cover
Contact Name
Ahmad Mustaniruddin
Contact Email
ahmad_mustanirruddin@uinjambi.ac.id
Phone
+6285369694000
Journal Mail Official
tajdid@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi-Ma.Bulian Km. 16 Muara Jambi Jambi 36361
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 25023063     EISSN : 25415018     DOI : -
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin is an academic journal focusing on the sciences of the ushuluddin (principles of religion), published twice a year (June and December) by the Faculty of Ushuluddin and religious studies, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. It is a shared space to disseminate and publish the scholarly papers of those whose concern is the sciences of ushuluddin, such as, Islamic Philosophy, Tasawuf, Qur’anic and Hadith Studies, Comparative Religion, Islamic Thoughts and Political Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 182 Documents
NILAI-NILAI AKHLAK YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA A. FUADI Resca Mia Rosadi
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.515 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i2.58

Abstract

Pembahasan ini dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa pendidikan bukan sekedar proses transformasi ilmu, akan tetapi pendidikan merupakan proses pembentukan karakter dan penanaman akhlak mulia. Pendidikan tidak mesti diperoleh di sekolah maupun di lingkungan masyarakat tetapi pendidikan juga bisa berasal dari sumber informasi antara lain novel. Novel tidak mesti berisi fiksi tetapi ada yang berisi pembelajaran tentang nilai-nilai pendidikan akhlak. Novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi diasumsikan mempunyai pesan pembelajaran tentang nilai-nilai pendidikan akhlak. Karena itu, fokus pembahasan ini adalah ingin mengungkapkan nilai-nilai pendidikan akhlak apa saja yang terdapat dalam Novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Diharapkan hasil pembahasan ini dapat menambah apresiasi dalam menangkap nilai pendidikan akhlak dalam karya sastra, novel. The background of this research is that education is not only process of knowledge transformation but also aims for the character building and inculcation of noble morals. Education not only be found in schools and in the community but also can be found in literatures such as novels which may serve as learning media. The purpose of this research is to study “The Values of Moral Education” in a literary The Novel of Negeri 5 Menara (The Novel of Land of 5 Towers) by A. Fuadi. “The Novel of Negeri 5 Menara is chosen because it is assumed to contain moral education. This research focuses to reveal the values of moral education in the Novel of Negeri 5 Menara by A. Fuadi. It is to be expected that this research can increase appreciation in apprehend moral education in literary novels.
PERAN PAI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN RADIKALISME DI PERGURUAN TINGGI UMUM supian supian
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.82 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i2.59

Abstract

Tulisan ini merupakan gambaran umum penelitian yang memberikan gambaran ringkas mengenai bagaimana pemahaman secara umum tentang eksklusivisme dan radikalisme, bagaimana pemahamannya dalam al-Quran serta pendekatan-pendekatan lainnya serta bagaimana peran PAI dalam upaya menghadapi tantangan radikalisme tersebut. Dari kecenderungan radikalisme, baik yang ada dalam al-Quran maupun fakta yang terjadi di lapangan dan di tengah-tengah masyarakat, semuanya mengarah atau berhadapan antara Islam di satu pihak dan non-Islam di lain pihak, maka dapat disimpulkan apabila faham dan sikap demikian justru diterapkan dalam konteks internal Islam seperti memberi label sesat, kafir dan jenis-jenis eksklusivisme dan kurang toleran terhadap perbedaan yang menyangkut persoalan cabang keagamaan atau khilafiyah di dalam satu agama merupakan sesuatu yang destruktif. This paper is a resume of research that provides a brief overview of how the general understanding of exclusivism and radicalism, how it is understood in the Qur'an and other approaches and how the role of PAI in the effort to face the challenge of radicalism. From the tendency of radicalism, both in the Qur'an and the facts that occur in the field and in the midst of society, all lead or face between Islam on the one hand and non-Islam on the other, it can be concluded if such ideals and attitudes precisely applied in the internal context of Islam such as labeling heresy, kafir and other types of exclusivism and less tolerant of differences concerning the issue of religious or khilafi branch in one religion is destructive. Islam teaches ukhuwah values ​​in the midst of diversity, togetherness in diversity and compete in goodness (fastabiqul khoirat) to the pleasure of God.
PAHAM KEAGAMAAN H. YUNUS BIN H. SHALEH: ANALISIS KITAB DILĀLAT AL-`AMMI pirhat abbas
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 2 (2017): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.43 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v16i2.60

Abstract

Tulisan ini ingin melihat dan menelusuri bagaimana paham keagamaan yang dianut dan dikembangkan oleh pengarang Kitab Dilālat al-`Ammi. Kitab ini berisi pembahasansan mengenai `aqidah dan syari`ah. Di dalam beragama paling tidak ada dua masalah pokok, yaitu tauhid dan fiqh. Tauhid adalah membicarakan tentang sifat Tuhan yang wajib, mustahil, dan yang harus bagi Tuhan. Demikian juga pembicaraan tentang sifat yang wajib, yang mustahil dan yang harus bagi rasul. Sedangkan fiqh banyak membicarakan tentang peribadatan dalam Islam seperti sembahyang, puasa, zakat, dan penjelasan yang berhubungan dengan hal itu. Paham keagamaan yang dianut dan dikembangkan oleh H. Yunus bin H. Shaleh dalam bidang tauhid adalah paham ahlus sunnah wa al-jama`ah lewat jalur sanusiyah dan dalam bidang fiqh adalah paham syafi`iyah. This paper would like to see and explore how the religious beliefs developed and developed by the author of the Book of Dilālat al-'Ammi. This book contains a discussion of `aqidah and syari`ah. In religion there are at least two main issues, namely: tauhid and fiqh. Tawheed is talking about God's mandatory, impossible, and mustful nature to God. Likewise the talk of the obligatory, the impossible and the must for the apostle. While fiqh much talk about worship in Islam such as praying, fasting, zakat, and explanations related to it. Religious understanding adopted and developed by H. Yunus bin H. Shaleh in the field of tauhid is understood ahlus sunnah wa al-jama`ah through sanusiyah and in the field of fiqh is understood syafi`iyah.
KONSERVASI ALAM: AKTIFITAS PAGUYUBAN MASYARAKAT PEDULI HUTAN (PMPH) DALAM BINGKAI LIVING QUR’AN DI KABUPATEN KUDUS Salma Fa'atin; Nailis Sa’adah
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.967 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.61

Abstract

Nature Conservation: Activities of the Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) Society in the Living Qur'an Frame in Kudus Regency. This paper discusses the nature conservation activities carried out by the community of “Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH)” in Colo village, Dawe district, Kudus district. The focus of the study is to uncover PMPH activities in the living study of the Qur'an using the phenomenology paradigm. The study was conducted with a qualitative approach. Data collection is done by interview techniques, documentation, and observation. The results of the study found that the community of “Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH)” in Colo village, Dawe district, Kudus Regency had carried out activities / behaviors (living Qur'an) which actually constituted the values ​​of the Koran concerning the duty of mankind to maintain and preserve the universe in order to bring benefits and prosperity to the people. The concept of ihsan, taskhir and ta'mir has manifested itself in the action of PMPH. Manifestation of social and individual piety, worship and charity charity created in PMPH slogan "Forest is trustworthy, Keeping it is worship" Tulisan ini membahas tentang aktifitas konservasi alam yang dilakukan oleh komunitas Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) di desa Colo kecamatan Dawe kabupaten Kudus. Fokus kajiannya adalah mengungkap aktifitas PMPH dalam kajian living Qur’an dengan menggunakan paradigma fenomenologi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa komunitas Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) di desa Colo kecamatan Dawe Kabupaten Kudus telah melakukan aktifitas-aktifitas/perilaku-perilaku (living Qur’an) yang sejatinya merupakan nilai-nilai al-Qur’an tentang tugas manusia untuk menjaga dan melestarikan alam semesta agar dapat membawa manfaat dan kemaslahahatan umat. Konsep ihsan, taskhir dan ta’mir telah mewujud dalam aksi PMPH. Manifestasi kesalehan sosial dan individu, ibadah dan amal jariyah tercipta dalam slogan PMPH “Hutan adalah amanah, Menjaganya adalah Ibadah”.
RESPON ISLAM TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL Mohammad Deny Irawan
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.902 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.64

Abstract

As a universal religion, Islam has promised social change in society. Even so, a number of Muslim and Islamic scholars have also admitted that Islam has all the conditions to rise and color the social life of the world community. This article will explain the Islamic response to social change in society, including the role of fatwa as ijtihad products. Religion and Social still get space in the community. At least there are 3 bargaining power positions that are given between religion and society, namely: Religious affairs are more dominant, community affairs are more dominant and compromise between religion and social society in the frame of religion and social frame. This certainly shows that religion as a response to social change as a win-win solution to community life. Sebagai agama universal, Islam telah menjanjikan perubahan sosial di masyarakat. Pun demikian dengan sejumlah cendekiawan muslim serta Islamolog ikut mengakui jika Islam memiliki segala syarat untuk bangkit dan mewarnai kehidupan sosial masyarakat dunia. Artikel ini akan menjelaskan tentang respon Islam terhadap perubahan sosial masyarakat termasuk juga perani fatwa sebagai produk ijtihad. Agama dan Sosial masih mendapatkan ruang di masyarakat. Setidaknya ada 3 posisi daya tawar yang diberikan antara agama dan masyarakat, yaitu: Urusan agama lebih dominan, urusan masyarakat lebih dominan dan kompromi antara agama dan sosial kemasyarakatan dalam bingkai agama maupun bingkai sosial. Hal ini tentunya menunjukan bahwa agama sebagai respon perubahan sosial sebagai win win solution kehidupan bermasyarakat.
UPAYA KREATIF SYAHRUR DALAM RANGKA MENGEMBALIKAN POSISI POLIGAMI SEBAGAI PROBLEM SOLVER (Pendekatan Linguistik) Mia Fitriah
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 2 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.603 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i2.65

Abstract

This paper discusses about Syahrur’s linguistic approach on verse polygamy interprretation, there are 3 assumptions with this approach. First, there is no synonym (muradif) in Arabic. then he explore the text from etymology to morphology and redefines texts. Secondly, Syahrur rejects the idea of ​​atomization (ta'diyah), even he interprets each verse of the Qur'an based on the assumption that each verse belongs to a single unit within a larger unitary entity in kitab. This method is called intratextuality method. Third, the syntagmatic-Paradigmatic he used is as the weapon in searching the meaning that existed in a text editor. The use of this analysis is helpful in shaping the formulation of different legal results from synchronous;; searching for the structural relation of each element of language until Syahrur's attempt to trace the root of the word in the verse or called diakronis. the first result of the conclusion according to Syahrur is polygami depend on him that the solution of social problems is not the arena of the fulfillment of biological needs. Polygamy is considered a means to provide protection for widows who have orphans. Because of the rules that the second, third and fourth wives of a widow who has orphans. The second result is justice according to Syahrur is not fair to wives but children (children of husbands with orphans of married women). Tulisan ini membahas pendekatan linguistik Syahrur pada ayat poligami, ada 3 pijakan Syahrur pada pendekatan ini. Pertama, tidak ada sinonim (muradif) dalam bahasa Arab, maka ia melakukan pembongkaran dari etimologi sampai morfologi dan meredefenisi teks. Kedua, Syahrur menolak pendapat tentang atomisasi (ta’diyah), maka ia menafsirkan masing-masing ayat Al-Qur’an berdasarkan asumsi bahwa masing-masing ayat dimiliki oleh sebuah unit tunggal dalam sebuah kesatuan unit yang lebih besar dalam al-Kitab. Metode ini dinamakan metode intratekstualitas. Ketiga, analisis Sintagmatik-Paradigmatik, digunakan Syahrur sebagai senjatanya dalam mencari dan mengejar makna yang ada pada sebuah redaksi teks. Penggunaan analisis ini sangat membantu syahrur dalam merumuskan hasil hukum yang berbeda dari mulai sinkronis; mencari relasi struktural tiap unsur bahasa sampai upaya Syahrur untuk melacak akar kata kunci dalam ayat tersebut atau disebut diakronis. Dampak dari pendekatan linguistik Syahrur pada ayat poligami adalah bahwa poligami adalah solusi permasalahan sosial bukan ajang pemenuhan kebutuhan biologis. Poligami dianggap sebagai sarana untuk memberi perlindungan bagi janda-janda yang mempunyai anak yatim. Karena syarat bagi pelaku poligami untuk mengambil istri kedua, ketiga dan keempat seorang janda yang memiliki anak yatim. Dan berlaku adil menurut Syahrur bukanlah berlaku adil kepada istri-istri melainkan anak-anak (anak-anak suami dengan anak-anak yatim dari wanita yang dinikahi).
BERITA HOAX DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN ermawati ermawati; Sirajuddin Sirajuddin
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.589 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.66

Abstract

This research is motivated by a reality that is apprehensive and requires attention, namely the ease with which people are affected by news hoaxes (hoaxes), then easily spread the news through increasingly sophisticated social media without considering the truth or failure of the news. This indicates a lack of public understanding of hoaxes and what effects they will have. In fact, in the Qur'an, things like this are strictly prohibited. So, this is what encourages the writer to study more about hoax news in the perspective of the Qur'an. The theory or method that the writer uses to analyze this problem is the interpretation of maudhu'i / thematic. The conclusion that can be taken in the results of this study is a general description of hoax news, both in terms of the history and meaning of the word hoax, then knowing the verses of hoaxes in the Qur'an, and knowing the forms of hoaxes in the Qur'an and tabayyun simulations the Qur'anic perspective in dealing with news hoaxes, such as reading, studying, looking for clear references and asking those who are more understanding. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas yang memprihatinkan dan memerlukan perhatian, yaitu mudahnya masyarakat terpengaruh oleh berita hoax (berita bohong), lalu dengan mudahnya menyebarkan berita tersebut melalui media sosial yang semakin canggih tanpa memperdulikan benar atau tidaknya berita tersebut. Hal ini menandakan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hoax (berita bohong) dan apa saja dampak yang akan ditimbulkannya. Padahal, di dalam Al-Qur;an hal seperti ini dilarang keras. Jadi, hal inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji lebih lanjut mengenai berita hoax (berita bohong) dalam perspektif Al-Qur’an. Adapun teori atau metode yang penulis gunakan untuk menganalisis permasalahan ini adalah tafsir maudhu’i/tematik. Kesimpulan yang dapat diambil dalam hasil penelitian ini adalah penggambaran umum mengenai berita hoax, baik dalam sisi sejarah dan pemaknaan kata hoax, lalu mengetahui ayat-ayat hoax dalam Al-Qur’an, dan mengetahui bentuk hoax dalam Al-Qur’an serta simulasi tabayyun perspektif Al-Qur’an dalam menyikapi berita hoax, seperti membaca, menelaah, mencari referensi yang jelas dan bertanya kepada yang lebih paham.
MODERNITAS DAN GLOBALISASI: TANTANGAN BAGI PERADABAN ISLAM muhammad rusydi
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 1 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.638 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i1.67

Abstract

This paper aims to explain the globalization and modernity inpact problem for Islamic civilization. Rennassaince that has been developing in west and has been giving inpact not only for progressing science and technology but also for modernity acceleration in a veriety of life field. But, the progress not for Islam because it has been facing the internal problem such as stupidity and destitution. So that, the conditions have given inpact for Islam that has been more inferior than west. The globalization and modernity moslem civilization was changed by the western civilization. Makalah ini bertujuan untuk membahas tentang dampak modernitas dan globalisasi bagi peradaban Islam. Renaissans yang membawa kepada kemajuan di Barat bukan hanya membawa kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga memunculkan berbagai kemudahan dalam berbagai bidang kehidupan. Maka muncul modernitas dan globalisasi. Namun modernitas dan globalisasi ini tidak banyak menguntungkan Islam dan kaum muslim karena membawa ekses negatif dalam kalangan internal mereka. Bahkan, modernitas dan globalisasi ini menjadi tantangan bagi peradaban Islam dan kaum muslim.
TRANSFORMASI PERILAKU MASYARAKAT BERAGAMA DALAM KABUPATEN BATANGHARI JAMBI ishaq abdul azis
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 2 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.942 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i2.68

Abstract

This study highlights the phenomenon of changes in adolescent behavior in the Batanghari District. This research is limited to exploring the phenomenon of the transformation of religious values ​​of the people in Batanghari Regency. After conducting this research, several things were found, namely; The forms of transformation of religiosity values ​​in Batanghari Regency are grouped into three categories, namely mild categories such as lying, staying up late, going out without greetings, skipping school, fighting with friends, fighting, and littering. While the moderate category is speeding, drinking, gambling, and picking pockets. Whereas for the heavy categories include drug abuse, extramarital sex, and pornography. The factors that cause the transformation of values ​​are identity crisis, pride when they break the rules, and weak control. The response of Batanghari District residents to the phenomenon of silencing the value of religiosity is to take preventive, curative, and repressive actions. Penelitian ini menyoroti fenomena perubahan perilaku remaja tersebut di lingkup Kabupaten Batanghari. Penelitian ini dibatasi untuk menggali fenomena transformasi nilai keagamaan masyarakat di Kabupaten Batanghari. Setelah melakukan penelitian ini, ditemukan beberapa hal yakni; Bentuk-bentuk transformasi nilai religiusitas di Kabupaten Batanghari dikelompokkan menjadi tiga katagori yaitu kategori ringan seperti berbohong, begadang, pergi keluar rumah tanpa salam, membolos sekolah, berkelahi dengan teman, tawuran, dan membuang sampah sembarangan. Sedangkan kategori sedang adalah kebut-kebutan, minum-minuman keras, berjudi, dan mencopet. Sedangkan untuk kategori berat diantaranya penyalahgunaan narkoba, hubungan seks di luar nikah, dan pornografi. Faktor penyebab terjadinya transformasi nilai tersebut adalah krisis identitas, adanya rasa bangga ketika dapat melanggar aturan, serta kontrol yang lemah. Respon warga Kabupaten Batanghari terhadap adanya fenomena pendangkalan nilai religiusitas tersebut adalah melakukan tindakan yang bersifat preventif, kuratif, dan represif.
KRITIK TERHADAP KONSEP TANZIL NASR HAMID ABU ZAYD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STATUS AL-QUR’AN muzayyin bdws
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 17 No. 2 (2018): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.424 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v17i2.69

Abstract

This paper intends to present Tanzil Nasr Hamid Abu Zayd's ideas or concepts and their implications for the status of the Qur'an, to then provide adequate criticism of it. In the first section, the concept of Tanzil, according to Nasr Hamid, which was later imitated by several Indonesian thinkers, will then seek relevance to the ideas put forward by Orentalis. The second part, the implication of the concept of Tanzil Nasr Hamid on the status of the Qur'an, which in it breaks down the new terms of the Qur'an are cultural products (muntaj thasaqafi), Producers of Culture (muntij thasaqafi) and language texts (lashawi nash) the third part is followed by a critical analysis of the concept of Tanzil Nasr Hamid and the implications of Nasr Hamid's tanzil concept on the status of the Qur'an. Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan gagasan atau konsep Tanzil Nasr Hamid Abu Zayd dan Implikasinya terhadap status Al-Qur’an, untuk kemudian memberikan kritik yang memadai terhadapnya. Pada bagian pertama, akan dipaparkan tentang konsep Tanzil menurut Nasr Hamid yang kemudian ditiru oleh beberapa pemikir Indonesia, baru kemudian mencari relevansinya dengan gagasan yang dikemukakan oleh Orentalis. Bagian kedua, Implikasi konsep Tanzil Nasr Hamid terhadap status Al-Qur’an, yang didalamnya mengurai terma-terma baru tentang al-Qur’an adalah produk budaya (muntaj thasaqafi), Produsen Budaya (muntij thasaqafi) dan teks bahasa (nash lughawi).bagian ketiga ialah dilanjutkan dengan analisis kritis terhadap konsep Tanzil Nasr Hamid dan Implikasi konsep tanzil Nasr Hamid terhadap status al-Qur’an.

Page 6 of 19 | Total Record : 182