cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Keefektifan Model Jigsaw Dan STAD Terhadap Pencapaian Karakter Dan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V SD Kustantina
JANACITTA Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.768 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v6i1.2262

Abstract

In the learning process in class V SDN Karanggeneng 02, the students' character achievement and students' numeracy skills were still low. This condition was improved through the use of innovative learning models. The researcher aimed to determine the effectiveness of the Jigsaw and STAD learning models on the character and numeracy achievement of fifth grade students. This research is an experimental research with a learning observation research design and pretest posttest. The samples in this study were the VA class using the Jigsaw learning model and the VB class using the STAD learning model. The data obtained from the results of the research were analyzed using a statistical test, then the t-test results were carried out. From the results of the analysis and tests, this study showed a significant difference in effectiveness. In the Jigsaw model, the level of effectiveness is 77.02%, while in the STAD model it is 48.32%. So that it can be stated that the Jigsaw learning model is more effective in achieving the character and numeracy abilities of fifth grade elementary school students.   Dalam proses pembelajaran  di kelas V SDN Karanggeneng 02 pencapaian karakter siswa dan kemampuan numerasi siswa masih rendah.Kondisi tersebut  diperbaiki melalui  penggunaan model pembelajaran yang inovatif.Peneliti bertujuan  mengetahui keefektifan model pembelajaran Jigsaw dan STAD terhadap pencapaian karakter dan numerasi siswa kelas V . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian observasi  pembelajaran dan pretes posttes.Sempel dalam penelitian ini adalah kelas VA menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan kelas VB menggunakan model pembelajaran STAD. Perolehan data dari hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji statistic,selanjutnya dilakukan Uji-t hasil. Dari hasil analisis dan uji tersebut penelitian ini menunjukkan tingkat perbedaan keefektifan  yang signifikan. Pada model Jigsaw tingkat keefektifannya 77,02% sedangkan model STAD 48,32%. Sehingga dapat dinyatakan model pembelajaran Jigsaw lebih efektif terhadap pencapaian karakter dan kemampuan numerasi siswa kelas V SD.
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Pada Siswa Kelas IV Di SD Negeri Tlogosari 01 Semarang Anita Dian Pratiwi; Aryo Andri Nugroho; Rina Dwi Setyawati; Susilo Raharjo
JANACITTA Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.775 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v6i1.2263

Abstract

The culture of literacy in Indonesia is so low, the factor that affects the low literacy in Indonesia is the lack of interest in reading in Indonesian society. Literacy itself can be related to skills in certain fields. Literacy that is closely related to the ability to think critically is numeracy literacy. Numeracy literacy is closely related to mathematics so that numeracy literacy is the ability to reason using language and mathematics. This research uses descriptive qualitative research. The purpose of this research is to analyze the numeracy literacy skills of grade IV students. The subject of this research involved 6 fourth grade students at SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang. The research instruments used were interviews and worksheets in the form of student math story problems to analyze students' numeracy literacy skills. Based on the results of research from 6 students who worked on worksheets in the form of math story problems, there was one student who had low-level numeracy literacy skills, 3 people had medium-level numeracy literacy skills, and 2 students had high-level numeracy literacy skills. So it can be concluded that the numeracy literacy skills of fourth grade students at SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang are at a moderate level.   Budaya literasi di Indonesia termasuk rendah, faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi di Indonesia adalah kurang minat baca pada masyarakat Indonesia. Literasi sendiri dapat dihubungkan dengan keterampilan di bidang terntu. Literasi yang berkaitan erat dengan kemampuan dalam berpikir kritis adalah literasi numerasi. Literasi numerasi berkaitan erat dengan matematika sehingga literasi numerasi adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa dan matematika. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Tujuan penelitian dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa kelas IV. Subjek penelitian ini melibatkan 6 siswa kelas IV di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara dan hasil lembar kerja berupa soal cerita matematika siswa untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dari 6 siswa yang mengerjakan lembar kerja berupa soal cerita matematika terdapat satu siswa memiliki kemampuan literasi numerasi tingkat rendah, 3 orang memiliki kemampuan literasi numerasi tingkat sedang, dan 2 siswa memiliki kemampuan literasi numerasi tingkat tinggi. Sehingga dapat simpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa kelas IV di SDN Tlogosari Kulon 01 Semarang berada ditingkat sedang.  
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas III Di Sekolah Dasar Negeri Pandean Lamper 01 Semarang Frida Laksmita Dewi; Rizky Esti Utami; Aries Tika Damayani; Kanti Kartika Sari
JANACITTA Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.372 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v6i1.2264

Abstract

Creative thinking is an ability that students must have, through creative thinking can gain broad insight. Creativity is part of the main aspects of students. The teacher becomes a source for students to process and find potential and talents in their fields. There is a provision of readiness for creative thinking to be able to competen in the future. This study aims to find out whether SDN Pandean Lamper 01 Semarang has implemented learning with aspects of creative thinking, and also describes the ability to think creatively in class IIIB using 3 student subjects. Selection of subjects based on high, medium, and low levels. This research method uses a qualitative description with observations according to indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, elaboration, and originality as well as interviews with class IIIB teachers. The research results obtained the level of creative ability as well as three indicators, namely fluency, flexibility, and elaboration. Categorized as moderately creative with moderate initial ability includes twu indicators, namely fluency and originality. Categorized as not creative for low initial ability does not include four indicator. Class IIIB teachers at SDN Pandean Lamper 01 Semarang have implemented character education with aspects of creative thinking in thematic learning.   Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, melalui berpikir kreatif dapat memperoleh wawasan yang luas. Kreativitas bagian dari aspek penting yang dimiliki peserta didik. Guru menjadi sumber untuk peserta didik mengolah dan menemukan potensi dan bakat di bidanya. Adanya bekal kesiapan sikap berpikir kreatif mampu bersaing untuk masa depan nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SDN Pandean Lamper 01 Semarang sudah menerapkan pembelajaran dengan aspek berpikir kreatif, juga mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif di kelas IIIB dengan menggunakan 3 subjek peserta didik. Pemilihan subjek berdasarkan tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif dengan pengamatan sesuai indikator berpikir kreatif yaitu kelancaran berpikir (fleuency), kelenturan (flexibility), elaborasi dan keaslian (originality) juga wawancara dengan guru kelas IIIB. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat berpikir kreatif dengan kemampuan kreatif dikategorikan kemampuan awal tinggi mencakup tiga indikator yaitu fleuency, flexibility dan elaborasi. Dikategorikan cukup kreatif dengan kemampuan awal sedang mencakup dua indikator yaitu fleuency dan keaslian. Dikategorikan belum kreatif untuk kemampuan awal rendah tidak mencakup empat indikator. Guru kelas IIIB di SDN Pandean Lamper 01 Semarang sudah menerapkan pendidikan karakter dengan aspek berpikir kreatif di pembelajaran tematik.   
Analisis Video Pembelajaran Simbol Pancasila Melalui Aplikasi Canva Kelas 1 SDN Plamongansari 02 Ahlul Mufid Himayanti; Muhammad Prayito; Joko Sulianto; Sri Wikyuni
JANACITTA Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.147 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v6i1.2265

Abstract

Education is an important element in human life. various technological developments participate in the role of education. the use of technology is important to convey information as a learning medium. Processlearning is an arrangement of elements, including people, materials, facilities, equipment, and processes, which interact and communicate with each other to achieve learning objectives. From this study is to convey learning by utilizing video editing applicationCanva on learning the symbols of Pancasila. in this study, carried out by qualitative methods through observation and interviews. Pancasila symbols made using the Canva application. Learning Pancasila symbols through learning videos made with applicationsCanva effective for increasing students' understanding of Pancasila values. Students are more interested and easy to understand learning material when it is presented in an interesting and interactive video. Learning Pancasila symbols through videolearning made with Canva can be an effective choice to increase students' understanding of Pancasila values. The results of this study can be used as recommendations for teachers to develop more innovative and interesting learning media to increase learning effectiveness.   Pendidikan merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia.  berbagai perkembangan teknologi ikut serta dalam peran pendidikan.  pemanfaatan teknologi menjadi hal penting untuk menyampaikan informasi sebagai media pembelajaran.  Proses pembelajaran adalah susunan unsur-unsur, termasuk orang, bahan, fasilitas, peralatan, dan proses, yang saling berinteraksi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan pembelajaran..  tujuan dari kajian ini adalah untuk menyampaikan pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi edit video Canva pada pembelajaran simbol-simbol Pancasila.  dalam kajian ini, dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara.  simbol-simbol Pancasila yang dibuat menggunakan aplikasi canva. Pembelajaran simbol-simbol Pancasila melalui video pembelajaran yang dibuat dengan aplikasi Canva efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila. Siswa lebih tertarik dan mudah memahami materi pembelajaran ketika disajikan dalam bentuk video yang menarik dan interaktif.pembelajaran simbol-simbol Pancasila melalui Video pembelajaran yang dibuat dengan Canva dapat menjadi pilihan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila . Hasil kajian ini dapat dijadikan rekomendasi bagi para guru untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Efektivitas Pembelajaran Tema Selalu Berhemat Energi Bermuatan Sustainability Menggunakan Model Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep Arlindra Rizma Saputri; Siti Patonah; Mudzanatun
JANACITTA Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.595 KB) | DOI: 10.35473/jnctt.v6i1.2266

Abstract

The aim of the study was to test the effectiveness of the problem-based learning model with sustainability on the conceptual understanding of fourth grade students at SD Negeri 01 Protomulyo. The research carried out was of a quantitative type using an experimental method in the form of a One-Group Pretest – Posttest Design used in one group. The results obtained from the research show that student learning outcomes have increased compared to the results of the pretest and posttest, so that it can be concluded that the problem based learning model contains sustainability is effective on science learning outcomes for fourth grade students at SD N 01 Protomulyo. Based on the results of this study, suggestions can be given so that teachers can implement problem-based learning models with sustainability in order to create effective and enjoyable learning for students.   Tujuan penelitian ialah untuk menguji keefektifan model problem based learning bermuatan sustainability terhadap pemahaman konsep siswa kelas IV SD Negeri 01 Protomulyo. Penelitian yang dilaksanakan berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen berbentuk One-Group Pretest–Posttest Design yang digunakan pada satu kelompok. Hasil yang didapat dari penelitian menampilkan bahwasanya hasil belajar siswa meningkat dibandingkan hasil pretest dan posttest, sehingga dapat diambil simpulan bahwasanya model Problem Based Learning bermuatan sustainability efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N 01 Protomulyo. Berdasar hasil penelitian ini, dapat diberikan saran agar guru bisa mengimplementasikan model Problem Based Learning bermuatan sustainability agar tercipta pembelajaran efektif serta menyenangkan untuk siswa.      
Kontribusi Nilai Personal Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Cerita Anak Dauppare Karya Nurlina Arisnawati Untuk Siswa Sekolah Dasar Tejo Pri Asmoro, Sri Bintang Kusumawati; Almira Durhotul Jannah; Rani Setiawaty
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2349

Abstract

Abstract Indonesia is known as a country rich in literature, one of which is folklore. In the children's story book Dauppare from South Sulawesi which tells of a child who doesn't listen to his mother's words so he turns into a Baine stone. The story is written in simple language that elementary school students can easily understand. The aims of this research are (1) to describe the synopsis of the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati, (2) to describe and analyze the personal value of the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati, and (3) to describe and analyze the educational value of the characters in the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati. This research method uses a qualitative descriptive method with the data analysis model used by researchers is Milles and Huberman data analysis. As well as the data validation technique of this research is theory and researcher triangulation. Based on the findings it was concluded that First, Dauppare's book from South Sulawesi is a traditional literary genre, because it is a form of folklore originating from Toraja Regency, West Sumatra Province. Second, the personal values ​​contained in the storybook include (1) intellectual development, (2) imagination development, (3) growth of social sense, (4) growth of ethical and religious sense, and (5) emotional development. Third, the value of character education includes (1) Religious, (2) Hard work, (3) Creative, (4) Friendly/communicative, (5) Peace-loving, (6) Social care, and (7) Responsibility.   Abstrak Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sastranya, salah satunya adalah cerita rakyat. Pada buku cerita anak Dauppare dari Sulawesi Selatan yang mengisahkan seorang anak yang tidak mendengarkan perkataan ibunya sehingga ia berubah menjadi batu Baine. Cerita tersebut dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak siswa sekolah dasar. Tujuan   penelitian ini  (1) mendeskripsikan sinopsis buku cerita anak Dauppare karya Nurlina Arisnawati, (2) mendeskripsikan dan menganalisis nilai personal buku cerita anak  Dauppare karya Nurlina Arisnawati, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis nilai pendidikan karakter buku cerita anak  Dauppare karya Nurlina Arisnawati. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis data yang dipakai peneliti adalah Analisis data Milles and Huberman. Serta Teknik validasi data penelitian ini adalah triangulasi teori dan peneliti. Berdasarkan hasil temuan disimpulkan bahwa Pertama, buku Dauppare dari Sulawesi Selatan bergenre sastra tradisonal, karena merupakan salah satu bentuk cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Toraja Provinsi Sumatra Barat. Kedua, nilai personal yang ada pada buku cerita tersebut meliputi (1) Perkembangan intelektual, (2) Perkembangan imajinasi, (3) Pertumbuhan rasa sosial, (4) Pertumbuhan rasa etis dan religuis, dan (5) Perkembangan emosional. Ketiga, nilai pendidikan karakter meliputi (1) Religius, (2) Kerja keras, (3) Kreatif, (4) Bersahabat/ komunikatif, (5) Cinta damai, (6) Peduli sosial, dan (7) Tanggung jawab.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Di Sekolah Dasar Sunaryati, Titin; Sudharsono, Muhamad; Alpian, Yayan
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2575

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the effect of teacher pedagogical competence on learning motivation for Pancasila and Citizenship education at Cijengkol 01 and Cijengkol 02 State Elementary Schools, Bekasi Regency. Sampling using sampling procedures using non-probability sampling. using saturated sample techniques with a total research population of 75. Simple linear regression data analysis techniques using IBM SPSS version 20.0 software assistance. The results found that the pedagogical competence of teachers has a positive and significant effect on the motivation to learn Pancasila education in elementary schools.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi kepribadian guru dan kompetensi sosial guru terhadap pembenukan karakter toleransi siswa Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Bekasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 126 jumlah sampel yang ditiliti berjumlah 64 orang pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Analisis dilakukan menggunakan analisis SEM (Sttucturtal Equating Modeling)  dengan metode PLS (Partial Least Square-Sttucturtal) menggunakan bantuan Sofware smartPLS versi 3.2.9. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi kepribadian guru dan kompetensi sosial guru berpengaruh siginifkan terahadap pembentukan karakter toleransi siswa di Sekolah Dasar.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Pada Pembelajaran IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning Muslimah, Aisyah Ani; Agustina Tyas Asri Hardini
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2593

Abstract

Abstract By using a project-based learning (PjBL) model, this study aims to improve students' critical thinking skills in fifth grade. This research used PTKK (Collaborative Classroom Action Research) in the fifth grade of SD Negeri Kecandran 01 Salatiga, with 25 students. This class action study was run in two cycles. In general, this classroom action research begins with the Kemmis & Mc Taggart cycle, namely planning, implementation, observation, and reflection Arikunto et al., (2015). The results showed that the level of critical thinking in the class averaged 63% with an average cognitive score of 70. In cycle I, the level of critical thinking increased to 64.64% in the good category with an average cognitive score of 73, and increased again in cycle II with a class average for critical thinking completeness of 75% very good category, and a cognitive class average with a score of 83. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that learning with a project-based learning model is proven to improve the critical thinking skills of fifth grade students of Kecandran 01 State Elementary School in IPAS learning. Abstrak Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V SD. Penelitian ini menggunakan PTKK (Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif) di kelas V SD Negeri Kecandran 01 Salatiga, dengan 25 siswa. Studi tindakan kelas ini dijalankan dalam dua siklus. Secara umum, penelitian tindakan kelas ini dimulai dengan siklus Kemmis & Mc Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi Arikunto et al., (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis di kelas rata-rata 63% dengan nilai rata-rata kognitif 70. Di siklus I, tingkat berpikir kritisnya meningkat menjadi 64,64% kategori baik dengan nilai rata-rata kognitif 73, dan meningkat kembali di siklus II dengan rata-rata kelas untuk ketuntasan berpikir kritis yakni 75% kategori sangat baik, dan rata-rata kelas secara kognitif dengan nilai 83. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model project based learning terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V SD Negeri Kecandran 01 pada pembelajaran IPAS.
Peningkatan Karakter Gotong Royong Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Pada Pembelajaran IPAS SD Asrian; Gamaliel Septian Airlanda
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2596

Abstract

Abstract This research was conducted with the aim of improving students' mutual cooperation character through the implementation of the teams games tournament (TGT) learning model in Class V science and science learning at SDN Tegalrejo 04 Salatiga. This research is classroom action research (PTK) which consists of two action cycles with the Kemmis & McTaggart spiral model cycle, where each cycle has 4 stages, namely planning, implementation, observation and reflection, with the implementation and observation stages carried out simultaneously. Researchers collected quantitative and qualitative data using non-test data collection techniques through observation, questionnaires and documentation. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis which was carried out by comparing pre-cycle, cycle I and cycle II data. Researchers set a success indicator of 75% of students completing with a KKTP >70. The results of the research show that the teams games tournament learning model has been proven to be able to improve the mutual cooperation character of students in science learning, where it is shown that in the pre-cycle the students' mutual cooperation character was only 39% which then increased to 67% in the first cycle and experienced increased again in cycle II to 78%. This research has been said to be successful because the percentage of students' character completion has reached a success indicator of 75% of the total number of students in class V with a KTTP >70. Based on these results, research using the teams games tournament learning model can improve the mutual cooperation character of students.   Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan karakter gotong royong peserta didik melalui implementasi model pembelajaran teams games tournament (TGT) pada pembelajaran IPAS Kelas V SDN Tegalrejo 04 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus tindakan dengan siklus spiral model Kemmis & McTaggart, dimana setiap siklus mempunyai 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan tahap pelaksanaan dan pengamatan dilakukan secara bersamaan. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif menggunakan teknik pengumpulan data non tes melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilakukan dengan membandingkan data pra siklus, siklus I dan siklus II. Peneliti menetapkan indikator keberhasilan 75% peserta didik tuntas dengan KKTP >70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran teams games tournament  telah terbukti dapat meningkatkan karakter gotong royong peserta didik pada pembelajaran IPAS, dimana hal tersebut ditunjukkan bahwa pada pra siklus karakter gotong royong peserta didik hanya sebesar 39% yang kemudian meningkat menjadi 67% pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi di siklus II sehingga menjadi 78%. Penelitian ini telah dikatakan berhasil karena persentase ketuntasan karakter peserta didik telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 75% dari jumlah keseluruhan peserta didik di kelas V dengan KTTP >70. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian dengan model pembelajaran teams games tournament dapat meningkatkan karakter gotong royong peserta didik peserta didik.
Strategi Menjaga Kesehatan Mata Anak SD Di Era Digital Amanda Vivi Sefianti; Hawa, Anni; Alexei Blagov
JANACITTA Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v6i2.2609

Abstract

Abstract The development of digital technology has brought significant changes to the lifestyle of elementary school (SD) children. The use of electronic devices such as smartphones, tablets and computers has become an integral part of daily work. However, it is increasingly important to be aware of the negative impact of excessive screen exposure on children's eye health. The aim of this research is to identify effective strategies for maintaining the eye health of elementary school children in the digital era. In short, it can be said that maintaining the eye health of elementary school children in the digital era is a challenge that requires serious attention. The data collection technique involves collecting several previous studies to answer strategies for maintaining eye health for elementary school children in the digital era. The research results are that with an approach that includes education, supervision and adequate rest, we can mitigate the negative impact of screen exposure on children's eye health. It is hoped that the results of this research will provide valuable guidance for parents, teachers and relevant stakeholders to protect children's eye health in an increasingly digital era.   Abstrak Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan pada gaya hidup anak sekolah dasar (SD). Penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan komputer sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam pekerjaan sehari-hari. Namun, semakin penting untuk mewaspadai dampak negatif paparan berlebihan layar tersebut terhadap kesehatan mata anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi efektif untuk menjaga kesehatan mata anak sekolah dasar di era digital. Secara singkat dapat dikatakan bahwa menjaga kesehatan mata anak Sekolah Dasar di era digital merupakan tantangan yang memerlukan perhatian serius. Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab strategi menjaga kesehatan mata anak SD di era digital. Hasil penelitian yakni dengan pendekatan yang mencakup edukasi, pengawasan dan istirahat yang cukup, kita dapat memitigasi dampak negatif paparan layar terhadap kesehatan mata anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan berharga bagi orang tua, guru, dan pemangku kepentingan terkait untuk melindungi kesehatan mata anak-anak di era yang semakin digital. 

Page 9 of 17 | Total Record : 163