cover
Contact Name
Dedeh Auliatul Latifa
Contact Email
sabapublisher6@gmail.com
Phone
+6281347856210
Journal Mail Official
sabapublisher6@gmail.com
Editorial Address
Jl. Proklamasi KP. Krajan. RT.004 RW. 004 Kel. Tanjungmekar Kec. Karawang Barat Kab.Karawang Barat 41316
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by SABA JAYA PUBLISHER
ISSN : -     EISSN : 2986125X     DOI : https://doi.org/10.59561/sabajaya.v1i2.7
Computer science Social Education science Sports Language Business and Economics Engineering and Vocational Art
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 183 Documents
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Pembentukan Undang-Undang Henny Saida Flora; Bambang Ismaya
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59561/sabajaya.v4i03.790

Abstract

Pembentukan undang-undang yang berperspektif hak asasi manusia (HAM) menuntut adanya partisipasi masyarakat yang bermakna sebagai bagian dari prinsip negara hukum dan demokrasi. Namun, dalam praktiknya, partisipasi publik masih sering bersifat prosedural dan belum didukung oleh pemahaman hukum yang memadai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengawal pembentukan undang-undang yang berorientasi pada perlindungan HAM. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pelatihan yang meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, dan simulasi partisipasi publik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep HAM, mekanisme pembentukan undang-undang, serta peran masyarakat sebagai subjek hukum yang memiliki hak konstitusional untuk berpartisipasi. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong perubahan sikap masyarakat dari pasif menjadi lebih kritis dan partisipatif, serta meningkatkan kemampuan praktis dalam menyusun dan menyampaikan masukan yang berperspektif HAM. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat partisipasi publik yang bermakna dan mendukung terwujudnya proses legislasi yang demokratis, inklusif, dan menghormati hak asasi manusia.
Program Pendidikan Nonformal Bagi Anak Putus Sekolah Di Wilayah Pedesaan Cianjur Lisa Chandrasari Desianti; Bambang Ismaya
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59561/sabajaya.v4i03.791

Abstract

Permasalahan anak putus sekolah di wilayah pedesaan Indonesia merupakan isu kompleks yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan akses geografis, rendahnya motivasi belajar, serta minimnya dukungan keluarga. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kesenjangan akses dan kondisi sosial-ekonomi masih menjadi penyebab dominan tingginya angka putus sekolah. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai solusi second chance education melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Kegiatan yang melibatkan 25 peserta ini dilaksanakan selama enam bulan dengan tahapan persiapan dan analisis kebutuhan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), perencanaan kurikulum adaptif yang mengintegrasikan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta pelatihan keterampilan berbasis potensi desa, pelaksanaan pembelajaran partisipatif dan kontekstual (CTL) berbasis proyek, serta monitoring dan evaluasi berkala melalui pre-test dan post-test. Hasil program menunjukkan tingkat retensi peserta sebesar 84%, peningkatan literasi dan numerasi rata-rata 35%, serta 52% peserta mulai terlibat dalam usaha produktif atau aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta dukungan keluarga melalui kegiatan parenting education. Terbentuknya Kelompok Belajar Mandiri dan penguatan kapasitas tutor lokal menjadi indikator keberlanjutan program. Dengan demikian, pendidikan nonformal terbukti efektif sebagai strategi intervensi sosial yang fleksibel, inklusif, dan replikatif dalam menekan angka putus sekolah serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Penerapan Teknologi Smart Farming dalam Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Usahatani Padi di Karawang Emmy Hamidah; Bambang Ismaya
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59561/sabajaya.v4i03.794

Abstract

Penerapan smart farming berbasis Internet of Things (IoT) menunjukkan peran strategis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan pertanian padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi digital seperti sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, dan analisis data real-time, petani mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan biaya operasional, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk, pestisida, dan air. Hasil pelatihan terhadap 50 peserta menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 30%, penurunan penggunaan pupuk sebesar 20%, serta peningkatan hasil panen rata-rata 13–17% per hektar. Selain itu, teknologi ini mendorong transformasi pola manajemen usahatani dari berbasis intuisi menuju pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Dampak positif lainnya meliputi peningkatan adaptasi terhadap perubahan iklim, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, serta pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasi smart farming masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital, infrastruktur internet, dan biaya investasi awal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan kelompok tani menjadi faktor kunci untuk memperluas penerapan dan memastikan keberlanjutan smart farming sebagai model pertanian modern yang efisien, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

Filter by Year

2023 2026