cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 173 Documents
Karakteristik Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Jarak Kehamilan dan Paritas Ibu di Puskesmas Dasan Agung Kota Mataram Baiq Ricca Afrida; Nurul Hikmah Annisa; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.819 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1499

Abstract

Anemia in pregnancy is often caused by iron deficiency and is a type of anemia whose treatment is relatively easy and inexpensive. Anemia in pregnancy is a national problem because it reflects the value of the socio-economic welfare of the community, and has a very large influence on the quality of human resources. Based on the target data for pregnant women at the Dasan Public Health Center, within one year there were 1,056 pregnant women and 25 people who experienced anemia during pregnancy. This study aims to provide an overview of anemia in pregnant women related to the Gestational Distance, data processing using the frequency distribution on each variable. The result of the study was based on the total number of pregnant women in January – December 2021 as many as 1.056 there were 25 women (2,3%) experiencing anemia and 1031 women (97,63%) not having anemia. The description of anemic pregnant women related to. The description of anemic pregnant women that is related to the distance between pregnancy is 11 women (44%) experience high risk and 14 women (56%) not experiencing high risk in pregnancy with anemia, while anemia based on maternal parity, in low-risk parity (≥4) there are 6 patients (24%) while the high-risk parity (<4) is 19 patients (76%), from this study it can be concluded that there is an incidence of anemia according to the distance between pregnancy and maternal parity with more low risk are more when compare to the Gestational Distance and maternal parity high riskAbstrakAnemia pada kehamilan sering disebabkan  oleh karena kekurangan zat besi, dan merupakan jenis anemia yang pengobatannya relative midah dan murah. Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data sasaran ibu hamil dipuskesmas dasan dalam kurun waktu satu tahun terdapat  1.056 orang ibu hamil dan terdapat 25 orang yang mengalami anemia pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran anemia pada ibu hamil yang berkaitan dengan jarak kehamilan, pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi pada masing-  masing variable. Hasil penelitian ini terdapat total jumlah ibu hamil pada januari – desember 2021 sejumlah 1.056 terdapat 25 orang  (2,37%)  mengalami anemia dan 1031 orang (97,63%) tidak mengalami anemia. Gambaran ibu hamil anemia yang berkaitan dengan jarak kehamilan terdapat 11 orang (44%) mengalami resiko tinggi dan 14 orang (56 %) tidak mengalami resiko tinggi pada kehamilan dengan anemia sedangnkan anemia berdasarkan paritas ibu Pada paritas dengan resiko rendah (≥4) terdapat 6 orang penderita (24%) sedangkan paritas denga resiko tinggi (<4) terdapat 19 orang (76%) , dari penelitian ini dapat disimpulkan Terdapat kejadian anemia menurut jarak kehamilan dan paritas ibu  dengan resiko rendah lebih banyak bila dibandingkan dengan jarak kehamilan dan paritas ibu yang resiko tinggi
Pengaruh Prenatal Gentle Yoga Terhadap Kemajuan Persalinan Isri Nasifah; Kartika Sari; Rini Susanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.323 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1535

Abstract

The nursing intervention to prepare for labor is physical exercise, such as prenatal gentle yoga. The yoga movements taught have been formulated in such a way that they are safe for pregnant women and provide optimal benefits for the health of mothers and children. Prenatal gentle yoga is a means to learn about the health of pregnant women, in a face-to-face form aimed at increasing knowledge and skills regarding pregnancy, childbirth, postpartum care and newborn care. And can be used to keep the progress of labor going properly. This study was to determine the description of the progress of labor in the control group, the description of the progress of labor in the treatment group and the effect of prenatal gentle yoga on the progress of labor. Methods: This study used a quasi-experimental research (Quasi Experimental) with Post-test Only Control Group Design. This study was conducted on pregnant women with a gestational age of 32-36 weeks (6 weeks before delivery) divided into a control group of 20 women giving birth and a treatment group of 20 women giving birth. To assess the progress of labor using a partograph observation sheet. Results: Prenatal Gentel Yoga has an effect on the progress of labor. There is an effect of Prenatal Gentel Yoga on the progress of labor. Further research with different methods is urgently needed for the effectiveness of prenatal gentle yoga on physical and psychological responses to childbirth.  AbstrakIntervensi asuhan yang dilakukan untuk persiapan persalinan adalah latihan fisik, seperti prenatal gentle yoga. Gerakan yoga yang diajarkan telah di formulasi sedemikian rupa sehingga aman dilakukan untuk ibu hamil dan memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan ibu dan anak. Prenatal gentle yoga merupakan sarana untuk belajar tentang kesehatan ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir. Serta  dapat digunakan untuk menjaga kemajuan persalinan  berjalan semestinya. Tujuan: penelitian ini adalah mengetahui gambaran kemajuan persalinan pada kelompok kontrol, gambaran kemajuan persalinan pada kelompok perlakuan dan pengaruh prenatal gentle yoga terhadap kemajuan persalinan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan rancangan Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil dengan usia kehamilan 32-36 minggu (6 minggu sebelum persalinan) terbagi dalam kelompok kontrol sejumlah 20 ibu melahirkan dan kelompok perlakuan sejumlah 20 ibu melahirkan. Untuk menilai kemajuan persalinan menggunakan lembar observasi partograf. Prenatal gentel yoga berpengaruh terhadap kemajuan persalinan Kesimpulan: Terdapat pengaruh Prenatal gentle Yoga terhadap kemajuan persalinan. Penelitian lebih lanjut dengan metode yang berbeda sangat diperlukan untuk efektifitas prenatal gentle yoga terhadap respon fisik dan psikologi menghadapi persalinan
Peran Orang Tua dalam Pertumbuhan Balita pada Masa Pandemi Covid-19 Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Luh Nik Armini
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.136 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1536

Abstract

During the Covid-19 pandemic, it had an impact on the health, economy and tourism sectors. During this pandemic, it is also estimated that the number of poverty rates will increase to 12.4%. This also indirectly affects the fulfillment of nutrition, especially toddlers, so it is estimated that there will be an increase in cases of undernourished children under five, which is 15%, which means that there will also be an increase in stunting cases. In the context of preventing and controlling malnutrition and stunting during the COVID-19 pandemic, it requires the participation of families, especially parents of toddlers as the frontline in family health. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of parents and the growth of toddlers (0-59 months) during the Covid-19 pandemic. The type of research is quantitative research with analytic design and cross-sectional approach. The sample used is toddlers aged 0-59 months in the Sukasada Strait Village, Buleleng, with a total of 108 respondents and using a sampling technique that is simple random sampling. Data collection is done directly by giving a questionnaire on the role of parents in the growth of toddlers. Furthermore, measurements of height/length and weight of toddlers were carried out. The type of data used is primary data with ordinal scale and the data is analyzed univariate and bevariate. The results of the analysis showed that under five with good nutrition 88 (81.5%), excess nutrition 10 (9.3%), undernutrition 6 (5.6%) and malnutrition 4 (3.7%). Toddlers with a normal height of 91 (84.3%), toddlers with stunting 14 (13%), several stunted 2 (1.9) and height 1 (0.9%). The statistical test results obtained that there was a relationship between the role of parents and the nutritional status of toddlers (p value = 0.025) and there was a relationship between the role of parents and stunting status in toddlers (p value = 0.047). Involving parents is very important in efforts to prevent and treat wasting and stunting in toddlers Abstrak Pada masa pandemi Covid-19 menimbulkan dampak pada sektor kesehatan, perekonomian dan pariwisata. Pada masa pandemic ini juga diperkirakan jumlah angka kemiskinan meningkat menjadi 12,4%. Hal ini juga secara tidak langsung berpengaruh pada pemenuhan gizi khususnya balita, sehingga diperkirakan terjadi peningkatan kasus balita kurang gizi yaitu 15%, yang artinya juga terjadi peningkatan kasus stunting. Dalam rangka pencegahan dan pengendalian kurang gizi dan stunting pada masa pandemic covid-19, memerlukan peran serta keluarga khususnya orang tua balita sebagai garda terdepan dalam kesehatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan peran orang tua dengan pertumbuhan balita (0-59 bulan) pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan crossectional. Sampel yang digunakan yaitu balita usia 0-59 bulan di Desa Selat Sukasada Buleleng sejumlah 108 responden dan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan memberikan kuisioner peran orang tua dalam pertumbuhan balita. Selanjutnya dilakukan pengukuran tinggi/panjang badan serta berat badan balita.  Jenis data yang digunakan yaitu data primer dengan skala ordinal dan data dianalisis univariat dan bivariat. Hasil analisis diperoleh balita dengan gizi baik 88 (81,5%), gizi berlebih 10 (9,3%), gizi kurang 6 (5,6%) dan gizi buruk 4 (3,7%). Balita yang memiliki tinggi badan normal 91 (84,3%), balita dengan stunting 14 (13%), several stunted 2 (1,9) dan tinggi 1 (0,9%).  Hasil uji statistik diperoleh terdapat hubungan peran orang tua dengan status gizi balita (p-value = 0,025) serta terdapat hubungan antara peran orang tua dengans status stunting pada balita (p-value = 0,047).  Melibatkan orang tua merupakan hal yang sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan wasting dan stunting pada balita. 
Hubungan Usia dan Paritas dengan Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Post Partum Moneca Diah L; Risma Aliviani Putri; Fiktina V
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.826 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1543

Abstract

Breastfeeding self efficacy is the self-confidence that mothers have in terms of breastfeeding that can predict whether the mother will decide to breastfeed, how much effort is made to breastfeed, whether to have a constructive or destructive mindset and how to respond to various problems and difficulties during breastfeeding. Research shows that breastfeeding self-efficacy is an important factor associated with the initiation, duration and exclusion of breastfeeding. The purpose of this study was to analyze factors associated with breastfeeding self efficacy in postpartum mothers. The study was conducted at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb, Kandangan Village bawen district of Semarang regency. Research design using analytical surveys with a sample of 30 postpartum mothers. Data analysis with descriptive analysis methods The results of the Chi Square test obtained a p-value of 1,000, because the p-value of 1,000>α (0.05), then there was no significant association between maternal age and breastfeeding self efficacy. Chi Square test results obtained a p-value of 0.011. Because of p-value 0.011<α (0.05), there is a significant relationship between parity and breastfeeding self efficacy in PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb Kandangan Village. The odd ratio is 10.83. This suggests that primipara mothers have a 10.83 times greater risk of having low breastfeeding self efficacy, compared to multipara mothers. The conclusion of this study in maternal age showed no association with breast feeding self efficacy of postpartum mothers while parity showed there was a significant association to breastfeeding self efficacy of postpartum mothers in PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. KebAbstrak Breastfeeding self efficacy merupakan keyakinan diri yang dimiliki oleh ibu dalam hal menyusui yang dapat memprediksi apakah ibu akan memutuskan untuk menyusui, sebesar apa upaya yang dilakukan untuk menyusui, apakah mempunyai pola pikir yang membangun atau merusak dan bagaimana cara merespon berbagai masalah dan kesulitan selama menyusui. Penelitian menunjukan bahwa breastfeeding self efficacy adalah faktor penting yang berhubungan dengan inisiasi, durasi dan keeksklusifan menyusui. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan breastfeeding self efficacy pada ibu postpartum.  Penelitian ini dilaksanakan di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb, Desa Kandangan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan sampel 30 ibu postpartum. Analisis data dengan metode descriptive analysis  Hasil penelitian didapatkan uji Chi Square diperoleh p-value sebesar 1,000, karena p-value 1,000>α (0,05), maka tidak ada hubungan secara signifikan antara umur ibu dengan breastfeeding self efficacy. Hasil uji Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,011. Oleh karena p-value 0,011<α (0,05), maka ada hubungan secara signifikan antara paritas dengan breastfeeding self efficacydi PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb Desa Kandangan. Hasil nilai Odd Rasio diperoleh sebesar 10,83. Ini menunjukkan bahwa ibu primipara memiliki resiko 10,83 kali lebih besar memiliki breastfeeding self efficacy rendah, dibandingkan ibu multipara Simpulan dari penelitian ini usia ibu menunjukkan tidak ada hubungan dengan breast feeding Self Efficacy ibu postpartum sedangkan paritas menunjukan ada hubungan yang signifikan terhadap Breastfeeding Self Efficacy ibu postpartum di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb.
Efektifitas Jejaring Sosial Whatsapp dalam Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Heni Hirawati Pranoto; Nawang Retno Pratiwi; Masruroh Masruroh
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.8 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1750

Abstract

Currently, whatsapp is a simple and efficient social network for exchanging information. It’s expected to help solve problems often faced by adolescents, especially regarding the lack of knowledge about reproductive health. The purpose of this study was to determine the differences in adolescent knowledge between before and after being given reproductive health counseling via Whatsapp. The research design used a pre-experimental design with One-Group Pre-Posttest. The sampling technique was purposive sampling with 30 respondents. Data collection techniques used a questionnaire via google form. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results ,knowledge increased after given counseling. There is a difference in knowledge between before and after being given counseling on reproductive health through the social network WhatsApp (p=0.000). In an effort to increase the knowledge of adolescents, policymakers can use the social network WhatsApp because it has been proven to be effective in increasing knowledge about reproductive health.Abstrak Saat ini, whatsapp merupakan jejaring sosial yang simpel dan efisien untuk saling bertukar informasi. Media tersebut diharapkan dapat membantu memecahkan masalah yang sering dihadapi oleh remaja, khususnya mengenai kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi melalui Whatsapp. Penelitian menggunakan pre-eksperiment design dengan One-Group Pre-Posttest. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi melalui jejaring sosial WhatsApp (p=0.000). Dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja, para pemangku kebijakan dapat menggunakan jejaring social WhatsApp karena telah terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi.
Penelitian Kepada Masyarakat Edukasi Keluarga Berencana Menuju Keluarga Berkualitas Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.591 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1818

Abstract

Contraception is one of the efforts to overcome population growth by preventing pregnancy. To be able to improve the quality of the population in a country, namely by establishing a family planning program so that it can regulate the number of births and space births. The family planning program is one of the programs or efforts to space pregnancies and efforts to measure the desired distance between children, to achieve this, contraceptives are needed. The factors that can influence a person in choosing contraceptives include husband's support, socioeconomic, education, lack of needed facilities, and others. The background of this study was to determine the relationship between age, level of education and parity with the use of contraceptives. Aims to increase the knowledge and interest of participants regarding the concept of family planning programs (KB). The data collection instrument was an in-depth interview guide. The population in this study were women of childbearing age with an age range of >20 years to >/40 years. The total sample of respondents is 20 WUS (Women of Childbearing Age) and have been married. From table 1, based on the age of the respondents, it is known that from 20 respondents, the majority of respondents aged 20-29 years use more contraceptive devices by 8 respondents (40%), while in table 2 based on parity, it is known that from 20 respondents, the majority of respondents use contraceptives with category 2 children as many as 8 respondents (40%), while in table 3 based on education level, it shows that from 20 respondents, the majority of respondents based on junior high school education level are 10 respondents (40%). AbstrakKontrasepsi adalah salah satu upaya untuk mengatasi pertumbuhan penduduk dengan cara mencegah kehamilan selain itu alat kontasepsi bertujuan untuk meningkatkan kualitas penduduk di suatu Negara. Untuk dapat meningkatkan kualitas penduduk di suatu Negara yaitu dengan menetapkan program keluarga berencana sehingga dapat mengatur jumlah kelahirkan dan menjarangkan kelahiran. Program KB  merupakan salah satu program atau usaha untuk menjarangkan kehamilan dan usaha untuk mengukur jarak anak yang diinginkan, untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan alat kontrasepsi. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih alat kontrasepsi diantaranya adalah dukungan suami, sosial ekonomi, pendidikan, kurangnya sarana yang dibutuhkan, dan lain-lain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, tingkat pendidikan dan paritas dengan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan minat peserta mengenai konsep program keluarga berencana (KB). Instrumen pengumpulan data adalah pedoman wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur dengan rentang usia antara >20 tahun hingga >/40 tahun. Jumlah sampel responden yaitu 20 orang WUS (Wanita Usia Subur) dan telah menikah. Hasil dan kesimpulan dari tabel 1 berdasarkan usia responden diketahui dari 20 responden menunjukan mayoritas responden berumur 20-29 Tahun lebih banyak menggunakan alat kontrasepsi sebesar 8 responden (40%), sedangkan pada tabel 2 berdasarkan paritas diketahui dari 20 responden menunjukan mayoritas responden menggunakan alat kontrasepsi dengan kategori 2 anak yaitu sebanyak 8 responden (40%), sedankan pada tabel 3 berdasarkan tingkat pendidikan menunjukan dari 20 responden menunjukan mayoritas responden berdasarkan tingkat pendidikan SLTP sebanyak 10 responden (40%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Ibu Nifas Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir di Puskemas Gerung Susilia Idyawati; Nurul Hikmah Annisa; Baiq Ricca Afrida; Ni Putu Aryani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.625 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1819

Abstract

Infant care is carried out for 1 year of infant age. Infant mortality is an important measure of national health because this variable is related to various factors, including maternal health, quality of access to medical services, socioeconomic conditions, and public health practices. Infant mortality (infant mortality) is the death of children aged less than one year. The infant mortality rate is defined as the number of deaths of children aged less than 1 year per 1,000 live births. At the end of the 20th century, the infant mortality rate was estimated at 7.0 deaths per 1,000 live births, which was significantly lower than in 1940, which was 47.0/1,000 live births. The design used in this research is analytically with a cross sectional study approach. The number of samples is 50 people. Sampling was done by Total Sampling Technique. This research was conducted at the Gerung Public Health Center by distributing research instruments (questionnaires) to every postpartum mother who came to visit to check herself during the postpartum period to the clinic. Data analysis with chi square. Of the 50 respondents, most of the respondents had good knowledge as many as 34 people (68%), and a small proportion of respondents had less knowledge as many as 16 people (32%). Respondents with good knowledge, most of them experienced mild anxiety as many as 20 people (40%), and a small portion experienced severe anxiety as many as 4 people (8%). Of the 16 respondents with less knowledge, most experienced severe anxiety as many as 7 people (14%) and a small portion experienced moderate anxiety as many as 4 people (8%) in the care of newborns. So it can be concluded that there is a significant relationship between the level of knowledge and the anxiety of postpartum mothers in caring for newborns (nilai=0.003<0.05). From the results of this study, it is known that postpartum mothers' anxiety in caring for newborns is mild, this is because postpartum mothers already understand how to properly care for their babies. Along with one's knowledge, one's knowledge affects one's anxiety in dealing with something.AbstrakPerawatan pada bayi dilakukan selama 1 tahun usia bayi. Kematian bayi merupakan ukuran penting kesehatan nasional karena variabel itu berkaitan dengan berbagai faktor antara lain kesehatan ibu, mutu akses ke layanan medis, kondisi sosioekonomi, dan praktik kesehatan masyarakat. Kematian bayi (mortalitas bayi) merupakan kematian anak usia kurang dari satu tahun. Angka kematian bayi didefenisikan sebagai jumlah kematian anak usia kurang dari 1 tahun per 1.000 kelahiran hidup. Diakhir abad 20, angka kematian bayi diperkirakan mencapai 7,0 kematian per 1.000 kelahiran hidup yang secara bermakna lebih rendah dari tahun 1940 yakni mencapai 47,0 / 1.000 kelahiran hidup. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskemas Gerung dengan cara membagikan instrument penelitian (kuesioner) kepada setiap ibu-ibu nifas yang datang berkunjung untuk memeriksakan dirinya selama masa nifas ke klinik tersebut. Analisa data dengan chi square. Dari 50 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 34 orang (68%), dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 16 orang (32%). Responden dengan pengetahuan baik, sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 20 orang (40%), dan sebagian kecil mengalami kecemasan berat sebanyak 4 orang (8%). Dari 16 responden dengan pengetahuan kurang, sebagian besar mengalami kecemasan berat sebanyak 7 orang (14%) dan sebagian kecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 4 orang (8%) dalam perawatan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir (nilai ρ=0.003<0.05). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir ringan, hal ini dikarenakan ibu-ibu nifas sudah memahami cara perawatan yang baik untuk bayinya. Seiring dengan baiknya pengetahuan seseorang mempengaruhi kecemasan seseorang dalam menghadapi sesuatu hal.
Hubungan Antara Status Gizi, Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi Desta Marsahusna Wanggy; Elisa Ulfiana; Suparmi Suparmi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.267 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1866

Abstract

Teenagers experience menstruation at the age of 12-13 years old. This is a physiological process experienced because this age the reproductive organs mature which have an important role for physical and psychological well. Things that affect menstrual disorders are stress levels, hormonal, high and low BMI, diet, nervous system, changes in vascularization, psychology, chronic disease, physical activity and drug consumption. The purpose of this study was to determine the Relationship between Nutritional Value, Diet, Physical Activities, and Stress with Menstrual Cycle Disorders toward Teenagers at SMA N 1 Parakan. This research was conducted in the Parakan. This type of research is an analytic study using a cross-sectional. The research population is young women in SMA N 1 Parakan. The sampling technique is by using random sampling technique. The research sample was 67 respondents using the formula for sampling size. The results showed that most of the respondents had normal Nutritional Value as many 21 respondents (31.3%), moderate eating patterns as many 29 (43.3%), light physical activity levels as many 29 (43.3%), moderate stress levels as many 22 respondents (32.8%) and regular menstrual cycles as many 47 (70.1%). The results of the chi-square test showed a relationship between nutritional value and the menstrual cycle with a p-value of 0.036<0.05, there was a relationship between diet and the menstrual cycle with a p-value of 0.047<0.05, there was a relationship between the level of physical activity and menstrual cycle with a p-value of 0.044<0.05, and the relationship between stress levels and the menstrual cycle with a p-value of 0.035<0.05. The results of this study are expected that young women pay more attention to the menstrual cycle and pay attention to things that can affect the menstrual cycle. Abstrak Remaja mengalami menstruasi pada usia 12-13 tahun. Hal ini adalah proses fisiologis yang dialami karena pada usia ini terjadi kematangan organ reproduksi yang memiliki sebuah peranan penting untuk kesejahteraan fisik maupun psikologis. Hal yang mempengaruhi gangguan menstruasi yaitu tingkat stres, kadar hormonal, tinggi rendahnya IMT, pola makan, sistem syaraf, perubahan vaskularisasi, psikologi, penyakit kronis, aktivitas fisik dan konsumsi obat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahu hubungan antara status gizi, pola makan, aktivitas fisik dan stress dengan gangguang siklus menstruasi pada remaja putri di SMA N 1 Parakan.Penelitian ini dilakukan di wilayah Parakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMA N 1 Parakan. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan tehnik random sampling. Sampel penelitian 67 responden dengan menggunakan rumus besaran sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebanyak 21 responden (31,3%), pola makan cukup sebanyak 29 (43,3%), tingkat aktivitas fisik ringan sebanyak 29 (43,3%), tingkat stres sedang sebanyak 22 responden (32,8%) dan siklus menstruasi teratur sebanyak 47 (70,1%). Hasil uji chi-square didapatkan hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,036<0,05, ada hubungan antara pola makan dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,047<0,05, ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,044<0,05, dan hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi dengan p-value sebesar 0,035<0,05. Hasil penelitian ini diharapakan agar remaja putri lebih memperhatikan siklus menstruasi dan memperhatikan hal yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
Efektifitas Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Yosi Febri Kurnia D.P.R; Widayati Widayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.43 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1888

Abstract

The discomfort of nausea and vomiting is generally experienced by pregnant women. One of the treatments to reduce non-pharmacological therapy is giving lavender aromatherapy. The purpose of this study was to determine the effect of giving lavender aromatherapy to reduce nausea and vomiting in pregnant women during pregnancy. This research uses a pre-experimental approach with a one group pre-test-post-test approach. The population in the study were pregnant women who experienced nausea and vomiting as many as 30 respondents. Thenik sampling used purposive sampling with a sample of 15 respondents. The method of data collection is observation. Univariate data analysis using frequency distribution and Bivariate analysis using Paired sample t-test. the initial frequency was 93.33% for pregnant women who experienced moderate nausea and vomiting and 6.66% experienced nausea and vomiting in the mild category. Bivariate analysis found that there was a significant effect between decreasing the frequency of nausea and vomiting before and after giving lavender aromatherapy, namely p-value .000 with alpha 0.05, then p-value (.000) <α 0.05. It can be concluded that this study shows that giving lavender aromatherapy can reduce nausea and vomiting in pregnant women during pregnancy at PMB Fauziah Hatta Palembang in 2022. Abstrak Emesis gravidarum merupakan kondisi yang terjadi pada kehamilan muda, yang seringnya terjadi di pagi hari yang dikenal dengan morning sickness. Akan tetapi ada yang mengalami mual muntah yang berlebihan. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi terapi non-farmakologi adalah pemberian aromaterapi lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi mual muntah pada wanita hamil dimasa kehamilan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre test-post test. Populasi dalam penelitian yaitu ibu hamil yang mengalami mual muntah sebanyak 30 responden. Thenik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 15 responden. Metode pengumpulan data yaitu observasi. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisi Bivariat menggunakan Uji Paired sampel t-test.Frekuensi awal didapatkan 93,33% untuk ibu hamil yang mengalami mual muntah dikategorikan sedang dan yang mengalami mual muntah pada kategori ringan sebanyak 6,66%. Analisa Bivariat didapatkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara penurunan frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender yaitu p-value .000 dengan alpha 0,05 maka p-value (.000) <α 0,05. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan muntah mual pada ibu hamil dimasa kehamilan di PMB Fauziah Hatta Palembang Tahun 2022.
Persepsi Positif Orang Tua Balita terhadap Minat dalam Penggunakan CheckIT Moms Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Anjar Tri Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.967 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1898

Abstract

The developmental status of children under five in Indonesia still requires special attention where children who experience general developmental delays are quite high, reaching 5-10%. Various factors that influence child development include nutritional status, family economic status, parental education, and parental stimulation. The role of parents is the most influential thing in development, namely by doing detection and stimulation independently at home. However, many parents feel unable to do so, because of their ignorance and inability. So that a mobile application was developed to detect and stimulate children's development. This study aims to determine the effect of perceived benefits, convenience, security and risk on the interest of parents of toddlers using "CheckIT Moms". This research is an explanatory research with a quantitative analytic research design. This study used 221 parents with toddlers aged 0-60 months in Singaraja. The data collection technique used purposive sampling. The instrument used is a questionnaire of perceptions and interests filled out by respondents on a google form after using the "CheckIT Moms" application. Data analysis using multiple linear regression analysis method. The results showed that perceived benefits, perceived convenience, perceived risk and security had a positive effect on the use of the "CheckIT Moms" application with a constant value of 0.593 and a significant value of 0.002. Partial test using t-test of the benefit variable has a significant value of 0.00 < 0.05, which means that the perception of benefits has a positive effect on respondents' interest. The convenience variable has a significant value of 0.806 > 0.05, which means that the perception of convenience has no effect on respondents' interest. The risk and security variables have a significant value of 0.00 < 0.05, which means that the perception of risk and security has a positive effect on respondents' interest.Abstrak Status perkembangan balita di Indonesia masih memerlukan perhatian khusus dimana anak yang mengalami keterlambatan perkembangan umum cukup tinggi yaitu mencapai 5-10%. Berbagai factor yang mempengaruhi perkembangan anak meliputi status gizi, status ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, dan stimulasi orang tua. Peran orang tua merupakan hal yang paling berpengaruh dalam perkembangan yaitu dengan melakukan deteksi dan stimulasi secara mandiri dirumah. Namun banyak orang tua merasa tidak mampu melakukannya, karena ketidaktauan dan ketiadakmampuan orang tua. Sehingga dikembangkan suatu aplikasi mobile mendeteksi dan menstimulasi perkembangan anak. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Manfaat, Kemudahan, Keamanan dan Resiko terhadap Minat Orang Tua Balita Menggunakan “CheckIT Moms”. Penelitian ini merupakan Explanatory Research dengan desain penelitian yaitu analitik Kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 221 orang tua yang memiliki balita usia 0-60 bulan di Singaraja. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner persepsi dan minat yang diisi oleh responden pada google form setelah menggunakan aplikasi “CheckIT Moms”. Analisa data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh persepsi manfaat, persepsi kemudahan, persepsi resiko dan keamanan berpengaruh secara positif terhadap penggunaan aplikasi “CheckIT Moms” dengan nilai konstanta 0,593 dan nilai signifikan yaitu 0,002. Secara uji Parsial dengan menggunakan t-tes variabel manfaat memiliki nilai signifikan 0,00 < 0,05 yang artinya persepsi manfaat berpengaruh positif terhadap minat responden. Variabel kemudahan memiliki nilai signifikan 0,806 > 0,05 yang artinya persepsi kemudahan tidak memiliki pengaruh terhadap minat responden. Variabel resiko dan keamanan memiliki nilai signifikan 0,00 < 0,05 yang artinya persepsi resiko dan keamanan berpengaruh positif terhadap minat responden.

Page 10 of 18 | Total Record : 173