cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Penyusunan Media Informasi Tentang Praktik Pemberian Makan Untuk Mencegah Stunting Pada Anak Baduta Heni Setyowati; Ida Sofiyanti; Hapsari Windayanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.385 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.83

Abstract

Pemberian gizi yang benar pada 1000 hari pertama kehidupan akan menentukan kualitas hidup seorang manusia. Dampak yang ditimbulkan malnutrisi pada periode ini akan bersifat permanen dan berjangka panjang. Praktik pemberian gizi yang tidak benar merupakan penyebab utama awal terjadinya stunting. Insiden malnutrisi meningkat tajam karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan menyiapkan makanan bergizi bagi anaknya. Ketidaktahuan ini salah satu penyebabnya karena belum adanya media informasi pendukung terkait praktik pemberian makan pada Baduta yang sesuai dengan kondisi daerah setempat. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman ibu tentang pemberian makan pada baduta dan menyusun media media informasi yang efektifkepada ibu yang mempunyai  baduta tentang praktik pemberian gizi, sehingga dapat secara efektif meningkatkan pemahaman ibu tentang praktik pemberian makan yang dapat mencukupi kebutuhan gizi seimbang, dan higienis. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode action research. Metode ini dipilih karena pada tahap pertama dilakukan kajian (research) terhadap kondisi dan tingkat pemahaman ibu yang mempunyai Baduta tentang praktik pemberian makan serta penyusunan suatu media informasi tentang praktik pemberian makan yang efektif. Kemudian pada tahap kedua akan dilaksanakan implementasi/tindakan (action) untuk menerapkan serta menguji penerapan dan keefektifan pemanfaatan media informasi yang diberikan di lingkungan Bidan Praktik Mandiri, dan di masyarakat.
Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Risiko Kehamilan “4t” Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bringin Marcelya Shella; Eti Salafas
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.511 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.96

Abstract

Kehamilan risiko tinggi ditemukan pada ibu hamil yang terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak dan terlalu dekat (4T). Puskesmas Bringin memiliki AKI tertinggi tahun 2016 yaitu berjumlah 3 kasus, 2 kasus memiliki usia > 35 tahun. Tahun 2017 dari 609 ibu hami terdapat 205 dengan kehamilan risiko tinggi “4T”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko kehamilan “4T”.Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bringin. Sampel berjumlah 70 orang yang di diambil dengan metode Proportional sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji statistik Chi Square, dan multIvariat dengan Regresi Logistik.Hasil penelitian terdapat hubungan antara pendidikan dengan risiko kehamilan “4T” dengan nilai p-value sebesar 0,022 < 0,05, terdapat hubungan antara status ekonomi dengan risiko kehamilan “4T” dengan nilai p-value sebesar 0,032 < 0,05 dan terdapat hubungan antara keinginan memiliki anak dengan risiko kehamilan “4T” dengan nilai p-value sebesar 0,001 < 0,05. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kehamilan risiko tinggi “4T” adalah keinginan memiliki anak (Exp (B) yang paling besar yaitu 13,265). Diharapkan ibu dengan risiko kehamilan “4T” lebih rutin dalam kunjungan ANC sehingga komplikasi persalinan dapat dicegah.
Hubungan Antara Jenis Kelamin dan Usia dengan Kejadian Enuresis pada Anak Prasekolah Isfaizah Isfaizah; Fitria Primi Astuti; Widayati Widayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.313 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.97

Abstract

Enuresis (mengompol) menjadi masalah kesehatan pada anak. Enuresis adalah keluarnya urin yang tidak disadari sampai anak 5 tahun. Enuresis memberikan pengaruh buruk baik secara psikologis maupun sosial yang mempengaruhi kehidupan anak dan orang tuanya. Anak dengan enuresis cenderung terbatas dalam aktivitas sosial, dijauhi keluarga dan teman, adanya perlakuan buruk dari orangtua/pengasuh seperti dimarahi, dihukum atau ditolak yang menyebabkan perasaan rendah diri pada anak dan perkembangan kepribadiannya.Prevalensi enuresis pada anak laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan (10.7% vs 5.4%). Prevalensi enuresis menurun seiring dengan bertambahnya usia yaitu 15% pada usia 5 tahun, 10% pada usia 7 tahun dan 5% pada usia 11-12 tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan usia dengan kejadian enuresis pada anak prasekolah. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan case control 1:1. Populasi seluruh siswa/siswi usia prasekolah (PAUD dan TK) di wilayah Kelurahan Candirejo. Sampel sebanyak 32 siswa/siswi yang mengalami enuresis dan 32 siswa/siswi yang tidak mengalami enuresis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang jumlah enuresis. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan chi square. Analisis univariat diperoleh rerata usia anak adalah 55.59 bulan,rerata frekuensi enuresis adalah 3.41kali/minggu. Kejadian enuresis pada anak laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan (63.3% vs 38.2%). Enuresis lebih sering terjadi pada anak usia≤55.5 bulan yaitu sebesar 62.9%.Ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan kejadian enuresis pada anak pra sekolah (p=0.045, OR=2.79, CI95%=1.011-7.698, p=0.024, OR=0.311, CI95%=0.111-0.869). Anak laki-laki lebih cenderung untuk mengalami enuresis dibandingkan dengan anak perempuan. Ajarkan toilet training sejak dini pada anak, khususnya pada anak laki-laki.
Pengaruh Penerapan Stimulasi Perkembangan Balita pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Rini Susanti; Vistra Veftisia; Yulia Nur Khayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.247 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.98

Abstract

Anak usia dibawah tiga tahun (batita) sangat energik dan aktif, penuh dengan energi yang tidak terbatas, antusias  dan selalu ingin tahu. Walaupun kecepatan pertumbuhan melambat selama tahap ini, perubahan perkembangan penting terbentuk. Peningkatan kemapuan motorik memungkinkan anak batita untuk bergerak sendiri, menjelajahi dan menguji lingkungannya. Perkembangan yang cepat dalam berbicara dan bahasa  berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir dan belajar yang lebih kompleks (Allen dan Marotz, 2010). Untuk mengetahui pengaruh penerapan stimulasi perkembangan balita pada ibu rumah tangga dikelurahan candirejo kecamatan ungaran barat kabupaten semarang. Penelitian ini menggunakan eksperimen random (Randomized Controlled trial, RCT) dengan rancangan Two Group Pre-test dan Post-test Desain. Ada pengaruh pendampingan stimulasi dengan peningkatan perkembangan anak pada ibu rumah tangga di Kelurahan Candirejo Kec.Ungaran Barat Kab. Semarang. Pengetahuan responden tentang stimulasi perkembangan anak dalam kategori baik 42 responden (70%). Bidan desa Mengaktifkan peran kader untuk mendampingi ibu yang memiliki balita dalam melakukan stimulasi perkembangan. Puskesmas memberikan promosi kesehatan tentang stimulasi perkembangan oleh orang tua
Pengaruh Pelayanan Pesan Singkat Terhadap Ketepatan Jadwal Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Tangerang Restu Octasila; Siti Dariyani; Hayunik Permatasari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.227 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.100

Abstract

Campak masih menempati urutan ke-5 penyakit yang menyerang terutama pada bayi dan balita. Cakupan imunisasi campak di provinsi Banten tahun 2013 masih rendah salah satunya di Kabupaten Tangerang sebesar 90,45%.  Penyebabnya adalah kurangnya informasi untuk mengingatkan ibu terhadap ketepatan pemberian imunisasi. Penelitian menggunakan quasi eksperimen populasinya adalah bayi usia 9-12 bulan yang belum diberikan imunisasi campak di Puskesmas Pagedangan dan Puskesmas Caringin. Teknik pengambilan sampling menggunakan purpose sampling, berjumlah 50 bayi dimana kelompok yang diberikan pengingat 18 bayi dan tidak diberikan pengingat 32 bayi. Hasil penelitian pada kelompok diberikan pengingat terdapat 83,3% yang tepat dan 16,7 % tidak tepat sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan pengingat terdapat 81,3% yang tepat dan 18,8% tidak tepat. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara ketepatan waktu pemberian imunisasi campak dengan pemberian pesan singkat pengingat. Simpulan tidak ada pengaruh antara ketepatan waktu imunisasi campak dengan pemberian pesan pengingat. Saran bagi tenaga kesehatan terutama bidan untuk memiliki kontak personal ibu yang memiliki bayi untuk memberikan informasi kesehatan anak terutama pemberian imunisasi.
Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan Berdasarkan Status Kesehatan, Graviditas dan Usia di Wilayah Keja Puskesmas Jombang Dorsinta Siallagan; Dwi Lestari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.596 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.101

Abstract

Kehamilan  merupakan sumber stres khususnya bagi ibu muda dan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, psikologis, dan adaptasi dari wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah kodrat yang harus dilalui, tetapi sebagian lagi menganggapnya sebagai peristiwa yang menentukan kehidupan selanjutnya. Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan serius akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka angka morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil akan semakin meningkat. Kecemasan meningkat menjelang persalinan terutama pada trimester III. Di Indoneisa sekitar 28,7% dari 107.000.000 mengalami kecemasan dan di Pulau jawa, sebesar 52,3% atau 355.873 dari 679.765 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan menghadapi persalinan berdasarkan status kesehatan, graviditas dan usia. Metode  penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil sedangkan pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling yaitu ibu hamil trimester III sejumlah 123 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan  tingkat kecemasan menghadapi persalinan didapatkan sebanyak 87% ibu hamil mengalami cemas ringan dan 13% ibu hamil mengalami cemas sedang. Analisis bivariate menggunakan uji Chi-Square. Terdapat Status hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi persalinan dengan status kesehatan  p=0.000, graviditas  p=0.001 dan usia p=0.032. Tingginya tingkat kecemasan menghadapi persalinan dan adanya hubungan yang signifikan antara status kesehatan, graviditas dan usia terhadap tingkat kecemasan maka diharapkan adanya penyuluhan tentang usia reproduksi sehat, ruang konseling khusus bagi ibu hamil yang mengalami kecemasan dan menambah jadwal kelas ibu hamil, sehingga ibu hamil dapat lebih rutin memeriksakan kehamilannya dan menjadi tempat berbagi pengalaman guna mengurangi tingkat kecemasan menghadapi persalinan.
Korelasi Aktivitas Seksual pada Ibu Hamil dengan Resiko Kontraksi di 3 Wilayah Puskesmas Tangerang Selatan Reni Nofita; Betty Simanjuntak
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.386 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.102

Abstract

Perubahan yang terjadi selama kehamilan meliputi perubahan fisik, emosi dan hasrat seksual.Dampak dari perubahan tersebut masih cukup banyak pasangan suami istri yang takut, atau ragu-ragu untuk memutuskan melakukan hubungan seksual selama hamil. Berdasarkan studi pendahuluan pada penelitian Nunung Yuliyati yang dilakukan  Tahun 2011 terdapat  sekitar 64,7% ibu hamil trimester III mengeluh cemas ketika melakukan hubungan seksual dan diantara yang mengalami kecemasan dalam hubungan seksual mengatakan tidak bergairah dalam melakukan hubungan seksual, frekuensi hubungan seksual juga tidak mesti rata-rata 1kali seminggu.  Tujuan  untuk mengetahui hubungan antara frekuensi senggama, orgasme ,posisi hubungan  seksual dan durasi hubungan seksual dengan kejadian kontraksi selama hamil. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Rawa Buntu, Serpong 1, Serpong 2. Sampel pada penelitian ini sebanyak 67 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Rawa Buntu,Serpong 1, Serpong 2 yang ditentukan dengan proporsi cluster dari setiap puskesmas yang diteliti. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan buku kunjungan ANC. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan hasil primipara 23,9%, multipara 41,8 % , grandemultipara 34,3% ibu hamil TM 3. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi senggama dengan ibu hamil beresiko kontaksi dengan p value 1.000.  Terdapat hubungan yang signifikan antara posisi hubungan seksual dengan ibu hamil dengan p value 0.034.  terdapat hubungan yang signifikan antara durasi senggama dengan ibu hamil dengan p value 0,034. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara orgasme dengan ibu hamil yang beresiko dengan p value 1,000.
Hubungan Kepatuhan dalam Kunjungan Posyandu Terhadap Status Gizi Balita di Desa Mlilir Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Karimatul Hilmiyah; Luvi Dian Afriyani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.883 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.103

Abstract

The cases of malnutrition in Indonesia are still very high at 1.1 million toddler from 21,436,940 in the number of toddler who are registered in Pediatric Healthcare. The village of Mlilir in the Public Health Center Jimbaran in the last three months had increase for the number of malnutrition for toddler. Efforts to prevent the problems of nutrition toward toddler are participating in Pediatric Healthcare activities. The obedience in visits to each Pediatric Healthcare activity will certainly affect the nutritional status of the toddler. Because one of the objectives of Pediatric Healthcare  is to monitor the improvement of nutritional status of toddler.This research aimed to analyze the relation of the obedience Pediatric Healthcare visit toward toddler nutrition status. This research used a quantitative design analytic survey with a Case Control approach. The population in this research was all the mothers who had children aged 12-59 months in Mlilir Village, Bandungan district, Semarang Regency in April 2018, 242 respondents. Case samples used were taken with accidentall sampling technique, 18 respondents and control samples using matching sample technique, in the education and occupation of mothers around 36 respondents with a ratio of 1: 2. The results of the study using the chi square test showed , there was a relationship between obedience in the Pediatric Healthcare visit to the nutritional status of toddler.There was a relationship between obedience in Pediatric Healthcare visits to the nutritional status of toddler.Health workers provide media counseling that can be brought home like leaflets so that the information is reachable to the parents of the toddler.
Perbedaan Kadar HB Sebelum dan Sesudah Pemberian Pisang Ambon pada Ibu Hamil dengan Anemia Fenni Dwi Andina; Chichik Nirmasari; Widayati Widayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.844 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.104

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang sangat dinantikan bagi setiap pasangan suami istri. Namun di masa sekarang ini tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar karena ada penyakit-penyakit penyerta dalam kehamilan seperti anemia, upaya yang dilakukan dalam pencegahan dan penanggulangan anemia ada dua yaitu farmakologi dengan mengkonsumsi tablet fe selain terapi farmakologi dapat juga diberikan terapi non farmakologi. Pisang ambon salah satu terapi non famakologi yang dikonsumsi sebagai makanan pokok di daerah tropis. Pisang ini diperkaya zat besi yang efektif untuk mengendalikan kekurangan zat besi dalam tubuh.Untuk menganalisis adakah perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pisang ambon terhadap ibu hamil anemia di puskesmas sumowono,jenis penelitian ini menggunakan pre-eksperimental designs, desain penelitian menggunakan rancangan one grouppretest-posttest, karena pada rancangan ini tidak menggunakan kelompok pembanding (kontrol). Menggunakan teknik total sampel yang berjumlah 11 responden. Penelitian dilakukan di sumowono pada bulan juli 2018. Uji statistik menggunakan uji paired t-test. Terdapat hubungan antara konsumsi pisang ambon dengan kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia Simpulannya bahwa buah pisang ambon efektif terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia.
Kombinasi Self Hypnosis dan Senam Yoga Terhadap Tingkat Nyeri dan Kecemasan Saat Menstruasi Puji Lestari; Risma Aliviani Putri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 1 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.72 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.105

Abstract

Prevalensi dismenore di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu sebesar 64, 25% yang dapat diatasi dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Terapi non farmakologi diantaranya yaitu Self Hypnosis dan Senam Yoga yang mampu meningkatkan hormon endorphin sehingga dapat mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi self hypnosis dan senam yoga terhadap tingkat nyeri dan kecemasan saat menstruasi. Desain penelitian Quasy Experiment dengan pre test post test control design. Populasi sejumlah 32 mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo yang mengalami dismenore primer dan menggunakan tehnik purposive sampling sehingga didapatkan ada 32 responden terbagi menjadi 2 kelompok yaitu intervensi dan kontrol masing-masing 16 responden. Penelitian dilakukan selama 3 siklus menstruasi sejak bulan Mei-Juli 2018. Hasil penelitian kemudian diuji dengan uji t test didapatkan hasil bahwa ada perbedaan tingkat nyeri dan kecemasan pada kelompok intervensi dan kontrol.

Page 2 of 18 | Total Record : 173