data penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, Fazlurrahman menyimpulkan bahwa larangan riba dalam Al-Qur’an menekankan aspek moral daripada menekankan aspek legal-formal pelarangan riba. Riba yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah riba jahiliyyah yang mempraktikkan riba yang berlipat ganda (ad}’a>fan muda}>’afatan) QS. Ali Imran: 130. Ideal moral dari ayat tersebut adalah larangan melakukan eksploitasi terhadap kaum ekonomi lemah. Dengan demikian, selagi bank tidak menerapkan tambahan yang berlipat ganda (eksploitatif), maka hal itu dapat dibenarkan. Kedua, dalam menafsirkan ayat riba dalam Al-Qur’an, Abdullah Saeed lebih menekankan aspek moral (h}ikmah) daripada aspek literalnya. Statemen lakum ru’usu amwa>likum (bagimu pokok hartamu) telah diberi penekanan moral melalui penjelasan la> taz}limu>n wa la> tuz}lamu>n (kamu tidak melakukan penganiayaan dan tidak pula kamu dianiaya). Statemen pertama “penambahan dalam pinjam meminjam di atas pokok pinjaman” dianggap sebagai ‘illah, sementara statemen yang kedua “kamu tidak melakukan penganiayaan dan tidak pula kamu dianiaya” merupakan h}ikmah.
Nilai-Nilai Prososial dalam Film Jembatan Pensil dan Relevansinya dalam Meningkatkan Perilaku Penerapan Asmaul Husna Ar-Rahman pada Anak Usia Sekolah Dasar lukman hakim; Mugita Sariyasin
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.823 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3501

Abstract

AbstractThis study aims to determine the prosocial values contained in the Pencil Bridge Film directed by Hasto Broto, and determine the relevance of the prosocial values in the Pencil Bridge Film to improve the behavior of the application of Asmaul Husna Ar-Rahman in elementary school age children. This type of research is library research, using data collection techniques in the form of documentation and interviews. Documentation data was obtained from the Pencil Bridge Film scene, while some secondary data was obtained from interviews with the screenwriter and director of the Pencil Bridge Film. The data analysis technique used is content analysis technique. The results of this study are that there are prosocial values contained in the Pencil Bridge Film, including the attitude of helping, sharing, cooperation, honesty, giving, friendship, saving, and sacrifice. In addition, prosocial values have relevance to Asmaul Husna Ar-Rahman. Both are relevant because they have an element of empathy. The author tries to improve prosocial behavior and Asmaul Husna Ar-Rahman in elementary school age children through the Pencil Bridge Film. Because the two are related, it is hoped that when prosocial values can be increased, it can indirectly increase the behavior of applying Asmaul Husna Ar-Rahman. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai prososial yang terdapat dalam Film Jembatan Pensil yang disutradarai oleh Hasto Broto, dan   mengetahui relevansi dari nilai-nilai prososial dalam Film Jembatan Pensil untuk meningkatkan perilaku penerapan Asmaul Husna Ar-Rahman pada anak usia Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara. Data dokumentasi diperoleh dari adegan Film Jembatan Pensil, sedangkan beberapa data sekunder diperoleh dari wawancara penulis skenario dan sutradara Film Jembatan Pensil. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat nilai-nilai prososial yang terdapat dalam Film Jembatan Pensil diantaranya yaitu sikap tolong menolong, berbagi, kerjasama, jujur, berderma, persahabatan, menyelamatkan, dan pengorbanan. Selain itu nilai-nilai prososial memiliki relevansi dengan Asmaul Husna Ar-Rahman. Keduanya relevan karena memiliki unsur empati. Penulis mencoba meningkatkan perilaku prososial dan Asmaul Husna Ar-Rahman pada anak usia sekolah dasar melalui Film Jembatan Pensil. Dikarenakan keduanya memiliki keterkaitan, diharapkan ketika nilai-nilai prososial dapat ditingkatkan
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET WAKAF DI KECAMATAN PONOROGO Muh. Shulthon Rachmandhani
Muslim Heritage Vol 7, No 2 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.079 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i2.3887

Abstract

AbstractNadzir is an important element in the wakalah waqf process. Waqfs wishing to donate their assets as waqf must choose a nadzir as the recipient of the assets as well as a trusted party to manage it. Nadzir is divided into three types, namely: foundations, legal entities, and individuals. Given the importance of the existence of the nadzir in the waqf procession, an appropriate strategy is needed to maintain the existence of waqf assets so that they are always beneficial to the waqif, as well as to the people. Therefore, this article aims to reveal the implementation of the nadzir strategy in optimizing waqf assets in the Ponorogo District area. The research method used in writing this research article is a multi-site qualitative research method, which was conducted in three different mosques, namely: 1. As-Salam Sunan Muria Bangunsari Ponorogo Mosque which is a representation of waqf assets managed by individuals. 2. K.H. Mosque Ahmad Dahlan Nologaten Ponorogo which is a representation of waqf assets managed by the Muhammadiyah organization. 3. Nadhlatul Ulama Sultan Agung Bangunsari Ponorogo Mosque which represents waqf assets managed by the Nadhlatul Ulama organization. Data collection techniques were carried out through interviews, participant observation, and documentation. The results of the study show that efforts to optimize the management of waqf assets are carried out by each nadzir by applying the blue ocean strategy management model based on the environmental characteristics of the organizational culture. ABSTRAKNadzir merupakan elemen yang penting dalam proses wakalah wakaf. Wakif yang hendak mewakafkan harta kekayaannya diharuskan untuk memilih nadzir sebagai penerima harta tersebut sekaligus sebagai pihak yang diamanati untuk mengelolanya . Nadzir dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu: yayasan, badan hukum, dan perorangan. Mengingat pentingnya eksistensi nadzir dalam prosesi wakaf maka dibutuhkan strategi yang tepat untuk menjaga eksistensi harta wakaf tersebut agar selalu bermanfaat bagi wakif, serta bagi umat. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengungkap implementasi strategi nadzir dalam mengoptimalkan aset wakaf di kecamatan Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan dalam menulis artikel penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif berjenis multisitus, yang dilakukan di tiga masjid yang berbeda yaitu: 1. Masjid As-Salam Sunan Muria Bangunsari Ponorogo yang merupakan representasi dari aset wakaf yang dikelola oleh perorangan. 2. Masjid K. H. Ahmad Dahlan Nologaten Ponorogo yang merupakan repesentasi dari aset wakaf yang dikelola oleh organisasi Muhammadiyah. 3. Masjid Nadhlatul Ulama Sultan Agung Bangunsari Ponorogo yang merupakan representasi dari aset wakaf yang dikelola oleh organisasi Nadhlatul Ulama . Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi patisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya optimalisasi pengelolaan harta wakaf yang dilakukan oleh masing-masing nadzir dengan cara menerapkan model manajemen strategi blue ocean strategy berbasis karakteristik lingkungan budaya organisasi.
Proyeksi Potensi Pengembangan Pariwisata Perhotelan Dengan Konsep Syariah Hanik Fitriani
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.351 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1257

Abstract

Abstract: The Islamic-based economic sector has recently increased significantly. It includes culinary, Islamic finance, insurance, fashion, cosmetics, pharmaceutical, entertainment, and tourism sectors. They occupy the concept of halal in every its product. One of the economic sector of Islam which has growth significantly is lifestyle products in the syariah tourism sector. The tourism business is certainly very closely related to the accommodation business, particularly the hospitality commerce. This study aims to scrutinize the projection of Tourism Potential Development which applied Sharia concepts in Indonesia. The results of this present study indicates that: firstly, sharia hotels is an accommodation service adheres to the principles of Islamic teaching guidelines. Secondly, `some authorities stated that the development of sharia hotels in Indonesia is still dawdling, although the Indonesian Ulema Council (MUI) has issued requirement standard for syariah labeling to the hospitality business. However, the form and stage for management of this sharia system is still uncertain. As a result, many sharia hotel businessmen are intended to implement their own concept and do not legalize it. This lead to the low quality of management. It is suggested that sharia hotels should be supported by such Sharia Supervisory Board.Abstrak: Sektor ekonomi berbasis Islam akhir-akhir ini meningkat secara signifikan, Sektor tersebut diantaranya kuliner, keuangan Islam, industri asuransi, fashion, kosmetik, farmasi, hiburan, dan pariwisata. Dimana keseluruhan sektor itu mengusung konsep halal dalam setiap produknya. Sektor ekonomi Islam yang telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam produk lifestyle di sektor pariwisata adalah pariwisata syariah. Industri pariwisata tentunya sangat berhubungan erat dengan bisnis akomodasi, khususnya bisnis perhotelan. Penelitian ini bertujuan menelaah tentang Proyeksi Potensi Pengembangan Pariwisata Perhotelan Dengan Konsep Syariah Di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, hotel syariah merupakan suatu jasa akomodasi yang beroperasi dan menganut prinsip- prinsip pedoman ajaran Islam. Kedua, menurut penulis perkembangan hotel syariah di Indonesia masih terlalu lambat bahkan dapat dikatakan stagnan, meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan standarisasi label syariah kepada bisnis perhotelan, namun bentuk dan tahapan pengurusan format syariah ini masih belum jelas adanya. Dampaknya, banyak pebisnis hotel syariah yang lebih mengimplementasikan konsep hotel syariah mereka dengan berdasarkan aturan-aturan Islam, dan tidak melegalkan bisnis mereka sehingga kualitas pengelolaan dan pengoperasiaannya kadang masih belum maksimal oleh karena itu, hotel syariah sebaiknya didukung oleh semacam Dewan Pengawasan Syariah (DPS).
KEEFEKTIFAN ALAT PERAGA VISKOSITAS DENGAN SENSOR MINI REED SWITCH MAGNETIC BERBASIS ARDUINO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALYZEPESERTA DIDIK Nur Romadhon; Umi Pratiwi; Yusro Al Hakim
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.837 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1765

Abstract

Rendahnya kemampuan analyze peserta didik dapat dilihat dari bagaimana peserta didik dalam menganalisis permasalahan yang ada di soal. Peserta didik kesulitan dalam mencerna informasi yang ada pada soal dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi permasalahan. Hal ini terjadi dikarenakan proses pembelajaran yang konvensional dan kurangnya penggunaan media dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memunjukan keefektifan alat peraga viskositas berbasis arduino dalam meningkatkan kemampuan analyze peserta didik yang ditinjau dari hasil belajar pre-test dan post-test. Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Development) yang mengadopsi model kuasi eksperimen. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yaitu terdapat pengaruh kemampuan analisis rendah dan tinggi terhadap prestasi kognitif. Prestasi kognitif diperoleh dari hasil tes kemampuan analyze. Hasil tes belajar kemampuan analyze peserta didik menunjukan peningkatan kemampuan analyze peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga viskositas berbasis arduino dengan nilai N-Gain 0.377 yang termasuk kedalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa alat peraga viskositas dengan sensor mini reed switch magnetic berbasis arduino valid dan efektif untuk meningkatkan kemampuan analyze peserta didik.
Analisis Pengaruh Spin-Off Bagi Unit Usaha Syariah di Indonesia Laila Afni Rambe; Mohammad Saddam Jamaluddin Ishaq; Uswatun Khasanah
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.275 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2851

Abstract

Abstract Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah mandates that every Sharia Business Unit (UUS) which becomes a sharia unit in a Conventional Commercial Bank (BUK) separates itself (spin-off). The spin-off time is no later than 15 (fifteen) years since the law is enacted, namely in 2023. If the spin-off order is not carried out by each UUS, then Bank Indonesia as the central bank will impose sanctions in the form of revocation of operating licenses. However, the problem that arises is that in facing the spin-off period, many UUS are overwhelmed in preparing capital so that they have not been able to stand on their own after separating. The purpose of this paper is to find out the impact of the spin-off on UUS by analyzing the solutions that can be offered. The results of the study indicate that it is necessary to review Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah by considering the financial condition of UUS. In addition, UUS that has carried out a spin-off by becoming a new BUS can optimize the utilization of Third Party Funds in the form of financing and other services. In order to encourage the growth of BUS, support from the government is needed, such as the provision of tax incentives and simplification of regulations on equity participation. In addition, the new BUS needs to carry out various innovations by adding financing products and developing existing products.  Abstrak Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah mengamanahkan bahwa setiap Unit Usaha Syariah (UUS) yang menjadi unit syariah pada Bank Umum Konvensional (BUK) memisahkan diri (spin-off). Waktu spin-off paling lambat 15 (lima belas) tahun sejak undang-undang tersebut diberlakukan yakni pada tahun 2023. Apabila perintah spin-off tidak dilaksanakan oleh setiap UUS maka Bank Indonesia sebagai bank sentral akan memberikan sanksi berupa pencabutan izin operasional.  Namun permasalahan yang muncul adalah dalam menghadapi masa spin-off tidak sedikit UUS kewalahan dalam mempersiapkan modal sehingga belum mampu untuk berdiri sendiri setelah memisahkan diri. Tujuan dari penulisan untuk mengetahui dampak spin-off bagi UUS dengan menganalisis solusi yang dapat ditawarkan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukannya peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dengan mempertimbangkan kondisi finansial UUS. Selain itu UUS yang telah melaksanakan spin-off dengan menjadi BUS baru dapat mengoptimalkan pemanfaatan Dana Pihak Ketiga dalam bentuk pembiayaan dan layanan lainnya. Dalam rangka mendorong pertumbuhan BUS maka dibutuhkan dukungan dari pemerintah seperti pemberian insentif pajak dan penyederhanaan regulasi pada penyertaan modal. Selain itu, BUS baru perlu melakukan berbagai inovasi dengan penambahan produk pembiayaan maupun pengembangan produk yang telah dijalankan.

Page 3 of 18 | Total Record : 173