cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
Tata Kelola Mahasiswa Terhadap Integritas Akademik Dan Plagiarisme Abid Rohmanu
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.109 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.603

Abstract

Abstract: This research would like to see how the instituion of Postgraduate Program (PPs) STAIN Ponorogo to manage about the scholars academic integrity and plagiarism, and how ideal the respond of PPs STAIN Ponorogo about that scholars’ attitude is. This research is quite important because of many things. First, the scientific writing in short paper (makalah) is the entry point of education and teaching in PT. Second, in other side, PPs STAIN Ponorogo is immediately charged to address and respond an indication of plagiarism di the scholars level, and it needs the research as its basis. This research basically is survey quantitatively toward active scholars in Sharia Economic Study amount of 37 scholars. Instrument used is questionnaire with analysis technique of descriptive statistic. This research concludes that as many as 53% of respondents accustomed to cite exactly what words, phrase, sentence say from reference even though not in the context of direct citation (word for word plagiarism). According to it, so the implication of policy can be taken is socialization about academic integrity in any kind and forum, integrating strict rule about plagiarism in the academic guide, shaping an institution “Language Service (Layanan Bahasa)”, and “ Assembly of Academic Consideration (Majelis Pertimbangan Akademik)” which concern about plagiarism and software of plagiarism detector, and no less important is building academic culture which is full of integrity holistically.Abstrak: Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengelolaan mahasiswa PPs STAIN Ponorogo terhadap integritas akademik dan plagiarisme, dan bagaimana idealnya respon kebijakan PPs STAIN Ponorogo terhadap sikap mahasiswa tersebut. Penelitian ini dirasa cukup penting karena beberapa hal. Pertama, penulisan karya ilmiah dalam bentuk makalah merupakan ujung tombak pendidikan dan pengajaran PT. Kedua, di sisi yang lain, PPs STAIN Ponorogo dituntut untuk segera menyikapi dan merespon gejala plagiarisme di tingkat mahasiswa, dan ini membutuhkan penelitian sebagai basisnya. Penelitian ini pada dasarnya adalah penelitian survey yang bersifat kuantitatif terhadap mahasiswa aktif Program Studi Ekonomi Syariah yang berjumlah 37 mahasiswa. Instrumen yang dipakai adalah angket dengan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebanyak 53% dari responden terbiasa untuk mengutip secara persis kata, frase dan kalimat dari sumber rujukan walaupun bukan dalam konteks kutipan langsung (word for word plagiarism). Berdasar hal tersebut, maka implikasi kebijakan yang bisa diambil adalah sosialisasi tentang integritas akademik dalam berbagai bentuk dan forum, mengintegrasikan aturan tegas tantang plagiarisme dalam pedoman akademik, membentuk lembaga “Layanan Bahasa”, dan “Majelis Pertimbangan Akademik” yang konsen pada persoalan plagiarisme dan penyediaan software pendeteksi plagiarisme, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kultur akademik yang penuh integritas secara holistik.
Fluktuasi Biaya Haji Dalam Rupiah, Dolar AS dan Dinar: Perspektif Investasi Syariah Arina Hidayati
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.984 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1300

Abstract

Abstract: Haji fee always fluctuated from time to time due to changes in economic conditions. The study compared fluctuations Haji Cost of Year 1998-2017 in the currency Rupiah, US Dollar and Gold Dinar to determine the stability of Hajj Cost fluctuations from year to year as consideration of financial planning in preparation for Hajj and other long-term needs as a form of investment sharia. The research method in this study is qualitative descriptive method. Data collected from the Presidential on Fees Hajj of the Year 1998-2017, the data exchange in the BI and the price of the dinar in geraidinar.com then process the data in the form of a non descriptive statistics. From the discussion of research on the fluctuation of the Year 1998-2017 Haji fee in Rupiah, US Dollar and the Dinar result that the US dollar is more stable than the amount, is more stable than Rupiah Dinar and Dinar value and purchasing power of the most volatile than Rupiah and US Dollar. Dinar most encouraged to be the choice of savings in preparing for Hajj fees and other long-term funding needs, poor second to the US Dollar and Rupiah ranked third. Islamic investment safest long term is in dinars, as it has a value and purchasing power of the most stable, followed by the US dollar and the rupiah is recommended only used in everyday financial transactions in the short term.Abstrak: Biaya Haji senantiasa mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan kondisi perekonomian. Penelitian ini membandingkan fluktuasi Biaya Haji dari Tahun 1998-2017 dalam satuan mata uang Rupiah, Dolar AS dan Dinar Emas untuk mengetahui stabilitas fluktuasi Biaya Haji dari tahun ke tahun sebagai bahan pertimbangan perencanaan keuangan dalam rangka persiapan Ibadah Haji dan kebutuhan jangka panjang lainnya sebagai bentuk investasi syariah. Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari Kepres tentang Biaya Haji dari Tahun 1998-2017, data nilai tukar mata uang di BI dan harga dinar di geraidinar.com kemudian mengolah data dalam bentuk non statistik deskriptif. Dari pembahasan penelitian terhadap fluktuasi Biaya Haji dari Tahun 1998-2017 dalam Rupiah, Dolar AS dan Dinar diperoleh hasil bahwa Dolar AS lebih stabil daripada Rupiah, Dinar lebih stabil daripada Rupiah dan Dinar memiliki nilai dan daya beli paling stabil daripada Rupiah dan Dolar AS. Dinar paling dianjurkan menjadi pilihan tabungan dalam mempersiapkan Biaya Haji dan kebutuhan dana jangka panjang lainnya, urutan ke dua Dolar AS dan Rupiah diurutan ketiga. Investasi syariah jangka panjang paling aman adalah dalam Dinar, karena memiliki nilai dan daya beli paling stabil, disusul Dolar AS dan Rupiah dianjurkan hanya digunakan dalam transaksi keuangan sehari-hari dalam jangka pendek.
PENGUATAN PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI JATIDIRI, REFLEKSI, DAN TANTANGAN DALAM MEMBATASI PAHAM RADIKALISME MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI ISLAM PONOROGO Lukman Hakim; Rahmi Faradisya Ekapti
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.799 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penguatan  Pancasila sebagai jatidiri, refleksi, dan tantangan dalam membatasi paham radikalisme mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam  Ponorogo. Jenis penelitian ini merupakan gabungan penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development) dan deskriptif kualitatif. Data validasi diperoleh dari 3 orang dosen yaitu ahli materi dari bidang agama, bidang pendidikan pancasila dan bidang bahasa. Data uji coba terbatas diperoleh dari 100 mahasiswa yaitu 25 orang dari kampus IAIN Ponorogo, 25 orang dari kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan 25 orang dari kampus UNIDA Gontor, dan 25 orang dari INSURI. Hasil pengembangan buku ini sesuai dengan kriteria kelayakan ahli diperoleh persentase rata-rata sebesar 76,67% dengan kategori layak. Kedua, Dari hasil uji coba terbatas diketahui 69% mahasiswa mengatakan paham konsep pancasila, persentase tingkat pemahaman lebih dalam mengenai pancasila sebagai jati diri, refleksi, dan tantangan sebesar 75,27% yang dapat dikategorikan tingkat pemahamannya baik. Ketiga, Pengendalian karakter mahasiswa dalam membatasi paham radikalisme mahasiswa di beberapa kampus yang ada di Ponorogo diperoleh persentase rata-rata sebesar 73,82% sehingga dapat dikatakan Buku kendali karakter ini dapat digunakan dengan baik dan menghasilkan karakter yang positif dalam pengimplementasian nilai-nilai pancasila dalam kehidupan.
Model Pengawasan Keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di SMK Negeri I Jenangan Ponorogo Anik Rianti
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.845 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3119

Abstract

AbstractThe existence of accountability is a key element in implementing the governance of the Regional Public Service Agency (BLUD), the financial supervision mechanism in education in the regions is very important for the realization of good governance. So that the problem of irregularities and manipulating the Road Order (SPJ) with fictitious receipts can no longer be done. SMK Negeri I Jenangan Ponorogo applies a model of administrative financial supervision and a managerial supervision model solely to create accountability, both accountability from leaders to their subordinates, and accountability from leaders to local governments. This study aims to describe the supervision of the financial administration of BLUD  and supervision of BLUD managerial financial management in increasing accountability at SMKN 1 Jenangan Ponorogo. This research uses descriptive qualitative research with a case study approach. Data collection techniques through observation, interviews, in-depth and documentation. The analysis technique with an interactive model is carried out in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are firstly supervision of BLUD financial administration which includes financial supervision: BLUD services, utilization of BLUD assets, implementation and training, secondly BLUD financial managerial supervision which includes supervision of budget user officials, supervision of budget administration officials and supervision of technical officials.AbstrakKeberadaan akuntabilitas merupakan unsur pokok penerapan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mekanisme pengawasan keuangan dalam pendidikan di daerah sangat penting untuk terwujudnya pemerintahan yang baik. Sehingga permasalahan penyimpangan dan memanipulasi Surat Perintah Jalan (SPJ) dengan kuitansi fiktif tidak dapat dilakukan lagi. SMK Negeri I Jenangan Ponorogo menerapkan model pengawasan keuangan administrasi dan model pengawasan manajerial semata-mata untuk menciptakan akuntabilitas baik pertanggungjawaban dari pimpinan kepada bawahannya, dan pertanggungjawaban dari pimpinan kepada pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengawasan administrasi keuangan BLUD  dan pengawasan pengelolaan keuangan manajerial BLUD dalam meningkatkan akuntabilitas di SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis dengan model interaktif yang dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini pertama pengawasan administrasi keuangan BLUD yang meliputi pengawasan keuangan: jasa layanan BLUD, pemanfaatan aset BLUD, penyelengaraaan dan pelatihan, kedua pengawasan manajerial keuangan BLUD yang meliputi pengawasan pejabat pengguna anggaran, pengawasan pejabat penatausahaan anggaraan dan pengawasan pejabat teknis. 
TUAN GURU ZAINUDIN ABDUL MAJID’S EPISTEMOLOGICAL VIEWS ON INTEGRATION OF ISLAMIC EDUCATION IN LOMBOK, WEST NUSA TENGGARA Fathurrahman Muhtar
Muslim Heritage Vol 7, No 2 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.14 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i2.5026

Abstract

AbstractCurrently, Muslims have a lack of understanding of epistemology, which results in the weak mastery of Muslim thought towards science and technology. In medieval times, Islamic thinkers with integrated thoughts were born from the mastery of epistemology sourced from the Qur'an and Sunnah.This study aims to explain Tuan Guru Kiai Zainuddin Abdul Majid's thinking in science development, making him a pioneer in Islamic education and a national hero in Lombok, West Nusa Tenggara. These paper methods are a historical approach and literature with content analysis. This study's results show that Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid integrated his thoughts. His ideas are written in Tuhfatul Anfenaniyah Syarah Nahdlatuzzainiyah and his verse ya man yarum. His paper that religion and science are like buildings standing firmly. If religion and science are kept separate, so Muslims will fall behind. So, Islam people must comprehend Shari'a, Nahu, Shoref (grammar), Fiqh (Islamic law), astronomy, language, math, geometry, algebra, chemistry, and geography integrated to advance in this time and the future. His ideas were based on the scientific and dialectical foundations of Bayani, Burhani, and Irfani's epistemology, which is the basis for developing Islamic education. His thought was successful in developing Islamic education institutions based on Islamic integration. AbstrakLemahnya penguasaan epistemology menyebabkan lemahnya pemikiran umat Islam dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Penguasaan epistemology yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah telah melahirkan pemikir Islam yang memiliki pemikiran integral pada abad pertengahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran Tuan Guru Kiai Zainuddin Abdul Majid dalam pengembangan ilmu pengetahuan, yang menjadikannya sebagai pelopor pendidikan Islam dan pahlawan nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis dan literatur dengan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid telah mengintegrasikan pemikirannya. Ide-idenya ditulis dalam Tuhfatul Anfenaniyah Syarah Nahdlatuzzainiyah dan syairnya ya man yarum. Dalam karya tulisnya diyatakan bahwa agama dan sains ibarat bangunan yang berdiri kokoh. Jika agama dan sains dipisahkan, maka umat Islam akan tertinggal. Baginya, umat Islam harus memahami Syariat, Nahu, Shoref (tata bahasa), Fiqh (hukum Islam), astronomi, bahasa, matematika, geometri, aljabar, kimia, dan geografi yang terintegrasi untuk mencapai kemajuan di masa ini dan masa depan. Ide-idenya didasarkan pada fondasi ilmiah dan dialektis epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani, yang dijadikan sebagai dasar dalam mengembangkan pendidikan Islam. Pemikirannya telah menghasilkan lembaga pendidikan Islam berbasis integrasi Islam
Manajemen Peserta Didik Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacitan Wahyu Suminar
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.596 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1117

Abstract

Abstract: The researcher is intended to reveal (1) the implementation of the service, guidance, and control of student management in enhancing students’ achievement and (2) the development of students’ achievement based on students’ preference at State Islamic Senior Highschool (MAN) of Pacitan. This research is qualitative research which takes the setting at State Islamic Senior Highschool (MAN) of Pacitan. This research employed descriptive qualitative research design. The data collection techniques of the study were observation, in-depth interview, and documentation. The results of the study showed that (1) student management in enhancing students’ achievement at State Islamic Senior Highschool (MAN) of Pacitan involves three aspects, namely, service, guidance, and control with various learning activities which try to develop students’ potential, talent and interest in term of academic and non-academic competency in order to enhance students’ achievement, (2) the development of students’ achievement based on students’ preference at State Islamic Senior Highschool (MAN) of Pacitan is developed through multiple intelligence. The students, who have high intelligence and interested more in subject matter or academic competence, are facilitated with some activities like discussion, subject matter group, review of SKL and tutoring. Furthermore, the students, who possess high intelligence and interested more in non-academic competence, are facilitated with various outdoor activities, such as extracurricular like scouting, muhadhoroh, MTQ, PMR, UKS, Risma, theater, journalistic, KIR, music, calligraphy and sport.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelayanan, pembinaan dan pengawasan manajemen peserta didik dalam meningkatkan prestasi siswa di MAN Pacitan? Serta megetahui pengembangan prestasi siswa berbasis preferensi peserta didik di MAN Pacitan. Penelitian ini merupakan bentuk pendekatan kualitatif dengan setting di MAN Pacitan yang menghasilkan data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa (1) manajemen peserta didik dalam meningkatkan prestasi siswa di MAN Pacitan mencangkup tiga aspek yakni pelayanan, pembinaan dan pengawasan dengan berbagai kegiatan di dalamnya yang berupaya mengembangkan potensi, bakat dan minat peserta didik dari segi akademis dan non akademis dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi siswa. (2) Pengembangan prestasi siswa berbasis preferensi peserta didik di MAN Pacitan dikembangkan melalui multiple intellegence, peserta didik yang memiliki kecerdasan dan kegemaran lebih dalam hal mata pelajaran atau akademis diwadahi dengan kegiatan seperti diskusi dengan membentuk grup mata pelajaran, bedah SKL, dan bimbingan belajar lainnya. Sedangkan peserta didik yang memiliki kecerdasan dan kegemaran lebih di bidang non akademis diwadahi dengan berbagai kegiatan di luar kelas yaitu kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Muhadhoroh, MTQ, PMR, UKS, Risma,Teater, Jurnalistik, KIR, Seni Musik dan Kaligrafi, dan Olah raga.
TANTANGAN GURU PAI MEMASUKI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DALAM MENINGKATKAN AKHLAQ SISWA DI SMK PANCASILA KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Farida Asyari
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.2 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1779

Abstract

Dalam era revolusi industri ini memiliki pengaruh terhadap dunia pendidikan. Banyak perubahan sikap yang dialami siswa dengan notabene adalah generasi milenial yang sudah tidak asing lagi dengan dunia digital dan mereka telah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi industri 4.0. Sikap-sikap yang muncul antara lain kecanduan gadget, cyber bullying, atau bahkan turunnya moral atau akhlak. Sehingga sudah sepatutnya guru agama islam memikirkan upaya yang tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan perilaku siswa era 4.0 ini. Apabila keadaan ini tidak segera ditangani dengan serius maka akan berdampak pada hancurnya sikap, moral, dan akhlak siswa. Tak jarang kita menemukan masalah tersebut dalam dunia pendidikan.
Ketimpangan Pemenuhan Hak Istri pada Pernikahan Misyar dalam Pemikiran Wahbah Al-Zuhaily Lathifah Munawaroh; Suryani Suryani
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.846 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2546

Abstract

AbstractMisyar’s marriage caused many problems from various sides. The goals of marriage: happiness dan calmness for both, husband and wife is far realized because the husband does not fulfill the responsibilities that are truly his obligation. In addition, rights and obligations do not run in a balanced manner, even though one of the principles adhered to by the Marriage Law is: The rights and position of the wife are balanced with the rights and obligations of the husband both in domestic life and in social relations. This paper discusses a problem that arises because of the permissible misyar marriage, one of which is by Wahbah al-Zuhaily. In addition, the author examined al-Zuhaily’s opinion, analyzing and criticizing the reasons used. The type of research that the author uses is a type of literature research that is research conducted by taking literature that is in accordance with the theme, by documentation methods. This paper examines al-Zuhaily’s opinion. It analyzes and criticizes the reasons used. The results of the study, that al-Zuhaily allows misyar’s marriage, because this marriage can be achieved the goal of marriage. While the author tend to reject this opinion because there are more madharat than the benefits or marital goals achieved such as that the wife were victimized, because of the her rights and children’s right was neglated by husband.AbstrakPernikahan misyār menimbulkan banyak permasalahan dari berbagai sisinya. Maqāṣid perkawinan berupa ketenangan kebahagian baik untuk suami ataupun istri jauh terealisasi karena suami tidak memenuhi tanggung jawab yang sejatinya menjadi kewajibannya. Di samping itu hak dan kewajiban tidak berjalan dengan seimbang, padahal salah satu prinsip yang dianut oleh UU Perkawinan adalah: hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kewajiban suami baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam pergaulan masyarakat. Tulisan ini membahas sebuah permasalahan yang muncul dikarenakan perkawinan misyar yang dibolehkan, salah satunya oleh Wahbah az-Zuhaily. Disamping itu, penulis meneliti pendapat al-Zuhaily, menganalisis dan mengkritisi alasan yang digunakan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengambil literature yang sesuai dengan maksud penulis dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian, bahwa al-Zuhaily membolehkan jenis perkawinan misyār , karena dengan perkawinan misyār dapat tercapai maslahat perkawinan yaitu terjaganya kehormatan baik dari sisi suami ataupun istri. Sementara penulis menolak pendapat ini dikarenakan madharat yang muncul jauh lebih banyak : perempuan menjadi korban, terlantarnya hak istri dan anak-anak karena suami tidak terikat kewajiban apapun terhadapnya, penyepelean terhadap akad nikah sehingga sisi madharat lebih banyak bila dibanding dengan sisi kemaslahatan.
Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pembiayaan dan Kredit di BRI Unit Mlarak dan BMT Hasanah Ponorogo Agus Mujiono
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.691 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.386

Abstract

Abstract: Bank Indonesia, through the Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 6/10 / PBI / 2004 dated 12 April 2004 on the System of Assessment of the Soundness of Financial Institutions, determined that the maximum tolerated NPL (non-performing loans) and NPF (non performing finance) is 5%. It was found that the average NPL at BRI Mlarak Ponorogo is only 1%, while NPF at BMT Hasanah Mlarak reached an average of 15%. The discrepancy in numbers is due to the inequality in the application of the precautionary principle, especially in the provision of financing. This study compares the application of the principles of prudence in the process of financings and loans in both institutions. It was found that: First, prudential standards in BRI Unit Mlarak are based on the guidelines for the implementation of micro business loans (PPKBM), while BMT Hasanah has not yet implemented the principles of prudence properly, because it has no strict standard operating procedures (SOP) of financing. Secondly, the principles of prudence have enhanced the reputation of BRI Mlarak and, conversely, the weakness of the application of these principles has negative impact on the BMT Hasanah.Abstrak: Bank Indonesia melalui PBI Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang sistem penilaian tingkat kesehatan lembaga keuangan, menetapkan  bahwa rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan, NPL maupun Non Performing Finance, NPF) adalah 5%. Dalam praktik pada BRI Unit Mlarak Kabupaten Ponorogo dengan rata-rata NPL hanya 1% sedangkan BMT Hasanah Kecamatan Mlarak rata-rata NPF 15%. Perbedaan angka NPL dan NPF diantarnya disebabkan oleh perbedaan penerapan prinsip kehati-hatian khususnya dalam pemberian pembiayaan/kredit. Penelitian ini mengkaji seputar penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses pembiayaan dan kredit di kedua lembaga tersebut. Berdasarkan penelitian, temuan peneliti, Pertama, implementasi prinsip kehati-hatian di BRI Unit Mlarak melalui mekanisme PPKBM atau Pedoman Pelaksanaan Kredit Bisnis Mikro. Sementara pada BMT Hasanah belum melaksanakan prinsip kehati-hatian dengan benar karena belum adanya SOP pembiayaan. Kedua, Implikasi prinsip kehati-hatian di BRI Mlarak memberikan dampak positif secara bisnis dan reputasi. Sedangkan di BMT Hasanah berdampak negatif dengan NPF tinggi, karena kualitas SDM dan dukungan IT yang belum memadai sehingga perlu penerapan good corporate governance.
الطلاق في ضوء الفقه الإسلامي وقانون الأحوال الشخصية الأردني Hijrian Angga Prihantoro
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.485 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1052

Abstract

الملخص:فإن الشريعة الغراء قد أولت موضوع الأسرة عناية فائقة وظهر ذلك في الأحكام المنظمة لإنشائها وتكوينها واستمراريتها، قد اعتنت جميع الدول بقانون الأحوال الشخصية المنظم لهذه العلاقة. وشرع الطلاق باعتباره أبغض الحلال إلا في حالة الضرورة وعند العجز على المصالحة بين الزوجين لتباين الأخلاق وتنافر الطباع, كما أن الطلاق أيضا يمكن أن يكون وسيلة لتأديب الزوجة وهو آخر وسيلة يلجأ إليها الزوج بعد استكمال كل الوسائل الممكنة لحل النزاع بين الزوجين. لقد تحدث الباب الرابع من قانون الأحوال الشخصية الأردني عن انحلال عقد الزواج, وذكر الفصل الأول منه موضوع الطلاق. فهذا البحث يتحدث عن الطلاق من المادة (80) إلى المادة (90) في هذا القانون وهو قانون الأحوال الشخصية الأردني رقم 36 لسنة 2010. فيتطرق هذا البحث على دراسة تحليلية في عملية تطبيقبة معاصرة عن الطلاق في ضوء الفقه الإسلامي وقانون الأحوال الشخصية الأردني. Abstrak: Keluarga dalam syariat Islam merupakan salah satu objek kajian yang penting. Hal itu terbukti dalam berbagai macam hukum yang mengatur tentang keluarga mulai dari pembentukan, pertumbuhan hingga kelanggengannya. Semua negara pun memiliki perhatian yang sama dalam hal ini. Adapun mengenai masalah Talak, meskipun ia merupakan perkara yang sebaiknya dihindari, namun dalam keadaan tertentu ia dapat dijadikan sebagai solusi alternatif. Misalnya ketika kedua pasangan (suami-istri) tidak lagi bisa saling memberi manfaat, atau mungkin juga sebagai bentuk pelajaran kepada sang istri agar berubah menjadi lebih baik. Talak di sini merupakan solusi terakhir yang dapat dijatuhkan oleh sang suami kepada istrinya. Ini berarti bahwa Talak adalah keputusan final setelah mereka benar-benar mencoba berbagai macam cara untuk menyelesaikan konflik rumah tangga, namun masih tetap tidak berhasil juga. Talak sendiri dalam Undang-Undang Ahwal Al-Syakhsiyyah Yordania dibahas secara khusus dalam Bagian Pertama pada Bab Empat mengenai Putusnya Akad Perkawinan mulai dari pasal 80 hingga pasal 90. Undang-Undang yang dimaksud di sini adalah Undang-Undang Ahwal Syakhsiyyah Yordania Nomor 36 tahun 2010. Dengan demikian, kajian ini bertujuan untuk meneliti berbagai hal mengenai Talak dalam perspektif Hukum Islam dan penerapannya dalam Undang-Undang Ahwal Al-Syakhsiyyah Yordania.

Page 5 of 18 | Total Record : 173