cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022)" : 25 Documents clear
Meningkatkan Kemampuan Kognitif melalui Metode Bernyanyi pada Anak Usia Dini: Literature Review Agil Wahyu Wicaksono; Amirotun Nafi'ah; Alif Fadiyah Septia Winona; Abdul Muhid
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.164 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1635

Abstract

The singing method used by teacher in early chilhood in learning activities is fun so that children can more easily remember learning material. This study aims to determine the increase in cognitive abilities in early chilhood through the singing method. The research was conducted using the litarature study method, namely by collecting and searching reference materials from journals and articles based on research variabels. So that the results obtained that the singing method can improve cognitive abilities in early chilhood.AbstrakMetode bernyanyi yang digunakan oleh guru pada anak usia dini dalam aktivitas pembelajaran bersifat menyenangkan sehingga anak dapat lebih mudah dalam mengingat materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif pada anak usia dini melalui metode bernyanyi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur, yaitu dengan cara pengumpulan dan pencarian bahan referensi dari jurnal maupun artikel yang berdasarkan dengan variabel penelitian. Sehingga diperoleh hasil bahwa metode bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dalam Pengembangan Diri Guru PAUD Windi Wulandari Iman Utama; Nurbiana Dhieni; Muhamad Syarif Sumantri
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.698 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1641

Abstract

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan pengembangan kompetensi pendidik yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan setiap guru dalam rangka meningkatkan profesionalitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan temuan tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan dalam aspek pengembangan diri guru di gugus PAUD 1 dan Gugus PAUD 2 Kapanewon Pajangan Bantul Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil temuan menunjukan bahwa : (1) Kesadaran dan motivasi dalam pengembangan diri guru PAUD. (2) Upaya dalam pengembangan diri dalam meningkatkan profesionalisme guru. (3) Aksi nyata pengembangan diri dalam meningkatkan profesionalisme guru.
Spesifikasi Lingkungan Belajar Di Luar (Outdoor) Virda Syaripatunisa; Rika Nurhayati; Risbon Sianturi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.669 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1647

Abstract

The principle of PAUD is playing while learning. Children will be bored if they continue to study indoors, so there is learning outside the room to reduce child boredom. The process and method of PAUD teachers in structuring the outside learning environment need to pay attention to several specifications that can allow learning outside the room. This article was written with the aim of recommending to readers regarding the specifications of the outdoor learning environment. This article is reviewed using a literature study method based on a literature review, analyzing several reliable sources such as journal articles and books. The specifications of the environment for outdoor learning or playing are adapted to the circumstances of each PAUD school and made as creative as possible by the PAUD teachers themselves. Comfort for children in the facilities that have been provided at school also depends on the children themselves. Therefore, teachers must be able to deal with this and try to provide comfort to their children by paying attention to the specifications of this outdoor learning environment.ABSTRAKPrinsip PAUD yaitu bermain sambil belajar. Anak-anak akan jenuh jika terus menerus belajar didalam ruangan, maka adanya belajar diluar ruangan untuk mengurangi kejenuhan anak. Proses dan cara guru PAUD dalam penataan lingkungan belajar diluar perlu memperhatikan beberapa spesifikasi yang dapat memungkinkan belajar diluar ruangan. Artikel ini ditulis bertujuan untuk merekomendasi kepada pembaca mengenai spesifikasi lingkungan belajar diluar ruangan. Artikel ini dikaji menggunakan metode studi literatur didasarkan pada tinjauan literature, menganalisis beberapa sumber yang dapat dipercaya seperti artikel jurnal dan buku. Spesifikasi lingkungan untuk belajar atau bermain outdoor disesuaikan dengan keadaan masing-masing sekolah PAUD dan dibuat sekreatif mungkin oleh guru-guru PAUD itu sendiri. Kenyamanan pada anak-anak pada fasilitas yang sudah disediakan disekolah juga tergantung anak-anak itu sendiri. Oleh karena itu guru harus bisa menghadapi hal tersebut dan berusaha memberikan kenyamanan tergadap anak-anaknya dengan memperhatikan spesifikasi lingkungan belajar diluar ini.
Pengembangan Media Pembelajaran Kiddy Learning Binder untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini Rista Dwi Permata; Ulfa Yuliasari; Ifa Aristia Sandra Ekayati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.446 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1649

Abstract

Early childhood education is never separated from developmental aspects that must always be stimulated. One aspect is language development. Because of the importance of language skills in the sustainability of one's life, it is necessary to pay attention so that it can develop optimally. For this reason, the researchers compiled this study with the aim of developing learning media that can be used to stimulate language development in early childhood. Field trials were carried out on group A children in two PAUD institutions in Tuban Regency. The research design used in this study is the Borg & Gall development model, namely (1) Potential and problems, (2) Data collection, (3) Product design, (4) Design validation, (5) Design revision, (6) Trial product, (7) Product revision, (8) Usage trial, (9) Product revision, (10) Mass production. The data obtained from this research and development are in the form of quantitative data and qualitative data. Based on the results of the feasibility test analysis in this development research, the average result was 4.62 for material expert validation (very feasible with revision) and an average result of 3.37 for media expert validation (decent with revision).AbstrakPendidikan anak usia dini tidak pernah terlepas dari aspek perkembangan yang harus selalu distimulasi. Salah satu aspeknya yaitu perkembangan bahasa. Karena pentingnya kemampuan berbahasa dalam keberlanjutan kehidupan seseorang maka perlu mendapat perhatian agar dapat berkembang dengan optimal. Karena hal itulah peneliti menyusun penelitian ini dengan tujuan mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulasi perkembangan bahasa pada anak usia dini. Uji coba lapangan dilaksanakan pada anak kelompok A di dua lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Tuban. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Borg & Gall yaitu (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi produk, (8) Uji coba pemakaian, (9) Revisi produk, (10) Produksi masal. Data yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan ini berupa data kuntitatif dan data kualitatif. Berdasarkan hasil analisis uji kelayakan pada penelitian pengembangan ini, mendapatkan hasil prosentase sebesar 86.25% untuk validasi ahli materi (sangat layak dengan revisi) dan hasil prosentase sebesar 72.5% untuk validasi ahli media (layak dengan revisi).
Analisis Pembentukan Kemandirian pada Anak Usia Dini Melalui Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terpadu di TK IT Rabbani Quran School Babahrot Widia Astuti; Rohinah Rohinah; Heldanita Heldanita; Mohd. Reza Pahlevi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.952 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1660

Abstract

An integrated Islamic school is a school that implements a curriculum to optimally integrate religious and general sciences. Independence is the ability in a person to act and do something so that it creates a positive attitude of responsibility in others. This research wants to know the formation of independence in early childhood through the PAI curriculum. For further research, it is possible to combine religious and public schools. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. Sources of data obtained from field studies (Field Research), which comes from written data and interviews. Based on the results of research at TK IT Rabbani Quran School Babahrot on the Analysis of Independence Formation in Early Childhood Through the Integrated Islamic Religious Education Curriculum at TKIT Rabbani Quran School Babahrot Independence is a description of the school's vision. The school's vision is revealed in the form of a mission, curriculum. Islamic education is one of the most important educations that must be given to children from an early age with the aim of forming a strong Islamic generation with elements of aqidah, morals, and worship.ABSTRAKSekolah Islam terpadu merupakan sekolah yang mengimplementasikan kurikulum untuk memadukan secara maksimal antara ilmu agama dan ilmu umum. Kemandirian merupakan kemampuan dalam diri seseorang untuk bertindak dan melakukan sesuatu sehingga menimbulkan sikap tanggungjawab  yang bersifat positif pada orang lain.  Peneitian ini ingin mengetaui pembentukan kemandirian pada anak usia dini melalui kurikulu PAI.  Untuk peneitian selanjutnya bisa mengabungkan antara sekolah yang agama dan umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari studi lapangan (Field Research), yang bersumber dari data tertulis dan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian di TK IT Rabbani Quran School Babahrot tentang Analisis Pembentukan Kemandirian pada Anak Usia Dini Melalui Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terpadu di TKIT Rabbani Quran School Babahrot Kemandirian merupakan penjabaran visi sekolah. Visi sekolah tersebut diturunkan dalam bentuk misi, kurikulum. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu pendidikan yang amat penting yang harus diberikan kepada anak sejak usia dini dengan tujuan agar terbentuk generasi Islam yang kokoh dengan unsur aqidah, akhlak, dan ibadahnya. 
Pengaruh Permainan Papan Hitung dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Hajeni Hajeni; Rahmatia Rahmatia
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.009 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1667

Abstract

This study aims to determine the effect of counting board games on children's numeracy skills in group B at Pinano Kindergarten, Luwu Regency. The design of this research is quantitative research with descriptive statistical data analysis and non-parametric statistics The results showed that there was an effect of counting board games on children's numeracy skills at Pinano Kindergarten based on the research data at the pretest and posttest stages. MB category or 50%, 6 children in the BSH category or 37.50%, 0 children in the BSB category, the posttest stage shows 0 children in the BB category, 2 children in the MB category or 12.50%, 9 children in the BSH or 56.25%, and 5 children in the BSB category or 31.25%. This shows that there is an effect of counting board games on the numeracy skills of group B children at Pinano KindergartenAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan papan hitung terhadap kemampuan berhitung anak pada kelompok B di TK Pinano Kabupaten Luwu. Desain penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan analisis data statistik deskriptrif dan statistic non parametrik.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh permainan papan hitung terhadap kemampuan berhitung anak di TK Pinano berdasarkan data hasil penelitian pada tahap pretes dan posttes menunjukkan bahwa pada tahap pretes 2 anak berada pada kategori BB atau 12,50 %, 8 anak berada pada kategori MB atau  50%, 6 anak pada kategori BSH atau 37,50%, 0 anak berada pada kategori berkembang sangat baik, tahap posttes menunjukkan 0 anak pada kategori BB, 2 anak pada kategori MB atau 12,50%, 9 anak pada kategori BSH atau 56,25%, dan 5 anak pada kategori BSB atau 31,25%. Hal ini menunjukkan ada pengaruh permainan papan hitung terhadap kemampuan berhitung anak kelompok B di TK Pinano.
Early Childhood Development (Physical, Intellectual, Emotional, Social, Moral, and Religious Tasks) Implications For Education Mely Sopiah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.555 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1674

Abstract

Jurnal ini mengkaji Perkembangan Anak Usia Dini dan Implikasinya terhadap Pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi yang menuntut adanya pengembangan dan peningkatan kualitas manusia sebagai solusi untuk mengikuti arus modernisasi, berimplikasi pada perlunya suatu proses pendidikan yang dapat berperan aktif.. Pengetahuan perkembangan anak usia dini dapat membantu orang tua dan guru merencanakan upaya untuk mengoptimalkan perkembangan tersebut. Karakteristik serupa yang muncul pada periode usia yang hampir sama mencirikan tahapan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesamaan karakteristik pada setiap tahapan usia menjadi acuan bagi anak, orang tua, dan guru dalam hal kemampuan yang harus dikuasai anak pada usia tersebut. Hal ini mengakibatkan anak melakukan tugas yang sesuai dengan tahapan usianya.  This journal investigates Early Childhood Development and Its Educational Implications. The rapid advancement of science, technology, and communication necessitates the development and improvement of human quality as a solution to keeping up with the flow of modernization, implying the need for an educational process that can play an active role. Early childhood development knowledge can assist parents and teachers in planning efforts to optimize these developments. The stages of a child's growth and development are defined by similar characteristics that appear at nearly the same age. The similarity of characteristics at each age stage serves as a reference for children, parents, and teachers in terms of abilities that children at that age must master. As a result, children are assigned tasks that are appropriate for their developmental stage.
Pemahaman Orang Tua tentang Konsep Merdeka Belajar di PAUD Elly Indrawati; Diana Diana; Deni Setiawan
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.367 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1685

Abstract

Purpose from this research is to obtain parents’ understanding of independent learning in early childhood education. This article figures how far parents’ understanding of independent learning in early childhood education. Harapan yang diinginkan artikel ini adalah membuka wawasan kepada orang tua, pendidik dan masyarakat bahwa pembelajaran harus sesuai dengan minat dan bakat anak. This article gives an insight to parents, teachers and public. Method of this article using survey with saturated sampling. Result of this research is parents’ undrestanding about independent learning completely. Most of parents didn’t agree if children study without paper in their daily assignment. Parents state that critical thinking ability is quite important. Parents also state that do reading, writing and counting is the most important to prepare go to elementary school. Conclusion of this research is most of parents understand independent learning, but not completely. Parents are still oriented in reading, writing and counting to prepare to go elelemtary school is most important than children study based on their own interest, talent, creativity, critical thinking and back to nature.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemahaman orang tua tentang konsep merdeka belajar yang diselenggarakan di PAUD. Artikel ini dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana pemahaman orang tua tentang konsep merdeka belajar. Harapan yang diinginkan artikel ini adalah membuka wawasan kepada orang tua, pendidik dan masyarakat bahwa pembelajaran harus sesuai dengan minat dan bakat anak. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik sampling jenuh. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman orang tua tentang konsep merdeka belajar yang seutuhnya. Kebanyakan orang tua tidak setuju anak belajar kembali ke alam dan tidak menggunakan Lembar Kerja (LK) sebagai penugasan. Orang tua menyatakan cukup penting anak memiliki kemampuan berpikir kritis. Orang tua masih menganggap belajar calistung adalah hal yang sangat penting diajarkan di PAUD untuk persiapan masuk SD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata orang tua menyatakan bahwa sudah memahami merdeka belajar, akan tetapi belum sepenuhnya paham apa arti merdeka belajar. Orang tua masih berorientasi bahwa pembelajaran calistung untuk persiapan masuk SD lebih penting dibandingkan anak-anak belajar sesuai dengan minat, bakat, kreatifitas, berpikir kritis dan kembali ke alam.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pengenalan Konsep Bilangan Pada Anak Kelompok A Dengan Metode Bermain Plastisin Rakhel Ruth Berkati Zega
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.398 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1687

Abstract

This research is motivated by the low ability to recognize number concepts in group A children, including not being able to recognize number symbols, not being able to count with objects and not being able to connect/pair objects with number symbols. This study aims to improve the ability to recognize the concept of numbers in children with the method of playing with plasticine at Kanisius Cungkup Kindergarten, Salatiga. The type of research is Classroom Action Research and the subject of this research is group A students totaling 12 children, with 4 boys and 8 girls. Data collection techniques through observation and documentation with qualitative descriptive data analysis. The results showed that there was an increase in the introduction of the concept of children's numbers. In the first cycle, the percentage of indicators mentioning numbers 1-10 is 100%, numbering objects 1-10 is 83.3%, indicators recognizing symbols for numbers 1-10 are 66.6%. In cycle II, the percentage of indicators recognizing the symbols of numbers 1-10 is 91.6%, matching numbers with number symbols is 83.3%.AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak kelompok A, diantaranya belum mampu mengenal lambang bilangan, belum mampu berhitung dengan benda-benda dan belum mampu menghubungkan/memasangkan benda-benda dengan lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak dengan metode bermain plastisin di TK Kanisius Cungkup Salatiga. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas dan subjek penelitian ini adalah siswa kelompok A berjumlah 12 anak, dengan 4 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada pengenalan konsep bilangan anak. Pada siklus I persentase indikator menyebutkan bilangan 1-10 sebesar 100%, membilang banyak benda 1-10 sebesar 83,3%, indikator mengenal lambang bilangan 1-10 yaitu 66,6%. Pada siklus II persentase indikator mengenal lambang bilangan 1-10 yaitu 91,6%, mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan yaitu 83,3%.
Potret Penanaman Nilai Karakter Anak di TK Bawang Putih Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Syihabuddin Syihabuddin; Aceng Kosasih
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.751 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1699

Abstract

The results showed that the Bawang Putih Kindergarten planted disciplined characters by naming habituation, the results of the research findings on the process of instilling disciplined character in early childhood through the habituation method were: (1) teachers familiarize children with coming on time; (2) the teacher familiarizes the children with returning things to their original place; (3) the teacher familiarizes children with tidying up toys after playing in the classroom; (4) the teacher accustoms children to be patient and orderly in waiting for their turn to wash their hands; and (5) the teacher familiarizes children with queuing when they want to go to the bathroom. Habituation carried out in Bawang Putih Kindergarten is not only habituation through words or motivational words, but habituation through behavior is also carried out in Bawang Putih Kindergarten, the behavior shown by children after getting habituation from the teacher are: (1) the child arrives on time, but there are some children who have not been able to come on time, this refers to the number of children who are late every day experiencing ups and downs; (2) the child returns the items that have been used in their place, this is indicated by the awareness of the child returning the items that have been used in their place without being asked by the teacher, be it toys or stationery; (3) orderly in waiting their turn, this is shown by the awareness of children lining up behind their friends when they want to wash their hands without being accompanied by the teacher. Factors supporting the cultivation of disciplined character in Bawang Putih Kindergarten are the examples from the teacher, and the consistency of the teacher. Factors that hinder the formation of disciplined character in Bawang Putih Kindergarten are that there are some parents who do not care about their child's development, and the absence of cooperation between parents and school, and the maturity of the child's age also affects the formation of discipline character of early childhood in Bawang Putih Kindergarten.ABSTRAKHasil penelitian menunjukkan bahwa di TK Bawang Putih melakukan penanaman  karakter disiplin dengan menamakan pembiasaan, hasil dari temuan penelitian tentang proses penanaman karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan adalah: (1) guru membiasakan anak untuk datang tepat waktu; (2) guru membiasakan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula; (3) guru membiasakan anak untuk membereskan mainan setelah bermain di dalam kelas; (4) guru membiasakan anak untuk bersabar dan tertib dalam menunggu giliran mencuci tangan; dan (5) guru membiasakan anak untuk mengantri ketika ingin ke kamar mandi. Pembiasaan yang dilakukan di TK Bawang Putih tidak hanya pembiasaan melalui ucapan atau kata motivasi saja, namun pembiasaan melalui perilaku juga dilakukan di TK Bawang Putih, perilaku yang ditunjukkan oleh anak setelah mendapatkan pembiasaan dari guru yaitu: (1) anak datang tepat waktu, akan tetapi ada beberapa anak yang belum bisa datang tepat waktu, hal ini mengacu pada jumlah anak yang terlambat setiap hari mengalami naik turun; (2) anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya, hal ini ditunjukkan dengan kesadaran anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya tanpa diminta oleh guru, baik itu mainan ataupun alat tulis; (3) tertib dalam menunggu giliran, hal ini di tunjukkan dengan kesadaran anak berbaris di belakang temanya ketika ingin mencuci tangan tanpa didampingi oleh guru. Faktor pendukung penanaman karakter disiplin di TK Bawang Putih yaitu adanya contoh dari guru, dan konsistensi yang dilakukan guru. Faktor yang menghambat pembentukan karakter disiplin di TK Bawang Putih yaitu ada beberapa orang tua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya, dan tidak adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah, dan kematangan usia anak juga mempengaruhi pembentukan karakter disiplin anak usia dini di TK Bawang Putih.

Page 2 of 3 | Total Record : 25