cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hakim@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285804056710
Journal Mail Official
muslim.heritage@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka 156 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Muslim Heritage
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : https://doi.org/10.21154/muslimheritage
Muslim Heritage is a double-blind peer-reviewed academic journal published by Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes islamic educations, islamic laws, islamic education management, islamic moderation, islamic social, and islamic economics. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of Islamic educations, Islamic laws,and Islamic economics. Muslim Heritage believes in the idea of knowledge for all and an easy-access for every interested reader. All published articles can be accessed through our online platform at https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/muslimheritage Since 2016, The Indonesia Ministry for Research and Technology (Kemenristek RI) has granted Muslim Heritage as one of referred publication (accredited Sinta 3).
Articles 173 Documents
TINJAUAN MAS{LAH{AH TERHADAP AMDAL Devid Frastiawan
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.9 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1724

Abstract

abstrak Secara umum banyak industri besar yang menghasilkan limbah dan mengganggu kelestarian lingkungan hidup. Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) sebagai sebuah peraturan perundangan-undangan yang mengatur tentang studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, wajib dimiliki oleh setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan. Amdal disusun oleh pemrakarsa pada tahap perencanaan suatu usaha dan/atau kegiatan yang dituangkan dalam dokumen Amdal. Penelitian ini berawal dari sebuah keprihatinan bahwa dalam kitab-kitab fiqh pembahasan tentang lingkungan hidup kurang mendapat sorotan. Penelitian ini berusaha untuk menjajagi tingkat dukungan agama terhadap Amdal dengan menggunakan pendekatan mas}lah}ah. Pertama, tingkat dukungan nas}s}-nas}s} agama terhadap Amdal cenderung kepada mas}lah}ah mursalah. Amdal sebagai produk hukum dan undang-undang dengan perantara pemerintah merupakan salah satu sarana dari mas}lah}ah mursalah. Kedua, agama meletakkan peringkat kepentingan Amdal dalam mas}lah}ah d}aru>ri>yah. Amdal terkait dengan mas}lah}ah yang bersifat umum (mas}lah}ah ‘a>mmah), karena segala hal yang terjadi pada lingkungan hidup akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Ketiga, agama meletakkan Amdal dalam al-kulliya>t al-khams sebagai fard}u kifa>yah, tidak termasuk dalam salah satu sektor di dalamnya dan juga tidak memasukkannya dalam sektor baru keenam untuk dibuka, karena dalam implementasinya Amdal merupakan kewajiban kolektif dalam penanganan problem lingkungan hidup yang hanya dapat dituntaskan secara bersama dengan melibatkan banyak stakeholders. abstractIn general, many large industries produce waste and interfere with environmental sustainability. EIA-Environmental Impact Assessment (in Indonesia usually called by Amdal) as a law that regulates the feasibility study of a business plan and/or activity, must be owned by every business and/or activity that has an important impact on the environment. The EIA is prepared by the initiator at the planning stage of a business and/or activity as outlined in the EIA documents. This thesis begins with a concern that in the books of fiqh the discussion of the environment is not under the spotlight. Therefore, this thesis will explore the level of religious support for EIA with the approach of mas}lah}ah. First, the support level of nas}s}-nas}s} religion against EIA tends to mas}lah}ah mursalah. EIA as a legal product and law with a government intermediary is one of the means of mas}lah}ah mursalah, because it contains a essential mas}lah}ah, in line with the intent and purpose of shara‘, does not clash with the existing shara‘ proposition, and is very necessary in the prevention of pollution and environmental destruction. Second, religion ranks EIA interest in mas}lah}ah d}aru>ri>yah. EIA is related to mas}lah}ah that are general in nature (mas}lah}ah ‘a>mmah), because everything that happens in the environment will affect human life, including di>n (religion), nafs (life), ‘aql (intellect), ‘ird}/nasl (dignity/offspring), and ma>l (wealth). The aspect of benefit in EIA is an effort to realize benefits (jalb al-mana>fi‘i) and avoid humans from damage and ugliness (dar‘ al-mafa>sidi). Third, religion puts EIA in al-kulliya>t al-khams as fard}u kifa>yah, not included in one of the sectors in it and also does not include it in the sixth new sector to be opened, because in its implementation EIA is a collective obligation in handling environmental problems that can only be resolved together by involving many stakeholders. 
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-ZARNUJI (Rekontruksi Epistimologi Pendidikan Modern Berbasis Sufistik-Etik) Muhammad Zaim; Ahmad Masyruhin
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.253 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2360

Abstract

AbstractRenewal of Islamic education today is faced two major issues. First, problems in education which are not able to created progressive outcome and Islamic behavior. Second, the influence of the Western education concepts that tends to be rational and empirical. Islamic education so that the world currently affected western very rational and empirical began to lose value and ethics. One of the thinkers of Islamic education that focuses on values and ethics are az-Zarnuji. Therefore, this article will reveal how to reconstruct the modern educational-ethical-based Sufi begins by reviewing az-Zarnuji’s educational epistemology. Methods of this study used literature review by tracking the primary source of Ta’lim al-Muta’allim Thariqah al-Ta’allum and other secondary sources. The results of this research education epistimologi az-Zarnuji designed and built on a foundation and framework sufistik-ethical values. The concept of education that starts from the object to the evaluation should be worth sufistik. always make God the backrest through morals, and ethics. always puts the character, morals, decency value with fellow humans or other creatures above intellectual. This was then used to reconstruct the world of modern education today by entering epistimologi az-Zarnuji educational thought in modern education. AbstrakPembaharuan pendidikan Islam saat ini di hadapkan dengan dua isu besar.Pertama, permasalahan dalam pendidikan yang belum mampu mencetakoutput yang berfikiran maju dan berprilaku Islami.Kedua, permasalahan pengaruh konsep pendidikan Barat yang cenderung rasional dan empiris semata.Sehingga dunia pendidikan Islam saat ini terpengaruh barat yang sangat rasional dan empiris sehinnga mulai kehilangan nilai dan etikanya.Adapun salah satu pemikiran tokoh pendidikan Islam yang sangat mengedapankan nilai dan etika adalah az-Zarnuji.Oleh karena itu, Artikel ini akanmengungkap bagaimana merekontruksi pendidikan modern berbasis sufistik-etik diawalidengan mengupas epistemologi pendidikan az-Zarnuji. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara menelusuri sumber primerkitab Ta’lim al-Muta’allim Thariqah al-Ta’allum dan sumber sekunder lainnya. Hasil penelitian ini Secara epistimologi pemikiran pendidikan az-Zarnuji dibentuk dan dibangun melalui pondasi kerangka nilai sufistik-etik.Konsep pendidikan dari tujuan, sampai evaluasi harus bernilai sufistik yakni selalu menjadikan Allah sebagai sandaran melalui akhlak hati, dan etik yakni selalu mengedepankan akhlak, moral, nilai kesusilaan baik dengan sesama manusia ataupun dengan makhluk lainnya diatas intelektual.Ini lah yang kemudian digunakan untuk merekontruksi dunia pendidikan modern saat ini dengan memasukkan epistimologi pemikiran pendidikan az-Zarnuji dalam pendidikan modern.
TELAAH KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 173HURUF A TERHADAP PELAKU EUTHANASIA PASIF PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH Abd Rouf; Zaenul Mahmudi
Muslim Heritage Vol 7, No 1 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.568 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3676

Abstract

AbstractPassive euthanasia is an attempt to hasten death by stopping a treatment or letting a patient die because of a doctor's diagnosis that the patient's disease can no longer be cured. In contrast, in the Compilation of Islamic Law, it is mentioned that determining the obstruction of inheritance with the cause of the disappearance of life must be guided by the judge's ruling that the heirs are blamed for killing or trying to kill or severely mistreat the heist. The purpose of this study is to review the Compilation of Islamic Law article 173 letter A about the obstruction of heirs from receiving inheritances due to the judge's ruling that the heirs are blamed for killing or attempting to kill or severely mistreat the testator,which in passive euthanasia perpetrator, the three-element is not contained in it, but has the same result that accelerates the death of the heist. In this research, the researcher used maqashid sharia. This research is normative juridical and empirical juridical research with qualitative descriptive analysis and using the maqashid sharia approach. In this research, it was obtained that: 1) Passive euthanasia if viewed from the perspective of the principle of maqashid sharia then there will be two conflicting indicators, namely hifz al-nafs (guarding the soul) and hifz al-mᾱl (guarding property), of these two indicators that are more favored is hifz al-nafs. The passive euthanasia perpetrator cannot own the assets of the heist, or in other words, his inheritance rights are hindered following what is instructed in Article 173 letter A. 2) because there are no clear rules regarding passive euthanasia in KHI or other laws, the judge can make legal findings to decide the case to achieve legal certainty.AbstrakEuthanasia pasif merupakan sebuah usaha untuk mempercepat kematian dengan cara menghentikan pengobatan atau melakukan pembiaran terhadap pasien dikarenakan adanya diagnosa dokter bahwa pasien tersebut penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan. Sebaliknya di Kompilasi Hukum Islam disebutkan bahwa dalam menentukan terhalangnya kewarisan dengan sebab adanya penghilangan nyawa harus berpedoman pada putusan hakim bahwa ahli waris tersebut dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pada pewaris. Tujuan dari penelitian ini adalah menelaah kembali Kompilasi Hukum Islam pasal 173 huruf A tentang terhalangnya ahli waris untuk menerima warisan dengan sebab putusan hakim bahwa ahli waris dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pada pewaris, yang mana pada pelaku euthanasia pasif unsur tersebut tidaklah terdapat di dalamnya,namun memiliki akibat yang sama yaitu mempercepatnya kematian pewaris. dalam penganalisahan tersebutpeneliti menggunakan maqashid syari’ah.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris dengan analisisa deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan maqashid syariah. Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa: Euthanasi pasif jika ditinjau dari perspektif prinsip maqashid syariah maka akan terdapat dua indikator yang saling bertentangan yaitu hifz al-nafs(menjaga jiwa) dan hifz al-mᾱl(menjaga harta), dari dua indikator ini yang lebih diunggulkan adalah hifz al-nafs. Maka pelaku euthanasia pasif tidak dapat mewarisi harta dari pewaris atau dengan kata lain terhalang hak kewarisannya sesuai dengan yang diintruksikan pada pasal 173 huruf A. 2) dikarenakan belum adanya aturan yang jelas terkait euthanasia pasif dan dalam KHI maupun perundang-undangan yang lain, maka hakim dapat melakukan penemuan hukum.
International Human Right and Islamic Law: Sebuah Upaya Menuntaskan Wacana-Wacana Kemanusiaan Febri Hijroh Mukhis
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.121 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1043

Abstract

Abstract: Islam brings universal messages involve justice, equality, respect and humanity. These actually are the sacred Sunnah of the Prophet. However, the current problems of human are so varied, in line with the development of information and technology which are so advanced. Those problems could be positive if everyone really understands the universal messages of Prophet by always on the side of social-humanity. This article seeks to examine the problem of human rights and Islamic law as the one of efforts to resolve the dichotomy between Islam and the humanity problems. This article is the conceptual study which specifically uses qualitative descriptive study. The conclusion of this study is the dichotomy between the concept of human rights and Islamic law must be resolved, both are on one purpose involve justice, equality and humanity. Human right is a common concern regardless of any interest, whether religious, politic, culture, and even science. If there is no harmony in the concept of humanity in a religious frame or tauhid, then the understanding of humanity must be freed from all forms of identity of interests.Abstrak: Islam membawa pesan universal yang abadi, yakni: keadilan, persamaan, penghargaan, dan kemanusiaan. Pesan universal inilah yang sebenarnya Sunnah Nabi yang suci. Namun problem terkini umat manusia begitu variatif, dengan semakin majunya informasi dan teknologi. Problem tersebut bisa menjadi positif jika semua orang benar-benar memahami pesan universal kenabian dengan selalu memihak kepada sosial-kemanusiaan. Artikel ini berupaya mengkaji problem HAM dan hukum Islam sebagai salah satu upaya untuk mengakhiri dikotomi antara Islam dan problem kemanusiaan. Artikel ini merupakan kajian konseptual, dengan jenis kajian kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari kajian ini yaitu, dikotomi antara konsep HAM dan hukum Islam haruslah dituntaskan, kedunya berada pada satu ujung tujuan, yakni keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan. Urusan kemanusiaan adalah urusan bersama tanpa memandang kepentingan apapun, baik agama, politik, budaya, bahkan pengetahuan. Jika tidak adanya keharmonisan dan kesepahaman antara konsep kemanusiaan dalam bingkai keagamaan atau tauhid maka pemahaman tentang kemanusiaan haruslah dibebaskan dari segala bentuk kepentingan identitas.
MANAJEMEN KURIKULUM MA’HAD ALY HASYIM ASY’ARI TEBUIRENG SEBAGAI LEMBAGA KADERISASI ULAMA DI ERA GLOBALISASI S Suradi
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1478

Abstract

Abstract: The existence of Ma'had Aly is projected to be an Islamic squad institution in the globalization era which has good capability and integrity. Therefore, the role of ulama (Islamic preach) is not only in the religious field but also in the social one. The era of globalization marked by the existence of big competition in all fields became a challenge for ulama candidate. Ma'had Aly's strategic step in restoring ulama is by conducting curriculum management. This study aims to analyze and explain the planning, organizing, implementation, and evaluation of the curriculum of Ma'ad Aly Hasyim Asyari Tebuireng Jombang Islamic Boarding School, so that graduates can compete actively in the era of globalization. This research employed qualitative research. The results of the study showed  that the management of this curriculum produces ulama candidate who are equipped with main four pillars in accordance with the characteristics of al-ulama al-akhi> mutafaqqih spirits who respond, face and compete in the globalization era. The main four pillars are stability of aqeedah and spiritual, nobleness of students, the breadth of knowledge and professional maturity.Abstrak: Keberadaan Ma'had Aly diproyeksikan menjadi lembaga kaderisasi ulama di era globalisasi yang mumpuni dan berintegritas. Maka, peran ulama tidak hanya dalam bidang religius semata tetapi juga dalam bidang sosial. Era globalisasi yang ditandai dengan adanya mega kompetisi di segala bidang menjadi tantangan bagi para kader ulama. Langkah strategis Ma’had Aly melakukan regenerasi ulama di era globalisasi adalah dengan melakukan manajemen kurikulumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan evaluasi kurikulum Ma’had Aly Hasyim Asyari Pesantren Tebuireng Jombang, sehingga lulusannya dapat berperan dan berkompetisi aktif di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa dengan manajemen kurikulum ini menghasilkan kader-kader ulama yang dibekali empat pilar utama sesuai dengan ciri al-ulama al-akhi>roh yang mutafaqqih yang mapu merespn, menghadapi dan berkompetisi di era globalisasi dengan berbekal empat pilar utama yaitu: kemantapan aqidah dan kedalaman spiritual, keluhuran akhlaq mahasiswa, keluasan ilmu pengetahuan dan kematangan profesional.
Modal Intelektual Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Ekonomi pada Bank Syariah Mandiri KCP Ponorogo Domi Cahyo Damai
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.415 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1987

Abstract

Perbankan Syariah di Indonesia mulai diminati dalam kegiatan keuangan. Hal tersebut membuat kemungkinan terjadi sengketa meningkat. Penyelesaian sengketa dilakukan dengan litigasi atau lelang agunan dianggap merugikan karena harga jual agunan akan turun drastis. Terdapat konsep modal intelektual yang merupakan aset perusahaan sebagai alternatif penyelesaian sengketa ekonomi pada perbankan syariah. Pendalaman aspek modal intelektual mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa di Bank Syariah Mandiri KCP Ponorogo. Aspek modal manusia mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa ekonomi karena modal manusia memberikan segala pemikiran serta berupaya menyelesaikan sengketa dengan nasabah sebaik mungkin. Aspek modal struktural mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa ekonomi karena terdapat kebijakan maintainance pembiayaan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperbaiki sengketa ekonomi dengan mencari iktikad baik dan mencoba mengatasi masalah bersama. Aspek modal relasional juga mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa ekonomi karena terdapat praktik penjualan agunan kepada relasi bank. Penjualan tersebut dapat menjadi sarana penyelesaian sengketa ekonomi karena harga jual sesuai harga pasar tanpa merugikan nasabah apabila dijual dalam proses lelang.
Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Data Pendidikan Islam Berbasis Education Management Information System Mukhibat Mukhibat; Ainul Nurhayati Istiqomah
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.397 KB)

Abstract

Abstract This study aims to analyze the implementation of the policy of the Directorate General of Islamic Education No. 5974 Th. 2019 concerning the management of education data based on the Education Management Information System (EMIS). This study uses library research by investigating books, literature, notes, and reports about EMIS. The results show that three steps must be taken in the EMIS policy, namely organization, interpretation, and application. EMIS-based data management has facilitated decisions and policymaking for the advancement of Islamic educational institutions. However, EMIS as an Islamic education database for policymaking has not been able to be used optimally. because the level of validity and up-to-date (updating) of the data is still not perfect. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalis implementasi kebijakan Direktorat  Jenderal Pendidikan Islam No. 5974 Th. 2019 tentang pengelolaan data pendidikan berbasis Education Management Information System (EMIS). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan melakukan penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan tentang EMIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam kebijakan EMIS yaitu organization, interprestation, dan apllication. Pengelolaan data berbasis EMIS telah memudahkan dalam pengambilan keputusan maupun pengambilan kebijakan untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam. Namun EMIS sebagai basis pangkalan data pendidikan Islam untuk pengambilan  kebijakan  belum  mampu  digunakan secara maksimal, sebab  tingkat  validitas  dan  keterkinian  (updating)  data masih belum sempurna.
INCLUSIVE-PLURALISTIC ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION MODEL AS AN ALTERNATIVE TO INVESTING THE VALUES OF RELIGIOUS MODERATION Zeni Murtafiati Mizani
Muslim Heritage Vol 7, No 2 (2022): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.686 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i2.5018

Abstract

AbstractThis research departs from Islamic Religious Education which is felt to be incomplete in teaching the values of diversity to students so that it can cause students to live in intolerant nuances. This research seeks to provide an overview of an inclusive and pluralist Model of Islamic religious education as an alternative to realizing religious moderation. The research approach used in this study is a Systematic Literature Review with data collection carried out by analyzing or reviewing relevant research writings and articles. The data analysis technique used by researchers is a descriptive synthesis analysis technique (narrative). The result of this study inclusive-pluralistic Islamic religious education is an educational model that is constructed using an understanding and foundation of differences that include sunnatullah, showing the spirit of tolerance, religion, and pluralism, to produce educational outputs that have humanist, democratic, tolerant, pluralist behavior so that the character of students is formed by religious and national values. The pluralist inclusive Islamic religious education model can be seen in terms of the curriculum which includes material that reflects the vision of appreciation and peace towards other religions. These methods allow freedom of thought, and evaluation that is open to all stakeholders, not just students. Then also educators are touched by the discourse of religious thought and the struggle of thought on issues surrounding pluralism, interfaith dialogue, and tolerance. And finally, students are seen as individuals with the potential to have social care and critical thinking skills.  AbstrakPenelitian ini berangkat dari Pendidikan Agama Islam yang dirasa kurang lengkap dalam mengajarkan nilai-nilai kebhinnekaan kepada peserta didik, sehingga dapat menyebabkan peserta didik hidup dalam nuansa intoleran. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang Model pendidikan agama Islam yang inklusif dan pluralis sebagai alternatif mewujudkan moderasi beragama. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review dengan pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis atau menelaah tulisan dan artikel penelitian yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah teknik analisis deskriptif sintesis (naratif). Hasil penelitian ini pendidikan agama Islam inklusif-pluralis merupakan model pendidikan yang dibangun dengan menggunakan pemahaman dan landasan perbedaan yang meliputi sunnatullah, menunjukkan semangat toleransi, beragama dan pluralisme, sehingga menghasilkan output pendidikan yang humanis, demokratis., toleran, pluralis sehingga terbentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan. Model pendidikan agama Islam inklusif pluralis dapat dilihat dari segi kurikulum yang memuat materi yang mencerminkan visi penghargaan dan perdamaian terhadap agama lain, metode yang memungkinkan kebebasan berpikir, evaluasi yang terbuka untuk semua pemangku kepentingan, tidak hanya peserta didik. Kemudian para pendidik juga tersentuh wacana pemikiran keagamaan dan pergumulan pemikiran tentang isu-isu seputar pluralisme, dialog antaragama, dan toleransi. Dan terakhir, siswa dipandang sebagai individu yang berpotensi memiliki kepedulian sosial dan kemampuan berpikir kritis.
Pengelolaan Dana Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan Mustahik Pada LAZISNU Ponorogo Teguh Ansori
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.984 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1274

Abstract

Abstract: This study aims to determine the management of productive zakat funds for the empowerment of mustahik in LAZISNU Ponorogo. The management of zakat funds should be supported by the role of professional amil, therefore the community can take the advantage on its impact of social-economic side. Potential zakat funds for the purpose of the community empowerment is reducing poverty. This qualitative descriptive research is intended to explain the distribution system of productive zakat funds in LAZISNU Ponorogo. The result showed that there are two forms of zakat funds distribution, namely consumptive and productive distribution. The first form of zakat distribution can be defined as providing zakat funds to mustahik without its empowerment. While the productive zakat distribution   is the provision of zakat funds to mustahik and its empowerment. It can be done through several activities, namely, the provision of venture capital as well as the budget for education and training. Finally, it can be concluded that accurate data collection can be carried out by submitting proposal by candidates of mustahik to LAZISNU then they are identified by amil. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan dana zakat produktif untuk pemberdayaan mustahik pada LAZISNU Ponorogo. Pengelolaan dana zakat harus didukung dengan peranan amil yang profesional agar dampak zakat secara sosial ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat. Dana zakat yang potensial dalam pemberdayaan masyarakat utamanya adalah dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga distribusi dana zakat yang telah terkumpul tidak sembarangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk memdeskripsikan sistem distribusi dana zakat produktif di LAZISNU Ponorogo. Dalam hal distribusi dana zakat ada dua kriteria, yakni konsumtif dan produktif. Distribusi zakat konsumtif adalah memberikan dana zakat kepada mustahik tanpa di ikuti pemberdayaan mutahik. Sementara distribusi zakat produktif adalah pemberian dana zakat kepada mustahik yang diikuti dengan pemberdayaan. Sifat pemberdayaan yang dilakukan bisa untuk pemberian modal usaha, juga bia dalam bentuk ketrampilan yang diwujudkan biaya pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini berkesimpulan pendataan yang akurat dengan cara pengajuan proposal oleh calon mustahik kepada LAZISNU dan identifikasi mustahik oleh amil.
TINJAUAN IDENTITAS NASIONAL DAN IDENTITAS KESUKUAN PADA MAHASISWA PGSD UAD YOGYAKARTA (STUDI KASUS MAHASISWA LUAR JAWA DI PGSD UAD) Yayuk Hidayah; Lisa Retnasari
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.212 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa kuat kesadaran identitas nasional dan identitas kesukuan guna merumuskan pemikiran yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan konflik etnis. Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa PGSD yang berasal dari luar Jawa. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data induktif dari Miles dan Huberman . Hasil penelitian menunjukan bahwa identitas kesukuan yang mereka memiliki relatif tinggi. Kesadaran identitas nasionalisme secara umum tumbuh melalui pendidikan Kewarganegaraan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penguatan identiasa nasional dan kesukuaan mahasiswa PGSD UAD antara lain tokoh, ikatan kekerabatan dan sejarah.  

Page 6 of 18 | Total Record : 173