cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Perbedaan Kemandirian Antara Anak Sulung dengan Anak Tunggal di RA As-Sa’adah Medan: Differences in Independence Between the Eldest Child and the Only Child at RA As-Sa'adah Medan Arrumaisha
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2413

Abstract

The purpose of this study was to compare and contrast the level of early childhood independence between the firstborn and the only child. This research uses a quantitative approach with a comparative method. The sampling technique used was purposive sampling with the criteria (1) children aged between 5 and 6 years; (2) The oldest sibling in a family with younger siblings and the only child in a family without siblings is the target population. A sample of 50 children was used in this study, 25 of whom were the oldest (firstborn) and 25 of whom were the only children in their family (only child). The Early Childhood Independence Scale was used to collect data for this study. As for analyzing the data, we used an independent sample t-test for the statistical significance of the difference. The results showed that the oldest child (the firstborn) had an average score of 73.95, while the only child had a score of 64.61, based on statistical calculations. Based on the results of the Independent Sample t-test, it is known that there is a statistically significant difference between the level of independence of the eldest child and the only child in RA As-Sa' Medan because t count > t table (5.144 > 1.677) and sig value (0.000 < 0.05).     ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk membandingkan dan membedakan tingkat kemandirian anak usia dini antara anak sulung dan anak tunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan kriteria (1) Anak-anak berusia antara 5 dan 6 tahun; (2) Saudara tertua dalam keluarga yang punya adik, dan anak tunggal dalam keluarga tanpa saudara kandung sama sekali merupakan populasi sasaran. Sampel penelitian sebanyak 50 anak digunakan dalam penelitian ini, 25 di antaranya adalah yang tertua (anak sulung) dan 25 di antaranya adalah satu-satunya anak di keluarga mereka (anak tunggal). Skala Kemandirian Anak Usia Dini digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini. Adapun untuk menganalisis data digunakan Uji-t (Independent Sample t-Test) untuk signifikansi statistik perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan anak tertua (anak sulung) memiliki skor rata-rata 73,95, sedangkan anak tunggal memiliki skor 64,61, berdasarkan perhitungan statistik. Berdasarkan hasil Independent Sample t-Test diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara tingkat kemandirian anak sulung dengan anak tunggal di RA As-Sa' Medan karena t hitung > t tabel (5,144 > 1,677) dan nilai sig (0,000 < 0,05).
Pengaruh Bermain Wire Maze Terhadap Kontak Mata Anak Autis Spectrum Disorder di KB/TK Inklusi Srawung Bocah Yogyakarta: The Effect Of Playing Wire Maze on The Eye Contact Of Children With Autism Spectrum Disorder In Kb/Tk Inklusi Srawung Bocah Yogyakarta Dwike Amalia; Dwi Putri Fatmawati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2438

Abstract

The effect of playing wire maze on the eye contact of children with autism spectrum disorder in KB/TK Srawung Bocah Inklusi, reports on children's learning outcomes and observations of class teachers concluded that there were student problems in the form of a lack of ability to make eye contact in children so that it affected children's communication activities in learning activities. The aim of the study was to determine the effect of playing wire maze on eye contact in children with autism spectrum disorder. The research was conducted by calculating the frequency of eye contact in ASD children. In this study the researcher used observation and documentation as data collecting technique, with a quantitative approach and the type of experimental research with the Single Subject Research (SSR) design. The results of data analysis found that there were differences in the results in each research phase, it was in the baseline phase which increased in the intervention phase. Based on these results it can be concluded that there is an effect from playing wire maze on the eye contact of ASD children   ABSTRAK Pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak autism spectrum disorder di KB/TK Inklusi Srawung Bocah, laporan hasil belajar anak dan pengamatan guru kelas menyatakan adanya permasalahan siswa berupa kurangnya kemampuan kontak mata anak sehingga mempengaruhi kegiatan anak berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak autism spectrum disorder, penelitian dilakukan dengan menghitung frekuensi munculnya kontak mata pada anak ASD. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi, dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR). Hasil Analisis data didapatkan bahwa adanya perbedaan hasil dalam setiap fase penelitian, yaitu pada fase baseline yang meningkat di fase intervensi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bermain wire maze terhadap kontak mata anak ASD.
Implementasi Sarana Prasarana Esensial Terhadap Kurikulum Merdeka Anak Usia Dini : Implementation of Essential Infrastructure Facilities for Early Childhood Independent Curriculum utami-kumala-dewi; Hibana; Nurhusni Kamil; Fadila Arnisa Harahap; Faiqatuz Zahrah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2439

Abstract

The era of entering the industrial revolution 5.0, education is closely related to world attention regarding an institution, especially early childhood education. The success of the learning process of an institution is supported by the availability of adequate essential infrastructure facilities according to the applicable curriculum. The independent curriculum is a curriculum that applies in Indonesia with a fun learning orientation centered on students, as well as the creativity of educators in providing a variety of learning to be the main factor in achieving the learning process. Freedom of learning does not prioritize Calistung learning (Read, Write, Count), and is centered on LKA (Children's Worksheets). Therefore, the researcher is interested in examining more deeply the implementation of infrastructure for the independence curriculum at Pangudi Luhur Jenarwetan Kindergarten. Researchers used qualitative research methods that are descriptive analytic by collecting data through observation, documentation and interview techniques. The results of this study are the implementation of infrastructure that has been used during the learning process using an independent curriculum, one of which uses natural materials.   ABSTRAK  Era memasuki revolusi industri 5.0 pendidikan erat kaitannya dari perhatian dunia mengenai suatu lembaga khususnya pendidikan anak usia dini. Keberhasilan proses pembelajaran suatu lembaga didukung dengan tersedianya sarana prasarana esesnsial yang memadai sesuai kurikulum yang berlaku. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang berlaku di Indonesia dengan berorientasi pembelajaran yang menyenangkan berpusat pada peserta didik, serta kreativitas pendidik dalam menyediakan ragam pembelajaran menjadi faktor utama tercapainya proses pembelajaran. Merdeka belajar tidak mengutamakan pada pembelajaran Calistung (Baca, Tulis, Hitung), dan berpusat pada LKA (Lembar Kerja Anak). Maka dari itu, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang implementasi sarana prasarana terhadap kurikulum merdeka di TK Pangudi Luhur Jenarwetan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif analitik dengan pengumpulan data melalui teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini berupa implementasi sarana prasarana yang telah digunakan selama proses pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka, salah satunya menggunakan bahan alam.
Stimulasi Guru untuk Pengembangan Literasi Bahasa Anak Usia Dini : Teacher Stimulation for Early Childhood Language Literacy Development Arrumaisha Arrumaisha; Siti Aisyah; Nurfida; Anita Damayanti
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2456

Abstract

The purpose of this research is to examine how educators can promote language literacy in children. This research method uses a qualitative approach with a literature review technique on scientific papers, books, and other written materials on the teacher's role in stimulating language literacy in early childhood. Based on the findings of this study, it is clear that everyone must be taught literacy from an early age. Instilling a love of reading and writing in young children helps them build a strong foundation for learning and success later in school. The study concluded that there are 10 components to the teacher's role in fostering language literacy in the early years of a child's life: knowledge and experience; having a basic understanding of literacy; engaging in heated discussions; using books; using the alphabet; training phonological acuity; building a language-rich environment; using various media; assessing children's literacy progress; and working with parents. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pendidik dapat mendorong literasi bahasa pada anak-anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik tinjauan literatur terhadap makalah ilmiah, buku, dan bahan tertulis lainnya tentang peran guru dalam menstimulasi literasi bahasa pada anak usia dini. Berdasarkan temuan penelitian ini, jelaslah bahwa setiap orang harus diajarkan literasi sejak usia dini. Menanamkan kecintaan membaca dan menulis pada anak usia dini membantu mereka membangun fondasi yang kuat untuk belajar dan sukses di kemudian hari di sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa ada 10 komponen peran guru dalam membina literasi bahasa di tahun-tahun awal kehidupan anak yaitu pengetahuan dan pengalaman guru; memiliki pemahaman dasar literasi; terlibat dalam diskusi hangat; menggunakan buku; menggunakan alfabet; melatih ketajaman fonologis; membangun lingkungan yang kaya akan bahasa; menggunakan berbagai media; menilai kemajuan literasi anak; dan bekerja sama dengan orang tua.
Pengaruh Manajemen Kelas dan Tingkat Kemandirian Terhadap Pengelolaan Emosi pada Anak Usia Dini: The Influence of Classroom Management and Level of Independence on Emotional Management in Early Childhood Himma Himmatul Jazriyah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2462

Abstract

The purpose of this study was to measure the effect of classroom management and independence on emotional management in early childhood. This research is categorized as explanatory research, namely research that aims to explain the causal relationship between variables through hypothesis testing. The population in this study were kindergarten teachers in 4 sub-districts in Magelang Regency, to be precise, Mungkid, Mertoyudan, Salaman and Sawangan Districts. The total number of teachers in the 4 districts is 248 people. The sample in this study amounted to 53 people. Research variables in path analysis are divided into independent variables (Independent Variable) and dependent variables (Dependent Variable). The results showed that in total there was no significant and positive effect of classroom management on early childhood emotional management with a P-Value of 0.137 > 0.05. The following results show that in total there is a significant influence and a positive value of independence on the management of early childhood emotions with a P-Value of 0.000 <0.05. The third result shows that in total there is a significant and positive value effect on class management and independence together on managing early childhood emotions with an R2 of 0.728. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh manajemen kelas dan kemandirian terhadap pengelolaan emosi anak usia dini. Penelitian ini dikategorikan sebagai explanatory research, yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi pada penelitian ini adalah guru Taman Kanak-kanak di 4 Kecamatan di Kabupaten Magelang, tepatnya Kecamatan Mungkid, Mertoyudan, Salaman dan Sawangan . Total Jumlah guru di 4 kecamatan tersebut sebanyak 248 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang. Variabel penelitian dalam analisis jalur dibagi menjadi variabel bebas (Independent Variable) dan variabel terikat (Dependent Variable). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara total tidak ada pengaruh yang signifikan dan bernilai positif manajemen kelas terhadap pengelolaan emosi anak usia dini dengan nilai P-Value 0,137 > 0,05. 2. Hasil berikutnya menunjukkan bahwa secara total terdapat pengaruh yang signifikan dan bernilai positif kemandirian terhadap pengelolaan emosi anak usia dini dengan nilai P-Value 0,000 < 0,05. Hasil yang ketiga menunjukkan bahwa secara total terdapat pengaruh yang cukup signifikan dan bernilai positif manajemen kelas dan kemandirian secara bersama terhadap pengelolaan emosi anak usia dini dengan R2 sebesar 0,728.
Pengaruh Pembelajaran Proyek Terhadap Konsentrasi Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD): The Effect Of Projects Learning On The Concentration Of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD ) Raudatul Jannah; Dwi Putri Fatmawati
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2467

Abstract

The effect of project learning on the concentration of children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Based on the results of observations, there were children with characteristics of difficulty focusing, excess energy, unable to stay still, and from the results of assessments by the child psychologist, there were indications of ADHD in the KB/TK Inclusive Srawung Bocah. Research conducted aim for influence from projects learning carried to concentration ADHD child . Study with measure duration concentration ADHD child using a stopwatch. Collection of research data used is observation and documentation. This study use approach quantitative, type research used experiment with Single Subject Research (SSR) design . The results of the analysis data obtained that the average duration baseline phase 5.273 minutes and intervention phase 6.3375 minutes . Based on results data analysis can concluded that learning project influential to concentration ADHD child. ABSTRAK  Pengaruh pembelajaran proyek terhadap konsentrasi anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Berdasarkan hasil oberservasi yang dilakukan sebelum penelitian terdapat anak dengan karakteristik susah fokus, energi berlebih, tidak bisa diam, dan dari hasil asesmen oleh psikolog anak tersebut terindikasi ADHD di KB/TK Inklusi Srawung Bocah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran proyek yang dilakukan terhadap konsentrasi anak ADHD. Pengumpulan data penelitian yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR). Hasil analisis data yang didapatkan bahwa rata-rata durasi fase baseline 5,273 menit dan fase intervensi 6,3375 menit. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran proyek berpengaruh terhadap konsentrasi anak ADHD.
Media House Shape Sorter untuk Meningkatkan Pemahaman Geometri Anak Usia 5-6 Tahun: House Shape Sorter Media To Improve The Understanding Of Geometry For Children Aged 5-6 Years Khikmah Novitasari; Rhamadhani Annisa
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2470

Abstract

The use of media is very important in improving the understanding of geometry in early childhood. The purpose of this study was to determine the increase in understanding of geometry when using house shape sorter media, the feasibility of house shape sorter media and the effectiveness of house shape sorter media as a learning medium for understanding geometry. The research was conducted at ABA Labbaik Among Putro III Kindergarten. This research was conducted with a development method using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation) with a one group pre-test and post-test design and the subjects used were 18 children aged 5-6 years. The analysis technique used is using the T-test. The results showed that the significant value for the pre-test and post-test was known that the value of 0.009 <0.05 so that the conclusion was that there was an increase in the understanding of geometry of children aged 5-6 years in class B TK ABA Labbaik Among Putro III, after treatment using the media house shape sorter. ABSTRAK  Penggunaan media sangat penting dalam meningkatkan pemahaman geometri pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman geometri jika menggunakan media house shape sorter, kelayakan media house shape sorter dan efektivitas media house shape sorter sebagai media pembelajaran pemahaman geometri. Penelitian dilakukan di TK ABA Labbaik Among Putro III. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengembangan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development, implementasi, evaluasi) dengan rancangan one group pre-test and post-test design dan subjek yang digunakan 18 anak usia 5-6 tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan untuk pre-test dan post-test diketahui bahwa nilai 0,009<0,05 sehingga kesimpulannya adalah terdapat peningkatan pemahaman geometri anak usia 5-6 tahun kelompok kelas B TK ABA Labbaik Among Putro III, setelah dilakukan treatment menggunakan media house shape sorter.
Implementasi Fitur Kelas Virtual TVSekolah dalam mengembangkan kecerdasan visual spasial pada Anak Usia Dini di SPS Negeri Abdi Praja Cilincing: Implementation of the School Virtual TV Class Feature in developing spatial visual intelligence in Early Childhood at SPS Negeri Abdi Praja Cilincing Sahlia muhasim; Yuli Herlina; Fatmi Cahyani; Windari Kartika; Sri Watini
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2476

Abstract

This research will be carried out in May-June 2023 at SPS Negeri Bale Play Abdi Praja The problem found in this study is the lack of special visual intelligence skills in children aged 4-5 years at SPS Negeri Bale Play Abdi Praja. With the role of virtual classes in improving spatial visual intelligence in children aged 4-5 years. The success rate is very significant after the School TV program in improving special visual intelligence in children aged 4-5 years at SPS Negeri Bale Play Abdi Praja. Through qualitative descriptive research methods and data collection through observation, documentation and interviews, the role of the virtual classroom is so great in developing special visual intelligence in early childhood.  With results in the second cycle of 66,6 %, namely 10 successful children from 15 students.It can be seen that thedevelopment is not as expected conducteda study in the fourth cycle with a result of 86.6%, thus based on the results achieved in the fourth cyclthe class action research in this study was considered successful in developing spatial visual harmony through virtual classes on School TV. ABSTRAK  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei -Juni 2023 di SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja masalah yang ditemukan pada penelitian kali ini,adalah kurangnya kemampuan kecerdasan visual special pada anak usia 4-5 tahun di SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja .Dengan peran virtual class  dalam meningkatkan kecerdasan visual spasial pada anak usia 4-5tahun .Tingkat keberhasilan sangat signifikan setelah adanya program TV Sekolah dalam meningkatkan Kecerdasan visual special pada anak usia 4-5 tahun di SPS Negeri Bale Bermain Abdi Praja .Melalui metode penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas )dan pengumpulan data melalui observasi,  dokumentasi dan wawancara maka peran Kelas virtual  begitu besar dalam mengembangkan kecerdasan visual spasial anak usia dini. Dengan hasil pada siklus kedua sebesar 66,6 % yaitu 10 anak yang berhasil dari 15 siswa.Sudah dapat dilihat perkembangannya meski belum sesuai yang diharapkan maka peneliti Menyusun rancangan penelitian yang dilanjutkan dengan kegiatan selanjutnya .Siklus ketiga  dengan perolehan hasil sebesar 73,3%  Dengan demikian setelah dilakukan refleksi maka peneliti melakukan penelitian pad siklus keempat dengan hasil 86,6% dengan demikian berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus keempat maka peneliitian tindakan kelas pada penelitian ini dinaggap berhasil dalam Pengembangan kesecradasan visual spasial melalui kelas virtual pada TV Sekolah.
Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning melalui Media Coklis pada Kelompok B TK Hidayatullah: Implementation of the Cooperative Learning Model through Coklis Media in Group B of Hidayatullah Kindergarten Aprilia Sugiarti; Sri Widayati; Melia Dwi Widayanti
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2365

Abstract

The aspect of language development in children is the child's ability in this aspect which is described in the child's readiness to assemble or compile a vocabulary that is already known so that it becomes a series of conversations such as the child being able to repeat what the child hears. The development of language skills in kindergarten is very necessary in an effort for children to be able to communicate orally with their environment. Thus, language development in early childhood needs to be considered by teachers and parents. In developing the language of early childhood teachers can use interesting and creative media that can help develop children's language. One of them is through the game of coklis (match writing). This coklis game can help develop early childhood literacy. This study uses a qualitative descriptive research method, namely research used to describe something related to the problem being studied. The subject of this research is to find as much data as possible, data sources that can be trusted in providing a bright spot in a research or commonly referred to as data information sources that aim to produce data related to research. The target of this research is students in Hidayatullah Kindergarten. In addition, the learning model used is to apply a cooperative learning strategy. This learning model can be used to develop language in early childhood. Then for the method used is to use the writing method.   ABSTRAK  Aspek perkembangan bahasa pada anak merupakan kemampuan anak dalam aspek digambarkan dalam kesiapan anak untuk merangkai atau menyusun sebuah kosa kata yang telah diketahui sehingga menjadi suatu rangkaian pembicaraan seperti anak mampu mengulangi apa yang anak dengarkan. Perkembangan kemampuan bahasa di TK sangat diperlukan dalam upaya anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Dengan demikian, perkembangan bahasa pada anak usia dini perlu diperhatikan oleh guru maupun orang tua. Dalam mengembangkan bahasa anak usia dini guru dapat menggunakan media yang menarik dan kreatif yang dapat membantu mengambangakan bahasa anak. Salah satunya adalah melalui permainan coklis (cocok tulis). Permainan coklis ini dapat membantu mengembangkan bahasa aksara anak usia dini.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang berkaitan dengan pemasalahan yang sedang diteliti. Adapun subjek dari penelitian ini adalah mencari data sebanyak mungkin sumber data yang dapat dipercaya dalam memberikan titik terang suatu penelitian atau biasa disebut dengan sumber informasi data yang bertujuan untuk menghasilkan data yang berkaitan dengan penelitian. Sasaran dari penelitian ini adalah siswa yang ada di TK Hidayatullah. Selain itu, model peembelajaran yang digunakan adalah dengan menerapkan strategi cooperative learning. Model pemeblajaran ini dapat digunakan untuk mengembangan bahasa pada anak usia dini. Kemudian untuk metode yang digunakan adalah menggunakan metode menulis.
Pengembangan Media Cocok (Counting Cookies) untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 4-5 Tahun: Development of Suitable Media (Counting Cookies) to Improve The Numeracy Skills of Children Aged 4-5 Years Ardana, Cristin Dwi Novia; Widi Wulansari; Dema Yulianto
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i1.2524

Abstract

As a solution for preparing children for a higher level of education, numeracy skills must be advanced in early childhood education that requires educational tools that have an important role to support the improvement of children's numeracy skills. The reviewer's goal is to improve a teaching tool called COCOK (Counting Cookies) to develop the numeracy skills of four-five year old children. Of the 10 steps in Research and Development (R&D) that have been developed by Borg and Gall, the method used for this research uses 5 stages. In this study the trial used a quasi-experimental trial design and a small group of 20 subjects. The media that was tried out had gone through a validation test by 3 media experts and 3 material experts whose results were declared valid using the Aiken V formula. The validation instrument sheet from the results of the children's worksheets in pretest and posttest activities using the COCOK device ( Counting Cookies) is an information gathering instrument used in this study. Data analysis to examine the use of COCOK (Counting Cookies) media in improving numeracy skills using the Wilcoxon Test. The conclusion from the Wilcoxon test results is that the Asymp value is obtained. Sig. (2-tailed) of 0.012, so that it can be interpreted that there is actually a significant effect of the results of using COCOK (Counting Cookies) media for pretest and posttest (researcher's hypothesis is accepted). The influence given by COCOK media is a positive and significant impact. This is indicated by an increase in the posttest scores of 12 children.   ABSTRAK Sebagai solusi persiapan anak menuju ditingkat pendidikan yang lebih tinggi kemampuan berhitung harus dimajukan AUD bahwa diperlukan perangkat pendidikan yang mempunyai peran penting untuk mendukung peningkatan keterampilan berhitung anak. Tujuan pengkaji agar meningkatkan perangkat ajar yang bernama COCOK (Counting Cookies) guna mengembangkan kemampuan berhitung anak usia empat-lima tahun. Dari 10 langkah yang ada dii Research and Development (R&D)  yang sudah dikembangkan  Borg and Gall metode yang dimanfaatkan untuk penelitian ini menggunakan 5 tahapan. Dalam penelitian ini uji coba yang digunakan desain uji coba kuasi eksperimental dan kelompok kecil 20 subjek. Media yang diuji cobakan sudah melalui uji validasi oleh 3 ahli media dan 3 ahli materi yang hasilnya dinyatakan valid dengan menggunakan formula Aiken V. Lembar instrumen validasi dari hasil lembar kerja anak dalam kegiatan berhitung mula (pretest) dan setelah (posttest) menggunakan perangkat COCOK (Counting Cookies) merupakan intrumen pengumpulan informasi yang dimanfaatkan penelitian ini. Analisis data untuk memeriksa kegunaan media COCOK (Counting Cookies) dalam meningkatkan kemampuan berhitung memakai Uji Wilcoxon. Kesimpulan dari hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.012, sehingga bisa diartikan sebenarnya ada pengaruh yang signifikan dari hasil penggunaan media COCOK (Counting Cookies) untuk pretest dan posttest (hipotesis peneliti diterima). Pengaruh yang diberikan dari media COCOK adalah dampak yang positif dan signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai posttest dari 12 anak.